Enak di Blog dan Perlu

Nur Hidayat

Ada sepuluh nama penulis muda yang perlu dilirik tahun ini. Salah satu di antara mereka sudah begitu kondang karena profesinya memang selebritas. Dia adalah Happy Salma.

Kesembilan penulis muda lainnya adalah Karla M. Nashar, Adilla Anggraeni, Farida Susanty, Dimas Rio, Theresia D. R. Pratiwi, Valiant Budi Yogi, Ahmad Faishal, Kanti W. Janis, dan Dian K.

Nama-nama mereka jadi perbincangan belakangan ini karena masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award 2007. Ya, ada kategori baru buat para penulis muda yang berumur di bawah 30 tahun itu, yakni kategori Penulis Muda Berbakat.

Siapa pun yang jadi nomor satu saat pengumuman pada 18 Desember, sudah sepantasnya diberi ucapan selamat. Paling tidak, selamat datang ke dunia penulisan yang penuh tantangan. Tantangan yang paling nyata adalah bagaimana sang penulis memanfaatkan keahliannya yang bagaikan pistol itu.

Ibarat seorang jago tembak, akankah keahliannya itu dipakai menembak penjahat atau justru dipakai untuk merampok. Penulis bisa membuat buku, naskah drama, puisi, skenario, atau tulisan apapun yang mencerdaskan. Sebaliknya, penulis bisa memilih profesi yang cuma mengukur kesuksesan dari materi tanpa menimbang efeknya. Contohnya? Banyaklah, nggak perlu disebut satu-satu.

Jadi selamat datang para penulis muda.

Komentar [32]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

32 Komentar untuk “Pintu Buat Penulis Muda”

  1. Zan's | 6 November, 2007 21:34

    Selamat. Mudah-mudahan pistolnya bukan untuk merampok!

  2. [ew] | 7 November, 2007 13:21

    Contohnya? Banyaklah, nggak perlu disebut satu-satu.

    iya banyak, tapi nyebut satu contoh kan ngga papa…

  3. wong.gombong | 7 November, 2007 14:31

    yaa, selamat utk anda2 para penulis muda,semoga kelak dikemudian hari terlahir tulisan atau apalah yg punya kualitas memadai utk memberi pencerahan dan mencerdaskan segenap lapisan masyarakat, tanpa perlu lagi membuat karya yg sekedar bombastis tanpa ada entitas moral yg baik

  4. Wibisono Sastrodiwiryo | 7 November, 2007 23:20

    Ada gak diantara mereka yang ngeblog?
    Jangan dimenangkan kalau gak punya Blog… hehe gak kok becanda.

  5. yosafat | 8 November, 2007 00:55

    kayaknya aku kenal salah satu dari mereka, temen satu univ

    http://adillaanggraeninoor.blogspot.com/

    tapi ga tau ini orang yang dimaksud ato bukan. kalo iya sih, ya pantas saja, tulisannya lumayan OK kok..hehehe

  6. Nurhidayat | 8 November, 2007 12:44

    Yup, Adilla yang masuk nominasi ini tampaknya juga sudah pernah menang Lomba Menulis Cerpen Remaja (LMCR) LIP ICE- SELSUN GOLDEN AWARD 2006. Cerpennya yang menang berjudul MATA YANG TAK PERNAH JATUH CINTA.

  7. aang | 18 November, 2007 22:11

    berhubung saya masih 21 thn kayaknya bisa neh tahun depan ikutan.tapi udah ikatan dinas ma negara.jd lebih sibuk ngaudit disuruh ma pak pres.
    yah setidaknya saya coba lah.siapa tahu menang bs mengharumkan korps pns.biar kesannya g negatif mulu.doakan saya!

