Enak di Blog dan Perlu

Budi Putra

Wimar's World

Sedianya tadi siang saya dan Mas Wimar Witoelar akan ngalor-ngidul seputar dunia blog di kantornya di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan. Tapi topik obrolan kami berubah karena ada kabar yang jelas tak mengenakkan. “Program Wimar’s World dihentikan tayangannya di JakTV mulai Rabu pekan ini.”

“Saya akan mengumumkan penghentian ini di rapat internal kami siang ini. Silahkan Anda ikut juga… supaya saya tidak perlu dua kali membacakan pointer-pointer yang saya buat tadi malam sebelum tidur,” katanya terkekeh.

Menurut Wimar, tidak ada pelanggaran kontrak dalam kasus ini. “Hanya saja tidak diperpanjang,” ujarnya. Tapi setahu dia, perpanjangan kontrak talk-show ini sudah sejak lama dijanjikan bakal diperpanjang. Bahkan, sudah direncanakan pembuatan billboard acara Wimar’s World. Rencananya, billboard itu bakal dipasang sederet billboard acara top lainnya di stasiun televisi yang berlokasi di kawasan SCBD Sudirman ini.

Janji untuk memperpanjang kontrak program ini jelas masuk akal, sebab Wimar’s World termasuk acara paling populer di JakTV.

Dalam postingnya pada 31 Maret 2005 di Perspektif.Net, Wimar bilang:

Terima kasih, Jak Audience! Kita sangat bangga acara kita bisa termasuk paling ditonton di Jak-TV. Baru bulan lalu Wimar’s World menempati peringkat pertama dari 90 acara, minggu ini dikabarkan talk show kita menempati peringkat kedua dari 102 acara di Jak-TV. Ini hanya bisa berkat anda, karena berdasarkan rating.

Dahsyat! Rating yang patut dibanggakan.

Tapi, kenapa dibredel?

“Mungkin ada yang tidak nyaman dengan komentar-komentar saya,” ujar Wimar. “Tapi sebagai pekerja TV, saya harus menghormati keputusan pimpinan stasiun yang menghentikan. Mungkin mereka juga tidak berdaya.”

Padahal, kalau ditilik lebih dalam, komentar-komentar Wimar yang agak nyelekit itu justru di program talk-show satunya lagi, Gubernur Kita, dengan host Effendi Gazali. Format acara Wimar’s World sendiri lebih reflektif dan mengalir — tidak berteriak-teriak ala mimbar bebas.

Tapi justru Wimar’s World disikat. Target antara? Entahlah. “Yang jelas, untuk acara Gubernur Kita hari Kamis malam ini saya masih diundang.”

Meskipun sudah “veteran” soal dibredel-bredel ini, Wimar tetap mengaku sedih, karena yang dirugikan justru para penonton dan penggemar acara tersebut.

“Saya tetap berterimakasih kepada JakTV yang telah memberi kesempatan saya tampil. Saya yakin keputusan pemberhentikan ini bukan atas kehendak mereka.”

“Ini juga semacam edukasi bagi publik. Pembredelan sekarang beda dengan model Soeharto.”

Wimar meminta maaf kepada para pemirsa karena tidak bisa melanjutkan Wimar’s World. “Mudah-mudahan saya tetapi bisa jumpa audiens di Gubernur Kita,” ulasnya.

Itu pun kalau Gubernur Kita tidak ikut-ikut dibredel ya, Mas?

* Catatan: Foto ilustrasi di atas adalah desain Billboard buat Wimar’s World yang sedianya akan dipasang di kantor JakTV. Billboard tersebut tak jadi dinaikkan karena acaranya sendiri keburu menghilang mulai Rabu malam pekan ini. Padahal desainnya bagus lho, Mas WW…

Baca juga:

  • JakTV Hentikan Wimar’s World [Wikimu.com]
  • Komentar [20]

    Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

    20 Komentar untuk “Wimar’s World Dibredel”

    1. Pecas Ndahe by Ndoro Kakung | 2 April, 2007 23:07

      [...] Kabar sangat gres ini saya dapat dari blog sebelah, tulisan Budi Putra. [...]

    2. ikram | 3 April, 2007 01:47

      “Dihentikan” dengan “tidak diperpanjang” artinya berbeda loh, Mas Budi.

