Enak di Blog dan Perlu

Wicaksono

epaper koran tempo

Mau baca Koran Tempo dalam versi PDF? Pembaca yang budiman, Koran Tempo menyediakan layanan baru berbentuk e-paper. Layanan ini untuk sementara bisa diakses secara gratis di sini.

Apa kelebihannya? Anda bisa menikmati edisi cetak Koran Tempo seperti versi aslinya di web. Nantinya, layanan tersebut akan pindah alamat di ePaper dan harus berlangganan.

Saat ini, layanan tersebut belum sempurna karena masih dalam pengembangan. Anda diharapkan memberi masukan berupa kritik dan saran demi kesempurnaan layanan tersebut.

Di situs Koran Tempo versi e-paper tersebut, pembaca bisa menikmati beberapa fitur, seperti:

1. Pada halaman isi berita, bisa dibaca dlm bentuk teks atau dlm format aslinya dgn mengklik tombol ‘Newspaper View’
2. Tiap halaman bisa diunduh dalam format cetak dengan klik logo PDF Acrobat Reader.
3. Setiap berita bisa dikirim via email, dicetak, dan dikirim dalam bentuk tautan (link), dikliping dan dibaca secara elektronik.
4. Bisa melihat galeri iklan yang ada di tiap edisi.
5. Bisa melihat galeri foto yang ada di tiap edisi.

Fitur-fitur ini akan terus ditambah sesuai kebutuhan pembaca. Karena itu, masukan Anda sangat berharga untuk kami. Selamat menikmati.

Komentar [64]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

64 Komentar untuk “Koran Tempo versi PDF”

  1. Ndoro Kakung Pecas Ndahe | 23 June, 2008 12:17

    [...] Wah, apa ini? Silakan baca informasinya di sini dan jangan lupa tolong beri masukan demi pengembangan ePaper. [...]

  2. SaintPooney | 23 June, 2008 12:48

    bisa jadi versi dua halaman??

  3. daus | 23 June, 2008 13:26

    Bayar?

  4. Donny Verdian | 23 June, 2008 13:31

    Sebagai pelanggan setia Koran TEMPO sekaligus internet addicted, saya tentu sangat suka dengan terobosan ini.

    Tapi bagaimana dengan muatan lokalnya? Apa ya turut disertakan mengingat, misalnya, saya yang dari Jogja ini juga suka baca edisi khusus lokal Jogja - Jawa Tengah nya Koran TEMPO ?

  5. baca koran tempo versi pdf ~ the Days After | 23 June, 2008 15:50

    [...] terus ketika koran tempo bakal ngeluarin versi PDF, berbayar pulak, apa iya orang kaya’ gue bakal ngelirik itu web? kaya’nya susah . [...]

  6. Fadhli Rafiqi | 23 June, 2008 16:08

    ga bisa di akses tuh linkx…

    visit http://www.tboymaster.com

  7. satria | 23 June, 2008 16:52

    “Layanan ini untuk sementara bisa diakses secara gratis”

    Lha berarti kedepannya bayar dong?

  8. adie | 23 June, 2008 19:40

    langsung ke TKP!

  9. nothing | 23 June, 2008 23:11

    waduh..kenapa nantinya harus langganan dan mbayar?? mbok gratis terus, wong yo iklannya tempo banyak

  10. kw | 24 June, 2008 06:01

    apakah nantinya akan berbayar?
    bisa ga berlangganan edisi minggu saja haha?

  11. Denny | 24 June, 2008 11:54

    kok pada mau gratisan sih? graphic designernya kalo ga digaji makan make apa, hostingannya apa gratis, ya maklum lah kalo bayar…

    tinggal bayarnya berapa duit?

  12. Epaper: out of date feature from Koran Tempo? — New Media Portal (Asia Blogging Network) | 24 June, 2008 12:12

    [...] A couple of days ago, Indonesia ’s one of the most respected newspapers Koran Tempo launched Epaper, which is basically an e-book service. As their official blog said: Pembaca yang budiman, Koran Tempo menyediakan layanan baru berbentuk e-paper. Layanan ini untuk sementara bisa diakses secara gratis di sini. Apa kelebihannya? Anda bisa menikmati edisi cetak Koran Tempo seperti versi aslinya di web. Nantinya, layanan tersebut akan pindah alamat di ePaper dan harus berlangganan. [...]

  13. Anjar Priandoyo | 24 June, 2008 13:14

    Asal jauh lebih murah pasti banyak yang tertarik, lha downloadnya aja dah pegel eh

  14. dik | 24 June, 2008 17:50

    graatisan aja oom, kayak ndorokakung.com.
    sekarang ada juga tetangganya koran tempo yg bs diakses & bayar, tp sumpah sy gak pernah ngakses, …
    gitu aza koq revott.

  15. Wicaksono | 25 June, 2008 00:50

    iya, layanan ini kelak akan berbayar, tapi diusahakan terjangkau semua kalangan

  16. detnot | 25 June, 2008 09:07

    iya, layanan ini kelak akan berbayar, tapi diusahakan terjangkau semua kalangan

    kalo bisa gratis buat semua kalangan ndoro :D

  17. Catshade | 25 June, 2008 11:07

    Kalopun harus bayar, harusnya lebih murah lho ya… kan sudah nggak ada ongkos cetak dan distribusi ;)

  18. Sarah John | 25 June, 2008 19:33

    HAK ANGKET TIDAK BOLEH BASA BASI DAN HARUS MENGARAH PADA PELENGSERAN SBY-JK

    Jarum jam itu diupayakan diputar ulang orang-orag lama pewaris Orba. Meskipun tekanan semakin kuat bagi perubahan nyata, reformasi sejati, namun SBY-JK seakan kian kokoh. Isu hak angket tetap tak jelas dan berusaha diganjal fraksi Golkar dan Demokrat, legasi Orba. Hanya satu gelintir pembelot dari Golkar yang mampu melihat tekanan besar dan setuju bergabung ke hak angket yang akan segera bergulir. Mampukah hak angket menjatuhkan SBY-JK seperti yang diinginkan mahasiswa dan rakyat. Sebuah pertanyaan besar.
    Kami mahasiswa dengan lintas generasi punya agenda mulia: TRITUMA, tiga tuntutan mahasiswa yakni: 1) turunkan harga BBM dan harga sembako dan barang pokok serta ongkos transportasi seperti sebelumnya, 2) turunkan SBY-JK, dan 3) nasionalisasi perusahaan-perusahaan minyak, gas dan emas yang dikuasai asing. Akankah DPR dan kita mahasiswa mampu jatuhkan SBY-JK? Saat ini hanya kerusuhan terbatas yang bisa dilakukan mahasiswa: membakar mobil bergincu, plat merah, masih terbatas segitu.
    Kami punya Sri Bintang Pamungkas, Hariman Siregar, Rizal Ramli dll, pahlawan-pahlawan kami, namun kekuatan mereka terbatas dalam gerakan demo damai, masih kalah dengan kekuatan pemimpin-pemimpin kekuatan robot-robot milik Orba di kepolisian dan mungkin juga masih ada di TNI yang selalu siap digerakkan yang harusnya sudah tidak boleh dikerahkan memberangus demo damai kerakyatan. Robot-robot itu siap menganiaya memukuli kami hingga babak belur atau mati, mengikuti perintah atasan-atasan mereka.
    Masalah besarnya adalah tanpa dukungan kekuatan politisi-politisi lawan pemerintahan zalim ini, tanpa komitment besar oposisi sejati bagi sebuah reformasi sejati, reformasi itu sudah lama dibelokkan. Maka tanpa dukungan besar solidaritas kawan-kawan sesama mahasiswa saat ini serta mantan mahasiswa antar generasi, lintas generasi, dan juga mahasiswa jaringan di luar negeri, maka gerakan pembelaan rakyat TRITUMA tidak akan berhasil. DPR harusnya juga dibubarkan.
    SBY-JK belum lima tahun sudah terlalu banyak melanggar UUD. Gerakan demo damai penurunan BBM barusaja merenggut korban mati, Maftuh Fauzi, maka kami akan tetap pada agenda TRITUMA: turunkan harga BBM lagi ke level sebelumnya, turunkan SBY-JK, dan nasionalisasi perusahaan-perushaan asing terkait gas dan minyak serta emas freeport.
    Hak angket kita harus pantau terus kemana arahnya. Hak angket kalau basa-basi, DPR harus dibubarkan. Rakyat tidak perlu DPR dan pemerintah yang bohong, yang tidak menghasilkan apa-apa. Kami mahasiswa se Indonesia meminta konfederasi buruh se Indonesia, semua buruh, nelayan, patani, rakyat biasa, turun ke jalan untuk demo masif. Saatnya legasi atau pewaris Orba, SBY-JK, lengser atau dilengserkan. DPR harus ditekan keras dengan pembakaran embakaran mobil bergincu. Masih sedikit jumlah mobil bergincu yang mahasiswa bakar. Hanya di depan Atmajaya. Mungkin mobil seperti itu perlu dibakar habis termasuk kantor-kantor milik pemerintah zalim ini. Lebih banyak lagi agar DPR bangun dan pemerintah sadar menurunkan kembali BBM dan harga sembako. SBY-JK turun.
    Saatnya DPR berpihak pada kami mahasiswa dan pada rakyat. SBY-JK yang diharapkan bisa, bisa membuat rakyat sejahtera, ternyata BISA membuat rakyat kian menderita. Hentikan. Kini sangat jelas SBY-JK tidak menjalankan pemerintahan berdasarkan UUD 1945. SBY-JK menjalankan pemerintahan dengan kapitalisme, yang nyata-nyata itu melanggar UUD 1945. SBY-JK tidak membaca, tidak tahu, tidak ngerti dan tidak melaksanakan pasal-pasal UUD 1945.
    Kami mahasiswa melihat pemerintah ini tidak punya malu. Malaysia dan Singapura merdeka lebih baru, namun dua negara itu mampu mensejahterakan rakyatnya konkrit lantaran kesungguhan dan komitmen kenegarawanan pemimpin-pemimpinnya. Mereka punya estafet kepemimpinan yang berorientasi pada penciptaan kesejahteraan berdasarkan kebijakan-kebijakan kenegaraan yang baik berjangka panjang, tidak ada jalan pintas, mensejahterakan konkrit dengan atau tanpa demokrasi. Thailand pun memiliki ekonomi dan kemasyarakatan jauh lebih baik dibanding Indonesia, Indonesia sama buruknya Filipina.
    Indonesia bahkan untuk BISA pulih dari dampak krisis ekonomi dan politik 1997/98 pun kini tak mungkin apalagi setelah dipimpin SBY-JK. Rakyat semakin terpuruk. Kita mahasiswa memandang harus ada langkah DPR untuk segera memberhentikan, melengserkan SBY-JK, sebab SBY-JK tidak jelas dan terbukti tidak mampu serius membawa bangsa Indonesia menuju sebuah bangsa yang pulih apalagi menjadi besar seperti bangsa-bangsa lain. Indonesia berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila. Bukan berdasarkan kapitalisme atau agama tertentu.
    Ekonomi Indonesia sebagaimana UUD 1845 menganut ekonomi kesejahteraan dan sosialisme ala Eropa dan juga negara-negara sosialis. Kami melihat SBY khususnya sebagai presiden tidak membaca UUD 1945. SBY-JK harus menatap ke negara-negara penganut kesejahteraan dan sosialisme sebab Indonesia menganut sistem itu. SBY-JK harus mengambil langkah-langkah konkrit nasionalisme, tentusaja bukan wacana. SBY-JK harus meniru langkah-langkah untuk rakyatnya seperti yang ditempuh Hugo Chaves dari Venezuela dan Evo Morales dari Columbia. SBY-JK tidak melakukan hal itu dan tidak berani melakukan hal itu.
    Saatnya untuk turun.
    SBY-JK tidak merasa melanggar hukum tertinggi UUD 1945. Harga-harga BBM malah dinaikkan seenak udelnya, membuat harga-harga sembako dan barang pokok melonjak termasuk ongkos transportasi umum, yang kian menyengsarakan dan membunuh rakyat pelan-pelan. SBY-JK lebih senang berpidato dan bicara harmoko, hari-hari omong kosong, tidak melakukan perbuatan, tidak beramal, untuk rakyat dan negara, malahan melecehkan dan menipu dengan BLT dan BKM. SBY-JK terus bersandiwara menutupi ketidak mampuannya. Kami mahasiswa akan menutup teater sandiwara itu dengan pelbagai cara termasuk membakar mobil dan sarana bergincu atau mungkin pula kerusuhan gerilya yang sangat dahsyat. Lengserlah SBY-JK.
    Dalam menjalankan pemerintahan SBY-JK tidak serius dan lebih nikmat memakai gaya lama, gaya manusia Orba, selalu mencoba terus membodohi dan menipu rakyat. Kalau dana BLT dan BKM itu satu juta per bulan per orang tentu bagus, namun tidak hanya tiga ratus ribu per orang, itu sangat tidak ada artinya dibanding yang dikorupsi pejabat-pejabat yang merangkap pengusaha. Kami mahasiswa sering bertanya-tanya apakah ini karena SBY-JK bukan presiden dan wapres sesungguhnya, tidak merdeka, ada yang mengendalikan, atau lantaran memang tidak punya wawasan menjalankan pemerintahan.
    Saatnya lengser.
    Saatnya kami mahasiswa tidak mungkin lagi demo damai. Demo damai kami sudah dilecehkan dan disambut kekerasan polisi yang gila. Sebagian di antara kami kini memilih jalan kekerasan dan kerusuhan yang masih terbatas karena diperlakukan dengan kekerasan. Kawan dan sahabat kami, Maftuh Fauzi, tewas dipukuli polisi yang gila dalam perjuangan untuk rakyat. Kami berlinang airmata, tidakkah engkau Presiden dan Wapres, dan kami memberinya gelar sangat terhormat dia sebagai “Pahlawan Rakyat”. Inikah arti dan makna warga negara Indonesia? Apakah ini bukan berarti SBY-JK tak langgar UUD 1945 ketika pasal kewarganegaraan itu tidak dilaksanakan?
    Kami melihat tak lagi memberi kesempatan pada SBY-JK. Kami dengan solidaritas mahasiswa se Indonesia dan juga di luar negeri nantinya akan berdemo terus mendesak DPR agar tuan-tuan lengser. Mungkin bisa muncul kerusuhan, bakar-membakar bergerilya dan terbuka, membakar mobil dan kantor pemerintah serta kantor polisi yang zalim. Bersama-sama konfederasi buruh, nelayan, petani, persatuan guru, dan seluruh rakyat, kita harus desak DPR segera menjalankan sidang darurat dengan atau tanpa hak angket untuk segera lengserkan SBY-JK. SBY-JK nilai 4 tak lulus dan harus dilengserkan dan jarum jam pelengseran tak bisa diputar ulang, kata Amien Rais. Selamat berjuang melengserkan pewaris legasi Orba, SBY-JK.

