Jun
9
GOLKAR kembali membuat terobosan yang tak populer, yaitu dana aspirasi untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Nilainya nggak tanggung, mencapai Rp 8,4 triliun, artinya per kepala anggota dewan dihargai Rp 15 miliar. Angka ini berlaku untuk satu tahun. Jadi jika lima tahun menjadi senator, maka tinggal tinggal dikalikan lima saja. Wacana ini disampaikan Fraksi Golkar dalam pembahasan APBN 2011, pada Juni 2010.
Duit itu memang tak langsung masuk kantong anggota dewan, melainkan tetap berada di tangan lembaga pemerintah. Cara menarik duit ini, si anggota dewan saat reses akan turun ke daerah pemilihannya, lalu menampung aspirasi masyarakat yang menyampaikan kebutuhan untuk daerahnya. Selanjutnya, si anggota dewan meneruskannya ke lembaga terkait, dari sini akan lahir sebuah proyek untuk dikerjakan di daerah itu yang nilainya tak lebih dari dana aspirasi ini.
Wacana ini dimunculkan dengan alasan untuk menghentikan langkah calo proyek yang selama ini digeluti oleh cukup banyak anggota dewan. Alasan lainnya, agar aspirasi dari masyarakat yang disampaikan melalui si anggota dewan bisa terealisir. Selama ini, aspirasi tak bisa jalan, kecuali yang menampungnya adalah anggota dewan yang duduk di panitia anggaran.
» baca selengkapnya
dana aspirasi, Golkar, korupsi
Nov
7
Kisah perseteruan “cicak” versus “buaya” bergulir bagaikan bola liar di ranah Internet. Guliran kasus makin seru setelah dua petinggi nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi, Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto, ditangkap pada Kamis pekan lalu. Hari itu juga, dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Usman Yasin, membuat “Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto”. Dalam waktu sepekan, persisnya hari ini, aksi tersebut telah meraih lebih dari sejuta pendukung.
“Bagaimana aksi itu bisa mendapat dukungan secara cepat dan meluas, ya, Mas?” tanya Mat Bloger, kawan saya, yang sekarang gemar beraktivitas di media sosial, seperti Facebook dan Twitter. » baca selengkapnya
aktivis, buaya, cicak, gerakan, korupsi, media sosial, sosial
Mar
9
Namanya Abdul Hadi Djamal. Dia anggota Partai Amanat Nasional dan Komisi Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat. Ia juga memiliki blog di sini. Senin malam awal pekan ini, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Hadi. Ia diduga menerima uang suap.
Dalam sekejap, blog Hadi diserbu pengunjung. Mereka ramai-ramai meninggalkan komentar bernada caci maki dan hujatan di shout box. Aksi kecaman ini bahkan diberitakan di media-media daring, seperti Tempo Interaktif.
Entah kenapa, pada Selasa malam, blog itu mendadak tak bisa diakses. Blokir berlangsung sekitar satu jam, pukul 18.00-19.00 WIB. Dalam kurun tersebut, pengakses hanya mendapatkan satu halaman bertulisan “Blog ini terbuka hanya untuk pembaca yang diundang saja”.
Ada apa gerangan? » baca selengkapnya
abdul hadi jamal, Blog, cache, google, korupsi, tembolok