  8. che_smabeabe | 28 November, 2007 11:06

    seLamaaaaatTTTT!!!!
    kalian hebat!!!!
    Terimakasih,…..
    Kalian pasti telah bekerja keras,…untukpencapaian yang begitu luar biasa.Aku salut dan bangga pada kalian.
    Semoga pada waktu yang tepat,…Qt dipertemukan,…itu berarti aku juga memenangkan suatu lomba bersama kalian.he he he.
    mohon di aminin ya,…
    Salam kenaL
    Che,….

  9. everest | 13 December, 2007 10:38

    yup… tapi lebel artis juga bisa diperhitungin g??????

  10. marjohan | 20 December, 2007 22:02

    salut buat blog ini- tempo interaktif sudah sharing cerita menarik

    marjohan
    http://penulisbatusangkar.blogspot.com/

  11. daugh | 23 January, 2008 09:42

    it’s good. I’m from malysia

  12. daugh | 23 January, 2008 09:44

    pada saya, penulis muda di Mlaysia dan Indonesia adalah berbakat besar. Namun, adakah mereka berbakat di peringkat Antarabangsa?

  13. marjohan | 26 January, 2008 10:11

    blog ini amat bagus untuk mengembangkan potensi generasi muda di negara tercinta ini

    marjohan
    http://penulisbatusangkar.blogspot.com

  14. yusef | 19 June, 2008 23:37

    saya bingung atau saya kurang gaul ya, saya nulis dari kecil cuman ga tau cara ngikutin lomba kayak gitu, bisa bantu g? some body help me

  15. lintang | 16 October, 2008 13:18

    bagus………….
    selamat ya!!!!
    semoga kancah penulisan sastra indonesia makin variatif dan makin berkualitas dengan temen2 muda.
    semoga suatu saat kita bisa ketemu bareng dan sharing bareng tentang sastra, ok!!!!

  16. tirmidzi | 17 November, 2008 23:10

    tak ada kata….
    tak ada lafad…
    taka ada letih…
    tak ada lesu….
    buat sahabat yang ingin menulis….
    selamat datang penulis….

    salam kenal

  17. marjohan M.Pd | 4 March, 2009 18:09

    Internet Diserbu dan Perpustakaan Ditinggalkan

    Oleh : Marjohan, M.Pd

    Guru SMAN 3 Batusangkar

    Perpustakaan mempunyai peran yang sangat penting dalam memajukan pendidikan suatu sekolah, institute, dan suatu negeri. Perpustakaan merupakan khazanah ilmu atau gudang ilmu, karena di sanalah ilmu-ilmu yang sudah ditulis dalam bentuk buku, jurnal, majalah dan Koran dikumpulkan. Kalau dibuat perumpamaan- ibarat tubuh manusia- maka perpustakaan adalah ibarat kepala atau otak. Maka perpustakaan adalah otak bagi suatu sekolah atau bagi suatu universitas.

    Perpustakaan juga mempunyai peranan penting dalam menumbuhkan kegemaran membaca masyarakat- reading society. Pemerintah dan masyarakat Indonesia sejak dulu berusaha keras untuk memajukan peradaban sosial melalui gerakan gemar membaca. Ini terwujud dalam pendirian banyak perpustakaan di berbagai tempat. Setiap orang mengenal bahwa ada beberapa jenis perpustakaan seperti; perpustakaan nasional, perpustakaan daerah, perpustakaan umum, perpustakaan universitas, perpustakaan sekolah, perpustakaan mesjid, perpustakaan anak jalanan sampai kepada perpustakaan mini atau perpustakaan keluarga.

    Sungguh hati akan senang melihat kebisaaan membaca masyarakat, seperti yang direpresentasikan oleh masyarakat Jepang dan masyarakat dari Negara maju -di Singapura, Eropa dan Amerika-, yang menjadikan kegiatan membaca sebagai kebutuhan mereka, sama halnya dengan kebutuhan makan, minum atau terhadap sandang, pangan dan papan. Orang Indonesia pasti senang mendengar cerita tentang kebisaaan membaca orang-orang dari Negara maju tersebut, yang mana mengisi waktu senggang mereka- sambil menunggu mobil atau sambil bergelantungan dalam mobil masih asyik membaca buku.