  19. refanidea | 27 June, 2008 21:39

    Saya heran, di saat media lain gencar menawarkan portal berita gratis, kenapa Koran Tempo masih klasik dengan ‘harus’ membayar..?

    Bila blog Sandra Dewi sah untuk dikritik sebab dia endorser dari media/portal media lain, maka blog Tempo sah juga untuk dikritik: mengapa hari ini untuk mendapatkan informasi masyarakat masih membayar?

    Saya ingat kalimat mas Toriq tentang “Well Informed Citizen”. Akankah itu terealisasi dengan koran digital berbayar?

  20. Suhatman Dinata | 29 June, 2008 02:44

    wah kalu geratisan bisa-bisa jadi turun oplah, yang tau internet ya ngak beli atau langganan lagi dong….. bok ya dipertimbangkan lagi he he…

  21. Basri Adhi | 30 June, 2008 09:36

    sebenarnya kalau tempo masih juga menjual hal berbayar di internet adalah sebuah kemunduran, lha wong nature-nya internet itu gratis…gak bisa dapat pdf-nya koran tempo, kita bisa dapat info dari yang lain-lain…kalu urusan nggaji orang, biaya hosting yaaa…dari yang pasang iklan lah. Bukankah orang2 di googleplex juga mikirnya gitu. Lagian dengan eceran serebu perak, mendingan beli korannya; habis dibaca, bisa buat alas gaple di kereta atau bekasnya dikilo buat nambah2 beli bensin.

  22. refanidea | 3 July, 2008 05:13

    Mas Basri Adhi, masih punya koran jablay nggak? Hehe..

  23. Handy Dharmawan | 3 July, 2008 10:01

    Alamat ePaper Tempo pindah ke http://epaper.korantempo.com/

  24. andika | 17 July, 2008 18:47

    i think the layout would be a lot better if you using zmags as your e-publisher.
    free sample at:
    http://viewer.zmags.com/showmag.php?mid=rgfpp

  25. Suhataman Dinata | 18 July, 2008 17:25

    wah….. epaper KORAN TEMPO ada yang nyamain formatnya…. tampilan cetaknya sama persis! jadi ngak nyaman neh….

  26. joni | 6 August, 2008 14:00

    kalau biaya langganannya sebesar maksimal 2.000 s/d 5.000 perbulan alias 24.000 s/d 60.000 pertahun,
    mungkin saya pasti mau berlangganan. karena kalau dihitung-hitung dengan biaya internet utk downloadnya maka biaya beli dengan versi cetaknya hampir sama,

    dan mungkin juga bisa lebih mahal bila dihitung tarif koneksi data termurah lewat hp
    rp. 1/kb (bila file pdf nya sebesar 5000 kb = rp. 5000)

    mungkin pihak tempo bisa kerjasama dg pihak perbankan (misal kartu kredit) dan operator seluler biar lebih terjangkau akses internetnya dan murah pembiayaannya

    kalu dihitung 1juta pelanggan x 24.000 setahun
    maka 24 milyar setahun, maka biaya segitu saya rasa cukup utk bayar gaji karyawannya de el el

  27. leo | 9 August, 2008 22:46

    sepakat dgn Basri Adhi dkk.

    woii… ini jaman internet.
    yg gratis dan bermanfaat aja belum tentu dilirik, apalagi bayar….

  28. jojon | 21 August, 2008 20:41

    ya baguslah kalo gitu, tapi sebaiknya ga usah bayarlah, kita pake sarana internet kan udah bayar !?, kanan kiri kena bayaran dong !?, usahakan gratisla…ah.

  29. olan | 30 August, 2008 16:07

    bagus, satu hal yang harus diperhatikan guna mempermudah akses langsung ke topik utama. misal : topik utama olan jadi presiden 2014, ketika pelanggan masuk dalam epaper tempo langsung deh gambar Olan yang disuguhkan. terima kasih

    wassalam

  30. daishz | 13 October, 2008 17:49

    kenap susah diakses yah?
    knp ntar harus bayar gratis aja dunk, manya juga berita.

    http://www.usaha-alternatif.blogspot.com/

  31. Di Manakah Tautan Koran Tempo ePaper? » Benny Chandra dot com | 3 November, 2008 05:27

    [...] Kenapa Koran Tempo justru seperti menyembunyikan versi ePaper-nya? Kurang pede? Atau bagaimana? Padahal koran lain yang sama-sama punya versi ePaper atau versi PDF seperti Kompas, Kontan, Media Indonesia, dan Republika dengan riang gembira memasang tautan versi ePaper pada menu utama di situs web mereka. Padahal, katanya, Koran Tempo ePaper akan dibikin berbayar alias tidak gratis lagi. Padahal di sana dipasang iklan dari Google AdSense. Padahal… Baca juga: Koran Tempo atau Tabloid Tempo? [...]

  32. guawijaya | 10 December, 2008 19:34

    Mungkin, utk yg e paper bisa dapet pendapatan dari iklan di situsnya sehingga e-channel dapat berfungsi. Tinggal diutak-atik aja strategi marketingnya, sehingga segmen utk pengiklannya bisa beda. Toh saya yakin pendapatan iklan dari koran sangat jauh dari biaya langganan, ya kan mas. Data saya valid kok…Sehingga sebuah harian, jika diberikan gratispun tetap dapet untung. Hayooo…
    http://guawijaya.wordpress.com

  33. DR.IR.H.Tara | 21 May, 2009 19:30

    KEADILAN SOSIAL
    1. Kadang kita rakyat benar-benar bingung dengan janji calon-2 presiden dan wakil presiden, mereka semua berteriak janji-janji kepada rakyat kecil. Rakyat kecil yg mana yg sudah menerima perhatian mereka. HANYA KEBOHONGAN SAJA. Tahun 1999, waktu Gus Dur berusaha dengankepemimpinan nya, dijegal dengan ketakutan di penjarakan dan ditangkap, maka ia di geser dengan dalih MOSI TIDAK PERCAYA dari Parlemen kita yg nayata-nyatanya, terbukti hingga saat ini mereka tetap berupaya mempertahankan hobby mereka yg korup.
    2. Pada saat Presiden berganti tahun 2001 s/d 2004, apa yg mereka udah perbuat buat kita rakyatkecil ini, mereka lupa akan derita 27 juli, mereka lupa janji pd rakyat kecil/wong cilik, mereka cuma ingat berkemas memperkaya diri.
    3. Tahun 200 s/d 2009 sekarang ini , sebagian berusaha mengurangi korupsi, sebagian besar berkedok aturan main mempertahankan kebiasaan korupsi yg menghibur mereka.
    4. Sekarang mereka berteriak teriak sepertikesurupan untuk yakyat kecil, petani, nelayan, pasar traditional, APA LAGI SI MAU NYAMEREKA. MEREKASUDAH KAYA RAYA DAN YG SECARA MATEMATIK DARI PLANET LAIN PUNGAAKAN TERJADI DENGAN GAJIH MEREKABISA NGUMPULIN KEKAYAAN BEGITU GILA.!!!!!!, KALU BISA SIH COBA MEREKA JELASAIN KEPADA BABI BABIYG TENBGAHSAKIT INFLUENSA ,APA MEREKA YG BABI BISAPERCAYA.
    JANGANKAN KITA RAKYAT YG BODOH, BABI AJA YG BEGO GA PERCAYA., MUNGKIN MEREKA-MEREKA PIKIR RAKYAT KITA LEBIH BEGO DARI BABI. NASIB……,,,,,,

    MEREKA KAPITALIS, MANA MUNGKIN BISA BEKERJA UTK SOSIALIS YG BERDASARKAN KERAKYATA.MEREKA CUMA BISA MELAKUKAN EKONOMI KERAKYATAN BAGI RAKYAT YG LEBIH BEGO DARI BABI, YG BISA PERCAYA ATAS JANJI ITU.

