Enak di Blog dan Perlu

Buku, Ekonomi Bisnis

“Berbagilah Dunia bersama Kami.” Tahukah Anda siapa pemilik tagline ini? Mungkin Anda menjawab, “Apa peduli saya?”

Steve Lance dan Jeff Woll mencontohkan tagline di atas sebagai kesalahan yang paling umum dibuat oleh para pengiklan. Alih-alih menyampaikan manfaat bagi pengguna akhir (end user) mengenai produk atau jasa yang mereka buat, mereka hanya menepuk dada! “Kami luar biasa, bukan?” Tapi, siapa peduli?

Pengiklan seringkali mengabaikan bahwa pesan terpenting untuk disampaikan kepada customer adalah manfaat. Siapapun yang membeli sebuah produk, ia sebenarnya membeli apa yang dapat dilakukan produk itu untuknya, bukan untuk memuaskan penjual, yang barangkali “narsis habis”. Sebagai pemasang iklan, Anda mungkin juga bingung: Mengapa semua iklan hebat yang Anda sukai bukan iklan saya?

» baca selengkapnya

, ,

Iklan-iklan televisi ternyata bisa sangat puitis. Pesan-pesannya disampaikan lewat bahasa visual yang filmis. Narasi tak terlalu banyak tapi begitu memiuhkan hati.

Di bawah ini ada beberapa contoh, diambil dari koleksi lama di YouTube. Masing-masing iklan menarik perhatian dengan cara yang berbeda. Tapi ketiga-tiganya sama-sama berbicara tentang keseharian. Hal-hal yang dekat dengan kita. Mereka bicara tentang KITA. » baca selengkapnya

, ,

Seorang konsultan humas perusahaan telepon seluler terkemuka pernah bertanya kepada saya, “Berapa tarif memasang iklan di blog sampean? Bagaimana mengukur efektivitasnya? Berapa yang akan membeli handphone setelah saya memasang iklan di blog sampean?”

Diberondong pertanyaan semacam itu, tentu saja saya jadi pusing tujuh keliling. Selain jarang menerima iklan komersial, saya belum memiliki acuan tarif iklan dan tak mengerti bagaimana mengukur efektivitasnya.

Beberapa kawan narablog kerap menerima pertanyaan yang sama. Maklum, para pemegang merek lokal maupun internasional memang sedang gencar-gencarnya mendekati narablog dan pemain media-media sosial belakangan ini. Beberapa pesohor microblogging bahkan diminta mengkampanyekan sebuah program atau merek, misalnya, di Twitter. » baca selengkapnya

, , , ,