Nov
10
People Power 2.0
Sejarah telah bertutur: jangan main-main dengan massa yang berkerumun. Penguasa sekuat apa pun bisa ambrol bila melawan massa seperti itu. Gerakan people power di Filipina telah menghancurkan rezim Ferdinand Marcos. Gelombang unjuk rasa mahasiswa pada 1998 juga telah melengserkan Soeharto.
Itu dulu, Bung. Untuk menumbangkan penguasa, orang perlu berkumpul di satu tempat. Mereka berunjuk rasa bersama-sama meniru demo ala Lech Walesa atau Tragedi Tiananmen. Lalu menggabungkan energi kemarahan sehingga menghasilkan tuntutan yang meledak-ledak.
Sekarang orang tak perlu berkerumun di satu tempat untuk menggerakkan people power. Ini zaman web 2.0 (meminjam definisi Tim Tim O’Reilly) , Bung, era orang bisa menyuarakan pendapatnya dengan lantang . Facebook dan Twitter jauh merasuk ke relung-relung kantor, kampus, juga tempat-tempat nongkrong. Cukup teriakkan kepedihan bersama di Facebook, “jemaah fesbukiyah” akan mendukungnya spontan. Lihat saja gerakan mendukung dua pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad Rianto dan Chandra M.
Hamzah. Hanya dalam hitungan hari, sekarang sudah terkumpul “kerumunan” yang terdiri atas lebih darisejuta pendukung.
Mereka sangat lantang dan juga galak. Gerakan mengenakan pita hitam atau baju hitam sebagai bentuk keprihatinan terhadap matinya keadilan hukum dan perlawanan terhadap kesewenang-wenangan polisi serta kejaksaan sebagai contohnya. Dalam sekejap, gerakan mengenakan pita hitam menyebar ke mana-mana.
Padahal, dalam gerakan ini, tak ada yang disebut superinfluential people, seperti teori Malcolm Gladwell dalam bukunya, The Tipping Point. Dulu setiap perubahan selalu membutuhkan “orang berpengaruh”. Polandia butuh Lech Walesa. Gerakan reformasi 1998 di Indonesia butuh orang-orang seperti Amien Rais, Abdurrahman Wahid, Sri Sultan Hamengku Buwono, juga para orator mahasiswa, yang kini sudah duduk manis di kursi Dewan Perwakilan Rakyat.
Merek Hush Puppies, seperti kata Galdwell, pun butuh orang berpengaruh. Merek yang hampir mati itu tiba-tiba melejit–penjualannya terbukukan 5.000 persen–lantaran orang-orang penting tiba-tiba memakai sepatu Hush Puppies.
People power melawan ketidakadilan terhadap Bibit dan Chandra tidak membutuhkan superinfluential people. Mereka tak butuh koordinator lapangan atau orang-orang yang mencari donasi untuk membeli nasi bungkus. Saat orang merasakan “kepedihan yang sama”, orang pun berkerumun di Facebook dan Twitter serta situs jejaring sosial lainnya. Tak peduli siapa yang meneriakkannya. Siapa yang kenal dengan pembuat “Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Rianto”, yakni Usman Yasin? Mungkin 99 persen pendukung gerakan ini dipastikan tak mengenalnya.
Dulu betapa repotnya mengumpulkan sejuta orang. Kini bisa terkumpul dengan beberapa klik komputer. Inilah People Power 2.0. Di Indonesia, setidaknya sudah dua kali people power model ini lahir dan menekan dengan kuat orang-orang yang berkuasa. Yang pertama, saat Prita Mulyasari, penulis e-mail yang dipenjarakan Rumah Sakit Omni Serpong. Yang kedua adalah gerakan dukungan terhadap KPK dan membuat Presiden Yudhoyono tergopoh-gopoh memanggil tokoh penting, membentuk Tim Pencari Fakta.
Kepolisian, kejaksaan–atau Presiden sekalipun–boleh menganggap remeh gerakan ini. Mereka mungkin akan bilang, “Ah, itu kan cuma di Facebook” atau “Ah, itu kan bukan gerakan kaum elite, bukan gerakan rakyat”. Tapi keadaan bisa berbalik. Perubahan memang selalu dipelopori dari kalangan kelas menengah, baru kemudian menetes ke masyarakat kelas bawah atau atas. Sekarang sudah terbukti, sejuta facebooker bisa menggoyang Yudhoyono, yang meraih dukungan dari 41 juta orang pada Pemilu 2009.
Bila masyarakat marah, People Power 2.0 akan terus bergulir, membesar bak bola salju. Seperti kata Mahfud Md., Ketua Mahkamah Konstitusi. “Kalau pemerintah tidak bisa memberi keadilan, rakyat akan mencari keadilan sendiri.”
saya termasuk orang yang mendukung KPK untuk melawan buaya2 dan koruptor yang dilindunginya,melalu fb. mudah2an media fb menggugah semua pihak untuk sadar.
Mustahil ada people power di sini. Belum ada bukti sejarah. Gerakan kerusuhan dan mahasiswa 1997&8 karena ada yang menggerakan, Paman Sam, yang sudah ngak senang dengan Suharto, waktu itu Suharto dianggap sudah memeluk nasionalisme — gayanya sendiri — mirip nasionalisme pendahulunya, Sukarno. Waktu itu Suharto mulai sulit didikte Amerika dkk khususnya IMF. Waktu itu oknum-oknum di sipil dan petinggi dalam tentara “diminta” agen-agen Amerika agar “pembantu” Amerika menjatuhkan Suharto, dengan berbagai rekayasa termasuk kerusuhan, demo menyeluruh masif dan beberapa penembakan atas mahasiswa, dan jatuhlah Suharto. Tapi sekarang SBY setia dan pro Amerika dalam segala kebijakannya, jadi Amerika mustahil membantu misalnya menjatuhkan SBY. Dengan people power? Idih…tak mungkin. Gerakan Massardi? Hanya membaca puisi. Gerakan Effendi Gazali? Juga membaca puisi dan tak jelas. Gerakan mahasiswa? Dosen-dosennya pengecut. Jadi gerakan membela rakyat, itu ku pikir hanya omong kosong dan sebatas di mulut. Semua hanya sebatas di mulut, bukan aksi bertarget. Lagian mahasiswa sekarang terlalu lemah dan mudah terpecah. Jadi jangan berhepotesa. Kalau tak ada penggerak dari luar seperti masa penjatuhan Suharto atau sebelumnya, Sukarno, oleh Suharto sendiri, tak mungkin SBY bisa jatuh. Polri dan Kejagung pun ada agenda lain. Kejagung sekadar meminta gaji naik, meskipun anak buahnya bergaji jauh dari cukup, di saat banyak rakyat negeri ini kelaparan, dan anak serta cucu mereka pada busung lapar, lihat di Nusa Tenggara dll. Jadi agenda menaikkan gaji itu membonceng juga. Hendarman membelokkan ke sana. Kita lebih senang SBY meskipun fakta menunjukkan SBY sepertinya pun tidak perduli bangsa, rakyat dan negara. Lihat, semua departemen pegawainya masih banyak dari anak-anak pejabat yang pernah bekerja disana. Kalau ayahnya hakim atau jaksa maka anaknya juga nantinya bekerja di bawah departemen dan lembaga itu. Kalau bapaknya dulu di BI maka anaknya atau menantunya juga di BI. Jadi dimana reformasi kelembagaan atau birokrasi? SBY tidak melihat penyelewengan itu kok. Untuk masuk kepolisisan dan ketentaraan juga selama ini harus menyuap jutaan rupiah. Mana yang bisa dikatakan pemerintah terutama SBy melakukan reformasi? Apa dia tahu makna reformasi? Lagian sikapnya selalu ambvalen, itu pastinya selamanya. Suatu karakter tak akan berubah. Jadi People Power di negeri ini hanya mitos, Oom. Itu baru terjadi bila ada kekuatan besar dari luar yang membantu gerakan seperti itu, Oom. Banyak yang tidak dilakukan SBY, tetapi kalian tak mungkin bisa berbuat kalau tidak berbuat nyata apapun caranya dan tidak meminta bantuan PBB dan CIA. Kalian harus kirim surat banyak-banyak ke Amnesty International, ke United Nations, ke CIA, yang semuanya tingal browse, buka di Internet websites mereka, mengeluhlah dan samaikan kebrobrokan SBY dan pemerintah itu sekarang! Ketik dan ketik, kirim dan kirim. Dan juga kalian perlu beraksi konkrit dan bertarget. Jadi bertindak dan jangan sekadar berpuisi. Tak kah Oom Oom tahu telinga semua pejabat kita sudah congekan dan mereka sudah tak punya hati nurani? Janganlah berharap keadilan dan hati nurani, itu mimpi, Oom.
People power 2.0 masih belum terlalu “hidup” di negeri ini. Wong tarif internet aja mahal!! Mana nih janji menkominfo tarif internet murah!?
dengan prosedur FB dkk di mana satu orang bisa memiliki banyak akun, sepertinya lebih tepat memakai kata “pseudo people” saja.
ah, biasa itu. apa tidaknya. mau macam-macam pulak. ada cicak ada buaya, yang di sini kera
MAU BIKIN PEOPLE POWER EMANG GUE PIKIRIN ? KALAU KAMU RAKYAT
MAU,PANGGIL DULU CORRY AQUINO KE LIANGKUBUR.KALAU CUMA KAYA BUDIMAN SUJATMIKO,PRABOWO SEKALI INJAK LANGSUNG PENYEK.
JANGAN MAIN MAIN DENGAN SBY,JANGAN GUGAH GODZILA TIDUR.
KAMU SEMUA MENGERTI !!!!!
jangan people power dulu dong. blom balik modal nih.
why not? daripada spt sekarang semua tidak bisa diharapkan! pak by terlalu lembek, ketika sudah ruwet baru bertindak, tidak antisipatif. apa yang diharapkan dari pemimpin seperti dia?????!?!??!?!?!?
Tidak bisa disangkal lagi, umumnya pejabat publik di republik ini betul-betul tak memiliki rasa malu. Meskipun kasat mata khalayak tahu mereka menyimpang dari rel kebenaran, tapi jurus berkelit dan bela diri adalah sudah biasa dan lumrah.Kasus pada institusi Polri,Kejagung, Advokat (hitam), dst misalnya. Pejabat terkait paling bawah sampai paling atas, semuanya koor bahwa dirinya benar dan tak bernoda. Jangankan mundur sebagai sikap kesatria yang bertanggungjawab, mengakui adanya kesalahan saja selalu ditolak. Kita profesional, sesuai hukum formal dan bla..bla..bla..malah tak jarang menuding pihak lain yang tak becus.Sungguh ironis, sebagai penegak hukum mereka tak peduli dan tak peka dengan jeritan hati rakyat. Sungguh amat sedih ketika melihat pejabat publik di negeri ini tak tergerak hati nuraninya melihat realitas yang menyakitkan. Saya sebagai WNI yang ingin anak cucu kita hidup tertib, sejahtera dan menjunjung nilai-nilai kebenaran dan keadilan, memohon kepada bapak Kapolri dan Bapak Jaksa Agung secara arif dan bijak untuk mengundurkan diri demi nama baik institusi yang bapak pimpin. Tidak zaman lagi menyebut oknum, bila dari atas sampai bawah seirama dalam gerak dan lagu ketidakbenaran dalam kurun waktu yang lama.Saya yakin dengan bertindak seperti itu, anak dan cucu serta keluarga bapak akan menjadi bangga sekaligus dihormati. Saya yakin pula keluarga besar bapak menginginkan sikap mulia ini. Buang jauh-jauh gengsi apalagi ingin dipuji sebagai bapak yang kukuh memegang prinsip membela institusi,namun full salah. Mohon bapak menjadi pelopor right is right, wrong is wrong bukan wright or wrong is my institution yang habis-habisan dibela meskipun salah. Saya yakin ke depan, anak, cucu dan keluarga bapak menjadi bangga, karena bapak dikenal sebagai pejabat publik pertama yang membudayakan rasa malu(tahu diri)di negeri yang sudah hancur rasa malunya ini. Ingat rasa malu melalui hati nurani kepada Tuhan YME Allah SWT akan menyelamatkan bapak dan keluarga di dunia dan akherat. Hidup harus lebih mulia di hadapan Allah, ketimbang dipuji semu di dunia. Moga Engkau ya Allah memberi taufik dan hidayah kepada pejabat publik di negeri yang bukan bedebah ini. Amin.
Mecermati tayangan suasana pemeriksaan Wiliardi Wizard yang ditayangkan Polri untuk membantah adanya rekayasa, bagi saya sebagai individu yang senang mempelajari tingkah laku manusia, menduga ybs dalam suasana tidak nyaman dan gelisah,bisa dilihat pada :1. Mimik wajah memperlihatkan ada rasa kesal. Perhatikan raut muka saat menjawab pemeriksa. 2. Gerak fisik saat ybs menggulung kaos bagian tangan atas sebelah kiri. Gerak ini semua orangpun mafhum, mengindikasikan apa..? ybs siap dan berani untuk segalanya. 3. Gerak cara meletakkan bungkus rokok di atas meja dengan lemparan. “KEBENARAN PASTI TAMPAK MESKIPUN DIKALAHKAN, KEBOHONGAN PASTI TAMPAK MESKIPUN DIMENANGKAN”
Ingat…Allah SWT Maha Tahu.
EGGY SUJANA cs vs. AHMAD RIFAI cs
Aku setuju kali dengan opini kisskiss cs.
Kali ini aku ingin kritisi argumen Eggy, yang sering diburk-burukkan sebagai pengacara hitam, versus Ahmad cs. Aku lihat Eggy orang logis dan hebat. Di TV bang ONE pagi ini Eggy tetap memperlihatkan hal itu, Eggy cerdas kali dengan berkata bahwa proses hukum atas Bibit Chandra, atau menurut saya terhadap siapapun yang sudah ada bukti-bukti awal sangkaan tindak pidana musti dilanjutkan. Negara ini negara hukum, Bung! Bukan negara opini dan perasaan yang menggampangkan alasan situasi darurat! Sebab siapapun sama di hadapan Hukum, ya nggak? Proses paling benar dan adil haruslah melalui pengadilan.
Ahmad Rifai dan Amir Syamsudin dari Tim 8 merekomendasi proses itu dihentikan jelas salah besar apapun alasannya. Amir melihat kondisi saat ini darurat, itu bohong besar, tak pantas pengacara ternama bicara macam itu; Tim 8 terjebak terperangkap total diperalat SBY, yang mengikuti pola-pola cari aman gaya Suharto! Ini kesalahan besar pendekar-pendekar pengacara/pembela gaek seperti Buyung dan juga Todung ML. Tim 8 harusnya sadar bahwa mereka diperalat oleh SBY dan mundur demi rakyat dan kita mahasiswa. Amir maupun Tim 8 telah mendefinisikan keadaan darudat seenak udelnya. Tidak ada hal apapun saat ini apalagi mengatas namakan keresahan masyarakat dijadikan alasan keadaan darurat. Ini negara hukum! Bayang-bayang keresahan masyarakat kalaupun kelihatan dan ada tidak boleh membatalkan proses hukum, disni polisi dan jaksa ditantang untuk mampu membuktikan. Karena kalau tidak maka justru rakyat dan kita mahasiswa akan mengamuk tidak terkendali. Proses peradilan jalan terus, dan kasus baiout ilegal Bank Century juga harus dijalankan! Kita anggap argumen Eggy jitu dan benar 1000 persen bahwa semua harus diproses dalam pengadilan. Bukti-bukti awal cukup menyeret Bibit Chandra. Mereka hanya mengelak begitu ketahuan, sama seperti Antasari, yang dijebak dan terjebak. Setiap pejabat KPK harusnya waspada, sebab mereka mendapat gaji tinggi dan akses besar dan fasilitas cukup. Mereka manusia biasa yang bodoh menjebakkan diri. Seperti Antasari, Bibit Chandra pun terlena dan lalai, terjebak dalam iming-iming suap. Sikap lalai berat menyangkut kepentingan negara/publik ada proses hukumnya. Semua proses harus berjalan cepat dan jangan sampai memberi kesempatan kepada SBY menjabat 5 tahun lagi tanpa membangun negara seperti maraknya pembangunan era Suharto; Suharto jelas, SBY tidak jelas! Proses hukum Bibit Chandra dan Antasari jalan terus, dan harus bisa menjebloskan mereka dalam bui, begitu pula proses Bank Century harus jalan terus untuk menjebloskan Budiono ke Cipinang. Kita harus sadar itulah sebabnya Budiono diberi kursi empuk sebagai wapresnya SBY, ada apa? Banyak yang melihat sebagian dana talangan Bank Century untuk membiayai kampanye SBY, karena waktu itu tim SBY ketakutan dikroyok Mega, Prabowo dan Wiranto, maka Budiono dijanjikan jabatan wapres.