    SEMOGA ALLAH SWT, MAU MENGAMPUNI KAMI INI RAKYAT KECIL YG DIANGGAP LEBIH BEGO, AGAR SUATU SAAT TDK DIBEGO-BEGOKAN LEBIH DARI BABI.

    Seorang tua yg ydah putus asa dengan lenong politik. (DR.Ir.TARA)

  34. DR.IR.H.Tara | 21 May, 2009 21:56

    SOSIALIS MODERN
    1. berapa juta pacul yg kita import hingga saat ini dari China
    2. Berapa ribu mesin bajak sawah yg kita import dari China, Jepang, Australi agar bias membajak sawah kita
    3. Berapa indah hayalan anak anak kita atas kepiawaian bangsa kita pada jaman Majapahit, kapal-kapal Pinisi pada ratusan tahun lamapu ?
    4. Berapa besar lautan kita yang terbentuk dari pintu-pintu gerbang jalannya imigrasi ikan dunia, dimana pada musin panas diselatan bumi ini, maka ikan-ikan dari utara bermigrasi keselatan demikian juga sebaliknya, sehingga kita dapat memasang tanggok-tanggok tangkap ikan dari musim ke musim sepanjang tahun?
    5. Berapa besar mineral, yg terkandung dalam bumi kita,
    6. Betapa suburnya tanah pertiwi ini dari karunia Allah SWT dengan 2 musim, sehingga kita memiliki kesempatan utk mengelola dengan baik
    7. Berapa besar nina bobo yg kita terima dari pimpinan kita akan kekayaan alam kita yg tidak dapat mengisi makanan pokok keperut rakyatnya

    a. Kita lupa atas sejarah kita sendiri, kita tutup tutupi sejarah yg benar, kita membentuk sejarah baru bagi anak-anak masa depan kita.
    b. Kita bentuk anak anak kita dengan budaya, pikiran, impian dengan dasar yg tidak kokoh, sehingga banyak dari anak bangsa ini yg hanya bermimpi, dan mengikuti budaya lain.
    c. Kita lupa akan semua yg Allah telah berikan bagi kita

    I. ANAK-ANAK KITA, KITA DIDIK MENJADI TUKANG SORDEL UTK PABRIK-PABRIK ELEKTRONIK, TUKANG JAIT SEPATU, JAIT PAKAIAN, YANG SEBENARNYA ALLAH MEMBERIKAN ALAM BUAT KITA UNTUK DIKELOLAH DENGAN BAIK, SEBAGAI PETANI HARAPAN, SEBAGAI NELAYAN, SEBAGAI PENAMBANG, SEBAGAI SENIMAN,
    II. TAPI KARENA PEMERINTAH KITA TERDAHULU MELALUI MENTERI 2 NYA MEMBUAT IMPIAN M,EREKA MENGAJAK ANAK BANGSA MENJADI KULI-KULI BAGI PERUSAHAAN ASING ATAUPUN KAPITALIS,
    III. MELUPAKAN KASIH ALLAH YG TELAH MEMBERIKAN SEGALANYA BAGI BANGSA KITA
    IV. SEANDAINYA, KITA MAJUKAN APA YG KITA TELAH MILIKI, MENGELOLA DENGAN BENAR, MEMBANTU DENGAN TEPAT,
    V. SAYA PERCAYA ALLAH TIDAK AKAN SEMURKA INI MEMBIARKAN KITA MENJADI RAKYAT YG MISKIN, YG KELAPARAN, DI DALAM GUDANG SANDANG DAN PANGAN.

    o SEMUA NEGARA HARUS MEMULAI DENGAN DASAR PONDASI YG BENAR,
    o CUKUPI DAHULU RAKYATNYA DENGAN SANDANG PANGAN
    o PENYEDIAAN INFRA STRUKTUR BAGI ANGKUTAN MASAL, SEPERTI KERETA (Amerika, Belanda, Australia, China, Jepang, Eropah, Kanada, Atau Negara-negara yg sekarang maju,) MEREKA UTAMAKAN LEBIH DAHULU INFRA STRUKTUR DALAM ANGKUTAN MASAL TYERUMA YG AKAN DPT MENUNJANG PEREKONOMIAN
    o INFRA STRUKTUR PERTANIAN DALAM PENGARIAN/IRIGASI SEHINGGA MENGURANGI BAHAYA BANJIR DAN KEKERINGAN YG SANGAT MEMBANTU DALAM PERTANIAN
    o INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI ANGKUTAN LAUT SEHINGGA DAPAT MEMBANTU PERPINDAHAN PRODUKSI DAERAH YG AKAN DISESUAIKAN DARI YG TERBAIK DARI SETIAP PULAU

     APABILA PRODUK SANDANG DAN PANGAN TELAH MEMENUHI KEBUTUHAN SELURUH RAKYAT SECARA OTOMATIS PERBAIKAN PENDIDIKAN DENGAN SENDIRINYA KAN MENGIKUTI, DEMIKIAN JUGA NISCAYA TEHNOLOGI AKAN TERBAWA BAGI RAKYAT YG TIDAK KELAPARAN.
     JANGAN KITA BERPATOKAN DENGAN CONTOH NEGARA SEPERTI JEPANG, KOREA, HONGKONG, ATAU NEGARA-NEGARA KECIL YG MAJU INDUSTRINYA, MEREKA MAJU DALAM INDUSTRI, KARENA MEREKA TIDAK BISA BERBUAT LAIN, DAN YG PASTI BAHWA MEREKAPUN MENJALANI LEBIH DAHULU MECUKUPKAN RAKYATNYA AGAR TIDAK KEL;APARAN, SEHINGGA MEREKA DAPAT BERJUANG MEMAJUKAN RAKYATNYA DALAM TEHNOLOGI.

    OLEH KARENA ITU, JANGAN LUPA AKAN SEJARAH, BAIK SEJARAH SISILAH KETURUNAN DALAM SATU KELUARGA S/D SUATU BANGSA, SEHINGGA KITA DAPAT MENJADI ANAK BANGSA YG MEMILIKI PERASAAN NASIONALIS YG KUAT.
    BANGSA DENGAN RAKYAT YG MEMILIKI PERASAAN NASIONALIS YG TINGGI BARU DAPAT MEMPERJUANGKAN MENYATUKAN, BERGANDENG TANGAN DAN MEMBENTUK SINERGI KEKUATAN YG KUAT UNTUK MENGHADAPI MASALAH MASALAH BANGSA, SEHINGGA TIDAK MJUDAH DIADU DOMBA ANATAR SUKU, KETURUNAN DAN KEPERCAYAAN SEHINGGA KITA SALING MENYALAHKAN, SALING BERBUNUHAN HANYA PERKARA YG KITA SENDIRI TIDAK JELAS UNTUK DAN KARENA APA KITA BERBUNUHAN.
    KITA HARUS MEMULAI DARI YG PALING KECIL, BAHWA KITA MEMILIKI PERASAAN KEWATRGANEGARAN YG KUAT, BARU KITA MENDIDIK ANAK-ANAK KITA MENJADI ANAK BANGSA YG MENYAYANGI BANGSA INI, DENGAN DEMIKIAN NISCAYA ANAK-ANAK KITA AKAN BERGANDENG TANGAN MEMBANGUN BANGSA KITA INI, DENGAN MENGERTI TERLEBIH DAHULU APA YG KITA MILIKI, BAGAI MANA SIFAT DAN KEGUNAAN YG KITA MILIKI, BARU KITA DAPAT MENYIMPULKAN APA YG TERBAIK UNTUK KITA.

    JANGAN KITA HANYA MENGEKOR BANGSA LAIN, YG TIDAK SAMA DENGAN KITA.

    JANGAN PERCAYA TENTANG HAM ANAK BUATAN BANGSA LAIN.
    KITA HARUS PERCAYA CARA MENDIDIK ANAK-ANAK KITA DENGAN HAL YG SESUAI DENGAN KEADAAN, KULTUR DAN KEADAAN. KITA HARUS DIDIK MEREKA MENJADI ANAK YG TAHU AKAN TATAKRAMA, ADAT ISTIADAT, BERJUANG DAN MENGETAHUI KEADAAN KELUARGA, SEHINGGA DALAM SATU KELUARGA KITA DAPAT BERSATUI MEMBANGUN KELUARGA TERSEBUT.

    BERAPA BANYAK ANAK-ANAK KITA YG TIDAK MENGERTI LAGI TENTANG, KERAJINA KEAHLIAN ORANG TUANYA, SEPETI DI KOTA GEDE YOGYAKARTA, BERAPA BANYAK ANAK-ANAK MEREKA YG TIDAK MENGERTI CARA DAN ARTI KARYA PERAKNYA, DEMIKIAN YG LAINNYA.

    APAKAH DENGAN LULUSAN SMA DAPAT ANAK-ANAK KITA HIDUP MANDIRI. ?????

    Anak bangsa yg sedang bingung DR.IR.H. Tara

  35. DR.IR.H.Tara | 1 June, 2009 19:38

    Keadilan Sosial suatu hal yang sangat membingungkan, apa arti sebenarnya. Sehingga banyak sekali masyarakat yang menjadi skeptis mendengar kata-kata ini. Mereka mengangap bahwa kata-kata tersebut hanyalah suatu kata yang digunakan oleh politiker-politiker atau pemimpin-pemimpin sebagai rayuan mimpi bagi masyarakat bawah.

