Enak di Blog dan Perlu

“Ilmuwan jenius kini semakin langka,” kata Keith Simonton, seorang akademisi di University of California at Davis, AS—Simonton memakai istilah scientific genius. Saat ini, menurut Simonton, sains modern hanya menyisakan ruang kecil bagi orang-orang seperti Galileo (di masa lalu), yang menggunakan teleskop untuk mempelajari langit, atau Charles Darwin, yang mengajukan teori evolusi.

Dalam suratnya yang dimuat di jurnal Nature edisi Januari 2013, Simonton mengatakan, kemajuan masa depan dibangun di atas apa yang telah diketahui dan bukan mengubah fondasi pengetahuan. Bila saya tak keliru tafsir, ini berarti tidak akan ada perubahan mendasar seperti ketika Albert Einstein meruntuhkan fondasi fisika Newtonian. Pendeknya, tidak ada revolusi saintifik seperti yang disimpulkan oleh Thomas Kuhn, melainkan hanya sains normal semata.

Selama abad yang baru lewat, kata Simonton—yang menulis buku Origins of Genius, tidak tercipta disiplin yang benar-benar orisinal. Pendatang baru umumnya berupa hibrida dari disiplin yang sudah ada, contohnya astrofisika dari astronomi dan fisika serta biokimia dari biologi dan kimia. Semakin sukar pula bagi individu untuk membuat kontribusi yang mendasar (groundbreaking contributions), sebab karya yang sangat mutakhir seringkali dikerjakan oleh tim yang besar dan didanai dengan sangat baik.

Ini bukan yang pertama kali orang meramalkan bahwa hari-hari paling menggairahkan dalam sains segera berakhir. Pandangan Simonton itu mengingatkan saya kepada buku yang ditulis oleh John Horgan pada tahun 1997. Judulnya provokatif: The End of Science. Sewaktu terbit, banyak pihak menyambutnya dengan antusias, yang kontra pun tak kurang banyak. Tesis yang diusung Horgan kira-kira seperti ini: sains modern telah mencapai batas terdepannya. Bersamaan dengan itu, “kesempurnaan sains berbanding lurus dengan akhir petualangannya.”

Dari hasil studinya maupun wawancara dengan para pemuka ilmu pengetahuan modern di antaranya Steven Weinberg dalam fisika dan Thomas Kuhn yang menggegerkan dengan teorinya tentang revolusi sains, Horgan berpendapat bahwa tak ada lagi yang perlu dibuktikan, tak ada lagi yang perlu dicapai, dan tak ada lagi yang lebih menarik (dari temuan yang sudah ada).

Horgan menyimpulkan bahwa sains-sains terdepan telah mencapai batasnya. Tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan penting yang harus dijawab karena memang sudah terjawab. Benarkah kesimpulan Horgan? Tidak mudah untuk menjawabnya, namun sebelum datangnya teori relativitas dan mekanika kuantum, pada awal abad ke-20, sebagian ilmuwan sudah meramalkan bahwa semua penemuan besar sudah dilakukan. Penemuan berikutnya, menurut mereka, hanya memerinci penemuan besar. Terbukti kemudian, ramalan mereka meleset.

Karena itu, kemajuan di masa depan niscaya tetap tidak terduga. Bukan tidak mungkin, apa yang telah kita yakini sebagai kebenaran ternyata keliru dan harus dibongkar hingga fundamennya. Proyek Genome maupun proyek perburuan Partikel Tuhan memang mendukung apa yang diargumenkan oleh Simonton: riset sains modern kini melibatkan ratusan ilmuwan dan membutuhkan dukungan dana yang sangat besar. Namun, bukankah Einstein merevolusi sains hanya dengan berbekal kertas dan pensil? **

Komentar [25]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

25 Komentar untuk “Jenius Kian Langka?”

  1. Nasrullah Idris | 28 February, 2013 05:11

    # Mempunyai pola berpikir tuntas, detail, dan integratif. Kalau kebanyakan orang tahu akan akan “angka satu”, misalnya, kita jangan hanya tahu itu dalam artian tunggal, tetapi juga beragam untuk ukuran, bentuk, sampai warna.

  2. Serial Animasi Angry Bird Mulai Tayang Maret | My Website Munawar Salagau | 28 February, 2013 08:19

    [...] Jenius Kian Langka? [...]

  3. banteng | 28 February, 2013 11:06

    ketika rahasia 2x dunia telah dibuka….. hanya salah satu tanda tanda akhir jaman….

  4. Abdul Somat | 28 February, 2013 13:11

    Humpry Davy pernah berkata, “Nothing is so dangerous to the progress of the human mind than to assume that our views of science are ultimate, that there are no mysteries in nature, that our triumphs are complete and that there are no new worlds to conquer.”
    Saya menolak bahwa di dunia ini sudah tak ada lagi misteri yang bisa diungkap. Mungkin kita hanya tak bisa melihatnya sebab segala salah dan dosa yang kita perbuat.

  5. amin | 1 March, 2013 09:09

    Bak langkanya kejujuran para penghuni bumi.

  6. Pertamina Tambah Armada Kapal Tanker | My Blog Wiedans | 1 March, 2013 10:19

    [...] Jenius Kian Langka? [...]

