Enak di Blog dan Perlu

Semalam ada surat yang cukup mengejutkan di milis internal Tempo. Budi Putra pamit, tak lagi menjadi wartawan Tempo. Kawan kami ini memilih menjadi penulis independen dan juga lebih serius nge-blog. Sungguh suatu langkah yang berani. Selamat, Budi….

Saya pribadi menaruh respek tinggi pada mereka yang berani mengayun langkah sendiri, mencetak sejarah sendiri. Berani untuk tidak bernaung di bawah bendera dan nama besar sebuah institusi. Jalan pedang tentu harus dilalui orang-orang merdeka seperti ini.

Suatu saat saya juga akan melakukannya. Entah kapan, sekarang ini saya sedang menabung keberanian.

Benar, seperti apa warna hidup, kita sendirilah yang memilih. Hidup yang mengembang atau menguncup, itu tergantung pada keberanian masing-masing pribadi.

Sekali lagi, selamat, Bud!
mardiyah

Komentar [34]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

34 Komentar untuk “Selamat buat Budi Putra”

  1. feri | 2 March, 2007 13:33

    berarti nggak nulis disini lagi ya?…

  2. IndraPr | 2 March, 2007 15:16

    Semoga sukses untuk Pak Budi. Jalan terus… :)

  3. Rio Menajang | 2 March, 2007 15:36

    minta link-nya dong :)

  4. budiputra | 2 March, 2007 15:59

    @ feri:
    Saya akan tetap ngeblog di sini. Thx atas atensinya.

  5. amril | 2 March, 2007 17:08

    Pak Budi semoga sukses menempuh karir profesional baru sebagai penulis independen ya pak. Jikalau sempat mohon kontribusi tulisan anda juga di majalah online blogfam http://www.bz.blogfam.com. Terimakasih dan sukses pula buat blog tempointeraktif.

  6. radityo | 4 March, 2007 23:20

    salam ngeblog buat bung budi putra..!!!!

  7. Jadi ‘Full Time Blogger’, Sebuah Pilihan « Blog Jurnalisme | 5 March, 2007 06:31

    [...] * Blogger Profesional Pertama [Kuncoro] * Selamat buat Budi Putra [Mardiyah @ Blog Tempo Interaktif] * Indonesia’s first professional blogger? [Unspun] * Budi Putra is no longer in Tempo [Maverick Indonesia] * Blogger Full Time Pertama Indonesia [JaF] * The Full Time Blogger to be [Dodi] [...]

  8. franova | 5 March, 2007 11:30

    selamat menempuh hidup baru ya pak

    saya doakan jalan tersebut baik dan pak budi bisa mendapatkan cita-cita yang diinginkan

  9. hanny | 5 March, 2007 17:34

    Mas Budi, selamat nge-blog! Tapi teruslah memberikan pencerahan pada kami-kami ini, ya, Mas! Sukses!!!

  10. budiputra | 8 March, 2007 10:18

    @ amril, radityo, franova, hanny:

    makasih ya atas supportnya

  11. acil | 8 March, 2007 10:40

    PWI sudah saatnya menerbitkan kartu pres atas nama: Budi Putra dengan status: Blogger Profesional Indonesia dengan hak dan kesetaraan yang sama dimiliki oleh jurnalis media konvensional.

  12. agung “Raxephonix” Blog » Keputusan menjadi blogger | 10 March, 2007 14:05

    [...] Bulan maret ini, saya bener2 terkejut, bahkan saya berfikir bahwa “orang ini gila kali ya”, “syaraf otaknya putus kalee ya”. Keputusan “gila” mas budi putra adalah berani meninggalkan pekerjaannya yang mapan sebagai wartawan tempo, dan lebih memilih menjadi jurnalis independent dan full time blogger. Mas budi telah berani mengambil sebuah langkah yang tidak semua orang sanggup melakukannya. Beberapa temannya seperti mas kuncoro, mardiyah, unspun, maverick, JaF dan mas dodi turut mendukungnya walaupun terkadang saya sendiri masih diliputi pertanyaan “Trus cari duit buat ngidupin anak, istri dari mana ?”, “Apa dengan hanya ngeblog aja cukup ?”. Saya yakin betul keputusan mas budi menjadi pro dan kontra dikalangan teman, sahabat dan saudara2nya. Tapi mas budi telah memiliki keyakinan penuh dengan keputusannya. [...]

