Enak di Blog dan Perlu

Naskah Terbaik Ke-10 Kompetisi Esai Mahasiswa “Menjadi Indonesia” 2012

Oleh: Daniel Hermawan, FISIP Universitas Katholik Parahyangan, Bandung

I. Prolog

Keberagaman itu masih berupa teka-teki silang yang membutuhkan jawaban sebelum akhirnya berlanjut pada pertanyaan selanjutnya. Aku masih terpaku pada pertanyaan di kolom mendatar: Apakah arti “Bhinneka Tunggal Ika”? Aku ingin menjawab “persatuan” pada kolom yang kosong itu, namun sayang jumlah kotak yang ada tidak memadai. Aku bertanya dalam hati, apakah pertanyaan ini tidak memiliki jawaban atau lebih tepatnya belum terjawab oleh pembuat teka-teki silang ini?

Memahami keberagaman secara holistik mungkin masih menjadi mata kuliah sulit bagi masyarakat Indonesia. Ibarat mengkaji lukisan Monalisa dengan senyum misteriusnya, kita masih bertanya-tanya apakah penghormatan terhadap keberagaman itu nyata adanya? Sebagai bangsa yang masih balita dalam memahami keberagaman, respon kita terhadap lukisan agung bernama persatuan itu masih destruktif. Ada yang merusak, menodai, atau bahkan membakar karya seni agung itu karena tidak tahu betapa berharganya nilai kebanggaan terhadap keberagaman itu.

Keberagaman itu tetaplah menjadi pertanyaan yang tidak akan pernah bisa dijawab, sampai kita mau membuka kotak Pandora bernama toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

II. Refleksi

Sembilan belas tahun yang lalu, aku terlahir sebagai orang keturunan di Indonesia. Aku tinggal di lingkungan masyarakat Sunda yang sangat kental. Tak heran, sejumlah budaya Sunda melekat kuat dalam diriku, salah satunya adalah Bahasa Sunda.

Aku tumbuh, berkembang, dan mengukir prestasi di Bumi Parahyangan ini. Sekolahku pun terletak dekat dengan lingkungan masyarakat pribumi. Setiap pagi, aku berjalan kaki ke sekolah melewati rumah warga sekitar. “Eta aya si Cina. Cina!” (Itu ada si Cina. Cina!) Kalimat itulah yang ku dengar dengan nada mengejek dan menghina etnisku. Ku percepat langkahku menuju sekolah dengan rasa sesak di dada.

Beranjak dewasa, aku aktif mengikuti berbagai kegiatan, seminar, dan lomba. Tatkala aku menuju meja pendaftaran, beberapa bibir mencibirku. “Haiya, ada orang Cina mau ikutan seminar!” Selentingan yang membuatku merasa terasing di negeriku sendiri. Mungkinkah aku bukan bagian dari Indonesia yang katanya “Bhinneka Tunggal Ika”?

Setiap kali pelajaran PKn pada masa SD, SMP, dan SMA, aku selalu diberikan makna “Bhinneka Tunggal Ika” itu berbeda-beda, tetapi satu juga. Mungkinkah buku paket pelajaranku yang sudah usang ataukah ada revisi terbaru dari penerbit mengingat “Bhinneka Tunggal Ika” itu selama ini belum pernah ku rasakan. Konsep kebanggaan terhadap keberagaman itu seolah teori belaka, tanpa ada praktik nyata di lapangan.

Aku selalu mendengar di surat kabar, televisi, bahkan radio sekalipun memberitakan tatkala terjadi kerusuhan besar, warga keturunan sepertiku adalah target utama. Masih segar di ingatan orang tuaku, tatkala mempersiapkan semua kemungkinan terburuk yang terjadi akibat kerusuhan besar di tahun 1998. Meskipun kami berdomisili di Bandung, orang tuaku sadar tatkala kerusuhan itu meluas, bukan mustahil kami akan menjadi target selanjutnya.

Aku bertanya apakah aku anak tiri dari ibu bernama Indonesia? Apakah aku tidak mempunyai kesempatan, kebebasan, dan hak yang sama di tanah air tercinta ini? Aku sempat berpikir warga keturunan sepertiku mungkin ibarat air dan minyak dengan warga pribumi. Sampai kapanpun mungkin takkan bisa bersatu dan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang ku pelajari 12 tahun silam itu mungkin sebuah khayalan belaka.

Aku berharap ini hanyalah mimpi buruk. Tatkala aku terbangun, aku berharap mendapatkan jawaban dari teka-teki yang selama ini belum terisi tentang arti dari “Bhinneka Tunggal Ika”.

III. Solusi dan Aksi

Tatkala bangsa kita masih menganggap mayoritas adalah prioritas, penghormatan terhadap keberagaman itu sendiri takkan pernah terjadi. Masyarakat minoritas tetap tersisih dan mungkin terpaksa hijrah ke negara lain tatkala eksistensi mereka terancam oleh kepentingan kaum mayoritas yang tidak mementingkan kepentingan bersama.

Kebanggaan terhadap keberagaman akan terjadi tatkala kita melihat kembali kebangsaan kita di masa lampau. Menyaksikan Piagam Jakarta diubah menjadi Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyiratkan betapa pentingnya pluralisme di Indonesia. Mempelajari zaman penjajahan, di mana semangat kedaerahan membuat bangsa kita mudah diadu domba yang pada akhirnya membuat sekutu dengan mudah masuk dan menjarah kekayaan bangsa Indonesia.

Kemerdekaan yang diperoleh bangsa kita dengan tetesan darah dan keringat ini bukankah diraih oleh kita bersama? Maka dari itu, mengawali kebanggaan terhadap keberagaman haruslah dimulai dari sekarang. Menyaksikan maraknya radikalisme organisasi masyarakat berbasis agama, terorisme, dan tawuran yang membabi buta akibat bangsa yang haus akan kebhinekaan yang sejati.

Sudah saatnya kita membuka kotak Pandora untuk menemukan jawaban teka-teki itu. Tatkala kotak itu terbuka, ternyata hanya ada cermin didalamnya. Ya, jawaban dari pluralisme itu terletak pada diri kita masing-masing. Kita takkan pernah bisa menyelesaikan persoalan ini tatkala kita masih menganggap diri kita berbeda dengan masyarakat Indonesia lainnya. Kita harus mengendurkan ego dan memperkokoh toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mustahil membangun kebanggaan terhadap keberagaman, tatkala perbedaan golongan masih menjadi sekat pembatas bagi bangsa Indonesia. Ketika kita membuka hati untuk berjalan beriringan sebagai rekan seperjuangan, kita akan sadar bahwa kemajuan sebuah bangsa adalah kemajuan bersama. Ibarat kepingan puzzle, kehadiran setiap suku, agama, etnis, dan golongan akan menjadi elemen penting yang saling melengkapi untuk menjadikan gambaran yang utuh tentang Indonesia.

Ibarat menemukan jawaban dari mahakarya seni, kita akan sadar bahwa Indonesia adalah bangsa yang bernilai sangat tinggi di mata dunia. Nilai keberagaman berpadu toleransi yang tergambar jelas pada setiap sendi kehidupan masyarakatnya tidak dapat ditiru dan dibeli dengan uang oleh masyarakat manapun di dunia ini. Ketika kita mengetahui nilai dari Indonesia, maka kita akan sadar untuk menjaganya tetap utuh dan terawat hingga anak cucu kita kelak.

Tidak perlu ada lagi yang merasa dianaktirikan dan tidak ada lagi perpecahan karena kita semua disatupadukan dalam kanvas bernama toleransi yang membuat warna kuas yang kita sapukan di tiap sudutnya tetap melekat. Bukan saling meniadakan satu dengan yang lainnya, melainkan memberikan warna yang beragam dan kontras untuk lukisan indah bernama keberagaman Indonesia.

IV. Epilog

Kini aku sadar bahwa jawaban dari teka-teki itu telah terpecahkan. Ku tuliskan “toleransi” dalam kotak kosong yang tersedia. Semua kotak terisi penuh dengan baik dan aku bisa melanjutkan ke pertanyaan selanjutnya. Ya, aku sadar ternyata teka-teki bernama keberagaman ini takkan pernah terjawab sebelum aku memahami hakikat dari “Bhinneka Tunggal Ika” itu sendiri.

Jawaban “persatuan” yang ku berikan tidaklah salah, hanya saja tidak tepat. Tatkala berbicara tentang keberagaman, maka aku harus mengkaji proses yang ada didalamnya. Dalam hal ini, toleransi adalah proses yang harus kita tempuh sebelum akhirnya menghasilkan persatuan sebagai dampaknya.

Tatkala kita bisa lulus dalam mata kuliah sulit bernama keberagaman ini, yakinlah bahwa keindahan warna Indonesia akan semakin terasa dan kehidupan berbangsa dan bernegara akan semakin indah tanpa adanya jurang pemisah.

****

Komentar [326]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

326 Komentar untuk “Kotak Pandora Bernama Toleransi”

  1. Andi Tenrie | 13 December, 2012 02:13

    Tapi katanya(menurut mithologie Yunani) kotaknya mbah Pandora itu isinya cuma keburukan dan yang teringgal dalam kotak hanya harapan setelah dibuka oleh mbah Pandora karena penasaran, apakah harapan yg tersia dikotaknya nenek Pandora yang diharap oleh kita bangsa Indonesia adalah toleraransi? Tapi toleransi yang bagaimana? Karena kita di Indonesia TOLERANSI itu banyak artinya(suka dipelesetin oleh orang iseng secara suka-suka tergantung suasana hati dan sikon). Ditempat tinggal sementaraku sekarang, yang dimaksud TOLERANSI itu adalah menjaga kenyamanan dan keamanan lingkungan, ini sedikit contoh sederhananya!

  2. paulus yobianto | 13 December, 2012 20:19

    Selama msh kokoh image superioritas bagi kelompok mayoritas maupun monoritas tdk akan ada ttk temu,yg jadi pertanyaan maukah masing2 merendahkan hati satu dgn yg lain

  3. oky chindrawan | 13 December, 2012 22:12

    wah… indahnya perbedaan yaa… saya china karena bapak saya anak dari kakek saya yang china… Bapak dan Kakek saya bahkan koko saya menikah dengan orang asli Jawa tulen… kata budaya china bilamana lelaki china menikah dengan perempuan dari suku bangsa manapun, anaknya masih bisa dibilang orang china… (kata budaya china lokal begitu)… saya tidak peduli saya sebagai anak suku mana, saya menekankan pada diri saya bahwa saya anak Indonesia (resmi) wujud chinanya mungkin terlihat dari mata saya yang sipit… tidak masalah buat saya… yang penting saya nyaman dan saya rasa di lingkungan saya (BUMI AREMA) tidak nampak sindiran heyy kamu china matamu sipit… malah jangan merasa beda… kita adalah sama, sama sesama warga Indonesia… saya masih bisa menempuh pendidikan hingga jenjang sarjana itu sudah bersyukur banget… bahkan saya bisa membuka lapangan pekerjaan maupun bekerja diperusahaan apapun yang ada tanpa memerhatikan RAS juga bersyukur banget… perbesar rasa bersyukur kita sebagai pribadi yang rendah hati, mawas diri dan berlapang dada… salam Indonesia Satu :D

  4. aman | 14 December, 2012 07:22

    kalau lagi kejepit minta toleransi, tapi kalo lagi menjadi yang mayoritas?penguasa tidak mau toleransi pada yang minoritas

  5. antek penjajah | 14 December, 2012 07:23

    itu hanya tulisan dr orang yang cari duit dengan menulis. tidak sesuai dengan yang ada di lapangan

  6. Andi Tenrie | 14 December, 2012 13:39

    Yang namanya TOLERANSI memang selalu membawa kebaikan dan buah manis terhadap pertoleransian dan ketoleransian dalam segala bidang dan dalam segala keadaan serta dalam segala macam situasi, dimana saja dan kapan saja!

  7. uci | 15 December, 2012 05:16

    Orang etnis cina perlu terus introspeksi juga donk, gaya kalian saja belum membumi. Kalau cina cina di mall gaya cuek, parlente, bahkan tdk jarang menghina pembantunya jawa. Kemudian sebagian peran ekonomi dalam tataran mikro, sering mematikan pedagang kecil. Pengusaha cina memiliki sikap deskriminatif di perusahaannya, di lampung yang perusahaan cina,bagian middle management pasti dari cina, sekalipun usia dan kompetensinya di bawah pribumi. Jadi saudara cina berbaurlah dg tulus, jangan bersikap hipokrit - bersembunhi lewat ham dan pluralisme. Kami orang pribumi ada ham yg perlu diperjuangkan, yaitu kesenjangan ekonomi. Cina sangat kaya, pribumi sangat miskin.

  8. James Pattrick Page | 15 December, 2012 13:38

    @Uci, orang Tionghoa emang bawaannya parlente, stylish, cuek. Tapi untuk hina-menghina, gak bisa digeneralisir dong. Emang orang-orang ini saling berhubungan dan bersepakat untuk bersikap seperti itu?

  9. sheilla | 15 December, 2012 13:47

    saya orang keturunan juga.saya lahir dan tinggal di kota kecil di jawa. 6 tahun saya sekolah di sd swasta dan 6 tahun berikutnya saya sekolah di smp dan sma negeri.saya gak merasa adanya diskriminasi dari teman-teman saya. atau mungkin, kalau ada yang menghina saya, dia pasti akan diam kemudian ketika beberapa minggu kemudian saya bisa memperoleh nilai terbaik waktu quis. saya menikmati 6 tahun saya berteman dengan orang keturunan dan 6 tahun saya yang lain dengan orang pribumi. karena apa? karena mungkin saya hidup di sebuah lingkungan yang masih saling membutuhkan.

  10. budi winarto | 15 December, 2012 14:30

    Alloohu Akbar..,Alloohu Akbar..,Alloohu Akbar..!
    Syari’at Islam siapa takut…? “Islam rahmatal lil ‘alamin”
    Nasionalis bukan yang suka berjudi..
    Nasionalis bukan yang suka korupsi..
    Nasionalis bukan yang suka pornografi..
    Nasionalis bukan yang tidak agamis..!
    Nasionalis bukan yang menjurus komunis…!
    Nasionalis bukan yang mengingkari “Tuhannya”..
    Nasionalis bukan yang menyekutukan”Tuhannya”
    Nasionalis bukan yang suka narkoba..
    Nasionalis bukan yang suka durhaka…
    Nasionalis bukan yang suka maksiyat..
    Nasionalis bukan yang tak mau bertobat…la.la..la..la..la..la..la..la..la…la..la…

  11. budi winarto | 15 December, 2012 14:51

    Alloohu Akbar..,Alloohu Akbar..,Alloohu Akbar..!
    Syari’at Islam siapa takut…? “Islam rahmatal lil ‘alamin”
    Nasionalis bukan yang suka berjudi..
    Nasionalis bukan yang suka korupsi..
    Nasionalis bukan yang suka pornografi..
    Nasionalis bukan yang tidak agamis..!
    Nasionalis bukan yang menjurus komunis…!
    Nasionalis bukan yang mengingkari “Tuhannya”..
    Nasionalis bukan yang menyekutukan”Tuhannya”
    Nasionalis bukan yang suka narkoba..
    Nasionalis bukan yang suka durhaka…
    Nasionalis bukan yang suka maksiyat…
    Nasionalis bukan yang tak mau bertobat..la..la..la..la..la..la..la..la..la..la..la..
    toleransi yang “berarti” dunia uhrowi

  12. sagitaninta | 15 December, 2012 17:47

    Semua orang perlu introspeksi, apakah masing-masing sudah bersikap toleran. Jika tidak, kita semua ada dalam lingkaran setan saling menyuruh orang lain toleransi tanpa memahami sendiri apa artinya bertoleransi. Memang sebuah paradoks ketika kita berusaha memahami suatu budaya etnis yang berbeda, bahkan bertentangan jauh sekali dari nilai-nilai kita. Semuanya harus dimulai dari diri sendiri, dan tindakan baik harus lebih diutamakan daripada prasangka buruk. Semesta bersama kita ketika kita berusaha melakukan hal yang baik. Saudara Daniel ini memiliki pandangannya sendiri, dan mungkin etnis lain juga punya pandangannya sendiri. Bagaimana kita menghormati semua pandangan itu, mungkin bisa jadi langkah awal toleransi.

  13. Andi Tenrie | 15 December, 2012 18:30

    Yang mengharap TOLERANSI dan yang diharap memberi berTOLERANSI wajibnya sama-sama MAWASDIRI dalam berTOLERANSI biar ADIL! Jadi tidak hanya mengharap TOLERANSI tanpa memiliki TOLERANSI itu sendiri, begitupun sebaliknya, pemberi/memberi TOLERANSI jangan ada NIAT alias HASRAT LAIN, kita semua harus JUJUR dan IKHLAS supaya DAMAI dan TIDAK MUNAFIQ(oh, indahnya bahasaku!)

  14. Ali Nardi | 16 December, 2012 08:01

    Bahasa tulisannya bagus, tapi sedari awal sudah tidak tepat, toleransi jangan dikaitkan dengan mayoritas - minoritas, sebab sejatinya, demokrasi sebagai jalan yang kita pilih memang menuntut adanya mayoritas sebagai pengendali. Bahwa diberikan kemerdekaan yang bertanggungjawab untuk mencapai mayoritas wadah dan caranya sudah disiapkan. Seangkan untuk kasus Indonesia, harap penulis bandingkan dengan beberapa negara lain : minoritas di Indonesia sebenarnya berada di dalam surga yang bernama Indonesia. Lihat anak-anak mudah dengan gagah mengalungkan salib di jalan-jalan, di mall-mall, siapa yang mengusik mereka ? Apakah mereka pernah bertanya di dalam hatinya, mungkinkah simbol itu mengganggu pemandangan orang lain?. Saya setuju dengan komentar Andi Tenrie, semoga saling mawasdiri menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari, dan dalam bahasa agama Islam, inilah yang disebut takwa.

  15. Hatma Empe | 16 December, 2012 14:28

    Mari kita mulai dengan fakta(keras): apabila saya berdiri atau duduk berdampingan dengan saudara dari Palembang, Parahyangan, Ambon, Batak, Dayak atau dari Papua, maka akan kasat mata adanya perbedaan secara fisik. Entah warna kulit, entah jenis rambut, entah besaran mata dan lainnya. Apakah hal-hal itu akan menyebabkan kita ‘berselisih’? Belum lagi yang disebut adat-istiadat, keyakinan, paham yang dianut atau diyakini, yang menyebabkan ’sudut/cara pandang’yang berbeda. Memang kita berbeda. Hal inilah yang belum pernah secara sungguh-sungguh dibicarakan secara terbuka. Dan fakta juga bahwa Orde Baru, yang sekarang ternyata BAU, adalah rejim yang dengan sadar dan sistematis ‘mengeksplolitir’ hal tersebut demi mempertahankan kekuasaan. Dan, fakta juga bahwa itu tidak berlangsung lama, walau pun 32 tahun lebih dari satu generasi. Dan sampai sekarang, masih ada lembaga yang dengan sadar ‘bermain’ dengan faktor ini guna mengkais usaha untuk kembali berkuasa. Pertanyaannya bagi kita semua, apakah kita akan dan masih akan menghabiskan enerji untuk membicarakan perbedaan-perbedaan kita? Bukankah kasus dimana Jokowi-Ahok bisa memenangkan hati rakyat Jakarta menjadi bukti bahwa niat dan perbuatan baik bisa mengatasi perbedaan? Bukankah perluasan wawasan akan meningkatkan saling-pengertian diantara sesama saudara anak bangsa? Jika disetujui, bagaimana jika setiap dari kita, secara khusus kepada mereka, anak bangsa, yang mendapatkan kesempatan yang lebih baik untuk mengecap pendidikan tinggi, untuk secara sengaja menjadi ‘fasilitator atau agen atau apa pun namanya’ untuk perluasan wawasaan dengan menekankan fakta bahwa bangsa Indonesia, negeri kita ini dibangun dari suku, bangsa yang berbeda-beda? Bukankah itu salah satu warisan indah dari nenek moyang, dan lebih-lebih, para Bapak Bangsa kita?, sebelum dihancurkan oleh rejim Orde Baru yang bau? Dan, faktanya, masih diteruskan oleh Pemerintahan yang telah berkuasa selama 8 tahun belakangan ini(dengan menjual aset bangsa kepada bangsa asing?). Mari berbuat baik, sesederhana apa pun itu. Jayalah Negeri kami, RI!

  16. Andi Tenrie | 16 December, 2012 15:23

    Mari kita beroleransi dengan ikhlas, mulai dari diri kita sendiri dan dalam hal kecil, misalnya dibus atau ditempat umum lain ataupun ditempat pribadi, misalnya dirumah dan tetangga. Dikendaraan umum berikan tempat duduk kepada yang lebih tua atau perempuan atau org cacat, janganlah merokok didalam bus atau tempat umum lainnya atau jangan membangun wc dan septik tank dekat sumurnya tetangga dan jangan menanam pohonkeras yg batangnya akan tumbuh besar dan menjulang tinggi dengan jarak semeter dari perbatasan tanah milik tetangga, jangan menghidupkan mesin apapun terlalu pagi dan sengaja membesarkan gas alias deru mesinnya mengganggu orang lain! Yang ronda malam, tak usah teriak-teriak kecuali nguber maling dan ketawa keras atau mabuk ditengah malam dll, yang paling penting dalam bertoleransi adalah mawasdiri, tidak egois/suka-suka, seenak dewek dan tidak takabbur/sombong ataupun munafiq!

  17. Philmans | 17 December, 2012 06:52

    Toleransi tak perlu dibahas secara teoritis,tapi diwujudkan dalam gaya hidup kesaharian kita, seperti yang diutarakan Sdr Andi Tenrie. Kalau itu diwujudkan,pasti kita tidak akan memandang latar belakang,status sosial,budaya,keyakinan, etnis dsb melainkan terfokus pada rasa kemanusiaan yang beradab dan bermartabat.

  18. digendong | 17 December, 2012 10:13

    dari dulu juga toleransi udah ada.gakusah dibahas2 juga mbah2 kita sudah menerapkan toleransi(liat di poso ambon dkk ada, sebelum ada provokator). yang merusak toleransi adalah orang2 dengan kepentingan pribadi,contohnya? orang2 totok yang bikin “Negara di dalam Negara”,”Seleb bikin paguyuban di antara masyarakat kurang mampu”, “Hedonis”. silahkan diberantas di lingkungan masing2,tar toleransi balik normal lagi..

  19. ziggy | 17 December, 2012 11:23

    toleransi ? siapa yang tidak toleran… mari kita instropeksi…, kita lihat hasilnya saja.. apabila satu kelompok ditekan karena minoritas dan perbedaan, hasilnya mereka akan menjadi warga kelas dua, ekonomi rendah, sekolah gak bisa, kerjaapalagi… kenyataanya sebaliknya…hidup sangat makmur lebih dari yg lain.. lebih nyaman, lebih mewah… bayangkan kalo ada diskriminasi atau mayoritas tdk mau bekerjasama dengan minor… tapi itu tdk terjadi… jangan melihat kasus2 kecil dan sedikit… kenyataannya yang diskriminasi di lapangan siapa… yg tidak mau gauil dengan pribumu siapa, karena mereka dianggap kelas dibawah mereka… silahkan instropeksi… masa diskrimin asi malah lebih makmur…

  20. Tak percaya tuhan itu gondrong | 17 December, 2012 12:03

    Toleransi di Indonesia itu sudah terkenal di dunia. Harus diakui, meski masih ada yang kurang. Kenapa mesti yang mayhoritas yang disalahkan ? Yang minoritas itu seringkali bikin masalah, contohnya pendeta bikin fitnah menjelekkan Islam. Kristen di sini bebas bikin sekolah, bebas ke gereja. Tapi coba tengok mayoritas muslim di AS / Eropa. Islam bahkan tidak diakui sebagai agama negara. Jangankan mendirikan sekolah Islam, bikin mesjid aja dilarang-larang. Yang minoritas itu mestinya intrspeksi diri, kenapa anda sulit menyesuaikan diri. Terus terang, etnis cina yg non-muslim itu tidak mau gaul dengan yang lain. Lihat cina yang muslim, misalnya Felix Siauw, Anton Medan, Anthonius Syafii, dll begitu membaur dengan yang lain. Sekali lagi, jangan cuma nyalahin yg mayoritas. Yg minoritas itu seringkali berprasangka buruk, jadi tingkah lakunya pun jadi paranoid. Contohnya, orang cina kalau bikin rumah selalu rumah benteng. Takut dirampok atau disatroni, gitu. Emang kita-kita ini maling ? Justru mayoritas cina itu jadi bandar narkoba, perampok uang negara semisal Djoko Tjandra, Eddy Tansil dll.

  21. Tak percaya tuhan itu gondrong | 17 December, 2012 12:11

    Toleransi di Indonesia itu sudah terkenal di dunia. Harus diakui, meski masih ada yang kurang. Kenapa mesti yang mayhoritas yang disalahkan ? Yang minoritas itu seringkali bikin masalah, contohnya pendeta bikin fitnah menjelekkan Islam. Kristen di sini bebas bikin sekolah, bebas ke gereja. Tapi coba tengok mayoritas muslim di negaray yang mayoritasnya Kristen / Katolik di AS / Eropa. Islam bahkan tidak diakui sebagai agama negara. Jangankan mendirikan sekolah Islam, bikin mesjid aja dilarang-larang. Yang minoritas itu mestinya intrspeksi diri, kenapa anda sulit menyesuaikan diri. Terus terang, etnis cina yg non-muslim itu tidak mau gaul dengan yang lain. Lihat cina yang muslim, misalnya Ustd Felix Siauw, Anton Medan, Anthonius Syafii, dll begitu membaur dengan yang lain. Sekali lagi, jangan cuma nyalahin yg mayoritas. Yg minoritas itu seringkali berprasangka buruk, jadi tingkah lakunya pun jadi paranoid. Contohnya, orang cina kalau bikin rumah selalu rumah benteng. Takut dirampok atau disatroni, gitu ? Emang kita-kita ini maling ? Kalau anda tidak percaya lingkungan, maka lingkungan pun sulit percaya pada anda. Justru mayoritas dunia hitam itu kebanyakan orang-orang cina misalnya, bandar judi, mucikari, bandar narkoba, perampok uang negara semisal Djoko Tjandra, Eddy Tansil dll. Tentu ada yang baik semisal Kwik Kian Gie. Yang bikin kesal, orang-orang cina kalau memperkerjakan pribumi, cenderung memeras tenaga mereka dengan upah sangat-sangat rendah. Orang-orang cina ini lebih rela bisa jalan-jalan ke Hawaii ketimbang mensejahterakan karyawannya. Lebih suka menggunakan sebagian besar keuntungan usaha untuk foya-foya ketiumbang menyisishkan sedikit untuk kesejahteraan karyawannya. Itu terjadi di mana.

  22. da great | 17 December, 2012 14:01

    Toleransi itu seperti kata Voltaire, “aku mungkin tidka bersetuju dengan pendapatmu, tapi aku akan pertahankan sampai mati hak mu untuk mengatakannya.” Mari tumbuhkan rasa itu, toleransi itu adalah menaruh hak saya diatas hak sekelompok orang, tetapi menaruh hak saya sejajar dengan satu orang, semua orang sama, dan tidak ada hak kelompok yang bisa membantahnya… Itulah arti sebenarnya dari kata MERDEKA

  23. Andi Tenrie | 17 December, 2012 16:57

    Pertama, saya ucapkan, terimakasih pada sdr. Philmans. Kedua, sebenarnya yang dinamakan TOLERANSI itu tak ada hubungannya dengan suku dan ras, mayoritas dan minoritas tapi TOLERANSI itu dari sifat dan kepribadian seseorang atau minoritas dan mayoritas, kemampuan sekolah dgn bebas atau tidak juga tak hubungannya(menurutku). Apa sih yang dimaksud disini MAYO dan MINO? Memang benar, banyak orang tak mampu bersekolah kejenjang lebih tinggi atau ke Universitas karena memang tak mampu MENCAPAI PENDIDIKAN FORMAL YANG LEBIH TINGGI SEBAB DI INDONESIA PADA ERA ORBA MEMANG SUDAH ATAU MULAI SUANGAT MUUUAHAL DAN PEMERINTAH WAKTU ITU TIDAK BERPIKIR UTK MENCERDASKAN BANGSA, TAPI PEJABATNA TAK KIRA-KIRA SERAKAH DAN MATRE SERTA MENTINGIN DIRINYA SAJA, YANG PENTING ANAK MEREKA MAJU/SUKSES DISEGALA BIDANG DAN MAMPU KE LN BERSEKOLAH WALAU SEBENARNYA TAK BELAJAR CUMA PAMER KEKAYAAN DAN JABATAN ORTU! Jadi sekali lagi, TOLERANSI adalah Karakter dan Budi Pekerti tak berhubungan dengan Hartabenda atau Ethnic( itu menurut pendapat saya).

  24. abdurrahman chudlori | 18 December, 2012 17:49

    Jujur saja ada kemunduran dari mayoritas Islam dalam menjabarkan ajaran toleransi yang itu sebenarkan besimbiosis dengan kebenaran. Gak akan pernah bisa menegakkan kebanaran tanpa disandingi dengan sikap toleran. makin suburnya sikap intoleran dikalangan ummat Islam karena pengaruh ajaran transnasional yang didanai oleh petro dolar arab saudi. Maka hati-hati dengan segala ideologi yang bersumber budaya arab.

  25. Muhd. Amnan | 18 December, 2012 20:41

    Toleransi itu, tidak teriak2 ketika lagi doa atau smbahyang pake pengeras suare.

    Brisik !!

  26. Muhd. Amnan | 18 December, 2012 20:44

    Oh ya satu lagi, ada 2 kota yang terkenal sangat toleransi di dunia ini. Mekah dan madinah

    Saking tolerannya, ummat dari agama lain pun tak boleh masuk kota itu. Keren tho??!??

  27. madani | 19 December, 2012 03:54

    Muhd. amnan.yg ber agama lain ibadah nya ke tempat lain.namanya aja kota suci,bersuci dulu bersih kan niat baru bisa datang.Insya Allah

  28. madani | 19 December, 2012 03:57

    Satu lagi .Muhd. amnan.yg ber agama lain ibadah nya ke tempat lain.namanya aja kota suci,bersuci dulu bersih kan niat baru bisa datang.Insya Allah

  29. blindbutsee | 19 December, 2012 04:04

    Yang argumen bawa2 SARA disini adalah manusia2 picik.
    Gw keturunan cina, tapi gw ga liat ras atau agama lo.. Kalo hati lo baek, gw betah deket lo meskipun lu ga seagama atau satu ras sm gw.
    Tapi kalo ternyata hati lo busuk dan jahat, meskipun lu satu agama dan sama ras dengan gw, gw akan jaga jarak aman.
    Simple toh? Gitu aja repot.
    See inside, not outer side!
    Masa aja lo harus jadi buta dulu baru berpikiran dewasa.

  30. blindbutsee | 19 December, 2012 04:28

    @uci: stereotyping, norak ah.
    @james: agreed with your LAST line.
    @sheilla: cool..
    @sagita / andi : totally agreed!
    @ziggy: yg tdk mau gaul dgn pribumi krn merasa lebih eksklusif berarti orang dungu.
    @takpercaya: jgn provokatif bro, belajar liat dari sisi lain. Omong2 rmh gw ga dibenteng. Bikin gereja ga semudah yg ente tau, jd ga ush diributin. Ga penting gondrong/botak, Tuhan itu cuma satu yaitu yg ciptain lo dan jg gw beserta manusia lainnya.
    @amnan: hormati kaum muslim, jgn bikin malu dong.

  31. AMB | 19 December, 2012 11:06

    ESAI
    Esainya seperti setengah puisi dan setengah curhat. Ya mungkin memang bukan kompetisi esai ilmiah ya…

    Tetap saya apresiasi penulisnya dan mohon teruskan belajar menulis dengan memikirkan manfaat dan efek samping yang mungkin ditimbulkan dan menulis dengan cerdas.

    KOMENTAR-KOMENTAR YANG LAIN
    Di belanda, penjaranya banyak orang bule.
    Di arab, penjaranya banyak orang arab.

    Dalam semua ras dan agama terdapat oknum2. Mari kita terapkan praduga tak bersalah ketika berkenalan dengan orang lain (dari ras / agama apapun).

    Mari kita cerdas dan sopan dalam berbicara dan bertindak. Taat hukum maupun norma2 sosial dan etik. Menghargai orang lain karena kita juga ingin dihargai.

  32. AMB | 19 December, 2012 11:39

    KEPADA PENGUSAHA
    Apapun ras dan agama Anda, marilah lebih peka terhadap realita kemiskinan dan pluralitas di Indonesia.

    Marilah tingkatkan upaya2 CSR di perusahaan Anda dan jangan bias terhadap ras / agama tertentu.

    Marilah review kebijakan2 di perusahaan Anda apakah adil terhadap orang kecil (buruh misalnya).

    Jangan lupa bahwa perusahaan memang harus untung, tetapi caranya harus HALAL dan perhatikan juga misalnya buruh atau masyarakat miskin di sekitar perusahaan Anda.

  33. si bodo bejo | 19 December, 2012 19:03

    Indonesia itu proyek bersama, bukan hanya proyek satu suku/etnis atau agama tertentu.

    Indonesia juga bukan milik suatu etnis/agama tertentu.

    Indonesia juga tidak mengenal pemegang saham mayoritas-minoritas.

    Indonesia, mestinya, sebuah entitas lintas etnis dan agama, tanpa harus meniadakan keragaman etnis dan agama itu sendiri (termasuk aliran kepercayaan, yang belakangan makin dipersulit secara administratif).

    Indonesia harus konsisten dengan kontrak sosial Sumpah Pemuda dan UUD 1945. Juga penghargaan atas HAM.

    Bahwa ada yang rasis, radikal, ekstremis, itu pasti oknum. Hal serupa ada di Amerika Serikat.

    Tapi, Obama yang separo hitam bisa terpilih, bahkan untuk kedua kali, menjadi presiden AS.

    Terus Ahok, yang Kristen dan Cina, juga bisa jadi Wagub DKI. Mari Pangestu, Kwik Kian Gie jadi menteri, dan di masa lalu ada Laksamana John Lie yang telah menjadi pahlawan nasional.

    Terus, kalau mau dilacak secara genealogis dan profil DNA-nya, sangat mungkin banyak org Indonesia “asli” spt etnis Palembang misalnya, yang memiliki darah Cina, atau paling tidak Mongoloid…

    Jadi, yang merasa Cina, jangan membesar-mbesarkan persepsi ke-Cina-an itu dengan diskriminasi yang justru menjadi bayang-bayang yang menghantui diri sendiri…

    Kalau Anda sudah tidak bisa bahasa Cina dengan segala variannya, dan lebih mahir berbahasa Sunda atau Jawa atau Batak–meski tampang Anda masih tersisa unsur “Cina”nya–Anda sebenarnya tidak layak lagi merasa Cina dengan segala bayangan diskriminasi dan lainnya…

    Apalagi bila bayangan tentang diskriminasi itu menjadi alat justifikasi bagi Anda untuk merasa suprioir dan angkuh sehingga memandang remeh mereka yang disebut atau menyebut dirinya “pribumi”…

    Salam untuk ke-Indonesia-an…

  34. Amanda | 19 December, 2012 23:46

    Dunia ini tidak terpisah dari orang baik atau orang jahat karena pada hakikatnya, kebaikan atau kejahatan itu ada di dalam diri kita masing2. Tergantung yang mana yang kita dominankan.

    Baik itu kalangan pribumi atau keturunan, Muslim atau Nonmuslim, Sunda, Jawa, Batak, dll, pasti ada yang baik dan pasti juga ada yang jahat. Bukan karena agamanya, rasnya, sukunya, tapi karena dirinya sendiri. Meskipun belakangan ini banyak konflik yang mengatasnamakan agama, ras, dan suku, sebenarnya yang mereka perjuangkan adalah ego mereka sendiri. Karena apapun agamanya, rasnya, sukunya, tidak ada yang mengajarkan apalagi memerintahkan untuk menyakiti sesama, untuk saling merendahkan dan menghina.

    Bagi kebanyakan orang, toleransi memang hanya teori, karena pada kenyataannya konflik antar agama, ras, dan suku masih kerap terjadi. Sehingga rasanya kata toleransi itu hanya bualan belaka.

    Tetapi seringkali kita lupa, bahwa suatu pernyataan tidak bisa diputuskan sebagai teori jika tidak bisa dipraktekkan sebagai kebenaran.

    Oleh karena itu, sebagai manusia yang memiliki agama, ras, dan suku yang pasti tidak menghendaki kekacaukan melainkan kedamaian, adalah tugas kita untuk memperjuangkan toleransi itu sendiri.

    Mungkin akan sulit jika kita hendak mengubah dunia, meyakinkan kepada setiap orang tentang makna toleransi itu, tetapi paling tidak kita mengusahakan diri kita sendiri untuk saling menghargai satu sama lain. Semampu kita. Sebisa kita. Satu kilometer selalu berawal dari satu milimeter, bukan?

  35. Safania | 20 December, 2012 07:02

    @ali nardi, saya setuju pembukaan komentar anda yg isinya “toleransi jangan dikaitkan dengan mayoritas - minoritas” karena pada hakekatnya tiap Suku, Agama, Ras dan Golongan di INA punya hak dan kewajiban yg sama tanpa memandang jumlahnya. NAMUN, contoh penggunaan simbol keagamaan spt salib tidak tepat untuk dipermasalahkan dalam koridor toleransi.Sama tidak tepatnya dgn penggunaan burqa, atau peletakan sesaji di banyak tempat di Bali. Tidak seharusnya kita merasa jengah melihat hal2 tersebut.

  36. Orang Biasa | 20 December, 2012 22:23

    Definisi Toleransi versi Wikipedia:
    Toleransi adalah istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya.[1] Istilah toleransi juga digunakan dengan menggunakan definisi “kelompok” yang lebih luas, misalnya partai politik, orientasi seksual, dan lain-lain. Hingga saat ini masih banyak kontroversi dan kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi, baik dari kaum liberal maupun konservatif.
    ———
    sekedar ngasih catatan dikit aja bahwa apapun pandangan saudara2 tentang TOLERANSI, setidaknya sama2 pahami dulu arti dari kata tersebut, baik secara bahasa maupun istilah sehingga tidak terjebak dengan perdebatan tak tentu arah (debat kusir), apalagi saling menyalahkan.

  37. candrasitumorang | 20 December, 2012 22:32

    KEBERAGAMAN: “Rambut sama hitam tetapi shampoo berbeda-beda.”

  38. Orang Biasa | 20 December, 2012 22:53

    dengan demikian, menurut pandangan saya pribadi bahwa statemen saudara2 yang menyebut Toleransi jangan dikaitkan dengan Mayoritas-Minoritas tidak/kurang tepat, sebab TOLERANSI ada pada konteks sosial (suku, bangsa, bahasa, dll.), budaya (termasuk berbagai macam produk yang dihasilkan) dan agama (Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghuchu, hingga aliran kepercayaan, termasuk juga kelompok2 dalam suatu agama tertentu) sebagaimana definisi diatas (penekanan cetak tebal) sehingga faktor Mayoritas-Minoritas tidak dapat dipisahkan.
    Intinya sih TOLERANSI terletak pada bagaimana memahami perbedaan yang ada dengan tidak saling merasa benar atau menyalahkan yang lain. namun demikian, dengan TOLERANSI bukan berarti setuju atau membenarkan sikap, pandangan, atau kondisi yang berbeda, tetapi sebatas mengakui bahwa setiap orang memiliki kebebasan dan hak untuk berbeda dengan yang lain dengan tidak merendahkan, memandang sinis atau mengejek, mengasingkannya dari lingkup mayoritas, dan sebagainya sehingga nantinya akan tercipta kerukunan dan kebersamaan serta rasa saling membutuhkan satu sama lain.