    Seperti subsidi yang digemborkan, apa arti buat mereka, kaum miskin, baik buruh rendah maupun petani miskin, mereka tidak tahu dan tidak akan bisa tahu, apalagi menikmati subsidi–subsidi yang selalu diceritakan oleh pimpinan-pimpinan kita. Yang mereka tahu bahwa subsidi tersebut telah dan hanya dapat dinikmati langsung oleh kaum pemimpin mereka.

    Pekerja rendah memandang sayu menikmati kemiskinan, terlantarnya tanpa sekolah atau tidak mampu membayar anak mereka yang sakit. Petani miskin menghayati hasil panen yang musnah dilanda wereng ataupun banjir, atau membayangkan hasil penjualan panen yang tidak dapat melunasi modal yang mereka pinjam dari kaum ijon yang berkedok sosial.

    Apakah mereka malas untuk berjuang menghadapi hidup ini, atau memang sudah suratan bagi mereka untuk terus menikmati kesengsaraan nya.

    Saya kira ada suatu hal yang salah dari kita mengurus atau memanaged kehidupan kita dalam suatu koloni yang berbentuk negara ini.

    Suatu kenyataan bahwa, tidak merupakan syarat utama suatu bangsa dapat men-sejahterahkan rakyatnya apabila bumi negara tersebut kaya, tapi suatu kenyataan bahwa rakyat akan hidup sejahterah apabila kwalitas rakyatnya tinggi. Dan untuk itu diperlukan suatu kemampuan yang minimal untuk menghidupi anak-anak mereka sebagai generasi baru dalam kebutuhan kehidupan sehat dan mampu menyekolahkan generasi baru ini.

    Suatu pepatah, untuk mempertahankan kekuasaan diktator, harus dipertahankan kehidupan rakyatnya sebodoh mungkin, sehingga ketertinggalan kemampuan SDM rakyatnya tidak dapat mengejar kepintaran dan perkembangan pertahanan diktator tersebut. (Seperti Jaman Kolonial/Penjajahan). Semoga, dengan kearifan pemimpin-pemimpin kita dapat mencoba membantu merubah kesengsaraan rakyat ini.

  36. DR.IR.H.Tara | 1 June, 2009 19:39

    I. KEKAYAAN ALAM

    Siapa yang dapat menyangkal bahwa BUMI kita adalah bumi yang kaya, yang seharusnya dapat menghidupi rakyatnya.
    Siapa yang dapat menyangkal bahwa negara kita adalah salah satu negara yang termiskin didunia, sehingga tidak mampu menghidupi rakyatnya.

    Kita memiliki tanah dan laut dengan garis pantai yang sangat panjang dan luas dengan Minyak, Gas Alam, Emas, Timah, Tembaga, Perak, Kayu, Rempah, Air dan Tanah yang subur dengan iklim yang mendukung.

    Tapi apa yang kita dapat perbuat dari semua itu. Hanya Omong – Kosong dan telah kita foya-foyakan untuk merusak generasi kita sendiri.
    Suatu kenyataan bahwa kita boleh mulai takut pada Tuhan, bahwa suatu saat Negara kita akan tumbang karena kita tidak memiliki generasi penerus yang dapat diandalkan untuk mempertahankan bangsa ini.

    Suatu kenyataan pula bahwa generasi kita sudah rapuh dari mental yang telah bobrok akibat iming-iming muluk dan kesengsaraan yang tidak ada batas waktunya.

    Generasi muda telah menjadi generasi Konsumer bagi segelintir kecil masyarakat mampu dan menjadi generasi keras dan bodoh serta pesimis bagi mayoritas generasi bangsa kita yang terbentuk dari kesengsaraan dan ketidak mengertian kehidupan kita selama ini.

    Kekayaan alam Bumi Pertiwi kita hanya dapat dinikmati bagi kaum penjajah dengan rakyatnya pada masa lampau, dan sampai saat ini hanya dinikmati oleh kaum Kroni beserta anak cucunya.

    Kami bukan bermaksud menuntut warisan kekayaan leluhur kita, tapi kami hanya memohon, putarlah ekonomi negara ini dengan benar dan tanpa menginjak diatas bahu kesusahan rakyat yang hanya untuk memudahkan perputaran ekonomi bagi kaum kroni.

    Niscaya akan terjadi perputaran ekonomi yang baik dan wajar sesuai dengan arus perputaran kehidupan ini, apabila kita mau membiarkan seadanya tanpa intervensi kaum kroni. Karena kami percaya, bahwa setiap manusia memiliki kemampuan dan kemauan juang untuk mempertahankan kehidupan generasi nya.

  37. DR.IR.H.Tara | 1 June, 2009 19:40

    II. MASYARAKAT INDONESIA

    Pada umumnya masyarakat Indonesia ber mata-pencaharian secara turun – temurun bertani, sebagai nelayan menangkap ikan, dan sebagian lagi memiliki keahlian seperti, pandai-besi, memahat kayu, tembikar dan sedikit dengan berdagang. Sedangkan dipedalaman, mereka bercocok-tanam atau berburu, yang apabila kita bandingkan dan menyesuaikan dengan keadaan alam bumi kita, sangat menunjang sekali serta sesuai dengan keadaan alamnya.

    Sampai saat ini pada umumnya, mereka hanya dapat bekerja dengan cara yang sangat kovensional, dengan peralatan yang sangat sederhana, seperti yang telah digunakan pada seribu tahun lampau.
    Hanya kebutuhan pupuk dan pestisida yang ikut maju sesuai dengan jamannya.
    Mungkin dikarenakan keadaan alam, kesuburan yang sangat berkurang, disebabkan rusaknya alam sekitar oleh keteledoran kita ataupun ketidak mampuan petani untuk merawatnya.

    Sistem irigasi persawahan hanya sebagian kecil yang telah dipersiapkan untuk keperluannya, sedangkan sistim arus air sungai yang telah tidak wajar karena endapan dari pengikisan hutan serta simpanan jumlah air pada akar-akar tumbuhan yang telah mengurang, sehingga pertanian kita pun cukup memprihatinkan.

    Tenaga-tenaga muda yang ber lomba melaksanakan urbanisasi ke kota-kota besar, disanah memberikan mimpi-mimpi indah melalui film-film sinetron televisi, sehingga hanya tertinggal tenaga tua yang menggarap pertanian untuk menjejali isi perut seluruh rakyat bangsa ini.

    Di iringi dengan kekecewaan mendalam antara kerja dan hasil yang tidak seimbang, seluruh keringat dan modal dari pinjaman tidak dapat dikembalikan dari penjualan hasil panen.

    Tingginya harga pupuk dan pestisida yang dijamin oleh pemerintah. (Pabrik pupuk atau pestisida tidak boleh rugi, tapi petani dibiarkan merugi) .

    Ini suatu kesalahan pemerintah atau suatu kesalahan antara yang mampu dan yang tidak mampu.!

    Kenyataannya kita orang-orang yang suka menyebutkan keadilan sosial mendiamkan hal ini tetap berlanjut, atau kita yang sok pintar tidak tahu lagi apa yang dapat kita lakukan.!

    Nelayan kita dibiarkan menanggoki mencari sisa tangkapan dari nelayan-nelayan asing ataupun nelayan ciptaan kroni dengan segala kemampuan, baik tehnik, modal, peralatan serta sistim jalur jual dan beli yang terorganisir secara rapih untuk menguntungkan mereka saja.
    Apakah mimpi atau kebohongan, bahwasanya nelayan kecil traditionil Indonesia yang mencari ikan jauh sampai tertangkap oleh negara lain (Australia), sedang Bumi Indonesia, negara mereka juga, merupakan 70% dari lautan yang mengelilingi, membungkus belasan ribu pulau di katulistiwa.!

    Yang kenyataannya bahwa setiap tahun terjadi perpindahan ikan-ikan dari bagian utara bumi ini menuju selatan, begitu juga dari selatan menuju utara, kesemua ini berkat kasih Allah yang memberikan belasan ribu kepulauan sebagai jalur menanggok ikan terjadi karena perubahan iklim bumi ini.

    Di negara ini ada ribuan kapal-kapal besar berteknologi tinggi menyedot ikan-ikannya, dengan kebanyakan mereka menggunakan bendera Indonesia, tapi sebenarnya mereka menyewa ijin dari bangsa kita, menguras hasil laut kita dengan dukungan dan restu segelintir rakyat kita.

    Jutaan rakyat nelayan kita terlantar diatas kemiskinan membentuk generasi baru, generasi HAMPA.!

    Petani-petani penjual kayu alam, yang telah hidup dari puluhan generasi dengan cara yang telah ditekuni, berapa ribu keluarga dari kaum petani ini yang ada di Bumi pertiwi ini ?, berapa banyak kayu yang dapat mereka tebang dalam satu tahunnya, apakah ada 10% dari yang dipangkas habis oleh pabrik-pabrik perkayuan dengan dalih export dan devisa negara, yang pada kenyataannya mereka adalah pengrusak alam kita dan peminjam uang yang terbesar dinegara ini.

    Bukan rakyat kecil petani penebang kita yang menghancurkan bumi ini, tapi kebohongan yang disiarkan, mengkambing-hitam kan rakyat kecil ini sebagai pengrusak alam kita.

    Mereka tidak mampu membela diri mereka. Mereka tidak punya suara lantang yang dapat menbayar wartawan meneruskan keluhan dan jeritan mereka.

    Demikian juga dengan nasib penggali emas atau penangguk intan dipedalaman.

    Mereka sudah lebih lama dari berdirinya negara ini, jauh sebelum itu, mungkin juga sebelum masa penjajahan Belanda, nenek-moyang mereka telah turun-temurun menjalankan kehidupan dengan mengais tanah leluhur mereka untuk mendapatkan sebutir pasir emas ataupun intan.

    Tapi kini mereka dikejar, diusir ataupun ditangkap diatas tanah leluhur mereka, yang dianggap sebagai penggali haram.

    Mereka merasakan tanah yang mereka injak atau mereka kaisi, atau diatas tanah yang kayunya mereka tebang dengan tenaga otot jelata, adalah tanah leluhur mereka.

    Mereka tidak tahu bahwa tanah ini telah menjadi dalam kuasa Pemerintah, Pemerintah Indonesia.

    Apakah mereka merasakan nilai tambah menjadi bangsa Indonesia atau berada dalam kuasa Pemerintahan Indonesia ?,

    Mereka hanya tahu bahwa tanah leluhur mereka telah dirampas oleh sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan Pemerintah Indonesia.

    Mereka dikejar, mereka ditangkap, dan mereka menagis, sendiri !, tidak satupun wakilnya yang mau duduk mendengar kesahnya.

    Kami hanya dapat berdoa, meng gedumel, semoga suatu saat masa kelam ini dapat berubah.

