Aug
8
SUATU malam di sebuah warung Internet (warnet) di jantung Kota Yogyakarta. Seorang penjaga terlihat sedang duduk setengah mengantuk menunggu pelanggan datang. Hanya sekitar lima orang anak muda yang saya lihat di belakang komputer saat itu. Padahal di ruangan tersebut ada sekitar 40 komputer. Ke mana para pelanggan warnet yang dulu saya ketahui selalu penuh itu?
“Mereka sudah punya handphone Cina, Mas,” kata penjaga warnet. “Anak-anak kuliah yang dulu biasa mampir ke sini, sekarang membuka Facebook atau chatting dari handphone.”
Dalam hati saya berpikir, ternyata ada yang berubah dalam perilaku orang dalam mengakses Internet. Perubahan ini mungkin berlangsung secara perlahan. Dan saya baru menyadarinya sekarang di dalam warnet dengan penjaga yang mengantuk itu. » baca selengkapnya
akses, internet, smartphone, warnet, Yogyakarta
Jul
18
Mat Bloger sedang mabuk kepayang dalam pelukan Facebook. Jejaring sosial itu bagaikan pil nikmat yang bisa membuat dirinya ekstase. Setiap saat dia membuka Facebook dengan BlackBerry Storm miliknya, di kantor, di bus, di taksi, di mal, di kafe, di mana-mana. Macam-macam yang ia kerjakan: melihat status teman, mengunggah foto dan video, bincang-bincang dengan koleganya di mancanegara, memainkan game Trivian atau balapan mobil, dan sebagainya.
Saking terlenanya oleh Facebook, Mat Bloger ditegur bosnya. Dia dianggap lebih mementingkan jejaring sosial itu ketimbang pekerjaan. Produktivitasnya pun dinilai turun. Tentu saja Mat Bloger tak terima ditegur begitu.
“Semprul! Bos macam apa itu? Mosok saya disebut buang-buang waktu dan kurang produktif. Membuka Facebook kan bagian dari pekerjaan, Mas. Saya memperluas jaringan, berkomunikasi dengan para klien, dan memantau pasar. Huh, dasar sontoloyo!” » baca selengkapnya
akses, blokir, Facebook, kantor, karyawan, produktivitas