Enak di Blog dan Perlu

Digital

steve-jobs-1984-macintoshBukan Steve Jobs kalau tak membuat dunia shocked. Mungkin sudah hobinya, selalu menghadirkan banyak kejutan. Dunia pasti mengingatnya ketika dia menghadirkan pemutar musik layar sentuh pertama, iPod. Orang juga terpana saat dia meluncurkan sabak digital, iPad, produk yang telah dianggap “mati” dan tak laku oleh Microsoft dan Hewlett-Packard. Orang juga terkagum-kagum saat dia “melahirkan” baru sebuah telepon seluler lewat produknya, iPhone.

Jobs terlalu banyak memiliki kejutan. Bahkan untuk hal-hal sederhana, dia juga mengejutkan. Lihatlah “seragamnya” berupa kaus dan celana jins yang kini ditiru oleh orang-orang yang bergerak di dunia komputer.

Pekan ini dia datang dengan kabar kejutan: dia mundur dari jabatannya sebagai Chief Executive Officer Apple Inc. Surat pengunduran dirinya ditulis pada 24 Agustus 2011. Katanya, “Saya selalu mengatakan bila saya tidak bisa menjalankan tugas maka saya akan memberi kapan waktunya. Dan kini saat itu telah tiba.”
» baca selengkapnya

, , ,

Sudah lama orang menanti apakah Steve Jobs akan terus bertahan di Apple Inc. Jawabannya muncul kemarin: Jobs mundur dari posisi chief executive officer (CEO) Apple. Ini bukan pengunduran diri total, sebab ia tetap duduk di jajaran direksi dan masih karyawan perusahaan. Langkah ini mirip dengan yang ditempuh Bill Gates saat mundur dari posisinya sebagai CEO Microsoft. Ia tetap duduk di jajaran direksi yang bertanggungjawab atas pengembangan peranti lunak.

Jobs, apapun posisinya sekarang, tetap memiliki pengaruh kuat di lingkungan Apple. Sebagai inspirator yang menebarkan ilham dan motivasi bagi orang-orang Apple, posisinya terlampau kuat untuk digantikan oleh orang lain. Tim Cook sekalipun. Ia bukan sekedar pemimpin perusahaan, tapi orang yang memahami bagaimana mengembangkan teknologi sebagai seni dan sebagai bagian dari pengalaman manusia.

» baca selengkapnya

,

stevejobs-tua
Zaman mungkin akan menghentikan semua impian Steve Jobs. Tim dokter yang merawatnya, seperti dilansir majalah National Enquirer, memvonis pendiri Apple Inc itu umurnya tinggal enam minggu! Jobs beberapa pekan terakhir hidup bersama kanker pankreasnya yang makin ganas. Dia sudah berteman dengan kanker itu sejak tujuh tahun lalu. Majalah National Enquirer melansir foto Jobs terbaru yang kurus dan bobotnya turun drastis dari 79 kilogram menjadi 58 kilogram.

“Saya sangat mencintai Apple dan berharap kembali sesegera mungkin,” kata sosok yang didiagnosis menjalani transplantasi hati pada 2009 itu.
» baca selengkapnya

, ,

Larry Page tidak lama lagi akan efektif sebagai chief executive officer (CEO) Google. Ia menggantikan Eric Schmidt. Sepuluh tahun dimentori Schmidt dalam menjalankan bisnis mungkin sudah cukup bagi Page untuk mengemudikan raksasa ini.

Apa yang dapat kita pelajari dari Google (Larry Page dan Sergey Brin) dan juga Apple (Steve Jobs)? Banyak. Di antara sekian pelajaran berharga yang bisa kita petik dari pengetahuan dan pengalaman mereka ialah mereka memiliki sudut pandang yang serupa. Apa itu? Mereka mencari masalah yang terlihat jelas untuk dipecahkan, yang akan memberi efek besar pada jutaan orang.

Page, Brin, dan Jobs, yang berasal dari generasi berbeda, memiliki kemiripan dalam melihat dunia ini. Banyak orang memandang dunia (bisnis) dengan cara tertentu, misalnya dari produk, merek, harga. Tentu saja ini penting, tapi mereka memilih dari sudut pandang manusia dan cara manusia menggunakan teknologi. Produk, merek, harga, mungkin saham, gaji, dan selanjutnya, dipandang sebagai “efek”.