    Membaca agaknya juga sudah menjadi kesenangan bagi sebahagian orang kita, misalnya mereka membaca Koran sambil menikmati sarapan pagi. Namun membaca mungkin belum menjadi kebutuhan, kecuali hanya bagi segelintir orang saja- dan bagi orang secara umum, mereka membaca hanya sekedar pengisi waktu senggang saja.

    Di daerah perkotaan ada tempat membaca yang rilek dan orang menyebutnya dengan taman bacaan. Bisaanya taman bacaan menjadi tempat mangkalnya anak-anak sekolah yang membolos saat jam PBM (proses belajar mengajara) di sekolah. Mereka datang ke sini untuk membaca komik silat atau untuk menyewa novel-novel porno. Pemilik taman bacaan memungut uang sewa untuk komik dan novel porno tersebut- kalau tidak ada novel porno maka tentu taman bacaan ini tidak pernah laku.

    Sebagian siswa yang membolos- sebagai dorongan libido usia remaja- terbisaa merobek halaman novel yang berbau porno atau mencuri novel porno tersebut untuk dibahas- berbagi cerita seks- bersama teman sebaya di sekolah. Tetapi- dahulu- bila ketahuan oleh guru di sekolah maka mereka pasti akan diproses atau berurusan dengan guru. Karena ada kesepakatan bahwa sekolah harus bebas dari pornoaksi dan pornografi.

    Beberapa tahun lalu, perpustakaan sekolah, perpustakan umum dan perpustakaan daerah, dan sebagainya, masih merupakan tempat favorite untuk dikunjungi oleh pembacanya. Tempat ini menjadi pilihan utama bagi pelajar, mahasiswa, pengunjung umum dan orang-orang yang punya selera intelektual. Pemerintah merespon kebutuhan membaca mereka dengan menyediakan bermacam-macam bentuk dan judul bacaan untuk memenuhi kebutuhan kognitif, emosional dan spiritual pembaca. Mereka- pengunjung perpustakaan- juga tahu bahwa perpustakaan adalah tempat yang khidmat setelah tempat beribadah (mesjid) sehingga mereka sepakat untuk menjaga ketenangan- no speaking area- di dalam perpustakaan. Berbicaralah seperlunya agar pembaca yang lain tidak merasa terusik.

    Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan ICT (information communication technology) begitu pesat. Setiap orang sekarang sangat familiar dengan beberapa produk teknologi informatika. Sekaligus telah menambah kosakata mereka seperti computer, laptop, hand phone, voucher, internet, virus, hacker, dan lain- lain yang telah menambah kosakata mereka sebagai masyarakat modern. Namun sekarang kalau kita pergi ke lorong-lorong taman bacaan yang dulu pernah ramai sebagai tempat favorite untuk membaca novel porno dan komik silat, bagi siswa yang melarikan diri dari kebosanan di sekolah, kini telah menjadi sepi. Yang tinggal hanyalah komik silat dan novel porno yang sudah berdebu karena tidak disentuh lagi oleh pembacanya.

    Perpustakaan kini sedang mengalami nasib yang sama dengan taman bacaan- menjadi tempat yang sepi atau mati suri, ditinggalkan oleh pengunjungnya, kecuali yang terlihat adalah penjaga pustaka yang selalu menguap, mengantuk dan bosan karena kekurangan pekerjaan. Perpustakaan sekolah- pada banyak sekolah- kehilangan daya tarik. Kecuali menjadi tempat asylum –tempat singgah atau mengusir siswa pemalas dalam membuat PR agar bisa menyelesai PR di sana. Maka timbulah citra bagi mereka bahwa perpustakaan adalah sebagai penjara sekolah atau tempat rehabilitasi mental.

