May
3
Yang Kebal Resesi
Burhan Sholihin
Tak ada resesi untuk kesenangan. Anda boleh percaya, boleh tidak, tapi industri game telah menuliskan sejarah tentang itu. Kembalilah ke tahun 2001. Saat itu industri “dotcom” menggelembung luar biasa. Perusahaan-perusahaan Internet bermunculan, lalu mereka rontok, karena dibangun tanpa dasar hitungan ekonomi yang matang. Balon-balon dotcom itu meletus. Duar!
Tapi, lihatlah industri game. Para pengelolanya, seperti Entertainment Arts atau Activisionm tetap bisa tersenyum lebar. Antrean pembeli Nintendo, PlayStation, maupun game komputer tetap panjang. Game seperti The Grand Thief Auto, The Sims, dan Halo tetap banyak dibeli.
Dalam masa malaise seperti sekarang ini, industri game lagi-lagi menunjukkan kedigdayaannya. Anak kecil atau orang dewasa di berbagai sudut bumi banyak mencoba melupakan impitan ekonomi dengan bermain Guitar Hero atau RockBand. Bahkan game genre baru yang dimainkan banyak orang bersamaan secara online melalui jaringan Facebook atau MySpace juga luput dari sergapan krisis. Salah satu contohnya adalah Texas Hold ‘Em, juga bikinan Zynga. Tiap hari game ini dimainkan oleh 2,5 juta orang di seluruh dunia. Dalam sebulan, jumlah pemaih game yang dibuat Mark Pincus itu mencapai 45 juta atau setara dengan seperempat penduduk Indonesia!
» baca selengkapnya