<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Tempo Minta Maaf</title>
	<atom:link href="http://blog.tempointeraktif.com/tempo/tempo-minta-maaf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tempointeraktif.com/tempo/tempo-minta-maaf/</link>
	<description>Enak di Blog dan Perlu</description>
	<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 16:11:50 +0000</pubDate>
	
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Rigpanda</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/tempo/tempo-minta-maaf/comment-page-1/#comment-92210</link>
		<dc:creator>Rigpanda</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 13:53:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=207#comment-92210</guid>
		<description>Banyak hal..., yang bisa kita lakukan tanpa mengomentari sesuatu yang salah. lebih baik Meminta Maaf dan  Memaafkan suatu perbuatan yang mulia dan terindahndah dalam hidup ini.

Salam,
berarti kita bisa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak hal&#8230;, yang bisa kita lakukan tanpa mengomentari sesuatu yang salah. lebih baik Meminta Maaf dan  Memaafkan suatu perbuatan yang mulia dan terindahndah dalam hidup ini.</p>
<p>Salam,<br />
berarti kita bisa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kawit SH</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/tempo/tempo-minta-maaf/comment-page-1/#comment-91849</link>
		<dc:creator>kawit SH</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 11:23:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=207#comment-91849</guid>
		<description>Untung yg dihina Kresten. Kalau yang dihina Nabi Muhammad, pasti Tempo sudah tebakar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untung yg dihina Kresten. Kalau yang dihina Nabi Muhammad, pasti Tempo sudah tebakar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ediman</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/tempo/tempo-minta-maaf/comment-page-1/#comment-25299</link>
		<dc:creator>ediman</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 04:54:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=207#comment-25299</guid>
		<description>jangankan gambar turut menghina dibunuh ajapun Yesus tidak komentar alias tidak membalas maka kami umatNya tidak mengadakan reaksi keras seperti "saudara" kami. karena Dia Tuhan tidak usah dibela. Salut buat TEMPO buat jiwa besarnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jangankan gambar turut menghina dibunuh ajapun Yesus tidak komentar alias tidak membalas maka kami umatNya tidak mengadakan reaksi keras seperti &#8220;saudara&#8221; kami. karena Dia Tuhan tidak usah dibela. Salut buat TEMPO buat jiwa besarnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ray</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/tempo/tempo-minta-maaf/comment-page-1/#comment-18477</link>
		<dc:creator>ray</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 20:17:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=207#comment-18477</guid>
		<description>cari tambahan berita yang berbobot dong.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>cari tambahan berita yang berbobot dong.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ray</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/tempo/tempo-minta-maaf/comment-page-1/#comment-18476</link>
		<dc:creator>ray</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 20:16:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=207#comment-18476</guid>
		<description>kita selangkah lebih maju dengan memperbaiki kesalahan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kita selangkah lebih maju dengan memperbaiki kesalahan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: moe12180</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/tempo/tempo-minta-maaf/comment-page-1/#comment-17904</link>
		<dc:creator>moe12180</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 00:03:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=207#comment-17904</guid>
		<description>Kejadiannya bulan February 2008, sekarang dah hampir akhir August 2008, gw baru tau ada kehebohan... dan baru mbaca blog ini.

Tapi boleh donk nyumbang pendapat pribadi.

Gw setuju dengan Aso Siregar on July 15, 2008 8:32pm.

Kenapa juga ada orang Indonesia yang mau mengkultuskan dan mengsakralkan lukisan?. Bukan mengkultuskan Yesus!.

Ketika lukisan monalisa dipelesetkan (dibuat lebih kontemporer) ada juga pecinta lukisan monalisa yang marah. Siapa sih monalisa itu?

Lalu siapa sih DV? apakah dia umat kristen yang taat? apakah DV juga seorang yang marah apabila ada orang yang mengusik Yesus? apakah perlu lukisan yang beliau hasilkan menjadi sakral? dibela? membela lukisan atau membela Yesus?

