Apr
16
Berkaca pada Kata
Burhan Solihin
Tempo dan Koran Tempo beruntung memiliki orang yang suka banget dengan kata. Hidupnya benar-benar dihabiskan untuk mengulik dan menjumput kata-kata. Dia sering menyebut dirinya kutukata. Mejanya selalu terbenam dengan tumpukan buku-buku, sumber kata yang tak pernah habis ia gali.
Sang penyelam kata-kata itu adalah Dian Basuki. Om Di, begitu kami memanggilnya. Salah satu temuannya yang spektakuler adalah “Pada Mulanya adalah Kata” yang terbit pada Koran Minggu.
Secuil kata-kata yang ia kumpulkan dari selebritis, mafia, novelis, penyair itu bisa menjadi segelas inspirasi yang menyejukkan atau menjadi lentera yang menerangi jalan hidup, persis seperti Sabda Nabi. Lihatlah kata-kata berikut:
“Kesakitan pikiran lebih buruk daripada kesakitan tubuh.”
–Publilius Syrus (Penulis dari Zaman Romawi, abad pertama SM)
Atau simak juga pengembaraan Om Di hingga sampe ke model cantik dan langsing (kalau tak bisa disebut kurus kering) ini….:
“Merasa letih adalah dosa.
–Kate Moss (Model, 1974-…)
Simak juga yang berikut ini:
“Bagi kita, yang ada hanyalah ikhtiar. Sisanya bukan urusan kita.”
–T. S. Eliot (Penyair, 1888-1965)
Untuk yang sedang jatuh cinta tak ada salahnya melihat kata-kata ini, agar “tetap menginjak bumi”:
“Bila cinta bukan kegilaan, itu bukan cinta.”
– Pedro Calderon de la Barca, sastrawan, 1600-1681
Untuk yang disakiti bos, atasan, tetangga atau juga pacar berkacalah pada kata-kata berikut ini, mudah-mudahan akan lebih tegar:
“Sesuatu yang tak membunuhmu hanya akan membuatmu lebih kuat.”
–Friedrich Nietzsche, Filsuf, 1844-1900
“Kamu tidak akan tahu seberapa kuat dirimu, jika belum merasakan kesakitan”
– Tyler Durden dalam film Fight Club
“Seorang kekasih akan terurai warna aslinya saat berada di puncak kesedihan dan kesakitan.”
–Honore de Balzac, penyair
“Memaafkan merupakan bentuk final dari cinta.”
–Reinhold Niebuhr (Filosof, 1892-1971)
“Menjalani hidup sebaik-baiknya adalah cara terampuh membalas dendam”“
–Dorothy Parker, Penyair (1893-1967)
Kata-kata yang menyegarkan yang dipungut Om Di ini bisa membuat kita menangis, sedih, tambah semangat tapi juga bisa juga tambah ketawa atau tambah kaya. Cobalah telusuri kata demi kata di larik berikut ini:
“Pinjamlah uang dari si pesimis, ia toh tidak berharap uang itu kembali.”
–Entah siapa
“Perempuan tanpa lelaki ibarat ikan tanpa sepeda.”
–Gloria Steinem (Jurnalis dan feminis, 1934-…)
Jika kau pikir bosmu bodoh, ingatlah: kau tak akan punya pekerjaan bila ia pintar.
–John Gotti (Bos mafia, 1940-2002)
“Ketakutan tak bisa dilenyapkan, hanya bisa diredakan tanpa kepanikan dan oleh akal.”
–Vannevar Bush (Insinyur, 1890 - 1974)
“Tak ada kesalahan, tak ada kebetulan. Seluruh peristiwa adalah rahmat yang diberikan agar kita belajar darinya.
–Elizabeth Kubler-Ross (Psikiater)
“Mereka yang tak ingat masa lampau akan dikutuk untuk mengulanginya.”
–George Santayana (Filosof, 1863 - 1952)
“Kebenaran itu ibarat matahari. Engkau bisa bersembunyi darinya barang sebentar, tapi kau tak bisa lari menjauhinya.”
–Elvis Presley (Musisi, 1935-1977)
“Engkau tak serta merta jadi seorang ayah hanya karena mendermakan sperma”.
–Sarah Michelle Gellar (Pemain film, 1977-…)
“Siapa yang membisikkan gosip padamu, ia akan menggosipkanmu”
– Pepatah Turki
Tanpa musik, hidup akan menjadi sebuah kesalahan.