Proses hukum di pengadilan ini harus jalan terus. Semua akan ketahuan nanti siapa salah siapa benar. Kalau di Caina, mereka langsung ditembak mati. Kalau SBY berani menempuh jalan itu maka negeri rakyat dengan 1001 derita ini akan berhenti, dan majulah Indonesia. Tapi kali ini negeri ini lagi lagi mendapat pemimpin negara yang palsu. Semua musti kita hentikan sekarang juga, kita musti jalankan People Power, dengan berbagai siasat dan cara, jangan patah arang, kawan, kita selalu solid dan bersama, kita ambil keputusan bila Tim 8 hanya sekadar alat SBY dan SBY tetap tidak jelas! Tak ada kekuasaan sekalipun di dunia ini yang seenaknya dan boleh mengentikan proses hukum. Ini negara hukum, kawan! Segala hal penyalahgunaan negara hukum harus berhenti. Eggy benar, ujung permasalahan negara kita kali ini adalah Presiden SBY itu sendiri yang tidak mennjukkan ketegasan. Kita semakin paham SBY selalu berbohong dan penuh kepura puraan. Tiap hari, tiap jam, tiap detik, dengan lidahnya yang tak bertulang! 5 tahun berlalu tanpa prestasi siginfikan, dan 10 tahun pada 2014 akan lewat tanpa pembangunan signifikan. Suhato berakhir dengan pembangunan pembangunan masif dan luar biasa, kami akui, masih lebih baik daripada SBY yang seperti kentuty dan kurang ajar kepada rakyat dan kita semua. SBY pandai berbohong dengan permainan kata kata dan mengelabuhi kita mahasiswa dan seluruh rakyat negeri ini, sehingga kita tidak mendapat apa-apa yang berarti. Hanya si kaya yang menikmati, si miskin mati. Tidak seperti Malaysia dan negara-negara lain di Asia ini yang justru merdeka lebih belakang, Indonesia sengaja tidak dibagun fasilitas fasilitas ramah publik seperti jaringan KRL dan monorail yang banyak, yang handal, aman dan nyaman dan murah, sementara di negeri dengan rezim biadab ini, listrik dengan alasan macam macam selalu dipadamkan bergilir terus-menerus, Uli benar kok. Kami tambahkan, juga GDP disini tidak meningkat dengan nyata kecuali statistik bohong, ini selalu dibesar besarkan SBY dan menteri ekonominya semakin menunjukkan kebohonga mereka untuk mebohongi media nasional dan internasional, dan tidak ada matauang bernilai. Rupiah tetap di kisaran di atas Rp8000 per satu dolar, ini sesungguhnya sudah kiamat, tidak bisa rezim ini disebut pemerintah atau negara ini disebut negara kecuali kampung besar yang dikuasai boneka mafia pemeras hasil bumi rakyat/negara pemilik sah, rupiah tak ada nilai sama sekali. Rakyat terpaksa mengeluarkan banyak rupiah itupun kalau mereka ada rupiah cukup). Hal kecil saja, SBY membiarkan pimpro pimpro tidak menyediakan fasilitas fasilitas publik pokok seperti WC WC umum yang harusnya gratis (lazim di semua negara manapun) yang bersih tanpa dipungut bayaran, dan rupanya inilah negaranya di bawah rezim SBY yang tidak jelas, negara yang membiarkan abadinya permakelaran, markus-markus, dan yang lain banyak lagi. Maka PROSES HUKUM TERMASUK KASUS TERPENTING BAILOUT ILEGAL BANK CENTURY HARUS JALAN TERUS. HAJAR BUDIONO YANG SOK SUCI TAPI BAJINGAN! KALAU TIDAK, KITA LAKSANAKAN PEOPLE POWER, MENGUGAT DAN MENJATUHKAN SBY YANG TIDAK BECUS DAN TIDAK JELAS.
Banyak benarnya, Ito, kita semua setuju. Ape gune punya presiden tukang bohong. Kita semua tahu, kemenangan SBY Budiono bisa jadi karena permainan uang dari Bank Centuri. Kaye Iran, Afghanistan, pemenangan presidennye juga karena rekayasa, hanye aje itu untuk kebaikan rakyat Afghan dan Iran. Kalau kite, Indonesie, untuk keserakahan selamanye penguase, yang kali ini dibonekain oleh SbeYe dan Budiono keparat.
wah, gak setuju gerakan web 2.0..itu sama saja lempar batu sembunyi tangan. payah! berani komen lewat tulisan tapi gak berani mempertaruhkan jiwa&raganya langsung bertatap muka di depan perwakilan rakyat.
HIDUP MAHASISWA!!
mari tumbangkan pemerintahan korup dengan semangat di dada!!
manusia dilahirkan dengan darah dan akan mati dengan darah
-cut nyak dien
tenang saudarax2ku sebangsa dan setanah air,kita bukan warganegara indonesia di negara sendiri kita baru menjadi warga negara indonesia apabila kita berada dinegara lain.biasanya satu negara dirusak tatanannya oleh warga negara lain dalam bentuk politik,ekonomi dan keamanan misalnya bidang ekonomi oleh imf stsu sejenisnya,bidang politik dengan dalih demokrasi dan ham,bidang keamanan dengan teroe bom.oleh karena itu mari kita pegang teguh keamanan dengan hankamrata,ekonomi dengan koperasi,politik dengan pancasila dan kearifan lokal.tetapi buat pejabat publik (jumlahnya kirax2 2 juta orang)yang kita pilih dan kita percayai membangun negara dan bangsa indonesia ini tetapi sebagian kecil diantaranya selalu berkoar yuridis formal, koridor hukum padahal kita sebagai bangsa dinegara sendiri dan sekaligus menjadi rakyat dihadapan mereka,marilah kita menganggap mereka warga negara asing yang mau menghancurkan negara dan bangsa kita untuk itu biarlah flu H1N1 menyerang mereka karena hanya firus itulah yang bisa membuat mereka tersadar kembali,maju terus bangsaku dan negaraku INDONESIA.
Semuanya bisa terjadi…
Tinggal tunggu saja waktunya..
Terlalu berpikir bahwa people power harus didongkrak oleh kepentingan asing. Sama saja dengan mengklaim bahwa kita tidak punya inisiatif…
>Kepada Tulang Uli Siagian
Persepsi anda kejatuhan Suharto adalh kerja dibalik tabir CIA.ini juga yg dibisikkan orang2 doeloe.ttg kejatuhan Bung Karno.bahkan angkat senjatanya PRRI-PERMESTA.
Jadi begini ajalah.peoplepower itu perlu dibenahi jangan mudah dirongrong oleh anasir2 asing yg selalu berniat jahat untu menguasai Indonesia dgn tujuan akan mengeruk hasil-bumi pertiwi ini.
Kenapa kuasa-suara rakyat perlu kuat dan murni tujuannya.karna sistem Partai-suara di Parlimen di Indonesia seperti satu Partai-Suara aja di DPR/MPR tidak ada kekuatan suara oposisi-pembangkang,seolah kayak di Myanmar/Vietnam.
Tetapi biarlah kuasa -suara rakyat tsb tidak mudah dieksploitasi oleh anasir2 yg punya kepentingan pribadi/golongan tertentu,contoh terbaru dimana kita mudah disulut kemarahan butatuli atas suatu isu dgn Malaysia padahal isu itu adalah rekayasa pihak asing yg menginginkan dua negara ini bermusuhan.
Kita sokong dulu cara main nya SBY.jangan terlalu dirongrong ribut massal yg tiada berkesudahan,Memang kapan melihat kemelut KPK dan Polri ditambah pula pihak2 hakim yg masih bermental orla.mudah menerima habuan2 haram dalam melaksanakn tugas.Entah bila NKRI akan menjadi sebuah negeri “Baldatun Warabbungafur”.Wallahua’lam.
>Sebenarnya Indonesia perlu meletakkan hukum-UU.Syariah diatas segala UUD.yg dicipta-diciplak dari penjajah Belanda-Inggeris,sudah tiba masanya Indonesia berubah dan menerima AlQuran-Sunnatullah sebagai dasar negara .karna demokrasi yg berbagai kita coba untuk menjadikan Indonesia ini negeri aman-makmur dan diredhai Allah.tidak pernah menampakkan hasil.yg ada perpecahan-permusuhan-korupsi-hakim yg tidak adil dsb,
Alasan selama ini hukum Syariah Islam tidak bisa dilaksanakan di Indonesia adalah alasan sifat iblis sahaja,dgn alasan berbagai agama-suku-ras juga tidak bisa diterima akal sehat manusia abad millenium ini.
AlQuran dan Sunatyllah itu diturunkan untuk semua makhluk bukan hanya untuk manusia saja.dan dijamin bisa menjaga maruah-moral-kehidupan manusia sampai hari kiamat.
Apakah Indonesia itu perlu diajar-diingatkan seperti Tsunami Aceh atau Gempa Padang untuk mau berobah menerima Islam the way of life.
Orang2 bukan Muslim dan Agama2 yg dibenarkan hidup di Indonesia selain Islam akan menerima keberkatan-kemakmuran apabila dilaksanakn hukum Syariah,walau dgn cara berangsur-angsur.Percayalah anda wahai rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.bersatulah meletakkan Islam diatas segalanya,sebelum kita dilaknat Allah-dihanyutkan gelombang Tsunami dan Gempa bumi yg dahsyat akibat keengkaran kita taat kepada Nya.
Tidak ada yg dirugikan apabila hukum Syariah Islam dilaksanakan ,hilangkan rasa prejudis-phobia Islam yg tidak membawa faedah kepada kita rakyat Indonesia..InsyaAllah.
>>Prejudis dan Phobia Islam itu sebenarnya adalah rekayasa Zionis.karna pernah saya terbaca sebuah artikel yg mengatakan bahwa yg paling ditakutkan Zionis-Yahudi adalah “”Kapan solat subuh nya orang Islam ,ramainya seperti solat Jumaat”"..kapankah bisa terjadi dinegeri kita yg tercinta ini.solat jamaahnya ramai di masjid.apabila jamaah telah kembali cinta ke masjid itu suatu petanda rahmat dan taufikNya sudah diturunkan dinegeri tersebut.
Musibah yang terjadi di Padang dan sekitarnya baru2 ini patut kita jadikan contoh dan renungan bersama.tidak mungkin Allah sezalim itu menenggelamkan sehingga beberapa kampung kalau bukan ada suatu signal dan peringatan bagi kita di Indonesia ini.Dalam AlQuran Allah ada memberikan fakta dan firman.dimana kaum2 yg engkar dan telah lupa-lalai dalam melaksanakan kewajiban sebagai insan,akhirnya mereka dimusnahkan-ditenggelamkan ke dasar bumi.untuk peringatan-pengajaran kepada umat manusia kemudian.
Kenapa Aceh dan Padang yg dijadikan contoh oleh Allah kepada kita,kenapa bukan Manado atau Irian,secara rambang bisa kita simpulkan secara yg ada dipermukaan,Aceh adalah negeri yg dimana Islam punya kekuatan moral dgn pejuang2-Islam serta Kiyai2 yg terkenal.dimana Allah telah muak melihat perperangan-pertelingkahan yg udah terlalu lama,dgn adanya Tsunami Acheh bisa perolehi otonomi dan melaksanakan hukum Syariah.
Tentang Padang -Sumbar khususnya.dimana rakyatnya udah ramai yg lupa agamanya karna ekonominya udah begitu mewah.kemiskinan udah menurun drastik.dgn ujian Allah dgn kemewahan hidup mereka berpesta-pora hari2.minum arak itu udah ggak janggal bagi mereka,berjudi-pelacuran meningkat.dgn kesenangan materi sebahagian oarang2 padang udah jarang -kurang ke masjid untuk solat berjamaah,mereka lebih happy duduk2 bersenabg2 di kedai2 kopi dan klub2-malam,atau duduk dirumah menontin sinetron di TV-TV-yg udah puluhan banyaknya.
Suara2 pengajian Ulama-Ustaz udah bak angin lalu aja bagi mereka,masjid lengang ,jamaahnya hanya orang2 tua yg udah mau wafat besok,yg udah dijamin masuk syorga,anak2 muda sibuk dgn aktiviti mereka ,mereka hanya ke masjid pada hari jumaat saja .itupun karna malu pada ibu-bapa=tetangga,kalaulah solat jumaat itu boleh dirumah aja ,udah tentu ada alasan mereka untuk tidak ke masjid,
Sumbar itu serambi Mekkah julukannya karna ramai Ulama2-Cendekiawan dilahirkan disana .tapi bagi Allah walau ada para Sufi-Ulama yg berada dinegri yg telah melampaui batas dalam mendustakan agamaNya.Bala dan ujian tetap diturunkanNya.agar umat manusia yg lain bisa sadar dari lamunan iblis laknatullah.WallahuA’lambissawab
>>Apa yg dinyatakan dalam AlQuran ttg kehancuran sebuah negeri-negara apabila “Para peniaga-pedagang telah menipu cara berniaganya-timbangannya dan para pemimpin-pejabat sudah tidak jujur-amanah dalam tugas-jawatannya alias korupsi dsb,juga para hakim2 tidak adil dalam menjatuhkan hukum.apalgi mudah disogaok dsb..Bahkan mereka yg berbuat dosa berbangga dgn dosa2nya,apalgi wanita2nya berpakaian ibarat bertelanjang aja lagaknya dsb”"
Semua yg kita takutkan tsb memang udah ada didepan-disekeliling kita hari ini,udah jenuh mata dan hati memandang,masyarakat disekitar kita berlumba-lumba menumpuk harta yg tidak tentu halal-haramya,mereka takutkan kemiskinan,padahal kekayaan yg mereka miliki itu tidak dikeluarkan zakatnya.fakir-miskin itu bagi mereka sebagai musuh serta kehinaan,akhirnya kekayaan itu hanya digunakan buat berfoya-foya-hura-hura dan melancong ke luarnegeri
Walaupun rakyat Indonesia tidak berpaksikan kasta2 kayak di India,reality nya hidup di tanah air baik dikampung-desa .aptah lagi dikota-kota besar-kecil,adalah meniru kasta2 di India,Yang kaya apalagi sang pejabat2 harus disembah-sembah,dan yg miskin-papa kedana itu dipinggirkan bahkan dihina.
