Dec
16
Steve Jobs memang mengundang keingintahuan banyak orang. Sejumlah buku tentang pendiri Apple ini dipajang di rak-rak toko buku begitu Jobs pergi. Kendati amat tebal (750 halaman untuk edisi Indonesia), karya Walter Isaacson sangat menyedot perhatian. Di AS, buku ini mengalami 3 kali cetak ulang dalam waktu kurang dari sebulan.
Berjudul Steve Jobs (diterbitkan Bentang), karya Isaacson ini merupakan biografi otoritatif mengenai Jobs. Penulis Einstein: His Life and Universe dan Kissinger: A Biography ini memang diminta Jobs untuk menyusun biografinya. Isaacson sempat menolak dan bilang akan menunggu setelah Jobs pensiun. Tapi, istri Jobs, Laurene Powell, memberitahu padanya tahun 2009, “Jika kau akan menulis buku tentang Steve, lebih baik kau menulisnya sekarang.” Jobs baru saja mengambil cuti sakit untuk kedua kalinya waktu itu.
» baca selengkapnya
Carmine Gallo, Jay Elliot, Leander Kahney, Steve Jobs, Walter Isaacson
Oct
22
Adakah yang bisa mengalahkan Steve Jobs? Bagi banyak orang, itu adalah pertanyaan mustahil. Tapi, tidak itu tidak bagi Andy Rubin. New York Times menjuluki lelaki ini dengan sebutan I-Robot Man, si manusia robot.
Dia memang pencinta robot. Bahkan di meja makannya pun ada robot yang bisa menyapa tamu. Dia juga punya sensor retina di pintunya–jauh lebih dulu ketimbang Dinas Imigrasi Amerika memakai sistem ini–untuk mengusir tamu yang tak diundang.
Bukan robot dan sensor retina itu yang membuatnya mengalahkan Steve Jobs. Tapi, salah satu mainan kecilnya, yakni: Android–nama lain robot yang juga dipakai untuk sistem baru telepon seluler pintar. Setahun belakangan ini penjualan ponsel Android sudah mengalahkan penjualan iPhone.
» baca selengkapnya
Android, Andy Rubin, Samsung, smartphone, Steve Jobs
Oct
9
Enam tahun yang lampau, dalam pidatonya di hadapan para mahasiswa Universitas Stanford, AS, Steve Jobs berpesan, “Jangan terjebak oleh dogma, yakni hidup dengan hasil pikiran orang lain.” Ia mengingatkan jangan sampai kebisingan pendapat orang lain menutupi suara hati Anda sendiri.
Di tengah lalu-lalang informasi dan opini yang berseliweran setiap saat, pesan Steve itu memperoleh relevansinya. Di sepanjang hidupnya, ia sendiri berusaha keras menemukan orisinalitasnya, di dalam pikiran-pikirannya maupun produk-produk yang ia hasilkan bersama timnya.
Pencarian orisinalitas itu ditopang oleh keberaniannya untuk mengikuti hati dan intuisinya. Sebagaimana ia pesankan dalam pidato itu, “Bagaimana pun, hati dan intuisi Anda telah mengetahui ingin menjadi apa Anda sesungguhnya.” Ini bukan perkara mudah, sebab dibutuhkan keteguhan hati di tengah apa yang ia sebut tadi “kebisingan pendapat orang lain.”
» baca selengkapnya
intuisi, passion, Steve Jobs
Oct
6
Steve Jobs adalah sejarah. Pikiran dan temuan-temuannya begitu hebat. Dunia tak akan melupakannya meski dia telah pergi selamanya, Rabu malam di usia 56 tahun.
Beberapa percikan pikiran Jobs pernah diulas di Blog Tempointeraktif.com. Ini beberapa di antaranya:
Seniman Hebat
“Good artist copy it, great artist steal it.” Siapa yang tak kenal mantra ajaib Steve Jobs, bos Apple Inc, itu? Para penggemar komputer keluaran Apple pasti tahu itu.
» baca selengkapnya
Apple, Steve Jobs
Sep
18
Bukan Steve Jobs kalau tak membuat dunia shocked. Mungkin sudah hobinya, selalu menghadirkan banyak kejutan. Dunia pasti mengingatnya ketika dia menghadirkan pemutar musik layar sentuh pertama, iPod. Orang juga terpana saat dia meluncurkan sabak digital, iPad, produk yang telah dianggap “mati” dan tak laku oleh Microsoft dan Hewlett-Packard. Orang juga terkagum-kagum saat dia “melahirkan” baru sebuah telepon seluler lewat produknya, iPhone.
Jobs terlalu banyak memiliki kejutan. Bahkan untuk hal-hal sederhana, dia juga mengejutkan. Lihatlah “seragamnya” berupa kaus dan celana jins yang kini ditiru oleh orang-orang yang bergerak di dunia komputer.
Pekan ini dia datang dengan kabar kejutan: dia mundur dari jabatannya sebagai Chief Executive Officer Apple Inc. Surat pengunduran dirinya ditulis pada 24 Agustus 2011. Katanya, “Saya selalu mengatakan bila saya tidak bisa menjalankan tugas maka saya akan memberi kapan waktunya. Dan kini saat itu telah tiba.”
» baca selengkapnya
Apple, iPad, mundur, Steve Jobs