Enak di Blog dan Perlu
Berdiri: Arif Zulkifli, Daru Priyambodo, Toriq Hadad, Yuli Ismartono, Malela Mahargasarie, Hermien Y. Kleden, dan Bambang Harymurti. Duduk: Burhan sholihin, Wicasono, Gendur Sudarsono, Wahyu muryadi, dan M. Taufiqurrahman

Berdiri: Arif Zulkifli, Daru Priyambodo, Toriq Hadad, Yuli Ismartono, Malela Mahargasarie, Hermien Y. Kleden, dan Bambang Harymurti. Duduk: Burhan sholihin, Wicasono, Gendur Sudarsono, Wahyu muryadi, dan M. Taufiqurrahman

KAMI merayakan ulang tahun Majalah dan Koran Tempo tahun ini dengan sesuatu yang penting — walaupun tak luar biasa bagi pembaca dan sekalian mitra kerja Tempo. Bukan mengundang band beken atau orkestra kenamaan, tapi melakukan pergantian pucuk pimpinan di departemen produksi.

Tapi percayalah, pergantian ini sudah sekitar dua tahun disiapkan, bukan diadakan semata-mata untuk “mengejar” pergantian usia Tempo. Sejumlah kandidat yang sekarang naik ke jajaran pimpinan unit berita departemen produksi itu telah menjalani tahap demi tahap program pengembangan manajemen. Mereka ini pernah kami kirim ke sebuah lokasi out-bond di luar Jakarta, di mana mereka harus ke luar dari “wilayah kenyamanan” sehari-hari. Tak ada hand-phone, tempat tidur, makanan, dan bahkan api pun harus mereka percikkan sendiri dari batu-batu di alam bebas.

Lepas dari ujian itu, sembilan orang ini masuk kelas-kelas dan membahas proyek-proyek khusus yang berkaitan dengan kerja Tempo sehari-hari. Mereka menyusun proposal bisnis, mempresentasikannya di depan direksi, dan membuat perbaikan sesuai dengan kritik dan masukan yang mereka terima. Tentu saja semua ujian ini mereka jalani sembari tetap menulis dan mengedit agar media yang mereka asuh tetap terbit sesuai jadwal. Syukur mereka lulus. Tak satu pun yang gugur di tengah jalan.

Maka, setelah melalui pembahasan ketat — termasuk oleh para redaktur senior — tersusunlah nama-nama yang mengisi pucuk pimpinan di Majalah Tempo, Koran Tempo, Tempo Edisi Bahasa Inggris, Majalah Gaya Hidup “U”, situs berita online Tempo Interaktif. Gagasan perubahan ini kami umumkan secara internal pada 6 Maret yang lalu, bertepatan dengan ulang tahun Majalah Tempo yang ke-39. Dan pengumuman nama-nama pimpinan yang baru kami lakukan Senin ini, bertepatan dengan ulang tahun Koran Tempo ke-9 — yang sesungguhnya jatuh pada 2 April.

Lantaran berjarak sekitar tiga pekan, reshuffle kabinet Tempo ini sudah rupanya “bocor” ke mana-mana. Situs berita, radio, bahkan sebuah stasiun televisi sudah menyiarkannya dalam running text beberapa waktu lalu. Tentu saja kami tak akan menuntut kebocoran ini secara hukum, malah kami berterimakasih kepada kawan-kawan di berbagai media yang menaruh perhatian pada pergantian di grup kami. Kami juga maklum, sebagian wartawan di berbagai media itu juga merupakan kawan-kawan yang pernah bekerja di Tempo.

Di Proklamasi 72, kantor Majalah Tempo, Wahyu Muryadi, 47, menggantikan Toriq Hadad sebagai pemimpin redaksi. Wahyu, arek Suroboyo yang menempuh pendidikan di fakultas ekonomi Universitas Airlangga, pernah menjadi kepala protokol Istana di jaman Presiden Abdurrahman Wahid. Ia praktis mengenal dekat hampir semua pejabat tinggi yang sekarang sedang berkuasa. Wahyu juga akan merangkap sebagai Editor in-Chief Tempo Weekly News Magazine — yang sebelum ini juga dijabat Toriq Hadad.

Di Majalah Tempo, posisi Wahyu sebelumnya yakni redaktur eksekutif, ditempati oleh Arif Zulkifli, 40, lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Arif dulunya adalah redaktur pelaksana kompartemen nasional — yang hampir setiap minggu kebagian tugas menyiapkan laporan utama Majalah Tempo.

Sementara di Tempo Weekly News Magazine, Wahyu akan didampingi dua wartawati tangguh. Yuli Ismartono, lulusan political science University of India, yang dulu menjabat executive editor, akan mendapat promosi sebagai Deputi Editor in-Chief. Yuli, yang pernah menjadi kepala biro Tempo di Bangkok, mempunyai pengalaman lapangan yang panjang. Ia pernah meliput kawasan bergolak seperti Kamboja, Afghanistan, dan Filipina.

