Dec
1
Aksi blokir kembali terjadi. Kali ini menimpa sebuah blog berisi kartun Nabi Muhammad. Pemblokiran berawal dari surat bertanggal 19 November yang diteken oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring.
Isinya permintaan kepada Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia untuk memblokir blog ini. Blog tersebut dianggap melanggar SARA, merendahkan agama, dan memuat gambaran mengenai ajaran Islam yang salah.
Karena dikeluarkan oleh seorang menteri yang berwenang mengurus masalah komunikasi dan informatika, surat itu kontan direspons secara cepat oleh beberapa perusahaan penyelenggara jasa Internet, seperti Fastnet, CBN, Smart, dan Mobi Mobile.
Seperti kerbau dicucuk hidungnya, perusahaan-perusahaan itu langsung melakukan pemblokiran. Tapi rupanya ada miskomunikasi. Penutupan itu ternyata tak hanya berlaku pada satu blog, melainkan seluruh akses ke Blogspot. Akibatnya, blog-blog lain juga kena imbas. Para pengguna Internet, khususnya para narablog, pun melontarkan protes. » baca selengkapnya
blogspot, blokir, kartun, menkominfo, nabi, tifatul
Jul
18
Mat Bloger sedang mabuk kepayang dalam pelukan Facebook. Jejaring sosial itu bagaikan pil nikmat yang bisa membuat dirinya ekstase. Setiap saat dia membuka Facebook dengan BlackBerry Storm miliknya, di kantor, di bus, di taksi, di mal, di kafe, di mana-mana. Macam-macam yang ia kerjakan: melihat status teman, mengunggah foto dan video, bincang-bincang dengan koleganya di mancanegara, memainkan game Trivian atau balapan mobil, dan sebagainya.
Saking terlenanya oleh Facebook, Mat Bloger ditegur bosnya. Dia dianggap lebih mementingkan jejaring sosial itu ketimbang pekerjaan. Produktivitasnya pun dinilai turun. Tentu saja Mat Bloger tak terima ditegur begitu.
“Semprul! Bos macam apa itu? Mosok saya disebut buang-buang waktu dan kurang produktif. Membuka Facebook kan bagian dari pekerjaan, Mas. Saya memperluas jaringan, berkomunikasi dengan para klien, dan memantau pasar. Huh, dasar sontoloyo!” » baca selengkapnya
akses, blokir, Facebook, kantor, karyawan, produktivitas