Wahai anak-bangsa ku bangkitlah dari momokan penjajah asing=dan dari bangsa sendiri,Kembalilah kepada AlQuran dan SunnahNya,walau kamu bila bicara Islam dicurigai-dipandang serong,malah dibilang Ekstrim atau kadang2 dikambinghitamkan..Ahh ini.DarulIslam dsb.biarkan ..!!Apabila Allah sudah muak dgn keengkaran kalian ,tunggulah pembalasan dan azabNya di dunia ini..Nauzubillahiminzalik..!!
Milyader Yahudi Jadi Komisaris Harian Umum Republika
13 Maret 2009 oleh admin
Akhir Juni 2008, PT. Abdi Bangsa Tbk (ABBA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Bagi setiap perusahaan, RUPS merupakan suatu keharusan untuk bisa revitalisasi perusahaan. Demikian pula yang dilakukan ABBA sebagai pemilik Harian Umum Republika yang pendirian awalnya dimotori sejumlah tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang notabene visi dan misinya lebih kurang sebagai media massa cetak harian berbentuk koran yang menyuarakan aspirasi umat Islam sebagai tuan rumah di negeri ini.
Sudah sunnatullah, setiap apa-apa yang hendak meninggikan kalimah Allah, mendakwahkan kebenaran, berjuang demi tegaknya al’haq, dan melawan kebathilan, selalu saja diintai oleh musuh-musuh Alah SWT agar bisa dihancurkan atau dimandulkan perjuangannya. Demikian pula HU Republika.
RUPS akhir Juni kemarin selain membahas pengembangan konsep e-newspaper, berita online, dan layanan berita mobile, sebagai antisipasi perkembangan teknologi informasi di abad millenium, ternyata juga menampilkan wajah-wajah baru yang duduk dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA, seperti KH. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dan mantan Pemimpin Kantor Berita Antara, Asro Kamal Rokan. Yang mengejutkan adalah masuknya CEO The Independent News Media Group (INM) Gavin O’Reilly dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA. Orang yang satu ini layak untuk dikritisi. Siapa sebenarnya Gavin O’Reilly?
Pengusaha Yahudi Kaya
Gavin O’Reilly adalah salah satu anak dari Milyader Yahudi Irlandia bernama Sir Anthony O’Reilly yang masuk dalam daftar 288 Pengusaha Yahudi Terkaya Dunia versi Jew Watch . Keluarga milyarder ini terhimpun dalam Yayasan O’Reilly yang bergerak di berbagai bidang, antara lain mendukung pengembangan Jewish Studies .
Sir Anthony O’Reilly yang merupakan pendiri INM menempatkan anaknya, Gavin O’Reilly, sebagai ‘watchdog’ di jajaran Dewan Komisaris ABBA dengan nilai saham yang dikuasainya sebesar 20%, sebuah angka yang tidak kecil. Sekilas tentang Sir Anthony O’Reilly dan Gavin O’Reilly bisa kita simak di wikipedia.
Dalam percaturan perekonomian global yang dikomandani sistem kapitalistik, sesungguhnya amat wajar siapa pun bisa menguasai atau menjadi bagian perusahaan apa pun. Sekat-sekat geografis suatu negara tidak lagi menjadi soal. Hanya saja, HU Republika yang dikenal selama ini sebagai “media massa milik umat Islam Indonesia” yang harusnya memiliki ideologi dakwah Islam dan tidak menghalalkan segala cara terkesan aneh bin janggal jika mau-maunya menerima seorang milyader Yahudi menjadi salah satu anggota dewan komisarisnya. Umat Islam Indonesia patut bertanya, “Ada apa dengan HU Republika?” (rz/eramuslim)
Kalau benar ini ,terjadi memang udah komplit penguasaan Yahudi dalam bidang media di Indonesia ,kalau sebelum ini mereka membeli saham2 media elektronik swasta melalui pembelian saham oleh Temasik Holding(S-pore).kini media cetak pula.MasyaAllah.
ringkasan yang cukup bagus. web 2.0, media yang tepat untuk mencerdaskan rakyat.
People Power memang berkesan,revolusi EDSA diFilipina 1986 telah membuktikanya sehinggakan ia sudah seakan menjadi budaya rakyatnya sampai kini.Revolusi lain seperti berakhirnys regim komunis di Eropah Timur juga menjadi saksi.Namun persoalanya adakah semua rakyat faham apakah People Power itu,agar ia tidak hanya sekadar dijadikan ‘social agent of change’,tanpa dapat menjamin ia tidak disalahgunakan olih pihak2 yang berkepentingan.People Power yang sebenarnya diFilipina adalah merujuk kepada penyatuan rakyat pada EDSA 2001,sewaktu rakyat memaksa Presiden Estrada meninggalkan Malacanang.Ketika itu rakyat Filipina keseluruhanya benar2 sudah faham akan situasi yang berlaku dalam negara yang disebabkan Presiden yang korup serta menyalakgunakan kuasa secara terang2,sehinggakan kedudukan negara jadi terancam.”With that awesome power, they rejected the leaders,who had robbed them,betrayed them,tortured and killed those who would not be enslaved”
Namun keadaan berbeda diIndo’sia.Negara masih saja aman dan Pak Presiden udah dan masih saja berusaha sedapatnya untuk memakmurkan negara.Demonstrasi dan segala macam aksi massa oleh mahasiswa,sepertinya tidak mempunyai hala-tuju yang jelas.Aksi massa hanyalah sebuah tong kosong yang berbunyi nyaring ketika ia dilakukan sebagai prestis yang membawa embel2 remeh-temeh,tanpa memahami isu apa yang dibawa saat berdemonstrasi.Suatu ketika sewaktu sedang mundar-mandir diMall Kelapa Gading,saya pernah terdengar bicara sekelompok pemuda,mungkin mahasiswa barangkali. “Universitas lain pada demo,masa kita kagak?Besok kita ikutan demo karna kita juga mahasiswa!” Kalau semua universitas negeri diIndo’sia beralasan demo karena mereka mahasiswa tanpa mengetahui pokok permasalahan dengan jelas,saya cuma bisa berharap supaya ia tidak dijadikan sekadar budaya,yang unjung2nya merugikan rakyat.Mungkin tidak mengapa kalau mereka hanya teriakan di Facebook dan Twitter,paling2 udah ongah mereka kabur
Untuk itu,tragedy Semanggi harus dijadikan ikhtibar dan tauladan
“Statement of the year” yg boleh Anda yakini kebenarannya, ngalahin statement bualan susno, kapolri, jakgung, bahkan presiden: statement yg dikeluarkan oleh yuliana ong kpd anggodo:”yang, RI1 dukung kita kok. Dukung ritonga…” Sodara2 se-tanah air, ayo galang people power dukung pernyataan yuliana ong… Yg pasti2 aja deh, cape denger orang ngeles..
Kita seringkali tidak belajar dari sejarah , bahwa kebenaran itu suatu ketika akan terbuka.Mari kita lihat apa yang akan terjadi kemudian, kita tidak bisa mengelak dari hukum “sunnatulloh ” hukum keabadian Tuhan , kalau anda masih percaya pada Alloh SWT.
Anda akan terbengong -bengong , bahwa manusia itu lemah .
Jangan lah penguasa seperti dewa yang merasa tidak pernah bersalah
Kita lihat Senin 23/11/09 besak apa komentar SBY tentang Rekomendasi Tim 8,kelihatannya sih engga akan didengar tapi kita tunggu saja. namun kalau saya jadi bang Buyung kalau sampai Rekomendasi Tim 8 dicuekin mendingan mundur aja bang dari Wantimpres. Buat apa bang Buyung kerja sama orang munafik,ragu-2,hipokrit dll.Dan people power kalau mahasiswa kita sudah bangun ditambah rakyat yang masih heroik dan media membantu masa sih SBY tahan.
Kita semua, seluruh mahasiswa, sekarang sadar dan semakin tahu betul kemahalicikan SBY, bukan keraguan aau jalan tengah, tetapi sudah merupakan kemahalicikan, dengan alasan lagi-lagi pembohongan untuk menyelamatkan bangsa. Apa hubungannya? Tidak ada.
Sebetulnya dia hanya mencari aman tetap ebrkuasa menjadi presiden hingga 2014, tanpa masalah, dan etap bisa jalan-jalan ke lar negeri dengan fasilitas kenegaraan yang nyaman. Menjadi presiden 10 tahun cukup kaya dari segi materi juga.
Juga tak perlu membela rakyat walaupun rakyatlah yang membawa dia ke kekuasaan yang kedua. SBY selalu menunjukan karakternya itu karena toh belum ada dalam sejarah Indonesia, kita mahasiswa melancarkan demo besar tanpa bantuan kekuatan asing yang berkepentingan.
Itu maka kita lagi lagi dibohongi, dikentuti. Saat kita desak copot Kapolri dan Jagung, SBY panggil keduanya agar hanya copot Susno dan membuat blunder pembohongan klasik, yakni membuat mutasi, putar sana putar sini dengan alasan klasik juga, tour of duty, hal yang bukan substantif. SBY memelihara paradigma usang. Tidak seperti pemimpin-pemimpin dunia, yang berparadigma universal, cepat dan adil dengan sistem tanpa cacat yang disiapkan cepat dengan ebrbagai UU universal, SBY justru memanfaatkan paradigma lama tersebut. Tentu tunggu akan kita protes terus hingga dia menyerah mundur. SBY tidak hanya berparadigma usang ala Suharto, yang juga merangkul cendekia-cendekia bunglon macam Daniel Sparinga, Denny Indrayana dan Andi Malrangeng, agar tidak vokal lagi maklum mereka sempat miskin kalau di luar posisi sekarang, tetapi juga mengadopsi cara-cara Suharto memutar-mutar bawahan bila ada tekanan mahasiswa atau rakyat, sisi paradigma yang harusnya sudah ditinggalkan. Tetapi Suharto lebih berguna, berani mencopot langsung.
Melihat pemimpin payah SBY, kita harus protes terus; kita sudah jauh tetringgal. Kalau di Thailand, pergantian rezim bisa lebih cepat bahkan 2 tahun saat seorang pemimpin membuat kesalahan serius, di Indonesia harusnya begitu. Bayangkan kalau 5-10 tahun baru ebrganti satu persiden dan dia payah begini, apa kata dunia! Kalau tidak kita ganti, kita orang-orang muda yang berparadigma nievrsal pastilah tidak mungkin meraih kekuasaan, karena akan selalu didominasi yang tua-tua yang sudah tertinggal, negara yang gagal, dan akan runtuh, kalau ettap dengan cara pikir mereka. Indonesia sudah sangat jauh tertinggal di segala bidang, khususnya negeri ini tidak punya state corporates berteknologi rendah apalagi tinggi yang mampu berproduksi ekspor. Negara yang hanya bisa berkomsumptif dan tidak memiliki sumber ekspor cukup pastilah hancur. SBY tidak ad pikir ke sana. SBY juga tidak punya mata hukum dan keadilan. Bagaimana bisa berpikir mengembangkan sebuah negara ke tahap begitu? Di negeri ini orang hanya tertipu denganpesona ketampanan dan gelar, doktornya (an sich), doktor macam apa? Ejabat baru polisi itu pun bergelar doktor juga, tetapi lihat bkti nanti dia bisa apa? Apa bedanya dengan SBY, yang selalu tidak berani bersikap berpihak kebenaran? SBY bahkan tidak ada wawasan kenegaraan dan pemerintahan. Nol raksasa! Apa yang bisa diharapkan dari orang macam ini tapi duduk di puncak sebuah negara. Demi reformasi sejati, demi people power, kita fokus terus satu-satu. Maju terus! Satu per satu kita tekan, kita libas oknum-oknum elite jahat ini termasuk dan khususnya SBY bila dia tidak tegas terus. Kita hajar dulu SbY supaya mundur apabila tidak segera copot kapolri dan jagung. Kita jangan kalah dengan kemahalicikan SBY.
Benar slogan mahasiswaj Indo’sia,’Tidak ada reformasi tanpa amandemen konstititusi’ Cuma fikirkan semula,kebiasaanya perubahan rezim yang menerajui kerajaan belumlah bermakna apa2 selagi sistem politik tidak mengalami perubahan. Rezim yang baru,walaupun dimasa awal memiliki idealisme yang tinggi,namun lambat laun rezim baru akan mengulang semula apa2 yang dibuat oleh rezim lama yang digantikannya.Kekuasaan itu sentiasa menggoda setiap orang yang memegangnya,dan oleh itu mereka akan selalu berusaha untuk mengekalkannya dengan cara apapun juga,sepertimana dijalankan oleh rezim terdahulu
Namun empat kali proses amandemen perlembagaan Indo’sia,hasilnya jauh daripada memuaskan.Terlalu banyak kepentingan politik bermain dalam proses pindaan perlembagaan,sehingga yang dihasilkan adalah suatu sistem pemerintahan presidensial yang potensial membuat Presiden berada dalam posisi yang lemah berhadapan dengan Dewan Rakyat karena Dewan Rakyat juga sentiasa mengawal dasar Prasiden dan pelaksanaannya.Pemilihan langsung oleh rakyat dalam memilih presiden,gabenor dan bupati telah melahirkan mekanisme politik dengan biaya tinggi dan seringkali menimbulkan ketegangan sosial dan politik di pelbagai daerah.Ini semua membuka peluang berlakunya disintegrasi sosial dan meningkatnya politik wang,rasuah dan sogokan dalam dunia politik
Upaya pemberantasan rasuah diIndo’sia memang telah mencatat banyak kemajuan, walau tentunya masih jauh dari apa yang dicitakan.Sebenarnya amandemen terhadap Undang2 Tindak Pidana Korupsi – Akta Pemberantasan Jenayah Rasuah,yang kini lebih keras dibandingkan dengan undang2 sebelumnya masih belum memadai.Indo’sia seharusnya lebih aktif dalam menyusun rancangan UN Convention Against Corruption dan berkerjasama dengan PBB,yang mana Indo’sia pernah menandatangani konvensi itu
Justru itu,mahasiswa harus berhati2,disamping sisi positif pemberantasan rasuah dan check and balance terhadap pemerintah,upaya ini bisa membawa implikasi negatif pula,yakni ada semacam kekhawatiran para pejabat pemerintah dalam mengambil keputusan,yang berakibat terganggunya percepatan pembangunan ekonomi dan perkhidmatan awam.Sisi negatif yang lain,isu rasuah tidak jarang pula dijadikan sebagai isu politik untuk menyerang lawan2 politik yang potensial membunuh kepribadian seseorang,yang memungkinkan negara mengalami kerugian
Sejarah politik M’sia setelah kemerdekaan,menunjukkan bahwa sistem parlementer M’sia mampu menciptakan pemerintahan yang stabil,sepanjang kekuatan2 politik berhasil membangun koalisi yang padu.Adanya kepemimpinan yang kuat,yang memiliki visi jauh kedepan dan berani mengambil keputusan,walau menentang arus,dalam maupun luar negeri,memang sangat diperlukan untuk memajukan negara.Sebuah negara tidak akan pernah maju kalau pemimpinnya bersikap ragu2 dan mudah menyerah kepada tekanan dari pihak asing.Usah sampai jadi,menang sorak kampong tergadai
wajah kita sebagai bangsa yang katanya indonesia itu mana? kita akan kehilangan jati diri jika pemimpin banci yang berkedok kesantunan tetap memimpin bangsa ini sampai 2014…mau jadi apa kita…..ayo rakyat , jangan mau diremehkan dengan pilihan anda yang 60% kemarin……yang hasilnya ..adalah BANCI SEJATI
PEOPLE POWER sekarang merupakan suatu ide yang harus diwujudkan melalui sinergi antara intelektual sejati yang tidak banci dan massa rakyat yang benar2 kecewa dengan masalah kepemimpinan sekarang yang jelas2 banyak omong, mencla-mencle dan rada goblok gilaplus BANCI SEJATI
we must say…SBY..its ENOUGH …..