  13. The Asia Tech » Me and Malaysian PM Abdullah Badawi? | 13 March, 2007 07:07

    [...] Selamat buat Budi Putra [Mardiyah @ Blog Tempo Interaktif] [...]

  14. prasetyohadi | 18 March, 2007 23:36

    mbak mardiyah, saya kira anda juga kabur kemarin-kemarin. kok belum juga? salam.

  15. budiputra.com :: Me and Malaysian PM Abdullah Badawi? | 28 March, 2007 21:41

    [...] Selamat buat Budi Putra [Mardiyah @ Blog Tempo Interaktif] [...]

  16. Bambang Haryanto | 2 April, 2007 11:46

    Salut Bung Budi dan artikel ini. Moga tidak hanya menjadi “badai dalam gelas” untuk kalangan dunia blogger yang masih esoterik itu. Moga ada venture capitalist dan angels yang sudi mendanai impian-impian besar Anda. Kalau Anda keluar hanya untuk menjadi salah satu dari “pasukan semut”-nya Google (istilah Jennie S. Bev), saya akan menarik kembali tepuk tangan saya. Dari Wonogiri, saya telah menuliskan kekuatiran itu di blog saya, “Digital Rebel Cari Duit Lewat Google dan Stagnasinya Kolom-Kolom Surat Pembaca” (Blog Esai Epistoholica, http://esaiei.blogspot.com)dan di hari-hari mendatang saya akan mencoba mengikuti berita-berita tentang langkah Anda berikutnya.Sukses selalu !

  17. fiz jombang | 18 April, 2007 17:27

    Selamat berjuang, blog Anda masih panjang kawan! Viva blogger Indonesia…

  18. andi emelda suardi | 3 October, 2007 22:52

    boleh dong minta artikel tentang pertanahan?khususnya mengenai sertipikasi lahan pertanian di Indonesia…

  19. Marwan Azis | 29 October, 2007 16:53

    Maju terus blogger Indonesia

  20. Dr. Gaplek | 4 December, 2007 19:22

    Saya senang setiap kali ada problogger yang radikal dan yakin dengan pilihannya. Teladan yang baik adalah motivasi yang jauh lebih-besar dari ribuan kata-kata bujukan :)

  21. Vila Dago *** UNDERGROUND COMMUNITY *** :: Budi Putr nge-blog! :1: December :1: 2007 | 9 December, 2007 11:43

    [...] Budi Putra ngeblog antara lain di CNET Asia, The Asia Tech, Indonesia Tech dan 3GWeek. Sejak 1 Maret 2007, Budi berhenti jadi wartawan dan memilih blogger sebagai profesi. Salah satu proyeknya sebagai blogger adalah mendirikan Asia Blogging Network (ABN) . Saat ini ia juga jadi kontributor untuk halaman teknologi The Jakarta Post. Alamat kontak: blog [at] budiputra.com atau +62818417521 ! [...]

  22. Josephine Imelda | 19 February, 2008 11:41

    Salut untuk Pak Budi!
    Aku ini blogger baru dan sangat terinspirasi dengan kenekatannya.

    Pak Bud, kalau ada waktu mampir2 donk ke Blognya Oxfam dan tinggalkan komentar Pak Budi disana.

    Salam Blogger.

  23. richard | 26 February, 2008 10:09

    salut sama pak budi, saya baru aja coba2 belajar nge-blog, dah telat kali ya…pengen juga full time spt pak budi…

  24. Profesi Blogger Apakah Dapat Diterima Di Indonesia? « Asalbaca Blog | 25 March, 2008 14:39

    [...] Saya juga sering menerima ataupun mendengar petuah-petuah orang tua yang mengatakan –> “kalau mau kerja, lebih baik jadi …… aja sekarang ini,hidupnya akan lebih terjamin, jangan kerja yang ‘aneh-aneh’”. Apakah profesi blogger itu adalah sesuatu yang aneh? Menurut saya sih tidak. Dari segi bisnis, blogging mampu menghasilkan uang yang menurut saya lebih dari profesi-profesi di atas yang telah saya uraikan (jadi inget omongannya mas isnaini deh, hehe..). Kegiatan ngeblog hampir sama dengan penulis. Kalau penulis saja bisa dihargai oleh orang-orang kita, kenapa blogging tidak? Saya pernah dengar kalau mas budi putra yang dulunya wartawan, kini berubah haluan menjadi seorang full time blogger. Dan berikut saya mengutip tulisan yang membahas masalah itu (diambil dari blogtempo): “ [...]