    Perpustakaan daerah atau perpustakaan umum-yang ada pada beberapa kota kecil yang didanai moleh pemerintah- juga cendrung sepi dengan pengunjung, atau lonceng kematian sudah bergema di sana. Bagaimana dengan perpustakaan fakultas atau perpustakaan universitas ? Pada beberapa universitas atau fakultas yang lupa mengurus perpustakaan juga dapat ditemui sudah tidak rapi lagi, tidak ada tambahan koleksi baru dan buku-buku usang hampir beserakan, karena pustakawan sudah segan/ malas untuk bekerja.

    Kalau begitu fenomen yang terjadi, maka perpustakaan sekarang telah menjadi tempat yang kehilangan daya tarik untuk dikunjungi. Mengapa ? Karena pengunjung perpustakaan telah memilih internet- warnet (warung internet) sebagai tempat yang menarik. Kehasdiran internet diserbu ramai-ramai. Sementara pengunjung taman bacaan- siswa yang membolos dari sekolah- mungkin memilih tempat bermain- play station- dan juga mencari game di warnet sebagai tempat pelarian dari sekolah yang mereka namai sebagai penjara.

    Terus terang bahwa perpustakaan dengan koleksi buku yang lengkap tetap lebih bermanfaat dan berkualitas dari pada internet. Sebab tidak semua tulisan yang ada dalam internet yang berkualitas- di upload oleh doctor dan professor. Sekarang siapa saja- mahasiswa, murid SD dan sampai kepada anak ingusan- bisa menulis catatan harian, sampai kepada artikel dengan kupasan yang enteng dapat mereka simpan- upload- ke dalam situs internet. Atau mereka sendiri bisa membuat website sendiri menggunakan fitur multiply, wordpress, blogspot, dan lain-lain. Pengguna internet yang kurang selektif bisa terjebak dan menggunakan tulisan yang kurang berkualitas- tulisan anak ingusan- sebagai referensi tulisan ilmiah mereka.

    Lebih Parah lagi, kehadiran warung internet dengan box berdinding tinggi telah memberi kesempatan bagi pengguna internet- termasuk yang ingusan/ baru akil balig sampai kepada pengguna internet puber ke dua- untuk melakukan cuci mata atau zina mata, mengakses situs porno- gambar porno dan tube porno yang tersedia dengan gratis dalam koleksi film atau clip yang berlimpah ruah. Pengguna internet dengan berbekal flasdisk, yang dicolokkan ke dalam CPU, bisa mendownload clip porno yang sangat ampuh untuk memanjakan libido mereka, merusak akhlak dan menyuburkan generasi amoral dan membutakan mata bathin/ spiritual bangsa Indonesia ini.

    Perpustakaan megah yang dibiarkan sepi oleh pengunjung telah memberikan dampak negatf. Buku-buku berkualitas jelas bakal tidak akan tersentuh. Tersus terang bahwa perpustakaan tetap mempunyai peran dalam menjaga minat baca masyarakat, andai tidak berfungsi lagi, tentu bisa keilangan peran- banyak masyarakat akan buta ilmu pengeahuan yang dalam. Mereka akan tidak tahu lagi dengan judul-judul buku best seller, tidak kenal penulis favorite di Indonesia dan di dunia. Ada kalanya mereka juga akan punya problema dengan penulisan proposal, skripsi, tesis dan disertasi- kesulitan mencari buku referensi. .

    Ada langkah tepat bagi penanggungjawab perpustakaan dan untuk mencegah agar tidak segera datangnya lonceng kematian bagi perpustakaan, yaitu melengkapi perpustakaan dengan sarana internet- menggabungkan internet dengan perpustakaan, untuk maju memang butuh biaya. Ini adalah cara yang tepat untuk menghidupkan perpustakaan. Dengan demikian pengunjung perpustakaan bisa mengases internet sebagai sarana untuk mencari informasi. Sekaligus mereka tentu akan menyentuh, membolak-balik dan membaca jurnal, majalah, Koran, dan buku-buku lain. Maka dengan cara begini minat baca masyarakat tetap terjaga. Mencegah agar perpustakaan tidak mati suri, ditinggalkan oleh pengunjung memang perlu alternative dan fikiran yang serius. Kini semua orang bertanggungjawab untuk menggerakan dan mengaktifan fungsi pustaka. Ini semua mempunyai tujuan untuk mencerdasan manusia- seluruh bangsa Indonesia.