Pemimpin indonesia sekarang ini adalah para banci yang bertopeng kesantunan dan segala omong kosongnya. munafik dan sungguh menyakitkan….mari kita semua satukan langkah dan rapatkan barisan…hancurkan para kawanan banci yang mengangkangi hati nurani
wah……semua masalah bangsa bikin tambah pusing…..
Numpang lalu,saya ingin berkongsi sedikit pandangan dalam kapasiti internasional Nampaknya People Power mahu ditimbulkan diIndo’sia,hanya karena golongan muda kecewa lantaran masalah kepimpinan,yg dianggap banyak omong kosong dan banci sejati.Yes,setiap negara mempunyai asset berharga yaitu golongan muda terutama mahasiswa sebagai pemimpin pelapis masa depan.Perlu diketahui juga,bahawa setiap pemimpin ada wawasan serta style kepimpinan mereka sendiri,mengikut era serta permasalahan semasa yang dihadapi olih sesabuah negara.Sememangnyalah warganegara tidak seharusnya membenarkan pemimpin pakai kepentingan Nasional untuk membenarkan kepentingan pribadi mereka,namun asal saja kepimpinan masih ‘on track’,rasanya tidak banyak yang perlu dirisaukan dan seharusnya warga perlu ikhlas menanyakan,apa kita sudah melihat permasalahan kepimpinan saat ini sudah bergeser dan bukan lagi prioritas untuk memajukan bangsa Indo’sia seperti seharusnya?
Jadi generasi muda tidak seharusnya terlalu terpengaruh pada perkembangan globalisasi sehingga menyebabkan kelunturan nasionalisme,lalu melaungkan People Power hanya sebagai ‘take it for granted’ saja,disebabkan begitu banyaknya pengaruh dari luar.Sehingga kini,kelihatannya belum ada lagi usaha mahasiswa memperkuat persatuan lewat nasionalisme,padahal seharusnya konsep ini dijadikan ‘way of life’,bukan hanya sekadar slogan,tetapi harus terjadi dalam implementasinya.Persoalan lain,apakah kita merasakan perlu peninjauan kembali nasionalisme yang lama yang mungkin dirasakan sudah usang,lantaran kita berfikir pemimpin2 tua ini sudah tertinggal terkebelakang karena perkembangan dunia?Sebenarnya peninjauan kembali terhadap definisi kepimpinan dan nasionalisme itu terletak pada pendalaman terhadap perkembangan semasa dalam konteks globalisasi dan impaknya pada negara.
Jadi persoalannya sekarang,apakah gelombang demokratisasi yang melanda kalangan muda seantero nusantara ini merupakan cerminan nasionalisme baru,karena demokratisasi dikalangan anak muda hanya kelihatan seperti sekadar membenci orang yang tidak sefaham dengan mereka sahaja..Seharusnya mereka tidak boleh merusak agenda kepimpinan negara,namun beda dengan perkembangan sekarang yang sudah anarki.Merusak tanpa melihat kepentingan menyeluruh.Mahasiswa kelihatanya cuma berani dan terbuka secara negatif,hanya berteriak untuk kepentingan kelompoknya sahaja,bukan untuk kepentingan umum,dan ini tidak ada gunanya.Generasi muda yang kritis harus mengoreksi pemerintah,bukan untuk mengulingkan dan berharap pada penganti yang belum pasti kebolihannya.Pemerintah memang tidak seharusnya disalahkan secara total,karena mereka sedang berusaha mencari jalan keluar bagi kesejahteraan negara.Selama tak melanggar hukum apa salahnya mereka diberi peluang,dan warga cuma perlu melakukan check and balance.
Globalisasi sebenarnya telah membuat nilai2 bangsa semakin luntur,dan ini berlaku dimana2,termasuk dinegara maju.Budaya korupsi,hilangnya budaya malu seharusnya dapat dijadikan contoh tauladan olih generasi muda sekarang.Sepanjang ini nampaknya dasar negara sudah cukup kuat,tapi lunturnya nilai itu karena pembangunan negara cuma lebih difokus pada sektor ekonomi sahaja,tanpa memikirkan keseimbangan disektor2 lain.Ini sangat penting untuk dipertimbangkan,karena nasionalisme dalam globalisasi jangan berupa nasionalisme sempit,tidak mahu meneladani dunia luar.Mahasiswa sepertinya hanya terpaku untuk mengfokus pada masalah ekonomi dan kepentingan kelompok sehingga menafsirkan sendiri makna globalisasi,tetapi tidak dalam rangka nasionalisme.Contoh kepentingan nasional,seperti bagaimana mahu menghasilkan mobil murah yang dibuat didalan negara,yang mampu menjadi hasil negara,disamping mampu juga memberi pekerjaan pada wargnanegara,agar TKI yang berlambak diM`sia pun bias kembali berkhidmat didalam negara.Jadi,jangan memakai kepentingan nasional untuk membenarkan kepentingan pribadi dibalik itu,seperti hanya menuduh kepimpinan sekarang banci sejati.Kalau mahu berlaku adil,kenapa tidak memberi kesempatan kepada pemimpin yang ada dengan membantu memberi jalan keluar,bukan hanya mengkritik dan berusaha menjatuhkan pemimpin yang sudah terbukti pernah membawa atau sudah pernah memulakan langkah2 kearah kemajuan.Ketahuilah,perbuatan membocorkan kapal amat bahaya,bukan saja nakhoda yang akan mati lemas,sebaliknya semua saisi kapal yang bernama Indo`sia.
People power yes, terus dan mari kita kembangkan, pemerintahan yg didukung group nya di dPR sudah sangat jelas membela kepentingannya, sekarang di butuhkan pahlawan2 kecil yg bisa menunjukan bukti2 ketidak adilan/ kebatilan/ kejahatan ..dll yg ada selama ini sudah dihembuskan para pencari keadilan, “tetap semangat untuk kebaikan bersama Indonesia kita, bukan indonesianya mereka2 saja”
regards,
HAN
jobkapalpesiar.wordpress.com
Hanya Fitnah & Cari Sensasi? Macam mana opini awak dengan buku baru yang mencuba melawan kebenaran George Aditjondro tu?
Buku Setiardi pengarang tak sohor tu pasti memalukan, kerana mencari-cari perkara bagi melawan kebenaran mutlak bukunyo George, Membongkar Cikeas Octopus. George yalah peneliti kaliber dunia.
A m i e n R a i s turut berkomen dalam buku Setiardi? Rupanya, semasa-masa, Tun Amien selalu tersesat, terutama selepas dan sejak bertemu presiden di Cengkareng airport di saat berlaku kontrovesi wang ilegal pula dari kementerian laut jauh sebelum undi 2009. Banyak bertanya-tanya masa tu ada apa dengan Amien mahu berdamai dengan presiden tu. Sekarang, Amien tersesat lagi setelah dalam pelukan hangat presiden bersama Tun Hatarajasa, Amien mahu sahaja berkomen di buku burok Setiardi. Macam ni dimanakah moraliti Amien?
Apabila macam ni terus-terusan, George musti lebih berani lagi, maju terus, dengan tekat kuatnya bagi memasukkan kebenaran-kebenaran baru daripada buku barunya nanti. George tak perlu tunduk bagi merevisi, kecuali justeru bagi memperlihatkan bergudang-gudang kebenaran baru lebih banyak lagi, lebih menerjang lagi, sehingga presiden tu mundur ataupun dijatuhkan.
Tengoklah, menteri keuangan Sri Mulyani, lagi-lagi mencuba-cuba bagi mengelak dan menyembunyikan kesalahan dia orang turut membuat bagi membailout Bank Century. Melihat dusta mudah sangat, tengoklah gerakan mata, mulut dan tubuhnya, berdansa dusta.
Kita semua tahu, awak tahu, kami budak-budak mahasiswa seMalaysia pun tahu, bahawa jelas inti persoalan tu yalah bahawa terdapat wang 6,7 trilyun, bahkan jauh lebih besar lagi, yang diterbitkan berdasar keputusan kebijakan yang direka-reka diada-adakan. Berkatalah Anwar Nasution: “Yalah tak masuk diakal kepada saya mengapa sebuah bank kecil… membutuhkan bailout dengan wang daripada publik yang besar sangat.” Lagipun dah berkata eks wapres Jusuf bahawa jelas itu “Perampokan.”
Tapi budak-budak penyokong kerajaan sengaja dan berniat membelokkan perkara membantah kebenaran daripada buku George dengan berkata George hanya memakai data sekunder, methodologi tidak tepat dan sebagainya dan sebagainya macam-macam. Itu jelas berniat busuk untuk membelokkan daripada makna penting terobosan besar daripada buku George yang mencerahkan. Inti persoalan terang sangat: dana besar sangat yang diterbitkan, masa itu di bawah Boediono, berdasar keputusan kebijakan yang sengaja diciptakan, bertujuan supaya Rp 6,7 triyun boleh cair. Ini kejahatan terhadap keadilan dan rakyat, membohongi publik dengan menyalahgunakan peraturan, undang-undang dan hukum. Kemana rinci-rinci daripada perginya 50 prosen lebih daripada wang tu pun haruslah dibongkar. Wang terbit di saat menuju undi 2009. Bank baru tu pun boleh kolaps lagi, kerana walaupun bunga dibuat menarik sangat, tetapi terlalu tinggi sangat, sementara wang yang disalurkan ke syarikat-syarikat dan individu pasti nak macet lagi, kerana Indonesia dibawah presiden saat ini tak mampu pulih kecuali dalam angka-angka palsu rekaan badan statistik negara yang lagi-lagi dipidatokan dia presiden. Pengkhabaran berkata bahawa Bank Century dibailout bagaimanapun kerana terdapat wang besar daripada yayasan daripada bank sentral dan beberapa badan usaha negara yang dikeranjangkan disana, berharap perolehi untung bunga besar sangat dan itulah antara lain yang memicu penyelamatan bank tersebut, sementara upaya tersebut dibuat tepat menuju undi 2009, dan Boediono dan Sri Mulyani selalu berdalih bank itu nak mengancam seluruh sistem kewangan tu.
Tetapi George dah membuka boks pandora ni. Awak semuanya musti membela George. Dia orang yalah pahlawan, bukan hanya Gus Dur. Tetapi penyokong-penyokong kerajaan SBY, termasuk sang cebol Deni Indrayana yang rupanya cebol otak, selalu dan lagi-lagi berkata buku George hanya membuka data sekunder dan sebagainya dan sebagainya. Ah, abang cebol….
Data sekunder, ataupun tersier sekalipun, persaoalan tak, selama benar wujut. George nyata-nyata menunjukkan realiti ataupun kebenaran mutlak tu. Lagipun pengkhabaran berkata wang berjumlah besar sangat tu berguna sangat bagi membuat ribuan anak melarat pemiskinan sistemik rezim Indon negeri tu boleh bersekolah. Pencairan dana tu tepat menuju undi 2009. Di saat menang, eks governor bank sentral Boediono langsung ditunjuk sebagai wakil presiden, dan Sri Mulyani dipertahan. Penyokong-penyokong daripada presiden, seperti sang cebol Indrayana, hanya mencari-cari dalih saat ditanya perkara buku George. Dia orang lagi-lagi dan selalu berkata bahawa buku George memakai data sekunder dan tidak mempunyai kemaluan diantaranya berani nekat meminta George merevisi bukunya. Boleh tapi George nak merevisi dengan bukti-bukti baru lebih dahsyat lagi.
George satu peneliti ulung kaliber Barat, dia orang menggunakan paradigma Barat. George selalu cerdas membuat kesimpulan, macam banyak peneliti berparadigma Barat yang lain. Paradigma, cara berpikir keilmuan Barat, belum tertandingi semasa-masa di dunia ni. Beruntunglah awak kerana masih ada George yang mahu meneliti perkara-perkara delikeit, perkara-perkara yang memerangkapi Indonesia, termasuk proses perolehi kekuasaan daripada undi 2009 lepas yang diperolehi dengan kecurangan yang rapi. Indonesia perlu 10 George baru terbongkarlah mafia kecurangan kekuasaan. Undi 2004 pun hasil rekayasa pemenangan. Kalau ada 10 George dan kalau ada masing-masing 10 Sri Bintang, 10 dakter Hariman, 10 Kwik Gie, dan awak diam sahaja? George dah tunjukkan awal kebenaran mutlak tu bagi membuats ebuah gerakan, apapun, atas nama the people power ataupun yang lain, semua terserah awak semuanya, sebelum 10 tahun memperkaya pejabat dan presiden semata. Apabila presiden tu selalu pandai membuat pelbagai perkara “atas nama” untuk membelok-belokkan, macam mana awak tak mampu membuat satu perkara yang dashyat “atas nama” rakyat?
Tengoklah, aakah presiden tu membawa negeri anda siap dengan persetujuan-persetujuan ASEAN plus China Tiongkok di masa g l o b a l i s a s i ni? Berkonsep macam Soeharto ataupun Soekarno, presiden tu pun tak. Lama sedari menang undi 2009, lima tahun dah lepas tanpa makna, sekarang masuk masa jabatan kedua presiden tu sibuk bicara terus-terusan, pekerjaannya hanya membantah, tong kosong ynaring bunyi, hanya bagi menjaga imej. Sekarang tiga, empat, lima bulan berlalu diisi sangkalan-sangkalan bagi menjaga imej dan dia orang mula beramal membangun tak. Banyak peristiwa dah dia sebagai presiden bukan bagi membangun, tetapi semata rubbish belaka dan dia orang suka membelokkan pelbagai perkara penting yang tidak dia amalkan, dengan pidato terus-terusan, supaya awak semuanya turut sibuk mendengarkan dan menonton dia sahaja, sehingga nanti awak baru menyedari 10 tahun (2004-2014) berlalu tanpa dia orang membangun negeri awak. Dia membawa awak dengan pidato-pidato omong kosong semata, dia orang tidak bekerja tetapi terus-terusan mengaku “bekerja 24 jam.”
Tengoklah, b a r a n g a n C h i n a T i o n g k o k dah membanjir bebas lepas ke negeri awak, presiden awak membuat kebijakan berkonsep kenegaraan yang baik macam yang diperjoangkan Soekarno pun tak. Tengoklah negeri kami, pelancongan kami maju sangat, pantai-pantai kami bersih, daratan-daratan kami bersih rapi, nyaman dan aman, majoriti rakyat berpenghasilan cukop, tidak ada berjualan sebarang, tidak ada berjualan di bus-bus umum, pemimpin kami menyusun kebijakan-kebijakan kenegaraan yang baik, ramah buruh dan pendidikan. Macam tu ada di otak pejabat=pejabat dengan pemimpin yang peragu dan lemah? Tak lah. Lagipun, macam mana eks tentera menjadi presiden pembangunan? Kecuali Soeharto. Macam mana eks tentera yang peragu dan penakut macam presiden saat ini yang tidak berbiasa berlatih berpikir berkemampuan membangun negara? Mana mungkin pintar dan muncul konsep dan pelaksanaan kebijakan bernegara yang baik? Jangankan berkemampuan macam pemimpin dan pejabat-pejabat Tiongkok dan melayani rakyatnya dan menghukum mati mereka yang benar-benar korupsi? Mengapa tak awak makzulkan presiden tu dan segera pilih atau tunjuk presiden baru: presiden sipil yang eks bisnesman ataupun eks tentara yang berjiwa dan eksekutif bisnesman. Tak pahamkah awak dengan pesan baik kami ni?