    Kami hanya dapat memohon, kiranya Pemerintahan kita ini mau mencoba intropeksi diri mereka, apakah mereka telah berbuat untuk tidak merugikan orang lain.

    Kami tidak perlu meminta-minta untuk dikasihani dan ditolong.

    Kami hanya perlu kewajaran dan keadilan dalam menjalankan usaha, menjalankan kehidupan dan membesarkan anak-anak kami dalam berbangsa dan bernegara.

    Biarkan aturan berusaha, aturan memelihara dan aturan menikmati berjalan seadil-adilnya.
    Pengaturan pembangunan yang adil, pendistribusian subsidi hasil alam yang tepat pada keperluan dan penempatannya, pembagian tugas yang benar bagi seluruh rakyat dalam bidang-bidangnya dengan kewajaran yang adil dan bijaksana.

    Kami percaya, apabila kita dapat menjalankan dengan sewajarnya, sewajarnya saja dan tidak lebih!, niscaya perputaran arah langkah bangsa ini dapat menuju kearah yang benar bukan kearah kehancuran

  38. DR.IR.H.Tara | 1 June, 2009 19:41

    III. KEBUTUHAN.

    1. PETANI ;

    Petani membutuhkan;

    a. Irigasi yang baik untuk dapat mengatur pengairan sawah dan ladang mereka.

    Pada saat ini banyak sekali penganguran dan kalau kita teliti, penganggur-penganggur kebanyakan adalah masyarakat urban yang pada saat sebelum terjadinya resesi ekonomi mereka berdatangan dari daerah untuk mencari nafkah. Mereka lakukan itu karena tidak berputarnya ekonomi daerah.

    Kejadian ini disebabkan terkonsentrasi nya seluruh kegiatan ekonomi, fasilitas sosial, kemudahan-kemudahan bantuan subsidi pemenintah yang hanya dikota-kota besar saja, sehingga mengundang masyarakat pedesaan berlomba mengadukan nasib mereka di kota-kota besar tersebut.

    Sangat merugikan sekali, mereka kebanyakan menjadi kaum urban tetap yang tidak kembali ke daerah dari mana mereka datang, karena mereka dapat memperoleh subsidi pinjaman lunak untuk berinvestasi membeli rumah tinggal di kota-kota besar tersebut.

    Walau kenyataannya ini sangat membebani bagi kehidupan pembentukan keluarga mereka sendiri, dalam keadaan kekurangan atau kalau dalam bahasa halusnya disebut sangat sederhana, maka biaya-biaya keperluan kehidupan keluarga sangat tidak layak untuk membentuk suatu keluarga yang akan menjadi generasi baru sebagai penerus bangsa ini.
    Dengan pas-pas an dalam segala hal, sehingga menjadikan tidak mampu untuk menyekolahkan anak-anak mereka, apalagi menabung untuk membangun hari tua di desa.

    Akibat yang timbul:

    1. Dengan subsidi Pemerintah dalam kepemilikan rumah sederhana/sangat sederhana di kota-kota besar menimbulkan effek negatif yang sangat besar bagi kehidupan dan perputaran ekonomi bangsa:
    - Kaum urban tidak kembali dan membawa hasil jerih-payah nya dan menginvestasikan di kampung halaman mereka, tetapi mereka telah berupaya dengan bantuan pinjaman lunak untuk menginvestasikan di kota-kota besar tersebut. Pada awalnya cukup menunjukan hasil yang menggembirakan bagi mereka, tapi generasi ke generasi selanjutnya hanya merupakan mala petaka, karena;
    - Generasi muda pergi urban ke kota besar, mereka tidak kembali atau pun membawa balik hasil bekerja di kota besar, sehingga desa tidak terjadi perputaran ekonomi. Penduduk desa hanya berusaha bekerja, bercocok tanam dan mengirim anak mereka menjadi kaum urban, seadanya, sehingga lama kelamaan ekonomi di desa semangkin terpuruk, dan produksi SDM yang sangat sederhana. Yang mengakibatkan daya produk SDM tersebut semakin seadanya, akhirnya mengakibatkan kemam-puan merekapun dalam kehidupan pembentukan keluarga di kota besar semakin terpuruk.

    - Generasi selanjutnya menjadi semakin lemah.

    Ini merupakan salah satu contoh kesalahan dalam bentuk subsidi .

    2. kiranya memungkinkan dalam keadaan kesulitan ekonomi bangsa kita ini, dimana banyak sekali terbentuk pengangguran, kita mempelajari dengan seksama, membuat investasi di daerah, yang sangat di perlukan bagi kaum petani, seperti pembangunan irigasi-irigasi, penyediaan daya listrik ke daerah, sehingga lapangan kerja terjadi didaerah dan kegunaan yang sangat diperlukan terpenuhi, dimana kita dapat menggunakan bantuan JPS, atau pinjaman lunak jangka panjang. Yang sedianya akan digunakan di perkotaan besar. Atau dapat kita perhitungkan rugi-labanya dalam investasi ini untuk yang berhubungan dengan bahaya pengangguran serta untuk perbaikan perekonomian daerah.

    Kami kira saat ini cukup banyak kaum urban tidak tetap telah kembali ke daerah asal mereka. Dan disanah mereka memerlukan aktivitas atau lapangan kerja.

    3. Dari pembangunan sektor riil tersebut diatas, maka akan terjadi rantai perputaran ekonomi yang tidak terputuskan.
    Akan terjadi juga lapangan kerja baru dalam kebutuhan penyediaan bahan baku pembangunan, dimana pekerja dan keluarganya akan memiliki daya beli keperluan primer maupun sekunder, sehingga diperlukan produk-produk tersebut.
    Mata rantai perputaran ekonomi terjadi dengan sendirinya.

    4. Petani membutuhkan kepastian harga jual produk mereka yang wajar;
    Seandainya pemerintah dapat mematok harga patokan harga gabah, jagung, kedelai, dll dengan dihitung secara seksama dan ditentukan dengan wajar, maka apabila pemerintah mengimport produk-produk tersebut dari negara lain yang telah melalui dumping dari negara asal, kewajiban pemerintah, dalam hal ini BULOG untuk melepas barang-barang tersebut dengan harga yang sama dengan harga patokan yang telah ditetapkan ke pasar dan selisih harga merupakan laba, dapat disimpan oleh pemerintah untuk bantuan dana pinjaman atau modal dasar daya gerak pemerintah dalam pembelian produksi rakyat pada masa panen raya, juga memungkinkan membantu Departe-ment lain dalam pembangunan sarana pertanian ini.

    Sehingga tidak ada yang dirugikan baik masyarakat pengguna ataupun petani, terpenting keseimbangan terjadi serta kepastian berusaha bagi petani tua atau pun petani muda untuk menekuni usaha ini sebagai petani akan memiliki masa depan.

    4. Petani membutuhkan modal kerja yang jelas dan apabila diperlukan dengan bunga yang wajar, tidak seperti yang terjadi sampai saat ini, pengusaha kecil atau petani harus membayar bunga lebih besar dibandingkan pengusaha besar, mereka peroleh dari akses kroni untuk mendapatkan BLBI. Kenapa bukan rakyat kecil yang menerima BLBI ini, toh kita perlu mereka untuk men jejali isi perut seluruh rakyat di Tanah Air ini.

    5. Petani butuh bantuan distribusi bibit unggul, pupuk, pestisida serta pengdistribusian hasil produksi mereka yang jelas, tidak melalui tengkulak ataupun yang berkedok koperasi. Sebaiknya Pemerintah melalui BULOG mengatur nya sehingga dengan jelas pula mereka yang telah ikut serta dalam penentuan harga jual patokan tersebut akan langsung bertanggung jawab atas apapun yang terjadi.

    Kami percaya apabila hal ini dapat dilakukan, maka banyak kaum urban yang memaksakan diri mempertaruhkan diri di kota-kota besar yang tidak jelas kecocokan dengan kemampuan bekerja, akan berpikir untuk menjadi petani yang baik.

  39. DR.IR.H.Tara | 1 June, 2009 19:42

    2. NELAYAN

    Sebenarnya masyarakat kita cukup banyak yang ber mata pencaharian sebagai nelayan, dimana bumi kita terdiri lebih dari 13,000 pulau-pulau, sehingga dapat dibayangkan berapa panjang garis pantai yang kita miliki. Serta bumi kita terletak di garis katulistiwa, yang memungkinkan berapa besar kekayaan hasil laut nya, ikan-ikan, rumput laut, mutiara dan lain-lain.

    Mereka membutuhkan;

    1. Peralatan yang wajar atau bila memungkinkan modern, berupa perahu, alat tangkap, menyimpanan hasil tangkap serta tempat penjualan hasil tangkap yang layak dan terorganisir dengan baik, sehingga bukan tengkulak-tengkulak yang harus dan hanya yang dapat menerima hasil tangkapan nelayan-nelayan ini. Tapi mereka dapat ikut dengan wajar dalam pelelangan ikan kepada grosir ataupun menjual langsung (bagi nelayan kecil) kepada masyarakat.

    2. Organisasi nelayan yang sebenarnya.

    Organisasi yang bekerja dari dan demi kepentingan mereka.

    Sehingga organisasi tersebut dengan dukungan atau perhatian Pemerintah dapat begerak mengorganisasikan sistem bantuan peralatan dan modal, penjualan, serta pembangunan pasar ikan yang wajar dan layak serta menarik sehingga memungkinkan pasar ikan tempat berkumpul dan berlabuhnya kapal-kapal nelayan sebagai pasar yang menarik, baik bagi kaum pembeli grosir, masyarakat umum atau pun merupakan tempat rekreasi masyarakat, nasional maupun international.

    Dengan sendirinya kehidupan nelayan akan membaik, akan mengajak generasi baru dari bangsa kita untuk tidak lagi malu atau mencemooh bahwa sebagai nelayan adalah pekerjaan yang tertinggal dalam kanca kehidupan modern ini.

    Apabila kita menegok kenegara eropa, jepang, Korea atau negara maju lainnya, disanah nelayan merupakan pekerjaan yang cukup membanggakan.

    Kita perlu memiliki perasaan tersebut juga agar tidak menenggelamkan kehidupan masyarakat nelayan kita dan juga kita dapat mengimbangi dengan alam negara kita sebagai negara kepulauan, yang memiliki kesempatan besar sebagai lapangan mata pencaharian rakyat serta kebutuhan hidup sehat dari nutrisi hasil laut ini.

    3. Perlu pembatasan perijinan penang-kapan ikan bagi nelayan asing, serta kejelasan hasil, serta pajak yang harus dibayarkan.

    Dan jumlah maksimum yang dapat ditangkap dan di export, sehingga jumlah ikan yang tersedia dan jumlah nelayan kita dapat diimbangi.

    Sehingga tidak akan mematikan mata-pencaharian rakyat.