  39. Bleskedemdem | 21 December, 2012 06:52

    Bos gue china. Sedangkan gue sunda. Bos gue orangnya baik banget sama gue. gue sama die saling menghormati dan selalu akrab. giliran gue suka sama anaknya, baru ketahuan deh, dia ternyata benci gue. Tobat gue!

  40. blindbutsee | 21 December, 2012 09:12

    @bleskedendem: maaf, anda salah kamar. Disini bahas toleransi, bukan urusan pekerjaan yg tak sengaja tercampur urusan cinta. Itu lain cerita.

  41. A. Ruslie | 22 December, 2012 09:37

    sebenarnya gampang banget tentang toleransi, karena sebagian masyarakat kita beragama Islam

  42. puspita | 22 December, 2012 20:40

    lha wong yang komentar memiliki persepsi yang saling berbeda. pasti susah ketemunya.
    kemudian banyak komentar yang tidak didasari dengan pikiran yang jeernih.
    ada yang mengomentari dengan berlandaskan kebencian etnik;
    ada yang mengomentari karena fanatisme agama ( masak sampai mengaku tidak nyaman melihat orang berkalung salib ? )kedengkian yang tidak beralasan; ada yang komentar dengan landasan iri secara ekonomi, seakan lupa bahwa etnik china kebanyakan memang rajin belajar, ulet dan tekun bekerja.
    Yang paling parah adalah komentar pedas yang merasa superior karena berasal dari pemeluk agama mayoritas.
    Saya pribadi pribumi tulen, agama di ktp : islam.

  43. puspita | 22 December, 2012 20:56

    toleransi adalah ukuran yang masih bisa diterima bila tidak tepat dengan ukuran pokok/ideal.

    contoh, kalau ukuran ideal kita, agama yang paling benar adalah agama A, maka jika orang tersebut memiliki toleransi tinggi pasti bisa menerima bila ada orang lain berbeda ukuran idealnya dalam beragama, ( orang lain menganggap agama B yang ideal )

    contoh lagi, bila ada aturan bahwa karyawan yang membolos 3 hari akan dipecat, dan ternyata ada pimpinan perusahaan yang mempunyai toleransi tinggi, masih memberikan kesempatan bekerja pada karyawan yang bolos 3 hari.
    Itulah pemahaman dasar toleransi.

    toleransi hanya ada dalam diri orang yang BENAR BENAR SABAR DAN LAPANG DADA.

    ingat, toleransi, bhineka tunggal ika mulai rusak sejak ( ma’af ) agama tertentu masuk ke nusantara.

  44. puspita | 22 December, 2012 20:59

    selamat untuk penulis…
    bagi orang-orang yang mau mencoba berfikir jernih, tulisan anda benar-benar menginspirasi…
    jangan takut untuk mengatakan apa yang anda anggap benar.

    karena nabi Muhamad mengajarkan kepada kita untuk mengatakan kebenaran, walaupun pahit rasanya… rahayu..

  45. mirnamurni | 23 December, 2012 07:25

    @budi winarto - otak lu kaya teroris, yg penuh kata-2 ancaman tpi suka senyum– manusia MUNAFIK, yg hanya suka KLAIM, damai dsb tapi TIDAK ada BUKTI, bahkan PEMBECI perbedaan dam MANUSIA— sampaah

  46. mirnamurni | 23 December, 2012 07:26

    @budi winarto - otak lu kaya teroris, yg penuh kata-2 ancaman tpi suka senyum- - manusia MUNAFIK, yg hanya suka KLAIM, damai dsb tapi TIDAK ada BUKTI, bahkan PEMBECI perbedaan dam MANUSIA— sampaah

  47. Joko | 23 December, 2012 10:31

    Tolong sebutkan … negara mana yang lebih toleran dari masyarakat Indonesia .. ???

  48. puspita | 23 December, 2012 10:42

    awalnya,.. ratusan tahun yang lalu, indonesia atau nusantara waktu itu, adalah negara yang memiliki budaya toleransi tertinggi di seluruh jagat raya. bukti bukti sejarah menguatkan fakta ini. namun sejak ajaran agama tertentu masuk secara masive ke nusantara, pada saat itulah spirit ” bhineka tunggal ika tanhana dharma mangrwa” mulai meredup.
    dan sekarang Indonesia termasuk dalam daftar negara yang masyarakatnya kurang toleran.
    ini fakta yang harus kita terima sebagai landasan untuk memperbaiki diri.
    jadi kalau kita pernah melancong ke eropa dan amerika atau australia, justru sekarang masyarakatnya mempunyai toleransi yang lebih tinggi daripada indonesia. sungguh ironis…

  49. Joko | 23 December, 2012 10:58

    Pusputa … kamu pernah keluar negeri ?? emang tidak pernah baca berita ?? ukuran toleransi yang bagaimana yang kamu maksudkan ? toleransi liberal ? Sebutkan 1 negara yang eropa yang lebih toleran dari indonesia ? 1 saja.
    Amerika ? ketawa aku .. kamu tahu bagaimana perilaku mereka terhadap orang Islam, negro, Indian ? itu masih terjadi sampai sekarang, mbak. Di Australia .. orang malu mengaku dirinya muslim, karena pasti akan kena sweeping.
    Berbeda dengan kamu, orang Chin kamu bisa tinggal di sini dengan nyaman. Walaupun leluhurmu keturuan Chin pernah terlibat pemberontakan. Fakta sejarah ini tidak akan pernah dilupakan TNI. Begitu jg dgn orang kris, kalian masih melenggang walau kalian sudah mencuci otak remaja-remaja Islam. Ini semua adalah FAKTA.
    Tidak ada negara yang lebih toleran dari Indonesia.. Yang ada adalah kaum minoritas yang selalu minta LEBIH !!

  50. puspita | 23 December, 2012 20:39

    ya, kebetulan beberapa kali aku pernah ke salah satu kota di eropa, amerika dan australia. mas joko, kalau anda cermat, perlakuan kepada negro dan indian itu karena alasan kapitalisme, sekali lagi karena urusan KAPITALISME ! negro dalam sejarahnya mereka dijadikan budak, dan indian untuk diambil tanah dan eksploitasi sumber daya alamnya. jadi tidak terkait dengan toleransi beragama. Perlakuan amerika terhadap orang Islam ? saya lihat baik baik aja tuh. Masjid sangat mudah berdiri. Lihat di rusia,negara komunis itu mendirikan masjid sangat bebas di sana.Kalau masyarakat eropa dan amerika curiga dan khawatir terhadap Islam, itu karena keberhasilan kelompok Islam yang berperilaku mengerikan menurut pandangan mereka. Lihat perilaku kelompok Islam fundamentalis di Afganistan, Pakistan, Sudan, Yaman dan kelompok jaringan Osama.
    Jangan bicara tentang sejarah pemberontakan kelompok lain, sementara anda lupa sejarah pemberontakan kelompok islam. Lihat pemeberontakan kahar muzakar, pemberontakan orang aceh, DI/TII anda lupa ? atau tidak tahu sejarah ? tolong sebutkan pemberontakan yg dilakukan org china, dimana ? kapan ? apakah tidak keliru anda mengatakan kristen melakukan cuci otak terhadap remaja islam ? apakah bukan kelompok islam sendiri yang melakukan cuci otak sehingga banyak yang akan mendirikan negara islam ? menjadi pengebom dan pembunuh saudaranya sendiri ? siapa yang dicuci otak ? dan bentuk cuci otaknya sepeerti apa ?
    apakah anda tidak tahu ada kelompok islam di indonesia yang terus mendapatkan sokongan dana untuk mendirikan negara islam di indonesia ? DULU, MEMANG INDONESIA ADALAH NEGARA YANG SANGAT TOLERAN. TAPI SETELAH MASUK AGAMA TERTENTU, BUDAYA TOLERANSI ITU MENJADI KIAN MEMUDAR.

    Lihat konflik agama di maluku, poso, ahmadiyah, syiah di madura… !!!

    Salah kalau minoritas selalu minta lebih. Minoritas selalu minta yang adil, hanya itu.

    Lihat rintangan yang diperlakukan pada minoritas bila mau mendirikan rumah ibadah ! Kenapa sekarang harus ada penjagaan yang ketat di rumah ibadah tertentu bila hari natal ? kenapa sekarang kelompok agama tertentu menjadi merrasa tidak aman merayakan natal ? contoh tuh banser/ansor yang mau menjaga orang natalan di gereja…

  51. aji | 23 December, 2012 21:57

    Puspita, Kita lihat aturan resminya saja di tiap negara. Karena kita sdh mewakilkan suara kita kepada negara. Libur di Amerika apa mengakomodasi agama lain? Agama apa yang diakui disana? Belum lagi soal pendirian Rumah ibadah lain? Apakah aturannya sudah mencerminkan toleransi?
    Di Indonesia Jangan bertanya soal itu. Seluruhnya diberi ruang selama “tidak melanggar ketertiban” Contoh sederhana mendirikan rumah ibadah ditempat yang tidak ada atau sedikit penganutnya di daerah tersebut, dan kebanyakan pendatang. Tapi kalu hal itu terjadi di daerah Muslim semua pada ribut, kalau di Papua koq nggak ya?
    Di Poso dan Maluku siapa yang dibantai dulu? Lihat berita yang jujur. Umat islam yang sedang Sholat Idul Fitri awalnya yang diserang.. Cobalah untuk adil menilai. Tidak hanya sekedar melihat media yg belum tentu benar beritanya.

  52. Joko | 23 December, 2012 22:12

    Puspita … tuh kan ketahuan kalo kamu kristen tulen .. gitu ngaku Islam ..
    Apa yang telah kamu paparkan menunjukkan kalo kamu sama sekali gak paham sejarah. Semua yang kamu tulis adalah seperti yang kamu tafsirkan sendiri. Jadi kamu mengada-ada. Justru menunjukkan betapa bodohnya kamu.
    katamu “DULU, MEMANG INDONESIA ADALAH NEGARA YANG SANGAT TOLERAN. TAPI SETELAH MASUK AGAMA TERTENTU, BUDAYA TOLERANSI ITU MENJADI KIAN MEMUDAR”. Maksudmu ini agama Islam yang merusak toleransi..
    Aku banyak berkawan dengan orang kristen,tapi gak ada yang sebodoh kamu …
    Sebaiknya belajar dulu deh sejarah Indonesia, sejak mulai jaman pergerakan. Sampai sekarang. Karena nampak sekali anda ndak paham apa itu toleransi, fundamentalis, kapitalisme,Liberalis yang kamu tuliskan itu. Dan kalo kamu mau komentar tentang tolenrasi dalam Islam silahkan pelajari Islam. Sebutkan 1 saja bagian mana dari agama Islam yang tidak toleran?

  53. puspita | 23 December, 2012 22:55

    mas joko,
    pertama : sangat gegabah anda mengatakan saya memeluk agama tetentu seperti penafsiran anda, hanya didasarkan pada tulisan saya yang mungkin bernada membela kelompok agama tertentu, SANGAT GEGABAH.
    Kalaupun toh tuduhan anda UMPAMANYA BENAR, memangnya kenapa kalau agama saya kristen ? apakah anda pasti lebih mulia dari saya ?

    Kedua : mas joko mengolok saya bodoh, syukurlah, kalau begitu saya akan belajar lebih giat lagi agar tidak bodoh.
    Kalau mas joko mengatakan saya gak paham sejarah, apa dasarnya ? sejarah mana yang tidak saya pahami ?
    Saya menjadi yakin justru andalah yang tidak paham sejarah. Tolong baca lagi sejarah nusantara, mulai abad III ampai abad XV. Dan baca lagi sejarah majapahit, ada seorang putera raja majapahit yang memeluk Islam, yang berusaha membunuh ayahnya untuk merebut kekuasaan atas dorongan seorang wali.
    YANG HARUS ANDA PAHAMI, BUKAN AGAMA ISLAMNYA YANG MERUSAK TOLERANSI !!
    TAPI PARA PEMELUKNYA YANG MEMILIKI PEMAHAMAN YANG BERTENTANGAN DENGAN NILAI-NILAI PERIKEMANUSIAAN.
    Dari karakter anda, saya tidak yakin bisa berkawan dengan banyak orang kristen.

    Ketiga : anda menganjurkan saya belajar sejarah sejak jaman pergerakan. Pergerakan apa ? Kalau yg anda maksudkan adalah jaman pergerakan nasional, yaitu pergerakan mengusir penjajah belanda, itu terlalu dangkal masss… Saya pelajari sejarah Indonesia sejak jaman purba.
    Justru semua kalimat anda tidak menyertakan kajian historis. Anda hanya mendasarkan pada emosi semata.
    Kalau anda ndak paham toleransi, itu hanya penilaian anda. Pada prakteknya, saa aktif dalam organisasi lintas agama, dan bergaul serta berkegiatan dengan semua kelompok agama apapun

    Keempat : kalau anda ingin meminta saya menunjukkan bagian mana dari AGAMA ISLAM YANG TIDAK TOLERAN ?
    JAWABANNYA :Agama tidak bisa berbuat apa-apa.Karena agama adalah kumpulan ajaran yang berisi perintah, larangan, anjuran dll. Agama bukan Tuhan, bukan manusia.
    YANG TIDAK TOLERAN ITU MANUSIANYA. PEMELUKNYA.
    PEMELUKNYA YANG GAGAL MEMAHAMI DENGAN BENAR KARENA MEMPELAJARI AGAMA DENGAN MENINGGALKAN RASIO/LOGIKA DAN HATI NURANI.

    jadi mass jokoo….
    gunakan rasio/logika, gunakan pula hati nurani anda.
    agar anda menjadi agamawan yang sejuk dan didalam hati anda TIDAK DIPENUHI KEBENCIAN YANG MENGOTORI HATI
    dan insya allah, bisa menjadi insan al kamil

    rahayu…
    mugi rahayu sagung dumadi

  54. puspita | 23 December, 2012 23:40

    untuk mas aji,
    mas, di amerika adalah negara sekuler, jadi pemerintah federal tidak ngurusi urusan agama apapun, termasuk hari natal. semua agama apapun bebas merayakan hari raya agamanya asal tidak dengan cara melanggar hukum yang berlaku.
    disana semua agama dibiarkan bebas berkembang.
    Berkebalikan dengan di indonesia, sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama islam kemudian mewajibkan adanya pendidikan agama di sekolah, di amerika tidak ada pendidikan agama seperti di indonesia, walaupun mayoritas beragama kristen tidak ada pendidikan agama kristen disekolah.
    diamerika semua agama bebas mendirikan rumah ibadah dengan mudah.
    Jusru di indonesia agama minoritas selalu dipersulit, bahkan sering ada pengrusakan rumah ibadah, di amerika lebih aman daripada di indonesia.
    Hanya saja peristiwa 11 september memberi kesan amat buruk tentang islam dalam benak masyarakat amerika.
    KALAU MAU JUJUR DAN OBJEKTIF, UMAT ISLAM CENDERUNG KETAKUTAN AKAN TERSAINGI DAN MERASA TERANCAM, BILA ADA KELOMPOK AGAMA YANG LAIN MENDIRIKAN RUMAH IBADAH.
    Banyak kejadian yang menjadi fakta akan hal ini. Di amerika, orang2 kristen tidak pernah merasa terancam bila ada kelompok agama yang mendirikan rumah ibadah.
    Perlu diketahui, di amerika juga berkembang pesat orang-orang agnostik bahkan penganut atheis.

    Sebanarnya, konflik berlatar belakang agama yang terjadi di Indonesia rata-rata memang di “desain” oleh pihak tertentu. Hal ini dikarenakan kelompok agama merupakan kelompok yang paling mudah dibenturkan.
    MAS AJI, JANGAN PERCAYA DENGAN KABAR BAHWA SATU PIHAK MENDAHULUI MENYERANG PIHAK LAIN, KARENA HAL ITU MENJADI BERITA YANG SENGAJA DISEBAR SEBAGAI CARA UNTUK MEMANASI HATI TIAP KELOMPOK YANG AKAN DIBENTURKAN.
    INGAT, SEMUA KONFLIK AGAMA MEMANG SENGAJA DIBENTURKAN !!!

    Andai masyarakat mau belajar tentang teori konspirasi, pasti tidak mudah terjadi konflik, dan tidak mudah di adu seperti domba.
    SEBENARNYA BANYAK YANG DIJADIKAN DOMBA UNTUK DIADU, NAMUN SERING FANATISME MENUTUPI AKAL SEHAT DAN NURANI KITA

    nuwun..,

  55. blindbutsee | 24 December, 2012 00:44

    @puspita : Sempat kaget membaca kalimat anda yg mengatakan ” sejak masuknya agama tertentu ” Sy agak ngeri karena kalimat tersebut terdengar agrresive.
    @ALL : Semoga kita disini tidak lagi saling berdebat membawa agama, karena menurut pemikiran sy yg bodoh ini, bukankah agama adalah urusan pribadi? Maksud sy pribadi bukan lagi tentang hak nya, melainkan sungguh urusan antara seorang manusia dengan penciptanya. Hanya mereka berdua saja tanpa perlu dikomentari/dicampurtangani siapapun atau apapun yg lain. Jadi mari kita sudahi argumentasi disini atau baiknya comment disabled agar tidak berkepanjangan. Terimakasih.

  56. Joko | 24 December, 2012 02:00

    Puspita .. dan saya semakin yakin kamu adalah agen kristen, yang nyaru jadi orang Islam terus memberikan informasi menyesatkan agar orang Islam lain tersesat. Saya akan bahas 1 per 1 pernyataan anda.
    Mengatakan ada pangeran membunuh ayahnya yang diutus oleh seorang wali adalah sebuah pernyatan yang bohong luar biasa. Apalagi dasar pernyataan ada tidak jelas. Kali ini saya buka sedikit. Raden Brawijaya V adalah raja Majapahit Hindu terakhir. Permaisuri adalah putri campa yang muslim. Salah satu putra Brawijaya yang muslim terkenal adalah Raden Fatah, yg diberi jabatan Bupati Demak. Raden Fatah adalah keturunan Cina. Dan diduga adalah leluhur Gus Dur. Satu-satunya bukti, beralihny Hindu ke Islam adalah tulisan Cina di kuil Sampokong Semarang. Disebut Raden Fatah berebut tahta dengan Kakaknya. Raden Fatah merasa lebih berhak memiliki tahta karena waktu itu memiliki militer paling kuat di antara kadipaten2 Majapahit lainnya. Justru yang berbuat onar adalah Sang kakak, Kertabumi, yang banyak melakukan pembunuhan politik. Ini disebut di dalam kitab Pararaton.
    Coba perhatikan kalo Islam atau ummat nya tidak toleran, Pasti semua masuk Islam. Terbukti, Islam tidak memerangi orang2 yang masih memeluk kejawen atau wiwitan. Islam tidak memerangi Hindu Tengger atau Bali. Justru di jaman wali Indonesia berkembang sebagai masyarakat yang sangat harmonis.
    Berkawan dengan teman kristen ? kenapa tidak ? Selama kita tidak mempersoalkan agama. Anda yang pertama menyebut Islam perusak toleransi. Apakah sekarang anda plin plan ?
    Nusantara dimulai dari Raja-raja. Indonesia dimulai dari gerakan pemuda Syarekat Dagang Islam. Gerakan ini yang mencetuskan ide gerakan nasional, yang berbasis Islam. Dengan tujuan adalah negara Islam. Kemudian Budi Utomo lahir. Dari sini banyak pengorbanan ummat Islam untuk negara ini. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Yg pengorbanan ini ditanggung sampai sekarang.
    Jika kemudian anda mengaku aktif di organisasi lintas agama, jelas tidak mungkin anda menyatakan kalimat povikatif “Agama tertentu (islam) perusak toleransi” itu. Apakah anda sedang berbohong atau pikun ?
    Sekarang anda mengatakan Agama tidak bermasalah, krn yang bermasalah manusiannya. Aneh anda ini… Seharusnya sebelum mepersoalkan ajaran Islam, anda harusnya terlebih dahulu mempelajari kebenaran teori trinitas itu, yang sampai sekarang jawabannya masih ambigu.
    Rasio, logika, hati nurani ?? saya justru ngak ngerti maksud anda.. karena nasehat yang indah itu sebaiknya ditujukan untuk anda sendiri.
    Tolong .. sudahlah berpura-pura jadi muslim. masih terlalu mencolok, mas. Bahkan semakin panjang anda berpura-pura semakin nampak kebongan anda. Saya tahu pasti orang-orang seperti anda ini.
    Saya rasa cukup sampai disini debat kusir ini. Karena seharusnya berdebat itu utk mencari kebenaran. ….

  57. puspita | 24 December, 2012 02:15

    @blindbutsee :
    dengan segala kerendahan hati, aku hanya ingin memaparkan sesuatu dengan objektif dan faktual, sehingga bisa menganalisis sesuatu dengan jernih dan berimbang.
    bukan ingin mendiskreditkan ajarannya, tapi mengkritisi pemeluk keyakinan yang sering tanpa sadar terbbawa fanatisme buta.
    Belajar sejarah amatlah penting, agar kita misa melihat suatu hal dari beragam pespektif sehingga hasil pandangan kita menjadi lebih lengkap, TIDAK DARI SATU SUDUT PANDANG SAJA.

    dan anda tidak perlu ngeri dengan kalimat saya, karena faktanya memang begitu. ingatkah anda dengan peristiwa berdarah saat perebutan kekuasaan majapahit(hindu) oleh demak (islam), yang notabene adalah pertarungan anak dan bapak ? contoh lagi, siapa yang membunuh para sahabat ? bukan orang lain tetapi sesama muslim. siapa yang membunuh cucu2 nabi, tidak lain ya orang islam sendiri.
    apakah sepirit bunuh membunuh itu yang hendak kita import ?
    bukankah nabi tidak pernah menghujat atau menyerang pihak lain ? kenapa kita tidak meneladani sikap nabi yang sejuk dan melindungi siapapun ?
    LIHAT PIAGAM MADINAH !

    contohlah NU, dengan bansenya brsedia melindungi gereja tanpa diminta…

    Dan diskusi saya bukan untuk berpolemik, tapi haapannya bisa saling menambah wawasan untuk pencerahan….

    rahayu,
    mugi rahayu sagung dumadi

    tanpa sadar hatinya terisi kebencian, kedengkian dan sifat merasa superior.
    BUKANKAH TUHAN TIDAK PERNAH MENGANJURKAN UMATNYA UNTUK MENGISI HATINYA DENGAN KEBENCIAN ? DENGAN KEDENGKIAN ? BAHKAN DENGAN PERASAAN SUPERIOR DAN CENDERUNG FASIS ?

    Bukankah Tuhan menganjurkan agar manusia mengisi hatinya dengan kasih sayang ? dengan rasa syukur dalam kondisi apapun ? dan menganjurkan umatnya untuk bersikap rendah hati ?

    Apakah selama ini, setelah memeluk agama dan menjalankan ajarannya, apakah kita sudah menjalankan anjuran Tuhan tersebut ?

    ATAUKAH JUSTRU KITA MENJADI ORANG YANG PENUH RASA BENCI DALAM HATI ? ORANG YG TERBELENGGU ANGKARA MURKA ? BAHKAN MENJADI ORANG YANG SOMBONG KRENA KITA ADALAH MAYORITAS ?

    Saya sepakat dengan anda bahwa agama adalah urusan yang sangat pribadi, urusat privat antara manusia dengan Tuhannya.

  58. BunuhAntekDajjal | 24 December, 2012 02:20

    Dalam Quran

    “Perang” disebut hanya 15 kali

    “Jihad” disebut hanya 23 kali

    “Perdamaian” disebut 57 kali,(lebih dari dua kali lipat)

    “Cinta” disebut 64 kali

    “Pengampunan” disebut 76 kali

    “Belas Kasih” disebut 168 kali

  59. Joko | 24 December, 2012 07:53

    Puspita .. dan saya semakin yakin kamu adalah agen kristen, yang nyaru jadi orang Islam terus memberikan informasi menyesatkan agar orang Islam lain tersesat. Saya akan bahas 1 per 1 pernyataan anda.
    Mengatakan ada pangeran membunuh ayahnya yang diutus oleh seorang wali adalah sebuah pernyatan yang bohong luar biasa. Apalagi dasar pernyataan ada tidak jelas. Kali ini saya buka sedikit. Raden Brawijaya V adalah raja Majapahit Hindu terakhir. Permaisuri adalah putri campa yang muslim. Salah satu putra Brawijaya yang muslim terkenal adalah Raden Fatah, yg diberi jabatan Bupati Demak. Raden Fatah adalah keturunan Cina. Dan diduga adalah leluhur Gus Dur. Satu-satunya bukti, beralihny Hindu ke Islam adalah tulisan Cina di kuil Sampokong Semarang. Disebut Raden Fatah berebut tahta dengan Kakaknya. Raden Fatah merasa lebih berhak memiliki tahta karena waktu itu memiliki militer paling kuat di antara kadipaten2 Majapahit lainnya. Justru yang berbuat onar adalah Sang kakak, Kertabumi, yang banyak melakukan pembunuhan politik. Ini disebut di dalam kitab Pararaton.
    Coba perhatikan kalo Islam atau ummat nya tidak toleran, Pasti semua masuk Islam. Terbukti, Islam tidak memerangi orang2 yang masih memeluk kejawen atau wiwitan. Islam tidak memerangi Hindu Tengger atau Bali. Justru di jaman wali Indonesia berkembang sebagai masyarakat yang sangat harmonis.
    Berkawan dengan teman kristen ? kenapa tidak ? Selama kita tidak mempersoalkan agama. Anda yang pertama menyebut Islam perusak toleransi. Apakah sekarang anda plin plan ?
    Nusantara dimulai dari Raja-raja. Indonesia dimulai dari gerakan pemuda Syarekat Dagang Islam. Gerakan ini yang mencetuskan ide gerakan nasional, yang berbasis Islam. Dengan tujuan adalah negara Islam. Kemudian Budi Utomo lahir. Dari sini banyak pengorbanan ummat Islam untuk negara ini. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Yg pengorbanan ini ditanggung sampai sekarang.
    Jika kemudian anda mengaku aktif di organisasi lintas agama, jelas tidak mungkin anda menyatakan kalimat povikatif “Agama tertentu (islam) perusak toleransi” itu. Apakah anda sedang berbohong atau pikun ?
    Sekarang anda mengatakan Agama tidak bermasalah, krn yang bermasalah manusiannya. Aneh anda ini… Seharusnya sebelum mepersoalkan ajaran Islam, anda harusnya terlebih dahulu mempelajari kebenaran teori trinitas itu, yang sampai sekarang jawabannya masih ambigu.
    Rasio, logika, hati nurani ?? saya justru ngak ngerti maksud anda.. karena nasehat yang indah itu sebaiknya ditujukan untuk anda sendiri.
    Tolong .. sudahlah berpura-pura jadi muslim. masih terlalu mencolok, mas. Bahkan semakin panjang anda berpura-pura semakin nampak kebongan anda. Saya tahu pasti orang-orang seperti anda ini.
    Saya rasa cukup sampai disini debat kusir ini. Karena seharusnya berdebat itu utk mencari kebenaran. ….

  60. Andi Tenrie | 24 December, 2012 13:23

    Hujan dan banjir koq terasa panas yah……, heemmmmmm karena dampak TOLERANSI kah?????

  61. Andi Tenrie | 24 December, 2012 13:32

    Banyak tulisan terkini dan blog yang tidak bisa saya akses, apakah karena akibat kurangnya TOLERANSI dari saya atau karena saya dianggap tidak etis dan kurangajar dalam komentar????Kalau itu benar, saya mohon maaf pada penulis atau anggota blog Tempo.co….

  62. puspita | 24 December, 2012 13:52

    mas joko..mas joko…
    tuduhan anda yang berulang ulang menegaskan bahwa saya beragama kristen memperlihatkan bahwa anda membenci agama selain islam. aku tidak butuh dinilai beragama islam atau agama apapun, terserah yang menilai.
    yang lebih tahu tingkat religiusitasku adalah diriku sendiri.

    belajarlah sejarah secarakomprehensip, untuk mendapatkan kebenaran yang paling akurat atau paling tidak mendekati akurat.
    Anda harus paham bahwa sejarah ditulis untuk kepentingan penguasa. banyak sekali bukti2 sejarah kita yang disembunyikan baik di luar negeri ( leiden ) atau bahkan di dalam negeri ( jaman suharto ). semua demi kepentingan penguasa waktu itu.

    bahkan sampai sekarang banyak sekali buku2 sejarah di indonesia yang dimanipulasi fakta2nya.
    celakanya, banyak masyarakat yang tidak kritis menelan semua fakta sejarah yang telah dimanipulasi tersebut.

    mas joko…. sekali lagi, kalau anda mencoba melakukan analisis terhadap sesuatu, bersikap kritis, objektif, netral, dan tidak memihak merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

    fanatisme, kebencian, kemarahan merupakan pintu yang bisa menghalangi kita untuk melihat sesuatu secara lebih terang benderang…

    COBALAH MELIHAT SEJARAH TIMUR TENGAH YANG SELALU IDENTIK DENGAN KEKERASAN SAMPAI SEKARANG. BAHKAN CUCU NABI DIPENGGAL KEPALANYA OLEH SESAMA MUSLIM

    MARI KITA WUJUDKAN NILAI NILAI AGAMA YANG PENUH KESEJUKAN DAN KEDAMAIAN…

    OM AWIGNAMASTU… MUGI RAHAYU SAGUNG DUMADI.

  63. puspita | 24 December, 2012 14:00

    jadi bila ingin memahami makna kata toleransi secara lebih komprehensif, sebaiknya kita meninjaunya secara etimologis, kita tinjau makna leksikalnya, kita lihat konteksnya, aspek sosiologisnya dll.

    salah satu contoh melihat arti kata TOLERANSI BERDASARKAN KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA

    to.le.ran.si
    1) sifat atau sikap toleran: CONTOH KLIMAT : dua kelompok yg berbeda kebudayaan itu saling berhubungan dng penuh toleransi;
    (2) batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yg masih diperbolehkan;
    (3) penyimpangan yg masih dapat diterima dl pengukuran kerja

  64. Joko | 24 December, 2012 15:24

    Puspita .. Teman-teman maaf kalo saya bicara agak keras. Sebab mulai dari atas halaman ini sebenarnya sih OK OK saja. Tapi saat si Puspita ini mengatatan “ISLAM perusak Toleransi”, maka saya tergerak untuk mengklarifikasi.
    Justru orang-orang seperti Puspita inilah provokator penyulut anti toleransi. Dan berlindung dibalik pemutar balikan FAKTA dan kenyataan.
    Semua yang dikatakan orang ini adalah kebohongan yang nyata. Kebohongan demi kebohongan yang saya dibuatnya geli. Anda tidak dapat menyebut bukti-bukti dari pernyataan anda.. Misalnya dari mana anda bisa menyebutkan Raden Fatah membunuh Brawijaya. Sama sekali tidak ada dalam sejarah. Itu karena anda mengada-ada. Jikapun itu benar .. boleh jadi anda sedang mengolok-olok leluhur Gud Dur, yang dimulyakan oleh golongan kalian dan anda sendiri. hahaha lucu sekali anda ini..
    Intoleransi sebenarnya diakibatkan oleh orang-orang seperti Puspita ini. Sebab mereka selalu membujuk agar kita masuk pada golongan mereka. Karena kita ini memang dianggap domba-domba yang sesat dan HARUS dibawa “pulang”. bukan begitu puspita ??.
    Intoleransi ditunjukkan golangan kalian didunia.. membuat karikatur nabi kami. Membakar Kitab kami, bahkan mengintimidasi saudara-saudara kami. Kali disebutkan semua kejahatan golongan kalian tidak akan cukup blog ini. Ada kami membalas ?? misalnya menggambar Paus atau Pastor-pastur dengan gambaran yang hina ?? Sebutkan satu saja.
    Anda yang bilang sendiri, Agama adalah agama. Sedang Politik adalah Politik. Kenapa anda menghubungkan pembunuhan Cucu Nabi as dengan agama dan politik. Hal ini menunjukkan anda tidak menguasai sejarah Islam. Karena memang anda bukan Islam. Saya beri tahu ya agar nanti jika anda berdebat bisa lebih canggih lagi. Itu adalah politik perebutan kekuasaan. Pembunuhan dan pertumpahan darah bukankah terjadi sampai sekarang. Apakah anda lupa dengan Inkuisisi. Pembantaian Muslim dan Yahudi di Spanyol oleh Vatikan ? Yang ini dinamakan kafir (haretik) oleh mereka. Apakah anda hendak membantahnya ? Apakah anda tahu berapa lembar nyawa yang tumpah sampai sekarang ??
    Apakah anda lupa holocost apakah itu dilakukan oleh Islam ? Perang dunia 1 dan 2. Pembunuhan masal dengan bom atom di jepang, apakah juga oleh Islam ?
    Bahkan tragedi 11-September ? juga masih memunculkan teori konspirasi di masyarakat amerika. 11 September sudah tidak laku lagi di amerika. Bahkan solidaritas masyrakat amerika pada Palestina jauh menguat.
    Bagi Muslim … menghormati agama lain adalah WAJIB HUKUM-nya. Yahudi dan nasrani dianggap saudara. (ohya kalo anda memang muslim, ayat mana saya dalam Al-Qu’ran yang tidak boleh ditafsirkan sembarangan …. ini tidak akan ketemu di google)

    INTOLERANSI sumbernya justru dari orang-orang seperti ANDA.

  65. puspita | 24 December, 2012 16:28

    mas joko, baca lagi tulisan saya, kalau lupa saya kutip lagi :

    …” Dan baca lagi sejarah majapahit, ada seorang putera raja majapahit yang memeluk Islam, yang berusaha membunuh ayahnya untuk merebut kekuasaan atas dorongan seorang wali…

    KOK ANDA MENULISNYA, RADEN PATAH HENDAK MEMBUNUH BRAWIJAYA ?
    Yang cermat maass… jangan emosi kalau diskusi…
    Bahkan nuduh provokator segala, sudah basi itu istilah provokator, yang sering dipakai oleh orang-orang yg punya nalar dangkal.

    Ada nggak kalimat saya yang SEPERTI ANDA TANYAKAN: … ” …dari mana anda bisa menyebutkan Raden Fatah membunuh Brawijaya.

    Pelajari lagi dengan cermat, bhw saya mengatakan ada putra majapahit yang berusaha membunuh ayahnya dan mendapat dorongan dari wali tertentu.

    Pelajari sejarah majapahit yang CERMAT DAN TELITI, ANDA PASTI AKAN MENEMUKAN. JANGAN TANYA SIAPA, CARI SENDIRI !!!

    maass jokooo… tanpa sadar andalah sebenarnya yang provokativ, jadi provokator, dengan menuduh saya mengolok2 gus dur, lha wong gus dur itu menjadi ikon kami.

    mass jokoo… memang sebaiknya saya tidak memperpanjang perdebatan ini, karena nampaknya literatur sejarah anda terbatas sekali.

    DAN SYARAT KRITIS, OBJEKTIF DAN NETRAL UNTUK MENGANALISIS SESUATU MEMANG SULIT DIPENUHI OLEH ORANG YANG DOGMATIS.

    Pesan saya, jangan mudah dihasut oleh siapapun, sehingga tanpa sadar di dalam dada anda DITANAMI BENIH-BENIH KEBENCIAN KEPADA SESAMA.

    Tidak ada salahnya anda mencoba belajar filsafat jawa untuk lebih memperkaya khasanah pengetahuan anda.

    rahayu…. nuwun…

  66. Joko | 24 December, 2012 16:43

    Ini juga HJ Irine Handono, mualaf mantan aktifis
    youtube.com/watch?v=p3vNtgfnoLU

    Ini penipu seperti Puspita (Nyaru Muslim)
    youtube.com/watch?v=8ILXOm7oXew

    Akhirnya tobat setelah ketemu Ustadz Ja’far
    youtube.com/watch?v=8JFFUhTE_-s

  67. Joko | 24 December, 2012 16:44

    Ini link sangat tidak mengenakkan.
    youtube.com/watch?v=QVANjvFIWbU

  68. anonim | 24 December, 2012 16:59

    tulisan misionaris kristen, ya?

  69. puspita | 24 December, 2012 17:56

    aku berikan contoh Gus Dur, beliau bertuhan dengan menggunakan logika, hati nurani dan segenap rasa kemanusiaannya.
    Faktanya, beliau menjadi tokoh pujaan jutaan manusia, kenapa karena saat itu beliaulah yg jelas2 nampak di depan mata kita mampu melakukan hal tersebut.

  70. Mat Kodak | 24 December, 2012 20:21

    Nada tinggi yang disampaikan Joko menunjukan dia tidak siap dengan toleransi, karena justru memamerkan intoleransi.

    Seperti juga sabar yang tidak ada batasnya, toleransi juga tidak ada batasnya.

    Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang adalah tuhan kita semua.

    Hanya manusia picik saja yang mengkotak-kotakannya.

  71. James Pattrick Page | 24 December, 2012 20:58

    @Mat Kodak, setuju 100% ama komen Anda.

  72. sagitaninta | 24 December, 2012 21:16

    mungkin ada baiknya tidak menafsirkan tulisan dengan terlalu banyak opini pribadi, karena tulisan itu dua dimensi. mungkin kalo tertarik diskusi lebih lanjut mbak-mas di sini bisa kopi darat langsung :D

  73. puspita | 24 December, 2012 21:48

    Sepakat dengan bung mat kodak.
    Komentar anda yang begitupun bisa di”hakimi” secara lain oleh pihak yang beragama dengan “panas hati”. Padahal agama seharusnya bisa menjadi penyejuk hati.

  74. puspita | 24 December, 2012 21:59

    apalagi mengirim tautan video ceramah yang provokativ begitu… tidakkah anda sadar bahwa hal tersebut adalah pengkondisian agar kebencian pada umat islam dan kristen semakin membara.
    jangan dikira hanya ada tokoh-tokoh yang masuk islam saja.
    Banyak pula tokoh-tokoh yang pada masuk nasrani.
    Tapi kenapa semuanya dipamer pamerkan secara berlebihan ? Kalau memang niatnya tulus, tentu malu dipamer-pamerkan seperti itu.
    Dan cermati, kenapa orang yang baru masuk/memeluk agama baru cendeerung provokativ ? Baik yang masuk islam maupun nasrani ? KALIAN ORANG-ORANG ISLAM DAN KRISTEN SEDANG DIKONDISIKAN UNTUK DIBENTURKAN SETIAP SAAT.

    HANYA ORANG-ORANG BODOH YANG HANYUT DALAM SKENARIO INI HINGGA MENJADI DOMBA YANG MUDAH DIADU.
    PIKIRKAN !!!!!

