Enak di Blog dan Perlu

Masih ingat Andy Grove? Ingat. Pernah membaca Only the Paranoid Survive? Belum. Barangkali begitulah jawaban Anda apabila kedua pertanyaan ini saya ajukan. Nama pendiri Intel, perusahaan produsen prosesor, itu memang lebih masyhur dibandingkan judul bukunya tersebut.

Banyak orang menyarankan agar jangan melewatkan kesempatan untuk membaca buku itu. Unsur penting buku Grove ialah yang disebut Strategic Inflection Point (SIP), yakni Titik Perubahan Strategik. Grove menganjurkan penggunaan lima kekuatan menurut Michael Porter untuk membantu menentukan kemampuan bersaing terbaik dari sebuah bisnis. Selain pelanggan, pesaing, pemasok, barang pengganti, dan hambatan masuk, Grove menambahkan “pelengkap”. Yang ia maksudkan: bisnis-bisnis yang menawarkan produk pelengkap, seperti kertas untuk tinta.

Sebuah perusahaan mengalami titik perubahan strategis ketika salah satu dari keenam kekuatan itu merusak rencana strategisnya, seperti film bisu menjadi kuno dibandingkan film bersuara, seperti walkman menjadi usang ketika datang compact disc. Momen ketika sebuah SIP terjadi memang sangat sulit dikenali, tapi SIP yang tidak diawasi bisa sangat berbahaya bagi masa depan sebuah perusahaan.

Membicarakan pikiran Grove tadi butuh waktu yang panjang. Namun, jika ingin mengetahui intisari gagasannya, Anda cukup menengok 100 Buku Bisnis Terbaik Sepanjang Masa, buku karya bersama Jack Covert dan Todd Sattersten. Dan inilah yang sebenarnya ingin saya bicarakan: 100 Buku Bisnis Terbaik memuat banyak gagasan penting dalam bisnis dan manajemen yang telah mempengaruhi bagaimana bisnis dijalankan.

Buku ini mengingatkan para pelaku bisnis ihwal buku-buku yang tak boleh dilewatkan. Jika Anda luput dan belum membaca buku-buku yang tercantum dalam daftar Covert, tak ada salahnya berburu sekarang. Buku manajemen dan bisnis terus bermunculan, tapi tak berarti buku lama serta-merta usang. Artinya, kita tetap bisa memetik pelajaran dari karya-karya yang dimuat di sini.

Sebagian buku yang masuk daftar 100 ini dilahirkan oleh pebisnis berpengalaman, seperti Grove dan pakar-pakar manajemen seperti Peter Drucker dan Jack Trout. Salah satu karya Trout yang dimuat di daftar 100 ini ialah Positioning: The Battle for Your Mind, yang ia tulis bersama Al Ries. Istilah ini demikian popular dan dianggap sebagai konsep kunci dalam menempatkan suatu produk. Positioning ini, menurut Ries serta Trout, adalah cara yang terorganisasi untuk menemukan celah di dalam benak.

Orang bisa sepakat dan tidak sepakat pada buku-buku pilihan Covert dan Sattersten. Tapi sebelum bersepakat atau tidak, ada baiknya mengetahui bagaimana mereka memilih. Pertimbangan pertama dan terpenting adalah kualitas ide. Pendapat tentang kualitas, tentu saja, bisa subjektif. Untuk mengurangi subjektivitas, mereka mengajukan pertanyaan yang sama untuk semua buku yang diseleksi. Misalnya, apakah pendapat penulisnya bagus? Adakah sesuatu yang baru? Bisakah kita menggunakan ide ini untuk membuat bisnis kita menjadi lebih baik?

Buku-buku ini harus mudah dipahami. Sebuah ide bagus tidak akan bisa dipahami jika disampaikan dalam bahasa yang tidak jelas. Mereka, misalnya, lebih menyarankan Crossing the Chasm karya Geoffrey Moore sebagai buku pengganti yang lebih mudah dipahami daripada Diffusion of Innovation karya Everett Roger. Berikutnya, kegunaan ide tersebut bagi seseorang yang bekerja di dunia bisnis saat ini. Covert dan Sattersten menolak buku-buku yang menjelaskan teori-teori kuno yang sudah lama digantikan atau buku-buku yang berisi anekdot keberhasilan tentang perusahaan yang sudah lama bubar.

Berisi duabelas bagian, buku ini dipilah berdasarkan kategori, dan dimulai dari topik yang paling penting dari semua topik: diri Anda. Dalam kategori ini masuk antara lain karya klasik Stephen R. Covey, The 7 Habits of Highly Effective People dan Dale Carnegie, How to Win Friends and Influence People. Lalu ada kategori kepemimpinan, strategi, penjualan dan pemasaran. Ada pula bagian aturan dan pencatatan nilai, kemudian manajemen, biografi, dan kewirausahaan. Buku ini ditutup dengan cerita dan buku-buku mengenai inovasi dan kreativitas serta ide-ide besar.

