Enak di Blog dan Perlu

Nasional, Politik

survei-prabowo-2Adu balap di sirkuit pemilihan presiden segera dimulai. Dua kandidat sudah resmi maju, yakni pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dan Jusuf Kalla-Wiranto. Adapun pasangan Megawati-Prabowo masih maju mundur. Konon, Prabowo masih ngotot ingin duduk sebagai pengendali nomor satu di pemerintahan, walau bukan sebagai presiden.

Terlepas dari soal itu, bila ketiga pasangan itu maju, siapa yang bakal menjadi pemenang. Mungkinkah Yudhoyono-Boediono menang dalam dalam satu putaran?

Beberapa lembaga survei telah melakukan penelitian soal kepopuleran masing-masing kandidat. Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), misalnya, memberikan hasil mengejutkan. Pasangan Yudhoyono-Boediono bakal menang 70 persen. Atau menang dalam SATU PUTARAN.

Terlepas bahwa LSI memang dekat dengan Yudhoyono.Hasil ini diyakini banyak orang cukup valid. Sebenarnya, menurut bisik-bisik yang kami dengar LSI diminta melakukan survei terhadap peluang Boediono bila dipasangkan dengan Yudhoyono sejak sepekan setelah pemilu legislatif rampung.

LSI lalu konon menggelar tiga survei untuk kalangan grass root, kalangan kelang menengah dan kalangan opinion leader. Hasilnya sama: 70 persen memilih pasangan Yudhoyono-Boediono.

Tapi, hasil itu berbeda dengan hasil survei Lembaga Riset Indonesia. Mereka menggelar survei pada 3-7 Mei 2009. Hasilnya, Yudhoyono-Boediono meraih 32 persen suara, Kalla-Wiranto meraih 27,3 persen suara, Megawati-Prabowo mendapat 20 persen suara, dan 20 persen responden lainnya belum memilih.

Melihat dua survei ini. Anda percaya pada hasil survei yang mana?

, , , , , , ,

Susilo Bambang YudhoyonoDemikianlah ki sanak. Tapi ini ramalan dari Lembaga Survey Indonesia. Boleh percaya boleh tidak.  Tempointeraktif.com menuliskan hal ini.

“Riset terakhir Lembaga Survei Indonesia menunjukkan bahwa presiden saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono, bakal meraup 52,5 persen suara. Jumlah suara ini cukup untuk membuat pemilihan presiden digelar hanya dalam satu putaran.

Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia, Dodi Ambardi, Minggu (5/4), mengatakan tingkat keterpilihan Ketua Dewan Penasehat Partai Demokrat jauh di atas pesaingnya.

Berdasarkan survei terakhir LSI yang digelar 31 Maret-1 April 2009 itu, Megawati Soekarnoputri hanya memperoleh dukungan 18,5 persen. Urutan ketiga ditempati Prabowo dengan 5,6 persen dan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, dengan 4,4 persen. (www.tempointeraktif.com)

Ada banyak yang mesti disikapi soal ini. Pertama, apakah ini cara Partai Demokrat dan SBY untuk membentuk opini masyarakat bahwa seolah-olah dia akan menang telak.

Dengan pembentukan opini itu, maka selanjutnya masyarakat yang belum memilih atau ragu-ragu kemudian berpikir, “ya sudahlah buat apa memilih yang lain, toh tak menang juga”. Suara mereka pun membanjir ke SBY. Ini yang dalam dunia politik disebut bandwagon effect. Apakah survei ini adalah survei bayaran dari Partai Demokrat? Wallahu a’lam.

» baca selengkapnya

, , , ,