  75. Enno | 24 December, 2012 22:36

    Walana a’maluna, walkuma’malukum

  76. Enno | 24 December, 2012 22:39

    Prularitas YESS. Pluralisme NO

  77. blindbutsee | 25 December, 2012 00:33

    @joko : kecewa saya dengan sikap anda yang emosional dan malah kemudian provokatif. Sy sebetulnya percaya anda jauh lebih baik dari itu.
    @puspita : mas, maaf sebelumnya, tapi memang komentar2 awal anda juga ada yang terlihat berpotensi untuk menjadi ‘umpan’ bagi pribadi lain seperti bung joko ini contohnya. Sy tidak akan kaitkan dengan apa agama anda, karena bukan itu masalahnya. Semoga kedepannya kita semua bisa belajar untuk lebih berhati2 dalam mengutarakan pendapat (termasuk dan terutama saya juga).
    Tanpa kita sadari, apa yg kita ucapkan hari ini bisa menjadi awal malapetaka ataupun akar kebencian yg dikemudian hari disaat ada kesempatan dan dorongan emosi, bisa memotivasi satu subjek untuk melakukan tindakan/ucapan/perlakuan yg tidak menyenangkan kepada orang lain.
    Mari tengok kedalam sebelum bicara.. Siapakah kita ini untuk membenarkan atau menyalahkan..

  78. puspita | 25 December, 2012 10:51

    @enno : bolehlah masing masing pribadi men gatakan pluralitas yes dan pluralisme no, karena pluralitas dan pluralisme merupakan istilah asing yang bisa diartikan bermacam-macam tatkala masuk di indonesia. bahkan kalangan kristen sendiri banak yang menentang pluralisme karena sudut pandang tertentu.
    Nampaknya pemahaman TOLERANSI seperti topik utama diskusi kita, akan lebih enak kalau didasari dengan kata KEBERAGAMAN (asal kata “ragam”)yang maksudnya berbagai jenis, bentuk atau rupa yang berbeda.
    Atau dilandasi dengan kata : KEBHINEKAAN ataupun KEMAJEMUKAN.
    KEBERAGAMAN, KEBHINEKAAN dan KEMAJEMUKAN merupakan issue yang menjadi realitas yang lebih membumi dan mudah dipahami di Indonesia. Dengan begitu tidak menumbuhkan pemahaman yang melenceng dari yang dimaksudkan.

    @blindbutsee :
    komentarku memang akan memancing orang yang berkarakter reaksioner dan dogmatis untuk bereaksi berlebihan, karena fakta yang saya suguhkan memang catatan sejarah yang jarang diungkap ke permukaan, shinggabanyak orang yang selama ini hanya mengacu pada catatan sejarah “mainstream” menjadi terkaget kaget. Tentu “kagetnya” orang yang kritis, objektif dan netral akan beda dengan kagetnya orang yang reaksioner dan dogmatis.
    Memang, butuh belajar dalam waktu yang tidak sebentar untuk bisa bersikap kritis, objektif dan netral terhadap sejarah, apalagi terkait agama. MENGINGAT AJARAN AGAMA CENDERUNG ” MELARANG ” KITA UNTUK MENGKRITISI HAL-HAL TERKAIT AGAMA. Dimana, dalam beragama orang hanya dituntut untuk YAKIN TANPA SYARAT.

  79. A. Ruslie | 25 December, 2012 11:17

    ajaran islam paling depan mengajarkan toleransi karena sempurnanya ibadah kita berhubungan langsung / berkaitan dengan sesama mahluk yang diciptakan oleh Alloh SWT, karena kalau kita mau bersipat toleransi disinilah tempatnya hati yang harus dididik dengan ajaran ilmu (qur’an) dan mengikuti apa yang disuruh Nabi Muhammad SAW

  80. Joko | 25 December, 2012 11:49

    @BlindButSee .. terima kasih atas nasehatnya.

    @Puspita .. anda ini semakin lucu … bilang Fakta .. tapi tidak bisa menyebutkan fari mana fakta itu.
    Di Islam tidak ada dogma. Islam agama nurani, agama hati, sekaligus agama rasional. Justru DOGMA yang ada hanya di agama kamu .. misalnya 1 + 1 + 1 = bukan 3 tapi 1. Semakin lama semakin nampak bodoh kamu ini.
    Jadi gak usahlah mengkritisi agama lain, jika agama sendiri belum dipahami.
    hahaha….

  81. puspita | 25 December, 2012 12:13

    TOLERASNSI, dalam konteks filosofi masayrakat “jawa” lebih diartikan TEPA SELIRA ( dibaca ” tepo seliro ” )

    tepo berasal dari kata “tepak”, yang artinya ditempatkan atau diletakkan.
    Sedangkan seliro artinya badan, diri atau tubuh ( bhs jawa : awak )

    Maknanya, dalam banyak hal sebaiknya kita ukur dari diri kita sendiri, atau kita coba untuk diletakkan pada diri kita lebih dahulu sebelum melakukan sebuah perbuatan.

    kalu kita dicubit merasa sakit dan tidak suka disakiti, maka jangan mencubit orang lain karena mereka juga tidak suka disakiti.

    kalau kita tidak suka dihujat, diolok, dicemooh, dan diejek oleh orang lain, ya kita jangan menghujat, mengolok, mencemooh dan mengejek orang lain karena orang lain juga tidak suka diperlakukan demikian.

    Kalau misalnya, kita tidak suka mendengar suara-suara keras yang mengganggu pendengaran, ya kita jangan meneluarkan suara-suara keras yang mungkin mengganggu orang di sekitar kita.

    Kalau kita tidak suka ibadah kita diganggu dan dihalang halangi, ya kita jangan mengganggu dan menghalangi ibadah orang lain.

    Kalau kita tidak suka dilarang dan dihalangi untuk membangun rumah ibadah, ya kita jangan sampai mengganggu dan menghalangi orang lain yang mau membangun rumah ibadah.

    Ada contoh nyata yang disuguhkan di hadapan kita bahwa gangguan dan halangan yang dilakukan satu pihak kepada pihak lain dalam hal beragama, tentunya didasarkan pada alasan-alasan tertentu.
    Pastinya alasan tersebut tidak memakai TOLERANSI DALAM FILOSOFI JAWA YANG DISEBUT “TEPO SELIRO” TADI.

    CONTOH, umat kristiani di daerah bekasi di halang-halangi ketika hendak membangun gereja, WALAUPUN MAHKAMAH AGUNG SUDAH MENYATAKAN BAHWA PEMBANGUNAN TERSEBUT SAH.

    Dimadura, kelompok agama tertentu diserang oleh kelompok agama lain dengan alasan bahwa kelompok yang diserang tersebut adalah kelompok sesat.

    Kelompok Ahmadiyah tidak boleh hidup oleh kelompok lain dan rumah ibadahnya dirusak, umatnya dianiaya karena dianggap sesat.

    Dikalimantan, pemimpin FPI dilarang masuk karena alasan-alasan tertentu.

    Nah, contoh-contoh di atas merupakan bukti bahwa TOLERANSI yang saya artikan sebagai “TEPO SELIRO” benar-benar banyak yang tidak memahami dan mengamalkannya.

    INGAT ! dulu saat negeri ini masyarakatnya masih memeluk agama hindu, budha dan agama lokal, ISLAM DIBERI RUANG, DIHORMATI, TIDAK DIGANGGU DAN TIDAK PERNAH DIHALANG-HALANGI tatkala mulai masuk.

    Tapi kenapa, sebagai kepercayaan yang juga datang paling belakangan kok ” ADA YANG TIDAK TOLERAN ?

    MARI KITA RENUNGKAN….
    karena merenung adalah berfikir secara mendalam yang disertai dengan ketenangan hati….

    SELAMAT HARI NATAL UNTUK SAUDARA-SAUDARAKU SEMUA, SEMOGA KASIH TUHAN MELINGKUPI KITA SEMUA DAN MEMBERIKAN KETENTRAMAN DIBUMI DAN SELURUH JAGAT RAYA.

    (maaf, kalau saya sering menggunakan huruf kapital jgn diartikan sedang marah, namun hanya penekanan semata )

  82. Joko | 25 December, 2012 12:26

    @Puspita … anda ini kok ngomong ngalor-ngidul, sengaja ngeles atau memang bohong ?? … Mana fakta dari tulisan anda yang menguatkan argumentasi anda bahwa … “Agama tertentu (Islam) sebagai perusak toleransi Indonesia.” ?? MANA … MANA …

  83. Joko | 25 December, 2012 12:32

    Yang anda contohkan itu adalah ‘by case’ saja.. Tentu anda tidak akan mengeneralisasikan 1 kasus kemudian menjadi seluruh ummat islam adalah seperti itu…
    Apakah 1 pendeta intoleran Terry Jones sang pembakar Al Quran kemudian mengukuhkan bahwa pendeta-pendeta sejagat adalah berprilaku seperti si Jones ??? gak kan ???
    Ayo dong berfikir yang objektif dong kalo berargumen …

  84. hama | 25 December, 2012 13:30

    mari bersama menertawakan ketidak pahaman, mari bersama bertukar ketidak pahaman, mari bersama pahami arti belajar. Selamat merayakan hidup.

  85. puspita | 25 December, 2012 14:26

    @ mas joko….. agak capek juga diskusi dengan anda tapi sering gak nyambung.

    Maass… kalau aku minta anda mencari sendiri sejarah keruntuhan majapahit, itu agar anda menemukan sendiri.
    Anda bisa baca kitab pararaton, baca serat kanda, baca darma gandul, baca babad tanah jawi, baca buku sejarah, baca jurnal2 ilmiah.
    Namun hati hati, akan ada banyak versi yang anda dapat, sehingga diperlukan daya nalar kritis, objektif dan netral.

    Mengingat ada istilah dalam ilmu sejarrah,bahwa SEJARAH DITULIS UNTUK KEPENTINGAN PENGUASA.
    Hal ini jangan kita lupakan. Contoh nyata adalah kebiadaban sejarah pada masa orde baru, dimana banyak buku sejarah, buku filsafat yang dibumi hanguskan.
    Dan orde baru menulis kembali catatan sejarah yang banyak dimanipulasi.
    Itulah politik, yang selalu lekat dengan kekuasaan, dari dulu hingga sekarang.

    DAN SAYA SANGAT PRIHATIN KEPADA ANDA, TATKALA ANDA MENULIS BAHWA : … Di Islam tidak ada dogma…

    Terima kasih dan mohon ma’af…

    Joyo joyo wijayanti, suro diro joyoningrat bakal lebur dening pangastuti…

    Rahayu…

  86. puspita | 25 December, 2012 14:32

    @mas joko :
    Baik kalau anda “ngeyel” menanyakan fakta bahwa ” karena masuknya agama tertentu” ( tanpa ada tambahan seperti yang anda tambahkan), untuk menjawab itu saya jembatani dengan pertanyaan :

    MENURUT ANDA APA YANG AKAN TERJADI SEKARANG BILA DI NUSANTARA TIDAK MASUK AGAMA-AGAMA APAPUN DARI TIMUR TENGAH ?

  87. Joko | 25 December, 2012 15:01

    @Puspita …
    Dalam praraton (Kitab Raja-raja) … menyebutkan Kertawijaya adalah raja majapahit ke 12 dan terakhir. Wafat di pemakaman Tralaya.
    Darmo Gandul .. adalah sebuah serat yang ditolak karena mengabarkan seolah-olah Islam yang melakukan perebutan kekuasaan dari majapahit hindu. Susiyanto seorang peneliti Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI) Surakarta, menyebutkan bahwa Darmo Gandul memang dirancang untuk mengatakan bahwa wali dan golongannya sebagai golongan penghianat. Dan para ahli sejarah sepakat bahwa Darmo Gandul adana berujuk pada Babad Kediri. Namun dengan penyimpangan yang sangat luar biasa. Dan Serat Darmo Gandul ini digunakan oleh Misionaris Kristen Penjajah Eropa untuk mempengaruhi rakyat nusantara. Dan ternyata sukses. Kuat dugaan Serat ini memang ditulis oleh misionaris kristen. Serat ini kemudian oleh pemerintah Indonesia tidak diakui dan dilarang beredar. Namun masih digunakan oleh aktifis2 seperti Puspita ini.
    Sebab dari serat-serat kuno yang ada di nusantara, vietnam, melayu, Thailand, cina, portugis, inggris, sama sekali tidak ada yang memisahkan Islam dan nusantara.
    Prasasti Yiju dap Petak, menyebutkan bahwa yang merebut kekuasaan dari Kertabumi adalah Ranawijaya atau biasa disebut dengan Girindrawardhana. Prasasti ini jauh lebih diakui kebenarannya ketimbang Darmo Gandul mu itu. Girindrawardhana adalah menantu Kertawijaya, dan kakak ipar Raden Fatah. Dia lalu memindahkan ibukota secara sepihak ke Kediri.
    Serat Sampokong, menyatakan karena Raden Fatah adalah pangeran yang sah dari kertabumi, maka Demak menyerang Kediri dan menang. Kemudian sisa-sisa bangsawan lari ke Bali. Kertawijaya diboyong ke Demak dan melantik sang anak menjadi sultan.
    Diduga Kertawijaya tetap Hindu dan memilih mengasingkan diri, dan wafat dan dimakamkan di Tralaya.

  88. Freddy Siahaan | 25 December, 2012 15:54

    mas joko…
    mf ya mass.

    1+1+1 = 3. teori matematika yang logic.
    Agama kami bukan agama yang logic.
    trinitas merupakan 3 dalam 1.
    3 yang salah satunya merupakan asal.
    Allah kami punya malaikat-mlaikat yang salah satunya adalah yang disuru ke bumi dan diberi tubuh melalui Ibu Maria untuk memberi contoh bahwa hidup dengan badanpun kita manusia dapat mulia dengan mengekang keinginan badaniah yang menjurus keinginan dinua.
    itulah juru selamat kami Yesus Kristus.
    sehingga 1+1+1 = 1 yang mas joko tulis adl:
    1 (Allah) + 1 (Yesus Kristus) + 1 (malaikat2/rohol kudus yang tiap orang diberi satu) = 1 (Asalnya dari Allah)

    lain dari itu ada juga satu dari malaikat2 itu yang membangkang dan menjadi raja iblis, yaitu LUSIFER.

    ini lah kepercayaan kami sebagai kristiani.
    Terima kasih.

  89. Joko | 25 December, 2012 16:18

    @Freddy Siahaan.. terima kasih atas info nya. Salam hormat saya kepada anda. Dan selamat Natal.
    Nampaknya anda jauh lebih toleran dari beberapa teman-temean kita di atas.

  90. puspita | 25 December, 2012 18:20

    Saya merekomendasikan semua sumber sejarah yang saya sebut di atas, agar mas joko mendapatkan informasi yang berimbang.

    NAMUN SUBYEKTIFITAS LEBIH ANDA SUKAI DARIPADA OBYEKTIFITAS SEHINGGA HASIL PANDANGAN ANDA JUGA SUBYEKTIF.

    Lihat kalimat anda : “…Dan Serat Darmo Gandul ini digunakan oleh Misionaris Kristen Penjajah Eropa untuk mempengaruhi rakyat nusantara. Dan ternyata sukses. Kuat dugaan Serat ini memang ditulis oleh misionaris kristen….”

    Bahkan ditambah dengan komentar anda bahwa agama Islam bukan dogma, merupakan komentar yang SANGAT FATAL.

    Sekali lagi, seandainya agama-agama timur tengah tidak masuk ke Indonesia, gimana ya kondisi Indonesia sekarang ?
    Pertanyaan yang sangat provokatif bagi yang mudah terprovokasi.
    Tapi pertanyaan ini adalah pertanyaan menarik bagi yang bisa berfikir jernih.

  91. selimut.hati78 | 25 December, 2012 22:20

    NEGERA INI ADALAH NEGARA DENGAN KAUM MUNAFIK TERBESAR DI DUNIA. NEGARA DIDASAR ATAS KETUHANAN, TETAPI YG TERJADI ADALAH KEBENCIAN, ANARKISME, SEAKAN-AKAN KEMBALI KE ZAMAN JAILIAH!!!

  92. puspita | 25 December, 2012 22:33

    jempol untuk selimut hati78

  93. yoga | 25 December, 2012 23:39

    Toleransi akan berlangsung secara alami, ketika “politik” itu musnah dari muka bumi. Politik selalu menjadikan SARA sbg senjata utama untuk menarik simpatik publik, entah itu oleh fihak mayoritas ataupun minoritas. Sifat dasar manusia yg tdk pernah akan merasa puas menjadikannya sbg musuh utama Bhineka Tunggal Ika. Sampai akhir jaman “Toleransi” akan selalu mendapatkan perlawanan…

  94. Joko | 26 December, 2012 04:54

    Aku lanjutin ya .. utk membuktikan kebohongan si Puspita ini…
    Setelah perebutan tahta Majapahit, Brawijaya diboyong ke Kediri. Namun dilucuti kekuasaannya. Dan sang menantu mendeklarasikan dirinya sbg Brawijaya VI. Bahkan ada riwayat yg mnyatakan pemberontakan Patih yg kemudian mengangkat diriny sbg Brawijaya VII. Majapahit statusny kemudian hny sbg kadipaten. Kadipaten2 termasuk Demak tidak mengakui pegangkatan Brawijaya VI apalagi VII.
    Demak kemudian menyerang Kediri. Menang, dan memboyong Brawijaya V ke Demak. Tapi apakah Raden Fatah membunuh Brawijaya VI atau Girindrawardhana ? Tidak .. sekali lagi kebohongan terungkap. Girindrawardhana tetep di Kediri dan hanya berkuasa di kediri seperti jabatan sebelumnya. Karena apa ? Karena dia masih suami saudara perempuannya. Apa buktinya ?
    Setelah bupati Majapahit meninggal, akhirnya Demak kemudian memberikan jabatan bupati majapahit kepada girindrawardhana (kekuasaannya diperluas dan pindah dari kediri ke majapahit). Sepeninggal Sultan demak, girindrawardhana beberapa kali memberontak.
    Secara lengkap cerita ini dilukiskan oleh Prof. Dr. N. J. Krom yang tentu saja merujuk pada Suma Oeriental nya Tomi Pires. Rujukan ini jauh lebih asli dan otentik ketimbang babad tanah jawi yg dibuat 300 tahun sesudahnya. Dan Darmo Gandul 400 tahun sesudahnya. Para penipu biasa menyebut Darmo Gandul dibuat oleh Ronggo warsito. Padahal beliau wafat jauh sebelum Darmo Gandul dibuat.
    Para peneliti menyimpulkan perang Demak, Kediri, Majapahit bukan perang antara Hindu dan Jawa. Ttp perang politik antar pewaris kerajaan dan antar saudara. Bahkan perang sesudahnya terjadi antara penguasa Islam dan penguasa Islam. Misal Demak Majapahit yg terakhir, Demak Pajang, Pajang Mataram. Di mana peran Wali.. ?? Wali hny tokoh spiritualis. Tugasnya hanya penyebar agama, dan mencegah dampak yang lebih luas. Tp keputusan politik tetap ditangan Raja.
    Dan argumen Puspita ttg putra Demak yg berusaha membunuh Ayahnya atas bujukan wali .. terbukti FITNAH YANG SANGAT KEJI. Karena dia hny merujuk pada Darmo Gandul.
    Sebenarnya hal itu dapat dengan mudah di bantah. Knp hrs menyerang Majapahit ? wong Islam sudah menyebar di Majapahit. Bahkan islam sudah masuk di kalangan Istana …
    Anehnya Darmo Gandul itu serat yang tidak jelas siapa pengarangnya kok masih dijadikan rujukan si pembohong puspita ini.

  95. Tak Percaya tuhan itu Gondrong nan berewok | 26 December, 2012 07:50

    Toleransi di Indonesia itu sudah terkenal di dunia. Harus diakui, meski masih ada yang kurang. Kenapa mesti yang mayhoritas yang disalahkan ? Yang minoritas itu seringkali bikin masalah, contohnya pendeta bikin fitnah menjelekkan Islam. Kristen di sini bebas bikin sekolah, bebas ke gereja. Tapi coba tengok minoritas muslim di negaray yang mayoritasnya Kristen di AS atau Eropa. Islam bahkan tidak diakui sebagai agama negara. Jangankan mendirikan sekolah Islam, bikin mesjid aja dilarang-larang. Libur Idul Fitri tidak boleh. Di sini ? Anda bahkan bisa libur 2 minggu untuk natalan dan tahun baru. Ngaca, gitu lho. Yang minoritas itu mestinya intrspeksi diri, kenapa anda sulit menyesuaikan diri. Terus terang, etnis cina yg non-muslim itu tidak mau gaul dengan yang lain. Lihat cina yang muslim, misalnya Ustd Felix Siauw, Anton Medan, Anthonius Syafii, dll begitu membaur dengan yang lain. Sekali lagi, jangan cuma nyalahin yg mayoritas. Yg minoritas itu seringkali berprasangka buruk, jadi tingkah lakunya pun jadi paranoid. Contohnya, orang cina kalau bikin rumah selalu rumah benteng. Takut dirampok atau disatroni, gitu ? Emang kita-kita ini maling ? Kalau anda tidak percaya lingkungan, maka lingkungan pun sulit percaya pada anda. Justru mayoritas dunia hitam itu kebanyakan orang-orang cina misalnya, bandar judi, mucikari, bandar narkoba, perampok uang negara semisal Djoko Tjandra, Eddy Tansil dll. Tentu ada yang baik semisal Kwik Kian Gie. Yang bikin kesal, orang-orang cina kalau memperkerjakan pribumi, cenderung memeras tenaga mereka dengan upah sangat-sangat rendah. Orang-orang cina ini lebih rela bisa jalan-jalan ke Hawaii ketimbang mensejahterakan karyawannya. Lebih suka menggunakan sebagian besar keuntungan usaha untuk foya-foya ketiumbang menyisishkan sedikit untuk kesejahteraan karyawannya. Itu terjadi di mana-mana.

  96. rambo | 26 December, 2012 10:03

    setuju banget dengan selimuthati78..
    untuk @takpercaya tuhan…., dari nickname anda aja sdh menjelaskan anda seorang provoktor..jujur saja dengan nurani anda sendiri,..gimana kalo ada yang pakai nickname @tak percaya nabi itu kawin terusss.., anda pasti merasa gak nyaman jg..
    untuk puspita dan joko, kalo diskusinya susah mendapat titik temu,stop aja ya sampai sini..karena saya lihat ada pihak yang sudah mulai panas hati dan otaknya..bisa menimbulkan peperangan nantinya..seperti yang banyak terjadi di negara tercinta indonesia..
    salammm….peace…

  97. BunuhAntekDajjal | 26 December, 2012 11:06

    ALKITAB DONGENG, BUALAN DAN MENJIJIKAN:
    Makan tahi dan minum kencing (2Raja 18:27 & Yes 36:12).
    Tahi di muka imam (Mal 2:3).
    Makan roti dengan tahi (Yeh 4:12-15).
    Keledai bicara (Bil 22:27-28).
    Unggas berkaki empat (Im 11:20).
    Macan berkepala tujuh bertanduk sepuluh (Wah 13-1-2).
    Ular menyemburkan air sebesar sungai (Wah 12:25).
    ALKITAB ADALAH KITAB PORNOGRAFI DAN SEX BEBAS:
    Mesum : Rom 1:27 à “Menyala-nyala dalam birahi … mereka melakukan kemesuman.”
    Pedopilia : 1Raja 1:1-4 à Tentang Daud yang tidur dengan perawan yang masih muda.
    Pornografi : Yeh 23:20-21 à “Auratnya seperti aurat keledai, zakarnya seperti zakar kuda … memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.”
    Onani/masturbasi : Kej 38:9-10 à “Dia membiarkan mani (peju)nya terbuang.”
    Kaka perkosa adiknya : 2Sam 13-14 à “Ammon (anak Daud) tidak mendengar perkataan (Tamar adiknya) sebab ia lebih kuat darinya, diperkosalah (Tamar).”
    Perkosa isteri ayahnya : 2Sam 16:22 à “Absalom (anak Daud) menghampiri gundik-gundik (isteri-isteri) ayahnya di depan seluruh Israel .” (baca dulu 2Sam 12:11-12).
    Mesum dengan isteri ayah : Kej 35:22 à “Ruben tidur dengan Bilha, isteri ayahnya.”
    Menantu zina dengan mertua : Kej 38:15-18 à “Yehuda menghamili menantunya.”
    Adik kaka perkosa ayahnya : Kej 19:31-36 à “Marilah kita beri ayah anggur, lalu kita tidur dengannya … mengandunglah kedua anak Loth itu dari ayah mereka.”
    Adik kaka melacur bareng : Yeh 16:28 à “Engkau bersundal juga dengan orang Asyur, karena engkau belum puas. Engkau bersundal … mereka, tapi masih belum puas.”
    Selingkuh : Ams 7:7-22 à “Teruna dicium … memuaskan birahi sampai pagi … menikmati asmara , karena suamiku tidak di rumah … dengan bibir ia menggodanya.”
    Asusila : Kidung 1-8 à “Tersisip di antara buah dadaku … sungguh sejuk petiduran kita … di atas ranjang pada malam hari kucari jantung hatiku … kubawa dia … ke kamar di mana aku lahir … bibirmu bagaikan seutas pita … buah dadamu seperti anak kembar kijang … pusarmu seperti cawan … perutmu timbunan gandum … seperti dua anak rusa buah dadamu … buah dadamu gugusannya … aku ingin … memegang gugusannya … kepadaku gairahnya tertuju … kucium engkau.”

    ALKITAB MERENDAHKAN MARTABAT WANITA:
    Kel 21:7 à “Seorang laki-laki dapat menjual anak perempuannya.”
    1Kor 14:34-35 à “Tidak sopan bagi wanita untuk berbicara dalam pertemuan jemaat.”
    UL 25:11-12 à “Wanita yang menolong suaminya, tangannya harus dipotong.”
    Yeh 23:20-21 à “Auratnya seperti aurat keledai.”
    Luk 4:26 à Jika ia tidak membenci … ibunya, isterinya, … dan saudaranya perempuan, ia tidak dapat menjadi muridku.”
    TUHAN MEMEKIK (Yes 42:13 & 25:30). TUHAN MENANGIS (Yoh 11:35), TUHAN TERIAK DAN BERDO’A (Mat 27:46), TUHAN TIDAK TAHU DATANGNYA KIAMAT (Mark 13:32), TUHAN LEMAH (Hakim 1:19 & Yoh 5:30), TUHAN TIDAK TAHU MUSIM (Mark 11:13), TUHAN RASIS (Mat 10:56 & 15:24-26) dan TUHAN MENIPU (Mark 4:12)

    MELKISEDEK MIRIP DENGAN TUHAN (IBRANI 7:1-3) :
    “Tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal, hidupnya kekal.”

    TUHAN KELIRU TAPI SETAN BENAR
    (kata Tuhan : jika makan buah terlarang Adam pasti mati (Kej 2:17 & 3:3), tapi kata setan Adam tidak akan mati (Kej 3:4), dan kenyataannya Adam mencapai umur 930 tahun (Kej 5:5). Artinya prediksi Tuhan salah, tapi setan benar.

    BERITA AL-KITAB TENTANG PARA NABI DAN RASUL:
    Nabi Nuh mabok (Kej 9:21)
    Nabi Daud telanjang di depan umum (2Sam 6:20)
    Nabi Yesaya telanjang di depan umum (Yes 20:3-4)
    Nabi Daud menyusun rencana pembunuhan dengan licik (2Sam 11:6-25)
    Nabi Daud berzina (2Sam 11:4)
    Nabi Daud pedopilia (1Raja 1:1-4)
    Nabi Loth diperkosa putrinya (Kej 19:31-36)

    ALKITAB MENGAJARKAN KRIMINALITAS:
    Permusuhan : Mat 10:34 “Aku datang (bukan) untuk damai …melainkan pedang.”
    Radikalisme : Luk 12:49 “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi.”
    Pertentangan : Luk 12:51 “Kamu menyangka aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kataku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.”
    Penipuan : Mark 4:12 “Segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan. Supaya : sekalipun mereka melihat, mereka tidak menangkap. Sekalipun mereka mendengar mereka tidak mengerti. Supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”
    Kelicikan : 2Kor 12:16 “Dalam kelicikanku, aku menjerat kamu dengan tipu daya.”
    Mabuk-mabukan : Ams 31:6-7 “Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa, dan anggur itu kepada orang yang susah hati. Biarkanlah ia minum.”
    Mabuk-mabukan : 1Tim 5:23 “Jangan minum air saja, tambahkan anggur sedikit.”
    Pemerkosaan : 2Sam 13:14 “Diperkosalah dia, lalu tidur dengan dia.”
    Perbudakan : Im 25:46 “Kamu harus memperbudakkan mereka selama-lamanya.”
    Kekerasan rumah tangga : Luk 4:26 “Jika seseorang datang kepadaku, ia tidak membenci bapaknya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridku.”

    TUHAN MESUM DENGAN SARA
    Dalam kitab Perjanjian Lama: Kejadian: 21 versi King James dikatakan:
    21:1 And the LORD visited Sarah as he had said, and the LORD did unto Sarah as he had spoken. 21:2 For Sarah conceived, and bare Abraham a son in his old age, at the set time of which God had spoken to him.
    TERJEMAHANNYA:
    21:1. TUHAN mendekati Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya. 21:2 Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya.

  98. rambo | 26 December, 2012 12:42

    @bunuh antek dajjal, akhirnya perlahan tapi pasti kelihatan juga siapa yg sesat . Dari jaman dahulu, sejarah sudah mencatat iblis selalu menjelek jelekkan yang suci Dan benar.buat semua saudara senusantara, agama apapun Anda, jangan membela dan mempertahankan keyakinan Anda dengan menjel3k jelekkan ajaran Dan keyakinan org lain, kalo Mau membela keyakinan anda, cukup dengan sikap Dan perbuatan saja. Terlalu banyak orang munafik di indonesia..penampilan agamis, dari mulut keluar ayat 2 suci, tapi dengan muka bengis Dan tangan memegang golok membunuh org. Neraka jahanam menanti mereka.
    Salaam….peace

  99. BunuhAntekDajjal | 26 December, 2012 13:02

    1) When Mary had said this, she fell silent, since it was to this point that the Savior had spoken with her.
    2) But Andrew answered and said to the brethren, Say what you wish to say about what she has said. I at least do not believe that the Savior said this. For certainly these teachings are strange ideas.
    3) Peter answered and spoke concerning these same things.
    4) He questioned them about the Savior: Did He really speak privately with a woman and not openly to us? Are we to turn about and all listen to her? Did He prefer her to us?
    5) Then Mary wept and said to Peter, My brother Peter, what do you think? Do you think that I have thought this up myself in my heart, or that I am lying about the Savior?
    6) Levi answered and said to Peter, Peter you have always been hot tempered.
    7) Now I see you contending against the woman like the adversaries.
    8) But if the Savior made her worthy, who are you indeed to reject her? Surely the Savior knows her very well.
    9) That is why He loved her more than us. Rather let us be ashamed and put on the perfect Man, and separate as He commanded us and preach the gospel, not laying down any other rule or other law beyond what the Savior said.
    10) And when they heard this they began to go forth to proclaim and to preach.
    ========================
    menangis aku membaca …. “.. Tetapi jika Sang Penyelamat menganggap dia(Maria) adalah mulia, siapa kamu (Petrus) beraninya menolaknya (Maria)? Sejatinya Sang Penyelamat memahami dia dengan baik.”

  100. puspita | 26 December, 2012 17:13

    mas joko, syukurlah sekarang anda melengkapi tulisan dengan catatan sejarah.
    Sayang sikap emosional dan kesan berpihak masih sangat kuat sekali.
    Karena seorang pengkaji sejarah yang sejati, harus berangkat dengan sikap yang obyektif dan netral, sebagaimana layaknya orng yang melakukan riset/penelitian.

    Adanya adagium bahwa : SEJARAH DITULIS UNTUK KEPENTINGAN PENGUASA, TERNYATA MEMANG BENAR ADANYA.

    Catatan sejarah kita banyak ditulis oleh bangsa barat (Belanda )yang tentu saja MEREKA MENULIS SEDEMIKIAN RUPA DEMI KEPENTINGAN MEREKA SENDIRI..!!

    Dilanjutkan saat orde SOEHARTO berkuasa, mereka melakukan PEMBUMI HANGUSAN SEMUA CATATAN SEJARAH JAMAN ORDE SOEKARNO.
    Bahkan ada seorang profesor yang juga menteri pendidikan melakukan kebohongan sejarah yang fatal. Prof. Nugroho Noto susanto nama profesor itu mengatakan dalam buku yang ditulisnya bahwa PANCCASILA MERUPAKAN GAGASAN MOHAMAD YAMIN, BUKAN SOEKARNO !

    Jaman orde soeharto tidak ada yang berani menentang walaupun itu SALAH BESAR. Jelas tulisan sejarah itu dibuat untuk kepentingan penguasa, yaitu Soeharto, untuk menghabisi lawan politik terberatnya.

    Demikian juga penguasa penguasa yang lain. Kelompok mayoritas, apapun itu, selalu memiliki kemampuan untuk menafsirkan segala sesuatu sesuai dengan versinya.

    Belum lagi penulisan tentang sejarah gestok tahun 1965, versi pemerintah, banyak bohongnya, namun, ya begitulah.
    Karena penulisan yang bohong itu demi kepentingan penguasa juga.

    Sekarang ini siapakah yang memegang kekuasaan di bidang politik ? di bidang agama ?
    Maka pemegang kekuasaan politik akan bebas menjalankan penafsairan2 mereka, demi kepentingan mereka pula.

    Dibidang agama, siapa yang berkuasa ?
    Maka yang berkuasa itulah yang memiliki kemampuan untuk membuat penafsiran, demi kepentingan mereka, dan memaksa untuk diikuti pihak yang lain.

    Sebagai tambahan referensi, Pelajari buku-bukunya Weber, Gramsci, Snock Hourgronje, Denis Lombard, Clifort Gert dll

    salam sejahtera

  101. puspita | 26 December, 2012 17:20

    Lihat !!! ada api kebencian dan kedengkian yang berkobar-kobar. Siap membuat kerusakan dan menghancurkan ketentraman di muka bumi. Sayangnya, kobaran itu mengatasnamakan agama….
    Komentar itu begitu

    Aku jadi ingin mengulang pertanyaanku.

    SITUASI INDONESIA SEKARANG CARUT MARUT PADA SEMUA ASPEK KEHIDUPAN INI.

    APA YANG TERJADI DIINDONESIA SEKARANG, BILA SEMUA AGAMA DARI TIMUR TENGAH TIDAK MASUK INDONESIA ?

    sebuah pertanyaan kritis yang sulit dijawab oleh banyak pihak.

  102. BunuhAntekDajjal | 26 December, 2012 17:41

    APA YANG TERJADI DIINDONESIA SEKARANG, BILA SEMUA AGAMA DARI TIMUR TENGAH TIDAK MASUK INDONESIA ?

    Tentunya masih Hindu dan Budha … Karena Kristen tidak pernah mengajarkan Toleransi…. Buktinya ?? Lihat di Thailand dan Vietnam .. apakah sukses misi di sana ??

  103. Joko | 26 December, 2012 17:53

    @Puspita … Kamu ini aneh. Dibantah di sini kamu lari ke sana .. dibatah di sana kamu lari ke mana lagi. Apa perlu aku beberkan sejarah masa perjuangan ?
    Kanapa pula aku harus belajar pada sumber yang sama sekali tidak dipercaya.. Snock Hourgronje sang penghianat yang seperti kamu,… pura-pura masuk Islam ? Terus menyerang Islam dari dalam ?

  104. Joko | 26 December, 2012 18:02

    @BunuhAntekDajjal .. aku tahu di atas adalah Injil Maria Magdalena. Injil ini adalah setingkat dengan Injil Philips, yakni masuk dalam golongan yang ditolak..
    Mari kita tanyakan pada Puspita .. kenapa dari sekian banyak Injil hanya 4 yang diakui .. padahal keasliannya juga dapat dipertanggung jawabkan. Kenapa Konsili Necia kemudian mengusir penganut ajaran injil-injil selain 4 canon itu ?????

  105. Masa Lampau | 26 December, 2012 19:14

    Saya meninggalkan negeri ini saat berumur 43 th, dinegeri baru saya butuh 12 th untuk menyesuaikan diri, dgn budaya , hukum dan cuaca. Yg jadi maslah pokok adalah perbedaan sosial, budaya,plus agama, sdh menjadi sarana untuk kepentingan penguasa, sdh berapa banyak kejadian di bumi pertiwi ini, dasar utama selalu agama dan etnis, kenapa? Hanya untuk kepentingan sebgian politikus penguasa.Setelah 43 th lahir dan tinggal akhirnya kami memutuskan untuk mencari tanah baru yg urusan hukum dan hak manusia lebih di hargai, walupun itu bukan berarti perbedaan suku dan agama bisa menyelesaikan urusan sosial, yg paling penting ternyata urusan Hukum dan penegakkannya….hanya 2 itu yg penting. Note :Kami meninggalkan bumi pertiwi selesai kejadian Mei 1998….

  106. puspita | 26 December, 2012 19:19

    AKU TIDAK AKUN HANYUT DENGAN CARA KALIAN SALING MENGHINA, MENJELEKKAN DAN MENGHUJAT AJARAN AGAMA ORANG LAIN DENGAN PENUH KEBENCIAN.

    SEMUA SALING SERANG PADA ALKITAB YANG DIYAKINI MASING-MASING PIHAK.

    AKU PERJELAS DENGAN PERTANYAANKU. ANDAI SAJA SEMUA AGAMA TIMUR TENGAH TIDAK MASUK NUSANTARA/INDONESIA, MAKA TIDAK AKAN ADA KONFLIK AGAMA SEPERTI DI/TII, GESTOK 1965, AHMADIYAH, KONLIK AMBON, POSO, GAM, SUNI vS SYIAH.

    MASYARAKAT INDONESIA TIDAK SIBUK BERDEBAT DAN TENGGELAM DALAM KONFLIK AGAMA.

    KARENA SEBELUM AGAMA TIMUR TENGAH MASUK, SEJAK RIBUAN TAHUN YANG LALU KEHIDUPAN MASYARAKAT NUSANTARA SUDAH TERTIB, BERPERIKEMANUSIAAN, DAN BERTUHAN YANG MAHA GHAIB.

    AGAMA ISLAM TURUN, KARENA MORAL MASYARAKAT ARAB WAKTU ITU BEJAT, MAKSIAT, JAHAT DLL. AGAMA DITURUNKAN AGAR MEREKA BISA BERUBAH BERPERILAKU BAIK DAN BISA HIDUP TERTIB LAYAKNYA MANUSIA YANG BERADAB.

    TAPI KENAPA SEKARANG ORANG MENJADI TIDAK BERADAB KARENA AGAMA ?
    MENYAKITI ORANG LAIN, MERUSAK RUMAH IBADAH, MRUSAK, MEMUSUHI, MEMELIHARA KEDENGKIAN DAN KEBENCIAN DI DLAM HATI.

    SEJARAH PERTARUNGAN YAHUDI-KRISTEN-ISLAM SEBENARNYA ADALAH PERSAINGAN EKSISTENSI ANTAR KELOMPOK.

    KENAPA SEMUA DIBAWA KE INDONESIA ? KENAPA YANG DIIMPOR TIDAK NILAI-NILAI BAIKNYA DARI AGAMA ITU SAJA ? KENAPA KEBENCIAN, KEKERASAN DAN BUDAYA PERSELISIHAN ITU DIBAWA MASUK KE INDONESIA ?
    KENAPA KITA MENGIMPOR SEKALIGUS BUDAYA BAR-BAR BANGSA TIMUR TENGAH ?

    MASIH ADAKAH YANG ADA DI SINI, PERNAH BELAJAR NILAI-NILAI LUHUR BANGSAMU ?