Jangan-jangan Yesus juga akan protes kalau beliau tau, wajahnya dilukis tidak seindah warna aslinya oleh DV.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kejadiannya bulan February 2008, sekarang dah hampir akhir August 2008, gw baru tau ada kehebohan&#8230; dan baru mbaca blog ini.</p>
<p>Tapi boleh donk nyumbang pendapat pribadi.</p>
<p>Gw setuju dengan Aso Siregar on July 15, 2008 8:32pm.</p>
<p>Kenapa juga ada orang Indonesia yang mau mengkultuskan dan mengsakralkan lukisan?. Bukan mengkultuskan Yesus!.</p>
<p>Ketika lukisan monalisa dipelesetkan (dibuat lebih kontemporer) ada juga pecinta lukisan monalisa yang marah. Siapa sih monalisa itu?</p>
<p>Lalu siapa sih DV? apakah dia umat kristen yang taat? apakah DV juga seorang yang marah apabila ada orang yang mengusik Yesus? apakah perlu lukisan yang beliau hasilkan menjadi sakral? dibela? membela lukisan atau membela Yesus?</p>
<p>Jangan-jangan Yesus juga akan protes kalau beliau tau, wajahnya dilukis tidak seindah warna aslinya oleh DV.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aso Siregar</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/tempo/tempo-minta-maaf/comment-page-1/#comment-16714</link>
		<dc:creator>Aso Siregar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 03:32:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=207#comment-16714</guid>
		<description>Tempo ceroboh
Tapi yang lebih ceroboh
yang mengkultuskan lukisan Da Vinci

Dariku Pecinta Yesus</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tempo ceroboh<br />
Tapi yang lebih ceroboh<br />
yang mengkultuskan lukisan Da Vinci</p>
<p>Dariku Pecinta Yesus</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tjwan Bing</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/tempo/tempo-minta-maaf/comment-page-1/#comment-8870</link>
		<dc:creator>Tjwan Bing</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 22:12:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=207#comment-8870</guid>
		<description>Sedikit Catatan

Yesus Kristus milik semua umat manusia ? O ya milik semua orang yang secara eksplisit maupun implisit tidak menolak DIA...
Iya toh..., lha kalau orang tidak percaya DIA, dan tidak suka DIA......, malah  melecehkan DIA.... kan berarti TIDAK MAU MEMILIKI DIA....

Lukisan Leonardo da Vinci "The Last Supper" (dlm bhs.Italia Il Cenacolo / L'Ultima Cena) didasarkan atas episode Alkitab saat Yesus Kristus mengadakan Perjamuan Malam Terakhir...Saat Yesus mengatakan :"Sesungguhnya, seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku" (Yoh 13:21). Ia melukis The Last Supper pd dinding kamar makan sebuah Biara Benediktin (ordo dlm Gereja Katolik) Maria della Grazie. Sampai detik ini masih ada, biara tsb dijadikan Gereja Maria della Grazie, di kota Milano Italia. Mengatakan Leonardo da Vinci bukan nasrani (maksudnya Kristiani) tentu sangat gegabah...., sebagai seniman hidupnya bohemian...tetapi jelas dia memahami Alkitab terutama tentang episode Yesus Kristus dan berhasil  "mememoria-kan" dengan talenta kepelukisannya yang jauh di atas rata-rata seniman.....sampai hari ini. Pada jamannya boleh dikata hampir semua bayi di Italia dibaptis dalam Gereja Katolik. Sayang dia sudah almaarhum....jadi saya tidak bisa menanyakan apa agamanya....? Hahahahaha

