Enak di Blog dan Perlu

Blog

Sebuah kabar menarik datang dari Amerika Serikat. Hasil riset mutakhir yang diumumkan kemarin oleh lembaga penelitian Pew Internet menunjukkan bahwa remaja dan anak muda ternyata tak berminat lagi pada blog. Mereka lebih suka aktif di situs-situs jejaring sosial, kecuali Twitter.

Riset yang dilakukan pada September 2009 itu menyurvei 2.253 orang dewasa dan 800 remaja di Amerika untuk mengetahui bagaimana responden memanfaatkan Internet dan situs media sosial yang paling sering mereka akses.

Mengapa ABG (anak baru gede) di Amerika cenderung ogah mengelola blog? Bagaimana dengan para “alay” di Indonesia? » baca selengkapnya

, , , , , ,

Blog menyepi. Twitter kini jadi tempat pembicaraan merek-merek produk teknologi paling ramai di Indonesia. Bagaimana brand memanfaatkan momentum ini?

Mat Bloger sedang menatap senja jatuh di ufuk barat ketika saya lewat di depannya. Matanya kosong, seperti sedang melamun. Ia tak mempedulikan sekitarnya yang gaduh. Bahkan, ketika saya duduk di sebelahnya, ia tetap cuek. Olala, ada apa gerangan ini?

Karena penasaran, saya pun mencolek tangannya dan berteriak, “Woi! Bangun!”

Ia kaget. Saya terkakak-kakak.

“Kenapa sih, melamun? Patah hati, ya? Atau belum gajian?” saya bertanya. » baca selengkapnya

, , , , , , , ,

Matthew Robson memang baru berusia 15 tahun. Tapi perusahaan riset terkemuka, Morgan Stanley, menaruh kepercayaan begitu besar kepadanya. Remaja tanggung yang tinggal di London ini secara khusus diminta meriset dan memberi masukan tentang bagaimana remaja seusianya mengkonsumsi media.

Masukan dari anak muda seumuran Robson sangat penting bagi mereka yang berkecimpung di dunia riset, pemasaran, dan kehumasan. Para analis dan pemasar percaya bahwa khalayak pelan-pelan mulai berpaling dari media tradisional ke media-media baru di Internet. Dan anak muda adalah salah satu kunci perubahan itu. Berkat Robson, Morgan Stanley pun mendapat gambaran bagaimana perubahan itu terjadi. » baca selengkapnya

, , , ,