    KELUHURAN YANG SUDAH ADA SEJAK SEBELUM AGAMA TIMUR TENGAH LAHIR.
    KITA SUDAH LEBIH DULU MEMILIKI NILAI-NILAI SUCI DAN LUHUR…

    KITA SUDAH LEBIH DULU MEMILIKI NILAI-NILAI SUCI DAN LUHUR…

    KITA SUDAH LEBIH DULU MEMILIKI NILAI-NILAI SUCI DAN LUHUR…

  107. Joko | 26 December, 2012 19:32

    @MasaLampau .. pasti anda jauh-jauh posting dari luar negeri. Selamat malam. Kerusuhan 98 dampak terbesar memang pada suku China. Namun jangan lupa saat itu adalah Chaos alias kacau balau. Umumnya yang demikian tidak akan ketemu yang salah siapa, karena semua bisa menyalahkan siapa. Bahkan saat Pak Amien Rais diminta suku China di Bandara untuk melindungi mereka. Pak Amien pun hanya bisa berjanji. Benar-benar diluar kendali. Bersyukur perang saudara yang diprediksi intelijen amerika tidak terjadi.
    Sentimen negatif pada suku China di jaman Soeharto memang terjadi. Tapi setelah mereka diterima dengan tangan terbuka dijaman reformasi, kenapa sekarang suku China masih ekslusif ?
    Jadi saya rasa @MasaLampau, kalo memang anda benar-benar mencintai negeri ini, mari pulang ke tanah air, lupakan kejadian 98, dan bersama-sama kita bangun negeri ini, termasuk hukum dan hak manusia tersebut.

  108. puspita | 26 December, 2012 19:32

    mass joko, jangan lupa mencantumkan secara konsisten sumber sejarah anda.

    SELAMAT MENDALAMI SEJARAH…

  109. Joko | 26 December, 2012 19:42

    @Puspita .. ternyata pertanyaan bodoh anda, telah anda jawab sendiri dengan jawaban bodoh. Seharusnya misi kristen malu punya agen bodoh seperti anda.
    Lihatlah sejak dari atas sampai kebawah semua pernyataan anda adalah argumen tendensius yang sama sekali tidak berdasar. Anda mengaitkan sesuatu dengan tidak pas.
    Bagaimana kalo saya bertanya, bagaimana kalau leluhur puspita ini tidak berhianat memihak kompeni, dan kemudian masuk kristen. Atau bagaiaman kalo tidak ada misi kristen di Indonesia ? kira-kira apa jawab anda … ATau malah saya bertanya, Bagaimana dunia kalo saja Constantine tidak mengadakan Konsili ?
    ==============================
    Apa saya harus bertanya demikian? Tidak itu jelas pertanyan bodoh ..

  110. puspita | 26 December, 2012 21:35

    ANDA TERUS BERTERIAK SAYA AGEN KRISTEN ?
    ANDA TERUS BERTERIAK SAYA MENJALANKAN MISI LAYAKNYA SEORANG MISIONARIS ?
    ANDA TERUS BERTERIAK SAYA BODOH ? BAHASA KLISE MAAASS

    HI….HI…HI… HE..HE.HE.
    HA..HA…HA..

    BIARLAH FORUM INI YANG MENILAI SEPERTI APA KAPASITAS MASS JOKO…

    SEORANG YANG MENGKLAIM BAHWA ISLAM

    AKU TIDAK PERLU BERERIAK MEMBALAS OLOKAN ANDA…
    KAMI BENAR-BENAR DIAJARKAN UNTUK MENJADI MANUSIA YANG SELALU BERSIKAP MANUSIAWI .

    SAYANG SEKALI… NEGERI INI TERUS DIPENUHI OLEH ORANG ORANG YANG SUSAH BERFIKIR RASIONAL..
    PADAHAL RASIO/AKAL JUGA ANUGERAH TUHAN, SELAIN ANUGERAH LAINNYA..

    MASS JOKOO… ANDA BISA LIHAT KOMENTAR ORANG LAIN SELAIN SAYA TERHADAP ANDA…

    RAHAYU…
    MUGI RAHAYU SAGUNG DUMADI…

  111. Elisa JH | 26 December, 2012 21:38

    Berbeda itu bukan berarti bertentangan.
    Tangan kiri itu berbeda dengan tangan kanan. Tapi tidak bertentangan.
    Toleransi ada, karena harus ada. Mari bertoleransi tanpa batas…
    (mungkinkah?)

  112. puspita | 26 December, 2012 21:39

    Maksudnya : mas joko adalah seseorang yang MENGKLAIM BAHWA DALAM AGAMA ISLAM TIDAK ADA DOGMA.

    dari situ terlihat seberapa kapasitas dan tingkat pemahaman anda…

    APA ALASANNYA ANDA MENGATAKAN BAHWA DALAM AGMA ISLAM TIDAK ADA DOGMA ?
    ANDA TAHU ARTINYA DOGMA ENGGAK SIH ?

  113. Elisa JH | 26 December, 2012 21:47

    Mas Joko dan Puspita,
    saya salut dengan keluasan ilmu sejarah kalian. Tapi, sudahlah itu masa lalu yang bukan jaman kita. Suasana kelahiran kitapun kita tidak bisa gambarkan secara persis. Faktanya sekarang, debat kalian ini cukup membuat khawatir. Apalagi baca komen/niat @bunuhantekdajjal…sudahlah. Kita sedang diperhatikan oleh Pencipta kita saat ini. Please..

  114. Joko | 26 December, 2012 21:54

    @Elisa JH .. okey deh terima kasih atas nasihatnya.

    @Puspita .. sampai ketemu lagi di forum yang lain .. oh ya lain kali mainnya yang halus, ya ?!?!

  115. BunuhAntekDajjal | 27 December, 2012 06:49

    Di tahun 1098. Paus Vatikan Urban II memerintahkan Godfrey bangsawan dr Bologna utk mnyusun Angkatan Perang Salib 1. Dia berhasil mngumpulkan 35rb lebih prajurit. Tujuannya satu, yakni menanggapi permintaan Kerajaan Bizantium, utk merebut kembali Jarusalem, yg sdh mereka tinggalkan sjk lama dn sekarang byk muslim yg tinggal di sana.
    Terjadilah pertempuran besar. Seluruh ahli sejarah sepakat kerugian dr perang ini adlh sangat besar. Baik nyawa maupun biaya. Sama besar di dua pihak. Namun tidak ada catatan akurat brp jumlah korban di masing2 pihak. Dlm catatan lain, seluruh muslim d dalam kota Jarusalem dipenggal. Ini adalah pembunuhan masal pertama yg dialami muslim.
    Mereka menang dan mendapatkan Jarusalem, Antioch, Odessa, Tripoli. Godfrey menolak menjadi penguasa Jarusalem. Dan diserahkan kepada saudaranya Baldwin of Bologna. Jadilah Jarusalem kota yg besar. Namun militer Damaskus mningkat dgn pesat.
    Mamandang hasil yg menggembirakan diluncurkan Perang Salib 2, dgn tujuan Asia tengah, yakni kesultanan Rum dan Armenia. Kemudian sesudahny Raja Baldwin mmbentuk Knigth Templar.
    Bbrp puluh tahun berikutny Damaskus brhasil mngembalikn beberapa wilayah yg sebelumny direbut salibis. Sehingga smp di jaman Salahudin Ayyub. seluruh jazirah arab adl wilayahnya. Dn hny Jarusalem yg belum dikuasai.
    Satu hal yg menarik, walaupun negara berperang, ke dua pemimpin Salahudin dan Baldwin IV secara pribadi sngat baik. Pada saat itu ilmu kedokteran muslim sangat maju. Dan beberapa kali Salahudin mengirimkan dokter negara utk mengobati keluarga Baldwin. Sempat ada perjanjian tdk saling menyerang di antara dua negara.
    Namun saat Jarusalem dipimpin Guy de Lusignan, perjanjian dibatalkan sepihak. Dan Jarusalem mengirimkan pasukan. Hal ini ternyata hanya memberikan alasan bagi militer Salahudin utk menyerang Jarusalem. Dengan militer yang sangat maju dan kuat, Salahidun berhasil mengalahkan Guy de lusignan, dan merebut kembali Jarusalem. Hal yg berbeda dgn sebelumny, setelah menyatakan kalah, tidak ada satu pun orang kristen yg dipenggal, dan diantar kembali dgn selamat pulang ke eropa.
    Perang salib berikutnya adalah dipimpin oleh Richard of The Lionheart. Targetnya adalah Ascalon dan Jarusalem. Perang diawali oleh pembantaian 3000 tahanan oleh Guy de Lusignan. Perang hebat terjadi, dan Salahaudin berhasil mendesak Richard ke Ascelon, yg sudah dibumi hangus, hanya dengan 2000 prajurit. Perang Salib berakhir dengan kekalahan. Sama dengan Baldwin IV. Salahudin dan Richard adalah bersahabat. Salah satu contoh selain mereka rajin bersurat, saat Richard kehilangan kuda, Salahudin mengganti dengan 2 kuda terbaiknya. Dan pada riwayat lain, Richard juga pernah menawarkan pernikahan politik antara adiknya putri Joan dengan adik Salahudin, dengan mas kawin penyerahan Jarusalem. Tapi tidak jadi, namun Salahudin kemudian mempersilahkan kaum penziarah kristen masuk Jarusalem dengan bebas.
    Bbrp kali Paus meluncurkan Perang salib yg lebih besar. Dan perang Salib yang ke 9 dengan kekuatan 60rb orang lebih, semua berakhir dgn kekalahan telak dan berakhir pula misi Perang Salib.
    Setelah 850 tahun dibawah kontrol muslim , Jarusalem kemudian dikuasai Inggris dan lalu Israel.

  116. Mang Ali | 27 December, 2012 07:27

    Ngomong toleransi sih sederhana saja… berikan kesempatan kepada semua orang untuk menikmati haknya sebagai warga negara tanpa memberi kesempatan untuk merampas hak orang lain.. Contohlah Ahok dan pendukungnya.

  117. irkhamov | 27 December, 2012 10:18

    Komen dari oky chindrawan dan sheilla ini contoh bahwa tulisan yg di atas itu kasuistik. Lihat bagaimana rukunnya warga suku cina dg sekitarnya, misal di malang, sby dan banyak kota lain. Saya ga sebut Jkt, karena keknya emang beda dari contoh2 saya itu. Jadi mari kita buka mata kita lebih luas, bahwa dunia tdk hanya urusan mayoritas minoritas saja. Bahkan agama pun bukan lah sekat yg membatasi. Satu di antara sebab terutama membuat sekat2 itu hadir adalah ketiadaan komunikasi. Lihatlah kehadiran org2 suku cina dalam kerja bakti di kampung2 surabaya sana, mrk sama kotornya, sama tutur kata dan bahasanya dll. Maka hilanglah sekat cina-non cina itu. Bagaimana mungkin anda berharap tetangga akan menyapa dan baik pada kita sedangkan kita sebelum datang ke mereka pun sudah membangun rumah dengan pagar rumah tinggi menjulang berkawat berduri dan kita duduk diam di dalamnya tanpa mau membaur dengan sekitar dan mau tau apa yg terjadi di sekitar ? Seberapa kita menghargai diri kita, seperti itu juga orang menghargai kita, seberapa kita mau terbuka dan berbagi dengan sekitar maka sebegitu juga orang2 sekitar berlaku terhadap kita.

  118. sitorus aja | 27 December, 2012 10:32

    semakin cerdas/pintar manusia, akan semakin jahat dan jauh dari Tuhan. mengengal Tuhan bukan dengan logika.

  119. puspita | 27 December, 2012 11:13

    untuk semua saudaraku, ajaran agama justru ingin mengoptimalakan sisi positif kemanusiaan, agar manusia benar-benar menjadi makhluk yang pantas menjaga bumi seisinya.
    agar mereka saling mengenal dalam berbagai latar belakang perbedaan.

    di dalam berbagai kitab suci, BANYAK SEKALI FIRMAN YANG MENGGUNAKAN KALIMAT YANG MAKNANYA TERSIRAT… SEKALI LAGI ” TERSIRAT”…( pakai huruf “i” )
    TIDAK SELALU MENGGUNAKAN BAHASA-BAHASA VULGAR DENGAN MAKNA YANG TERSURAT. ( pakai huruf “u”)
    Sehingga dengan demikian dibutuhkan penafsiran dengan hati yang bening, pemikiran yang kritis dan referensi yang lengkap.

    Agama apapun itu, beda dengan ALLah ( Tuhan ).
    Dan lebih tepatnya, memahami Tuhan memang harus menyertakan logika, selain menggunakan hati dan rasa.

    Jadi seyogyanya, pahamilah Tuhan dengan menggunakan segenap daya dalam diri kita, BAIK DAYA PIKIR,(LOGIKA) DAYA RASA, dan DENGAN KALBU KITA.

    Dengan begitu, kita akan bisa memahami keberadaan Tuhan secara lebih komprehensif dan universal.

    Rahayu…
    Mugi rahayu sagung dumadi…

  120. Andi Tenrie | 27 December, 2012 13:10

    Toleransi itu jangan mengharap dan diharap dari orang lain tapi dimulai dari diri kita sendiri…., begitu aja realitanya dan gampangnya!

  121. Andi Tenrie | 27 December, 2012 13:35

    @BunuhAntekDajjal, Joko dan Elisa JH anda-anda orang ahli dan mantap dalam bidangnya, bravo! Memang lebih baik kita komen tanpa menghina org lain tapi dgn argumentasi akurat dan ilmiah, saya belajar lagi dari tulisan anda semua, terimakasih!

  122. puspita | 27 December, 2012 16:48

    Kampanye issue TOLERANSI DAN PLURALISME aku yakin tidak akan berhasil maksimal !!!
    Karena terminologi yang dipakai adalah istilah asing yang memerlukan pembelajaran lagi untuk memahaminya.
    Istilah ini juga mengalami pergeseran untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada di Indonesia.
    Kenapa tidak memakai istilah yang sudah akrab dan membumi di negeri ini ? Misalkan KEMAJEMUKAN, KEBERAGAMAN… ATAU KE BHINEKAAN ? sebagai padanan dari PLURALISME.

    Kemudian memakai istilah TEPA SELIRA ( dibaca TEPO SELIRO ) atau istilah lain yang bersumber pada KEARIFAN LOKAL kita.

    Memang benar, kalau spirit kebhinekaan dan tepa selira ini ingin tumbuh suber kembali di republik tercinta ini, maka semua pihak harus menanamkan dan mengamalkan hal itu pada diri sendiri, kelurga kita, murid-murid sekolah, mahasiswa dan para penyelenggara negara.

    Dan memang benar, nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan kembali kepada seluruh bangsa. Bukan Pancasilanya orde Soeharto, tapi Pancasila yang benar-benar mengandung NILAI LUHUR NAN MULIA. Pancasila yang benar-benar manifestasi dari budaya luhur negeri ini.

    Semoga ketentraman dan kesejahteraan, teranugerahkan kepada semua umat manusia
    Semoga ketentraman dan kesejahteraan, teranugerahkan kepada seluruh alam raya…

    RAHAYU…

  123. BunuhAntekDajjal | 27 December, 2012 23:45

    Gibraltar … pasti pada tau semua. Yakni sebuah selat sempit yg menghubungkan laut tengah dan laut atlantik. Dan yg menghubungkan Maroko di Afrika, dan Spanyol di Eropa. Kalian tahu apa nama asli Gibraltar ? Yakni diubah dari nama Jabal Toriq. Sebuah nama arab, yg berarti Gunung Toriq. Nah siapakah si Toriq ini ?
    Toriq ibn Ziyad adl seorang Jendral kekalifahan umayah. Dia adl sosok yg disegani dan sekaligus dbenci penduduk Spanyol saat itu. Saat itu Spanyol dipimpin seorang kepala negara yg otoriter, bejad, suka membunuh sembarangn.
    Tahun 700an Toriq diangkat menjadi gubernur Tangier. Sebuah wilayah afrika yg paling dekat dengan daratan eropah, yang dikuasai oleh Julian, sebagai Jendral perbatasan Spanyol. Karena berdekatan masing-masing pemimpin kenal dengan baik.
    Julian memiliki anak gadis yang lalu dikirim ke ibukota spanyol utk mendapatkan pendidikan, sbagaimn biasa berlaku bg para bangsawan muda. Namun beberapa lama kemudian, Julian diberitahu bahwa sang gadis telah diperkosa oleh sang raja, Roderic.
    Julian marah besar dan bersumpah akan menghabisi sang raja bejad, Roderic. Dia menghubungi Tariq ibn Ziyad utk membantunya, biaya perang ditanggung Roderic. Toriq mengirimkan 7000 ksatria terlatih ditambah 5000 ksatria di bawah Musa, wakil dari Toriq. Julain berhasil mengumpulkan 50.000 tentara lebih. Dipihak Roderic, dia jg mempersiapkan tentarany yg sangat besar utk menanggapi ancaman Julian. Namun ternyata intelijen Toriq berhasil membujuk para jendral Roderik, yakni para pangeran dr raja sebelumnya yg digulingkan sepihak oleh roderik. Yakni utk disersi dan berbalik ke pihak Toriq. Akhirnya pasukan Roderic dapat dihancurkan dan Roderic terbunuh. Setelah menang Toriq kemudian menguasai wilayah bekas Roderic, dan sang pangeran Spanyol menguasai sebagiannya. Tanpa waswas seperti di masa Roderic.
    Mendengar kemenangan ini, Khalifah menunjuk Toriq sbg gubernur Spanyol bergantian dengan Musa. Toriq membangun Spanyol dengan sangat luar biasa. Hal ini membuat iri negara eropa lainnya. Byk penduduknya kemudian memeluk Islam.

  124. Sumeleh | 28 December, 2012 03:56

    @hama & @Andi Tenrie … sy setuju dengan Anda.
    @ Puspita … saya bisa banyak belajar dari apa yang tersurat maupun tersirat dari komentar dan paparan Anda.
    @Joko … saya salut dg referensi Anda.
    Buat saudara2-ku se-tanah-air tercinta INDONESIA, mari kita bangun negeri ini dengan semakin mengembangkan setiap Anugerah yang kita dapatkan dari Tuhan Yang Mahaesa, baik yang dapat kita nikmati sementara ini, atau yang kita miliki berupa akal, fikiran, kecerdasan, hati nurani, dan sikap batin serta lahir yg mulia demi menuji “nagari” INDONESIA yang “adem”, “ayem”, “toto”, “titi”,
    dan “temtrem”.

  125. Agung | 28 December, 2012 05:39

    Mari bicara dengan ilmu
    Mari berdebat dengan ilmu.
    Tidak ada lagi satupun pendapat dalam kaidah ilmiah : menurut pendapat saya, termasuk TOLERANSI, Itu hanya COPAS semata.
    @ joko good job
    @ bunuh$dajjal bagus bacaannya
    @andi tanrie saya ingat dosen p4 sy th 85 an
    @ puspita anda terlalu banyak teriak jadi yay yaa air beriak lah! Terlalu banyak baca Koran kuning.
    Saya berharap koreksi saya benar.
    Puspita itu Islam, betul. Islam kejawen warisan sempalan pasukan Noyo Genggong yang tidak ikut nyebrang ke Bali

  126. BunuhAntekDajjal | 28 December, 2012 08:10

    Toriq ibn Ziyad kemudian memustkan pemerintahanny di Cordoba (Skrg wilayah trbesar 2 Spanyol). Sepeninggal Toriq kemajuan Spanyol smakin menjadi. Di masa Kalifah AL Hakam II atau 350 tahun kekuasaan Islam di Spanyol. Dr ribuan masjid, dibangun pula masjid Agung yg sgt megah, ratusan taman-2 kota masing-2 berukuran sgt luas, trmasuk mmbangun prpustakaan trbesar di dunia waktu itu. Masjid ini duluny separuh dr reruntuhan Gereja Gotik. Bbrp tahun sesudahnya penguasa Islam membangunkan Gereja di sisa reruntuhan. Jadi Masjid dan gereja bersebelahan. Setelah 500 tahun mjd Masjid, kemudian diubah seluruhny mjd Gereja Katolik oleh pemerintah Katolik. Namun jejak Islam pd bangunan gereja skrg msh terlihat.
    Selama 500 tahun Cordoba Spanyol mjd pusat kebudayaan Islam di dunia. Bahkan beberapa peneliti mngatakan kemasyuran Cordoba mngalahkan ibukota Damaskus. Bangsa eropa menyebut Cordoba Spanyol sebagai “Jewel of the World” atau permatanya dunia. Di sini dibuktikan bahwa toleransi kehidupan beragama di Spanyol berlangsung 500 tahun tanpa cacat. Kristen, Islam, Judaisme, bebas beribadah. Dan yg paling penting adl selain saling hormat-menghormati, penegakan hukum menjadi sesuatu yang dijunjung tinggi di sana. Rakyat mayoritas Kristen puas dengan pelayanan pemimpin Islam. Selama 500 tahun itu cukup menjadi bukti bahwa pemerintah Islam berhasil membangun masyarakat yang TOLERAN.
    Walaupun kelak terjadi banjir darah di seantero tanah Spanyol yang membuat penduduknya cerai berai. Yakni pembantaian masal ke 2 yg dialami muslim.
    (bersambung)

  127. BunuhAntekDajjal | 28 December, 2012 15:15

    Ganti Kalifah, ganti kebijakan. Tapi Spanyol terbukti sanggup mempertahankan keharmonisan sampai ratusan tahun. Sempat menjadi Repubil Islam Independen di tahun 1030 selama 40tahun sebelum menjadi wilayah kekuasaan kekalifahan Muwahidun yang meliputi wilayah Afrika Utara.
    Melihat dominasi kekuatan Islam mulai melemah, diam-2 para bangsawan kristen Spanyol mulai menyusun kekuatan dan menamakan gerakannya yang dinamakan Reconquesta (perebutan kembali) seluruh jazirah spanyol. Dan akhirnya di tahun 1200an, dengan restu Paus Vatikan, Raja Ferdinand III berhasil menaklukkan Cordoba. Semenjak penaklukan, populasi di cordoba menurun drastis. Kota dijadikan seperti kota militer, Masjid-masjid dijadikan gereja dan sebagian dihancurkan. Namun muslim masih bertahan di spanyol. Beberapa diantaranya telah berpindah agama kembali menjadi kristen. Beberapa kali kakuatan muslim memberontak namun selalu bisa dipadamkan. Dalam catatan yg tidak umum, pemberontak muslim akan menghadapi hukuman mati.
    Setelah kembalinya Spanyol pada kekuasaan Katolik. Vatikan mengumumkan sebuah gerakan yang dinamakan “Inkuisisi Spanyol” pada 1480. Yakni pembersihan non katolik dari bumi Spanyol. Gerakan dimulai dr Cordoba, muslim diusir, dan yg menolak langsung dipenggal. Hal ini menimbulkan pemberontakn muslim. Sebenarny kaum Ateis dan Yahudi mengalami hal yg sama nmn jml mereka sgt kecil. Mrk ditawari masuk Katolik, pergi, atau dibunuh.
    Pd tahun 1560an, bahasa arab yg sdh umum digunakan di masyarakat spanyol dilarang oleh raja Philip II. Dan dia melarang atribut-atribut Islam yang dikenakan muslim. Dan melarang brbagai bentuk peribadatan Islam. Hal ini mngundang pemberontakan sisa pejuang Islam.
    Sebuah catatan sejarah kelam, Saat bangsawan Don John menghancurkan kota Galera dekat Granada dan membunuh semua yang tinggal di dalam kota, tanpa terkecuali. Dan pada era Philips III secara resmi pengusiran muslim dari spanyol. Kebijakan ini dipertahankan sampai Ratu Isabella II membatalkannya di tahun 1840an.
    -=- -=-
    Cerita sedih ummat Islam baru saja di mulai.

  128. puspita | 28 December, 2012 17:42

    Terlepas dari siapa yang menulis catatan sejarah tersebut, dan kepada siapa dia memihak, yang pasti TELAH TERJADI BUNUH MEMBUNUH KARENA ALASAN AGAMA DI EROPA, ASIA TENGAH DAN AFRIKA.

    Sampai dengan berdirinya Majapahit, catatan sejarah yang menuliskan adanya banjir darah di Nusantara hampir-hampir tidak ada.

    KEMBALI PADA KONTEKS INDONESIA SEKARANG, APAKAH SEJARAH BANJIR DARAH MANUSIA TERSEBUT AKAN KITA IMPORT JUGA KE INDONESIA ?

    Kalau didada umat manusia di Indonesia, terus menyimpan dendam, kebencian dan kedengkian ATAS PERBUATAN ORANG EROPA, ASIA TENGAH, AFRIKA DAN JAZIRAH ARAB DIMASA LALU, maka tradisi banjir darah di Indonesia tinggal menunggu waktu.

    INGAT !!! GESTOK 1965 ADALAH BENTURAN ANTARA IDEOLOGI TIMUR TENGAH DENGAN IDEOLOGI DARI EROPA.

    Saya tidak perlu menulis ulang atau copy paste terhadap tulisan sejarah yang banyak ditulis berbagai pihak. Toh pada akhirnya penilaian banyak yang hanya didasari oleh SUBYEKTIFITAS dan dilihat dari perspektif keyakinan yg melihatnya.

    Kalau tadinya, saya dinilai seorang misionaris kristen hanya berdasar pada kalimat yang saya tulis, sekarang tiba2 berubah dan menilai saya Islam kejawen sempalan dst.
    ITULAH KEDANGKALAN KEMAMPUAN ANALISIS SEBAGIAN BESAR BANGSA INI. Bagi orang2 yang meengenal dan memahami teori ANALISIS SOSIAL maka tidak akan mudah dan gegabah menghakimi seseorang hanya karena sederet kalimat yang ditulisnya.
    Siapapun bisa mengucapkan shalom, assalamualaikum, om awignamastu, Namo Buddhaya dll.

    Dari sedikit komentar mas agung misalnya, tentu beliau tidak akan rela bila LANGSUNG SAYA NILAI SEBAGAI PEMELUK ALIRAN PURITAN YANG MEMBENCI ISLAM KEJAWEN. Kalau saya sampai menilai begitu, tentu sangat prematur.

    Namun dari tulisan masing-masing, kelihatan kok penulis mempunyai karakter yang toleran atau tidak, tepo seliro atau tidak, bisa menerima kebhinekaan atau tidak.

    Semoga tidak pernah lagi ada banjir darah di negeeri ini. Cukuplah peristiwa Gestok Peristiwa Mei 1998 menjadi 1965, menjadi tragedi kemanusiaan TERAKHIR bagi bangsa ini.

    Semoga kasih Tuhan menyelimuti hati kita semua, sehingga kedamaian dan kebahagian terpancar dari lubuk hati yang paling dalam….
    Namo Budhaya….

  129. BunuhAntekDajjal | 28 December, 2012 18:48

    Apa kamu lupa “Perang Bubat” antara Sunda dan Majapahit ? Yang diawali pengakuan Sunda sebagai bawahan Majapahit. Dengan menyerahkan Putri Sunda Diah Pitaloka kepada Hayam Wuruk untuk menjadi istri.
    Belum sampai di ibukota, pasukan Gajah Mada yg sudah menunggu langsung menghabisi Putri Diah Pitaloka Citraresmi dan seluruh rombongan, dayang, abdi, dan pasukan pengawalnya. Kisah banjir darah yang tidak pernah dilupakan orang sunda sampai sekarang, bukan?

  130. rambo | 28 December, 2012 19:40

    gue orang berpendidikan pas pas an.. kagak ngerti sejarah seperti kalian ..baca sejarAH yang kalian sebutkan di atas aja udah bingunggg..ngungg..gue bukan muslim, jg bukan kristen..gue BUDDHIST. tapi ya, apa pun cerita sejarah nya, gue sebagai umat BUDDHIST asal MEDAN, pernah merasa susahnya membangun tempat ibadah kami karena sentimen orang MUSLIM di tempat kami. malam2 tempat kami dilempari, tempat ibadah kami di datangi beramai ramai orang manusia MUNAFIK ber peci, ber jilbab, berpenampilan agamis, baju putih putih,..
    kami umat BUDDHIST nyatanya belum pernah mendapat perlakuan kasar dari umat KRISTEN sini..meskipun tempat ibadah kami ada yang berdekatan dengan gereja, dekat dengan HKBP. Terima kasih teman teman, saudara saudara umat kristen semuanya..salam damai..PEACE..

  131. rambo | 28 December, 2012 20:00

    sebagai umat BUDDHIST, gue dan temen2 gue disini merasa sangat damai berdampingan dengan umat kristen di sini..tapi dengan umat MUSLIM, alahhmakkk, mengerikan, sadis

  132. BunuhAntekDajjal | 28 December, 2012 20:12

    Kalo memang lu budhist sebutkan sifat-sifat agung Buddha ?

  133. puspita | 28 December, 2012 21:07

    @bunuhantekdajjal : mas, mohon maaf kalau tulisan saya kurang lengkap, karena yang saya maksudkan adalah banjir darah karena ALASAN AGAMA. Dan

    Sejarah perang bubat di tulis oleh Belanda. Karena banyak catatan sejarah yang dipegang oleh Belanda. Mereka berkepentingan untuk memanipulasi sejarah Indonesia untuk kepentingan mereka yaitu MEMECAHBELAH BANGSA INDONESIA. Dan hasilnya sangat mujarab. Masyarakat Sunda ( tidak semua ) menjadi dendanm dengan orang jawa sampai sekarang.

    Akhir2 ini ternyata mulai banyak sejarawan yang menggugat KEAKURATAN SEJARAH PERANG BUBAT. Artinya, mulai ada kesadaran dari para ahli sejarah tentang perang bubat yang dimanipulir oleh Belanda.

    Kita tidak usah jauh2 melihat sejarah di jazirah arab, timur tengah, sampai di eropa dan menggali cerita ratusan atau ribuan tahun yang lalu.
    Coba kita lihat ditempat kita sendiri, apa yang dialami oleh bapak, ibu kakek atau nenek kita. Masih sangat segar dalam ingat mereka betapa kejam dan sadis perilaku suatu kelompok yang membunuh saudaranya sendiri satu bangsa, satu kampung bahkan satu keluarga.
    JUTAAN ORANG MEREKA SEMBELIH, BAIK PRIA MAUPUN WANITA, TUA MAUPUN MUDA BAHKAN WANITA HAMIL. Fakta ini tidak saya lebih-lebihkan karena terjadi di daeerah saya.

    Dari paparan sejarah yang ditulis kawan2 di ataspun masih berdasarkan SUBYEKTIFITAS tanpa didasari fakta akurat.

    Contoh saya cuplik komentar dari mas Tak Percaya tuhan itu Gondrong nan berewok:
    …Tapi coba tengok minoritas muslim di negaray yang mayoritasnya Kristen di AS atau Eropa. Islam bahkan tidak diakui sebagai agama negara. Jangankan mendirikan sekolah Islam, bikin mesjid aja dilarang-larang. Libur Idul Fitri tidak boleh.

    Di Amerika dan Eropa menganut paham sekuler, jadi yang dimaksud “agama negara” itu apa ? Semua agama bebas di sana. Bahkan orang mau atheis juga be bas. Di Amerika kualitas pendidikan sangat diutamakan, jadi mereka mereka memiliki kurikulum sesuai kepentingan negara amerika. DISEKOLAH NEGERI PENDIDIKAN AGAMA TIDAK DIBERIKAN. baik itu pendidikan agama kristen ( walaupun mereka mayoritas ) maupun pendidikan agama lainnya. sekolah Islam juga boleh berdiri, di negra bagian Maryland dan Washington DC. Mendirikan masjid juga bebas, asal sesuai prosedur hukum yang berlaku di sana. ( Malah lebih mudah orang mendirikan masjid di amerika daripada orang mendirikan rumah ibadah non islam di jawa.)
    Idul Fitri bisa dirayakan dengan bebas, dan tidak perlu dijaga kayak di Indonesia yang katanya negara toleran.

    Makanya, kalau ada kesempatan silahkan melihat langsung ke Eropa, Amerika, australia atau Selandia Baru.
    sebutan ” kafir” sangat tidak cocok bagi bangsa2 tersebut masyarakatnya jauh lebih tertib dan tidak liar seperti di Indoensia.

    Semoga seluruh mahluk bahagia.

  134. BunuhAntekDajjal | 28 December, 2012 21:32

    Bukankah “Bhineka Tunggal Ika” adalah sebuah perjanjian saling toleransi yang harus dipatuhi oleh kaum Budda dan Hindu Siwa ????
    Kalo memang tidak ada masalah antara Hindu dan Buddha kenapa harus ada semboyan itu ?

  135. BunuhAntekDajjal | 28 December, 2012 21:47

    Bagaimana mungkin perang bubat adalah palsu ? Apakah kamu mau mengatakan Suma Oriental, Pararaton, Kidung Sunda, Kidung Bali adalah palsu ? Apa kamu juga mau mengatakan Drs. R. Soekmono adalah seorang pembohong ?

  136. puspita | 28 December, 2012 22:35

    bunuh antek dajjal : mass…masss
    DARIMANA ANDA BISA MENGATAKAN BAHWA “BHINEKA TUNGGAL IKA ” ADALAH PEERJANJIAN SALING SALING TOLERANSI ??????

    SIAPA YANG MENGATAKAN PERANG BUBAT PALSU ?
    SIAP YANG MENGATAKAN KITAB2 ATAU NAMA ORANG YANG ANDA SEBUT ITU PALSU ?
    Tolong kalau diskusi agak disambungkan dengan content dari komen yang hendak anda respons ???

    DAN BAGAIMANA KOMENTAR ANDA TENTANG PEMBANTAIAN YANG DILAKUKAN KELOMPOK AGAMA TERTENTU “KEMARIN” YANG DIKENAL JUGA DENGAN SEBUTAN GESTOK 1965 ??????????

  137. Andi Tenrie | 29 December, 2012 01:36

    @Agung, mungkin pak Agung maksud kakak saya, karena kakak saya yang tertua adalah Dosen P4 seluruh Indonesia! Kakak saya itu (maaf bukan memuji) orangnya sangat jujur dan tegas berani menegur gubernur dan walikota yang hanya main-main bila ada penaran! Kakak saya sanggup membuka pintu ruangan dan mempersilahkan seorang gub atau walikota meninggalkan ruangan bila tidak serius atas kuliah, menurut kakakku: Saudara semua dikirim kemari dengan utk P4 dengan biaya negara, kalau tak suka silahkan pulang kedaerah melalui pintu yg sudah saya buka lebar! Dengan ulah kakak saya seperti itu dianggap orang gila dideperemennya dan tak pernah diberi kedudukan tinggi! Namun kakak saya sudah almarhum cuma sehari sesudah ujian doktor(s3 nya)…., yah itulah jalan hidupnya!

  138. Imam Faturakhman | 29 December, 2012 04:17

    Seandainya yang merasa mayoritas menghargai minoritas; dan yang minoritas menghormati mayoritas akan ada TOLERANSI. Toleransi adalah ketika aturan dalam keidupan bermasyarakat berjalan sesuai norma-norma yang berkembang di masyarakat tersebut dengan istilah kearifan lokal bukan menabraknya, insya Alloh akan ada TOLERANSI. jangan ada rekayasa yang dipaksakan sehingga Minoritas ingin menguasai atau sebaliknya mayoritas ingin menindas, bukankah ini negara demokrasi? kalau Indonesia negara demokrasi sangat wajar minoritas menghargai dan mengikuti SUARA TEBANYAK….!!! SILAHKAN RENUNGKAN

  139. rambo | 29 December, 2012 08:59

    @bunuhantekdajjal, mau tau sifat agung BUDDHA dan ajaran utama SANG BUDDHA GAUTAMA kepada kami?
    inti ajaran BUDDHA adalah ” jauhi kejahatan, perbuat kebaikan, sucikan hati dan pikiran”, itulah inti ajaran BUDDHA. dan semuanya terpapar secara lengkap dalam DELAPAN JALAN UTAMA.
    bahkan SANG TATHAGATA kami, BUDDHA YAG MAHA MULIA mengaajarkan kami untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi membalas kejahatan dengan cinta kasih. sungguh tak mudah untuk kami lakukan..tapi itulah ajaran agung SANG BUDDHA.
    @bunuhantekdajjal, apakah ajaran agamamu mengajarkan tindakan anarkis,melakukan tindakan kekerasan terhadap orang yang tidak sepaham dengan kalian??jujur saja lah dan pakai hati nuranimu untuk menilai kalian sendiri..

  140. rambo | 29 December, 2012 09:04

    tapi dari tulisan yang saya baca di atas, kelihatan sekali mana ajaran penuh kekerasan, penuh kebencian terhadap sesama manusia..bahkan terhadap sesama agama sendiri, hanya karena perbedaan penafsiran , bisa dibantai,dibunuh dan dicincang sampai hancur tak berbentuk orang lain..gilakkkk..kiamat sudah semakin dekat…banyak iblis dan setan yang mengaku nabi..manusia munafik dimana mana..terutama di Indonesia..

  141. BunuhAntekDajjal | 29 December, 2012 09:19

    TRambo .. terus aku tanya, apa 10 hal yang paling di larang ??

  142. rambo | 29 December, 2012 09:43

    hehehehe, heran ya. @bunuhantekdajjl, kok sekarang ngotot malah tanya ajaran BUDDHA terus ya??
    gak percaya kalo gue seorang BUDDHIST? kalo gue ladeni terus pertanyaannya, lama2 lu tanya nomor sepatu SANG BUDDHA juga.
    heheheheh..ilmu agama gue mash cetekk banget..belum berani banyak ngomong..pendidikan gue jg pas2 an..tapi yg paling penting ya..berusaha jadi org baik..jangan dikit2 mau bunuh orang, mau anarkis, mau keroyok oraang lain,,,memang di indonesia ini penuh dengan manusia munafik berpenampilan agamis..benar2 setan mengaku nabi..kiamaat sudah dekat hoii..
    tapi gue berusaha sekuatt tenaga menjawab pertanyaan lu ya..mungkin maksud lu itu dasa sila, yang diajarkan SANG MAHA AGUNG, SANG TATHAGATA, SANG BUDDHA GAUTAMA kami..
    salamm damaii…peace…
    iihhhh, gue takut di keroyok, diserbu, dilemparr oleh sekelompok setan mengaku nabi…

  143. BunuhAntekDajjal | 29 December, 2012 10:05

    Rambo, bukankah yang paling dilarang dalam Buddha termasuk tidak menfitnah, bicara kasar, percakapan yang tidak ada manfaat ?

  144. rambo | 29 December, 2012 10:09

    bunuhantekdajjal, kali ini gue setuju sama lu..kalo bole, tlg dong sebutkan yang lainnya secara lengkap..
    sekalian sebutkan, inti ajaran agama mu..gue pingin tahu jg..
    salam damaii..peace…
    tetapp dinginn ya mass,jangan panas..apalagi sampai anarkis..

  145. puspita | 29 December, 2012 11:37

    @mas imam faturahman :
    Yang termasuk kesalahan mendasar bangsa ini adalah pmahaman di bidang demokrasi.
    Kesalahan mendasar tersebut adalah bahwa ” DEMOKRASI DIMAKNAI MAYORITAS ( suara terbanyak )SEBAGAI PEMENANG”
    Sehingga minoritas harus nurut semua keputusan mayoritas.
    Itu kesalahan mendasarnya !!!