  25. andra | 3 May, 2008 12:11

    kayaknya perlu payung hukum untuk para bloger di Indonesia, sehingga semuanya bisa tertata dengan baik…mungkin ikatan bloger indonesia

  26. Rusmel | 5 May, 2008 05:12

    Bud, masih ingat aku kan? kawan lamo ingga di Solok. Pernah sama sama di Singgalang, trus kamu ke jakarta, katanya ditempo, tahu tahu udah kelauar lagi cari sesuatu ang baru. Iyo bana kerek den. semoga sukses kawan. Salut selalu.

  27. wira | 25 July, 2008 09:59

    budi putra memang hebat

  28. Bolasinema | 11 August, 2008 16:20

    Memang pinginnya sih jadi kaya dari blogging, supaya ga ada yang marah gara-gara jadi blogger. He20X.

  29. Hendra Idris | 17 October, 2008 16:54

    Menurut saya, apa yang dilakukan Uda Budi adalah langkah yang tepat.
    Saya juga lebih tertarik luar biasa pada ngeblog. Saya juga rajin nulis di media massa waktu yang lalu.
    Juga, kalau Uda Budi masih ingat, ketika Uda Budi masih jadi wartawan di Padang dahulu.
    Sekarang udah jarang saya nulis, lebih baik konsen ke ngeblog sambil nyari duit.
    Padahal, saya juga seorang Notaris/PPAT di Kota Padang, daripada sepi saya konsen ke ngeblog.
    Sukses

  30. Hendra Triwarman | 29 October, 2008 23:20

    Saya pertamakali dengar nama Budi Putra Dari Elvi yang saya kontak ke emailnya,Elvi satu angkatan diSasindo Unand Bp.87…dengan saya.Ketika dia menyebut Budi Putra dari Sejarah suaminya, mungkin saya salah terka orangnya.Maaf.Saya dalam mengunakan internet saat ini mungkin seperti apa yang dialami sdr.Budi tiga tahun yang lalu, dan sangat awan. Terimakasih Bud, anda telah memberikan aspirisasi yang banyak ke semua orang dan juga kepada saya, terlebih tentang arti keberanian.Semoga sukses dan untuk sementara saya hanya akan mengamati saja dulu, dalam mengirimkan ini saja saya masih kagok, dan masih banyak yang belum saya pahami ttg fasilitas yang ada di komputer.

  31. budi sutomo | 24 November, 2008 03:50

    Budi Putra = Bapak Blogger Indonesia

  32. Depe | 26 November, 2008 15:40

    Selamat utk Mas Budi Putra….
    Hidup ini memang suatu pilihan, dan Mas Budi sudah mengambil jalan yg diyakininya benar. Walaupun itu cukup mengagetkan bagi banyak pihak ( terutama rekan2 kerja ).Apa yg sudah diambil harus diyakini bahwa itu akan memberikan hasil yg lebih besar utk diri sendiri & kel tentunya. Biarkan pro dan kontra berkembang toh Mas Budi sudah menjalaninya saat ini.Biarkan mereka2 yg masih didunia kerja menabung KEBERANIAN utk mengikuti jejak Mas Budi atau terjun kedalam dunia entrepreneur. Jejak Mas Budi penuh dengan RESIKO, tapi itulah mental orang yg akan SUKSES . Orang yg tidak berani mengambil RESIKO biasanya hanya NATO ( not action talk only ). Mikir terus, JIKALAU….gagal, JIKALAU……nggak bisa makan,jikalau nggak dapet GAJI……… dan jikalau-jikalau yg lain…… Jadilah BOS bagi diri sendiri.Tidak diatur oleh waktu kerja, bos anda, aturan kerja dsb. Hidup ini terasa indah jika kita diatur oleh diri kita sendiri.
    Sukses selalu Mas Budi

  33. irfan | 27 January, 2009 19:11

    dengan latar belakang pendidikan formal yang tidak ada kaitan dengan IT.uda telah menunjukan bahwa segala sesuatu itu bisa diraih kalau kita mau untuk melakukannya,permasalahannya sekarang hanyalah apakah kita mau untuk melakukannyaaaaaa…..!!!!!!!!!!!!!!!!.

  34. Matthew | 18 April, 2009 16:40

    Hello nice site :)

Silakan berkomentar, kawan!