Presiden tu selama ni masih terselamatkan dari banyak peristiwa pembelokan oleh alam maupun pembelokan-pembelokan yang dia rekayasa. Mulai dari kejadian bencana Aceh sehingga perkara-perkara pembelokan hasil rekayasa macam memusnahi anak bangsa sendiri tidak berdosa “atas nama” teroris (Kontras dan NGO yang lain musti ungkap itu semua) dan yang lain yang sengaja dibuat agar orang tidak terus-terusan mengkritisi dia orang. Tetapi macam menengok situasi makin teruk saat ini dapatkah presiden tu boleh terselamatkan? Di saat semua rakyat merata berkesukaran ekonomi? Presiden tu, sedar ataupun pura-pura tak tahu, telah semakin menestapa rakyatnya. Bukti nyata sangat. Banyak yang dah mati kerana bunuh diri kerana utamanya berkesulitan ekonomi. Kali ini, di pertengahan jabatan kedua ni, mungkin tak lagi terselamatkan. Rakyat akan marah sangat. Mereka akan mengamuk dahsyat sangat. Pembelokan yang nak tangan-tangan presiden tu buat tidak akan mampu membendung gerakan massa. Tetapi ni pun masih tergantung pemantik dan awak terutama kelompok-kelompok lawan yang berkepentingan. Sejarah membuktikan bahawa rakyat tu sukar dihasut tanpa terlebih dulu ada rekayasa demo maupun rekayasa kerusuhan masif yang berlaku. Tanpa perkara yang satu ni dia orang masih terselamatkan sehingga 2014. Semoga tak. Kerana kami pun turut bersedih melihat nasib menderita berpanjang-panjang terus-terusan rakyat negeri jiran tu. Kasihan rakyat tu. [Opini lain sila dimajukan ke saya: zaenabbintiibrahim@msckl.my].
kabinet sby sekarang ini gamblang lihat saja bagaimana rakyat menderita semakin menjadi. Inflasi didaerah sangat tinggi, mahalnya harga kebutuhan pokok, serta mahalnya harga minyak tanah hingga 8.000 rupiah hal ini mewacanakan adanya gerakan tidak senang terhadap pemerintahan sekarang ini sehingga membuat rakyat jenuh.
buku Goerge tidak mencerminkan dirinya seorang penulis,dosen, peneliti seta seorang Prof. karena ia tidak menampilkan sumber-sumber yang akurat dan tidak jelas masih jalur abu-abu. Sekali lagi tidak jelas
nampaknya para pejabat dan anggota dewan kita harus benar-benar menguasai dunia Internet.minimal bisa counter via media yg sama apabila yg dituduhkan tidak benar.Jgn anggap remeh fb dan sebangsanya.
Dia SBY memang benar-benar kebo, landak kali?
Metty Ling Ling
Ni men, Ni hao?
SBY harusnya dan harus sudah selesai. Tetapi persoalannya kenapa Gerindra menjadi banci? Ayoo semua anggota DPR adri fraksi PKS, Golkar, Hanura, jangan ikut banci. Tinggal beberapa langkah lagi. Jangan sampai gagal. Kalau gagal rakyat akan mendemo gedung DPR besar-besaran.
Lihat, SBY hanya mengulur waktu. Anda senior-senior kami, ingat, selamatkan rakyat yang sebentar lagi akan mengamuk bersama kami. Apa tidak melihat dia lebih jahat dari Suharto, lebih parah dari Suharto. Kalau Suharto membangun, karena dipercaya, SBY mengisap darah rakyat sendiri, membunuhi rakyat, membiarkan mereka kelaparan, melaparkan anak-anak kecil mereja, karena mereka sudah banyak yang di PHK. Kini tidak ada investor pabrik-pabrik yang mau bekerjasama dengan orangtua kami. Mereka tidak mau datang ke negeri sial ini, karena SBY tidak mampu memberantas premanisme oknum-oknum kodim dan polisi yang selalu datang minta atas nama uang keamanan ke pabrik-pabrik kita orang punya. Kini hanay ada investor bursa saham dan obligasi mencari keuntungan instan.
SBY tidak ada gunanya. Karena dia orang hanya pintar membuat isyu atau mebelokkan isyu supaya 5 tahun ke depan berlalu tanpa membangun untuk rakyat banyak. Lihatlah sampai hari ini di kota-kota besar nak pribumi terkutuk ini tidak ada jaringan monorel, tak ada jaringan KRL apalagi tepat waktu. Tak ada yang tepat waktu, nyaman dan aman di negeri yang dipimpin kebo. Bus-bus kota seperti Mayasari AC sekalipun berjalan seperti bekecot atau kebo. Kemana Indonesian dibawa SBY? Amitaba.
Dia kebo? Bukan. Dia tepat kita orang bilang sebagai kancil. SBY pandai berwacana untuk ulur waktu. Andi Arief, juga Deny Indrayana, dibayar uang rakyat, tetapi membela SBY, sebuah rezim yang tidak berbeda dengan Suharto, yang baik, yang dulu dia orang tentang, mealui PRD dia Andi Arief bersama Budiman Sutjatmiko punya.
Parah lagi, Andi Arief mau saja diminta SBY lobi ke mereka orang-orang DPR supaya membatalkan langkah keadilan terkait bank century.
Sesungguhnya, Budiono dan Sri Mulyani harus sudah dipecat oleh SBY kalau SBY bukan kebo. Atau rupanya SBY lebih suka dipermakzulkan Licik sekali. SBY lebih jahat dari Suharto. SBY dan menteri-menterinya boros uang rakyat. Uang itu dihambur-hamburkan untuk hal-hal tidak penting. Tak perlu kami orang Tionghoa diberi ucapan selamat hari raya dengan iklan-iklan uang rakyat itu. Lebih baik untuk memebri makan mereka orang rakyat kecil pribumi.
Kebo pun rajin pasang iklan bermaksud udang investor pabrik dan infrastruktur mau datang. Tapi mana mau mereka invesor itu datang selama Indonesia diipimpin Kebo?
Keinginan dia SBY orang hanya sebatas wacana, namanya juga kebo. Dia tidak bergerak langsung membangun konkrit seperti Suharto, meskipun dia orang ngutang juga. Bangsa-bangsa lain seperti negara-negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, apalagi Singapura dan Malaysia punya semua prasarana angkutan masal berguna untuk semua termasuk khususnya rakyat kecil. Semuanya tepat waktu, nyaman, aman, sudah puluhan tahun lamanya. Indonesia tidak mulai. Betul kata ito Dea. Vietnam kini membangun luarbiasa. Jalan-jalanya bersih dan bertrotoar lempeng luas, bisa untuk bersepeda anak dan orangtua dan nikmat untuk pejalan kaki, mereka tidak khawatir disenggol mobil. Kemana Indonesia? Kemana? Dengan dipimpin kebo, yang tidak berwawasan?
Saatnya SBY harus dimakzulkan. Kami mahasiswa melihat itu penting. Lengserkan segera! Adili si congkak gendut ini. Masukkan ke penjara.
Juga mereka orang, Budiono dan Sri Mulyani, jelas sudah salah, tinggal dimasukkan ke bui, jadi tak harus melalui proses pengadilan. Pengambilan keputusan nalangi bank century, yang jelas-jelas tidak perform lama itu, sudah salah besar. Sebelum ditemukan uang 6.7 triliun itu kemana, proses pengambilan keputusan itu sudah salah.
Mereka orang terbukti sudah melanggar pasal-pasal UU tentang Tindak Pidana Korupsi. Baca baik-bauk UU itu, monyet.
Maka tidak bisa lari dari sana. Orang-orang pendukung berat SBY yang menyusun strategi itu dan dana itu untuk membiayai kampanye pemenangan SBY termasuk BLT dan macam-macam keperluan yang membujuk rakyat, mulai dari RT dan RW.
Hai abngun! Hai bangun semua kekuatan-kekuatan lawan dan “oposisi” terhadap SBY dan PD. Kalian banci-banci dan kebo juga. Kalian musti mendanai demo masif gabungan mahasiswa-rakyat dan berekmpunya kalian orang hati nurani. Hai kaum intelektual negeri ini, bersatu, bahwa tidak layak SBY dipertahankan lagi.
Menjadi apa negeri ini kalai dipimpin kebo yang hanya membuat nikmat segolongan orang pribumi? Kami orang mahasiswa Tionghoa tidak perlu kebo.
Kebo arti tidak ada wawasan. Kebo tidak akan membangun negeri untuk kepentingan rakyat banyak.
Kebo itu hanya mengulur waktu, dan berdoa syurkur-syukur bisa selamat, itulah perasaan dia sekarang.
Kebo itu sedang berenang di sungai kebodohan lawan-lawan partai, seraya menikmati ombak pengelabuhan-pengelabuhan, pembelokan-pembelokan, yang dibuatnya, di saat pers bodoh negeri ini mudah terbelokkan dengan meliput besar-ebsar bencana yang diciptakan orang-orang SBY juga.
Indonesia hanya akan bangkit dan membangun untuk kepentingan rakyat semua, kalau dipimpin bukan kebo tetapi oleh seorang pemimpin, yang benar-benar. Seorang yang bertindakan untuk kepentingan rakyat banyak, bukan untuk kepentingan pribadi lagi.
Ayooo, kalian orang Golkar, PKS, PDIP serisulah menerjang terjang, jangan takut memakzulkan SBY, kami mahasiswa dan semua rakyat di belakang anda semua. Waktunya membela rakyat semuanya, turunkan kekuatan penekan, gerakkan di lapangan dan internet !
Kaca sangat jelas. Mengapa Budiono tanpa ada angin ada hujan bisa sengaja dipilih SBY menjadi wapres, jelas menunjukkan nyata bahwa ada sesuatu yaitu bahwa Budiono khususnya diangap berhasil mencairkan uang 6,7 triliun dari BI untuk pemenangan SBY atas nama bailout bank Century. Karena berhasil maka Budiono diberi posisi wapres. Sederhana sebenarnya. Selamatkan rakyat dari gerakan menghancurkan People Power dengan memakzulkan SBY yang tidak banyak risiko, daripada People Power. Ingat, dulu ketika memakzulkan Gus Dur meskipun berkekuatan ormas masif NU/PKB pun mudah dan tidak berisiko. Memaksa SBY mundur pun sama. Lebih kacau bila terjadi People Power, yang pasti akan terjadi, bila SBY, Budiono dan Sri Mulyani tidak mundur. Itu pasti. Rakyat banyak di kota dan desa sudah tidak bisa makan, banyak yang sudah bunuh diri, pasangan-pasangan muda meninggalkan anak-anak kecil mereka karena mereka tidak bisa bekerja lagi di pabrik-pabrik mereka, mereka di-PHK. Semua karena presiden kebo yang tidak mampu membujuk investor-investor pabrik. Oaala nunggu apalagi?
Jangan takut kalian orang. Sebetulnya, kita orang tahu, Iskandar Muhaimin bukan panutan kami, dia hanya anak kecil, si brutus, orang yang dibeli orang-orang SBY. Tokoh panutan kawan-kawan kami orang-orang NU hanya Gus Dur. Jangan takut dengan Hatarajasa, si kepala uban total, itu pun pengkhianat massa PAN, dia hanya orang yang menggadaikan diri kepada SBY. Kawan-kawan kami dari Muhamamdiyah hanya mengikuti Amien dan Din Syamsuddin, yang mereka harapkan sadar kembali membela kebenaran dan hati nurani rakyat, untuk kembali membawa Indonesia ke jalan reformasi dan demokrasi sejati, bukan demokrasi bohongan yang tidak menuju pada pemakmuran rakyat banyak, dengan jalan benar sebagaimana jalan UUD 1945 dan Pancasila murni dan konsekuen. Demokrasi tidak selalu baik apalagi kalau dijalankan tokoh-tokoh yang tidak paham kelemahan demokrasi. Demokrasi hanya cocok untuk dan di Amerika. Amerika sendiri dalam menjalankan kebijakan ke bansga-bangsa lain pun berstandar ganda. Kenapa musti masih ditiru. Tirulah China, Rusia, yang berdemokrasi terpimpin, berorientasi ke kemakmuran dan pemakmuran rakyat semua, tanpa kecuali. Walaupun mereka dalam dominasi satu kekuatan partai, partai komunis, tetapi mereka menjadi sangat luarbiasa setelah diam-diam membangun dengan ekonomi kapitalistis terpusatkan. Siapa bilang Korut adalah negara komunis, itu hanya kata suara Barat. Korea Utara adalah sebuah negara yang sangat mementingkan nasioanlistis untuk semua rakyatnya. Angkutan masal KRL mereka sangat bagus, jauh lebih bagus dari Indonesia tentu. Malulah SBY. Kita semua tahu agama di Indonesia hanya dijadikan alat oleh SBY untuk menidurkan rakyat. Agama tentu sangat penting bagi kita tetapi kalau sudah dijadikan alat agar akyat diam dan tidak emnuntut hak-hak kosntitusinya yang selama ini didustai, akan berujung pada People Power. InsyaAllah.
Bagi kami, Andi Arief, justru yang mengabdi pada rezim yang maling etriak maling. Sudah jelas uang itu untuk BLT dan untuk membiayai pemenangan PD dan SBY, dan itu sebab Budiono diposisikan sebagai wapres. Mudah melihatnya.
Ini tidak tercermin dalam SBY. Jangan lupa, kalian orang, hanya dengan pemimpin yang jelas. Kami sebenarnya telah sindir dalam perayaan hari raya kami Tionghoa yang dihairi SBY bahwa rakyat, juga kami orang, tidak buta, melihat hal-hal yang tdiak dilekukan si kebo; dia tidak membangun untuk rakyat semua. Tapi lucu ya dia orang malah berpidato bicara kesana-kemari, dan sensi dengan menyindir bahwa yang kalah harus menerima. Waktu itu kami pikir, dia memang benar-benar kebo, landak kali. Xie xie ****
Kalau di negeri tetangga Thailand, presiden seperti ini sudah habis oleh rakyat, sebab tidak membela wong cilik. Tapi di lain fihak, Thaksin yang pro wong cilik itu dijatuhkan oleh militer Thailand, mirip seperti di negeri kita ini. Sekarang ini yang berkuasa di kita adalah siapa? Mega dan Gus Dur yang sipil selesai. Jadi sebenarnya siapa yang berkuasa, tidak langsung dan langsung, di negeri ini? Kita semua tahu. Inikah demokrasi? Demokrasi yang mana? Bodoh kamu dan mau dibodohi! Demokrasi hanya ada kalau dipimpin orang sipil tulen, bukan sipil dari militer tahu, monyong. Pertanyaan Dea, apakah SBY bisa jatuh? Gampang sekali. Masalahnya jelas, Budiono ambil kebijakan salah, jadi tidak perlu menghusut kemana uang 6,7 trilyun, tetap SBY melalui Budiono mudah dilengserkan. DPR dan MPR sebagai wakii rakyat saatnya membela rakyat dan membuktikan kepada rakyat mereka wakil rakyat dan membela rakyat, sebelum dihabisi rakyat satu-satu. Kalau tidak salah mereka sudah emngantongi data pejabat-pejabat rezim SBY dan anggota PD yang membela SBY.