    Hal di atas adalah demokrasi liberal. Demokrasinya bangsa barat ( yang oleh kelompok tertentu sering disebut negara2 kafir )
    Tetapi kenapa sistem demokrasinya ngambil dari negara barat ( emerika/eropa )

    Negeri ini didesain sebagai negara demokrasi dengan sistem kita sendiri. YAITU MUSYAWARAH UNTUK MENCAPAI MUFAKAT. Sebuah sistem demokrasi yang dilandasi dengan budi pekerti yang luhur, dengan moral yang baik.
    Sistem demokrasi kita (musyawarah) merupakan cerminan dari penghargaan terhadap semua individu, kelompok maupun golongan yang berbeda.
    Dalam sistem demokrasi kita, tidak dikenal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Pemenangnya adalah semua, karena keputusan atau tindakan yang diambil benar-benar berlandaskan kepentian semua pihak, tanpa terkecuali. Seperti kata pendiri bangsa ini, bahwa negeri ini didirikan bukan untuk satu kelompok saja, melainkan satu untuk semua dan semua untuk satu.

    Dalam perkembangannya, demokrasi di Indonesia menjadi sangat liberal, bahkan lebih liberal dibanding ” embahnya ” liberalisme, yaitu Amerika. Kita menjadi super liberal melebihi negara Amerika. Betapa tidak, di Amerika tidak ada pemilihan presiden secara langsung. Sedangkan di Indonesia semua di pilih secara langsung, SISTEM ONE MAN ONE VOTE. Aneh benar negeri ini.

    Sudah ahh..terlalu panjang nanti…
    Nilai-nilai demokrasi yang sudah tertanam ribuan tau

  146. rambo | 29 December, 2012 14:35

    @imanfaturahman…sejak kapan ya kalo demokrasi itu berarti minoritas harus menghargai dan mengikuti suara terbanyak??(mayoritas??)
    kaum kalian ini aneh ya..suka memaksa kehendak,,,ajaran sesatt penuh dengan kebencian,kekerasan,menghalalkan MEMBUNUH sesama manusia demi membela TUHAN nya, engkau lah yang harus merenungkan…
    ckckckck…benar2 sesat

  147. hello | 29 December, 2012 14:43

    jika seluruh rakyat indonesia beragama islam, maka tetap akan terjadi pembunuhan dan kekerasan antara mereka sendiri, sudah terbukti kan dari kasus ahmadiyah dan syiah di madura.
    tapi jika seluruh rakyat indonesia beragama Buddha atau kristen, maka tak akan ada terjadi pembunuhan dan kekerasan atas dasar kepercayaan..
    indonesia penuh dengan setan2.
    tapi, adakah setan mengaku setan??
    setan selalu memoles diri sendiri dengan penampilan religius,agamis,…

  148. JinkPro | 29 December, 2012 14:43

    Toleransi itu adalah setiap warga negara Indonesia harus bisa menyanyikan “Kidung Kudus”, “Jingle Bells”, “Selamat Natal”, tanpa perlu belajar. Aneh bukan ?
    Silahkan tanya sendiri pada diri kalian atau adik-adik kalian, kalo gak bisa nyanyi berarti gaptek.
    HAHAHAHAHAHAHAHAHAH

  149. BunuhAntekDajjal | 29 December, 2012 18:24

    Rambo . Jangan ngaco lu rambo. Mana buktinya Islam harus membunuh untuk bela Tuhan… Yang bener Paus maut kamu itu yang seperti Iblis, mencabut nyawa orang sembarangan.
    Berdoa untuk kedamaian Palestina tai kucing … Padahal Paus Maut mu itu yang mengutus Inggris merampas Palestina … Yang bener tangan kanan paus mu bawa tongkat suci , tanga kirinya bawa golok … itulah kenyataannya .. apa kamu buta ?

  150. puspita | 29 December, 2012 18:30

    Terakhir,…
    Ketahuilah bahwa HANYA TUHAN YANG TIDAK BISA “DIKRITISI”.
    HANYA KEPADA TUHAN KITA TIDAK BISA BERSIKAP KRITIS. KALAU KEPADA AGAMA, KARENA AGAMA BERISI PERINTAH, LARANGAN, CERITA SEJARAH, ATURAN DLL, MAKA MASIH BISA DIKRITISI, KARENA AGAMA ADALAH CIPTAAN TUHAN, EPERTI HALNYA MANUSIA DAN ISI BUMI YANG LAIN.

    MOHON MAAF, KALAU SAYA KATAKAN PENYEBUTAN KITAB SUCI (milik agama apapun ) adalah sebutan yang diberikan oleh manusia. Tuhan Tidak pernah membuat kitab. BAHKAN TIDAK ADA SATU AYATPUN DARI AGAMA APAPUN YANG MENYURUH MANUSIA/NABI MEMBUAT KITAB SUCI.

    Fanatisme yang ditanamkan orang tua, guru sekolah, guru ngaji tanpa sadar membuat kita terbelenggu. Otak, dan hati kita jadi terbelenggu untuk mengeksplor secara maksimal potensi yang diberikan Tuhan kepada kita.

    Kita jadi SEPERTI ROBOT. yang berjalan hanya berdasarkan “dogma program” dalam kitab suci. sementaraanugerah Tuhan berupa Otak dan perasaan terbelenggu mati. Alam Raya sebenarnya lebih pantas disebut Kitab suci, karena menampung semua ilmu Tuhan yang bisa kita gali.

    Lalu apa yang harus kita perbuat ? Menghargai semua ciptaan Tuhan merupakan bukti sesungguhnya dari TEPO SELIRO DAN KEBHINEKAAN.

    MARI KITA BERJALAN MENJADI INSAN AL KAMIL.

  151. BunuhAntekDajjal | 29 December, 2012 18:30

    Tenang saja … suatu saat kita akan berperang. Kita kita akan di pihak Dajjal atau bukan, akan kelihatan. Seperti yang tertulis di kitab masing2 kita.
    Yang pasti, Al Masih akan membongkar rahasia yang selama ini ditutupi Vatikan. Akan dibongkar semua kebohongannya.

  152. jempol | 29 December, 2012 19:01

    gapenting banget sih yang dibahas……
    selama kesenjangan masih ada….
    toleransi itu takkan pernah ada…..

  153. rambo | 29 December, 2012 19:10

    bunuhantekdajjal,,,hehehehhhe, kan udah gue blg , sabarr,jangan panas,,itulahh kalian ini..disinggung dikit aja, udah marah, mau anarkis, mau bunuh orang..iihhhh..seram….
    soal urusan paus, gue gak taulah itu..yang gue tahu, SANG BUDDHA selalu mengajarkan kebaikan dan cinta kash universal, terhadap siapapun…tanpa membeda bedakan ..beda banget ya dengan ajaran kalian…nabi nya disinggung dikit aja, terjaadilah demontrasi berujung anarkis..apa lu buta ya, peristiwaa anarkis dan kekerasan yang sering muncul di televisi, yang dilakukan oleh orang berpenampilan agamis itu, ?? faktanya gue belum pernah melihat umat BUDDHIST ataupun umat kristen melakukan anarkis dan kekerasan karena TUHAN atau NABI mereka dilecehkan..
    buka mata kaliannn lebar lebarr, buka telinga kalian lebar lebar, keliahatan sekali kan kalo lu ini suka berperang..suka anarkis, suka kekerasan karena kalah berdebat, malu mengakui yang sebenarnya terjadi,kalo gue ya..gue mendoakan semoga kita semua gak berperang..biarlah nanti di akhirat, nasib kita ditentukan oleh perbuatan kita..
    salam….peacee..
    jangan marah dan panas ya…
    ingat ajaran BUDDHA GAUTAMA, :” BALASLAH KEJAHATAN DENGAN CINTA KASIH”

  154. BunuhAntekDajjal | 29 December, 2012 19:38

    Rambo ane sih santai aja … kamu batak kristen ngaku buddha. Nulis ajaran buddha salah semua. gua juga fine-fine aja. gak ada masalah … Sebab semua yang kamu tulis adalah fitnah.
    Ane santai aja bos … tapi yang jelas ane sudah kasih tahu, di Kristen tidak ada toleransi, bukti berdarah-darah sejak disalipnya “Yesus” sampai dijajahnya Palestina tidak lepas dari Paus.
    Yang jelas orang-orang seperti kamu tangan perlumuran darah, tapi wajah santun seperti pejuang demokrasi dan toleransi …
    PALSU

  155. jempol | 29 December, 2012 20:03

    BUAT SMUA…
    UDAH GA USAH SOK SUCI SMUA….
    SEJARAH MANUSIA ITU SELALU ADA PERANG…
    SELAMA INI ADA PD I, PD II, PERANG ROMA, PERANG SALIB, PERANG PENJAJAHAN, PERANG SPARTAN, PERANG X MAN…(EH KETERUSAN)… INTINYA DUNIA INI SEJARAHNYA PENUH PERANG… ITU ARTINYA PERANG ADALAH KEBUTUHAN, GAPENTING YANG PERANG AGAMANYA APA… SMUA AGAMA PASTI PERANG…. KARENA YANG PERANG ORANG…EMANGNYA YANG PERANG SELAMA INI KODOK JADI GA PUNYA AGAMA….

  156. puspita | 29 December, 2012 23:07

    Kristen pernah mencatat sejarah, dimana eropa dianggap berada pada jaman “kegelapan” pada abad pertengahan. Semua aspek kehidupan diukur dari standar agama kristen karena memegang kekuasaan politik yang besar. aspek kemanusiaan adi terpasung.
    Kondisinya mirip/hampir sama dengan arab saudi sekarang. Namun karena kesadaran para cerdik pandai di eropa, mereka berhasil membongkar kungkungan gereja dalam kehidupan sosial.
    Dan masuklah eropa pada masa pencerahan. ( RENAISANCE )

    Dalam dunia politik, Eropa juga pernah terjebak pada perang massal. Ada fasisme Jerman, Kolonialisme Inggris, portugis, perancis, belanda.
    Namun pasca PD II mereka memperbaiki diri menjadi lebih baik ddari sebelumnya.

    Jepang juga begitu. Negeri ini menjadi fasis terbesar asia abad modern. Namun sekarang mereka juga berhasil memperbaiki diri. Hampir selluruh negara yg pernah terjajah di Asia juga berhasil memperbaiki diri.
    India, China, malaysia, Korea dll.

    HANYA KELOMPOK ISLAM YANG TIDAK MENUNJUKKAN PERBAIKAN PERADABAN.
    TIDAK ADA CONTOH NEGARA ISLAM YANG BERHASIL MEMBANGUN PERADABAN YANG MANUSIAWAI.

    Jaman rasulullah ? Jaman Khilafah Islam ? YANG MAJU HANYALAH PERADABAN PERANG. kalau ada klaim berhasil mengislamkan, MAKA PENGISLAMAN TERSEBUT BERDASARKAN PAKSAAN.

    Dan sekarang, peradaban Islam yang penuh kekerasan sedang diupayakan untuk tumbuh di negeri ini.

    AKANKAH INDONESIA NEGARA YANG MASUK JAMAN KEGELAPAN SEPERTI ARAB SAUDI ?
    KARENA SESUNGGUHNYA ARAB SAUDI SEDANG BERADA PADA JAMAN KEGELAPAN LAGI.
    Betapa tidak, kaum wahabi yang berkuasa di sana, justru bergandeng mesra dengan bangsa yg mereka sebut kafir yaitu Inggris dan Amerika.
    BAGAIMAN BISA DI INDONESIA PARA WAHABI ITU BERTERIAK ANTI AMERIKA ? TOLONG JELASKAN !

  157. BunuhAntekDajjal | 30 December, 2012 07:13

    Tidak bukti dalam sejarah Islam melakukan pemaksaan agama. Kalo lu memang ahli sejarah bisakah lu tunjukin bukti-bukti dr komenter lu.
    Kalo ane punya sederet bukti kristenisasi yang tidak pernah bisa lu bantah.
    Peradaban ? lu bicara peradaban. Apa lu gak baca sejarah. PEradaban Eropa hanya maju sejak jaman Industrrial. Sebelum jaman itu tidak ada negara eropa yang sebesar Kekalifahan Turki. Sebelumnya kamu tahu kebesaran Mesir atau kerajaan Persia.
    Kamu hanya berbangga pada kerajaan Romawi? Bukankah itu kerajaan yang dibangun dengan darah dan penghianantan.
    Sekarang ? Peradaban kristen yang maju ? Yang bener peradaban Kapitalis, bung. Peradaban yang dibangun dengan Perang Dunia I dan II. Selanjut ? Apa lu ga baca berita. Seakrang semua negara eropa mau bangkrut bung. Penganggguran di Amerika terus bertambah. Dan hanya Asia yang terus maju. Baik yang Konghucu, Shinto, Kristen, Hindu, Buddha, Islam.
    Kamu pernah lihat Arab Saudi gak ? disana pengangguran aja digaji, bung. Abu Dhabi .. seperti tinggal di Istana. lu tahu di mana anda bangunan tertinggi di dunia ?
    Semau tulisan lu menunjukkan.
    1. lu antek kristenisasi
    2. tapi lu gak berpendidikan
    3. lu gak pernah keluar negeri
    4. yg keluar dari mulut lu adalah FITNAH, FITNAH, dan FITNAH.

  158. Joko | 30 December, 2012 08:30

    @Puspita … ternyata anda ini masih menyebarkan Intoleransi ya ? Gak capek ya .. menjelek-jelekkan Islam ?

  159. rambo myanmar | 30 December, 2012 10:24

    BUDDHA GAUTAMA, :” BALASLAH CINTA KASIH DENGAN KEJAHATAN DAN PENGUSIRAN”.

  160. peneliti | 30 December, 2012 10:37

    Bukti nyata yang menjadikan dunia ini rusak adalah para pengikut paulus.

    Satu contoh,,,Para penjajah yg agama salib sebelum menjajah dan menjarah negeri muslim,mereka selalu minta ijin sama pembesar greja.

  161. Andi Tenrie | 30 December, 2012 12:58

    puspita = nunusaku? dengan nama dan baju lain serta berkonde!

  162. rambo | 30 December, 2012 14:26

    siang, bunuhantekdajjal, kelihatan sekali kalian sentimen da penuh kebencian terhadap kristen ya..setiap yang berdebat dan taak sepaham dengan kalian, kalian menebar fitnah..gue yang BUDDHA , suku TIONGHOA, tapi lu bilanh gue batak ktristen..lu jg blg gue salah menjawab ttg ajaran BUDDHA..emangnya mana yang salah dari pernyataan gue ttg BUDDHA?emang pengetahuan gue ttg ajaran BUDDHA masihhh dangkalll, makanya gue gak mau sembarangan menjelekkan ajaran agama lain, tp hanya mengatakan kenyataan yang terjadi di negara kita Indonesia..
    gue mau tanya sama kalian ..apakah dalan ajaran islam, tidak diajarkan untuk mengasihi seluruh umat manusia, tanpa membeda bedakan suku, agama dan ras??kebetulan gue punya banyak teman batak kristen dan melayu islam di medan sini..gue bisa melihat perbedaan diantara mereka dalam hidup damai dan toleransi..
    sekali lg, indonesia benar2 penuh dengn manusia MUNAFIK, BEJAT, AMORAL, yang berpenampilan religius,makanya bencana tak henti hentinya menimpa kita..benar22 BEJAT DAN AMORAL…
    tapi…tetap salam damaii ya friendsssss…..peace..

  163. jempol | 30 December, 2012 15:31

    Memang kalau kondisi seperti ini hanya PERANG yang dapat memecahkan masalah….

    Jadi PERANG adalah KEBUTUHAN seluruh UMAT MANUSIA….

  164. Joko | 30 December, 2012 15:59

    @Rambo .. kenapa kamu ngungsi ke sini ?? nyari makan apa numpang hidup ? kalo kamu anggap orang indonesia munafik semua, kenapa pula kamu masih menghisap darah tanah air ini, hah ?

  165. puspita | 30 December, 2012 16:24

    Hampir semua pemeluk agama di Indonesia adalah “KARENA PAKSAAN” orang tua. Jadi sejak kecil memang sudah ditanamkan benih ketakutan ( ancaman neraka ) iming-iming ( sorga ) ditanamkan benih kebencian ( dilatih mengkafirkan kelompok lain ) ditanamkan kedengkian ( menyesatkan orang lain )
    Dan ini berlangsung turun temurun sejak jaman nabi-nabi hingga sekarang.

    Dan sekarang produknya adalah manusia-manusia pemarah, penuh dendam, kedengkian dan kecerobohan.

    @ MAS JOKO, BAGAIMANA ANDA MENJELASKAN BAHWA AGAMA ISLAM ADALAH BUKAN DOGMA ? TOLONG DIJAWAB !!!! Dan jangan menghindar…!!!!

  166. Joko | 30 December, 2012 16:25

    @Rambo .. sebaiknya kamu pulang ke myanmar sana .. di sana ada muslim rohingya yang dikejar dan diusir orang-orang Buddha .. memang orang Buddha tidak diajarkan untuk mengasihi saudara muslim nya ? Muslim Patanni masih lebih beruntung.
    Hai Rambo .. sebelum menghina Islam .. sebaiknya lihat agamamu dulu .. lihat dirimu .. siapa kamu .. seharusnya kamu malu …

  167. Joko | 30 December, 2012 16:35

    @Puspita .. Tukang Fitnah … pemeluk Islam boleh mengkriti apapun dalam ajarannya. Bahkan sifat ketuhanan boleh dipelajari. Bahkan Alquran mendorong umatnya untuk berfikir rasional bahkan sampai tingkat setinggi-tingginya.
    Itu jelas bertolak belakang dengan Dogma… yang berarti harus menyakini sesuatu tanpa boleh dipertanyakan lagi.
    Misalnya Yesus. Bagaimana kita bisa memahami konsep Tuhan Allah yang telah menaciptakan alam. Kemudian sosok Roh Kudus dan Yesus sang penebus dosa. 3 oknum dalam 1 zat ? Kalo di bolak-balik kan tidak akan ketemu rasionalitas nya. Kenapa Tuhan turun menjadi manusia, lah saat menjadi manusia siapa yang mengatur alam ? apa semua sudah diatur auto pilot ? Lalu Peranan Roh Kudus itu bagaimana. Seluruh konsep Trinitas adalah sebuah konsep keagamaan paling absurd yang pernah ada. Tapi umatnya harus percaya dan tidak boleh mengutak-utik lagi, maka bukan lagi dalam Kristus.
    Apa kemudian komentarmu Puspita tukang Fitnah ??

  168. rambo | 30 December, 2012 18:56

    @joko, gue lahir di indonesia, tentu saja sini tumpah darah gue..pulang kampung kemana lg??kelihatannn sekalii kalian ini gampang marah, gampang memaki orang, dll.karena gue tinggal disinilah makanya gue hrs berkata sejujurnya ttg yang kenyataan yg terjadi disini..
    bicara soal kampung halaman ya JOKO BODO SONTO LOYO, nenek moyang gue emang dari china, tapi lu yakin nenek moyang lu asli indonesia? katanya banyak tau sejarahh, lu gak tau asal usul orang indonesia dari mana??leluhur kita semuaa adalah pendatangggg..sadarr…sadarrr JOKO BODO SONTO LOYO…pertanyaan gue belum dijawab..apakah ajaran islam ada mengajarkan kebaikan da cinta kasih universal kepada semua manusia, tanpaa membeda bedakan??
    SANG BUDDHA mengajarkan hal tersebut..dan maaf ya, bukan gue membela ya..TUHAN YESUS juga mengajarkan hal seperti itu..tidak ada sejarahnya SANG BUDDHA dan YESUS KRISTUS berperang ..apalagi sampai membunuh..tapi sejarah nabi kalian gimana ya??
    ckckck..ck.ck.ck…
    JOKO BODO SONTO LOYO, hikhikhikhik…maaf, cuman bercanda…smileee..
    salamm tetap damai ya…peace…

  169. Joko | 30 December, 2012 19:51

    @Rambo .. loh cinta kasih yang bagaimana .. apa anda buta .. Coba bandingkan indonesia mayoritas Islam dan Myanmar mayoritas Buddha. Kamu di sini bisa berkoar-koar tanpa kuatir di-kepret orang. Lihat di myanmar, apakah ada orang muslim yang mendapatkan hak politik sebagai warga negara ?
    Jangan-jangan nanti karma nya ke kamu. Suatu saat kamu pasti akan terusir. Bukankah begitu.

    Eh tumpah darah mu yang mana ? Tumpah darah yang kamu hina itu. Yang penduduknya adalah munafik semua, katamu .. termasuk kamu dong ?!?! hahaha

    Sejarah nabi kamu amat mulia. Setiap muslim yang mendalami agamanya pasti imannya bertambah kuat. Sebab tidak ada yang cacat di agama kami. Toleransi yang disebut “Hamblum Minannas” adalah harus kamu pegang teguh.
    Tapi kamu akan mengangkat pedang kepada orang yang menzalimi kami. Di bawah penguasa Islam, ummat Yahudi berlindung ratusan tahun dari kekejaman Kristen. Itu adakah FAKTA.
    Terbukti agama kami semakin diterima di Eropa dan Amerika.

    Pelajari dulu Buddha itu siapa ? Tuhan apa manusia, lah tuhannya siapa, manusianya siapa ,,, jangan2 kamu tidak bertuhan .. malah hantu yang jadi tuhan kamu ???

    santai aja bossssss

  170. rambo | 31 December, 2012 06:21

    @JOKO BODO SONTO LOYO,…((maappp..cuma bercanda))
    lu tau gak kenapa terjadi pengusiran terhadap muslim di myanmar sana??bkn masalah agama DO, tapi masalah kriminall..karena ada org muslim yg melecehkan perempuan BUDDHIST disana..dan apapun alsannya, tindakan umat BUDDHIST disana memang tidak dibenarkan alias salahh..beda sekaliii dngan yg terjadi di Indonesia..kejadian diindonesia adalah : melempari tempat ibadah, membacok dan mencincang orang lain krn berbeda keyakinan,
    coba kita liat saja yang terjadi di indonesia ini..setiap keributan dan anarkis yg terjadi karena masalah agama adalah selalu dilakukan oleh kaum ………..(gue gak brani tulis yg lengkap). iihhh, seram…takut dikeroyok dan di BOM..
    BTW, apakah sebaiknya jadi org tak bertuhan yang baik dan cinta damai daripada jadi org mengaku beragama, penampila religius,yang BEJAT,AMORAL,HOBI KAWINNN MELULU?
    tetappp santaii boss DO…
    tetapp salam damaii ya …peace..
    tanpa anarkis,tanpa BOM

  171. puspita | 31 December, 2012 10:03

    @mas joko yang baik,

    Faktanya yang terjadi, siapapun akan diserang apa bila mengkritisi agama Islam. Contoh kecil anda, saat ada kalimat kritis pada islam diforuim ini, saat itu sumpah serrapah dan hujuatan keluar.

    Kemudian ada kalimat anda…. :
    ” …Bahkan Alquran mendorong umatnya untuk berfikir rasional bahkan sampai tingkat setinggi-tingginya…”

    hi..hi..hii..dorongan berfikir rasional yang mana ?….

    kalian disuruh meyakini dan mengimani sesuatu yang tidak tampak, APAKAH ITU BUKAN DOGMA ?
    kalian diperintahkan meyakini adanya surga dan neraka… sesuatu yang tidak tampak, apakah itu bukan DOGMA ? apakah itu rasional ?
    Siti Maaryam dihamili malaikat jibril dan melahirkan manusia namanya Isa, apakah itu rasional ha ?
    Apakah jibril punya ( maaf ) sperma sprti manusia ? Penis sprti manusia ?
    Dan jawaban yg digunakan biasanya adalah : ….APA YANG TIDAK MUNGKIN BAGI ALLAH…
    kALAU DIA SUDAH BERKEHENDAK MAKA APAPUN JADILAH SESUAI KEHENDAKNYA…
    jawabannya pasti kurang lebih seperti itu.
    Dan apakah itu bukan sebuah DOGMA ?

    LIHAT NIH ADA LAGI : “Berfikirlah tentang nikmat-nikmat Allah, dan jangan sekali-kali engkau berfikir tentang Dzat Allah.” (Hasan, dengan dukungan riwayat-riwayat lain sebagaimana telah dijelaskan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Haadiits ash-Shahiihah : 1788)

    Sedangkan menurut KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA ( bukan pemaknaan saya sendiri )DOGMA adalah:

    (1) pokok ajaran (tt kepercayaan dsb) yg harus diterima sbg hal yg benar dan baik, tidak boleh dibantah dan diragukan;
    (2) keyakinan tertentu

    Naah.. masih belum jelas ?

    Nabi sendiri mengatakan bahwa “… dan jangan sekali-kali engkau berfikir tentang Dzat Allah…

    Satu kecenderungan kelompok agama garis keras adalah HANYA SUKA MELAKUKAN KLAIM-KLAIM SEPIHAK untuk memamerkan kebenaran keyakinannya. Contohnya KLAIM BAHWA ISLAM BUKAN DOGMA….
    Orang buta hurufpun tahu bahwa semua agama adalah dogma…
    Lha kalau mas joko mengatakan bahwa tidak ada dogma dalam islam, waaah kelihatannya mengajinya hanaya mendengarkan khotbah pemimpin agamanya saja.

  172. James Pattrick Page | 31 December, 2012 15:29

    Gimana nih Joko Cs kalah mulu kalau berdebat. Pakai logika dan argumen yang kuat dong. Jangan otot ama mata melotot yang digedein. Ane netral ajah, menikmati polemik ini. Ayo Joko, use your imagination and brain.

  173. Joko | 31 December, 2012 15:34

    @puspita .. sekali lagi nampak kedangkalan berfikirmu. Kamu tahu apa yang namanya Dogma, Iman dan Logika ? Aku jelasin ya. Dogma adalah percaya buta. Logika tidak percaya sebelum melihat atau menguji. Iman letaknya ditengah.
    Di dalam Islam tidak boleh menggunakan dogma, dalam bahasa kami adalah Taqlid. Ini sama sekali tidak dianjurkan dalam agama kami. Namun bisa saja orang taqlid karena kurangnya ilmu. Taqlid dan bodoh itu hampir mirip.
    Iman diperoleh dengan menguji, misalnya apa benar Tuhan mau-maunya jadi manusia. Kalo gitu apa gak dongkol utusan sebelumnya seperti Moses, Daud, Salomon. Hasil kerjanya tidak dihargai ? Ah masa ada penebusan dosa, berarti tidak apa dong kita berbuat dosa sebanyak-banyaknya asal dalam kristus, lalu kenapa gak sekalian langsung masuk surga saja. Ngapain lahir di bumi ini?
    Pertanyaan seperti itulah yang harusnya ditanyakan sebelum meyakini/mengimani sesuatu.

    Yang beginian aja belum beres sudah komentari agama orang … hhhhmmmmm …jauh mas ..

  174. Joko | 31 December, 2012 15:52

    @Rambo .. kriminal bagaimana ? apa pengusiran .. tidak diberikan kewarganegaraan sejak berpuluh-puluh tahun adalah kriminal ?? Siapa yang kriminal ? bukankah harusnya yang kriminal ditangkap. Bukan seluruh sukunya yang diusir …
    Bagaiamana kalo gara Edi Tansil dan Joko Candra korupsi apa perlu kami usir semua China seperti kamu …
    Jangan lah .. China tetanggaku ada yang cakep … bener ini loh .. swear deh …
    Apa kamu juga lupa dengan “Po An Tui” ?? Lebih kriminal mana, ketimbang pelecehan tadi ?

    hehe jeruk kok minum jeruk …

  175. Moh. Harun | 31 December, 2012 18:31

    @ Joko — Diem napa lo! bego ngeyelan !!! nyampah luw !

  176. tengku ismail | 31 December, 2012 19:30

    joko, dari atas saya baca semua debat kalian..kamu ini buat malu kita aja sebagai muslim..
    ke lauttttt aja lu…

  177. Andi Tenrie | 31 December, 2012 20:41

    Indonesia dan Tempo beserta Blog bersama komentatornya bebas menulis disini, tak ada satu alasan untuk melarang seseorang/seseID berkomentar! Biarkanlah mereka memperlihatkan wawasan dan kemampuannya berargumentasi! Saya melihat/membaca disini, bahwa saudara kita semua diatas memiliki kapabilities untuk itu! Saya tak tak dapat menulis komen banyak seperti seperti BunuhAntekDajjal dan Joko karena wawasan sy tidak seluas dan sepintar mereka, jadi biarkan saja, malah pengetahun sejarah Islam saya jadi bertambah berkat dari tulisan sdr. BunuhAntekDajjal dan sdr. Joko…., bravo untuk kegigihan anda berdua!

  178. puspita | 31 December, 2012 22:08

    @mas joko :
    Sebenarnya aku kasihan lihat komentar anda. Kelihatan anda masih menampakkan kebencian pada umat agama lain, utamanya kaum kristen. Bukankah ada salah satu komentator yg berani memastikan aku bukan kristen, juga bukan Islam ?
    Mas Joko, andai di forum terbuka, komentar anda pastilah merendahkan anda sendiri.

    Saya beri contoh lagi, saya petik dari kalimat anda :
    “….@puspita .. sekali lagi nampak kedangkalan berfikirmu. Kamu tahu apa yang namanya Dogma, Iman dan Logika ? Aku jelasin ya. Dogma adalah percaya buta. Logika tidak percaya sebelum melihat atau menguji. Iman letaknya ditengah.

    Kalimat tersebut adalah penjelasan seorang ustadz kepada muridnya. Sebuah penjelaan subyektif untuk kepentingan indoktrinasinya.

    Aku sudah berusaha hati-hati dalam diskusi ini. Dengan MENYERTAKAN KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA, aku berharap anda mendapat referensi yang OBJEKTIF, TERSTANDARISASI DAN BISA DIPERTANGGUNGJAWABKAN.

    Ternyata harapanku sia-sia. Anda terjebak pada tradisi debat kusir yang mengedepankan proses bntah membantah, TANPA MAU MENELAAH KALIMAT TEMAN DISKUSI.

    Sekedar tahu saja, Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kamus yang menjadi bahan referensi tdk hanya masyarakat Indonesia tapi juga Internasional. Kamus ini dikeluarkan oleh Pusat Bahasa Kementrian Pendidikan Nasional.

    JADI DALAM MENGARTIKAN KATA ” DOGMA ” saya tidak mendasarkan pada kepentingan subyektif saya.
    Sayang mas joko belum paham dengan KBBI dan harus memposisikannya seperti apa.

    Tapi saya kira khalayak dalam forum ini semua sudah mahfumlah.
    Semua bisa saling menilai mana kalimat yang konstruktif pada kebaikan dan mana yang justru destruktif.

    Salam kenal untuk semua…
    Mohon maaf bila kadang terucap kalimat kasar dariku.
    Semoga sang pencipta alam memberikan pencerahan kepada kita semua. Hingga akhirnya kita benar-benar menjadi insan al kamil. Mampu membawa negeri tercinta ini menuju masyarakat yang sejahtera, bahagia dan mulia.

    INGAT !!! INDONESIA ADALAH SATU BUAT SEMUA.
    dan…. MERDEKA !!!

  179. Joko | 31 December, 2012 22:49

    @Puspita … Nampaknya kawan-kawan sudah gerah .. Masalah subyektif atau objective silahkan mereview tulisan blog ini termasuk tulisan anda mulai dari atas. Pasti ketahuan siapa yang subyektif.

    Sebenarnya anda ini pandai, saya berdoa untuk anda, agar mendapatkan hidayah Alloh swt. Gak perduli apa latar belakang anda, biru, hijau, merah atau pelangi. Sesungguhnya kalo deadlock dalam pertentangan agama, satu-satu jalan adalah berserah diri kepada Alloh nya Ibrahim/Abraham. Maka dialah yang benar.

    Sekarang lain dahulu. Kalo dulu ada orang yang islam-nya lemah seperti Uskup Sugija, Pelukis Basuki Abdullah, dll, .. sekarang yang seperti itu tidak perlu ada.

    Terima kasih juga kepada pemilik blog, dan kawan2 semua. Salut saya buat BunuhAntekDajjal, dan Andi Tanrie. Salamu’alaikum.

  180. tengku ismail | 1 January, 2013 07:54

    makinn JIJIKKK!!!!!! saya baca kalimatnya joko. benar2 buat malu dan muntah kita aja..
    hoii, JOKOKKKK..ke lauttt lah kau ini..

  181. BunuhAntekDajjal | 1 January, 2013 10:52

    Joko.
    Begitu ya gan. Jadi maksudnya
    - Dogma = kita harus percaya Persela lebih hebat dari Barcelona.
    - Iman = percaya, cenderung ManUnited menang lawan Arsenal nanti malam.
    - Logika = Percaya berdasarkan simulasi data, diatas kertas Messi akan memenangkan Balon d’Or lagi.

    Menarik juga ya gan …

  182. tengku ismail | 2 January, 2013 14:13

    ini lagi si kodok bunuhantekdajjal.
    hoii, kodok bulukkan lu…
    bunuh diri sendiri aja kau..kodok bulukkan

  183. BunuhAntekDajjal | 5 January, 2013 07:31

    Jadi kesimpulannya … Indonesia 5 agama dan puluhan kepercayaan. 750 lebih bahasa daerah, 1300 suku, 13.000 pulau …. dirangkum dalam satu INDONESIA ….
    Negara masih berdiri tegak sampai sekarang.
    Siapakah yang meragukan TOLERANSI di Indonesia ???

  184. soeria | 5 January, 2013 11:01

    indonesia memiliki konstitusi, bahwa negara mengatasi segenap faham, golongan, kepercayaan, dst. lalu negara mengakui keberadaan 5 agama yang dianut warga negaranya, artinya ; 1. negara mewajibkan rakyatnya untuk beragama sesuai keyakinannya. 2. negara menjamin ibadah umat beragama yang 5 itu dalam kondisi dan situasi aman dan damai. tidak ada satu warga negarapun dapat beribadah dengan khusyuk bila situasi chaos. yg merasa ada kristenisasi, islamisasi, hinduisasi, budhaisasi, dll, perlu bertanya apakah syiar agamanya sudah benar? dalam agama apapun juga oknum pemecah belah itu selalu ada. itulah yg hrs kita waspadai sebagai bangsa. jaman penjajahan ada snouck hurgronje, ada kapten raymond ‘apra’ westerling. urusan berbangsa kita bersama2 krn disinilah bersama2 kita hidup. urusan bertuhan lakum dinukum wa liyadin saja.

  185. Ayah Widad | 5 January, 2013 11:36

    Keluhan ini juga tolong sampaikan kepada pemerintahan negara anda yang lainnya, pemerintahan RRC. Bagaimana dengan kejam mereka memperlakukan etnis muslim Uighur yang minoritas di sana.

  186. puspita | 5 January, 2013 14:40

    akar permasalahn di uighur itu SPARATISME mass…
    Bukan masalah agama.
    Uighur ingin memisahkan diri dari China.

  187. Andi Tenrie | 5 January, 2013 15:15

    Kalau kita argumentasi mengenai agama, lihat Irlandia Utara, Protestan dan Katolik gak pernah damai, tak boleh ada sekolah Katholik didaerahnya Protestan begitupula sebaliknya, mereka saling bunuh! Yang paling Toleransi yang pernah saya lihat dan alami hanya ada di Masjid Indonesia Al Hikmah, Den Haag, siapa saja wel kom pada waktu makan malam pada hari sabtu, setelah menikmati makan/minum enak mereka pulang begitu saja, karena mereka toch gak perlu sholat!

  188. Andi Tenrie | 5 January, 2013 15:22

    Oya, mau nanya nih, mengapa Dalai Lama diusir oleh China dari tanah Tibet? Hingga UN juga ikut repot atas kelakuan pemerintah China. Barangkali ada yang tau secara lebih terinci, mohon pencerahannya, terimakasih!

  189. rambo | 5 January, 2013 19:56

    Kesimpulan gue ya , semua perang dan kekcauan, anarkis, kekerasan adalah perbuatan manusianya..setujuuuu semuanya?
    Trus, mengenai tuhan dan nabi masing2 agama, kita lihat aja kenyataannya..apakah Sang Buddha pernah terlibat peperangan , apalagi pembunuhan dengan alasan membela ajaran tuhannya? Apakah Yesus pernah terlibat perang dan pembunuhan dengan alasan apapun? Jawabannya : TIDAKKK!!!. Sekarang, apakah nabi muhammad pernah terlibat peperangan dan pembunuhan dengan alasan membela ajaran islamnya? ?……tanya pada hati nurani kalian

  190. Joko | 5 January, 2013 21:28

    @Rambo .. 1 .. jk km merasa beragama buddha. Shrsnya km tdk menerbitkan api intoleransi dgn muslim. Sbb buddha adlh agama leluhur kami jg, termasuk pula Hindu. Dan tdk mgkn Islam akan mnggangu Hindu dn Buddha. Dn itu sdh dbuktikn sejak lama.
    Bbrp perlakuan sprt pengeboman candi borobudur, gangguan trhadap tempat ibadah, itu adlh pd tataran kriminal, pelaku pst dihukum berat. Dn bukanlah institusional agama. Jk kemudian anda menyebutkan ini krn Islam tanpa ada bukti yg memadai, maka sesungguhny andalah yang menyebarkan Intoleransi. Bgmn kl kita bertanggung jawab dengan pernyataan kita. Silahkan sebutkan perlakuan Muslim yg mana yg anda alami. Kenapa anda tidak sampaikan masalah anda ini pada Hartati Murdaya sebagai ketua Walubi ? sebagai sahabat dekat Presiden anda. Atau kepada polisi ? atau kepada Komnas HAM ?

    Ke 2 .. anda tdk mencerminkan sbg orang buddha sejati. krn yg anda tulis sll berisi fitnah dn tuduhan kosong, tnp ada bukti. Sama sekali tdk menunjukkn sbg orang yg pernah bersekolah.

    ke 3 .. tolong jelaskan tentang “Po An Tui” ?

    ke 4 .. ttg tuduhan pemimpin agama berperang. Buddha mmg tdk pernah berperang. Krn Buddha adl tokoh abstrak. Siapa sj bisa jd buddha. Patung kok bs perang. Tapi Asoka tidak, pengikut buddha yang paling setia, tapi haus darah. Buddha tidak pernah membunuh, Tapi kekejaman Khmer siapa tidak miris — Yesus, sblm di gantung yesus mengutus muridny utk mempersentai diri. Mrk bersiap utk perperang dgn penguasa Israel.
    Lukas 19:27 = “Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.”
    Mat 10:34 = “Aku datang (bukan) untuk damai … melainkan pedang.” — Muhammad saw. sebelum mengangkat senjata byk cerita yg memilukan hati. Barang siapa yang membaca kisah Muhammad saw di Mekkah dengan hati yang bersih, siapapun orangnya pasti akan tergetar hatinya. Dan segera memaklumi kenapa Islam mengangkat senjata waktu itu. Hny orang-orang yg penuh kebencian terhadap Islam yg terus merkata fitnah tentang hal ini.
    Kalo sdh dibaca silahkan di tulis di blog ini. Di mana yg salah ?

    Jd Rambo sekali lg kamu adl orang bodoh tukang FITNAH yg tidak layak dlm perdebatan agama spt di forum ini.

  191. Tips Mengemudi di Jalan Tol   | Otomotif | 6 January, 2013 19:01

    [...] Kotak Pandora Bernama Toleransi This entry was posted in News on January 6, 2013 by admin. [...]

  192. BunuhAntekDajjal | 6 January, 2013 19:46

    Kevin-Prince Boateng pemain AC Milan melakukan walk out dari lapangan Sepak Bola. Karena ejekan dari penonton Pro Patria Italia. Kerena apa ?
    Karena dia negro ?!
    Karena dia Islam ?!
    Hare gene di negara eropa masih ada Rasis ????