  18. Irwan Bajang | 5 April, 2009 08:13

    aku kok gak dimasukkan ya? hahaha..
    aku kan juga masih muda..
    hmmm… suatu saat harus masuk nominasi deh

    semoga saja
    amin!

  19. diyah kurniyawati | 3 October, 2009 18:08

    gmana cara nya jadi seorang penulis..??

  20. Kadir | 22 October, 2009 15:13

    Jangan pusing-pusing…
    Menulislah sekarang juga…
    Tentang apa aja, tentang apa yang sahabat pikirkan sekarang
    di mana saja
    Hayo bangun terus budaya: baca, tulis dan diskusi…..

    Iklan yah…..

    Telah terbit buku baru,

    MEREKYASA MASA DEPAN: Sebuah Refleksi Untuk Aksi…
    Karya: Syamsudin Kadir/085 320 230 299

    Kata Pengantar Tokoh
    Oleh: Fahri Hamzah, SE, ME
    (Deklarator dan Ketua Umum KAMMI Pusat 1998)

    Anak muda asal Nusa Tenggara yang munuliskan langit pemikirannya dalam buku ini adalah monumen kecil yang tertanam antara tahan-tahun masa transisi kita. Sepuluh tahun usia reformasi sudah berlalu, kini bangsa Indonesia memasuki sepuluh tahun kedua. Tantangan yang dihadapinya pun semakin kompleks, dan karena itu tidak lagi bisa dijawab secara oposisi binner. Gerakan mahasiswa harus turut terjun menyelesaikan problem bangsa dengan narasi besar yang dibawa sejak kelahirannya.

    KAMMI yang dilahirkan sejak awal reformasi telah mengukir sejarah dalam posisinya yang tegas. Kini mengawali kisah sejarah dekade kedua usianya, KAMMI harus terus menyempurnakan diri dengan narasi yang radikal tetapi mudah di cerna. Bangsa ini tidak saja kehilangan orang-orang besar, tetapi juga pikiran besar. Mungkin itu maksudnya, gagasan energik dalam buku ini, penulisnya mengajak KAMMI dan bahkan bangsa ini untuk memulai menemukan formulasi kebangkitannya. Saya menganggap buku ini adalah sebuah “Pustaka ide formulasi baru bagi gerakan mahasiswa untuk (posisi dan peran) Indonesia di masa depan. Karena itu, buku ini adalah hanya layak dibaca oleh mereka yang percaya dengan apa yang mesti mereka peroleh di masa depan”.

  21. Kadir | 22 October, 2009 15:16

    Di samping menulis, sekarang saya lagi menahkodai sebuah Forum namanya Komunitas Tinta Sejarah (Forum Diskusi Pembaca dan Penulis Muda Indonesia) di Kota Bandung, Jl. Ahmad Yani No. 873 (dekat terminal Cicaheum)

    Cp. ;085 320 230 299

    Yang jelas, saya hanya punya impian 2015 bangsa ini sudah menjadi bangsa yang terdepan dlam membangun tradisi membaca dan menulis.

