Enak di Blog dan Perlu

Ekonomi Bisnis

Di kota Bandung, “inovasi kuliner” seperti tak pernah berhenti. Satu jenis makanan dapat mengalami modifikasi beberapa kali sehingga melahirkan berbagai varian baru. Contohnya cireng alias aci digoreng. Aci adalah tepung kanji. Mula-mula kudapan ini berupa aci polos yang digoreng. Namun yang kreatif kemudian mengisi aci tersebut dengan sosis, kornet, atau isi lainnya. Jadilah cireng dengan berbagai varian rasa. Harganya jadi tiga kali lipat dibandingkan cireng polos.

Gehu pun dimodifikasi. Gehu adalah kependekan dari taoge dalam tahu (di Tanah Sunda ini banyak penganan yang namanya berupa akronim) yang digoreng. Belum lama berselang, untuk memenuhi selera konsumen yang doyan pedas, muncullah gehu pedas. Isinya masih taoge juga, tetapi dibubuhi sambal pedas. Gehu versi sangat pedas bisa membikin mulut meledak! Harganya lebih mahal dari gehu biasa, maklum harga cabe lumayan tinggi dan ukuran tahunya lebih besar.

» baca selengkapnya

, ,

Pengelola dagdigdug dilanda gundah. Belakangan ini, layanannya disesaki oleh narablog yang berlomba-lomba mengikuti kontes SEO (search engine optimization).

Blog-blog peserta kontes itu umumnya berisi tulisan hasil copy and paste dari blog lain, tak mengindahkan etika dan tata krama. Sebagian lagi melulu berisi iklan promosi yang diduga bohong. Tapi rata-rata blog itu mengandung kata kunci tertentu yang bisa memancing kunjungan dan menaikkan statistik. » baca selengkapnya

, , , ,