Enak di Blog dan Perlu

Budi Putra
nama.jpg

Ternyata yang susah menghapal nama orang bukan hanya saya. Tak kurang dari Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil juga punya “penyakit” serupa.

Menjadi pejabat negara dengan posisi menteri, Sofyan Djalil merasa perlu menjaga sikap agar tidak terkesan sombong. Sementara itu, dia mengaku kerap kesulitan mengingat nama orang. Daripada berabe lantaran lupa nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat atau direktur badan usaha milik negara, Sofyan pun menyiapkan sebuah jurus jitu. “Halo, bos” adalah jurusnya.

“Jadi, saat ketemu siapa saja, kalau lupa namanya, saya panggil saja, ‘Halo, Bos,’” tuturnya dalam sebuah rapat kerja dengan Komisi BUMN DPR beberapa waktu lalu.

Yeah, strategi memanggil “halo bos” memang lumayan, tetapi tetap tidak bisa menyelesaikan masalah.

Makanya, saya pribadi, selalu mengandalkan strategi untuk minta kartu nama (dan langsung menghapalkannya) begitu ketemu orang. Strategi ini lumayan cespleng, tetapi tidak selalu berhasil dalam kasus saya — apalagi kalau perjumpaan dengan orang tersebut hanya sekali saja.

Adakah yang punya pengalaman yang sama? Punya kiat yang jitu untuk menghapal nama orang? Bagi dong di sini…

Komentar [27]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

27 Komentar untuk “Halo, Bos!”

  1. budi santoso | 5 June, 2007 12:56

    setuju sama pak sofyan djalil, habis semua direktur bumn kan bosssssss trs gembos hampir semua bumn di bumi pertiwi ini ya to
    (mohon maaf bossss) hehehehehehe
    Merdeka!!!!!!

  2. Piet Mambang | 6 June, 2007 13:50

    “Bos” sewaktu saya kecil adalah panggilan terhadap kawan atau siapa saja di Makassar, 30 tahun lalu. Orang yang diintimidasi (atau di “bully” juga selalu mengucapkan “jangan bos” supaya lepas dari ancaman.
    Saya kurang pasti asalnya dari mana, tapi ada yang bilang diilhami oleh filem silat “Big Boss” yang populer saat itu.
    Kalimat “Bos” kembali saya dengar dari mantan anggota KPU yang ditengarai menerima puluhan ribu dollar (US) ketika ditanya oleh wartawan mengenai kebenaran berita tersebut. “Ini Republik Indonesia, Bos… tidak ada dollar-dollaran” kata mantan anggota KPU tsb (yang sekarang jadi pengurus Partainya SBY). Belakangan mereka ramai-ramai kembaliin tuh duit biar gak ikutan dibui.
    Begitu, bos!

  3. Wisata lampung | 15 June, 2007 10:58

    Siap bozz. Wah emang ungkapan bos itu sudah biasa, coba aja banyak wartawan yg turun lapang ke sekolah2 yg lg cair dana bos, “maaf bos, minta jatah dana bos dong. Atau mo diekspos nyatut dana bos”

  4. rita | 19 June, 2007 18:53

    Gw juga pelupa banget Bud, jangankan namanya, tampangnya aja gw suka gak inget euy. Yah emang gak punya photographic memory (sebenernya sih semata-mata lemot aja) tapi ya gimana lagi. Nah sekarang kalo ke tempat umum gw suka pasang wajah ramah aja, gak blagu sok angker dan cuwek bwebek. In case ada yang senyum gw khusnudzon pasti itu kenalan gw, getoe.., and senyum balik..:-).
    Trus kalo ada yang nyapa or nyalamin, gw senyum aja dan nanya, wah kapan ya trakhir kita ketemu? Biasanya itu akan ngingetin gw sama ini orang. Ada juga sih yang sampe dia balik gw belum ngeh ni orang sapa yah. Ancur minan dah…:-))

  5. Tukang Koran | 21 June, 2007 03:27

    Oke bos, semoga sukses…..

  6. hasan | 7 July, 2007 20:58

    kalau menurut saya pakai saja N9500 (para anggota DPR dan menteri punya kan), foto wajahnya, minta kartu namanya, lalu masukkan ke daftar kontak di hp tsb, kalau lupa tinggal liat di hp, praktis dan bermanfaat (jgn2 tu hp mahal2 cuma buat telpon2an + gagah2an doang )

  7. Agus | 10 July, 2007 17:56

    Walau belum jadi Full time Blogger seperti Mas Budi Putra, dan juga bukan Menteri seperti Pak Sofyan Djalil, saya punya masalah yg sama dalam hal menghapal nama orang.

  8. ndut | 14 February, 2008 10:33

    he..he..he…semuanya dipanggil bos…kenapa?? karena gak ada yang mo dipanggil “kacung”..iya kan bos….