    Saat ini berapa banyak kapal-kapal penangkap ikan asing yang beroperasi di perairan laut kita dengan modus bendera Indonesia serta ber bendera asing dengan mengantongi ijin dari calo Pemerintah.

    Dengan Kapal-kapal modern, peralatan modern, mereka menangkap dan menga-palkan kekapal lain langsung ditengah laut membawa keluar hasil tangkapan dari perairan kita kenegara lain, tanpa satupun kontrol yang dapat atau yang mau memeriksa mereka.

    Malah dengan Keputusan Pemerintah bahwa perusahaan national dilarang mengimport Kapal dengan kapasitas tertentu dari luar negri, sedangkan jumlah produk dok kapal kita belum mampu memproduksi kapal kapasitas tersebut, sehingga nelayan kita hanya dapat memproduksi kapal-kapal traditional, kapal kayu yang dibuat sejak ribuan tahun lampau oleh bangsa kita. Kesimpulan bahwa Pemerintah kita memaksa rakyat kita hidup dalam teknologi masa silam untuk hidup di masa kini, karena ketamakan atau kemunafikan kebanggaan pribadi seseorang untuk membanggakan pribadinya, yang dapat memproduksi hasil teknologi tersebut.

    Semua dikorbankan untuk pikiran ambisi yang munafik ini. Kegagalan nelayan bangsa kita dan kegagalan sistem angkutan laut kita adalah salah satu kesalahan keputusan Pemerintah kita di masa lampau dalam perijinan dan mungkin juga peraturan larangan import kapal-kapal tersebut.

    Jangan menyalahkan rakyat nelayan kita. !!!

    4. Kehancuran terumbu karang di dekat-dekat pantai, ini cenderung akibat keputus-asan para nelayan kita, yang tidak tahu lagi harus berbuat apa. Mereka berupaya mendapatkan ikan walau dengan segala cara, yang memungkinkan merusak terumbu karang serta benih-benih ikan yang turut mati karena ledakan atau sengatan arus listrik.

    Karena mereka tidak dapat bersaing dengan pengusaha besar ataupun pengusaha asing. Dan anak-anak, istri juga orang-tua mereka menunggu dengan kemiskinan untuk pengisi sesuap makan-an untuk mempertahankan kehidupan dalam kesengsaraan serta keputus-asaan ini.

    Percayalah bahwa nelayan kita punya nyali dan kemampuan menjalankan kehidupan mereka sebagai nelayan, asalkan keadilan dan kewajaran dalam aturan berusaha yang bijaksana.

    Dan kami percaya modal dasar dari dana JPS dapat digunakan sebagai modal dasar untuk memulai keterting-galan dan kekalutan ini, akan menyam-bungkan kembali rantai ekonomi kehidupan nelayan serta akan membawa effek panjang dalam kehidupan bangsa ini.

  40. DR.IR.H.Tara | 1 June, 2009 19:43

    3. PENAMBANG

    Dalam perut Bumi Negara kita ini banyak sekali memiliki/mengandung mineral atau benda-benda berharga, seperti; emas, perak, tembaga, intan, minyak bumi, gas alam dll.

    Banyak daerah tambang yang telah dikuasai oleh perusahaan tertentu yang telah mengantongi ijin dan kontrak penggalian yang tidak diimbangi oleh kejelasan kewajaran bagi-hasil untuk Negara, untuk masyarakat setempat serta masyarakat yang telah lama turun-temurun mengeluti pekerjaan yang berhubungan langsung dengan hasil-hasil alam tersebut.

    Mereka dengan peralatan traditional dan boleh dikatakan primitif, melaku-kan pekerjaan ini hingga sat ini.

    Contoh, pendulang intan dan emas di Kalimantan, suku Dayak, yang telah ribuan tahun mendiami dan melakukan pekerjaan tersebut, diatas tanah leluhur mereka.

    Tapi kini mereka dipaksa untuk menyetujui, untuk mengerti dan berhenti mendulang oleh kuasa Pemerintah dengan kekuatan Polisi/Militer, mereka di cap sebagai pendulang haram atau gelap atau biasa disebut liar.

    Mereka dikejar, mereka diancam, mereka ditangkap dan di penjarahkan. Apa kesalahan mereka.

    Apa hak kita melakukan pelarangan itu.

    Hal-hal seperti ini membuat atau menanam bibit benci kepada Pemerin-tahan Bangsa ini.

    Mereka tidak tahu apa itu Pemerintah, apa itu kontrak kerja dengan ijin penguasaan lokasi, dan mereka tidak tahu kenapa itu dapat terjadi.

    Hanya segelintir manusia yang melakukan kroni yang mecicipi hasil diatas penderitaan masyarakat kita.

    Berapa persen yang masuk dalam kas negara, walaupun besar apakah itu adil bagi mereka yang mengalami langsung ketidak adilan ini.

    Kenapa kita tidak merangkul mereka dalam menggali hasil alam tanah leluhur mereka untuk sebagai penggali atau pendulang yang hasilnya dapat diterima oleh perusahaan tersebut, dengan suatu sistem dan penilaian yang bijaksana, malah kalau perlu kita dapat membantu mereka dengan penyuluhan serta bantuan peralatan ataupun modal bagi kemajuan mereka yang dapat sejajar dengan perusahaan tersebut ?.

    Karena hal seperti ini tidak ada bedanya dengan perampokan dalam kehidupan penjajahan di alam kemerdekaan negara ini. Siapa yang merdeka ?, kaum kroni!

  41. DR.IR.H.Tara | 1 June, 2009 19:43

    4. KAUM PEKERJA PABRIK

    Kalau kita perhitungkan dengan baik, berapa persenkah masyarakat kita yang hidup sebagai pekerja pabrik besar/multi nasional, kami kira hanya beberapa persen saja. Kebanyakan mereka bekerja di perusahaan-perusahaan yang tumbuh atau terbentuk disebabkan adanya perputaran ekonomi.

    Dan kalau kita perbandingkan dengan alam negeri kita ini cukup beralasan kalau kita konsentrasi memajukan negara kita dalam bidang pertanian dan perikanan. Bukan berarti kita membiarkan begitu saja masyarakat kita yang bermata penca-harian dalam produksi, mereka akan ikut dengan sendirinya karena terjadi kebutuhan dan penyediaan. Kecenderung-an kita dalam arah konsep strategi jangka panjang bangsa kita harus tidak melupakan akan alamnya.

    Contoh Australia, Amerika, Belanda, dan yang paling dekat dengan kita Thailand, akan dan telah menjadi negara produksi agra yang besar dalam kanca dunia, walau keadaan alam mereka tidak sebaik kita.

    Seperti Amerika dapat menyediakan makanan se per lima kebutuhan dunia. Dengan demikian negara tersebut tidak akan mengalami bencana kelaparan walau resesi ekonomi melanda dunia, karena kebutuhan pokok tersedia, juga terbukti bahwa mereka tidak tertinggal dengan industrinya, karena industri akan selalu mengikuti pertumbuhan ekonomi.

    Lain dengan negara industri, industri adalah salah satu hasil dari kreasi kemampuan SDM rakyatnya untuk mempertahankan kehidupan diatas bumi yang tidak atau kurang mendukung. Seperti Jepang, Jerman, Singapura, Korea dll, mereka hanya memiliki kemungkinan bersaing dalam tehnologi yang diimbangi SDM rakyatnya untuk memutarkan perekonomian di negara mereka atas hasil produksi yang mereka jual ke negara lain.

    Persaingan tehnologi akan terjadi ketat terus menerus mengimbangi kebutuhan masyarakat dunia dan persa-ingannya.

    Sedangkan untuk negara kita Indonesia, dengan alam, SDM rakyatnya yang masih jauh diting-galkan, apakah pantas apabila kita menggebu-gebu memaksakan diri dalam perubahan dari masyarakat agra menjadi msyarakat industri dan berlomba dalam persaingan teknologi tinggi ?!.

    Kalau sebagian dari masyarakat kita boleh dikatakan harus!, tapi kalau seluruh konsentrasi pemerintah menjurus kearah itu, Bodoh !!!.

    Apakah pantas pemerintah kita dengan harga mati mengganyang perusahaan kecil kita yang meniru atau menjiplak atau mengekor ketenaran hasil produk bangsa lain.
    Sedangkan kalau kita telusuri sejarah, negara maju seperti Inggris, Perancis, Jerman dll, mereka telah lebih maju dalam ekonomi serta SDM rakyatnya pada masa penjajahan, sebagai penjajah pada saat itu mereka memiliki dana untuk nya.

    Terbukti juga, Jepang, Taiwan, Korea dll banyak lagi, mereka pada mulanya merupakan negara yang di cap sebagai negara peniru, pen jiplak dan pengekor dan perampok hak paten, tapi dengan demikian mereka mampu mengekor perkembangan industri dunia dan membawa kesejahteraan rakyatnya dan berhasi membentuk menjadi suatu negara yang kuat dengan dasar SDM rakyatnya.

    Biarkanlah bagian tehnologi dan industri mengikuti derap perkembangan kemajuan tenologi dan industri, bagian lain tetap konsentrasi dalam bidang kita yang telah ada dan dalam segala hal lebih mendukung, seperti Alam Bumi Pertiwi, rakyat, harus berjalan terus dengan perhatian khusus Pemerintah.

    Amerika, Australia dan banyak lagi, mereka memulai dengan agra merupakan basik utama dan setelah kemajuan industri agra mereka, dengan sendirinya kemampuan SDM rakyatnya me-ningkat, membawa kemajuan industri yang selalu mengikuti dibelakang kemampuan ekonomi masyarakat.

    Sehingga kemampuan industri merekapun dapat mengikuti persaingan dunia.

    Untuk kemajuan industri, peru-sahaan-perusahaan yang profe-sional yang kita perlukan, bukan perusahaan yang gelembung kare-na kroni, dan besar di paksa tanpa basis yang kuat, sehingga berantakan ter terpa kemacetan kepercayaan yang menbawa ke- kemacetan ekonomi.

    Suatu kenyataan bahwa banyak perusahaan kita yang jatuh pada saat kemacetan kepercayaan saat itu, sehingga terjadi suatu staknasi yang berkepanjangan dan membawa effek lanjutan kepada kemacetan ekonomi. Ini disebabkan kebesaran tubuh perusahaan bukan atas kemampuan dan yang terisi dari kesuksesan, tapi kebanyakan mereka besar dari hutang dan kebohongan.
    Yang terkena langsung effeknya adalah Rakyat pekerja dan seluruh rakyat kecil bangsa ini.

    Karena strategi pemerintah untuk mempertahankan keberadaan tong-tong kosong tersebut, walau peme-rintah telah mencoba dan mengor-bankan negara ini untuk memper-tahankan nya, toh mereka memang tidak mampu.