      Yang mana sebetulnya yang benar?

    3. budiputra | 3 April, 2007 06:00

      Jelas berbeda. Tapi dalam kasus Wimar, dua2nya jalan pada saat yang bersamaan. Kontrak yang mestinya diperpanjang karena ratingnya bagus dibatalkan karena pada saat yang sama ada keputusan untuk menghentikan.

    4. ikram | 3 April, 2007 11:01

      Terimakasih untuk penjelasannya.

    5. Piet Mambang | 3 April, 2007 16:20

      Rupanya kang Wimar emang langganan breidel, sejak jaman kuliah ya Kang.
      Tapi mungkin bisa masuk MURI, orang yang acaranya paling banyak di breidel.

    6. bajil | 3 April, 2007 16:48

      :) wajar itu, malah tetangga bajil siap mau digusur atau bukan cuma sekedar dibredel.

    7. Ahmad Dzikir | 4 April, 2007 05:44

      Hm… jangn jangan blog saya juga dibredel neh…

    8. Ook Nugroho | 4 April, 2007 17:05

      Usul nih, bang Wimar pindah kapal aja, kayak Effendi Ghazali gitu

    9. peyek | 6 April, 2007 20:20

      tetep semangat kang!

    10. ndeso man | 9 April, 2007 12:11

      bang Wimar, besok bikin acara masak-memasak aja deh, daripada cape deh……di bredel mulu…..usulan nama acaranya:
      “Chef Wimar’s World”:
      1. perkedel daging ala Wimar
      2. perkedel ayam ala Wimar
      3. dll…pokoknya yg menu dasarnya perkedel..
      :)…

    11. Mas Win | 10 April, 2007 15:19

      Saran, nih, Bang… Bagaimana kalo jadi pembawa acara gosip selebriti? Nggak perlu banyak baca buku. Hanya perlu banyak gosip. Jadi, musuhnya bukan politisi. Sekalian beramal meningkatkan popularitas artis kita.
      Salam…:)

    12. dede | 15 April, 2007 07:52

      Hehe… Walaupun mas Wimar pernah menjadi “orang dalam” tetapi masih melekat pameo “Enak Dibredel dan Perlu” :)

    13. yudi | 28 April, 2007 17:22

      sayang banget yah padahal acaranya ok banget lho. i’m a fans of your thought Mr. Wimar.

    14. kopidangdut | 11 May, 2007 15:03

      justru dengan dibredel gagasan 2 Bung Wimar akan menembus sekadar “kotak gambar idoep”

      Atau jangan2 karena kegemukan kali..!
      screen isinya perut sama rambut doank!..wank..wank..!

    15. Kang Asep | 16 May, 2007 19:21

      Breidel? Hare gene? Kalo dulu negara, sekarang siapa ya?

    16. Wimar Witoelar Tersingkir dari JakTV : Blog Tempo Interaktif | 23 May, 2007 05:46

      [...] Setelah acara yang diasuhnya langsung, Wimar’s World, yang dihentikan, kini sebagai panelis di talk-show Gubernur Kita di layar JakTV, ia pun tergusur sudah. [...]

    17. andi miswar | 6 June, 2007 17:06

      breidel? napa yak?…. ada yg gak beres lagi nih!!!…. bisnis ama politik emang sohib gitu!!

    18. fauzan | 18 July, 2007 18:55

      wimar, sayang sekali ‘dimatikan’. MUlai dari zaman soeharto hingga SBY. Tapi kali ini, gubernur DKI nya yang kelewatan. Pfff…

      http://lupakanlah-waktu.blogspot.com

    19. Heru Media | 26 November, 2008 11:49

      Jadi inget jaman pertama kali saya buat animasi untuk acara Mas Wimar Witoelar …
      saat itu saya masih bekerja di YTC yang kemudian bangkrut.

      tetap semangat mas …

      kalo ada info untuk fulltime job sebagai animator hubungi saya yah…

      salamaniselalu,
      herumedia
      http://www.herumedia.co.nr
      http://www.herumedia.multiply.com

    20. art and entertainment | 10 December, 2009 09:36

      Ngeblog aja mas Wimar, pasti laris manis.

    Silakan berkomentar, kawan!