Enak di Blog dan Perlu

Internasional

nointernetRakyat Mesir tampaknya harus berterima kasih kepada Ujjwal Singh dan Google. Berkat inovasi Manajer Produk Google untuk Timur Tengah dan Afrika Utara inilah pemblokiran Internet oleh pemerintah Mesir bisa ditembus. Para pengguna Twitter dapat terus berkicau tentang situasi negeri yang tengah bergejolak itu ke seluruh penjuru dunia.

Pemblokiran saluran komunikasi yang dimulai pada 28 Januari itu adalah salah satu cara membungkam suara rakyat yang menentang pemerintah Husni Mubarak. Rakyat menuntut Mubarak yang telah berkuasa selama 30 tahun mundur dari jabatannya. Mereka menggunakan, salah satunya, Twitter sebagai sarana komunikasi dan menggalang kekuatan.

Akibat pemblokiran itu, seluruh jaringan Internet di Negeri Piramida tersebut padam total. Para penggunanya tak bisa mengakses ranah mayantara. Informasi perihal demo berdarah yang sebelumnya mengalir lewat jejaring sosial, baik Twitter, Facebook, maupun Skype, pun mandek.

Bagaimana cara pemerintah Mesir memadamkan jaringan Internet? » baca selengkapnya

, , , , , ,

PEKAN lalu, saya berjanji berbagi kiat menulis di ranah daring (online). Tulisan berikut ini merupakan penunaian janji itu.

Mengapa menulis daring perlu diulas? Mayantara adalah wilayah yang mahaluas dengan populasi situs yang begitu besar. Sebagai gambaran, NewsNetCraft mencatat ada 206.742 juta alamat situs web di Internet hingga Maret 2010. Jumlah ini tentu saja terus menanjak seiring dengan kemunculan situs-situs baru setiap hari.

Rata-rata waktu yang dihabiskan setiap orang di setiap situs berkisar 0,5-20 menit. Adapun lama rata-rata tiap orang membaca informasi di setiap situs berkisar antara tiga dan lima menit. » baca selengkapnya

, , , ,

Mat Bloger jadi manusia supersibuk sepanjang pekan lalu. Setelah pontang-panting ikut menyiapkan perhelatan Pesta Blogger 2009 pada Sabtu pekan lalu, dia membantu teman-temannya membuat acara tumpengan untuk memperingati Hari Blogger Nasional, yang jatuh pada 27 Oktober. Kesibukannya kian bertambah karena ia juga sedang dikejar-kejar setumpuk tugas harian dari kantornya.

“Napas saya seperti mau putus, Mas,” Mat Bloger mengisahkan pengalamannya tempo hari. “Belum lagi kalau ada narablog yang bertanya ini dan itu. Saya bingung.”

“Memangnya mereka bertanya soal apa, Mat?” tanya saya penasaran. » baca selengkapnya

, , , , ,