Sepanjang pengetahuan saya, copy atau tiruan lukisan tsb dalam berbagai ukuran dan bahan serta berbagai mutu,....menghiasi rumah-rumah keluarga Kristiani apakah Katolik maupun Protestan dgn berbagai denominasinya. Bisa dikatakan lukisan/gambar tsb sebagai hiasan kedua populernya setelah salib. Atau khusus untuk keluarga Katolik, pd umumnya gambar tsb adalah hiasan ketiga, setelah salib - gambar/patung Bunda Maria menggendong Kanak-kanak Yesus. Gereja dari dulu sampai sekarang tidak pernah mewajibkan [dan MEMANG TIDAK PERLU DIWAJIBKAN...lha KRISTIANI itu kan IMAN YANG HIDUP karena pencurahan ROH KUDUS.....bukan agama hukum;...yg dikit2 lihat pasal berapa ayat berapa...instruksi pemimpinya apa ...gitu lho!]  memasang dan menghormatinya. Namun buat pribadi yang memeluk Kristiani dengan sukarela dan tulus hati.....memahami kontekstual Alkitabnya tentu SANGAT MENGHARGAI. Menghargai tidak dalam konteks "MEMBERHALAKAN", tetapi menghargai sebagai sebuah MEMORIA (saya terjemahkan sebagai KENANGAN yg HIDUP)akan Yesus Kristus - Allah yang rela menjadi manusia, karena mengasihi manusia. Bagi Yang tidak percaya dan tidak mengimaninya.... monggo silakan...

Tapi mengertilah itu, hargailah orang lain (baik sedikit maupun banyak...baik berkelompok atawa tidak....itu lho Coy). Jadi sudah TEPAT.....PAT...PAT....Kalau MBM TEMPO dengan bijaksana meminta MAAF. Dan tentu pihak yang berkeberatan pun legowo MEMAAFKAN.

Herannya...."orang luar pagar" maksud saya bukan orang TEMPO koq masygul....knapa ya ?
Lucu toh.....wong yang merasa "menyerempet Perasaan" minta maaf....koq penonton bengok-bengok keberatan..... Aduuuhhh,....bangsa Indonesia....mASIH panjang nian.....jalan menuju bangsa toleran yang maju beradab.

Kalau bicara kebebasan, lha ada mekanismenya koq.....itu DEWAN PERS....itu Pengadilan (dgn segala sorry lho buat pengadilan negeri kita tercintrong ini). TEMPO memilih MAAF bukan karena WARAS dan NGALAH... tapi sadar ada yang tidak TEPAT. Saya hargai sikap KSATRIA itu.
Sejujurnya sebagai individu, saya tidak setuju dengan gaya Liberal Barat. APa2 boleh, menghina dianggap lucu ! Itu harus dikoreksi. Setidaknya Pers dan Masyarakat kita jangan SEKADAR FOTOCOPY negara MAJU ! Kita punya kepribadian koq...punya timbang rasa.