Kuasa People Power 2.0 memang hebat.Era dimana individu mampu menyuarakan pendapat mereka tanpa perlu menzahirkan diri.Karena itu orang berani menyuarakan pendapatnya dengan lantang,tanpa sedikit pun kekhuatiran atau rasa bersalah,apalagi rasa berdosa.Mungkin sesetengah beranggapan ia merupakan medium untuk mencerdaskan rakyat,sekali-gus menunjukan betapa demokrasinya mereka.Maka lahirlah tulisan2 yang pelbagai,yang hanya Tuhan saja yang tahu niat dan tujuannya.Ada yang berbentuk luahan hati secara sopan,ada juga teriakan2 kekecewaan dan kepedihan malah tidak kurang yang lebih pada menghasut,umpama membaling batu sembunyi tangan.
Ah,peduli apa siapa mereka,bukankah cendiakiawan pernah berkata,”jangan dilihat siapa yang mengungkapkannya,tetapi lihatlah apa yang diungkapkannya.”Aduhai,betapa indahnya ungkapan ini,penuh semangat dan bermotivasi.Tetapi sebenarnya ungkapan ini lebih tepat ditujukan terhadap penulisan2 yang membina semangat positif,terkecuali terhadap idea2 kontroversi tanpa bukti2 sahih,yang cuma andaian2 yang bukan berupa fakta.Bukankan perlu juga kita mengenali siapa yang meluahkan sesuatu perkara itu,agar sekurang2nya kita dapat mempertimbangkan `kesucian` perkara2 yang dilontarkan itu,dan juga keikhlasan orang yang mengungkapkannya,atau saja ada `udang disebalek mee`,ibarat istilah orang jaman sekarang.
Sebenarnya People Power 2.0 hanya sabuah peralatan (tools) bagi menyampaikan sebuah hajat,positif atau negatifnya bergantung pada tempat dan terhadap apa ia dipergunakan.DiIndo`sia tahun 2009 merupakan tahun People Power 2.0,dimana informasi dan berita sudah sangat sedikit dipengaruhi oleh campur tangan pemerintah.Ia dipelopori dan dipengaruhi oleh pergerakan mahasiswa,dengan panji Reformasi 1998 masih berterusan,kelihatan agak berpengaruh.dengan cogan-kata reformasi dan demokrasi sejati,yang memperjuangkan hak kebebasan sebagai manusia,yang selama ini didakwa direnggut oleh pemerintah.Kesannya dapat kita lihat dalam kasus Prita Mulyasari dan kasus Bibit-Chandra.Ramai para pengguna internet merasa marah dengan apa yang terjadi pada mereka,sehingga para netter ini bersepakat,menggalang dukungan serta material dengan hadirnya idea koin keadilan bagi Prita serta sokongan padu yang mencurah2 terhadap Bibit-Chandra.
Namun,jika diperhalusi secara rasional,gerakan ini tidak banyak dapat membangunkan atau memajukan Indo`sia,apa lagi untuk bersaing dengan negara yang udah jauh kehadapan.Ini kerana medium ini hanya digunakan dengan satu matlamat,cuma untuk menjatuhkan pemerintah yang ada sekarang,yakni SBY. Berbagai kelemahan dan keburukan SBY dizahirkan seolah2 dia tidak pernah lansung membawa kebaikkan pada Indo`sia.Persoalannya siapa yang benar2 layak membangunkan Indo`sia?Agenda people power 2.0 inilah jawapannya,yaitu tangan ghaib yang mempunyai agenda mereka sendiri,yang menggunakan mahasiswa yang masih rebung ini,demi mencapai impian dan melampiaskan dendam kesumat terhadap kekalahan kepada pemerintah sekarang dalam Pilpres yang lalu.
Kerja membangunkan dan memakmurkan negara bukanlah bolih dibuat dalam satu malam,atau olih kuasa mutlak seorang pemimpin.Apa yang dapat dilakukan olih SBY sekiranya dia tidak disokong olih rakyatnya sendiri dalam menjalankan agenda yang dirancang.Pengalaman dan sejarah menunjukan bahawa pemimpin yang dapat memerintah negara dalam penggal yang panjang,lebih mampu berjaya membangun negaranya berbanding negara yang kerap bertukar pemerintah.Dr.M saja memerlukan 22 tahun untuk membawa M`sia ketahap sekarang.Lee Kuan Yew juga begitu,lebih separuh usianya dihabiskan bergelumang memperjuangkan survival Singapura,dan siapa sangka Singapura bisa semaju sekarang.Cuma Lee Kuan beruntung karena dia sentiasa mendapat sokongan yang padu sejak sedari awal perjuangannya,terutama dari taikun2 business yang pada awalnya juga masih terumbang-ambing,sama seperti yang dialami ahli2 korporat Indo`sia sekarang.
Sebenarnya dunia mahasiswa adalah amat jauh berbeza dengan lapangan sebenar diluar sana.Memerintah atau memimpin sesama mahasiswa tidak sama memerintah atau memimpin sabuah Syarikat perniagaan,apa lagi memimpin sabuah negara.Ketahui lah anak2 dan adik2 dimenara gading sana,kami diluar sini juga pernah menjadi mahasiswa sebelum berada diposisi ini.Dunia mahasiswa hanyalah fatamorgana,dan ia tidak lebih dari tempat mencanai idea2 kritis yang berpolakan teori,diluar sinilah medan perang sebenar.Segala keputusan dan tindakan mempunyai risikonya.Apa yang kita lakukan hari ini akan terkesan pada generasi mendatang.Membuat keputusan untuk menjatuhkan seorang pemimpin bukanlah semudah menjatuhkan dan menaikkan seorang pemimpin pelajar seperti yang kita lakukan setiap tahun dimenara gading dahulu,karena risikonya juga amat besar.Tahukah kita berapa lama masa diambil untuk mendapatkan seorang pemimpin yang baik,bagaimanakah akhirnya kalau satu persatu pemimpin yang kita ada ini sentiasa dijatuhkan?Bukankah bagus bersaing dengan sihat,the best man win.Bukankah perbuatan membangun karekter itu lebih sukar dari membunuh karekter?
Adik ku kisskiss,kau umpama anak sulung yang berani menyuarakan pendapat demi menarik minat adik2 mu.Tahukah kau akan perihal Coliseum,yang pernah melahirkan beribu2 Gladiator,dan dalam perjalanan itu tidak ramai yang berjaya sampai kepuncaknya lalu mati terbunuh.Apakah kita fikir mereka2 yang terbunuh dalam pertempuran yang maha dasyat itu bukan perwira,apakah kita fikir mereka2 itu tidak menyumbang kepada kegemilangan zaman Coliseum itu?Setelah sekian lama,barulah mereka sedar,betapa selama ini mereka telah merugikan negara mereka dengan pembunuhan yang tidak berfaedah itu,sedangkan Gladiator2 itu lebih afdal dijadikan benteng barisan depan bagi mempertahankan negara dari serangan musuh2 dari luar.Aduhai betapa ruginya mereka memperjudikan nyawa dan masa depan insan2 berpotensi ini demi sabuah agenda yang dinamakan hiburan.Kutiplah pelajaran ini wahai anak2 dan adik2 ku.
Mirna Jay,kau anak yang manis namun kau juga agak nakal,kau berani menunjukkan protes terhadap yang kau sangka tidak betul,namun banyak sudut yang harus dipertimbangkan dalam mendewasakan kita adik2 ku.DiM`sia umpamanya,pernah mempunyai seorang pemimpin yang agak hebat semasa dimenara gading.Dia bukan saja hebat berpidato malah terserlah kearifannya dibidang agama,setiap ucapanya berjaya menarik kehadiran beribu2 peers.Ketika itu dialah dilihat sebagai pemimpin masa depan yang maha berkaliber.Dipendekkan cerita,dia akhirnya berjaya naik mendadak dan hampir2 akan memimpin negara diperingkat tertinggi.Namun seperi biasa,memimpin mahasiswa tidak sama dengan memimpin negara,dan perancangan Tuhan tidak sama dengan perancangan manusia.Yang tersurat tidak semestinya sama dengan apa yang tersirat.Kesimpulannya,kebatilan akhirnya akan terserlah jua,cuma masa saja yang akan menentukan cepat atau lambatnya,sama saja seperti Marcos dan Corazon diFilipina.
Zaenab,kau nakal,namun kau juga bijak,tetapi Kipanji pernah berpesan,”jangan memanjat pohon dilaman orang”,itu tidak sopan.Agenda memajukan negara dan memakmurkan rakyat bukan hanya terletak pada People Power 2.0.M`sia udah banyak dikagumi,malah jauh lebih berjaya dari Indo`sia,terutama dari sudur ekonomi,namun ia bukanlah dilakukan dengan People Power 2.0.Ia dilakukan dengan perancangan yang rapi,dan dengan cara belajar dari yang telah berjaya.M`sia tidak malu meminjam teknologi dari yang telah maju,mempelajari dan mendalaminya dan akhirnya mampu lebih maju lagi lantaran ilmu yang dipelajari.Segala yang dipalajari diperbaikki melalui R&D yang dilakukan secara berterusan,juga dengan mengekalkan prestasi dengan ukuran KPI melalui standard ISO dsb,dan ini bukanlah kerja satu hari dan bukanlah dari hasil menjatuhkan sesiapa.Ia adalah kaedah berpanjangan dan memerlukan komitmen dari berbagai golongan masyarakat,terutama generasi mahasiswa,pemimpin masa depan seperti mu,namun kau harus lebih positif.Dunia harus dilihat dari sudut yang baik dan indah wahai adikku.
Maria Reza Ali,kau juga anak yang pintar,namun kau harus berhati2 bila mendefinasi dan melihat akan demokrasi.Demokrasi bukan bermakna,bebas-sebebas2nya.Kita harus menggunakan sistem demokrasi itu untuk tujuan yang baik.Kitalah yang harus memimpin demokrasi itu,bukanlah untuk melampiaskan segala2nya atas nama demokrasi,itu namanya hawa nafsu.Dunia kesamarataan hanyalah mitos,tidak menarik,ia akan menyebabkan kita ketinggalan dibelakang.Dunia adalah persaingan,internet harus dimanafaatkan sebaik mungkin untuk mencapai cita2 kemajuan dan kemakmuran yang selalu diura2kan.Tetapi langit tidak selalu cerah,pasti ada saja mendung dan hujannya,namun semua ini harus dinikmati,bukan untuk dirunguti.That life,dan seperti biasa,take the challenge,the best men and women win.
Metty Ling Ling,Ni hao ma,kau juga anak yang manis serta cerdas,namun tak baik melihat diri mu dari sudut perkauman.Bukankah Indo`sia hebat dengan assobiahnya?Adalah lebih manis melihat diri mu dari kapasiti seorang gadis remaja pewaris negara.Tanyalah olang tua mu,business itu ada tulun naiknya.Wa ingat sekarang,bukan Indo`sia saja yang menghadapi kemelut kemurungan business ini,serata dunia merasa kesan globasisasi disebabkan kejatuhan mendadak prestasi Amerika.Bukankah business dunia dan sistem kewangan berdasarkan ekonomi dan mata wang dolar?Business distro wa diBandung juga menurun,itu biasa.Bidang pabrik memang bergerak mengikut kemampuan kuasa membeli pengguna.Keluarga lu bisa lebih banyak berurusan dengan Cina yang ketika ini lambakan produknya sudah menjalar serata dunia,dan teknik perniagaan sentiasa memerlukan perubahan business strategi.Keluarga lu bisa beraleh kepada produk2 terkini yang bisa dibeli secara pukal dengan nilai yen dan dipasarkan semula dengan nilai dolar.Semuanya bisa diatur maa.
Kesimpulannya People Power juga harus digunakan dengan sebaik mungkin,agar mencapai matlamatnya,cuma niat dan matlamat itu juga harus baik dan suci.Tau hukum karma?,sebagai manusia kita tidak akan terlepas darinya,itu kerja Tuhan sejak dunia ini diciptakan lagi.Hari ini ramai kita2 yang melihat SBY banci,dan coba pula memperbandingkan dan mengaggung2kan Pak Harto,sedankkan dulu kita2 jugalah yang menjatuhkan Pah Harto kononnya korup dan membina empayar kekeluargaan.Kita menoleh kebelakang lagi pada Bung Karno kononnya dia tidaklah seburuk SBY sekarang,sedang ketika itu kita membiarkan Bung Karno lemas dalam agenda assobiahnya sendiri.Kita mengaggung2kan pula Pak Gus Dur,apakah kita lupa bahawa kita2 jugalah yang menjatuhkannya kononnya dia lemah dan kepimpinan NU tidak akan kemana2.Sebenarnya dalam hidup ini,pandangan serta pendirian kita banyak bergantung pada kedudukan dan lingkungan dimana kita berada.Seperti yang umum tahu,Pablo Escobar adalah penjenayah narkotik yang kejam,yang telah membunuh beribu manusia dengan racun narkotiknya itu melalui kartel diserata dunia,dan ratusan pula terbunuh semasa gerakan bagi menangkap serta menghapuskannya.Namun anehnya,ada juga golongan rakyat miskin dan kelas bawahan yang memandangnya sebagai hero mereka,lantaran mereka2 ini pernah diberi sumbangan olih Escobar ini semasa hayatnya.Jadi bukankah pandangan manusia itu selalu saja berbeza,itu perkara bisa.Aduhai rupa2nya selama ini,kita hanya mencari2 kesalahan orang,namun tidak pernah mahu menyumbang secara ikhlas untuk benar2 mahu memajukan negara,yang kononnya terlalu kita cintai.Seperti biasa,”ada udang disebalek mee”.Anyway,wo ai ni Metty Ling Ling.Wa suka style lu menulis.Ha..ha..
selamat datang gw mau masuk ok!
Hei, tolong ini beritahkan ini dengan sms ke kakak wartawati TV ONE, kami muak dengan ketidaksikapan dan ketidakebrpiahakan pada kami mahasiswa dan rakyat, kawan.
JANGAN JADI WARTAWAN KALAU TAK JELAS, BANG
Murniawati, IISIP.
Kemana TVONE? Ketua paripurna pansus, Marxuki Alie, hanya membenarkan diri padahal kami mahasiswa dan rakyat tahu dia membuat kesalahan fatal.
Tadi pagi Marzuki tampil di TV ONE tidak malu. Kami mahasiswa dan rakyat tahu bahwa jarum jam tak bisa diputar balik. People Power akan terjadi dan pemakzulan tidak bisa dibarter. Marzuki dan orang-orang arogan PD sudah masuk ke daftar orang-orang yang akan kami buru kalau pemakzulan SBY dan pemecatan Boediono dan Sri Mulyani yang jelas salah ambil keputusan tidak dilaksanakan. Sebab ke ranah hukum berarti gagal. Di ranah politik aka lebih fektif. Pengadilan kita tak efektif.
Lihat arogansi Marzuki di TV ONE tadi pagi. Ini mugkin juga karena sikap pewawancara Bang Andi Jarot yang banci tidak memihak kebenaran dan bodoh, memalukan. Kami timpuk juga kau, Bang Andi Jarot! Atau ku cium dengam mobilku di jalanan bersama kakak itu pasangannya.
Dengan wawancara tadi pagi itu Marzuki Alie justru merasa dapat angin dan apologi. Padahal dia tidak gentleman dan ngacau. Harusnya dia diskors dan dicabut jadi ketua atau dpecat dari ekanggotaan DPR. Kalau negara dibajak begitu kapan ada reformasi?
Marzuki mencoba kembali menutupi kesalahan fatalnya mengetuk palu sehinga timbul deadlock saat banyak anggota DPR interupsi. Mata nasional ahu dia sengaja mengulur waktu dan main-main, dan itulah makanya banyak anggota DPR menjadi bersikap kanak-kanak, termasuk Marzuki Alie.