    Sebab mayoritas berisi dengan kebohongan.

    Tinggal hutang dan resesi ekonomi mengelayuti bangsa ini. Akibat kemacetan dan kehancuran perusa-haan-perusahaan tersebut membawa serta kemacetan ekonomi dan akhirnya berpengaruh terhadap perusahaan-perusahaan lain, juga perdagangan serta aktifitas ekonomi lainnya.

    Menyebabkan rantai kemacetan keseluruh bidang, yang memutarkan ekonomi, moneter, pengangguran dan kehilangan kepercayaan terhadap Pemerintah menuju ka os nya sosial.

    Apakah tidak lebih ideal apabila perusahaan-perusahaan tersebut dibe-rikan dengan ikut andil perusahaan profesional yang benar dan yang telah menggeluti bidangnya untuk mene-ruskan perusahaan-perusahaan terse-but, terpenting mereka benar dapat menjalankan dan benar dapat menam-pung pekerja kita yang akhirnya dengan kontrak keja-sama yang wajar dan adil akan menghasilkan pajak dan perputaran ekonomi negara ini.

    Kita jangan terbuai lagi dengan slogan-slogan nasionalis yang semu atau bohong dalam memper-tahankan kebo-brokan mereka. Tapi kita perlu yang betul-betul profe-sional dan mampu menjalankan nya.

    Mungkin kita menutup mata bahwa Perusahaan mobil Mecedes Benz Jerman sebagian besar sahamnya adalah milik rakyat bangsa Arab?.

    Dan berapa besar arti bagi bangsa dan negara kita perusahaan seperti UNILEVER, walau perusahaan tersebut adalah perusahaan asing (PMA).

    Kita tidak perlu memaksakan diri men-subsidi diatas penderitaan rakyat untuk memajukan suatu perusahaan, tapi kita perlu mendukung sepenuhnya bagi-/untuk perusahaan yang mengun-tungkan dan yang akan menarik gerbong usaha-usaha pendukung nya.

    Perusahaan kecil dari usaha rakyat diperlukan dukungan pemerintah, karena perusahaan-perusahaan ini yang memiliki padat karya.

    Bantuan Pemerintah seperti mem-bantu penyediaan sekolah-sekolah keju-ruan yang lansung mendidik bagi calon pekerja sesuai keahlian yang dibutuhkan, sehingga kemampuan mem-produksi ser-ta kwalitas produksi akan lebih baik dan akan membawa effek nilai tambah peng-hasilan, baik bagi pengusaha maupun pe-kerjanya.
    Permodalan, jalur penyediaan bahan baku ataupun jalur pemasaran baik ke dalam negri ataupun luar negri dapat dibantu oleh pemerintah melalui atase perdagangan dari seluruh kedutaan besar Indonesia di luar negri (jangan Konsulat kita diluar negeri hanya merupakan orang-orang yang diungsikan dari kanca politik semata, yang menghasilkan hanya mereka-mereka nyang tidak banyak gunyanya dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan oleh negara untuk kehidupan mewah mereka. Sehingga mengurangi makna dari keberadaan mereka di negara laian.

    Akan sangat membantu bagi pengusaha kecil apabila pemerintah betul-betul memperhatikan dan membantu memberikan informasi-informasi yang cukup, seperti menyediakan suatu badan penerangan yang mengisi tugas departemen penerangan.

    Apabila badan penerangan ini bisa ada dan bekerja mengumpulkan seluruh informasi dari seluruh kedutaan besar, bekerja secara profesional, dengan pembiayaan dari hasil pajak yang akan diterima dari hasil export dan import, maka perusahaan kecil atau pengrajin atau koperasi usaha rakyat dapat menjual produksinya tanpa melalui tengkulak pengexport.

    Lambat-laun mereka akan dapat be-lajar memperbaiki kwalitas produksi serta sistem managemen nya secara profesional, sesuai pangsa pasar, yang mereka hadapi langsung dan pihak pembeli pun akan dapat langsung membantu memberikan bantuan tehnis.

    Karena hingga saat ini, export hasil produksi pengrajin belum/tidak langsung oleh pengrajin sendiri, dilakukan melalui agen/pengumpul, timbul suatu kesulitan dalam komunikasi antara pembuat dan pembeli, hal ini sangat menghambat kemajuan perusahaan pengrajin dalam penyesuaian, mempelajari serta perbaik-an yang harus disesuaikan apa yang di inginkan pembeli.

    Begitu juga investasi di negara kita ini menanggung beban yang sangat besar dari ketidak pastian hukum perburuan kita;
    • Bagi buruh benar harus mendapat-kan kepastian kehidupan mereka yang telah di berikan keseriusannya ke perusahaan dimana mereka bekerja, baik jaminan kesehat diri, keluarga serta jaminan langgengnya lapangan pekerjaan bagi mereka dengan jaminan penerimaan pensiun ataupun PHK, dengan kepastian ini niscara mereka akan lebih berdedikasi untuk tempat mereka bekerja.
    • Begitu juga kebalikannya bagi pe-ngusaha yang berinvestasi, mereka perlu kejelasan hukum yang dapat menaungi mereka, baik dalam hal perburuhan maupun keamanan serta kelancaran dalam berusaha. Mereka niscaya akan menyiapkan diri untuk dapat memenuhi jamiman-jaminan bagi buruhnya, apabila da suatu asuransi yang jelas untuk menutupi jaminan kesehatan, pendidikan maupun pensiun/PHK bagi buruhnya.
    • Semua ini asal ada kepastian.
    • Sehingga investor begitu juga pekerja memiliki kepastian dalan peraturan serta jaminan bagi mereka sesuai dengan kedudukan dan prestasi.
    • Niscaya investor baik dalam negri serta luar negi akan mau berusaha dinegara kita ini, dengan positiv maupun negativ yang kan selalu dapat diimbangi bagi mereka.
    • Lapangan pekerjaan akan lebih baik.

  42. DR.IR.H.Tara | 1 June, 2009 19:44

    IV. KEADILAN SOSIAL :

    Kembali kepada kata “KEADILAN SOSIAL”, menurut hemat kami peme-rintah telah berusaha untuk menciptakan nya, tapi mungkin kesalahan penerapan dan pembagian subsidi yang menimbulkan malah hal-hal negatif.!

    Seperti :

    1. Subsidi kredit bunga rendah jangka panjang untuk kepemilikan perumahan rakyat di perkotaan, yang merupakan salah satu penyebab tidak berputarnya ekonomi daerah, terjadi urbanisasi besar-besaran serta terbengkalainya produksi agra/pertanian bangsa kita.

    2. Subsidi pembangunan pabrik-pabrik ber-skala besar dengan bunga rendah jangka panjang dengan dalih dan ikatan kroni, yang merupakan salah satu penyebab hancurnya ekonomi palsu di negara ini.
    3. Subsidi bahan bakar, seperti bensin, solar. Berapa besar rakyat yang dapat langsung menikmati dari subsidi pemerintah yang menguras dana APBN ini, mungkin lebih dari 123,000,000,000,000.00 Rupiah per tahunnya.

    Apakah tidak lebih baik dana tersebut di tempatkan pada pos-pos yang benar dan bijaksana seperti;
    - Bantuan pembebasan biaya sekolah, administrasi dll untuk sekolah-sekolah negri sehingga rakyat bawah dapat menyekolahkan anak-anak mereka yang juga merupakan generasi penerus bangsa ini.
    - Bantuan pembebasan biaya berobat di puskesmas-puskesmas termasuk obat-obatnya, dibangun lebih banyak lagi rumah sakit umum pusat, pada setiap kota atau kota-madya atau kabupaten sebagai perhatian kesehatan rakyat bawah bangsa ini. Kami percaya sedikit sekali orang mampu yang mau ke rumah sakit sederhana (RSUP / PUSKESMAS).

    - Untuk angkutan umum, sebaiknya dibuat perhitungan dalam subsidi, seperti; pembebasan segala pajak bagi kendaraan umum, pengembalian pajak bagi pembelian suku-cadang pada masa restitusi laporan pajak tahunan perusahaan, pembebasan biaya trayek, pembebasan biaya terminal, pembebasan pajak STNK, pembebasan PP perorangan yang bekerja diperusahaan angkutan umum itu.

    - Pembangunan sarana angkutan umum alternatif lain, seperti kereta komuter di sekitar kota besar dan planet-planetnya, sehingga pengankutan masyarakat lebih ideal dan effektiv.
    - pembangunan sarana angkutan kereta api penghubung kota besar dengan kota-kota kecil serta areal transmigrasi, agar angkutan ini lebih effektif dapat digunakan bagi masyarakat, baik langsung untuk masyarakat, transmigran maupun masyarakat kota yang membutuhkan hasil produksi masyarakat tranmigrasi ini, begi-tu juga kebalikan nya.

    - Rehabilitasi Peremajaan areal kumuh dan bantaran sungai di perkotaan, sehingga perputaran ekonomi di sektor riil dapat menjadi penarik sektor lainnya. Dan dengan sistem kros-subsidi akan memu-tarkan ekonomi dan modal kerja dalam rehabilitasi/peremajaan tersebut, serta penyediaan papan bagi masyarakat bawah diperkotaan yang juga merupakan perbaikan arus aliran sungai untuk menghindar petaka banjir yang terjadi setiap tahunnya.

    - Pembangunan infrastruktur pertanian
    - Pembangunan infra struktur perikanan/nelayan
    - Lain-lain

    Dengan Rp. 123,000,000,000,000.00 Ini banyak dapat kita buat bagi kepentingan dan persiapan pertumbuhan ekonomi negara, yang akan langsung membentuk lapangan kerja serta dengan sendirinya mengangkat kesejahteraan kehidupan rakyat banyak.

    Seterusnya akan memungkinkan masyarakat mem-bentuk generasi yang sehat dan SDM yang baik.
    Karena dengan tersalurnya subsidi sebesar 123 triliun itu ke tempat yang benar, maka otomatis dana tersebut akan memutarkan lagi perputaran ekonomi keseluruh bagian yang tersangkut dalam penyediaan dan produksi.

    Contoh; apabila setiap perusahaan yang memproduksi keperluan perputaran dana tersebut dengan rata-rata 2 miliard Rupiah per tahun, dengan memper-kerjakan rata-rata 30 orang pekerja dalam satu perusahaan, maka akan menampung pekerja sebanyak 615.000 perusahaan, berarti mempe-kerjakan 18.450,000 pekerja.

    Apabila diperhitungkan perputaran dari hasil pendapatan masyarakat pekerja maka akan terbentuk angka yang sangat menakjubkan, sedikitnya menjadi 3 x 18.450,000 = 55,350,000 pekerja dan akan menghidupi lebih dari tiga juta jiwa.

