Enak di Blog dan Perlu

Digital

samsung-vs-iphone1Adakah yang bisa mengalahkan Steve Jobs? Bagi banyak orang, itu adalah pertanyaan mustahil. Tapi, tidak itu tidak bagi Andy Rubin. New York Times menjuluki lelaki ini dengan sebutan I-Robot Man, si manusia robot.

Dia memang pencinta robot. Bahkan di meja makannya pun ada robot yang bisa menyapa tamu. Dia juga punya sensor retina di pintunya–jauh lebih dulu ketimbang Dinas Imigrasi Amerika memakai sistem ini–untuk mengusir tamu yang tak diundang.

Bukan robot dan sensor retina itu yang membuatnya mengalahkan Steve Jobs. Tapi, salah satu mainan kecilnya, yakni: Android–nama lain robot yang juga dipakai untuk sistem baru telepon seluler pintar. Setahun belakangan ini penjualan ponsel Android sudah mengalahkan penjualan iPhone.
» baca selengkapnya

, , , ,

SUATU malam di sebuah warung Internet (warnet) di jantung Kota Yogyakarta. Seorang penjaga terlihat sedang duduk setengah mengantuk menunggu pelanggan datang. Hanya sekitar lima orang anak muda yang saya lihat di belakang komputer saat itu. Padahal di ruangan tersebut ada sekitar 40 komputer. Ke mana para pelanggan warnet yang dulu saya ketahui selalu penuh itu?

smartphone“Mereka sudah punya handphone Cina, Mas,” kata penjaga warnet. “Anak-anak kuliah yang dulu biasa mampir ke sini, sekarang membuka Facebook atau chatting dari handphone.”

Dalam hati saya berpikir, ternyata ada yang berubah dalam perilaku orang dalam mengakses Internet. Perubahan ini mungkin berlangsung secara perlahan. Dan saya baru menyadarinya sekarang di dalam warnet dengan penjaga yang mengantuk itu. » baca selengkapnya

, , , ,

Tan Malaka, tokoh perjuangan yang begitu dipuja sebagian orang Indonesia, boleh saja mengatakan, “Imajinasi adalah takhayul yang meremehkan rasionalitas.” Tapi itu akan menjadi bahan tertawaan para inovator sejati. “Bukti kecerdasan sejati bukanlah pengetahuan, melainkan imajinasi,” begitu kata Albert Einstein.

Imajinasi, ya siapa yang bisa mengalahkannya. Sejumlah penemu hebat masa kini telah membuktikannya. Ketika pasar telepon seluler pintar atawa smartphone didominasi oleh Nokia dan sejumlah PDA berbasis Windows Mobile, imajinasi para teknokrat muda menggetarkan dunia. Steve Jobs datang dengan iPhone. Jim Balsillie dan Mike Lazaridis melahirkan BlackBerry. Dan, yang terbaru, para developer Google merilis Android.

Pasar ponsel pintar kemudian pecah berkeping-keping. Sebagian pasar itu direbut Balsillie dan Lazaridis. Sejak awal 1990, imajinasi kedua orang itu membubung ke langit. “Kami tahu surat elektronik akan menjadi fondasi bisnis, menggantikan faks.” Imajinasi mereka adalah membaca surat elektronik (surel) di ponsel di mana saja. Itulah yang membuat mereka kini bisa merebut separuh kue pasar ponsel pintar yang dikuasai Nokia.

» baca selengkapnya

, , ,