Enak di Blog dan Perlu

Blog

Pengelola dagdigdug dilanda gundah. Belakangan ini, layanannya disesaki oleh narablog yang berlomba-lomba mengikuti kontes SEO (search engine optimization).

Blog-blog peserta kontes itu umumnya berisi tulisan hasil copy and paste dari blog lain, tak mengindahkan etika dan tata krama. Sebagian lagi melulu berisi iklan promosi yang diduga bohong. Tapi rata-rata blog itu mengandung kata kunci tertentu yang bisa memancing kunjungan dan menaikkan statistik. » baca selengkapnya

, , , ,

Ada ribuan, mungkin puluhan ribu, blog milik para bos alias blog CEO. Kualitasnya macam-macam. Hanya sedikit yang menarik. Lebih banyak lagi yang membosankan dan tak bisa menjaring pengunjung. Apa penyebabnya?

Pertanyaan itu saya peroleh dari teman-teman di kalangan konsultan humas belakangan ini. Daripada menjawab satu per satu, mending saya tuliskan saja sekalian di sini. Jadi para pembaca boleh mengambil hikmahnya.

Sebelum bertanya, kawan-kawan yang jadi petugas atau konsultan humas itu bercerita bahwa klien-klien mereka sudah memiliki blog. Awalnya seru. Para bos bergairah menulis dan pembaca rutin berkunjung. Tapi lama-lama blog mereka sepi seperti kuburan. Padahal mereka sudah mempraktekkan segala macam teknik rekayasa sosial dan search engine optimization (SEO). » baca selengkapnya

, , , , , ,

Kasus pembunuhan seorang direktur BUMN yang menyeret nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar dan perempuan muda bernama Rani Juliani sedang jadi buah bibir. Tapi Mat Bloger justru menutup bibir rapat-rapat ketika menemui saya siang itu.

“Ada apa, Mat? Kenapa tampang sampean begitu ajaib?” saya bertanya.

“Saya baru saja tertipu, Mas.”

“Kok bisa? Bagaimana ceritanya?”

“Tadi saya beli DVD. Sampul dan judulnya menggoda sekali, Video Mesra Antasari dan Rani Juliani. Eh, setelah saya beli dan putar di rumah, ternyata palsu. Isinya ndak ada Antasari atau Rani sedikit pun, tapi film kartun. Semprul!” » baca selengkapnya

, , , ,