Justru dalam KERBEBASAN kita mampu mengerti...menangkap perasaan orang lain, memilah apa yang perlu....dan apa yang tidak....tahu apa yang mempersatukan dan apa yang memecah-belah. Berbisnis kan luas to mas...tidak sekedar Duit azza,...relasi Coy penting juga.
Nah itu sedikit catatan....(wah Banyakkk..hehe)
BRAVO TEMPO.....BRAVO PEMROTES TEMPO....BRAVO yang KUCIWA (semoga tidak lagi ya..hehehe). Maju INDONESIA !   
Dah protes Fitna belon ?...Saya bukan muslim, tapi saya PROTES ke Pemerintah Belanda &#38; parlemennya... Kampungan gitu lho ! bikin yang kayak gitu. Tapi kita tetap COOL...dan terus BEKERJA !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikit Catatan</p>
<p>Yesus Kristus milik semua umat manusia ? O ya milik semua orang yang secara eksplisit maupun implisit tidak menolak DIA&#8230;<br />
Iya toh&#8230;, lha kalau orang tidak percaya DIA, dan tidak suka DIA&#8230;&#8230;, malah  melecehkan DIA&#8230;. kan berarti TIDAK MAU MEMILIKI DIA&#8230;.</p>
<p>Lukisan Leonardo da Vinci &#8220;The Last Supper&#8221; (dlm bhs.Italia Il Cenacolo / L&#8217;Ultima Cena) didasarkan atas episode Alkitab saat Yesus Kristus mengadakan Perjamuan Malam Terakhir&#8230;Saat Yesus mengatakan :&#8221;Sesungguhnya, seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku&#8221; (Yoh 13:21). Ia melukis The Last Supper pd dinding kamar makan sebuah Biara Benediktin (ordo dlm Gereja Katolik) Maria della Grazie. Sampai detik ini masih ada, biara tsb dijadikan Gereja Maria della Grazie, di kota Milano Italia. Mengatakan Leonardo da Vinci bukan nasrani (maksudnya Kristiani) tentu sangat gegabah&#8230;., sebagai seniman hidupnya bohemian&#8230;tetapi jelas dia memahami Alkitab terutama tentang episode Yesus Kristus dan berhasil  &#8220;mememoria-kan&#8221; dengan talenta kepelukisannya yang jauh di atas rata-rata seniman&#8230;..sampai hari ini. Pada jamannya boleh dikata hampir semua bayi di Italia dibaptis dalam Gereja Katolik. Sayang dia sudah almaarhum&#8230;.jadi saya tidak bisa menanyakan apa agamanya&#8230;.? Hahahahaha</p>
<p>Sepanjang pengetahuan saya, copy atau tiruan lukisan tsb dalam berbagai ukuran dan bahan serta berbagai mutu,&#8230;.menghiasi rumah-rumah keluarga Kristiani apakah Katolik maupun Protestan dgn berbagai denominasinya. Bisa dikatakan lukisan/gambar tsb sebagai hiasan kedua populernya setelah salib. Atau khusus untuk keluarga Katolik, pd umumnya gambar tsb adalah hiasan ketiga, setelah salib - gambar/patung Bunda Maria menggendong Kanak-kanak Yesus. Gereja dari dulu sampai sekarang tidak pernah mewajibkan [dan MEMANG TIDAK PERLU DIWAJIBKAN...lha KRISTIANI itu kan IMAN YANG HIDUP karena pencurahan ROH KUDUS.....bukan agama hukum;...yg dikit2 lihat pasal berapa ayat berapa...instruksi pemimpinya apa ...gitu lho!]  memasang dan menghormatinya. Namun buat pribadi yang memeluk Kristiani dengan sukarela dan tulus hati&#8230;..memahami kontekstual Alkitabnya tentu SANGAT MENGHARGAI. Menghargai tidak dalam konteks &#8220;MEMBERHALAKAN&#8221;, tetapi menghargai sebagai sebuah MEMORIA (saya terjemahkan sebagai KENANGAN yg HIDUP)akan Yesus Kristus - Allah yang rela menjadi manusia, karena mengasihi manusia. Bagi Yang tidak percaya dan tidak mengimaninya&#8230;. monggo silakan&#8230;</p>
<p>Tapi mengertilah itu, hargailah orang lain (baik sedikit maupun banyak&#8230;baik berkelompok atawa tidak&#8230;.itu lho Coy). Jadi sudah TEPAT&#8230;..PAT&#8230;PAT&#8230;.Kalau MBM TEMPO dengan bijaksana meminta MAAF. Dan tentu pihak yang berkeberatan pun legowo MEMAAFKAN.</p>
<p>Herannya&#8230;.&#8221;orang luar pagar&#8221; maksud saya bukan orang TEMPO koq masygul&#8230;.knapa ya ?<br />
Lucu toh&#8230;..wong yang merasa &#8220;menyerempet Perasaan&#8221; minta maaf&#8230;.koq penonton bengok-bengok keberatan&#8230;.. Aduuuhhh,&#8230;.bangsa Indonesia&#8230;.mASIH panjang nian&#8230;..jalan menuju bangsa toleran yang maju beradab.</p>