Hermien Y. Kleden, 44, juga akan memperkuat Tempo Edisi Bahasa Inggris. Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada itu menjadi executive editor, posisi Yuli Ismartono sebelum ini. Hermien, sebelum ini wakil redaktur eksekutif Majalah Tempo, akan diserahi tanggungjawab sebagai pemimpin redaksi U Magazine menggantikan Toriq Hadad. Penggemar roti, teh inggris dan selada ini — yang hampir selalu pulang paling malam dan berdisiplin sangat tinggi — punya tugas tambahan: membangun komunitas untuk mengisi halaman-halaman gaya hidup di seluruh media grup Tempo.

Di Kebayoran Centre, Gendur Sudarsono, 41, akan memimpin Koran Tempo dan juga mensupervisi Tempo Interaktif — posisi yang sebelum ini dijabat Sri Malela Mahargasarie. Lulusan Fisip Universitas Gajah Mada ini selama ini menjabat redaktur eksekutif, semacam “penjaga gawang” Koran Tempo. Darsono, begitu ia biasa dipanggil, setiap malam terlibat dalam penetapan headline dan editorial.

Darsono akan didampingi Metta Dharmasaputra, 41, yang akan menjabat redaktur eksekutif. Metta dan Gendur merupakan alumnus UGM. Bedanya, Metta lulus dari Fakultas Ekonomi Pembangunan. Itu sebabnya di Tempo ia menangani kompartemen ekonomi selama ini. Metta adalah wartawan yang tekun dan gigih mengungkap berbagai kasus. Dialah yang ikut melahirkan rubrik investigasi “Selusur” di Koran Tempo.

Kami sadar bahwa media online semakin kuat perannya dalam era digital ini. Maka kami menugasi trio Daru Priyambodo - Wicaksono - Burhan Solihin untuk mengembangkan Tempo Interaktif. Daru, 46, magister komunikasi lulusan Universitas Indonesia, akan menjabat pemimpin redaksi. Wicaksono, 44, menjadi wakil pemimpin redaksi, dan Burhan Solihin, 39, menjabat redaktur eksekutif.

Wicaksono, orang Yogya lulusan UGM itu, punya “umat” yang panjang di dunia daring (online). Dia yang lebih beken dikenal sebagai “Ndoro Kakung” pernah dinobatkan sebagai penggiat Twitter paling berpengaruh. Sedangkan Burhan, lulusan IPB Bogor, bersama Wicak, selama ini mengasuh “i-Tempo”, suplemen gaya hidup digital Koran Tempo.

Menyadari kantor kami masih terpisah-pisah, perlu ada perangkapan jabatan untuk menjadi semacam “jembatan” antar media di dua lokasi itu. Itu alasannya mengapa Sudarsono juga kami tugas sebagai wakil pemimpin redaksi Majalah Tempo, sedangkan Daru Priyambodo juga “bertugas ganda” sebagai wakil pemimpin redaksi Koran Tempo.

M. Taufiqurahman, 44, “ekonom” Tempo yang mengasuh kompartemen ekonomi bisnis di Majalah, akan mendapat tugas baru yang menantang. Lulusan komunikasi UGM ini akan memimpin biro eksekutif dan pendidikan. Taufiq akan berperan memastikan seluruh unit produksi bekerja sesuai rencana kerja. Ia juga akan terlibat banyak dalam pendidikan wartawan, peningkatkan kompetensi, juga memastikan jenjang karir berjalan lancar dan adil.

Lalu ke mana Toriq Hadad dan Sri Malela Mahargasarie yang sebelumnya memimpin Majalah dan Koran? Toriq Hadad akan menggantikan Bambang Harymurti sebagai Kepala Pemberitaan Korporat (Corporate Chief Editor), sedangkan Malela akan menempati pos baru sebagai Kepala Disain Korporat, jabatan yang sesuai keahlian lulusan Seni Rupa ITB Bandung ini. Toriq juga tetap akan menjabat Direktur Produksi, selain SDM & Umum. Malela masih menjabat Wakil Direktur Produksi dan Direktur Produksi Temprint, anak usaha percetakan di grup Tempo. Malela masih menjabat pemimpin redaksi majalah perjalanan Travel-Lounge — anak usaha terbaru kami. Bambang Harymurti sejak 2006 telah menjabat Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk., perusahaan yang merupakan induk usaha grup Tempo.

Dengan tenaga baru yang segar, tentu lebih banyak gagasan peningkatan mutu akan lahir. Pergantian di hari ulang tahun ini memastikan komitmen kami untuk terus mengupayakan perbaikan dalam melayani Anda — pembaca dan mitra kerja kami. Toh kami tetap merindukan kritik dan masukan Anda, agar setiap perubahan senantiasa membawa angin segar bagi Anda semua.***

Komentar [24]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

24 Komentar untuk “Wajah Baru Redaksi Tempo”

  1. dodi | 5 April, 2010 07:33

    Mantap!

  2. ferryansyah | 5 April, 2010 08:10

    semoga sukses selalu

  3. Michail huda | 5 April, 2010 08:11

    semoga sukses dan menang di media

  4. ferryansyah | 5 April, 2010 08:11

    semoga majalah tempo tetap jaya !