  193. haham | 6 January, 2013 22:51

    @puspita : kejawen yang senemramya menbenci Islam, pura2 jadi orang toleran @rambo : seperti pengakuannya memang sepertinya benar bodoh, tapi pengin ikut2an diskusi, gak nyambung @joko dan bunuhantekdajal : sebenarnya cukup pinter dan berilmu, cuma tampak agak emosional. Mungkin dengan sedikit low profile lebih kena. Islam memang dimusuhi orang2 kafir, karena kebenarannya. Sesungguhnya mereka takut dengan kebenaran Islam. Debat agama sudah banyak contohnya, den selalu dimenangkan Islam. Pelajari saja. Kejelekan2 yang diutarakan semua tadi memang hanya karena manusia punya nafsu, apakah di Islam, Kristen, Budha,londo, cino, jowo, mbatak dll. BTW asyik …..

  194. puspita | 7 January, 2013 00:03

    orang-orang kejawen tidak ada satupun yang membenci islam….
    DAN KEJAWEN ADALAH GURUNYA TOLERASNSI… SEBELUM NABI MUHAMAD LAHIR… ORANG-ORANG JAWA SUDAH SANGAT TOLERAN.

    Aku tidak perlu komentari atau menilai pribadi siapapun lah…
    Faktanya… TELAH TERJADI “PERTEMPURAN” BERABAD-ABAD ANTARA ISLAM DAN KRISTEN…
    DUA AGAMA DARI JAZIRAH YANG SAMA…
    DAN TUHAN YANG SAMA..

    DAN SEKARANG, TIDAK HANYA AGAMANYA YANG DITUMBUH SUBURKAN DI INDONESIA…”TAPI PERTEMPURANNYA” JUGA HENDAK DISUBURKAN DIBUMI TERCINTA…

    JADI, MENGIMPORT AGAMA BESERTA KONFLIKNYA…

  195. selimuthati | 7 January, 2013 02:00

    Cape deh…. orang2 beragama terus berseteru!!!!

  196. selimuthati | 7 January, 2013 02:03

    setuju ma puspita…

  197. Andi Tenrie | 7 January, 2013 03:07

    Bagaimana dengan atheis? tanpa kepercayaan tenteramkah?…., agama non muslim damaikah mereka? Katholik dan Protes tak pernah berhenti musuhan tuh!

  198. James Pattrick Page | 7 January, 2013 05:34

    @Andi Tenrie,
    Damai tuh, tanpa beban malah. Kolom agama dalam KTP terpaksa diisi, karena kalau gak diisi bisa repot. Btw, di Indonesia ada berapa orang yang nama Andie Tenrie? Soalnya di forum lain, milis bahasa, nama ini juga sering muncul. Cewek ya? Dulu waktu tempo-interaktif gak disensor, komentarnya juga bertebaran di mana-mana.

  199. haham | 7 January, 2013 06:50

    Pengin ngomong lagi aah . Negara Indonesia itu berlandaskan Pancasila. PS masuk di UUD (pembukaan). Jadi konsekwensinya setiap WN Indonesia HARUS berTUIHAN (kalau ada yang nggak sepakat ya terserah). Tak boleh ada atheisme di Indonesia. Dengan keharusan ini berarti negara Indonesia (seharusnya) bukan negara sekuler / liberal. Aplikasi berketuhanan ini mestinya ya beragama, karena munculnya kata Tuhan adalah dari agama. Aliran kebatinan (a l kejawen) jelas bukan agama, meski mempercayai Tuhan. Masing2 penganut agama (yang taat dengan perintah agamanya) tentu ingin berjuang menyebarkan agamanya, membela kebenaran agamanya, karena memang ada perintahnya. Maka ‘pertempuran’ tak terelakkan, baik sembunyi2 atau terang2an. (saya tidak tahu apakah aliran kebatinan punya pedoman semacam Qur’an atau Bibel).
    Di Indonesia, tampaknya Islam menjadi ‘musuh bersama’ para non muslim. Wajar karena secara statistik Islam mayoritas. Kebetulan tingkah laku sebagian kecil umat Islam menampilkan wajah ‘keras’, walaupun di umat agama lain juga saya yakin ada, tapi nggak diexpose oleh media yang kebanyakan non muslim (ini juga tak bisa disalahkan karena mereka mungkin juga punya ‘dalil’ dan alasan untuk begitu).
    Demokrasi yang mulai tumbuh di Indonesia ini tampaknya akan diarahkan dan ditunggangi oleh kelompok2 non muslim (dan juga muslim liberal sebangsa Gus Dur) menjadi demokrasi liberal yang sekuler. Ini salah satu alasan yang memicu kemarahan orang2 Islam yang ‘keras’ tadi. Dengan kondisi liberal ini lihatlah, kebebasan hampir tanpa batas dipertontonkan (misal Berpakaian setengah telanjang di TV). Apakah seperti itu yang mereka inginkan? Siapa sponsor semua ini? Amerika?Gereja? Jangan salahkan kalau ada asumsi seperti ini.
    Kalau memang ada orang2 non muslim yang tidak sepakat dengan liberalisme, mbok ayo bergabung dengan muslim yang seide. Nggak2nya kalau kalian nanti akan ditendang. Agama Islam punya toleransi, kasih sayang ( kemaren ada yang nyinyir itu kota Mekah dan Medinah nggak toleran . Lho itu lain, itu memang kota sucinya umat Islam yang bukan untuk orang agama lain . Ngaco juga orang tsb).
    Demokrasi yang cocok di Indonesia ya demokrasi pancasila, yaitu kebebasan dalam bidang politik (kebebasan untuk berpendapat, berserikat, berpolitik, berpartai ), bukan kebebasan berkebudayaan liberal. Dasar pembikinan UU semestinya haruslah berlandaskan ‘moral’. Ini ada UU mengatur soal pornografi dsb ditentang. Sebenarnya mereka itulah para pengkhianat bangsa, bukan kaum muslimin yang sering dituduh anti NKRI oleh orang2 dan media sekuler.
    Coba bandingkan siapa yang lebih merusak bangsa ini : narkoba, korupsi, tawuran, premanisme atau FPI ? (saya bukan orang FPI lho ..!! )
    Sekian dulu.

  200. teuku nasrul | 7 January, 2013 09:46

    Joko, n haham, n bunuh antek dajjal
    Sebagai sesama muslim, sebenarnya cara kalian , menyampaikan pendapat di forum ini membawa dampak negatiffff buat islam. Kelihatan sekali kalian penuh amarah, mungkin mengetik dengan mata melotot plus muka merah padam. Kami dari NU sebenarnya sangattt malu dengan tindakan sebagian umat muslim yg gemar anarkis dan penuh tindakan kekerasan dalam menyingkapi pe3bedaan. (Seperti yg rambo katakan). Buat haham, korupsi, narkoba memang menghancurkan bangsa, tapi bukan berarti tindakkan anarkis, kekerasan mengarah premanisme diijinkan .
    Bunuh antek dajjal, lihatlah nick name kamu.sudah mencerminkan permusuhan dan kebencian..
    Kapannnkahh kita umat muslim bertobat dan sadar? Suka mengurus dan m3ncampuri agama n kepercayaan org lain tanpa mengaca dulu…
    Sayng sekali belum ada pengganti alm GUS DUR…,

  201. tito rudiarto | 7 January, 2013 10:37

    Astagfirullahu….. Semua Agama itu baik memberikan petunjuk bwt umatnya, sedangkan ISLAM adalah Rahmatan lil Alamin “Rahmat unt Seluruh Umat Manusia”. ISLAM adalah Selamat. ISLAM adalah DAMAI. Yg berbuat Jahat & Tidak Baik itu adalah Oknum atau Orang nya secara Pribadi atau Kelompok.

  202. puspita | 7 January, 2013 11:25

    Kita sedang bicara kehidupan toleransi ( tepo seliro ) di INDONESIA. Yang terkait erat dengan KEIKHLASAN menerima keberagaman (beragam) Kebhinekaan, aaupun perbedaan.
    PERLU ORANG2 ISLAM KETAHUI, BAHWA DI INDONESIA TIDAK ADA SATU NON MUSLIMPUN YANG MEMUSUHI ISLAM…!!!
    Islam adalah ajaran, bukan orang, jadi tdk bisa dimusuhi.

    Kemudian ada yang mengatakan bahwa KEJAWEN BUKAN AGMAA.
    Nah hal sperti itulah yg juga bisa menyulut kebencian antar kelompok. SEBELUM ISLAM LAHIR, KATA AGAMA SUDAH DIPAKAI DI INDONESIA. DAN, MENURUT PENGERTIAN KEJAWEN ATAU ORANG JAWA, BAHWA YANG DIMAKSUD AGAMA BUKANLAH SUATU AJARAN YANG HARUS PUNYA NABI/RASUL DAN KITAB SUCI MENURUT STANDART ORANG2 TIMUR TENGAH.

    Justru yang harus anda tahu, Islam bukanlah agama. Di dalam al qur’an dan hadist tidak ada kata “agama”. Yang ada adalah “ad-din”. Dan ad-din sendiri artinya bermacam-macam.
    Maka tolong, hentikanlah pemikiran yang bersifat merendahkan keyakinan kelompok lain, apapun itu. Nampak sekali bahwa penilaian, “kejawen bukanlah agama ” sebenrnya penilaian sembrono yang menyiratkan kesombongan. Bahwa Islamlah yg paling benar, paling suci dan paling diterima Tuhan.

    Orang-orang jawa pada umumnya, sejak dahulu juga tidak mengenal demokrasi liberal. YANG DIKENAL DAN DIPAKAI OLEH ORANG JAWA ADALAH DEMOKRASI MUSYAWARAH. BAHKAN SEJAK ISLAM ( Muhamad )BELUM ADA, ORANG2 JAWA DAN ORG2 INDONESIA UMUMNYA MEMAKAI BUDAYA MUSYAWARAH. SEJAK ARAB MASIH JAHILIYAH, BANGSA KITA SUDAH PANDAI BERMUSYAWARAH.

    Aku sangat yakin bahwa banyak anggota kelompok tertentu yang berteriak teriak demokrasi liberal dan sekulerisme sebetulnya tidak paham arti sesungguhnya dari kata-kata tersebut. Pemahaman tentang demokrasi, liberalisme, sekulerisme hanyalah didasarkan pada “khotbah-khotbah keras” sudut pandang dari pemuka agama mereka.

    Bahkan ulama sekaliber GUS DUR juga mereka hujat. Padahal gus Dur benar-benar dijadikan panutan jutaan umat. Bandingkan dengan ulama wahabi yg hanya memiliki beberapa gelintir umat. Bahkan masyarakat di arab saudi “banyak yg merasa terpaksa” mengikuti para pemimpin wahabi.

    Sebenarnya banyak pula orang Islam yg terjebak untuk merendahkan kelompok lain. Sehingga hidupnya disibukkan dengan pikiran benci, marah dan memusuhi. Mereka umumnya berpathokan pada qur’an dan hadist.

    MEREKA LUPA ATAU CENDERUNG TIDAK TERTARIK UNTUK MEMAHAMI PIAGAM MADINAH.
    SEBUAH BUKTI OTENTIK YG DIAJARKAN NABI TENTANG HIDUP BERSAMA DALAM PERBEDAAN.

    Allah menjadikan kita berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal.
    Dan yang paling mulia di sisi allah adalah yang paling bertaqwa. Bukan orang nasrani, bukan orang yahudi, bukan orang india, bukan orang jawa, TAPI MEREKA YANG PALING BERTAQWA… ITULAH YANG PALING MULIA DI SISI ALLAH…

    Masihkah kita mengejar sesuatu yang tidak allah perintahkan ???? yaitu mengejar permusuhan ????

  203. Joko | 7 January, 2013 12:13

    @teuku nasrul,
    Masa sih kamu NU .. lalu bagaimana reaksimu ketika agamamu ISLAM dituduh perusak toleransi, pembuat teror, wali-walinya penghianat ?
    Ayo lah NU macam apa kamu ini .. seperti Ulil atau Musdah ??

    @Puspita tukang FITNAH …
    Gak usahlah bawa2 GusDur .. Kamu mencintai Gus Dur seolah2 di bukan NU, seolah2 bukan anak kyai Wahid, bukan cucu Kyai Hasyim, bukan cicit Kyai Ashari. Jadi jangan berfikiran kalo di bela Kristen kemudian dia adalah kristen?
    Sudah aku katakan semakin kamu menulis semakin nampak pula kebodohan-kebodohanmu … abis itu ngeyel lagi. Jadi sebelum menulis yang bukan2 sebaiknya pelajari dulu dengan baik apa saja yang mau kamu tulis.
    Agama itu dari bahasa apa .. apa dari kejawen ? Kata AGAMA yang memang harus ada nabi/pemimpin harus punya panduan-baku/kitab. Hanya orang bodoh yg mengatakan kepercayaan juga agama.
    Sekarang kamu mengaku kepercayaan. Sebelumnya kamu mengaku Islam. hmmmm bener2 kamu ini. Agama itu memiliki syariat. Sedang kepercayaan hanya percaya zat gaib yang agung. Tanpa menerima syariat. Jadi kejawen adalah orang masih percaya kekuatan gaib tanpa perlu melaksanakan syariat apa-apa. Dan Islam Kejawen, adalah orang Islam yang percaya Alloh, dan Muhammad utusanNya, sebagai kekuatan gaib bersama-sama kekuatan alam disekitarnya, dan tidak penting melaksanakan syariatnya.
    Jadi dalam agama Islam, Islam Kejawen adalah serendah2nya seorang muslim.
    Tapi apakah kalian kami sebut kafir ??

  204. Andi Tenrie | 7 January, 2013 15:42

    @James Pattric Page, saya paling tak bisa gonta-ganti ID, dimana-mana kalau komen pakai nama ini supaya gak pusing, lagian nama saya ini bukan nama samaran, nama asli sesuai KTP! Karena itulah barangkali dibanned dimana-mana terutama media yang tidak bisa/suka menerima perbedaan pendapat! Namun saya harus menerimanya dan kadang masing ingin mengekspresikan pendapatku, tapi petugas media tsb suka-sukanya atau intoleransikah!!???
    Pak James, terimakasih atas perhatiannya, boss!

  205. teuku nasrul | 7 January, 2013 16:13

    Manusia2 seperti joko ini sumber bencana bagi islam…maksud hati membela islam mati2 an, malah memperlihatkan kedangkalan dan ketololan. Harus kita akui, memang di indonesia, ada pihak2 tertentu mengatas namakan umat islam, melakukan kekerasan diluar batas terhadap sesama sodara kita, seperti terorisme, membakar tpt ibadah org lain,. Tugas kita semua sebagai umat islam , , enghilangkan stigma negatif dari sodara2 kita yg non muslim…jadi ya, joko, tutup mulutmu, cuci kaki tangan mu, netekkk sana sama emak mu, n goto sleep, now…buat sodara2 saya yg lain, memang alquran ada yg disalah tafsirkan oleh sebagian org yg merasa tinggi ilmu agamanya, sehingga terjadi kekejian diluar batas..sebenar benarnyaa….islam penuh kedamaian…semoga puspita, rambo n yg lainnya bisa melihat jg islam yg damai…bukan islam salah arah seperti yg sering terjadi…

  206. Joko | 7 January, 2013 16:36

    @teuku nasrul .. haha jadi maksudmu gimana … menghilangkan stigma negatif dengan berdiam diri .. ketika nabimu diolok-olok, ketika agama dituduh pembawa malapetaka, dituduh walimu penghianat ? Berdiam diri ???
    Dan malah mencaci-maki saudara2mu yg merasa tinggi ilmu, salah tafsir, melakukan kekejian luar biasa ?? Dan apa begitu sopan-santunmu terhadap saudara mu??

    Ups … jangan-jangan kamu teuku nasrul, Puspita, Rambo, hello, tengku ismail, adalah orang yang sama ?? atau paling tidak sama otaknya …
    Tujuannya hanya 1 … mengatakan ISLAM adalah agama penuh kekerasan, teroris, premanisme, intoleran, anti kemajemukan, anti Barat, anti Israel ???

    Kawan-kawan … mereka tahu .. bahwa Islam tidak akan pernah bisa dikalahkan dengan senjata. Tapi mereka yakin mereka bisa mengalahkan muslim dengan kesesatan otak muslim itu sendiri. Bhineka, Toleransi, Demokrasi, HAM, Plurarisme, Liberalisme, Pers dan media. Muslim akan dihancurkan dengan muslim itu sendiri !!!!

  207. Joko | 7 January, 2013 16:45

    “Kalian pasti akan mengikuti langkah-langkah orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal atau sehasta demi sehasta, sampai walaupun mereka masuk ke dalam lubang biawak, kalian pun pasti akan memasukinya.” Kami (sahabat) bertanya: “Apakah yang dimaksud adalah Yahudi dan Nashara?” Beliau menjawab: “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR. Bukhari dan Muslim)

  208. haham | 7 January, 2013 16:48

    Jaman dulu rasanya NU dan Muhammadiyah itu kompak. Banser NU dan Kokam Muhammadiyah itu bisa berjuang bersama melawan musuh2 Islam. Tapi semenjak Gus Dur jadi ketua NU , ucapan2nya jadi membuat renggang NU dan Muhammadiyah. Dia mengejek Amin Rais, Din Syamsudin. Mengejek Yusuf Kalla seperti Charlie Chaplin, dsb. Lha wong orang besar (katanya) kok omongannya kayak gitu. Ada lagi : ah, korban Ambon kan hanya 5 orang. Lha wong kayak gitu kok ya disuyuti to ya. Belum lagi mecati menteri2 nya yang muslim. Sampai orang2 tua muslim pada ngrasani, uwong kok koyo ngono to. Pengikut2nya selalu bilang, kalian itu nggak memahami cara berpikir Gus Dur. Halah, wis ketok ceto kaya gitu kok. Peribahasa jawa : ndelok seprapat wae wis tamat. Sekarang ada Islam liberal. Itu organisasi dakwah atau politik sih.

  209. teuku nasrul | 7 January, 2013 20:07

    Astafirullah….joko, haham, kalian benarr2 sesatt..penuhhh kebencian te3hadap umat lain.
    Heran ya..kenapa kita muslim selalu berkata islam agama damai, tapi lihat aja kalian ini..masih brani ngaku islam damai..penuhhh nafsu peperangan..jijikk saya liat nya…penuh curiga lg..

  210. Joko | 7 January, 2013 20:31

    @tengku nasrul … kalo kamu memang muslim … sebutkan ayat mana saja dalam Quran yang tidak bisa diterjemahkan sembarangan ? Dan ayat mana yang mangaturnya.

  211. Joko | 7 January, 2013 20:40

    @tengku nasrul..
    - atas dasar apa kau katakan kami sesat. Silahkan sebutkan dalilnya.
    - mana kata2 kami yang menunjukkan kebencian ? Apakah menyebutkan adanya kristenisasi yang nyata di depan mata, adalah benci ?
    - nafsu peperangan yang mana bos ? Apakah kamu pernah dengan orang Islam membantai perempuan dan anak-anak di Poso/Ambon?
    - Kamu berbicara berdasarkan data dan kenyataan yang ada. Tidak ada curiga2. Coba baca tulisan di atas, apakah pernah kami memfitnah ? Justru kami mengklarifikasi fitnah2 terhadap kami.

    Tidak boleh ?.. lah kamu siapa ??

  212. Andi Tenrie | 7 January, 2013 20:50

    Lebih baik jujur saja daripada ngaku-ngaku Islam, khan tidak terpuji tuh!

  213. puspita | 7 January, 2013 21:01

    dalam koment terdahulu saya tulis agama saya di KTP Islam. Andaikan dimungkinkan, aku tidak ingin menulis apa agamaku di KTP.
    Tidak ada sedikitpun tuntunan baik dalam Qur’an, Hadis, Ijma ulama dll yang mewajibkan seseorang mencantumkan agamanya dalam KTP.

    Kalau ada kalimatku yg menunjukkan pengakuan bahwa saya kejawen mana mas Joko ??

    KAlimat ma Joko :
    “….Ups … jangan-jangan kamu teuku nasrul, Puspita, Rambo, hello, tengku ismail, adalah orang yang sama ?? atau paling tidak sama otaknya … ”

    Contoh keahlian anda dalam BERPRASANGKA BURUK…
    Bukankah ada ajaran kita ddilarang berprasangka buruk…??

    Kalimat mas Joko lagi :
    “….Agama itu dari bahasa apa .. apa dari kejawen ? Kata AGAMA yang memang harus ada nabi/pemimpin harus punya panduan-baku/kitab. Hanya orang bodoh yg mengatakan kepercayaan juga agama….”

    Mas Joko, pada komentar terdahulu, sampean mengatakan bahwa AGAMA ISLAM BUKAN DOGMA…

    Sekarang anda mengatakan bahwa AGAMA HARUS ADA NABI/PEMIMPIN DAN PANDUAN BAKU/KITAB…
    Siapa yg mengharuskan maaass..??? Apakah Allah telah mengharuskan ? Malaikat ?? ada kalimat nabi yg mengharuskan ??
    Apakah “pengharusan” itu ada dalam qur’an atau hadis ???

    anda mengatakan kepercayaan bukan agama ???
    yang jelas kata agama sudah ada di nusantara jauh sebelum agama islam ( Muhamad ) lahir.
    Kata AGAMA tersebut mewakili keberadaan seluruh keyakinan yang ada.
    Dan dalam sejarahnya tidak pernah ada standart baku bahwa sebuah AGAMA baru bisa dikatakan agama kalau memenuhi syarat2 yg anda sebutkan.

    NAH, MAS JOKO, SEJAK KAPAN ADA SYARAT BAHWA SEBUAH AGAMA HARUS PUNYA NABI/PEMIMPIN ATAUPUN BUKU PANDUAN/KITAB..?????????
    TOLONG DIJAWAB MAS JOKO…!!!

    Saya tidak perlu ikut-ikutan menilai “kemampuan berfikir” mas joko. Karena dari statement anda orang lain sudah isa menilai….

    Lha kok tiba2 kata

  214. Joko | 7 January, 2013 21:16

    @Puspita… wowww cepet sekali bales nya …

    hehe aku jelasin sedikit ya Puspita .. selahkan buka kamus besar bahasa indonesia yang jadi andalan mu itu. kamu tau arti kata “system”? System itu aturan umum. Aturan yang sama dibebankan pada seluruh pengikutnya.
    Kalo kepercayaan gak perlu system.. dia bisa takut pada kuntilanak, pada godruwo. yang satunya lagi boleh menyembah beringin. Terserah yang pasti mereka menyembah kekuatan roh atau gaib atau abstark.
    Satu lagi kata “agama” diambil dari bahasa sansekerta. Untuk menamakan system kepercayaan Hindu di india. Sedang Hindu sendiri berarti “Benar”.

    Ohya .. “analisa” apa termasuk sbg berprasangka ya ?

  215. Joko | 7 January, 2013 21:21

    kelupaan..

    Kamus Besar Bahasa Indonesia

    AGAMA = ajaran, sistem yg mengatur TATA keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kpd Tuhan Yang Mahakuasa serta TATA KAIDAH yg berhubungan dng pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

  216. haham | 8 January, 2013 05:17

    Kemaren itu saya komen pendapat saya tentang Pancasila, tentang negara sekuler / liberal, kesan saya tentang Gus Dur, dsb. Itu sebuah pendapat, tidak menghujat. Tak ada kata2 emosi atau kemarahan dalam tulisan saya. Saya juga tidak ngundat2 penulis2 yang berbeda dengan saya. Disini kita bebas berpendapat ( terimakasih blog tempo interaktif). Apa2 yang mengganjal di hati kita bisa keluar. Bisa ngilangin stress.
    Tapi tanggapan teuku nasrul tidak nyambung, hanya itu sesat, kebencian dsb. Puspita juga hanya menanggapi soal aliran kepercayaan. Pada menghindar dari substansi masalah yang saya kemukakan.
    Ini lagi tambahan tentang Gus Dur, berkawan dengan Israel. Lha wong orang palestina saja tidak anti Israel, kok kita anti Israel, katanya suatu waktu. Apa itu omongan yang nggenah ? apa tidak menyakiti hati sebagian umat Islam ? Ceplas ceplosnya Gus Dur memang perlu ditiru pemimpin2 Indonesia, bukan sikap dan politiknya.
    Salam.

  217. BunuhAntekDajjal | 8 January, 2013 07:14

    Jadi mereka ngomong TOLERANSI dengan senyum menawan, sambil mengINJAK kaki kita.
    Kaki diinjak, mau menjerit nanti dituduh radikal fundamentalis, mau marah nanti dituduh premanisme terorisme. Mau berontak, nanti dituduh inteleran makar dll ….
    Betapa hebatnya mereka bermain STANDAR GANDA !

  218. mariani | 8 January, 2013 09:33

    artikelnya membuat sy menitik air mata. komen-komennya buat sy bertanya-tanya? loh! kok! walah! ya ampun! ha ha ha ada-ada saja.

  219. Stephen Doank | 8 January, 2013 14:17

    Sudah berapa banyak perang yang terjadi atas nama agama atau aliran dalam agama ?
    > Kristen vs Islam,
    > Katolik vs Protestan
    > Shia vs Sunni
    > Hindu vs Sikh
    > dll

    Agama paling gampang digunakan oleh OKNUM-OKNUM (yg mungkin sebenarnya ‘tidak beragama’) untuk dijadikan alat untuk menggerakkan massa untuk kepentingan sendiri. Kenapa gampang ? Karena tidak ada diantara kita yang sebenarnya benar2 paham dengan agama yang kita anut, jadi kalau ada orang2 yang ‘dianggap’ kompeten dalam menginterpretasi agama karena titel mereka, “PAUS”, “PENDETA”, “HABIB”, “USTAD”,”HAJI”, “BIKSU”, kita langsung percaya, padahal kita diberkahi oleh akal budi oleh yang maha kuasa untuk berpikir. Ingat, kita pernah baca ada pastor Katolik yang ternyata pedophil, ada guru ngaji yang memperkosa, ada biksu yang menggelapkan uang dll. Menurut kalian, kalau Yesus Kristus dan Nabi Muhammad SAW duduk disini bersama kita, apa yang akan mereka katakan ? Saya bayangkan mereka akan berkata,”Semprul kalian semua ! Dasar otak udang ! Bego dipelihara ! Kalo baca kitab suci itu baca yang benar, jangan ngerti setengah2. Diajarin bener malah berantem sendiri !”
    Saya Kristen, tapi saya tidak mau berpura-pura bahwa saya tau sepenuhnya mengenai ajaran agama saya, apalagi ajaran agama lain. Saya hanya percaya Yesus itu maha pengasih dan Ia mau saya hidup damai dan saling mengasihi dengan saudara2 saya yang beragama lain. Saya yakin dalam agama lain juga ada unsur cinta kasih dalam ajarannya, so, kenapa tidak kita memfokuskan diri pada bagian itu dan hidup damai ? Bagian lain, kalau kebetulan dalam diskusi ternyata berbeda, kita hanya perlu berkata, “Ooooooo….begitu ya ?. Terima kasih telah menjelaskan ”
    Tapi balik ke topik Toleransi, kita terlalu fokus pada masalah toleransi agama, padahal toleransi itu lebih luas : Apakah kita bisa toleransi dengan tetangga sebelah orang batak yang bicaranya kasar ? Apakah saudara2 kita yang dayak bisa hidup berdampingan dengan rukun dengan saudara kita yang Madura ? Apakah kita bisa menerima saudari-saudari kita yang wanita untuk memimpin kita ? dll. Kalau kita bisa begitu, saya yakin gambaran surga yang ditulis dalam injil (lupa bagian mana) dimana singa berbaring bersama2 domba, anak2 kecil memasukan tangannya ke sarang ular tanpa takut digigit akan terlaksana.
    PEACE Saudara-Saudari ku !

  220. Andi Tenrie | 8 January, 2013 15:41

    Agama itu adalah PRINSIP! Allah SWT adalah Tuhanku dan Nabi Muhammad SAW adalah Nabiku….

  221. BunuhAntekDajjal | 8 January, 2013 17:04

    @Stephen Doank … Itu adalah Injil Yesaya Chapter 11. Isinya nubuat sebuah masa dimana adalah kehidupan seperti di sorga itu. Masyarakat yang damai dari bangsa-bangsa. Kemudian kembalinya Israel ke Falistin membunuhi dan merampasi dan mengusir.

    Bagi pelajar Islam .. kehidupan seperti itu terjadi pada jaman Islam dan sesudahnya.

  222. puspita | 8 January, 2013 22:46

    mas joko yang budiman…

    Sebelumnya terima kasih, dengan penuh semangat anda telah berusaha menjelaskan pada saya.
    Termasuk menjelaskan arti kata SYSTEM…

    Namun kenapa anda tiba-tiba menjelaskan arti kata sistem ?
    Bukankah yang saya minta pada mas Joko adalah Penjelasan tentang syarat agama harus ada nabi/pemimpin dan panduan baku /kitab ???
    Tolong pertanyaan saya dijawab dulu mas…

    Anda jelaskan pula pada saya bahwa sistem adalah aturan umum…… aduh mas jokooo… dari mana anda dapat arti itu ??? dan begitu pedenya anda jelaskan pada orang lain ???

    Bahkan tiba-tiba anda menjelaskan arti kata HINDU….
    yang anda artikan “BAIK”
    Aduh mas Joko, KENAPA ANDA TERUS BERSEMANGAT DALAM MELAKUKAN “BLUNDER” ????

    maass…mas joko…
    tidak ada kata yang bisa aku tulis buat panjenengan maas…
    selain….AKU SANGAT KASIHAN PADAMU MAS JOKO….

  223. puspita | 8 January, 2013 22:50

    mas haham…
    aku tidak pernah tahu, KAPAN NU DAN MUHAMADIYAH BERSATU MELAWAN MUSUH ISLAM ??
    Padahal aku juga tidak malas untuk mempelajari sejarah…

    Mas Haham apa juga tidak ingat, siapa yang “terlibat aktif” menjatuhkan gus dur ???

  224. BunuhAntekDajjal | 9 January, 2013 00:21

    @Puspita,
    hehe .. aturan itu tidak akan bisa berdiri sendiri bos.. pasti ada memprakarsai. Dan aturan musti ada yang jaga. Itu yang namanya pemimpin agama. Dan aturan itu musti baku yg jg sering disebut kitab…
    Aku salah ya ?.. salahnya di mana ? ayo dong tunjukkan ?! bahasa sansekerta juga salah ?!

    aku masih menunggu klarifikasimu, soal Fitnah-mu “Pangeran Demak yg membunuh ayahnya atas dorongan wali.”

    … Gak usah lah kamu menulis banyak2, tanpa pengetahuan yg cukup. Karena semua yg kamu tulis adalah “sampah”, lebih banyak bohong, tidak berdasar. Karena memang tujuan kamu adalah berpolemik bukan untuk mencari kebenaran ..

    Sekarang anda hendak meluncurkan polemik baru, ttg NU dan Muhammadiyah. Apa kamu mau bikin Fitnah lagi dgn “siapa yang terlibat aktif menjatuhkan gus dur” ??

    Apakah kemudian kamu bisa tertawa puas saat yg laen tersinggung dan marah dengan fitnah-fitnah mu ?

  225. al baz | 9 January, 2013 02:18

    islam. katholic, protestant, budha, hindu dan…dan…, cina, jawa, sunda, madura, india, arab dan dan, hidup berdampingan, menjalankan keyakinan masing2, menuju satu tempat… kematian..dgn keyakinan masing2. jaga hati, tangan, kaki….cina dtg kesini dgn kedamaian..wellcome, arab dtng dgn pedang menyembul dr kolor go hell

  226. asep tan | 9 January, 2013 02:26

    albaz, syah inta kallam.

  227. puspita | 9 January, 2013 02:37

    lha iya, siapa yang bikin aturan itu ? Kemudian siapa saja yang menyepakati
    ? kapan disepakati ? dalam forum apa disepakati ?
    siapa yang memprakarsai mas ?

    TENTANG PERTANYAAN ANDA YANG MENUNGGU KLARIFIKASI :

    “…..aku masih menunggu klarifikasimu, soal Fitnah-mu “Pangeran Demak yg membunuh ayahnya atas dorongan wali…..”

    hei bung…
    Kapan dan dimana aku menulis seperti yang kamu katakan itu ??????? !!!!

    MASIH UTUH KALIMAT/KOMENTARKU DI ATAS. KENAPA ANDA PELINTIR MENJADI SEPERTI ITU HA ?????

    NIH AKU COPY PASTE LAGI :

    “…..ada seorang putera raja majapahit yang memeluk Islam, yang berusaha membunuh ayahnya untuk merebut kekuasaan atas dorongan seorang wali…..”

    Kalimatku jelas seperti itu.
    AKAN MENJADI JAUH BERBEDA MAKNANYA TATKALA KAMJ PELINTIR MENJADI ” PUTRA RAJA DEMAK MEMBUNUH ”

    kalimat di atas artinya PUTRA RAJA DEMAK MELAKUKAN PEMBUNUHAN

    sedangkan yang aku tulis artinya :

    PUTRA RAJA MAJAPAHIT ( bukan demak !!!! )BERUSAHA MELAKUKAN PEMBUNUHAN ( belum kesampaian )

    Padahal aku katakan/tulis ” … putra raja majapahit berusaha membunuh..dst…”

    KENAPA KAMU RUBAH ????
    KARENA TIDAK PAHAM KALIMATKU ???
    ATAU KARENA KEBIASAANMU TIDAK CERMAT MENELAAH KALIMAT ORANG LAIN KARENA API KEBENCIAN DAN KEDENGKIAN TELAH MENUTUP MATA ANDA ????
    ATAU KARENA ANDA TERBIASA MENGARTIKAN SESUATU MENURUT KEHENDAK HATI ANDA SENDIRI ?
    ATAU KARENA ANDA YAKIN HANYA ANDA DAN KELOMPOK ANDA YANG PASTI BENAR ?
    MASIH MERASA BENAR ?????

    Anda ingin dapat klarifikasi ???
    Kan sudah aku referensikan untuk baca berbagai literatur.
    JANGAN HANYA GOOGLING AJA !!!
    JANGAN HANYA TERPAKU PADA TULISAN SEJARAH MAINSTREAM YANG HANYA DIANGGAP BENAR OLEH MAYORITAS. INGAT SEJARAH COPERNICUS !!! JUGA GALILEO.

    Silahkan kalau kamu bilang aku hanya bikin polemik.
    Kamu juga tahu bahwa yg mengkritik kamu juga banyak, bahkan lebih keras dari pada aku.

    Saat aku tanya, kapan NU dan MUhamadiyah bersatu melawan musuh Islam, km jg tidak bisa jawab.
    Aku tambah pertanyaan lagi, musuh Islam yg dihadapi NU dan Muhamadiyah yang mana ha ??

    Lihat, kebiasaan kalian, menuduh org lain memfitnah, berbohong, tidak berdasar, bukankah semua itu kebiasaan kalian ?

    Dan kamu juga tidak tahu siapa yg terlibat aktif menjatuhkan gus Dur kan ???

    Apa hakmu melarang aku menulis dalam jumlah banyak atau sedikit ???
    Ataukah km sudah sangat percaya diri bahwa kamu paling pintar diantara orang2 dalam forum ini ???

  228. haham | 9 January, 2013 04:51

    Ternyata memang puspita itu hanya mancing2 saja. Menurut dia semuanya harus ada bukti tertulis, mana.. kenapa….mana …kenapa .. gitu aja nanyanya.
    Nuduh2 orang melintir kalimat , dianya sendiri melintir kalimat. Aku bilang dulu NU dan Muhammadiyah kompak, puspita bilang kapan NU-Muhd bersatu. Itu baru satu bukti dia yang hobi mlintir. Kompak dan bersatu ya beda oom .
    Tapi kalau mau melihat bersatunya umat Islam jaman dulu itu sangat jelas dalam partai MASYUMI, mosok nggak ngerti sih. Masyumi dengan tokoh2nya yang sangat konsisten, tidak plin-plan , nggak ada yang omongannya ngacau ( lain dengan Kyai Gus Dur ) . Natsir, Roem , Syafrudin Prawiranegara, hanya beberapa diantaranya. Pejuang yang konsisten. Dituduh anti NKRI / pemberontak ya hanya akal2annya PKI .
    Th. 65 NU-Muhd kompak melawan komunis ( ayo , anda mau belokkan lagi ke soal pembunuhan komunis ya ) . Padahal anda hanya mau bukti NU – Muhd bersatu .
    Tadinya saya masih agak hormat pada anda, tapi ternyata anda bukan seperti yang saya bayangkan.
    Kalau anda mengaku Islamnya KTP ya wajar kalau anda selalu minta bukti kebenaran agama Islam, ngejek Tuhan nggak pernah nyuruh bikin kitab dsb. (paling anda nanti ngeyel lagi mana ayatnya Tuhan nyuruh bikin kitab ). Kalau model anda begitu ya nggak ada gunanya dialog dengan anda.
    Soal Gus Dur dijatuhkan siapa ? Soal siapa yang menjatuhkan nggak penting, tapi memang sepantasnya beliau dijatuhkan, lha wong omongan2nya kayak gitu. Amin Rais nggak mungkin sendirian melengserkan Gus Dur, tentu didukung pula oleh Megawati / PDIP, ABRI dan partai lain. Ayo mau ngomong apa lagi ente …
    Yang saya masih heran, kok ya ada orang2 yang memuja2 Gus Dur.
    Selamat pagi.

  229. antimunafik | 9 January, 2013 06:44

    Sumpahhhh…muak dan jijik baca tulisan haham n joko..go to hell…wassalam….atheis

  230. Nissan Serena Ditargetkan Terjual 5.000 Unit | Otomotif | 9 January, 2013 09:19

    [...] Kotak Pandora Bernama Toleransi [...]

  231. Joko | 9 January, 2013 11:07

    @All .. kawan2 ini tulisan Puspita tukang Fitnah.

    “Saya pribadi pribumi tulen, agama di ktp : islam.”

    “ingat, toleransi, bhineka tunggal ika mulai rusak sejak ( ma’af ) agama tertentu masuk ke nusantara.”

    “..bukti bukti sejarah menguatkan fakta ini. namun sejak ajaran agama tertentu masuk secara masive ke nusantara, pada saat itulah spirit..”

    (Aku mulai mulai perlu mengklarifikasi ..:)

    “Dan baca lagi sejarah majapahit, ada seorang putera raja majapahit yang memeluk Islam, yang berusaha membunuh ayahnya untuk merebut kekuasaan atas dorongan seorang wali.”

    “.. ingatkah anda dengan peristiwa berdarah saat perebutan kekuasaan majapahit(hindu) oleh demak (islam), yang notabene adalah pertarungan anak dan bapak ?”

    “banyak sekali bukti2 sejarah kita yang disembunyikan baik di luar negeri ( leiden ) atau bahkan di dalam negeri ( jaman suharto ).”

    (kebohongan lagi setelah kebohongan pertama dibantah:)

    “..dari mana anda bisa menyebutkan Raden Fatah membunuh Brawijaya. Pelajari lagi dengan cermat, bhw saya mengatakan ada putra majapahit yang berusaha membunuh ayahnya dan mendapat dorongan dari wali tertentu.”