    Karya saya di bawah ini hanyalah pemanas teman-teman yang masih malu menulis

    Telah terbit buku baru,

    MEREKYASA MASA DEPAN: Sebuah Refleksi Untuk Aksi…
    Karya: Syamsudin Kadir/085 320 230 299

    Kata Pengantar Tokoh
    Oleh: Fahri Hamzah, SE, ME
    (Deklarator dan Ketua Umum KAMMI Pusat 1998)

    Anak muda asal Nusa Tenggara yang munuliskan langit pemikirannya dalam buku ini adalah monumen kecil yang tertanam antara tahan-tahun masa transisi kita. Sepuluh tahun usia reformasi sudah berlalu, kini bangsa Indonesia memasuki sepuluh tahun kedua. Tantangan yang dihadapinya pun semakin kompleks, dan karena itu tidak lagi bisa dijawab secara oposisi binner. Gerakan mahasiswa harus turut terjun menyelesaikan problem bangsa dengan narasi besar yang dibawa sejak kelahirannya.

    KAMMI yang dilahirkan sejak awal reformasi telah mengukir sejarah dalam posisinya yang tegas. Kini mengawali kisah sejarah dekade kedua usianya, KAMMI harus terus menyempurnakan diri dengan narasi yang radikal tetapi mudah di cerna. Bangsa ini tidak saja kehilangan orang-orang besar, tetapi juga pikiran besar. Mungkin itu maksudnya, gagasan energik dalam buku ini, penulisnya mengajak KAMMI dan bahkan bangsa ini untuk memulai menemukan formulasi kebangkitannya. Saya menganggap buku ini adalah sebuah “Pustaka ide formulasi baru bagi gerakan mahasiswa untuk (posisi dan peran) Indonesia di masa depan. Karena itu, buku ini adalah hanya layak dibaca oleh mereka yang percaya dengan apa yang mesti mereka peroleh di masa depan”.

  22. annt'z | 18 November, 2009 13:32

    hmmm koq bisa yaa taun depan ada lg ga lomba menulisnya???
    nulis apa aja yaa artikel gto???
    tp kongret bt semua penulis
    hub dengan adanya kegiatan lomba atu entah apa namanya memicu org2 untuk mu membaca

  23. shinta | 7 February, 2010 21:01

    q pengen bwt novel..tp g tw mu di salurnkmn

  24. dyas | 18 March, 2010 10:35

    aku punya beberapa novel yang nganggur dirumah.., kira2 dilayangkan kemana bagusnya yah?

  25. antonivo | 26 March, 2010 18:28

    ya aku juga termasuk penulis kreatif,diantaranya yg beniuserjudul *HITLER adalah manusia GENIUS SEJATI*Siapa minat bisa hubungi aku,trims.

  26. antonivo | 26 March, 2010 18:48

    Ada dalam hatiku pertanyaan yg penting,kemana aku bisa jumpa seseorang penerbit yg tentu sama2 perlu komersial tapi jujur adil.

  27. vera | 1 July, 2010 06:19

    kereen,,hebat,,,dunia tulisan emang sangat indah,,semoga selalu ada wadah untuk para penulis untuk berbagi ilmu dan menyalurkan bakat nya..

  28. windea sundea | 6 October, 2010 18:38

    kerenn… suatu hari nanti q pngen jdi kyk mreka…

  29. windea sundea | 6 October, 2010 18:40

    jadi penulis mrupakan hal yg terberat..cz tiap lain wktu.. hruss nuangin isi pkiran x…

  30. sari | 28 October, 2010 10:16

    nice post
    jangan lupa kunjungi ini yaaaaaaaa

  31. syahrir | 5 November, 2010 09:52

    saya mencoba menulis buku metodologi pembelajaran matematika di NAUFAN Pustaka yogyakarta september 2010.
    bagi yg berminat hubungi syahrir.mandala@yahoo.com.

  32. Abie | 29 October, 2011 15:36

    ada pelusis skenario kalo menurut aku sih bagus, trus dia masih muda usia 14 tahunan lah, tapi selain itu dia juga punya potensi yang sangat bagus, baah kan dia juga udah pernah sukses dalam 3 judul film yang di garap nya,,,misalkan kalo ada yang minat hubungi betrik19@yahoo.com,,atau (087721539384) dan aku juga butuh anda buat ngembangin bakat ke arah yang lebih meluas lagi..makasih

Silakan berkomentar, kawan!