Mar
12
Pada sebuah malam di sebuah restoran nasi goreng di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Seorang narablog, Widianto H. Didiet alias Widi, dan istrinya mampir. Bagi pencinta kuliner ini mengunjungi sebuah restoran memang wajib hukumnya. Apalagi jika restoran itu baru atau belum pernah didatangi.
Siapa sangka kunjungan Widi ke restoran nasi goreng di Kemang itu ternyata berakhir dengan kekecewaan. Di blognya, ia menulis, “Aku mencicipi nasi goreng buntut yang direkomendasikan oleh pelayan restoran itu dan rasanya HAMBAR! Sayang sekali, karena nasi goreng adalah judul dari restoran ini? harga Rp 45 ribu untuk nasi goreng seperti itu sangat berlebihan.”
Kekecewaan Widi bertambah ketika sebagai konsumen dia merasa tak dihargai secara layak. Ketika tengah menyantap makanan, dia dipaksa memindahkan sepeda motornya yang diparkir di depan ke tempat lain. Padahal ada sepeda motor lain yang lebih bagus diperbolehkan parkir di depan. Ia lalu menuliskan semua kekecewaan itu di blog. » baca selengkapnya
gugat, kemang, kuliner, makanan, ulasan
Jan
2
KALENDER telah berganti. Hari ini kita sudah memasuki tahun yang baru. Peristiwa demi peristiwa datang dan pergi, silih berganti. Sepanjang tahun lalu kita menyaksikan bagaimana kehidupan media sosial seperti blog jejaring pertemanan berderak-derak oleh pelbagai aksi, dari dukung-mendukung calon legislator, presiden dan wakilnya, cicak lawan buaya, hingga yang terakhir Koin Keadilan Prita.
“Lantas, bagaimana wajah blog dan media sosial tahun ini, Mas?” tanya Mat Bloger yang menemani saya kongko di sebuah kafe sore itu sambil melihat pengunjung mal lalu-lalang.
“Maksud sampean bagaimana ramalan saya di tahun ini ya? Memangnya saya tukang nujum ….” jawab saya.
Mat Bloger tergelak. “Yah, iseng-iseng, Mas. Siapa tahu ramalan sampean tepat seperti Mama atau Ki siapa itu….” » baca selengkapnya
2010, kasus, ramalan, ulasan
Oct
17
Seorang narablog mendapat pesanan dari perusahaan handphone untuk mengulas produk keluaran teranyar. Ia mendapatkan imbalan, uang atau barang, atas pekerjaan tersebut. Haruskah sang narablog mencantumkan disclaimer dalam tulisan itu?
Kalau sampean tinggal di Amerika Serikat, jawabannya ya. Sampean harus menyatakan secara terbuka bahwa posting sampean itu merupakan pesanan sponsor. Komisi Perdagangan Federal (FTC) yang mengharuskannya. FTC adalah badan independen yang misinya melindungi konsumen dan mengawasi kecenderungan praktek bisnis yang tak sehat. Pada 5 Oktober lalu, Komisi mengeluarkan aturan baru tentang endorsement and testimonial yang berkaitan dengan periklanan.
Aturan ini kontan menjadi buah bibir para pengguna media sosial daring, terutama karena aturan itu juga berlaku untuk para narablog. Dalam salah satu pasal disebutkan bahwa “narablog yang tulisannya mengiklankan atau disponsori suatu produk/jasa wajib menyatakannya secara terbuka”. » baca selengkapnya
advertorial, disclaimer, ftc, posting, review, ulasan