» baca selengkapnya

, , , ,

Banyak pujian disampaikan kepada Steve Jobs menjelang akhir tahun ini. Presiden Amerika Serikat Barack Obama memuji kreator Apple ini sebagai teladan yang pantas ditiru: pemimpin yang kreatif dan menjadi kaya karena kerja keras kreatifnya. Dinilai sebagai chief executive officer (CEO) yang paling berhasil dalam sepuluh tahun terakhir, Jobs dipilih oleh Marketwatch sebagai “manajer dasawarsa ini”. Media bisnis terkenal, Financial Times, menempatkannya sebagai “tokoh tahun 2010.”

Semangat kreatif Jobs berhasil mengangkat kembali kejayaan Apple, yang lenyap setelah ia ditendang dari perusahaan yang ia dirikan berhasan Steve Wozniak itu. iPad telah menjadi kiblat perusahaan lain dalam mengembangkan komputer tablet. Ia dipandang telah menyelamatkan industri musik dengan memperkenalkan model bisnis baru dalam menjual karya seni ini melalui produk seperti iPad dan iTunes.

Lewat visinya yang menembus zaman, Jobs berinovasi dengan terus-menerus memperbaiki “calon produk” yang tengah dikembangkan. Sebagai penuntut, kerewelannya menjadikan calon produk itu nyaris sempuna ketika dilempar ke pasar. Jobs agaknya mengetahui bahwa banyak orang, terutama penggemar produk teknologi Apple yang fanatik, menunggu kehadiran produk yang bukan hanya canggih secara teknologis, tapi juga artistik dalam desainnya.

Namun Jobs dan Apple bukan sekedar melempar produk baru ke pasar. Ia menjalankan strategi pembentuk pasar yang spesifik. Di tengah masa-masa yang ditandai oleh perubahan cepat, ketidakpastian yang tinggi, Jobs dan Apple bukannya mengambil sikap konservatif untuk mengamankan pangsa pasar yang sudah mereka kuasai. Alih-alih mengambil jalan yang aman, mereka justru berani mengambil risiko dengan membentuk industri yang baru, seperti ditunjukkan oleh iTunes, yang menjual karya musik di digital e-store.

Jobs adalah tipe pemimpin yang justru tidak nyaman dengan ketenangan. Ia lebih senang menjelajahi rimba yang lebat dan membuka jalan-jalan baru, jalan rintisan bagi perusahaan lain untuk menyusul dan mengikutinya. Sesudah Apple mengeluarkan iPad, berbagai perusahaan mencurahkan sumberdaya mereka untuk ikut menciptakan komputer tablet. Pertarungan Apple dengan produk lain memacu adrenalin kreatifnya untuk mencari terobosan; bukan sekedar memperbaiki produk yang sudah ada.

Di tengah ketidakpastian, banyak pemimpin perusahaan (juga pemimpin di sektor lain) yang cenderung memandang risiko sebagai sangat mencemaskan, namun Jobs melihatnya sebagai peluang. Sebagai aspiring shaper, ia bersama Apple membalik persepsi atas risiko dan reward dengan memperkuat persepsi atas reward dan mengurangi persepsi mengenai risiko.

Ketika ia menawarkan konsep iTunes kepada industri musik, banyak pemain lama di industri ini yang pesimistis. Banyak pengamat yang mula-mula meragukan apakah para pelaku di bisnis musik, termasuk para musisi, bersedia menjual karyanya di e-store dengan harga jauh lebih murah daripada compact disk. Namun mereka kemudian terperangah ketika menyaksikan bahwa karya mereka terjual dalam volume yang jauh lebih besar, lebih cepat, dan dapat dinikmati oleh jauh lebih banyak orang.

Revolusi seperti ini tidak akan lahir bila pemimpin perusahaan bukan seorang kreator yang melihat sangat banyak kemungkinan untuk mencapai sesuatu. Mereka umumnya percaya bahwa terdapat banyak jalan yang bisa dibentuk untuk mencapai masa depan. Kegagalan banyak pemimpin umumnya dikarenakan mereka berkutat pada satu jalan yang mereka anggap sebagai satu-satunya jalan yang mungkin ditempuh. ***

« sebelumnyaselanjutnya »