Sep
8
Apa sebetulnya manfaat Twitter bagi kita? Sekadar sebuah layanan media sosial atau lebih dari itu? Pertanyaan semacam ini menggoda saya pada saat jumlah pengguna microblogging itu semakin banyak. Di Indonesia saja diperkirakan ada sekitar 6 juta orang, terbanyak ketiga di dunia.
Setelah lebih dari dua tahun aktif di media sosial itu dan mengamati aktivitas penggunanya setiap hari, saya melihat Twitter memiliki banyak fungsi atau peran. Ada yang membuka ruang kuliah (orang menyebutnya “kultwit”), meminta dukungan untuk sebuah gerakan sosial, bersedekah, mencari donor darah, berbagi informasi lalu lintas, dan sebagainya.
Bagi sebagian orang lainnya, Twitter adalah tempat sampah yang sempurna untuk menampung semua keluhan. Di sanalah orang mengumpat arus lalu lintas jalanan yang macet, tetangganya yang berisik, pacarnya yang berselingkuh, atau gurunya yang menjengkelkan. » baca selengkapnya
manfaat, Media, sosial, tulis, Twitter
Aug
20
JEMPOL kini mempunyai fungsi baru. Dulu kita mengacungkan jempol sebagai tanda menyatakan setuju atau mengatakan bagus. Orang Jawa mengacungkan jempol untuk mempersilakan orang lain berjalan mendahului. Sekarang, dengan bantuan jari-jemari, jempol juga dipakai untuk ikut upacara, menaikkan bendera, atau bersedekah.
Upacara digital dengan jari dan jempol itu digelar oleh komunitas Indonesia Optimis. Pada perayaan hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus, yang jatuh pada Rabu lalu, komunitas tersebut menggelar upacara bendera secara digital di situs ID-Optimis. Cukup dengan menggerakkan jari dan jempol di komputer, laptop, tablet, atau telepon pintar untuk masuk ke situs itu, pengunjung sudah menjadi peserta upacara. Dan seluruh prosesi upacara bisa diikuti di layar gadget.
Jika hendak mengikuti prosesi lainnya, seperti pembacaan teks proklamasi, mengheningkan cipta, atau pidato amanat pembina, peserta upacara bisa membuka akun Twitter @ID_Optimis. » baca selengkapnya
17an, Facebook, Indonesia, like, merdeka, Twitter
Jul
23
“I miss the days when you had one phone number and one answering machine, and that one answering machine has one cassette tape, and that one cassette tape either had a message from a guy or it didn’t.”
Saya membaca kutipan dialog Mary Harris (diperankan oleh Drew Barrymore dalam film He’s Just Not That Into You) itu di sebuah blog. Penulisnya, sebut saja namanya Ririn, mengutip kalimat itu karena merasa seperti gadis yang kesepian di tengah keramaian pasar malam. Dia kehilangan pembicaraan yang intim dan personal, dari satu orang ke orang lain. Dan ia merindukan masa-masa ketika media sosial belum seriuh sekarang.
Media sosial memang telah mengubah cara orang berkomunikasi. Dulu satu individu bercakap-cakap dengan satu individu. Sekarang individu berkomunikasi dengan khalayak atau sebaliknya. » baca selengkapnya
Facebook, google, Media, sosial, Twitter
Jun
6
Siapakah bintang pasar malam sejati? Badut sirkus, pemain akrobat, penyanyi orkes dangdut yang bergoyang panas di panggung hiburan? Buat saya, orang yang selalu menjadi bintang di semua pasar malam adalah tukang obat. Dialah orang yang dengan penampilan begitu unik mampu membuat orang tertarik mendekat. Tua-muda, besar-kecil, pria-wanita, terpesona oleh orasinya yang nyaris tak pernah putus sepanjang malam.
Saya ingat, waktu kecil dulu dulu, setiap kali ada pasar malam di alun-alun, para tukang obat biasanya memakai setelan baju dan celana hitam, kaus dalam putih, serta entah kenapa selalu berkumis. Saat bekerja, dia ditemani satu atau dua asisten.
Tukang obat memakai mikrofon dengan volume yang disetel kencang untuk memanggil pengunjung berdatangan mengelilingi dagangannya. Tak mengherankan bila setiap kali tukang obat menggelar lapak, bisa dipastikan di situlah pengunjung berkerumun. » baca selengkapnya
bot, noise, signal, tweetwar, Twitter
May
9
Bagaimana seharusnya pejabat publik dan kantor-kantor pemerintah memanfaatkan media sosial? Apakah para pejabat sebaiknya memiliki akun Twitter?
Begitulah pertanyaan yang menggoda saya setelah membaca berita tentang isi pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka acara Overseas Private Investment Corporation (OPIC) di Jakarta, Rabu lalu. Acara ini dihadiri oleh ratusan pengusaha Amerika Serikat.
Dalam pidatonya, Presiden menyatakan Indonesia memiliki ‘kolam’ besar penduduk muda. Sekitar 50 persen dari 240 juta penduduk Indonesia berusia di bawah 29 tahun. “Pemuda kami ini bisa dibilang paling connected. Saat ini kita adalah pengguna Facebook tertinggi kedua di dunia, dan pengguna Twitter tertinggi ketiga,” kata Presiden.
Pernyataan itu menyiratkan banyak hal. Inilah untuk pertama kalinya kita mendengar pernyataan resmi Presiden mengenai perkembangan media sosial di Indonesia. Yudhoyono terkesan bangga atas pencapaian itu. Lantas bagaimana para pejabat di bawahnya menyikapi media sosial? » baca selengkapnya
media sosial, pejabat, pemerintah, Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono, Twitter
selanjutnya »