<p>Kalau bicara kebebasan, lha ada mekanismenya koq&#8230;..itu DEWAN PERS&#8230;.itu Pengadilan (dgn segala sorry lho buat pengadilan negeri kita tercintrong ini). TEMPO memilih MAAF bukan karena WARAS dan NGALAH&#8230; tapi sadar ada yang tidak TEPAT. Saya hargai sikap KSATRIA itu.<br />
Sejujurnya sebagai individu, saya tidak setuju dengan gaya Liberal Barat. APa2 boleh, menghina dianggap lucu ! Itu harus dikoreksi. Setidaknya Pers dan Masyarakat kita jangan SEKADAR FOTOCOPY negara MAJU ! Kita punya kepribadian koq&#8230;punya timbang rasa.</p>
<p>Justru dalam KERBEBASAN kita mampu mengerti&#8230;menangkap perasaan orang lain, memilah apa yang perlu&#8230;.dan apa yang tidak&#8230;.tahu apa yang mempersatukan dan apa yang memecah-belah. Berbisnis kan luas to mas&#8230;tidak sekedar Duit azza,&#8230;relasi Coy penting juga.<br />
Nah itu sedikit catatan&#8230;.(wah Banyakkk..hehe)<br />
BRAVO TEMPO&#8230;..BRAVO PEMROTES TEMPO&#8230;.BRAVO yang KUCIWA (semoga tidak lagi ya..hehehe). Maju INDONESIA !<br />
Dah protes Fitna belon ?&#8230;Saya bukan muslim, tapi saya PROTES ke Pemerintah Belanda &amp; parlemennya&#8230; Kampungan gitu lho ! bikin yang kayak gitu. Tapi kita tetap COOL&#8230;dan terus BEKERJA !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: darso-papua</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/tempo/tempo-minta-maaf/comment-page-1/#comment-7720</link>
		<dc:creator>darso-papua</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 19:51:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=207#comment-7720</guid>
		<description>JC bukanlah milik sekelompok orang, tetapi milik semua umat manusia. Itulah sebabnya DV mengungkapkan rasa kepemilikannnya lewat The Last Supper, walaupun DV bukan penganut nasrani. Lagi pula belum ada agama nasrani yang mengakui Tha Last Supper sebagai simbol dari keyakinan nasrani. Kalau MBM Tempo mau menginterpretasikan kehidupan keluarga Haji Muhammad Suharto dengan The Last Supper, itu menunjukkan tingkat imannya sampai dimana. Saya percaya JC tidak akan marah  dan tiak akan memerlukan satu orangpun untuk membelaNya di dunia ini. Yang JC perlukan adalah orang-orang yang harus hidup mengikut teladanNya, mengasihi dengan tidak memandang apapun keberadaan orang tersebut. 
Untuk tempo selamat berkreasi. Cobalah berkreasi yang lebih baik, dengan demikian masyarakat bisa menilai sejauh mana tingkatan iman dari kru Tempo. Bravo Tempo.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>JC bukanlah milik sekelompok orang, tetapi milik semua umat manusia. Itulah sebabnya DV mengungkapkan rasa kepemilikannnya lewat The Last Supper, walaupun DV bukan penganut nasrani. Lagi pula belum ada agama nasrani yang mengakui Tha Last Supper sebagai simbol dari keyakinan nasrani. Kalau MBM Tempo mau menginterpretasikan kehidupan keluarga Haji Muhammad Suharto dengan The Last Supper, itu menunjukkan tingkat imannya sampai dimana. Saya percaya JC tidak akan marah  dan tiak akan memerlukan satu orangpun untuk membelaNya di dunia ini. Yang JC perlukan adalah orang-orang yang harus hidup mengikut teladanNya, mengasihi dengan tidak memandang apapun keberadaan orang tersebut.<br />
Untuk tempo selamat berkreasi. Cobalah berkreasi yang lebih baik, dengan demikian masyarakat bisa menilai sejauh mana tingkatan iman dari kru Tempo. Bravo Tempo.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tri boedomo</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/tempo/tempo-minta-maaf/comment-page-1/#comment-7581</link>
		<dc:creator>tri boedomo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 22:42:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=207#comment-7581</guid>
		<description>saling memberikan maaf dan menerima maaf adalah wujud kearifan seseorang, semoga penggemar bloger tempo juga begitu, salamku buat generasi &#62; 55 tahun</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saling memberikan maaf dan menerima maaf adalah wujud kearifan seseorang, semoga penggemar bloger tempo juga begitu, salamku buat generasi &gt; 55 tahun</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