–Friedrich Nietzsche (Filosof, 1844 - 1900)
Masih beribu larik kata lainnya yang telah dipungut oleh Om Di. Silakan mengubek-ubek sendiri di Koran Tempo dan berkaca sepuasnya…
Berdoa tidak mengubah Tuhan, melainkan mengubah ia yang berdoa
–Soren Kierkegaard (Filosof, 1813-1855

Bagus. Sangat enak. Tahniah. Kata-kata indah seperti itu bisa memberikan perangsang pada minda untuk terus unggul berkarya dalam apa sahaja bidang kehidupan.
wah, rajin dan hebat sekali om di ini. ingat seorang teman yang suka nonton film sambil bawa notes kecil dan menulis apa saja yang menarik dari film itu. saya ingat kutipannya yang paling membekas, dari film ‘never ever’: ‘kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta’
Salut untuk Om Di. Semoga kata-kata ini bisa menjadi berkat bagi sesama.
tentunya om Di pernah berkata pada kaca enggak cuma berkaca pada kata.
ini om, kata-kataku: Let’s learn how to forget and forget how to learn.
uncle Di oo.. uncle Di
(lebih terbiasa nginggris daripada londo, maklum anak jaman sekarang… .)
walah, saya sampe kaget ngeliat potone kate moss di thread yang ngomongin mas dian , lha, ada apa dengan dian (dan kate..?) Untunglah teryata cuman quote-nya si kate yang beririsan sama mas dian. heh heh heh saya lega deh…:-))
thanks bangeeet…saya sampe terkakak-kakak disini….padahal winter udah mulai….salam hangat dari keystone,south dakota,USA
Ho… Ya Nasib… Ya Nasib…. Mengapa Begini
(H Rhoma Irama)
Pagi ini lagi bete banget, bosen kali ya. Belum nemuin aktifitas yang lain dari biasanya. Iseng-iseng, eh… nemuin blog ini. jadi semangat lagi deh, makasih ya Om Di…
wahh bermain kata kata itu memang mengasyikkan !! sukses deh cadi pgn coba coba
I CAN’T SLEEP.
AKU INGIN MEMBERI CINTA PADA UMAT MANUSIA
naaahhhh…, kalau kata-kata atau kalimat seperti di atas kita kutip , perlu mencantumkan sumbernya gak ? atau hak ciptanya terdaftar gak ?
di pikiranku masih terekam : tempo, enak dibaca dan perlu …., kalau dipakai untuk iklan barang lain umpamanya, sah gak ?
http://rapmengkel.com
Hohohoho…. “Pada mulanya kata”aku jg ngumpulin,tuch,bahkan aku buat kliping!
biakan penamu tumpul oleh waktu, bukan karena kebosananmu (dr. Aminudin Ustman)
Mskpn laki2 kepala rmh tangga,perempuan sbg lehernya-yg bisa memutar k kiri ke kanan ke atas ke bawah (dr film my big fat greek wedding).inspite of! Make yr day,always..
mandi kembang tengah malam….by caca handika…
.
“In the Beginning It is The WORD.”
itulah aslinya, dari Bible.
.
Zaman, orang sekarang mengutip hal yang di masa sebelum mereka diperlakukan sakral, - demi popularitas,…tak ada sumber kreatifitas dan penciptaan.
.
Dan, di masyarakat yang heterogen, hal pengutipan tertumbuh subur dan ‘menjulangkan nama’ si pengutip, karena jurang wawasan yang menganga, sehingga banyak orang tak tahu keaslian, atau asal usul dari sesuatu yang ditampilkan di masyarakat
.
berapa gelintir kah orang Ind. yang mengerti “konteks”/kontekstual”,”simbol”, “pesan”
.
bila hal itu (asal kutip)dilakukan oleh orang-orang yang tahu, maka mereka itu hanya memanfaatkan situasi, dan membodohi khalayak, …halahahah…!
.
“In the beginning It’s a WORD.”
dipelesetkan oleh sdr. dian basuki, untuk dijadikan judul
.
‘isi’ yang dia tampilkan (yang HANYALAH kalimat-kalimat yang dulu kita sebut sebagai “kata-kata mutiara”, ataupun’ kata-kata besar seseorang’-
.
hubungan antara judul dan isi, ganjil dan menggelikan…
karena tak ada ‘konteks’ di situ hualahahah…
dan tak ada pula ‘korelasi’ dan logika…
.
zaman begini hanya sementara, percikan dari kekaprahan saja
karena banyak yang palsu dan kepalsuan merajalela…hihihi…aku geli melihat tingkah-tingkah yang memang menggelikan…
~
Kata adalah sebuah untaian huruf yang bergelantungan dipohonm-pohon kalimat. kata juga bisa membunuh perasaan yang hany diungkapkan satu kali saja. Cinta dalah kata yang universal ketika itu kita merasakan bahwa hidup tanpa cinta adalah hampa Cintaku pada Illahi tidak terbedung oleh kata-kata itu sendiri