  5. Bayu Probo | 5 April, 2010 08:37

    Selamat.

  6. Yohanes Budi Lelono | 5 April, 2010 08:39

    Selamat! Wekekekeke…

  7. antyo rentjoko | 5 April, 2010 08:56

    Selamat untuk semuanya. Mari kita rawat demokrasi, kebebasan, dan keberagaman. Selamat bekerja.

  8. sigitnug | 5 April, 2010 09:08

    selamat. semoga makin tajam.

  9. nenden | 5 April, 2010 09:08

    Selamat bekerja tim barunya, mas-mas, mbak-mbak..good luck. Ndoro makaaaan..mas Malela ngopi yuuk :D

  10. rere | 5 April, 2010 09:15

    SE LA MAT !!

  11. hahn | 5 April, 2010 09:19

    selamat buat semuanya.
    juga buat ndoro….

  12. Imam SM | 5 April, 2010 09:34

    mantap jaya! selamat buat om burhan…

  13. Sigit Kurniawan | 5 April, 2010 09:58

    SELAMAT BUAT TEMPO. SUKSES!

  14. dion | 5 April, 2010 10:47

    proficiat ya… moga Tempo senantiasa menjaga pluralitas dalam dinamika kehidupan yang berwarna ini…

  15. khairul azhar | 5 April, 2010 11:12

    tetap menyuburkan penggunaan akal sehat dan pemahaman, bukan syak wasangka dan kebencian…!

  16. Christian | 5 April, 2010 12:18

    Hiduppp Tempoooooo……..
    Y Walaupun waktu itu w kalah dalam tes d Tempo……….
    Namun w tetap eksis membaca Tempo.
    Tuhan Memberkati Kalian Semua.Amin.
    GBU

  17. Steph Tupeng Witin | 5 April, 2010 21:59

    Profisiat dan sukses selalu buat seluruh awak Tempo. Tempo adalah perawat bahasa Indonesia yang tangguh. Membaca Tempo (majalah, koran dan U-Magazina)adalah kesegaran jiwa di tengah kegersangan bahasa yang kian akut. salam

  18. Steph Tupeng Witin | 5 April, 2010 22:03

    Saya adalah salah satu peserta seminar kursus menulis opini bersama Goenawan Mohamad beberapa waktu lalu di Paramadina. Ini momen yang mencerahkan. Kegiatan ini membantu saya untuk mengasah kepekaan dalam menulis dan ketelitian dalam merajin bahasa. Tempo adalah kesegaran yang cerdas dan keindahan yang kritis. Teruslah mendampingi penulis muda melalui kegiatan yang mencerahkan.

  19. Azizah binti Aziz | 6 April, 2010 21:09

    Selepas mass organization Nahdhatul Ulama, dan parti terpentingnya PKB jatuh ke pangkuan PD/SBY, PDI-P menyusul tak? Bila ya macam tu. Alangkah rosaknya negeri jiran tu yang telah kehilangan kemerdekaan dan nasionalisme cita-cita luhur Tun Soekarno. Bila macam mana Mega dikalahkan oleh Guruh Soekarnoputra ataupun bahkan oleh puteri tirinya Puan Maharani kerana ambisi ayahandanya Taufik yang tak jelas arah haluan jiwanya, dan mungkin mudah tersuap melalui rekeningnya terisi wang dari pendukung fanatic PD/SBY, tamatlah PDI-P. Macam tu justeru boleh dan harus dicegah bila masih banyak anggota PDI-P dalam Kongres di Bali tu masih punya besar kesadaran dan tinggi komitmen cita-cita Tun Pemimpin Revolusioner dan Pendiri RI, Pemimpin Agung, Soekarno. Mereka haruslah tetap mendukung Mega. Bila PDI-P mahu berjaya dalam undi 2014 dan tak nak terangkul PD/SBY. Bila tak, maka partai wong cilik tu akan tamah sudah di 2014 dan kelak tinggal histori. Maka yan nak lead ataupun unggul sesungguhnya yalah mass org. Nasdem, yang segera berubah jadi partai baru, beserta Golkar, Hanura dan Gerindra. Siapa calon presiden Indonesia tentulah mogul media Surya Paloh dan mungkin pula mereka yang dating dari Hanura, Golkar ataupun Gerindra.

  20. I Made Suarjana | 7 April, 2010 08:27

    SELAMAT DAN SUKSES UNTUK SEMUA… KHUSUSNYA GENG NGAYOGYOKARTO HARDININGRAT…

  21. Sisil | 7 April, 2010 14:50

    Sukses dan jaya terus Tempo!

  22. Fadli Setiyawan | 8 April, 2010 09:32

    Selamat,,,,selamat,,,,selamat!

  23. Hadi Poetra | 13 April, 2010 14:30

    Selamat! semoga tetap pada mindset dan idealisme-nya!

  24. Dodi juchendi | 30 April, 2010 15:33

    Apakah Idrus F Shahab masih disana ?
    hpku 0816615732

Silakan berkomentar, kawan!