  9. TEGUH SEKSIONO | 21 February, 2008 13:43

    Tidak apa-apa kok memanggil orang Bos ( Bikin Orang Sukses ). Memang sulit mengingat nama orang merupakan kelemahan yang seharusnya dengan keras untuk berusaha mengurangi kelemahan tersebut. Ingat salah satu pesan Dale Carnigie dalam bagaimana memperbanyak kawan dan mempengaruhi orang lain. Salah satu rumusnya adalah mengingat dan mengeja nama orang lain dengan benar. Emang kadang-kadang kita harus serius bukan ?………………..

  10. http://warrock-ponorogo.blogspot.com | 12 January, 2009 18:34

    (Walaupun lupa nama rekan kerja)Semoga saja tidak lupa dengan nasib rakyat kecil, akankah mereka terangkat perekonomian dan derajatnya? Semoga si boss tidak akan pernah lupa dan selalu mengupayakan nasib yang lebih baik untuk saudara-saudara kita, Allahuma Amin. Peace boss ……

  11. Aduh… Susahnya Mengingat Nama Orang | 13 February, 2009 07:48

    [...] sebenarnya bukan penyakitnya orang bodoh sih, ex menteri negara BUMN Sofyan Djalil juga punya “penyakit” serupa heh5x….  (pembelaan diri banget ). “Jadi, saat ketemu siapa saja, kalau lupa [...]

  12. sige.jogja | 13 April, 2009 14:31

    Kalau kita jalan di Pasar Klitikan Jogja,atau di Pasar Grogol..80% penjual akan menyapa kita “BOS”..emang enak di dengar,ada kesan meng’orang’kan walau tidak formal..Saya setuju dg ide p.Sofyan, Soal gampang lupa nama,mungkin itu soal kebiasaan jelek kita tidak mau memutar sekali lagi nama orang yang kita kenal, ketika kita berkenalan, Tapi saya rasa itu bukan hal yang baku..Albert Einstein aja pernah gaktau/lupa nama waktu ditanya siapa Mentri Riset’nya. tapi jawabnya “Maaf saya lupa Tapi dalam 1 menit saya bisa caritau orang yang tau nama mentri riset kita,Jadi saya rasa lebih penting mengembangkan otak untuk berpikir,berkarya,berkreasi daripada hanya mengisi dengan hal-hal sepele,Lebih baik Jadi PROSESOR daripada sekedar MEMORY

  13. sekedar berbagi | 6 September, 2009 09:44

    oke, bos !

  14. raden | 13 October, 2009 08:01

    siap bos….

  15. syam | 23 November, 2009 18:36

    bisa bos, bisa bob, bisa bung, bisa es, bisa pren. Bukan begitu, bos? :D

  16. Alex | 16 April, 2010 23:09

    trust me it works….!!!

  17. mr day | 13 July, 2010 04:31

    wah mungkin anggota dpr nyiptain alat bantu yang canggih aja biar gak lupa

  18. baihaqi | 13 July, 2010 14:04

    saya juga sering begitu,,, akibat terlalu bnyak kawan X ye,,, ! biasa’a saya sapa dengan kalimat,,,
    “hai,,,, apa kabar” dan terus ngbrol sambil mencoba mengingat namanya,,, , walaupun sX X gak nyambung,,! hahaha :D

  19. atok | 15 July, 2010 18:12

    Setuju sama saudara teguh! bersusah dulu baru senang kemudian! hasil karbitan masih kalah dengan hasil yang alami

  20. gestha | 3 December, 2010 09:24

    wahhh…saya juga sering lupa nama kawan tapi kalau sudah lama gk ketemu nichh..n jdi setuju kalau kita pangil bos saja ….siip lah..bos

  21. kiki | 5 December, 2010 01:08

    penyakit saya juga tuh…. suka lupa dengan nama orang.

  22. du hoc nhat ban | 20 July, 2011 17:02

    I like your article. I search it from google. Can I copy to my facebok? . Regards

  23. arman | 27 July, 2011 08:55

    butul butul bossssssssssss

  24. dsadsadsa asda | 2 August, 2011 18:44

    Ive realised a whole lot from reading through this post and I hope that I can catch up on other these kinds of posts soon.1

  25. adjuradeT | 8 August, 2011 01:58

    Любовь — это и есть великое безумие мужчины и женщины. ищи тут ogli

  26. Czech Girls | 11 August, 2011 11:14

    Hi! Very valuable tip during this post! This is the little tweaks which will make the largest shift. Thanks a whole lot for sharing!

  27. Krystina Beecher | 5 September, 2011 15:44

    Wonderful site you have here but I was wanting to know if you knew of any community forums that cover the same topics talked about here? I’d really like to be a part of group where I can get feedback from other knowledgeable individuals that share the same interest. If you have any recommendations, please let me know. Many thanks!

Silakan berkomentar, kawan!