Upaya Jack dan Todd untuk menghimpun intisari 100 buku bisnis ini dan menghadirkannya untuk Anda memang patut dihargai. Tak mudah bagi mereka untuk menyeleksi dari ribuan judul buku yang terbit dalam beberapa tahun; untuk tahun 2007 saja, 11 ribu judul buku diterbitkan di AS. Apa lagi, menguraikannya dalam paragraf yang ringkas: 500 sampai 1.000 kata untuk setiap buku.

Anda bisa saja berbeda pendapat mengenai buku-buku terbaik pilihan Jack dan Todd ini. Namun, keduanya telah memberi kemudahan pada kita untuk menelusuri pikiran-pikiran yang membukakan jalan untuk memecahkan persoalan bisnis kita. Inilah hasil penelusuran gagasan bisnis dan manajemen yang Anda patut menyediakan waktu untuk membacanya. ***

Dian R. Basuki, pengamat soal-soal manajemen

Komentar [7]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

7 Komentar untuk “Menyusuri Gagasan Bisnis”

  1. Menyusuri Gagasan Bisnis : Blog Tempo Interaktif | Iklan baris langsung pasang tanpa pendaftaran | 7 July, 2010 12:57

    [...] Detail Iklan: Menyusuri Gagasan Bisnis : Blog Tempo Interaktif Tags: apabila-kedua, begitulah-jawaban, belum-barangkali, Bisnis, gagasan, grove, ingat-pernah, [...]

  2. Abdurahman | 7 July, 2010 18:36

    Wah, baru ini saya membaca lagi ulasan soal bukunya Andy Grove, sebelumnya pak hermawan juga sering menyinggung buku tersebut, hingga akhirnya saya memutuskan untuk membelinya.

    Trus yang ulasan singkat bukunya kok menurut saya agak meleset dari yang dimaksud di buku yah?
    kalau menurut saya, strategic inflection point yg dimaksud adalah mengatasi hambatan hingga kita bisa mencapai target yang lebih tinggi. sperti yang digambarkan di kurvanya, kalau kita berhasil, perusahaan meningkat.. kalau kita gagal, perusahaan menurun..

    terus yang paling seru lagi dari buku tersebut adalah 10.000 effects klo ndak salah.. yang menggunakan kekuatan internet untuk mencapai sasaran.

    silahkan dikoreksi kalau salah..

  3. Abdurahman | 7 July, 2010 18:39

    Oh ya, maaf lupa mau menambahkan.

    saya kira, bukunya Michael Dell yang judulnya Direct From Dell juga menarik buat menambah wawasan. dan sejauh yang saya ingat buku tersebut bahasanya lebih ringan daripada only the paranoid survive.

    yang saya salut dari kedua orang tersebut adalah mereka mau berbagi ilmu & rahasia, suatu yang cukup langka di indonesia.

  4. MEKARDIAN : spiritual business consultant | 18 July, 2010 23:08

    Ulasan bukunya bagus, penuh sensasi inovasi. Tp saya dan mungkin banyak orang yang tetap kesulitan memahami tulisan tersebut. Judulnya saja menyusuri gagasan bisnis, tp pd ulasan yg dimunculkan tidak ada sama sekali langkah2 bagaimana kita harus membangun sebuah ide bisnis, membangun ide bisnis menjadi sebuah gagasan2 nyata. Dari gagasan2 tsb bisa diwujudkan menjadi sebuah bisnis yg kongkrit. Ulasan diatas justru lebih banyak menyoroti soal marketing. saya kira sangat jauh sekali dari harapan para pembaca.harusnya lebih didekatkan tentang konsep2 menguatkan ide2 menjadi gagasan yg pada akhirnya menjadi bisnis nyata. Misal, menegakkan fondasi bisnis yg kokoh,dll

  5. syuri | 9 December, 2010 10:22

    ulasan ceritanya bagus, bro kalo buku yang lain tentang bisnis apa aja?

  6. Romeo Treleven | 29 July, 2011 06:59

    Together with everything which appears to be building within this particular area, your points of view are fairly exciting. Having said that, I beg your pardon, because I do not give credence to your whole idea, all be it exciting none the less. It would seem to us that your commentary are actually not entirely justified and in simple fact you are generally your self not completely convinced of your assertion. In any event I did take pleasure in reading through it.

  7. Hiram Berumen | 5 August, 2011 05:08

    In the great pattern of things you’ll get an A+ with regard to effort and hard work. Where exactly you actually lost me personally ended up being in your details. You know, as the maxim goes, details make or break the argument.. And that couldn’t be much more correct here. Having said that, allow me inform you exactly what did give good results. Your text is very persuasive and this is most likely the reason why I am taking the effort to opine. I do not make it a regular habit of doing that. Next, despite the fact that I can easily see a leaps in reason you make, I am not really confident of just how you appear to connect your ideas which make the conclusion. For now I will subscribe to your position but wish in the foreseeable future you connect the dots much better.

Silakan berkomentar, kawan!