    (komentar bodoh dr yang merasa ahli sejarah:)

    “komentarku memang akan memancing orang yang berkarakter reaksioner dan dogmatis untuk bereaksi berlebihan, karena fakta yang saya suguhkan memang catatan sejarah yang jarang diungkap ke permukaan,.. ”

    (berusaha menyelipkan referensi Kristenisasi, Darmo Gandul:)

    “Anda bisa baca kitab pararaton, baca serat kanda, baca darma gandul, baca babad tanah jawi, baca buku sejarah, baca jurnal2 ilmiah.”

    (menyalahkan agama agama timer tengah)

    “MENURUT ANDA APA YANG AKAN TERJADI SEKARANG BILA DI NUSANTARA TIDAK MASUK AGAMA-AGAMA APAPUN DARI TIMUR TENGAH ?”

    (Pembohong teriak pembohong. Moh Yamin itu ahli sejarah. Dalam urusan sejarah, Soekarno gak ada apa-apanya:)

    “Bahkan ada seorang profesor yang juga menteri pendidikan melakukan kebohongan sejarah yang fatal. Prof. Nugroho Noto susanto nama profesor itu mengatakan dalam buku yang ditulisnya bahwa PANCCASILA MERUPAKAN GAGASAN MOHAMAD YAMIN, BUKAN SOEKARNO !”

    (tulisan ngawur:)

    “Sampai dengan berdirinya Majapahit, catatan sejarah yang menuliskan adanya banjir darah di Nusantara hampir-hampir tidak ada.”

    (lebih ngawur lagi:)

    “Sejarah perang bubat di tulis oleh Belanda. Karena banyak catatan sejarah yang dipegang oleh Belanda.”

    (lagi2 Fitnah:)

    “Jaman rasulullah ? Jaman Khilafah Islam ? YANG MAJU HANYALAH PERADABAN PERANG. kalau ada klaim berhasil mengislamkan, MAKA PENGISLAMAN TERSEBUT BERDASARKAN PAKSAAN.”
    “KARENA SESUNGGUHNYA ARAB SAUDI SEDANG BERADA PADA JAMAN KEGELAPAN LAGI.”

    “Hampir semua pemeluk agama di Indonesia adalah “KARENA PAKSAAN” orang tua.”

    (Jelas ini bukan omongan muslim:)

    “Siti Maaryam dihamili malaikat jibril dan melahirkan manusia namanya Isa, apakah itu rasional ha ?”

    “..bahwa semua agama adalah dogma.” di 31 December, 2012 10:03

  232. Andi Tenrie | 9 January, 2013 15:37

    Bangga dengan tulisan pak Joko, pak BunuhAntekDajjal dan pak haham, anda-anda semua menguasai sejarah Islam, Dunia dan Indonesia, bravo!

  233. haham | 9 January, 2013 20:55

    mas antimunafik, kalau jijik ya komputermu diludahin saja … hi hiii ..
    Mudah2an siapapun yang membaca tulisan2 diatas mendapatkan pencerahan dan kesadaran
    Yang dianggap salah oleh Allah diampuni dosanya ..

  234. puspita | 9 January, 2013 23:14

    mas haham, aku mohon maaf kalau kata bersatu dalam kontekkalimat itu membuat anda tidak berkenan. Karena saya kira kata KOMPAK dan BERSATU masih satu SUBSTANSI.

    Namun tidakkah anda mengerti bahwa anda telah merubah kalimatku menjadi BERBEDA SUBSTANSINYA.
    Sy telah menjelaskan kenapa sy pakai kata bersatu, karena saya pikir substansinya adalah sama dengan kompak.
    Nah mas haham, sy minta pada anda, kenapa kalimatku anda ganti seperti itu ???? TOLONG DIJAWAB…

    Tentang Masyumi yang anda jadikan tolok ukur bersatunya umat Islam, ya menurutku salah besar bung…!!! Itu bersatu karena kepentingan politik sesaat !!!! Setelah itu mereka bubar kan ??? Artinya NU keluar dari Masyumi …???

    Kembali anda merendahkan kalimat orang lain dengan prasangka buruk anda.

    Saya bikin statement, bahwa Tuhan tidak pernah menyuruh siapapun untuk membuat kitab ,AGAR SEMUA INGAT, BAHWA SEMUA KITAB YG DIANGGAP SUCI ITU SEBENARNYA DIBUAT OLEH MANUSIA.

    Agar kita menyadari itu…
    KOK ANDA RENDAHKAN PERNYATAAN ITU MENJADI SEBUAH “EJEKAN”…
    Anda benar-benar bertipe ORANG YANG MUDAH TERSINGGUNG, DAN SELALU BERPRASANGKA BURUK…
    Sampai setiap kalimat orang/kelompok lain selalu dimaknai buruk…

    Anda juga katakan :
    “……Th. 65 NU-Muhd kompak melawan komunis….

    Apakah itu yang anda maksud MUSUH ISLAM ???
    Kalau benar yang anda maksud komunis adalah musuh Islam, pakah ada tuntunan yang menyebutkan komunis adalah musuh Islam ?
    APAKAH ANDA TIDAK TAHU BAHWA BANYAK SEKALI PARA ULAMA YANG BERGABUNG MASUK PARTAI KOMUNIS ?

    Dari mana anda bisa katakan Muhdyah dan NU kompak melawan komunis ???
    HANYA NU YANG NYATA-NYATA TURUN KE LAPANGAN BERJIBAKU SECARA LANGSUNG MELAWAN ORANG2 ANGGOTA PKI. Saat NU mengangkat senjata, apakah muhamdyah juga seperti NU ???

    Tuh anda mengakui kalau AMIN RAIS, MANTAN KETUA MUHAMADIYAH IKUT MELENGSERKAN GUSDUR.

    LHA WONG SAMA-SAMA ISLAMNYA, KOK BISA-BISANYA SALING BERMUSUHAN ????
    APALAGI DENGAN YANG NON ISLAM ???

    untuk mas joko :

    niih aku kumpulkan komentarmu :

    (kebohongan lagi setelah kebohongan pertama dibantah:)

    (komentar bodoh dr yang merasa ahli sejarah:)(

    berusaha menyelipkan referensi Kristenisasi, Darmo Gandul:)

    (menyalahkan agama agama timer tengah)

    (Pembohong teriak pembohong. Moh Yamin itu ahli sejarah. Dalam urusan sejarah, Soekarno gak ada apa-apanya:)

    (tulisan ngawur:)

    (lebih ngawur lagi:)

    (lagi2 Fitnah:)

    (Jelas ini bukan omongan muslim:)

    Mas Joko, kenapa koment anda hanya kata-kata kasar tanpa bobot seperti itu ???
    Biar sedikit mbok ya bikin opini pembanding gitu lho…

    Tapi mending nulis gitu aja lebih aman daripada anda terus bikin blunder dengan pernyataan anda sendiri.
    Sekarangpun anda bikin blunder lagi.

    Nih, tak kasih lihat mas …
    “…(Pembohong teriak pembohong. Moh Yamin itu ahli sejarah. Dalam urusan sejarah, Soekarno gak ada apa-apanya:)….”

    Padahal saya katakan yang menulis adalah NUGROHO NOTO SUSANTO. Saya sedang mengkritisi Nugroho Noto Susanto, lha kok anda membela Mohamad Yamin mati-matian.

    Apa lagi kalimat anda yg seperti ini :
    “….(Pembohong teriak pembohong. Moh Yamin itu ahli sejarah. Dalam urusan sejarah, Soekarno gak ada apa-apanya:)…”

    Jadi mohamad yamin anda bandingkan dengan Soekarno ????
    hii…hiii..hiii..he..he…he…ha..haa…haa…
    Lha mohamad yamin kok anda bandingkan dengan Soekarno…
    aduh…aduh…maass… makanya jangan modal panatik doang….

    Tuh, kualitas opinimu malu-maluin…..

    MASIH INGAT ????
    SAAT ANDA KATAKAN BAHWA AGAMA ISLAM BUKANLAH DOGMA ????
    Bertanyalah pada ahli/dosen filsafat misalnya…. biar kamu tahu….
    MAKANYA UPDATE TERUS PENGETAHUAN SEJARAH ANDA MAASSS…???

  235. Pradono | 10 January, 2013 03:42

    Saya dengan bangga mengatakan bahwa diri saya seorang tidak beragama, tetapi menikmati dan berterimakasih pada Allah / Tuhan dengan cara saya sendiri. Daripada hati saya pedih melihat agama (apapun itu) menjadi tameng ke egoan pemeluknya…..

    Mbak Puspita : mbok ileng, sing pasrah, mengko lak ketok dhewe sing bener sing salah :)

  236. Samadhi | 10 January, 2013 09:09

    Apapun agama seseorang, yang menjadi bukti seseorang baik, dinilai terutama dari perbuatannya, bukan semata-mata dari ucapan2nya.
    Setiap manusia sesungguhnya mempunyai muatan energi, yang terutama berasal dari kebersihan hatinya (relatif bersih dari : kebencian, iri-hati, kemarahan, kedengkian, kesombongan, keserakahan, dendam). Dari hati yang relatif bersih, ke luar kata2 yang baik, melakukan perbuatan yang baik.Semua agama mengajarkan kebaikan dan tidak pernah mengajar kita untuk menghakimi agama dan kepercayaan orang lain.Sungguh kita malu, kalau ajaran yang mulia dalam setiap agama, menjadikan umatnya berkata dan berbuat yang berlawanan dengan ajaran agamanya ? Semoga ini menjadi bahan renungan kita semua.

  237. Joko | 10 January, 2013 13:42

    @Puspita … ampun deh kamu ini ..
    Bukankah aku sudah bilang .. samakin kamu menulis semakin kelihatan bodohnya kamu.. aku sampai gak habis pikir .. sudah bodoh, ngeyel, malah nyalahin orang lagi hmmm

    Lihat komentarmu terbaru …

    “Saya bikin statement, bahwa Tuhan tidak pernah menyuruh siapapun untuk membuat kitab ,AGAR SEMUA INGAT, BAHWA SEMUA KITAB YG DIANGGAP SUCI ITU SEBENARNYA DIBUAT OLEH MANUSIA.”

    .. apa dasarmu menulis seperti itu ? Kamu ini bodoh bin bego atau keblinger ya?. Bukankah di AlKitab mu sudah dinyatakan bahwa Alloh swt pernah sekali menulis kitab untuk manusia. Baca dong Tukang Fitnah Bodoh.

    Bagi kami umat Islam, Alquran datang dari Alloh swt. Dan Khalifah Ustman ra yang mencetaknya. Gitu aja kok repot.

    kamu menulis lagi “… PARA ULAMA YANG BERGABUNG MASUK PARTAI KOMUNIS.”

    bagaimana mungkin itu keluar dari orang yang mengaku terpelajar. Ini adalah Fitnah kejam. Ulama dan Komunis jelas tidak akan ketemu. Bodoh apa bego kamu ini. Gak habis pikir. Misalnya bagiamana mungkin Frans Magnis bisa masuk PKS ?

    Sudahlah bos … politik ya politik, jangan bawa-bawa agama.

    Tentang opini pembanding .. bukankah bantahan dari fitnah2 mu di atas belum pernah 1 pun yang kamu patahkan ? Misalnya dari mana kamu bisa mengatakan “penguasa demak membunuh ayahnya penguasa Majapahit atas desakan wali”. Dari mana ? Mana buktinya ?? Dasar tukang Fitnah. Aku sudah beberkan bahwa seluruh pernyataanmu adalah sampah, ngawur, dan fitnah.
    Itu semua yang aku minta tolong lengkapi. Kalo sudah kamu lengkapi gelar TUKANG FITNAH buatmu mungkin akan aku cabut.

    Anda meragukan Mohamad Yamin … Semua ahli sejarah termasuk NUGROHO NOTO SUSANTO menghormatinya. Bahkan Soekarno pun sangat menghormati keilmuannya. Di sini hanya kamu yg tidak menghormati Mohamad Yamin. Bagaimana mungkin orang yang mengaku ahli sejarah gak tahu Mohamad Yamin … benar Tukang Fitnah Bodoh.

    Agama Islam memang bukan Dogma. Silahkan sebutkan pernyataan 1 ahli filsafat manapun yang berfikir waras, yang menyatakan Agama Islam adalah Dogma.

    Sekarang aku nobatkan kamu menjadi Puspita Tukang Fitnah Bodoh.

  238. Joko | 10 January, 2013 15:36

    Buat haham, bunuh antek dajjal, andi, kalo kalian gak begitu mengerti ttg sejarah islam, mending diam aja.

  239. Awake Anangga | 10 January, 2013 16:20

    halo semua salam kenal,
    menurut saya, semuanya sudah dirumuskan di dalam pancasila. untuk mengenai agama lebih baik tidak usah di banding2kan karena Negara kita adalah negara majemuk yg banyak sekali keanekaragamannya. lebih baik diskusikan bagaimana membuat semua orang bisa mengikuti pancasila, karena pancasila merupakan dasar untuk kita bertoleransi seperti yg sudah di bahas sebelumnya, saya sendiri beragama Islam tapi saya tidak pernah melarang seseorang untuk melakukan hak dan kewajibannya sebagai sesama umat beragama atau beragama lain, lain halnya jika ada yg melencengkan agama saya, saya pasti akan bertindak,

    sebelumnya saya mohon maaf bagi orang2 yg tersinggung dengan diskusi di atas serta tulisan saya yg menyinggung, karena untuk artikel di atas dia menceritakan mengenai lingkungan yg seperti itu, tapi akan berbeda keadaannya jika beliau berada di lingkungan yg tidak berperilaku seperti itu,

    mohon koreksinya,

  240. Awake Anangga | 10 January, 2013 16:45

    ow iya satu lagi yg terlupakan,,
    bahwa komen2 di atas sudah terlalu meluas bahan pembicaraanya untuk membahas “toleransi”, jika ingin menegakkan toleransi,tegakkan hati nurai sesama manusia, kemudian tegakkan hukum di indonesia, karena hukum adalah salah satu bentuk toleransi sesama warga NKRI,

    jika ada yg melenceng mohon koreksinya,

  241. Joko | 10 January, 2013 18:56

    @haham, bunuhantekdajjal, andi

    Hahaha ada yang pake nama Joko di 10 January, 2013 15:36 tapi yang jelas itu bukan aku .. Joko tinggkir kali ,,

    buat mas haham, bunuhantekdajjal, andi, tidak ada yg nyuruh diam .. silahkan berkata benar kalo itu memang benar. Diam adalah selemah-lemahnya iman perjuangan.

  242. BunuhAntekDajjal | 10 January, 2013 21:16

    Surat Bung Karno pada sidang BPUPKI, menolak diskriminasi atas sahabatnya M. Yamin ..

    “Kalau Paduka Tuan yang termulia mengijinkan,maka saya sebagai Syusa dari-pada Panitia Perancangan Undang-Undang Dasar, mohon dengan hormat supaya anggota tuan Yamin ditambahkan kepada kami, sebab kami anggap beliau salah satu ahli Undang-Undang Dasar yang pikiran-pikirannya perlu kami pakai.”

  243. haham | 11 January, 2013 06:26

    Joko, kok mendadak kamu srh sy diam?
    Memangnya hak lu apa?
    Sepertinya joko ini yg gak tau apa2 ttg sejarah, tp sok pintar..your mother fucker….iihihihhihi..hehehehehe…hahahahaha..,

  244. BunuhAntekDajjal | 11 January, 2013 07:35

    Mas yang di atas .. sudahlah jangan main adu domba kayak kompeni aja … pake nick-name orang .. kan gak bagus toh .. Aku, Joko, hahan, Andrie, dll bukan orang bodoh yg akan ikut permainan kalian.

  245. puspita | 11 January, 2013 14:45

    @mas pradono :
    Inggih mas, matur nuwun telah diingatkan…

    mas joko :
    Kelihatannya SUMPAH SERAPAH memang sudah melekat dalam dirimu, sehingga mulut mas Joko tidak bisa meninggalkan sumpah serapah kepada orang lain. BEGITUKAH AJARAN AGAMA YANG MAS JOKO DAPATKAN ?

    Mas Joko, DARIMANA ANDA TAHU KITAB YANG SAYA YAKINI ?? KOK ANDA KATAKAN “…KITABMU ???”
    Lha suka ceeroboh begitu, tapi kalau diingatkan sumpah serapahnya yang keluar…

    Mas joko, aku tidak tahu kitab mana yg panjenengan maksud. Tapi kalau ada kalimat Tuhan pernah menulis sekali kitab dst….
    APAKAH ANDA ARTIKAN TUHAN MEMEGANG BALLPOINT DAN BUKU UNTUK MENULIS SENDIR FIRMANNYA MASS ?????
    Pada saat turun QS Al-’Alaq, ketika ada ayat yang menyuruh Muhamad membaca, APAKAH JUGA ANDA ARTIKAN SEBAGAI PERINTAH MEMBACA BUKU/KITAB ?
    PADAHAL MUHAMAD TIDAK BISA MEMBACA HURUF, PADAHAL JUGA BELUM ADA KITAB AL QUR’AN..
    Wah, anda nampaknya TEKSTUAL BANGET YA???
    Wah belum paham makna tersirat dan tersurat mungkin….

    Dan lagi Komentar mas joko :
    “…..Bagi kami umat Islam, Alquran datang dari Alloh swt. Dan Khalifah Ustman ra yang mencetaknya….

    Nah, anda sebenarnya tahu kan, bahwa kitab “al qur’an” yang ada sekarang, sebenarnya adalah SALINAN DARI CETAKANNYA USTMAN ????
    alqur’an yg sekarang juga SALINAN dari beberapa mushafnya para sahabat yang lain ?

    Kemudian anda mengucapkan sumpah serapah, ketika saya menyatakan … para ulama yang brgabung masuk partai komunis …
    Komentar mas joko :
    “…. Ulama dan Komunis jelas tidak akan ketemu. Bodoh apa bego kamu ini. Gak habis pikir. Misalnya bagiamana mungkin Frans Magnis bisa masuk PKS ?

    Mas joko harus banyak mencermati fakta sejarah. Diantaranya dengan cara baca buku sejarah atau melakukan penelitian langsung.
    Pada jaman dahulu PKI, banyak memiliki anggota/kader dari para agamawan/ulama.
    ANDA TIDAK PERCAYA ???

    ANDA TAHU TAN MALAKA MASS ??? DIA KETUA KOMINTERN YANG AKHIRNYA MENDIRIKAN PAN ISLAMISME…..
    Selain itu teliti daerah2 yang dinamika PKInya tinggi. Seperti banten, jawa tengah, jawa timur, dll.
    Kalau tidak bisa meneliti, banyak buku2 yang menyuguhkan fakta tersebut.
    Diantaranya buku yg berjudul : Arit dan Bulan Sabit.
    Ditulis oleh : Michael C. Williams.
    Agar anda mempunyai landaan faktual sebelum berteriak-teriak mas.

    Kemudian komentar mas Joko lagi :

    Misalnya dari mana kamu bisa mengatakan “penguasa demak membunuh ayahnya penguasa Majapahit atas desakan wali”. Dari mana ? Mana buktinya ?? Dasar tukang Fitnah. Aku sudah beberkan bahwa seluruh pernyataanmu adalah sampah, ngawur, dan fitnah.

    Tulisan diatas penuh sumpah serapah. pdahal yang saya tulis :

    “….“…..ada seorang putera raja majapahit yang memeluk Islam, yang berusaha membunuh ayahnya untuk merebut kekuasaan atas dorongan seorang wali…..”

    KENAPA ANDA TULIS MENJADI : “…“penguasa demak membunuh ayahnya penguasa Majapahit atas desakan wali
    ????????? JAUH BANGET SUBSTANSINYA….!!!

    Saya petik lagi koment dari mas joko :
    “…..Anda meragukan Mohamad Yamin … Semua ahli sejarah termasuk NUGROHO NOTO SUSANTO menghormatinya. Bahkan Soekarno pun sangat menghormati keilmuannya. Di sini hanya kamu yg tidak menghormati Mohamad Yamin. Bagaimana mungkin orang yang mengaku ahli sejarah gak tahu Mohamad Yamin … benar Tukang Fitnah Bodoh…..”

    Tentu saja sumpah serapah kepad orang lain masih juga melekat. Namun yang ingin saya tekankan di sini adalah BAHWA M.YAMIN MULAI MENDAPAT GUGATAN DARI PARA SEJARAWAN KARENA TULISANNYA YG DIANGGAP TIDAK VALID. UTAMANYA TULISAN M.YAMIN MENGENAI GAJAH MADA.
    Makanya mas, ikuti perkembangan tulisan sejarah, biar gak asal ngomong dengan kebencian yg berapi-api kayak gitu.

    Berikutnya tentang Nugroho NS. Dia banyak dinilai para sejarawan sebagai seorang intelektual yang “mengadaikan” keilmuannya untuk “mengabdi” pada kepentingan Soeharto.

    Waah, kayaknya mas Joko ini masih “sangat muda sekali” sehingga sejarah bangsa sendiri juga tidak paham.

    Tentang Islam yang anda katakan BUKAN DOGMA, nanti kalau saya sebut para filsuf/intelektual yang mengatakan bahwa AGAMA ISLAM JUGA MENGANDUNG DOGMA, PASTI ANDA AKAN KATAKAN BAHWA MEREKA TIDAK BERFIKIR WARAS…

    hanya mas joko dan kelompok panjenengan saja mungkin yang baik dan waras ya maasss…

    Mas joko yang baik dan budiman, banyak baca literatur sejarah dengan obyektif ya maass…. biar gak asal aja….
    salam damai ya mas…..

  246. Andi Tenrie | 11 January, 2013 14:48

    Yang memperalat nama orang lain dan lantas komen negatif berarti orang macam itu adalah PENJAHAT serta MORALNYA RENDAH karena orang baik-baik dan bermoral baik tak melakukan hal-hal rendah pula!

  247. Awake Anangga | 11 January, 2013 15:12

    lama2 ini namanya debat bukan diskusi…menurut saya jadi ga ada gunanya buat di baca…semuanya subjektif…g ada objektif untuk membahas tulisan…tapi saling merendahkan adalah orng yg paling rendah karena menutupi kekurangan dirinya…

  248. Joko | 11 January, 2013 18:00

    @Puspita ..
    Agar dialog lebig sehat .. silahkan sebut agama anda. Jangan nanti disebut Islam ternyata memfitnah Islam. Kemudian ngaku Islam KTP. Sebut saja kristen atau kepercayaan atau apa pun supaya ketahuan jenis kelamin anda.

    Anda bicara substansi .. sekarang mana substansi pernyataan anda yg benar dr 2 pernyataan anda.

    “Dan baca lagi sejarah majapahit, ada seorang putera raja majapahit yang memeluk Islam, yang berusaha membunuh ayahnya untuk merebut kekuasaan atas dorongan seorang wali.”

    “.. ingatkah anda dengan peristiwa berdarah saat perebutan kekuasaan majapahit(hindu) oleh demak (islam), yang notabene adalah pertarungan anak dan bapak ?”

    Ataukah ada 2 substansi ? yg mana. Penguasa Demak atau putra raja majapahit. Sekarang siapa yg suka plintir ? Apa kalo di bantak Penguasa Demak, kamu akan bilang putra raja mjpht.
    Seperti saat kamu dinyatakan ttg Perang Bubat terus kamu ngeles ..

    “mas, mohon maaf kalau tulisan saya kurang lengkap, karena yang saya maksudkan adalah banjir darah karena ALASAN AGAMA. Dan ”

    hahaha apa-apa ini …

    Silahkan ini di jawab, apa dasarnya kamu buat penyataan ttg majapahit demak itu ? Baru aku cabut gelar Puspita Tukang Fitnah Bodoh.

    Sekarang bikin polemik baru … Islam dan Komunis. Yang dijadikan referensi gak jelas. Yang dijadikan contoh Tan Malaka. Ayo lah … bagaimana gak dituduh Pusputa Tukang Fitnah, wong cuman berdasar kisah Tan Malaka, terus kamu mem-Fitnah Banyak Ulama masuk komunis. Lah yang Ulama siapa, Tan Malaka siapa ? Jangan perbuatan 1 orang adalah cerminan system. Kalo cara berfikir seperti itu yang kamu pakai, berarti 1 pendeta sableng seperti Terry Jones, cerminan pendeta seluruh dunia ?

    BUkankah aku sdh bilang, kalo GusDur datang ke Misa Agung Kristen, bukan berarti dia kemudian murtad toh ?

    Politik ya politik, jangan bawa-bawa agama. PKB juga bisa berkoalisi dengan PDS utk dukung Foke. Apakah ideologi mereka berubah ? Ya gak toh …

    Anda ini gak kapok yang membuat pernyataan bodoh yang gak berdasar. Makanya kalo komentar tentng agama orang yg dipelajari dulu. Lihat tulisanmu ..

    “alqur’an yg sekarang juga SALINAN dari beberapa mushafnya para sahabat yang lain ? ”

    Anda ini memang tukang memutar balikkan fakta. Itu pemikiran dapat di mana hah ? Benar-benar tukang Fitnah anda ini. Jangan disamain dong dengan kristen yang kitabnya ditulis banyak orang. Kitab kami tidak begitu.

    Puspita .. akhirnnya sedikit demi sedikit ketahuan modus mu. Kamu akan berusaha mengatakan bahwa Islam itu tidak lebih baik dari kristen. Dan kamu akan terus berbohong dan berbohong. hahaha benar-benar kamu ini ….

  249. haham betulan | 11 January, 2013 21:01

    Rupanya si puspita ini sudah kehabisan akal, lalu mengadu domba kami2 seolah2 kami yang menulis kalimat2 pendek diatas. Joko, bunuh antek dajal, Andi Tenrie dan saya sudah faham taktik pecah belah tsb. Saya diatas kan sudah bilang, percuma dialog dengan si puspita ini, suka membelokkan masalah. Buat saya sendiri, saya tak peduli apa yang bapak2 tuliskan diatas. Saya hanya berniat memberi pencerahan kepada pembaca2 yang barangkali ada yang belum paham benar permasalahan yang sebenarnya terjadi, sperti soal negara sekuler dengan Pancasila, soal Gus Dur dsb. Juga memberi pemahaman bahwa orang seperti Gus Dur itu meskipun cerdas, tapi ya omongan2nya seperti yang saya ceritakan itu. Menurut saya beliau tak pantas dipuja2, apalagi diadikan pahlawan, wong perang saja belum pernah. Th 65 beliau masih (katanya) cari ilmu di Irak. Lha kok pulang2 negara sudah aman terus mbelain PKI ( katanya pahlawan pluralisme. Apa pula itu bah !!) Saya mendengarkan omongan beliau a l di talk show radio beberapa tahun yang lalu. Dan saya merekamnya dalam ingatan saya, untuk suatu saat akan saya beberkan dimana ada kesempatan, termasuk di blog ini.
    Mohon dicatat bahwa tulisan2 saya tidak satupun menghina agama lain walaupun agama saya dilecehkan, disinisi, di paido. Insyaallah apa2 yang telah saya tulis itu bisa memberikan pencerahan kepada orang2 yang belum tahu. Puspita mau ngomong apa saja biarkan saja, dia sudah kalah kok. Menurut saya joko lebih hebat dari dia, terlepas dari saling caci makinya ( dari lubuk hati saya yang paling dalam).
    Terimakasih.

  250. aswaja | 11 January, 2013 21:35

    orang tionghoa terimakasih sama gusdur..ketika beliau jd presiden pemerintah sangat mengayomi tiong hoa…islam itu toleran kalu yg ga toleran berarti menyimpang…al-quran dan hadist itu bukan teks biasa seperti buku2 biasa,harus di pelajari dulu sama ulama2 terpercaya baru bisa di sampaikan, cuma tau teksnya trus uda koar2, bisa mencemarkan agama dan itu merusak…jangan kolott,umat islam itu toleran dan harus berfikir…hargai nabi muhammad dan ulama2 cinta damai…kita generasi penerus enak ,tinggal mencontoh keramahan beliau2

  251. aswaja | 11 January, 2013 21:52

    ulama dari dulu uda baek lo..teks al-quran ga ada titik dikasih titik, dan tanda baca lain, kemudian biar lbh mudah lg dibukukan jd ilmu tajwid biar bisa dibaca dengan baek…banyak ulama yg ngarang kitab cara tafsir alquran dan hadist..klo mau koar2 harus tau lah mulai dari sejarah ayat per ayat trus tersebut alasannya knapa bla bla bla jangan asal koar2…gus dur itu ulama lo ilmu agamanya dibanding yg menghina2 ??? eank aja cuma baca sedikit teks, provokasi di media dari orang2 yg ga suka gus dur, uda koar2…sempit itu….belajar dulu baru koar2 trus boleh menghina…ehh ya tetep ga boleh menghina orang itu..belajar ya..jangan jd orang bodoh yg banyak bicara, kliatan pembela islam tp mlah gampang di adu domba, trus gampang di provokasi , trus di bodohin ya gampang lah…

  252. aswaja | 11 January, 2013 22:04

    satu lagi alm gus dur itu orang NU , NU itu NKRI harga mati…
    pancasila UUD 45 dong..harus toleran dong yg lain juga…jjangan hina ulama kami..yaa…makasih…

  253. aswaja | 11 January, 2013 22:35

    haham betulan bikin ngakak ,dia tu bicara kayak pakar, saya mau tanya uda belajar agama islam apa aja mas?? fatal mas menghina gus dur…saya risih mendengar pernyataan orang islam yg justru mencemarkan bahkan diluar NU atau gus dur(saya orang NU), mari belajar santun, persepsi orang yg tidak tau islam biar ga tambah parah, jelaskan dengan santun islam itu agama damai…klo kata ceramah ketua NU, gampangannya (ga ada data pasti tp bisa di logika) dari 180 juta orang islam di Indonesia 40juta orang NU(maaf bisa di koreksi)25 juta muhamadiyah(maaf bisa di koreksi jg) dan yg lain sekitar 15 juta…nah masih 100 juta orangyg ga tau itu aliran apa, blum bisa di organisir…nahh bagi yg ada ulama alim yg dipercaya baik dan tak sesat yg meraka percaya ajaran2 baiknya…itu masih bisa terkendali…nahh yg ga ada dan di tambah ilmu agamanya (maaf kurang) itu yang berbahaya…gampang terombang ambing, terprovokasi, masuk aliran sesat, anarkis, … mari belajar agama dengan benar, walaupun kita umat islam jangan mudah terjerumus dengan penyampaian ceramah oleh aliran sesat atau anarkis…pelajari dulu pada ulama yg terpercaya, cinta damai,alim…islam rahmatal lil alamin bro…dan kita hidup dengan berragam kepercayaan, klo pun dakwah harus santun, ga boleh anarkis, atau memaksa,islam itu dari kita sendiri karena hidayah Allah SWT,beruntung kita yg lahir islam…dami bri dami bro..santun bro santun bro..,…terimakasih , maaf saya masih banyak kurangnya…mari belajar…

  254. BunuhAntekDajjal | 12 January, 2013 15:02

    Asmaja

    Setuju banget dengan ente. Tambahan dari ane, bukan berarti kalo belum bergelar LC tidak boleh menyampaikan kebaikan dan saling mengingatkan ?

    “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

    Yang gak boleh itu, menyampaikan fitnah dan kebohongan.

  255. haham | 12 January, 2013 18:32

    Gus Dur memang hebat, cerdas, ilmu agamanya tinggi, saya tidak menolak itu. Cuma omongannya itu yang menyebalkan. Orang2 dalam NU sendiri juga tidak semua pro Gus Dur. Tokoh2 NU dulu KH As’ad Syamsul Arifin, KH Hazim Muzadi juga tampak berseberangan dengan cara berfikir Gus Dur. Adiknya , Salahudin Wahid juga tampak tidak setuju dengan sikap Gus Dur, walau tidak berani terang2an. Belum lagi Muhaimin Iskandar. Aku juga hanya berpendapat, dan aku ingin pendapatku dibaca orang. Meang ilmuku belum tinggi, bukan berarti nggak boleh berpendapat, sekalipun (seandainya) pendapat itu salah. Suka / tidak terserah yang baca.

  256. antimunafik | 13 January, 2013 13:47

    Jempol buat aswaja…
    Sipppp

  257. antimunafik | 13 January, 2013 13:48

    Buat haham, upil aja lahhh sama kau

  258. Wijaya | 13 January, 2013 15:23

    @Joko: Aku paling kasihan sama orang seperti kamu Jok, kalau cara mikirmu kayak gitu gak mungkin kamu bakal ketemu kebenaran. Mana ada orang sombong dan arogan bisa mengenal Tuhan…. mengenal setan ya iya… itu mbahnya kesombongan dan arogansi…. Haham Betulan itu memuji-muji lu bikin lu tambah besar kepala dan makin kejeblos… Kasihan kamu.

  259. puspita | 13 January, 2013 15:41

    Aku tidak butuh diakui agamaku apa….
    Karena keyakinan pribadiku, adalah urusanku dengan Allah. Aku juga meyakini, kelak yang menyelamatkan aku di akhirat bukanlah label agama. AKU YAKIN YG MENYELAMATKAN AKU DIAKHEERAT ADALAH PERBUATANKU SENDIRI. BAGAIMANA AKU BERHUBUNGAN DENGAN TUHAN, JUGA BAGAIMANA AKU BERHUBUNGAN DENGAN MANUSIA.

    Bahkan sudah jelas aku tulis bahwa seandainya peraturan memperbolehkan, aku tidak akan menulis ‘agamaku’ di KTP. Label agama yg tertulis di KTPku, terpaksa diisi, karena peraturan mengharuskan begitu. Sedangkan keyakinan pribadiku seperti apa, hanya aku dan Tuhan yg tahu. Tidak ada manusia yang mampu masuk untuk mencampuri.

    Tentang majapahit, semua saya sampaikan juga berdasar bahan refeerensi yang jelas.
    SAYA SUDAH SAMPAIKAN, BAHWA FAKTA SEJARAH YG SAYA PAPARKAN ADALAH FAKTA SEJARAH YANG BUKAN “MAINSTREAM”. NAMUN JUGA PANTAS DIJADIKAN BAHAN KAJIAN.

    Dari paparan anda yang membela M. Yamin dan Nugroho Notosusanto, nampak bahwa anda “konsumen” tulisan sejarah mainstream yang langsung anda telan. ADAGIUM BAHWA SEJARAH DITULIS UNTUK KEPENTINGAN PENGUASA, seperti yang berulang-ulang nampaknya juga belum anda pahami.

    Sehingga lontaran-lontaran kalimat anda hanya merendahkan fakta sejarah versi lawan anda. ANDA MEMPOSISIKAN KEBENARAN ANDA SEBAGAI KEBENARAN YANG MUTLAK. BAHWA HANYA TUHANLAH YG MEMPUNYAI KEBENARAN MUTLAK SAMA SEKALI ANDA LUPAKAN.

    Tentang label yang anda berikan kepada saya sebagai tukang fitnah dan tukang bohong sama sekali tidak mempengaruhi saya. Jadi saya tidak menyuruh anda mencabut gelar yang anda berikan pada saya.

  260. entong | 13 January, 2013 19:44

    puspitos
    sebenarnya ada fakta sejarah yg belum terungkap, krn bertentangan dgn mainstream. Sebenrnya aku pernah selingkuh dengan mama kau. Kemudian hamil lalu lahirlah kau. Ini fakta, dan kau harus percaya. Aku masih punya surat2 cinta mama kau, yang nanti bisa kau lihat.
    Nanti setelah ketemu aku akan bawa kau balik ke Kenya.

  261. haham | 13 January, 2013 20:58

    ha ha ha ha ha haaa…..

  262. Andi Tenrie | 14 January, 2013 00:48

    Boss Entong nih bisa aja…., bikin ogut ngakak abis, lumayan bikin seger!!!

  263. antimunafik | 14 January, 2013 09:31

    Entong, haham n andy, sebenarnya kalian ini msh cucu gue..puluhan tahun lalu, nenek kalian ngotot minta gue kawinin, krn gk puas ama kakek kaliam..katanye, kakek kalian EDI TANSIL..ejakulasi dini tanpa hasil…setelah beberapa kali gue semburkan spermaa super gue, lahirlahh nyokapp kalian itu..nahh, nyokap kalian itu terus kawin n lahirlah kalian ini,,, cucu cucu kurang ajar…sama engkong sendiri melawan…jadi kalian ini masih sepupu, krn dari hasil selingkuh sama nenek kalian ini, lahir 3 wanita …emak kalian itulahhh…
    Tapi alhmduilehh, sampai nenek kalian masuk liangkubur n busukmdi neraka, gue mash segar bugar..alhamduuuiiii…..leh…

  264. antimunafik | 14 January, 2013 09:34

    Oh ya…satu hal lg..umur nenek kqlian waktu itu 45 taun, udah agak kering sih sebenarnya…
    Tapi krn nenek kalian , meny3mbah nyembah minta dipuasin sama wa, terpksa wa puasin pakai bantuan pelicin jg sih…habiss keringg sihh..sakitt…

  265. theAvatar | 14 January, 2013 13:37

    Isine wong edan kabeh…
    Sing waras mung sauprit…

  266. BunuhAntekDajjal | 14 January, 2013 13:43

    tulisan antimunafik mirip anggota FFI

  267. josemc | 14 January, 2013 13:48

    Kick out racism!!!!!!!!! GOD BLESS

  268. Andi Tenrie | 14 January, 2013 14:54

    antimunafik pasti bukan seorang muslim…., cuma pakai kedok Islam saja!

  269. ari prapanca | 14 January, 2013 15:25

    Membaca tulisan2 di atas semakin menambah keyakinan gw pada kputusan untuk meninggalkan agama brtahun2 lalu. bahwa agama membawa kebaikan, kedamaian dan rahmat hanyalah mitos. sebaliknya agama menjadikan manusia saling membenci sesamanya yg berbeda. cobalah baca tulisan2 org2 beragama di atas. apakah ada kebaikan? adakah rasa damai? adakah rahmat setiap kalian membaca kalimat demi kalimat? bagaimana mgkin seseorg mengklaim bahwa agamanya adalah sebuah kebaikan sementara hatinya dipenuhi kebencian krn perbedaan? kata2nya penuh sumpah serapah? di negara2 utara, seorang anak bisa diajarkan kebaikan tanpa perlu diajari agama. tapi seorang anak yg diajari agama, belum tentu saat dewasanya hatinya penuh kebaikan dan kedamaian seperti penulis2 di atas ini.

  270. ari prapanca | 14 January, 2013 15:29

    bertahun2 lalu gw merasa kosong, gw mulai mencari Tuhan, lalu gw belajar banyak agama. mulai dari agama tertua Zorotustra dan Hindu smpai agama termuda Sikh dan Baha’i. Tapi semakin gw mempelajari agama, semakin gw sadar, tidak ada agama yg benar2 membawa kebaikan. semua dipenuhi ego, krn agama adalah buatan manusia, bukan Tuhan. Manusia yg mengarang agama, menulis kitab2 sucinya sendiri. krn itu agama pun penuh dgn sifat manusia, bisa penuh damai dan kasih di satu saat, tpi bisa penuh kebencian dan permusuhan di saat lain.

