Aug
8
Ini masih tentang kesalahpahaman dan karut-marut di ranah blog. Tentang persepsi orang terhadap narablog (blogger) yang salah kaprah. Cerita dimulai ketika saya mendapat tugas berangkat ke Bangkok, Thailand, untuk mengikuti pelatihan tentang subsidi energi dan kaitannya dengan perubahan iklim.
Pelatihan itu berjalan baik-baik saja tanpa gangguan menjengkelkan. Kecuali ketika pada sebuah jeda makan siang, tiba-tiba telepon genggam saya menjerit nyaring. Saya lihat nomor identitasnya tak keluar. Berarti panggilan internasional. Mungkin dari Jakarta, begitu saya membatin. Karena merasa panggilan itu mungkin penting dan mendesak, saya pun menerimanya.
Setelah berbasa-basi, si penelepon memperkenalkan diri. “Mas, saya Miss Riwil dari maskapai penerbangan internasional Emprit Airlines. Perusahaan saya mau membuat lomba penulisan blog. Boleh minta tolong nggak?” » baca selengkapnya
blogger, calo, humas, lelang, makelar, narablog, pr, tender
Aug
1
Blogger (narablog) bukan jurnalis. Tapi orang sering salah paham. Mereka mengira keduanya sama saja — pekerjaannya sama-sama menulis — lalu menerapkan strategi yang sama pula untuk menghadapinya.
Begitulah kesan yang saya tangkap ketika Rabu lalu saya diundang ke sebuah seminar tentang penanganan krisis perusahaan di ranah daring (online). Dalam acara itu, saya diminta memberi insight kepada peserta, yang terdiri atas kalangan humas dan pemasaran, perihal blog dan narablog.
Seorang peserta, brand manager sebuah perusahaan, bertanya, “Bagaimana mengontak para blogger? Di manakah alamat mereka? Bagaimana caranya bila saya ingin mengundang mereka ke konferensi pers?” » baca selengkapnya
humas, jurnalis, marketing, narablog, strategi
Jun
30
Mat Bloger dan Kang Jurnalis ibarat air dan minyak. Tak pernah akur. Setiap kali bertemu, mereka selalu adu mulut. Mat Bloger kerap meledek pekerjaan Kang Jurnalis yang dianggapnya ketinggalan zaman. Laporannya selalu kalah cepat dibanding narablog (blogger) yang berada di mana-mana dan sangat lekas mempublikasikan informasi.
“Lihat saja sewaktu terjadi aksi kekerasan terhadap para pengunjuk rasa di Iran setelah pemilu kemarin, Kang. Siapa yang mengirim foto-foto dan kabar itu ke seluruh dunia? Siapa yang mengunggah video yang menayangkan bentrok antara aparat keamanan Iran dan para demonstran di YouTube? Pewarta warga dan para blogger, Kang. Bukan jurnalis tradisional seperti sampean,” kata Mat Bloger.
Kang Jurnalis merah padam karena diledek seperti itu. “Halah, baru sekali saja sudah bangga. Huh!” » baca selengkapnya
iran, jurnalis, jurnalisme, mumbai, narablog, Twitter, warga
Jun
21
Malaysia tak hanya memprovokasi Indonesia di perairan sekitar Ambalat. Di ranah blog, provokasi dari negeri jiran itu juga bertebaran. Salah satunya diungkapkan oleh seorang yang mengaku sebagai pendukung Malaysia yang katanya pernah berkunjung ke Indonesia. Blog tersebut, menurut sang pemilik yang mengaku masih 18 tahun, dibuat sebagai tandingan blog-blog Indonesia yang menghujat Malaysia. Blog anti-Indonesia itu mendapat pasokan “bahan bakar” dari isu tentang Ambalat dan berita seputar Manohara Pinot.
“Alamat blognya di mana, Mas? Saya mau ganyang dia,” kata Mat Bloger berapi-api.
“Halah, kemlinthi. Memangnya sampean itu siapa, Mat? Polisi? Preman? Anggota laskar atau front pembela ini dan itu? Saya justru sengaja tak mau memberi tahu alamat blog itu supaya sampean tak ikut-ikutan menyerang blog itu. Bukannya berhenti, nanti blog itu malah populer, dan tujuannya menarik perhatian tercapai kalau kita bereaksi.” » baca selengkapnya
Blog, Indonesia, lanjutkan, malaysia, narablog, perang