  7. Andi Tenrie | 1 March, 2013 14:46

    Manusia akhir-akhir ini kebanyakan makan makanan instan dan banyak bahan kimianya dan juga manusia selama beberapa dekade terakhir, cara berpikirnya juga instan, yang hanya dipikirkan, bagaimana cara bisa kayaraya secara mudah dan terkenal, jadi tak berpikiran jernihlagi dan ogah berpikir rumit-rumit hingga lupa cukur rambut dan janggut, lupa mandi, lupa makan serta lupa ngeseks karena hanya mikirin rumus dan laboratorium mulu! Manusia saat ini inginnya keren, wangi dikelilingi banyak orang dan terkenal, misalnya koruptorpun dielu-elukan, dipuja, disanjung dan dijadikan pahlawan ekonomi, bagi keluarga dan organisasi serta sesama maling! Koruptor yang bisa menarik pendukung banyak, baik dari kalangan praktisi hukum yg pejabat tinggi, manusia politisi dan elemen-elemen yang selalu bekoar anti korup malah balik jadi pendukung koruptor, orang macam ini bisa juga disebut ´orang jenius dan sangat jenius` malah, karena tak terjadi sebelumnya didunia(saya kira).

  8. Teka-teki Sepatu Kuno Mesir Terpecahkan | My Website Munawar Salagau | 1 March, 2013 14:59

    [...] Jenius Kian Langka? [...]

  9. 3 Spesies Baru Kecoa Raksasa Ditemukan | My Website Munawar Salagau | 2 March, 2013 00:56

    [...] Jenius Kian Langka? [...]

  10. BUMN Dorong Buruh Migran Jadi Wirausaha | My Blog Wiedans | 3 March, 2013 23:31

    [...] Jenius Kian Langka? [...]

  11. Capitol Group Bangun Proyek Apartemen | My Blog Wiedans | 4 March, 2013 00:47

    [...] Jenius Kian Langka? [...]

  12. Thailand Janji Hentikan Perdagangan Gading Gajah | My Website Munawar Salagau | 4 March, 2013 03:12

    [...] Jenius Kian Langka? [...]

  13. terminolog | 4 March, 2013 14:42

    mungkin di Eropa dan Amerika, penemuan terhenti. Tapi di Indonesia, penemuan2 akan terus berlanjut. karena… disini lah letak peradaban berikutnya.

  14. Pemotongan Belanja Amerika Perlu Diwaspadai | My Blog Wiedans | 5 March, 2013 00:03

    [...] Jenius Kian Langka? [...]

  15. Lawan Real Madrid, Ferguson Khawatirkan Wasit | My Blog Informasi | 5 March, 2013 11:23

    [...] Jenius Kian Langka? [...]

  16. sibermetri | 5 March, 2013 11:31

    yah benar.. jenius2 seperti einstein, planck dan semacamnya yg mampu menelurkan ide2 baru, merintis pandangan baru dunia ilmu dan orisinal sudah amat langka. kebanyakan sekarang ilmuwan hanya menelurkan ide baru untuk melengkapi pengetahuan yg sudah ada.

  17. dwi zainul sunardi | 6 March, 2013 07:31

    Sistem Demokrasi Kapitalisme segera berakhir, akan menjadi peristiwa heboh abad ini. Daulah Khilafah isyaalloh akan segera tegek

  18. Komarudin Tasdik | 6 March, 2013 19:04

    Saya juga tidak ngerti kenapa orang dulu bisa berkarya besar dengan fasilitas tidak secanggih sekarang?

    Sekarang mencari orang beride inovatif saja sudah susah. Hal ini tidak hanya terjadi di kalangan awam saja, melainkan kalangan akademisi juga tampaknya masih harus tetap belajar tentang cara bekerja sama untuk membuat hal baru. Bukan hanya basa-basi di balik gelar saja

  19. Aditya | 7 March, 2013 09:10

    Apa benar ilmu pengetahuan telah mencapai batasnya, tak ada lagi yang perlu dibuktikan, tak ada lagi yang perlu dicapai? Kaya’nya ini pendapat orang frustasi alias nggak punya harapan.
    Kalau pendapat yang mengatakan orang genius udah langka, kaya’nya memang benar. Begitu juga pendapat yang mengatakan bahwa ilmu pengetahuan yang berkembang sekarang tidak lain dari prngembangan dari ilmu pengetahuan yang sebelumnya, dan hampir tidak ada penemuan yang benar-benar original. Tapi apakah itu berarti ilmu pengetahuan sudah sampai pada batasnya?

  20. Simpanse Suka Main Puzzle | My Website Munawar Salagau | 13 March, 2013 00:44

    [...] Jenius Kian Langka? [...]

  21. Ada Anggrek Bercula di Kalimantan Barat | My Website Munawar Salagau | 15 March, 2013 05:46

    [...] Jenius Kian Langka? [...]

  22. Mahasiswa Unibraw Temukan Bakteri Anti-diabetes | My Website Munawar Salagau | 16 March, 2013 15:34

    [...] Jenius Kian Langka? [...]

  23. Aneka Gadget Unik di Mobile World Congress | My Website Munawar Salagau | 17 March, 2013 13:27

    [...] Jenius Kian Langka? [...]

  24. Harlem Shake, Situs Youtube Ikutan Joget | My Website Munawar Salagau | 19 March, 2013 09:33

    [...] Jenius Kian Langka? [...]

  25. Wahana Antariksa Petakan Kanal Banjir Kuno | My Website Munawar Salagau | 20 March, 2013 04:12

    [...] Jenius Kian Langka? [...]

Silakan berkomentar, kawan!