Enak di Blog dan Perlu

Agama, Buku

Sebagaimana bukunya yang terdahulu, Sejarah Tuhan (A History of God), judul buku Karen Armstrong ini juga menyodorkan impresi yang menggedor: Masa Depan Tuhan (meski judul edisi Inggrisnya: The Case for God). Apakah Tuhan memiliki sejarah dan karena itu juga mempunyai masa depan? Yang artinya Tuhan terikat oleh waktu: kemarin, sekarang, dan mendatang?

Karen tidak masa-depan-tuhan-armstrongberbicara dalam pengertian seperti itu, melainkan ia mengajak kita menyusuri bagaimana manusia memahami Tuhan di masa lampau hingga masa sekarang. Buku setebal 608 halaman ini (Mizan, 2011) mengisahkan bagaimana manusia mengonsepsikan Tuhan. Di masa budaya pra-modern, mitos dan logos menempati peran penting dalam cara manusia memikirkan dan meyakini Tuhannya. Peran mitos semakin berkurang ketika manusia memasuki zaman modern yang bertumpu pada rasionalitas ilmiah.

Karen mengutarakan pandangan yang menarik ketika menyebutkan bahwa tafsiran yang dirasionalkan atas agama ternyata melahirkan dua fenomena modern yang sangat khas, yakni fundamentalisme dan ateisme. Namun, walau pun saling berkait, kedua fenomena ini berada pada posisi berseberangan.

» baca selengkapnya

,