Apr
21
Ada seribu satu cara untuk mengenang jasa R.A. Kartini, pahlawan asal Jepara yang telah meniupkan inspirasi kebangkitan di kalangan perempuan. Anak-anak yang duduk di bangku SD mengenang Kartini dengan berlomba memakai konde dan baju kebaya. Tempo punya cara lain untuk merayakan “kemenangan” ide-ide Kartini, yakni: mengganti logo tempointeraktif.com
Seperti yang tersaji pada hari ini. Huruf “o” pada kata Tempointeraktif diganti dengan sosok Kartini. Di Indonesia, penghormatan sebuah portal seperti yang dilakukan Tempointeraktif.com pada seorang sosok penting seperti ini adalah yang pertama.
Logo ini digarap oleh desainer kami yang paling “nakal” Eko Punto Pambudi. Eko adalah salah satu desainer yang membidani lahirnya desain Koran Tempo sejak koran itu terbit pada 2001. Dia pula, bersama desainer Gaus Surachman, yang mendandani desain baru Tempointeraktif.com.
Untuk “perayaan” hari Kartini yang jatuh pada 21 April kali ini Eko Punto menyiapkan dua desain. Lalu teman-teman redaksi Tempointeraktif.com menyaringnya menjadi satu.
“Cara ini bisa membuat wajah Tempointeraktif.com lebih segar,” kata S. Malela Mahargasari, Pemimpin Redaksi Koran Tempo sekaligus Tempointeraktif.com.
Tempointeraktif berencana akan menampilkan logo-logo baru menyambut berbagai hari bersejarah atau hari yang menyangkut penemuan penting. Mau ikut berbagi membuat logo Tempointeraktif.com? Silakan kirim ke kami.
[...] Update: Blog Tempointeraktif juga menulis tentang ini. Lihat. [...]
Saya kagum denga kreatifisasi Tempointeraktif, logo itu sangat bagus dan ideanya top banget, mengagumkan!. Salut buat semua petugas Tempointeraktif…, selamat dan maju terus, bravo…
benar - benar kreatif, jadi mirip Google.
sesuatu yang harus memang pantas unutk mengenang jasa pahlawan jangan sampai cuma lipservice,..
Gak salah tuh? 21 apa 1?
Wah, kreatif sih OKE,
Soal yang pertama kai sih oke, karena memilih hari penting sesi pahlawan. Tapi kalo inspirasi ngak murni kan, pasti imporlah…. hehehe
lha piye logo kok berubah2 trus.. gudang garam gak berubah2 selama ratusan thn.. mana ada yg rubah2 identitas kesannya reaktif deh
Sisi Lain Kartini : Pelopor Kebangkitan Nasional
Sejarawan George Mc Turnan Kahin, penulis buku Nationalism and Revolution Indonesia, mengatakan bukan Budi Utomo pelopor pembaruan pendidikan di Indonesia melainkan Kartini. Sementara itu Profesor Ahmad M. Suryanegara, dalam buku Menemukan Sejarah, menuturkan Kartini tidak hanya berjuang untuk perempuan, tapi juga untuk membangkitkan bangsanya dari kehinaan. Asvi Warman Adam menyimpulkan pula Kartini tidak hanya tokoh emansipasi perempuan, tetapi juga pelopor kebangkitan nasional.
Why do I btoehr calling up people when I can just read this!