Enak di Blog dan Perlu

RAPAT kabinet kemarin menjadi ajang pertemuan langsung yang pertama bagi Susilo Bambang Yudhoyono dengan Jusuf Kalla, setelah keduanya ”bertempur” dalam pemilihan presiden. Tak tampak ketegangan di antara keduanya, meski, semasa kampanye, keduanya sering saling serang dalam pernyataan yang dikutip banyak media.

Seperti diketahui, Yudhoyono dan Kalla mencalonkan diri menjadi presiden untuk periode 2009-2014. Setelah pencontrengan pada 8 Juli lalu, berdasarkan versi hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, Yudhoyono, yang berpasangan dengan Boediono, diunggulkan menuju kursi RI-1. Perolehan pasangan itu jauh meninggalkan pasangan Kalla-Wiranto.

Dalam rapat kabinet membahas pencegahan dan pemberantasan korupsi, Presiden Yudhoyono, yang mengenakan baju safari abu-abu, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, memakai baju biru muda, tampak makin akrab. Mereka sempat berbisik-bisik sebelum rapat dimulai.

Sebelum rapat dimulai, Yudhoyono memberikan sambutan dengan serius, didampingi Kalla yang jarang tersenyum. Awal rapat pun jadi tampak tegang. Seusai pengantar, wartawan dipersilakan keluar. Dan rapat pun berlangsung tertutup.

Rapat dihadiri semua pimpinan lembaga negara yang terkait dengan penegakan hukum. Di antaranya, empat pimpinan KPK, yaitu Chandra Hamzah, Haryono Umar, Bibit Samad Riyanto, dan M. Jasin. Kemudian, Ketua Mahkamah Agung Harifin A. Tumpa, Kepala Kepolisian RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution, Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Didi Widayadi, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Widodo A.S., Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Taufik Effendy, Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalata, Menteri-Sekretaris Negara Hatta Rajasa, dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Seusai rapat, Taufik Effendy menceritakan, rapat berlangsung cair dan ketegangan di antara kedua kandidat presiden itu sudah lumer. Menurut dia, suasana rapat berlangsung seperti biasanya, kompetisi di antara keduanya sudah tak tampak lagi. “Wallohi suasananya seperti itu,” katanya.

Hal senada disampaikan Hatta. Menurut dia, rivalitas di antara keduanya sudah berakhir dan tidak mengganggu hubungan mereka. Ketua Tim Pemenangan SBY-Boediono itu mengungkapkan, dalam rapat tersebut Kalla juga sempat memberikan masukan bagaimana langkah lebih lanjut dalam pemberantasan korupsi.

Komentar [4]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

4 Komentar untuk “Rivalitas Itu Usai Sudah”

  1. Hatmamp | 15 July, 2009 12:05

    Kita tunggu hasil rapat mengenai pemberantasan korupsi itu. Dari sudut legal, tentu penyelesaian RUU Tipikor akan menjadi ‘bukti’!, atau, ’sekedar janji’, yang telah lebih ermpat tahun belakangan ini menjadi ‘tradisi’ Pemerintahan saat ini (2004-2009). Apa pun yang jadi topik rapat, apa pun keputusan yang diambil, sampai saat ini tingkat kepercayaan saya terhadap janji-janji Pemerintah SBY ini berada di angka 4, dari skala 1-10. Mudah-mudahan dugaan saya salah, yaitu: ke depan, tidak akan banyak langkah berarti yang akan dilakukan.Bukankah ini konsekuensi ‘politik’ pencitraan? Yang penting citra, soal ini, siapa peduli?? Entahlah

  2. Winawita | 15 July, 2009 19:17

    Jangan terlalu banyak berprasangka, dan menginterpretasikan yang tidak-tidak, saya pikir SBY dan JK sama-sama negarawan yang arif & bijaksana….

  3. mBah Klowor | 16 July, 2009 22:44

    Begitulah sikap negarawan sejati, sikap Demokratis, tauladan yang baik bagi rakyat Indonesia …

  4. Software UM | 7 October, 2009 15:08

    Tapi belakangan mencuat lagi, lha wong namanya sudah beda warna kok, ya mau gimana lagi…

Silakan berkomentar, kawan!