    Belum lagi side effect dari hasil pembangunan dan sosial bagi masyarakat.

    Untuk kebutuhan biaya bahan bakar kendaraan, biarkan masyarakat menengah keatas atau masyarakat yang memaksakan diri hidup dengan gaya kehidupan masyarakat atas yang mengaturnya.

    Dengan sendirinya mereka yang tidak atau kurang mampu akan mengembalikan gaya kehidupan mere-ka pada tempat sebenarnya dan akan berkurang banyak kebutuhan sehari-hari angkutan kendaraan pribadi, mengurangi pemborosan dana yang terbakar, mengurangi polusi udara, mengurangi devisen negara dalam mengimport bahan bakar dan ken-daraan serta suku-cadangnya selan-jutnya akan mengurangi kemacetan jalan raya sehingga efisiensi akan lebih tercipta.

    Karena saat ini negara kita terkenal dengan sebutan negara dengan rakyatnya sebagai masyarakat konsumen tertinggi.

  43. DR.IR.H.Tara | 1 June, 2009 19:44

    V. PENUTUP.

    Semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa bangsa kita, dan mau memberikan bimbingan kepada umatnya menuju jalan yang benar, yang akan mengembalikan bangsa ini memiliki harapan dan memiliki generasi penerus yang baik.

    Tulisan ini khusus dituliskan oleh penulis untuk seorang wakil rakyat

    Sdr.
    Drs. H. Abdullah Alwahdi
    Anggota DPR / MPR-RI-Komisi IX - No. A-276

    Semoga tulisan ini dapat mengetuk dan menper dengar kan jeritan kami, rakyat kecil.

    Amin.

  44. fitrina | 30 June, 2010 08:01

    ass… sy tinggal di kota bontang - kaltim, sy ingin berlangganan majalah tempo. gimana carax? Mohon di balaz ke email sy, trims

  45. pemuda | 15 July, 2010 09:26

    Maju terus Tempo.. Beritakan Kebenaran… Kami Mendukungmu…

  46. Jabon | 6 August, 2010 16:53

    jabon

    wah koranhya keren udah di jadikan ebook ….

  47. agus | 5 November, 2010 16:19

    very nice . Tanks

  48. dian | 17 February, 2011 21:43

    bagaimana kalo ingin melihat arsip berita yg sudah lama.? mohon di sediakan fiturnya

  49. Abd.Teng | 10 March, 2011 16:39

    Makassar, 09 Maret 2011

    KORUPTOR LEBIH SESAT DARI AHMADIYAH
    Kekisruhan yang terjadi di negeri ini tentang Ahmadiyah sudah setara dengan pelanggaran Ham berat oleh kelompok anak bangsa yang merasa diri mereka paling benar di mata Allah SWT, mereka yang secara membabi-buta menyerang dan melakukan kekerasan terhadap para pengikut Ahmadiyah yang nota bene adalah sesama anak bangsa.Tragisnya Pemerintah dan para Ulama pun menutup sebelah mata melihat hal ini, se-akan akan melakukan pembiaran terhadap rakyatnya untuk melakukan kekerasan dan saling membunuh.Nauzubillahi min zhalik. Saya bukan pengikut Ahmadiyah namun sebagai sesama anak bangsa hati saya terenyuh sedih melihat fenomena ini, dan dalam tulisan ini saya sengaja memberi judul tersebut diatas dengan logika dan hati nurani saya bahwa pada hakekatnya para Koruptorlah yang sesat dan harus dibasmi, akibat perbuatan mereka sebagian besar rakyat negeri ini menderita, bahkan mati kelaparan. Dan sepanjang pengetahuan saya Ahmadiyah selama ini tidak pernah berbuat masalah yang merugikan orang lain, mereka melaksanakan keyakinan tanpa melakukan pemaksaan kepada orang lain untuk mengikuti keyakinan mereka, bahkan tidak pernah menghina Islam, karena mereka juga penganut Islam dan pembela Islam.Mereka juga sebagai warga Negara yang baik. Nah, dari apa yang saya utarakan, saya ingin mengatakan bahwa terjadinya kekisruhan ini kunci kesalahan adalah pada Pemerintah, para Ulama, dan Pemimpin ormas Islam garis keras. Pemerintah tidak mengambil tindakan tegas untuk melindungi rakyatnya yang di zalimi itu,yang nyata-nyata telah melakukan pelanggaran melampaui batas-batas kemanusiaan dan denagn alasan apapun tidak dapat dibenarkan. Kemudian para Ulama dan pemimpin Ormas Islam, tidak tersentuh sedikitpun hati mereka akan akhlak Rasulullah SAW yang begitu mulia. Mereka kemungkinan merasa senang melihat umat dan anggota jamaah mereka melakukan kekerasan dan saling membunuh, demi mempertahankan sebuah perbedaan dan memvonis orang sesat. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa akan datang suatu zaman diamana Islam akan menjadi 73 golongan , 1 golongan yang masuk surge yaitu Ahlussunah-waljamaah. Tapi dalam hadist itu Rasulullah SAW tidak pernah perintahkan perangi yang 72 golongan yang tidak masuk surge itu..Saya yakin apa yang disinyalir Rasulullah itu saat in sudah terjadi dan sekarang Islam sudah ber-firkah-firkah dan banyak aliran dan pemahaman. .Nah, apa salahnya mereka yang beragam pemahaman itu mengklaim diri bahwa merekalah yang Ahlussunah, dalam hal ini termasuk Ahmadiyah.Sebenarnya kita tidak perlu takut terhadap pemahaman orang lain kalau kita yakin pemahaman kita benar,karena Allh sudah janjikan Islam (Al-qur-an) akan dijaga oleh Allah sampai hari kiyamat, dan yang sesat Allah sendirilah yang menghukum. Saya mohon kepada para Ulama dan ormas serta umat Islam, kita harus yakin dengan janji Allah ini,kita harus berpikir dengan menggunkan akal bathin supaya jiwa kita halus untuk menuju kepada Yang Maha halus Jangan terlalu gunakan akal lahir nanti jiwa kita kasar. Sebenarnya pada hakekatnya kita ini belum tau tentang sesat atau tidak sesat sesorang termasuk diri kita, karena kita belum meninggal (wafat), sebab pengadilan Allah itu di akhirat. Toh, kalau kita mengganggap ada yang keliru dalam pemahaman , apa salahnya para ulama dengan santun dan bijak berdialog dengan mereka meluruskan pemahaman mereka, namun kalau mereka tidak bersedia, biarkan nanti mereka berurusan dengan Allah. Kepada pemerintah saya mohon ada perhatian karena warga Ahmadiyah adalah warga Negara yang baik yang wajib dilindungi, tidak seperti KORUPTOR seperti kata SLANK. Sekian .. Wassalam
    Nb.Maaf saya bukan penulis, mungkin kalimat-kalimat tdk terstruktur, tulisan diatas mengalir dari pikiran saya sendiri karena sedihnya hati saya melihat fenomena ini.

    Syuman Patra
    Blok 1,no. 16 Sudiang Makassar.

  50. Musa Rumakat | 17 March, 2011 07:01

    bagaimana jadi lover majalah tempo apa persaratannya

  51. Musa Rumakat | 17 March, 2011 07:04

    bagaimana jadi lover majalah tempo

  52. R14AT | 5 May, 2011 12:53

    TO. DR. Ir H. TARA SAYA HERAN KOQ ADA MANUSIA YANG BERPIKIRAN PICIK DAN SEKERDIL PIKIRAN ANDA EMANG SANDANG PANGFAN HARUS PRES DAN WAPRES YANG URUS ITU SALAH ITU ADALAH URUSAN KITA RAKYATA YANG BEKERJA UNTUK MENINGKATKAN TARAP KEHIDUPANNYA JANGAN HANYA BERKOAR-KOAR YANG MEMAJUKAN SUATUA BANGSA ADALAH RAKYATNYA BUKAN PRESIDEN RAKYAT DGN KEMAUAN DAN TEKAD YG KERAS

  53. Dr. Khusnah Sadli | 6 May, 2011 08:00

    Di balik pembom bunuh diri. M. Syarif. Dia murka dan meledakkan diri, karena jengkel terhadap kepolisian Cirebon yang membeking kemaksiatan di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Kepolisian itu dan jajarannya selama ini membiarkan dan membekingi rumah-rumah remang-remang yang menjajakan bir dan perempuan-perempuan pelacur di sepanjang jalur pantura mulai Indramayu hingga Cirebon. M. Syarif murka setelah terprovokasi agar jihad memerangi kemaksiatan nyata yang dibeking kepolisian Cirebon dan sekitarnya.

  54. albert | 18 July, 2011 08:53

    Gmn carax bs liat pengumuman pelelangan pengadaan barang/jasa sulsel…thks

  55. odzie | 20 September, 2011 17:33

    majalah tempo tolong ditelusuri ulah politisir pejabat kota pekanbaru saya menilai banyak kasus didaerah ini

  56. odzie | 20 September, 2011 17:37

    terutama masalah pergantian camat & lurah secara masal, dan masalah pemilu ulang walikota kok kelihatanya pejabat” di PEKANBARU ini terlalu berkuasa

  57. Lazis | 10 October, 2011 07:24

    Lebih baik Epaper Koran Tempo memakai Softpress seperti Epaper Kompas dari pada memakai Pressmart. Softpress lebih mudah meggunakan utk membacanya

  58. Yust | 8 November, 2011 09:42

    Islam radikal sangat berbahaya bagi persatuan RI

  59. Moelan | 1 May, 2012 10:32

    Ilustrasi cover Koran Tempo sangat menghibur, lucu , cerdas,sangat mirip dengan foto aslinya, kritis dan nakal menyentil. Koran Tempo perlu mengangkat profil ilustratornya.

  60. MUSIK+ | 27 July, 2012 07:32

    Lebih baik Epaper Koran Tempo memakai Softpress seperti Epaper Kompas dari pada memakai Pressmart. Softpress lebih mudah meggunakan utk membacanya

  61. AMA Elecs Shop | 27 July, 2012 07:34

    Gmn carax bs liat pengumuman pelelangan pengadaan barang/jasa sulsel…thks

  62. lilik | 9 October, 2012 15:23

    mau nanya, no telpon koran tempo berapa ya? mau langganan soalnya.

  63. Andi Tenrie | 10 October, 2012 21:31

    Serius nih gak tau Lik? Nih ta´ bantuin biar asyik baca Tempo(enak loh bacanya, uh banyak berita yang tak ada dionline Tempo.co…
    Nomer na: 021 5360 409
    Fax no: 021 5439 569

    sukses yah…..

  64. surahman husain | 19 December, 2012 19:32

    saya mau berlangganan koran tempo versi PDF. bagaimana caranya ?

Silakan berkomentar, kawan!