Dia memang sengaja diplot PD untuk menganggu dengan peran yang lain, lembut dan pura-pura bodoh. Ini berbeda dengan lakon banyak bicara seperti Luhut Sitompul, dan burung cocakrowo Sutan Batughana.
Kalau saja dia mengadopsi mendaftar semua interupsi tentu kejadian kacau tidak akan terjadi.
Jangan-jangan beberapa kakak wartawan TV ONE yang meliput profil singkat Marzuki terkena amplop Marzuki. Bisa juga kaerna memang wawasan kakak sebgai wartawan sangat cethek. Kami mahasiswa tahu kok seharusnya wartawan tahu kemana berpihak yaitu pada kebenaran bukan sekadar coverboth sides tanpa makna tanpa signifikansi. Kami walaupun masih mahasiswi bisa menilai METRO jauh lebih unggul dan berani serta pandai melihat dan ebrpihak pada kebenaran, apapun kepentingan mungkin ada, kami tahu mereka lebih mementingkan rakyat dan berani menghajar pengkhianat-pengkhianat.
Kalau kakak dan abang wartawan “tolol bodoh goblok” bertindak hanya sebatas cethek dan main-main, anda tak ikut mengubah keadaan dan justru menunjang korupsi yang merajalela dan menjadi-jadi saat ini.
Kalau anda tidak bersikap maka kami timpuk juga nanti. Kalian tidak perlu pura-pura ramah, lemah lembut dan tanpa misi jelas. Sebagai senior-senior yang harusnya memberikan inspirasi kalian harusnya tegas dan pintar dan menegakkan kebenaran, agar manusia bangsa ini berubah. Tidakkah anda tahu reformasi sudah dibajak habis dan anda tidak sadar. Tolong hajar orang-orang buruk dengan menghujani pertanyaan yang jelas dan kritis dan pojokkan mereka, buat rakyat dan kami marah, itu baru wartawan. Tolol kakak dan abang pula rupanya.
Banyak amplop rupanya masuk ke saku wartawan TVONE. Buktinya kakak mau saja menampilkan Marzuki Alie dalam solat, ntuk apa dan apa maksud? Dan apa maksud mewawanarai dia lemah lembut? Kakak Andi Jarot jadi peragawan lengak lenggok di catwalk atau jadi bencong saja.
Jangan lagi tampilkan seolah dia suci, dengan menampilkan dia sholat, jangan lihat orang deri pangkat adri fakta yang terlihat.
Ada apa dengan TV ONE. Kakak buta, itu justru memberi peluang Marzuki, seperti pula Sutan Batu dan Luhut Situmpul senang dan mencuci hati untuk pencitraan seperti persidennya.
Kita muak saat ditayangkan Marzuki sholat di sela-sela sidang tersebut. Kita juag sholat, sholat bukan untuk dipamerkan, anjing.
Kita juga muak dan mau muntah dengan pertanyaan-pertanyaan ndeso Jarot dan kawan perempuannya yang berpiha pada narasumber yang jelas-jelas jahat dan pura-pura bodoh.
Marzuki Alie itu lipan dan kura-kura. Bayangkan kalau kakak warta- wan/ti lemah lembut dan tidak galak dan tegas seperti begitu, malu-malu, maka semakin banyak pejabat dan angota DPR kurang ajar.
Itulah yang sebenarnya terjadi di bangsa kita ini, karena wartawan bukan diseganid an ditakuti tapi dipandang rendah dan dilecehkan, karena kakak dan abang menempatkan diri begitu.
Terus terang meski masih mahasiswa yang masih belajar jurnalistik kami tahu di negeri ini semakin merendah semakin dinjak. Abang dan kakak wartawan, kalian tidak akan mengubah situasi kalau kalian taruh badan dibawah. Sekali lagi perlu tegas dan memberi pelajaran kepada orang-orang angkuh arogan yang banyak mendominasi di pemerintahan dan mereka menambah sengsara banyak rakyat.
Apa kakak dan Bang Andi Jarot tidak prihatin dan sedih. Kalau saja Rp 6.76 triliun itu untuk biaya kuliah kami-kami yang pas-pasan ini, tentu orangtua-orangtua kami tidak perlu repot membantung tulang untuk kuliah kami. Berhentilah jadi wartawan kalau kalian tidak jelas.
Mayat-mayat berjalan dalam kegelapan Godfather, adakah God Fateher itu SBY?
Kenapa justru kini mantan Kabaresekrim Susno Duaji dijadikan tersangka adalah permainan berbahaya sebuah gaya Godfather nekat, dan adakah Godfather itu justru SBY? Beberapa kejadian terbaru memperlihatkan ke arah ini. Lihat, kasus bank Century mengendor, karena berbagai ancaman dan ketakutan tak berdasar. Lalu terialihkan ke kasus teroris yang banyak dipertanyakan korban-korbannya memang teroris yang dicari, atau sekedar pembunuhan HAM berat anti-Pancasila? Lalu tatkala Susno Duaji, si peniup peluti dahshat itu, harusnya kalau di Negara beradab dan mandani “diselamatkan” dan dilindungi malahan dijerat jadi tersangka melalui Kadiv Humas Edward Aritonang, si penjilat. Tidakkah ini seijin Kapolri tentunya? Lalu mana mungkin seorang Kapolri bertindak sendiri tanpa perintah atau setidaknya pembiaran oleh SBY?
Lihat pula, setelah memplot Muhaimin Iskandar yang kini jadi kaya berkecukupan di PKB, dan Hatta Radjasa yang tegah sang “penikmat permainan dan sang pembisik menghancurkan untuk SBY” dari PAN, SBY pun terseret dan tak malu-malu mau meresmikan Mukmatar NU. NU jadi target dipreteli agar tidak ikut politik praktis, alasan “marilah kembali ke khittah”, mengurangi saingan dan agar PD tidak tersaing suara banyak-banya pada 2014. Bila kubu Ciganjur kalah, maka pemimpin NU baru akan terpeluk SBY/PD. Tujuannya mengimbangi bahaya power kita PKS, PPP, koalisator-koalisator mantap berbahaya terhadap PD/SBY? Dan PDIP pun mudah dipecah antara kubu Mega vs suaminya? Sementara Nasdem belum jelas kemana arah hendak dibawa.
Rupanya elit-elit bangsa inipun tidak jelas dan memang tidak perduli rakyat anak bangsa dan perpolitikan negara yang baik. Maka good governance dan good politics pun hanya khayalan dan tak kan dating ke negeri ini. Jangan harap negara terbangun dan rakyat dapat kemakmuran merata? SBY telah menggantikan Godfether lama, Suharto. Yang lain seperti Wiranto dan Prabowo atau tokoh-tokoh demonstran kelas tinggi, Amien Rais, Sri Bintang, Mochtar Pakpahan, Hariman Siregar, hanyalah pecundang-pecudang yang dimanfaatkan sesaat oleh Bangsa-bangsa lain pasa waktu itu. Mereka pun tak jelas dan juga tidak punya power melawan Godfather baru ini? Masih adakah calon pemimpin baru sejati di Indonesia yang punya nyali dan otak serta jiwa nasionalisme sejati yang bermisi seperti bangsa-bangsa Asia lain yang kini bangkit dan maju seperti Vetnam, dan sebelumnya Malaysia, Thailand, Siangpura dan bahkan RRC? Pemimpin Indonesia Nampak hanya selevel Laos, Filipina, dan Negara-negara tertinggal Afrika, kalau tidak muncul pemimpin baru pro rakyat dan berpemikiran kenegarawanan nasionalis sejati. Kwik tampak benar ketika berkata bahwa Negara ini musti malaise, hancur dulu, baru setelah itu muncul Aufklarung, masa cerah.
Masalah penting, kenapa tokoh-tokoh demonstran lama diam? Apa mereka sudah mati dalam hidup? Mayat-mayat berjalan di bawah kegelapan Godfather baru.
Mengapa menteri Sri Mulyani ditempatkan di World Bank? Awak perlu tahu dan paham kerana ini bukan semata keinginan World Bank.
Wang kredit World Bank-IMF masih melimpah sangat tak tersalurkan ke negara negara yang alami kesukaran. Apabila wang tu tidak tersalurkan dengan maksimal maka kedua-dua syarikat kewangan publik terbesar dunia tu tak perolehi keuntungan optimal. Dengan Mulyani di World Bank maka dia mudah dibujuk World Bank-IMF antara lain supaya pemerintah Indonesia mahu ambil wang hutangan dari mereka.
Sekarang ni pemerintah Indonesia membutuhkan wang besar bagi melaksanakan pembangunan dan bagaimanapun sebagian wang tu dapat dikorupsi bersama. Ingat ingat Indonesia tidak mempunyai dan sengaja tidak membuat undang-undang pembuktian terbalik.
Namun dengan hutangan Indonesia pun mau tak mau harus turuti haluan yang diminta World Bank-IMF dan ini masalah teruk. Pemerintah Yunani sebagai contoh sedang perolehi wang hutangan dari World bank-IMF dan harus turuti haluan austerty antara lain harus kurangi gaji dan upah pegawai negeri dan negara mereka dan harus mahu menaikkan harga-harga. Orang orang Yunani mengamuk dan molotov membakar kaki seorang polisi anti huru hara.
Pemerintah Indonesia mungkin nak ambil hutangan tu kerana harus membayar pegawai negeri berjumlah besar diantara terbesar dunia dan ingin membangun infrastruktur angkutan publik untuk majoriti rakyat yang sejak dahulu tidak pernah ditempatkan pada prioriti.
Ada pula yang berkata bahawa tujuan Mulyani dibuang nyaman di World Bank supaya Presiden Yudhoyono yang juga disebut SBY selamat dari tekanan publik terus-terusan yang mempertanyakan kemana wang bailout bank Century yang besar sangat yang disalurkan di masa pemilihan presiden pada tahun 2009 yang mana Yudhoyono menang. Boediono kemungkinan dapat diselamatkan kerana dia dalam posisi istimewa sebagai wakil presiden. Protes protes bagaimanapun melihat bahawa haluan bailout tersebut kesalahan tak terampuni daripada Mulyani dan Boediono. Desas desus berkata bila presiden tidak ambil tindakan apapun tergadap kedua-duanya maka ada rencana presiden dimakzulkan.
Tapi lain harapan rakyat lain pula keinginan presiden. Bila presiden bagi menempatkan Sri Mulyani bermaksud ambil wang hutangan dari IMF khususnya maka Indonesia nak alami macam Yunani, untuk yang kedua. Krisis kewangan tu nak berakhir penjatuhan persis macam yang menimpa Suharto 1998. World Bank-IMF nak paksa pemerintah Indonesia tempuh haluan austerity saat salurkan hutangan kepada peemrintah Indonesia, nanti. [Bila awak ada opini yang lain bolehlah dan sila majukan ke: muzahbintimukti@msckl.my ].
Kita sering mengatakan orang baik seperti Mbak ini kita sebut sebagai Malingsia karena kasus Ambalat yang di pikrian kita dimaling oleh Malaysia.
Padahal pendapat Mbak ini banyak benarnya. Rezim di negara ini sejak dulu memang berpolitik kotor dan palsu membodohi publik. Sementara pers kita masih dangkal karena tingkat wawasan SDMnya dan berita hanya bagian kecil misi perusahaan yang mayoritas dimiliki kaum Tionghoa yang bermisi jelas cari untung belaka meski dengan bungkus seolah mencerahkan. Kalau kita mengikuti berita TV-TV kita tak ada yang mencerahkan kecuali anda tambah bingung dan semua berjalan panjaaaaang dan panjaaaang dan panjaaaang. Pers di neegri ini belum ada yang mampu memebri pelajaran atau rasa kapok kepada oknum pejabat, persiden atau koruptor, penegak hukum, sehingga mereka kapok karena pers-persnya yang mantap bukan sekadar bicara untuk menegruk iklan.
Ini sebabnya yang ditampakkan di muka umum oleh pejabat-pejabat itu adalah palsu, lihatnya gerak mata dan tangan mereka, kelihatan bohong dan palsu di kamera. Juga sebenarnya kembalinya Sri Mulyani ke Bank Dunia adalah rasa jengel Sri Mulyani karena tidak dibela SBY dan juga kesuksesan mafia kantor pajak mendepak Sri Mulyani. Kalau Sri Mulyani tetap memimpin maka orang-orang penting di perpajakan, sebuah sarang korupsi negeri ini, akan dipecat semua.
Saya tidak ingin menyebut Mbak Malaysia itu Malingsia. Ia mahasiswi hebat. Ia benar dan kritis mengamati negeri tetangganya. Kita tidak pantas menyebut kawan itu Malingsia sebab mereka juga berjuang untuk perpolitikan yang baik, bersih, yang berpusat pada kebenaran sejati di negerinay sendiri dan juga negeri tetangga seperti kita.
Sebenarnya politik itu sendiri ideal dan adalah cara mengelola negara dengan baik bukan politik dalam arti politik busuk dan palsu tipikal alit-elit negeri ini.
Semua manusia di elit ini termasuk seorang presiden yang ikut arus politik busuk dan palsu harusnya sudah jatuh dari kekuasaan. Tetapi ini Indonesia sekurangnya sampai hari ini, pemimpin seperti itu justru diabadikan dan aman. Ini karena ormas-ormasnya lemah. DPR lemah. Ada Nasional Demokrat itupun belum jelas dan mungkin juga tidak jelas.
Sedangkan, DPR kini dibrukkan karena memang masih buruk, dan dikritik. Masyarakat bahkan misalnya terbawa menjelek-jelekkan atau tidfak suka dan skeptis terhadap Wiranto atau Prabowo. Sebab dimasa pra peenntuan nasib sendiri Tim-Tim sampai periode reformasi, hingga periode pemilu 2009 sekalipun, mereka tidak diberi peluang membangun bangsa ini, akibat derasnya fitnah Barat bahwa Wiranto pelanggar HAM berat dan Prabowo dalang pembunuhan mahasiswa universitas Trisakti dulu.
Padahal Wiranto msialnya meskipun tidak secerdas SBY justru nasionalis sejati. Ia memeprtahankan Tim-Tim yang dimerdekakan Habibie justru karena rasa nasionalisme sejati itu. Prabowo bahkan bisa berperan mirip Thaksin Sinawatra yang ingin mereformasi sistem kerajaan Thailand dimana oportunnis seperti Abhisit Vejjajiva ambil manfaat dari status quo. Seperti Thaksin, Prabowo pun merakyat dan cinta petani dan nelayan.
Pendukung-pendukung Prabowo, Wiranto dan Mega harusnya kini bersatu untuk meluruskan negeri ini yang berada di jalan salah dan sesat tidak sesuai dengan UUD 1945 setelah berada di bawah SBY yang pandai berpura-pura. Negeri ini sebenarnya kembali di pangkuan penjajah gaya baru Amerika. Evo Morales dan Hugo Chaves saja tidak mau tunduk pada Amerika dan kapitalis-kapitalis dunia. Keduanya terus menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing milik raja-raja kapitalis untuk kepentinagn negara dan rakyatnya.
Ketiga pemimpin Indonesia tersebut harus jelas dan berani menunjukkan diri sebagai oposisi dan menjadi tombak perubahan ke kepentingan nasional sejati, mengganyang mafia kekuasaan penerus masa lalu. Sutiyoso perlu diajak, karena ketegasan kecerdasannya bisa dijadilan alat seperti itu juga kalau saja mereka dan bangsa ini cerdas.