  271. ari prapanca | 14 January, 2013 15:41

    sebelumnya gw mohon maaf jika tulisan berikut ini myinggung beberapa pihak. apa persamaan Petrus, Muhammad, dan Lia Eden? mereka sama2 merasa mendengar suara Tuhan. Isa/Yesus mgkin hanyalah manusia biasa, seorg guru. tpi Petrus yg tidak pernah mnjadi muridnya mjadikan dia Tuhan hanya krn dia merasa mendengar suaranya dalam sebuah perjalanan. Begitu pula Muhammada dan Lia Eden sama2 merasa mendengar suara malaikat Jibril. apa benar itu suara malaikat? atau hanya suara hati mereka krn penyimpangan psikologis? Siapa yg tau pasti apa yg mereka dngar saat mendapat “wahyu?”. mereka bertiga sama2 mengumpulkan pengikut. ada yg berhasil dan ada yg gagal. tpi intinya sama, bahwa agama bukanlah sebuah wahyu dari Tuhan, tapi buatan manusia yg merasa mendapat wahyu dari “Tuhan”.

  272. BunuhAntekDajjal | 14 January, 2013 18:57

    Ari Prapanca
    kok gaya bahasa ente persis puspita ya ? hehe … Gini .. Petrus jelas melewati batas. Tidak ada perintah baginya utk berdakwah kepada selain Yahudi.
    Lia Eden ? Gak lebih hebat dari Dukun Cilik Ponari.
    Kalo Muhammad saw bahkan seluruh sejarawan barat pun tidak ada yang membantah kebesarannya. Bahkan Seorang peneliti Michael Hart yang kristen tulen, menerbitkan buku 100 orang paling berpengaruh sepanjang masa. Dan nama Muhammad saw ditempatkan pada urutan teratas.

    Puspita, Al Quran adalah mukjizad sampai akhir jaman. Gak percaya ? Gampang .. silahkan ambil terjemahan al quran. Baca Surat AnNas, AlFalaq, AlIkhlas masing2 10 kali mulai tengah malam, sampai menjelang subuh. Malam berikutnya masing-masing 100 kali. Malam berikutnya 1000 kali dengan pelan-pelan dan khusuk, jika tidak sampai maka lanjutkan pada malam berikutnya.

    Kalo sebelum melakukan hal itu jangan bilang Al Quran bukan wahyu. Silahkan dicoba saja. Gak perlu masuk Islam untuk mencobanya.

  273. antimunafik | 14 January, 2013 19:41

    Buat bunuhantekdajjal, maaf, td terlupa. Elu inisebenarnya anak kandung gue..puluhan taun laluye, emak lu, biarpun udah bersuami, tiappp malam datangin gue..minta gue puasin..krn kasihan n iba, akhirnya terpaksa gue tuntaskan nafsu purbawi emak lu, biarpun dengan keadaan terpaksa, posisi berdiri..nahhh, akhirnya emak lu buntingg jg..lahirlahh lu..ssstttt, rahasia ye..yg jelek sono itu bkn bokap kandung lu…salam sama emak lunye…
    Blg aje dari jagosexberdiri….

  274. antimunafik | 14 January, 2013 19:43

    Eittsss, ada lg..sebenarnya waktunitu gue pake kondom sih…tapi kondomnye bocor,, lahirlahh jg bunuhantekdajjal ini..si anak durhaka…
    Kesimpulannye, bunuhNtekdajjal ini adalah anak bocor kondom, kesiram kencing pula…ahh, nasibbb….

  275. BunuhAntekDajjal | 14 January, 2013 19:54

    antimunafik
    oooooohhhhh babe ya … lama gak pulang beh … tambah eror aja otak lu beh … jadi selama ini otak di pake apaan beh .. kok isinya seperti itu … pantes aja gue begini, wong babe nya error, doyannya begituan kayak anjing. Jangan2 kawan2 babe juga pada error otaknya. hahahaha

  276. antimunafik | 14 January, 2013 20:07

    Ya nak..kabar anjing betina nya yg biasa lu panggil emak itu gimana,? Sehat kan?

  277. Joko | 14 January, 2013 20:14

    @All,
    gak usah di balas, makian antimunafik, biar dia dengan kegilaannya yang membuktikan ..

    Betapa bencinya umat kristen pada umat Islam.

    Makian, hinaan, umpatan, fitnah, bahkan ucapan yang sama sekali tak pantas begitu mudahnya meluncur dari orang-orang seperti ini. Seperti di FaithFreedom Indonesia dan MurtadinKafirun, baru kalian akan mengerti. Dan ratusan situs sejenis, yang cukup sebagai bukti otentik dan nyata di depan mata kita, bahwa toleransi adalah mustahil bagi mereka.

  278. Wijaya | 15 January, 2013 06:57

    Seorang yang baik akan berpikir kebanyakan orang adalah baik seperti dirinya, seorang penipu akan berpikir orang lain juga adalah tukang bohong seperti dirinya, seorang yang jiwanya penuh kebencian berpikir orang lain juga penuh kebencian seperti dirinya… begitu seterusnya… pandangan seseorang terhadap orang lain pada dasarnya ekspresi dari sikap hatinya sendiri…. Jadi menurut saya Joko and friend ini pandangan- pandangannya tak lain mencerminkan apa yang biasa mereka lakukan terhadap orang lain, jadi berpikir orang lain juga bersikap sama dengan mereka… Cobalah friend, tanggalkan kaca mata kuda, belajar dari orang yang lebih baik dari kita, jangan pikirannya penuh syak wasangka, kedengkian dan hal-hal seperti itu….. Semua urusan di dunia ini ada dalam tangan dan daulat Tuhan, otak dan otot manusia hanya menambah kekacauan…. Agama kalau benar2 dari Dia, tak usah manusia berusaha memperjuangkan atau membela…. Dia sanggup membela diriNYA sendiri sehingga seluruh kehendakNYA terlaksana….. Jangan berpikir semua orang lain tolol dan bodoh, dan tak ingin selamat dunia akherat sehingga melakukan hal-hal yang jahat sesukanya di dunia ini… Setiap manusia wajib sungguh-sungguh menemukan kebenaran yang sejati, sebab nanti di hadapanNYA masing-msing kita diminta pertanggung jawabannya muka dengan muka sendiri-sendiri pula….. dari pada saling mencaci dan membangga-banggakan kebenaran kita masing-masing, doakan mereka yang belum peroleh terang dan yang hidup lebih menderita dari pada kita dan ulurkan tangan pada yang memerlukannya…. pancarkan damai dan kebaikan di mana kita berada, penuhi hati dan pikiran dengan ucapan syukur, dan berusaha kenalilah Penciptamu dengan lebih sungguh-sungguh…. Kalian akan takjub pada pribadiNYA yang melampaui segala pikiran kita, yang panjang sabarnya melampaui batas yang kita mengerti, yang kebenaran dan keadilanNYA akan ditegakkanNYA dengan kuasa dan hikmatNYA….. Ayo friend, bangun semua!

  279. ari prapanca | 15 January, 2013 08:33

    @Joko : maaf mengecewakan u, tpi gw bkn puspita. en sprti u, gw mrasa dia org kristen.
    justru org2 sprti u dan puspita yg bikin gw gk menemukan kedamaian dalam agama kalian. gw prnah mplajari agama kalian, dtg ke tmpat ibadat kalian, tpi gw gk menemukan kedamaian. org2 sperti kalian yg saling mencaci maki, egois, arogan, yg mementingkan agama masing2 yg mbuat gw mjauh dr agama. katakanlah agama kalian memang mbawa damai, tpi dari cara bicara kalian, tidak tersirat rasa damai dan rahmat.

  280. Andi Tenrie | 15 January, 2013 21:02

    Wah, ternyata kotaknya mbah Pandora yang buatan Indonesia isinya macam-macam, ada berlian yang katagori D dan ada juga bebatuan masakan/palsu yang isinya cacimaki dan aneh-aneh lainnya…, dan syukur didalam kotak itu ada seuntai mutiara harapan(menurutku dan doaku).

  281. Aisatsana | 15 January, 2013 22:26

    @puspita salut untuk kesabaran anda meladeni mas Joko ta uu..
    Buat semuanya, saya menikmati sekali diskusi ini, awalnya bermula dari permasalahan cina-non cina, merembet ke toleransi - kemudian isu agama dibawa bawa, hingga penjabaran kronologis sejarah nasional. Wah seru sekali! Saya agak nyesel juga pas jaman sd smp tidak pernah suka yang namanya sejarah, sukanya setelah udah telat, jadi dalam diskusi ini seperti diingatkan kembali betapa pentingnya memiliki pengetahuan sejarah!

    Tentang toleransi, saya kira nggak usah ngulang, semuanya juga udah ngelotok luar kepala, ngerti. Ya enggak cuman beda agama, beda suku aja, seringkali juga ada, beda gender, beda usia, satu kelompok tapi beda kepentingan, kaya-miskin,., tapi nggak tahu kenaa ya di Indonesia tercinta ini sensitif sekali, awalnya bisa datang dari mana aja, eeh yaa kok buntutnya bawa ras dan agama. capedeh… Masyarakat udah keburu panas duluan , nggak inget berdamai.

    Kalau soal agama sih, saya juga setuju bahwa masalah itu soal pribadi ya, karena bukan hanya menyangkut aksi,perbuatan kita di mata publik, namun yang lebih penting adalah hubungan kita dengan Tuhan. Saya sendiri masih suka mencari jati diri dalam beragama dan merasa sebagai mahkluk yang amat terbatas dalam memahami ajaran agama. Ya, kita perlu berusaha, tidak jarang jugaterkadang saya membandingkan ajaran agama yang saya miliki dengan ajaran agama lain. Hampir setiap waktu hal itu justru melengkapi kualitas pembelajaran saya (bukannya mencampuradukkan ajaran agama loh)

    @bunuhantekdajjal waduh, yang ini malah memotong motong isi kitab suci seenaknya , sudah pasti tujuannya bukan untuk kebaikan.

  282. Aisatsana | 15 January, 2013 22:56

    @ joko Yang ngegemesin

    Wahhh udah nggak bisa dipendem lagi ya mas joko, andalah pembenci umat kristen sejati. Lihat! Bercandaannya si @munafik dibikin generalisasi. Mas joko bilang “betapa bencinya UMAT kristen terhadap UMAT islam” lhaa wong sing ngomong cuma satu, berani beraninya anda bilang umat. Dor yang pertama. .

    “meluncur dari orang orang seperti ini…” orang-orang? Si @munafik nggak mbawa temen kok mas, ,, Dor yang kedua.

    “seperti..baru KALIAN mengerti,,,, toleransi afalah mstahil bagi MEREKA..” Dor yang ketiga, lalu mas joko semaput. ……

    Nambaknya gak pake bedil beneran kok mas,hehehe,,, sayang, mas joko pintar tapi kepintarannya tidak diimbangi dengan kebesaran hati. juga emosi. Masih banyak waktu untuk belajar,mas. Belum terlambat.

    @all

  283. antimunafik | 16 January, 2013 09:58

    Hahahahahaha, heheheheheheh, hihihihihihih,,,
    Gue senang baca komen nya @ari prapanca…
    Lbh baik jd org atheis yg baik ketimbang jadI org rajin taat ibdah tapi sumber kekerasan dan anarkis…
    Buat cucu gue, @joko bodo sonto loyo, jangan memendam benci dan dendam kpd org kristen yo…jamgan durhaka sama engkong lu ye…ntar gue kutuk lu jg kucing, baru tau rasa ….
    Sebagai umat buddhist, gue gak perduli urusan islm n kristen…gue cmn mau terus terang, kalo pembangunan tpt ibadah kami pernah didatangi sekelompok org berpeci, berjilbab, baju koko, dengan muka penuh kemarahan, merah padam, teriakan kasar sumpah serapah dati mulut mereka, bahkan malamnya dilempar batu oleh manusia munafik, biarlah kalo benar adamya tuhan yg mereka sembah itu, tuhan mereka yg mengadili mereka sendiri….kalo memang tuhan mereka maha adil, maha pemgasih, biar tuhan mereka yg menegakkan keadilan..

  284. aisatsana | 16 January, 2013 13:09

    @all saya juga penasaran, kenapa konfliknya (konflik kekerasan) cuma terjadi islam-islam ; islam-kristen-katolik ; islam-buddha.. sekedar penasaran aja..

    termasuk restoran BUDDHA BAR yang dibikin oleh si anaknya Sutiyoso itu, kok bisa bisanya diijinkan!! memang sudah ditutup tapi itu setelah dapat teguran dan protes keras dari umat2 Buddha. Coba dari awalnya langsung ditolak supaya enggak menimbulkan ketegangan2 selanjutnya. Apa enggak ada kepekaan atau gimana, nyari duit tapi tetep aja harus ingat ada saudara lain yang pasti tersingung. kenapa enggak menamai sendiri pake Muhammad Bar?

    saya enggak menggeneralisasi, enggak bermaaksud provokatif, tapi kenyataan di atas untuk memberi contoh aja , peka aja sulit, apalagi bertoleransi.

  285. Al Baqarah ayat 30 dan selanjutnya | 16 January, 2013 20:44

    dari sudut terjauh dari paling belakang jejak2 kalian komenku: kagak juga kali, konflik memang antar manusia, niatnya juga apa perlu di cari tahu, apakah membuat kerusakan di bumi atau kemakmuran segelintir saja? atau mengatakan menjadi khalifah bumi yang memakmurkan bumi atau justru yang sedang membuat kerusakan di muka bumi? ga cuma islam dengan umat lain, banyak anggota pki dibantai di indonesia, di rrc revolusi kebudayaan makan korban, rusia juga, kapitalis makan korban, begitu juga kaum liberal,atheis, dll. penasaranmu dari fokusmu yang udah islam phobia, di irlandia, amerika di tahun 1960 an orang kulit hitam masih di diskriminasi dan harus terpisah tempat duduk dalam kendaraan umum, di afrika selatan yang diperjuangkan nelson mandela butuh waktu berapa lama? belum lain2nya, konflik2 antar budha atau antar hindu atau masing2 juga ada di sejarah nusantara bahkan di pulau jawa, siapa yang meruntuhkan kerajaan sriwijaya? sejarah perang kerajaan2 di indochina, india, dll. rame juga diskusinya, cuma membosankan, walaupun berbuih2 nasehat, kadang kala kebenaran datang setelah berulang kali membuat kesalahan yang sama, walaupun manusia. karena kadang yang gaib ga bisa dicerna, bgm bisa doa2 dikabulkan? dikabulkan ternyata jadi masalah, lebih baik pasrah jalani takdir, toh islam adalah berserah diri.

  286. Al Baqarah ayat 30 dan selanjutnya | 16 January, 2013 20:56

    di Indonesia, tapi saya masih kecewa kenapa dulu ada kebijakan tulisan ET pada eks TAPOL? diskriminasi kepada keturunannya, kenapa tanah2 kakekku juga di rampas? saya masih anak kecil, bu lik!? kenapa kau ceritakan tentang bapakmu? apakah engkau sebenarnya berbagi ketakutan dan kecemasan agar lebih kuat? aku masih anak kecil, kenapa kami semua seperti orang2 yang ketakutan dan seperti di buru dan berpindah2 di negeri kita sendiri? aku baur di jejak2 kalian, mungkin jika masih ada tanah itu, aku akan membeli cangkul dan tak perlu mencari2 di buku2 dan …

  287. Al Baqarah ayat 30 dan selanjutnya | 16 January, 2013 20:59

    AKU HANYA INGIN BERPIKIR SEDERHANA

  288. haham | 17 January, 2013 07:00

    1. Adakah agama yang lebih rasional dan logis dp Islam ?
    2. Di Qur’an ada ayat2 yang Muhkamat ( tak bisa diperdebatkan) ada Mutasyabihat (bisa ditafsirkan). Muhkamat hanya bisa diterima dengan IMAN, sedang Mutasyabihat dengan ILMU dan AKAL
    3. Orang2 yang tidak mempunyai IMAN, apalagi ILMU dan AKAL, akan selalu mempertanyakan logika agama Islam ( coba silakan juga mempertanyakan logika agama lain, bandingkan mana yang lebih logis ).
    4. Qur’an hanya 1 , berbahasa dan bertuliskan Arab, karena memang turunnya di tanah Arab , pengarangnya bukan manusia. Manusia hanya mengumpulkan tulisan2 wahyu yang tersebar, dijadilkan satu, jadi kitab. Jangan heran di jaman Nabi banyak penghapal2 Qur’an, wong sekarang saja banyak yang hapal Qur’an.
    5. Kalau penafsir2 Qur’an memang banyak. Ini memang bisa menjadikan kelompok2 yang berbeda penafsirannya (ini wajar seperti di agama2 lain juga begitu ).
    6. Jadi tipe2 orang beragama Islam juga bermacam2, ada yang peduli, apatis, keras, fanatik buta, taqlid dengan gurunya, selalu berontak, ngeyel, kaffah, memurnikan ajaran, berani mati, dsb.
    7. Semuanya tidak masalah, yang penting harus ada jiwa perjuangan meneruskan perjuangan Nabi Muhammad SAW.
    8. Kalau ada orang sudah tidak percaya, atau benci sama Islam ya mau diapain , terserah masing2 saja.

  289. Wijaya | 17 January, 2013 07:42

    Di dunia ini, tidak ada satu pun pribadi yang lebih sering disalahpahami, lebih sering tidak dimengerti, lebih sering ditolak, dikecewakan, difitnah dan disakiti, selain TUHAN. Aneh tapi realita, bahkan banyak orang yang membenciNYA dan menyakitiNYA melakukannya seolah-olah atas NamaNYA, seolah-olah mentaati perintahNYA. Saya yakin hanya karena kekayaan rahmatNYA kita masih bernafas sampai saat ini…. Mari friend, pujilah DIA dengan hatimu, maka mulutmu tak akan kuasa mengatakan kata-kata cela (sebab sumber yang sama tak mungkin memancarkan aliran yang berbeda)…. Resapilah dengan nuranimu ajaib jalan-jalanNYA, maka kau akan menyadari dirimu bukan apa-apa, juga bukan hakim atas sesama….. Doakan lah orang lain yang menurut anda tersesat dan salah jalan. Lawanmu bukan manusia, bukan darah dan daging, tapi si iblis si sumber dan pembujuk segala dosa, juga sumber segala kekacauan. Kalau kau sungguh-sungguh mengenal DIA, pasti doamu didengar dan dijawab, sesuai dengan cara, waktu, dan hikmatNYA. Paling tidak berdoalah merendahkan diri dan memohon belas kasihNYA supaya apa yang kita lakukan berkenan kepadaNYA dan tidak malah melawanNYA…..

  290. Andi Tenrie | 17 January, 2013 12:21

    @Wijaya, anda benar…, dan saya ucapkan: ´amiiiin ya Rabbal alamiiin`

  291. Andi Tenrie | 17 January, 2013 12:31

    Allah SWT adalah Maha Kuasa dan Pengasih lagi Penyayang, kita diberi Bumi dan Langit serta segala isinya untuk dinikmati dan dipelajari, diberi kehidupan, kenikmatan, perasaan, akal-budi dan jasmani alias tubuh….., atas itu semua mari kita bersyukur padaNYA!

  292. bukan aku | 17 January, 2013 20:06

    bagaimana dengan hak veto di PBB? apakah itu demokrasi? berdasarkan kekuatan NUKLIR? berdasarkan kekuataan EKONOMI? berdasarkan hasil PD II? kenapa TURKI OTTOMAN terpecah belah jadi negara? kenapa kekerasan begitu marak di negara2 islam? apakah mereka ditindas dari dulu pasca kejatuhan ottoman??? karena terpecah2 yang sengaja atau tidak? kenapa begitu mudah untuk TIMOR LESTE DAN SUDAN SELATAN MERDEKA? bagaimana KASHMIR, PALESTINA, PATTANI, MORO, DAN LAIN2???

  293. bukan aku | 17 January, 2013 20:08

    maaf negara berpenduduk mayoritas islam.

  294. bukan aku | 17 January, 2013 20:11

    khalifah2 bumi adalah yang memiliki ilmu2 dari PENCIPTA, kalo tidak ya terjadilah pertumpahan darah besar2an, ayat 31.

  295. Wijaya | 17 January, 2013 21:23

    @bukan aku: Kok topiknya melebar? Semoga bukan salah posting. Tetapi menurut saya kita bisa menjawab pertanyaan anda dengan memandangnya begini: Sebuah bangsa atau suatu negara, saya kira mirip dengan seorang anak manusia. Dia lahir, dewasa, dan seterusnya…. yang jelas masing-masing memiliki pribadinya, masing-msing membawa nasib untung malangnya. Ada bangsa dengan kesanggupan hebat namun nasibnya menderita oleh tirani anak-anak kandungnya (Rusia), ada bangsa pemberani namun selalu menderita di masa lalunya oleh kelakuan negara-negara tetangganya (Polandia), dsb….. Seperti anak manusia, ada bangsa yang sukses sejak awal meniti kariernya, ada yang tertatih-tatih dulu baru sukses di pertengahan umurnya, dan seterusnya…. ada bangsa yang gugur dalam kandungan ibunya, ada pula yang sempat lahir namun gagal menjadi pribadi yang dewasa, tapi tak kurang juga bangsa yang lahir terus berjaya …. Menurut saya, seperti juga anak-anak manusia, semua boleh terjadi tetapi tetap di dalam daulat TUHAN… tak perlu seseorang meratapi nasib, menyalahkan keadaan, dan sebagainya… Kalau suatu bangsa memang harus lahir dan eksis, sanggupkah manusia menggagalkannya? Segala siasat akan dimentahkanNYA dengan keajaiban caranya.. Tetapi jika DIA belum atau tidak menghendakinya, bisakah manusia memaksakannya…. Ada cerita yang pernah saya dengar: Menjelang saat-saat keruntuhan Romawi, keresahan melanda seluruh kekaisaran. Sebelumnya secara tradisi seluruh rakyat Romawi percaya, bahwa kekaisaran Romawi yang besar tidak akan pernah runtuh sampai akhir jaman. Menjawab keserahan itu Agustinus menjawabnya dengan menulis buku City of God, yang memberi pengertian bahwa kerajaan manusia dapat dan boleh runtuh, tetapi bagi yang mengakui pemerintahan Tuhan dia tetap memiliki tanah air yang abadi, kira-kira seperti itu. Memang dengan berpikir begitu dalam kondisi apa pun kita akan jadi berbesar hati.
    OK, mari kita sejenak berdiri di beranda dan pandang sejenak ke langit, betapa kita tak pernah tahu di mana sesungguhnya batas semesta. Besar dan ajaib yang menciptakannya. DIA TUHAN memang maha besar…. tak terselami jalan-jalanNya, tak terpahami keputusan-keputusanNya…. jaman berganti jaman, DIA membangun dan meruntuhkan, mencabut dan menanam…. Kepujian kiranya hanya bagi NamaNYA.

  296. BunuhAntekDajjal | 18 January, 2013 12:25

    Bagi Darwin, manusia adalah seperti binatang kera. Mereka memiliki dan membutuhkan Birahi, Kekerasan, dan Kekuasaan. Tidak cukup untuk bertahan hidup, tapi untuk harga dirinya.

    “the human desire for sex, violence and power is possibly the key to our evolution”

    Jadi perang akan selalu ada .. yang agama atau tidak, yang Islam atau Kristen atau yang lain.

    Perang-perang-perang … itu sifat manusiawi kebinatangan. Agama hanya bisa bersifat melengkapi dan menjaga.

    Jika Istriku tiba-tiba mati kamu perkosa, maka tidak ada kata lain, akan kucabut pedang, kutebas lehermu. Dosa dan penjara kupikirkan nanti. Itulah sifat kebinatangan manusia.

    Bagi pemerintah amerila, “Barang siapa yang berpotensi mengganggu kepentingan nasional amerika, apapun itu bentuknya, ateis, agama, kristen, islam, dll, akan dianggap musuh”

    Untuk menguasai dunia, aku paksa kalian dengan bantuan keuangan, dan demokrasi. Jika perlu, aku ungkit masalah ttg HAM dan lingkungan hidup, dan terorisme. Masih membandel, akan kutawarkan senjata dan pelor. Sehingga negaramu akan seperti neraka.

    Dan inilah yang dialami Indonesia dan berbagai negara kecil lainnya di dunia.

  297. Wijaya | 18 January, 2013 18:32

    Sejarah membuktikan, pohon yang ditanam Charles Darwin (Teori Evolusi) telah berbuah, dan buahnya itu namanya maut (kematian dan kehancuran).
    Paling tidak ada 2 implikasi dari teori ini. Pertama, totaliterisme Jerman. Hitler menyimpulkan bahwa evolusi organisme ke tingkat yang lebih tinggi masih terus berlangsung, dan manusia yang merupakan puncak bentuk evolusi yang ada pun pun masih mengalami evolusi ke tingkat yang lebih maju. Untuk semua ras umat manusia, menurut dia, bangsa Arya Jerman telah mengalami perkembangan paling maju dibanding bangsa-bangsa lain, sementara bangsa berkulit hitam dianggap ras manusia yang paling rendah tingkat evolusinya. Premis ini tidak bisa menerima ada ras lain yang lebih unggul dibanding dirinya, sementara tradisi Judaisme dan Kristiani menerima bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan, jadi lebih unggul dibanding bangsa-bangsa lain di dunia. Maka terjadilah holocaust (pembantaian massal) terhadap bangsa Yahudi. Dan dunia pun masuk dalam Perang Dunia II. Puluhan juta jiwa kehilangan nyawa, peradaban luluh binasa dan hanya menyisakan puing-puingnya.
    Implikasi kedua: Komunisme. Marx dan Engels menyimpulkan apabila makhluk hidup pun telah mengalami evolusi, maka agama pun juga telah mengalaminya. Bermula dari kepercayaan paling purba di mana manusia memuja benda-benda (dinamisme), kemudian roh2 (animisme), lalu percaya banyak dewa (polytheisme), terus ke satu Tuhan monotheisme. Menurut mereka, tingkat yang lebih tinggi adalah atheisme. Dan inilah roh yang melahirkan Komunisme.
    Olimpiade Berlin tahun 1936. Inilah saatnya Hitler hendak membuktikan kevalidan premisnya kepada seluruh dunia. Tetapi apa yang terjadi? Jesse Owen, seorang Negro Amerika, jenis manusia dari ras terendah menurutnya, merajai Stadion Olimpiade dengan superioritas yang dicatat sejarah pada nomor2 atletik paling bergengsi. Seluruh dunia gempar dan Hitler dipermalukan. Menurut saya, itulah cara TUHAN bertindak dan berbicara. Orang dengan nurani terbuka akan mendengarnya. Tapi seorang yang pikirannya telah dibutakan oleh kegelapan, tetap memilih melangkah maju. Kesombongan dan keangkaraan lebih memilih akhir yang tragis daripada pertobatan.
    Lalu komunisme? Di Uni Sovyet dan Eropa Timur, juga bagian-bagian lain di dunia, puluhan juta, bahkan mungkin ratusan juta orang digiring ke dalam penjara, tak sedikit yang mengalami kematian, sementara yang di luar penjara hidup dalam
    segala macam tekanan, intimidasi, indoktrinasi tiada henti yang mendera jiwa hingga sempoyongan, kemurungan dan bahkan mungkin ketiadaan pengharapan. Orang akan berpikir, kehidupan semacam itu. Bertahun-tahun, puluhan tahun, sistem yang lahir dari hikmat manusia ini hendak dikokohkan, dengan segala cara yang bisa menurut akal manusia. Tapi akhir 80-an (kalau tak salah ingat), ketika Tuhan bertindak, tak butuh waktu lama, hanya semalam ibaratnya, sistem ini ambruk rata dengan tanah. Hanya luka dan jejak-jejak perihnya yang terlihat….
    Saya masih suka merenungkan runtuhnya Komunisme di Blok Timur ini. Aneh sekali. Begitu mudah, begitu sederhana. Tidak perlu ada bedil ditembakkan saling serang, atau kelewang diayunkan…. Apabila memandang gambar tembok-tembok penjaranya, dan terlebih tembok tidak kasat mata di bagian dunia itu yang seolah-olah begitu kokoh, lebih kokoh dari baja, seolah tak mungkin ditumbangkan…… Tetapi kemudian tiba-tiba pemimpin-pemimpin tertinggi Uni Sovyet mati satu per satu karena sakit dan usia tua, dalam rentang waktu begitu singkat….. Menurut saya, saat itu Tuhan berkata, “Sudah cukup jatah waktumu… selesai.” Seorang pria botak dengan tanda lahir di dahinya, Gorby, telah dipersiapkanNYA…. Lewat pria ini, yang mungkin tak pernah mengenalNYA, tapi yang diberiNYA pikiran yang progresif, terbuka, merdeka dari penjara formalistik dan cara berpikir legalistik, berbeda dengan para pendahulunya, maka lahirlah kebijakan-kebijakan yang merubah tidak hanya Soviet, tetapi juga dunia….
    Saya percaya, jeritan mereka yang dipenjara, doa-doa dari seluruh sisi dunia, darah dan air mata yang tertumpah, telah menyentuh hatiNYA untuk bertindak dan menyatakan keagunganNYA…. Zaman baru DIA buka, kesempatan baru DIA berikan, dan kesempatan itu masih diberikan sampai saat ini, termasuk kepada kita…..
    Semoga tak ada lagi yang tergoda pada pohon yang ditanam Darwin ini, juga pohon-pohon serupa, yang banyak tertebar dalam perjalanan kehidupan…..

  298. Andi Tenrie | 18 January, 2013 23:18

    Tulisan pak Wijaya diatas paling top marketop, Subhanallah!

  299. haham | 19 January, 2013 04:00

    REPUBLIKA.CO.ID, MASSACHUSETTS — Universitas Harvard, Amerika Serikat, mengabadikan sebuah ayat Alquran di gerbang masuk Fakultas Hukum. Ayat yang diukirkan sebagai bentuk penghormatan itu diambil dari surat Annisa ayat 135.

    ”Ayat 135 Surat Annisa (bab tentang wanita) telah dituliskan di dinding yang menghadap gerbang masuk Fakultas Hukum sebagai kata-kata terhebat tentang keadilan,” tulis surat kabar Arab Saudi ‘Ajel’ seperti dikutip Emirates247.

    Abdullah Jumma, mahasiswa Harvard asal Arab Saudi, yang memerhatikan tukilan ayat Alquran di dinding gerbang Fakultas Hukum Universitas Harvard tersebut. Dia kemudian memfoto tulisan ayat Alquran tersebut (Ini fotonya).

    Jumma kemudian menyebarkannya lewat situs jejaring sosial Twitter. ”Saya menyadarinya bahwa itu sebuah ayat Alquran yang telah dituliskan oleh Fakultas Hukum untuk menggambarkan sebagai salah satu kata-kata terhebat tentang keadilan sepanjang sejarah,” kata Jumma seperti dikutip Ajel.

    Adapun isi Surat Annisa Ayat 135 adalah “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Maha Tahu terhadap segala apa yang kamu kerjakan.”

    Universitas Harvard didirikan di Cambridge, Massachusetts, pada 1636. Harvard tercatat sebagai perguruan tinggi tertua di Amerika Serikat.

  300. bukan aku | 19 January, 2013 07:16

    bagaimanapun juga hak veto adalah aneh?

  301. bukan aku | 19 January, 2013 07:21

    kenapa ga ada perwakilan dari afrika atau negara berpenduduk mayoritas islam atau dari negara arab yang memiliki hak veto? apakah ini bentuk diskriminasi?

  302. bukan aku | 19 January, 2013 07:23

    barat trauma PD I dan II? kedamaian adalah suatu hal yang wajib dimiliki barat, bagi yang lain adalah hak, jadi ya wilayah lain dipersilakan ga ada damai

  303. bukan aku | 19 January, 2013 07:24

    bagaimana kabarmu hari ini kalian wahai intel2 marketing dan advertising sedunia? makin banyak aja gepokan duitnya

  304. bukan aku | 19 January, 2013 07:25

    eh intel2 entertainment…

  305. antimunafik | 19 January, 2013 09:32

    Gue sarankan kalian lihat video pembantaian ahmadiyah…
    Mengerikannnn…sadiss…..
    Dan, shubanallahhh jg …..

  306. BunuhAntekDajjal | 20 January, 2013 23:15

    antimunafik … gua saranin lu juga nonton video pembantaian poso. Sadis … kelakuan binatang itu … Fabianus Tibo, Dominggus Da Silva dan Marinus Ruwu. Manusia yang mangaku wakil tuhan, mencabut nyawa sembarangan. Bahkan orang sholat hari raya Ied, dibantai habis. Toleransi kah ?

  307. BunuhAntekDajjal | 21 January, 2013 08:08

    yang gak kuat jangan lihat, awas muntah .. bukti-bukti bahaya laten kristen ..

    youtube.com/watch?v=meYWX8iwz5Y

    youtube.com/watch?v=7QifHGe1-ZM

    youtube.com/watch?v=xKVXMKpYq4k

  308. cacing/212/ada jg yg bilang walet ... | 21 January, 2013 09:33

    ketika mekkah ditaklukkan oleh rasullullah, ketika yerusalem ditaklukan oleh shalahudin al ayubi,bandingkan dengan indonesia? bahkan sahabat nabi yang dimintai daftar nama org2 tertentu oleh khalifah umar saja tidak diberitahu, indonesia? kalo ga sedeng bgm bisa survive di negeri ini kalo sendiri?

  309. cacing/212/ada jg yg bilang walet ... | 21 January, 2013 09:34

    bgm bisa tahu jalur informasi kalo sendiri? kalo ga sedeng?

  310. cacing/212/ada jg yg bilang walet ... | 21 January, 2013 09:36

    bgm bisa tahu faksi2 di indonesia kalo ga sedeng?

  311. cacing/212/ada jg yg bilang walet ... | 21 January, 2013 09:37

    kalo sendiri?

  312. cacing/212/ada jg yg bilang walet ... | 21 January, 2013 09:39

    kalo suruh milih islam atau indonesia, aku pilih islam

  313. cacing/212/ada jg yg bilang walet ... | 21 January, 2013 09:50

    ada contoh dari buku wisdom of china masa kerajaan2. 1. pada suatu masa ada sebagian pembesar2 negara yg akan melakukan kudeta, terdapat bukti2 yang dikumpulkan oleh pihak raja, bukti tersebut dimasukkan ke peti, semua pembesar dipanggil ke istana, lalu raja bicara tentang isu tersebut dan mengatakan telah mengumpulkan bukti2 tersebut dlm peti. sebagian pejabat pucat pasi, tindakan selanjutnya yg diambil sang raja adalah membakar peti tsb, negara berjalan normal dan isu menghilang. 2. seorang pemberontak berhasil mengalahkan pasukan pemerintah dan menjadi penguasa baru,lalu membasmi semua kroni raja hingga ke akar2nya dengan keras, penasehat sang raja baru telah mengingatkan bahwa hal ini akan menimbulkan dendam dan akan jadi masalah di masa yang akan datang, ternyata apa yang dikatakan oleh sang penasehat terbukti di kemudian hari, sang raja tsb di gulingkan oleh keturunan raja sebelumnya yg selamat.

  314. cacing/212/ada jg yg bilang walet ... | 21 January, 2013 10:27

    analisa bego ku tentang gus dur, memang sosok yg aga aneh di luar pakem, tapi thdnya harus tetap kritis. keinginannya thd membuka hub. diplomatik dengan israel, ada alasan2 tertentu, terlepas bahwa keinginan tsb adalah menciderai amanah bung karno ttg kemerdekaan bangsa2 di dunia atau sebagian besar rakyat indonesia. 1. selama ini setelah orla, bukan rahasia besar ada hubungan diam2 yg mesra antara indonesia dengan israel, dengan tujuan2 tertentu di berbagai bidang. 2. ada sebagian negara arab/islam/sekuler timteng yang memiliki hubungan diplomatik dengan israel. 3. mungkin mencoba melakukan komunikasi intensif tentang solusi timteng. 4. sekitar indonesia, seperti singapura, philipina,dll kecuali malaysia, kemungkinan untuk mendapatkan insentif/jejaring ekonomi,jejaring politik global terutama amerika/eropa, mgkn krn ini dibanding singapura, malaysia berkembang di keuangan syariah. 5 dan selanjutnya lupa, mau makan jengkol dulu….

    masalah dlm negeri indonesia lainnya, ga berani bicara, entar banyak yg ngomel2.

  315. BunuhAntekDajjal | 21 January, 2013 17:36

    yang gak kuat jangan lihat, awas muntah .. bukti-bukti bahaya laten kristen ..

    youtube.com/watch?v=meYWX8iwz5Y

    youtube.com/watch?v=7QifHGe1-ZM

    youtube.com/watch?v=xKVXMKpYq4k

    jangan disundul kalo gak penting ya ..

  316. antimunafik | 21 January, 2013 20:43

    Si tololl bunuhantekdajjal..
    Lu tau gak sih permasalahan diposo sana sebenarmya??? Tolol bin goblok ente…
    Sedangkan pembamtai ahmadiyah, jelas2 karena b3da keyakinan…
    Tolol, goblok, idiott lu…

  317. Andi Tenrie | 23 January, 2013 15:37

    @antimunafik, tengoklah perseteruan antara katolik dan protestan di Irladia Utara banyak makan korban hingga kedaratan Inggeris banyak yang dibunuhi oleh teroris IRA yang katolik itu(mereka juga adalah sesama ummat kristen tapi saling bunuh dengan cara yang amat sadis, kurasa, banyak dari Islam yang terdzolimi meniru kelakuan teroris kristen jahat itu)

  318. mbah | 25 January, 2013 12:44

    bisa jadi paradoks lho, ‘pemberontak’ mali krn alasan brand image islam garis keras diserbu pasukan internasional, PBB, dan eks “bos”, lalu apa yang sedang terjadi di sudan? paradoks di negara2 yg memiliki penduduk mayoritas muslim dan kaya sda.

  319. BunuhAntekDajjal | 26 January, 2013 11:07

    waduh baru saja ane coba link yang 5 hari yg lalu masih bisa dilihat.

    youtube.com/watch?v=meYWX8iwz5Y

    ternyata sudah di ban sama youtube.

    “This video has been removed because its content violated YouTube’s ”

    Tapi triler “Innocence of Muslims” yang jelas menghina nabi saw, ternyata sampai sekarang masih bisa diakses.

    Youtube = AntekDajjal =

    dan antek-anteknya masih banyak berkeliaran di Indonesia, masih berbicara tentang toleransi.

  320. kabarety bilety na | 17 April, 2013 07:02

    I dugg some of you post as I cogitated they were very beneficial very beneficial

  321. Mr.Nunusaku | 22 May, 2013 15:19

    Bilah Syariah islam dilaksanakn di NKRI pasti banjir darah peranganan sudara di NKRI, pasukan kami telah siap hanya menungguh pangilan berjihad seperti peristiwa kerusuhan Maluku 1999 Maluku mau dipaksakan menjadi Syariah islam kami akan tumpas muslim saat itu di Maluku dan Poso

  322. kursi | 30 September, 2013 16:21

    ijin nyimak saja pak….

  323. info kesehatan | 6 November, 2013 22:40

    tenggang rasa dan tepo seliro sajalah ….

  324. louis vuitton evidence | 18 January, 2014 04:09

    louis vuitton evidence…

    Apprendre , Carol Rechercher sp茅cialis茅e dans employant EFT pour aider personnes combat suralimentation. Dans un environnement , le Dr…

  325. nike air max offers | 20 March, 2014 02:54

    nike air max offers…

    You might even structure bracelet to much less frequent health problems. provided the masai have a foundation which usually produce knowing of the infection, undoubtedly probably be a industry for your diamonds. have you thought to discover some of the…

  326. Andi Tenrie | 31 March, 2014 15:47

    Bagiku agamaku dan bagimu agamamu…….., jauhkan pemaksaan dan merekrut kedlm suatu agama dgn cara memberi/membayar dan pura-pura menolong!

Silakan berkomentar, kawan!