Tetapi justru karena SBY penerus halus mafia masa lalu yang berkedok reformasi maka negeri ini jalan ditempat atau mundur. Benar ketika seorang Rhoma mengatakan yang miskin makin miskin yang kaya makin kaya. Tak ada indikasi negara ini ke arah kemakmuran. Nilai rupiah etap ebrkisar Rp9.000 per dollar. Tidak mampu kembali ke Rp2.500 seperti masa Soeharto dahulu. Jelas indikasi negara ini tak hanay jalan di tempat tetapi mundur, nilai rupiah tak mampu pulih sama sekali pasca krismon 1997.
Anehnya lagi kita menganggap negara ini merdeka. Negara ini sebenarnya tidak merdeka. Semua ekonomi dan politik menudukkan diri dan berada di bawah kekuasaan Barat. Itulah neo kolonialisme. Ketika Belanda tumbang kerajaan kolonislismenya diteruskan Amerika. Belanda menyerahkan kolonialisme ke tangan Barat yang dipimpin Amerika atas penjajahan gaya baru terhadap negara-negara berkembang dengan pemimpin boneka seperti negeri ini. Ini sejak Soekarno jatuh dan digantikan Soeharto. Melalui ekonom-ekonom mafia Barat termasuk grup Sumarlin dan kini Sri Mulyani.
Sri Mulyani memang lahir di sini. Seperti manusia dari bangsa lain juga, begitu berhasil studi di luar negeri dan bersedia tunduk pada aturan-aturan dan kepentingan Barat (sistem perantekan perbonekaan) dia mereka akan dijadikan alat kepentingan Barat. Sri Mulyani dan pemimpin-pemimpin lainnya juga seperti itu. Itulah sebabnya Sri Mulyani ditarik kembali ke Amerika bila dirasa ditekan di negara dimana ia ditematkan. Tidak benar kalau Sri Mulyani orang pintar cendekiawati. Bukan seperti itu. Selama anda berhasil studi di luar negeri dan anad mau dijadikan alat dan anda menunjukkan ketaatan dan lyla pada Barat anda akan dipakai. Jadi ketika kita bertanya kenapa Sri Mulyani tidak punya nasionalisme misalnya, bukan disana, tak nyambung. Seperti yang lain, dia memang antek dan mengabdi atau diperalat oleh kepentingan negara asing, selamanya, kecuali hati nuraninya misalnya memberontak. Jadi selesailah perantekannya.
Maka kita kadang menyebut sebuah pendapat dari warga negara tetangga sebagai Malingsia, padahal yang membuat Ambalat hilang adalah pemerintah kita sendiri yang menjalankan politik palsu dan tidak berjuang di garis UUD 1845. Apa dia termasuk banyak melanggar Konstitusi terserah kekuatan-kekuatan di bangsa ini. Mungkin sudah terlalu banyak Persiden melanggar UUD 1945. Hanya tak ada pemimpin-pemimpin gerakan rakyat dan ormas-ormas yang bisa bersatu termasuk di dalam parlemen yang mampu menjatuhkannya meskipun sudah banyak melanggar Kosntitusi. Inilah saatnya pemimpin-pemimpin “oposisi” di negeri ini bersatu dan merenungkan dan mendapatkan inspirasi dari kasus protes panjang kaos merah Thailand, nyang membela Thaksin, nyang hendak menjungkirkan status quo raja kena troke yang dilihat Thaksin penuh kepalsuan tetapi dipuja kelompok Abhisit dan kelompok militer lama yang oportunis dan membodohi rakyat Thai terutama rakyat kotanya yang didominasi etnis turunan Tionghoa dan semi Tionghoa. Sementara penduduk desa yang pribumi Thai tetap membela Thaksin yang serakah tetapi menggratiskan dan mensejahterakan biaya-biaya bagi nelayan dan petani Thailand. Thaksin mungkin mirip Soeharto dulu. Baik hati kepada wong cilik.
Terkait Ambalat, kesepakatan sudah dilakukan diam-diam dan yang diumumkan ke media adalah luaran dimana karena kita kalah dan Ambalat menjadi milik Malaysia. Padahal yang untung perusahaan-perushaan minyak Barat. Politik kepemimpinan Indonesia adalah politik palsu, politik pembodohan rakyat. Itulah warna pemimpin-pemimpin negeri kau.
Macam mana kami tak sedih tengok rakyat bangsa serumpun itu, Indonesia, dihancurkan pemimpinnya sendiri, kali ini oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden itu yang diharapkan memihak awak, rakyat, dan patuh serta kembali ke UUD 1945 justeru mengamalkan sifat-sifat buruk, tidak berbeza dengan Suharto. Dia tetap mengabadikan peranthekan kepada Amerika Syarikat, selepas menghantar Menteri Sri Mulyani kembali ke Washington. Sumber-sumber alam Indonesia diambil syarikat-syarikat minyak Ameriks Syarikat, dan Indonesia mendapatkan bahagian kecil sangat, dan itupun dimakan elit penguasa di atas sana.
Indonesia pun kekurangan tenaga elektrik sangat. Kuasa hidup mati di negeri itu. Walaupun begitu, Yudhoyono takut kepada Amerika Syarikat tanpa alasan jelas dan tidak berani membuat kilang tenaga kuasa dari nuklear macam yang sekarang dibuat kami Malaysia sebentar lagi, Vietnam sebentar lagi, Myanmar sedang jalan, Iran sedang jalan, dan yang lain. Presiden awak presiden pengecut.
Dari penuturan rakan-rakan kami sesama dari Malaysia yang sekarang belajar di Iran, negeri itu dah kaya raya minyak tetapi masih membuat kuasa nuklear kerana negeri itu ingin minyak semua dieskpor dan elektrik nuklear nak mencukupi sebahagian besar keperluan dalam negeri mereka, tetapi Amerika Syarikat cari banyak alasan dan memfitnah Iran nak membuat senjata nuklear. Itu kelicikan kerajaan Amerika Syarikat. Presiden awak, presiden Indonesia Yudhoyono, bergerak macam pegas, ngeper Perkataan awak. Menyatakan dan niat kepada bosnya, Barack Obama, pun tak berani, macam mana beramal melaksanakan kilang elektrik nuklear? ..
Hingga sini sahaja, tampak nyata, bahawa Yudhoyono tidak perduli rakyat awak. Itupun tercermin dalam perkara pendidikan, yang penting sangat bagi kelangsungan sebuah bangsa di muka bumi ni. Dia semata membakti kepada bangsa asing Amerika Syarikat. Lagipun walaupun majoriti rakyat tidak memiliki penghidupan, presiden itu tidak menasionalisasi syarikat-syarikat asing, macam yang dibuat Hugo Chavez dan Evo Morales. Kami tidak habis berfikir bagaimana rakyat dan pelajar serumpun itu diam sahaja. Pendidikan misalnya juga sangat mahal untuk bangsa awak bila ditengok dari sudut pandang rata-rata pendapatan rakyat tu. Sistem pendidikan pun tidak jelas. Lebih teruk lagi, Yudhoyono justeru membengkokkan perkara-perkara khususnya walaupun tahu nyata bahawa ujian nasional misalnya dah banyak hancurkan harapan pelajar dan korbankan mereka. Mengapa awak tidak protes dan diam sahaja.
Rakan-rakan, tengoklah ini. Banyak orangtua awak mengeluh ujian nasional yang menyebabkan korban mati terhadap rakan-rakan awak, tetapi hari ini Yudhoyono justeru mengucapkan selamat kepada gabenor Bali, semata kerana ada seorang siswi di Bali yang mendapatkan nilai tertinggi. Ini sinting lagi gila sikap macam tu kerana ternyata pelajar yang juara itu bukan anak rakyat biasa, misalnya yang serba kekurangan tetapi cerdas. Siswi itu anak orang berkemampuan, dia menadapkan akses pendidikan baik sangat, dia kursus di sebuah institusi pendidikan kursus kelas atas selain juga punya laptop. Apanya yang istimewa?
Tetap macam itulah presiden di negeri awak. Ketika rakyatnya mengeluh meminta keadilan dan kemakmuran, dibengkokkan 1000 darjat oleh Yudoyono dan menteri pendidikan Nuh, dengan memberi kesan kepada awam bahawa ujian nasional tu sukseslah dan menghasilkan juara. Padahal sebeanrnya ini semata untuk menutup tekanan supaya rakyat tidak meminta persiden pecat menteri pendidikan Nuh dan supaya presiden tidak dimakzulkan melalui pelanggaran perlembagaan dari perkara pendidikan yang salah, dan dari skandal kes bank Century. Pembengkokan itu juga bermakna bahawa ujian timpang sangat itu sila dilupakan sebab ada juara-juara. Kalau sahaja ini berlaku di negeri kami Malaysia, dah kami pecat presiden macam tu.
Lagipun sudah menimbulkan korban bunuh diri adripada beberapa siswi yang gantung diri, tapi kembali presiden itu membodohi awak. Siasatan macam ini jelas untuk mengekang protes rakyat soal gagal total daripada ujian nasional dalam satu sisi dan prektek haluan pendidikan negeri awak. Liputan televisyen Indon yang tidak bijak dan semata menunjukkan orang sukses tanpa pertimbangkan kenapa mereka berjaya yalah bodoh. Padahal korban-korban tersungkur kerana sistem pendidikan burok di saat generasi muda harapan bangsa tu dah banyak menjadi sampah. Sempurna sudah kemunduran Indonesia kerana tangan-tangan pemimpin sendiri, tangan-tangan mafia kuasa sejak orba dan kini mereka tetap mempengaruhi dan berkuasa, hijrah tak nampak ke dalam kerajaan Yudhoyono, termasuk Yudhoyono sendiri, sementara presiden itu semata mencari selamat dan turut menumpuk kekayaan peribadi dan memuaskan cita-cita dan semata senang jadi presiden, mungkin selamat sehingga genap dua masa, 2004-1014. Mafia jahat itu sekarang tetap bercokol di perisikan negera tu, dipimpin Yudhoyono, mereka ada di polis, mereka harus dibuang semua oleh Yudhoyono. Susno dan Antasari pahlawan dan kebenaran, kapolnas bukan dan kenapa dibiari oleh Yudhoyono. Ini bermakna kapolnas bersekongkol dengan Yudhoyono.
Paradigma perisikan dan kekuasaan di negeri awak tidak berubah. Mmbunuh harapan bangsa sendiri, mematikan negara sendiri, menhancuri bangsa sendiri. Tengok, ketika rakyat minta jawapan kebenaran, dasar, dan kemakmuran, yang diebrikan selalu pembengkokan, penipuan oleh kerajaan. Cepat ataupun lambat awak pasti nak adakan revolusi rakyat akibat ketidak adilan, wakaupun tangan-tangan jahat tu selalu cuba bengkokkan dan tetap menjawab bukan dengan jawapan yang awak inginkan dari perkara-perkara penting macam perkara pendidikan yang tidak adil dan tidak memebri fasiliti cukup kepada seluruh sekolah di seluruh negeri awak. Presiden dan menetri pendidikan itu bukan tahu perkara pendidikan. Sama sekali. Presiden itu tidak ada membakti dan membela awak sebagai rakyat, bagi masa depan dan kesejahteraan. Jalan yang mereka ambil tidak semata jalan pintas teapi juga blunder total. Misalnya sahaja untuk membuat kebajikan dan memeprbaiki ekonomi, persiden semata membahagi-bagi wang yang majoriti tidak sampai kepada rakyat yang memerlukan.
Dalam perkara pendidikan, ujian nasional, apa makna beberapa juara kalau para juara itu bukan dari orang-orang miskin melainkan dari kumpulan orang kaya. Tentu tidak ada yang istimewa. Samasekali. Itu ironikal. Kalau yang juara itu dari orang-orang miskin, tidak punya laptop dan tidak disertai kusus-kursus yang mahal, itu baharu hebat.
Sedih dan sedih dalam sangat. Ketika suasana macam itu, dalam televisyen-televisyen Indon, kita tengok presiden dalam mafia kuasa selalu sahaja membengkokkan perkara. “Itulah pemimpin negeri kau, kata kawan opinioner Indonesia dalam forum ini.
Lebih teruk lagi, ketika ada orang-orang generasi muda di dalam parti-parti yang mahu menegakkan kebenaran, mereka dicuragi apalagi kalau misalnya datang adri parti Golkar. Parti Golkar memang jahat tapi hanya pemimpinnya. Orang-orangnya macam di parti lain banyak yang hebat. Generasi muda itu mestinya bersatu di antara parti-parti, untuk menggeser serius generasi tua peot. Jadi bila tengok macam situasi negeri awak, awak saat ini sering terbawa bahawa semua pengkritik pasti berasal dari parti Golkar dan PDIP yalah salah besar. Pejuang itu pasti ada dimana-mana. Awak sering curiga mereka semata sebagai nak merebut kuasa daripada Parti Demokrat. Padahal tak selalu macam tu. Tak tahukah kalau Yudhoyono tetap memakai cara-cara lama iaitu: pembelokan dan membengkokkan tu? Presiden tu tak menjawab kehendak rakyat, kerana dia sengaja membiarkan koruptor di kementerian rasuah dengan macam-macam sistem antara lain dalam macam kes ujian nasional, membengkokkan dan menyeleweng substansi-substansi perkara penting macam itu, dan sebagainya.
Yudhoyono memakai cara Suharto. Jadi semakin cepat awak rakan-rakan mahasiswa Indonesia kritikal terhadap ini semua, semakin baiklah. Mungkin kami berfikir bahawa jalan terbaik buat awak mungkin revolusi rakyat. Sekurang-kurangnya untuk berjaya jangka pendek awak yalah berjaya memakzulkan persdien tu. Lagipun begitu Sri Mulyani ditarik ke Washington, pun senario permintaan Yudyonono, walaupun dia pura-pura tak tahu. Selamat berjuang. Buatlah sejarah revolusi sejati, bukan revolusi berdarah, tetapi tujukkanlah bahawa awak mampu memakzulkan dan masuki kemerdekaan sejati macam kami Malaysia. [Ada opini lebih top lain sila majukan ke kami : zahirohsani@msckl.my ] .
pengerahan massa seperti itu sedang terjadi di thailand. karena berkepanjangan akhirnya menganggu kestabilan ekonomi bahkan pertumbuhan ekonomi berkurang 1,2% gara2 people power. Masalah yg baik dan yg buruk, adalah relatif. Sekarang terlihat baik belum tentu pada waktu mendatang dinilai baik juga.
Abang, opono boleh sahaja bukan. Abang dengarkan, tahukah rakyat miskin Thailand berkaos merah tu tak nak berhenti berjoang, mereka nak maju terus dalam masa dekatan ke depan. Baiklah, izinkanlah kami bicara sedikit tentang Negeri jiran kami yang kami sayang macam Abang. Tengok satu sahaja ni. Kalau awak pun bicara soal Indonesia, apa yang tak sengaja diberi bahan pengawet, macam borak dan lain-lain? Abang-abang jujur dalam diri abang dan tidak jorok seperti khas kebanyakan manusia Indonesia? Hati-hati untuk makan bakso, siomai dan lain-lain di Indonesia. Lihat botol sos itu. SBY pun tidak perduli semua tu. Lihat sos-sos pengeluaran kilang rumahan seperti sos tomato dan cili dan lain-lain di botol coklat atau hijau, semua itu kotor dan tak sehat. Kata orang-orang yang tinggal di berdekatan kilang itu, tab simpanan besar sos itu ditambah banyak buah betik (pepaya) untuk mengurangkan jumlah bahan asas, tomato dan cili, yang cukup mahal, dan di dalamnya terdapat banyak kecoak dan tikus mati, tapi langsung dimasukkan ke penggilingan bersama haiwan-haiwan tu. Mereka berkata “biar tambah sedap.” Contoh ini menunjukkan bahawa tidak ada gunanya kerajaan SBY dibiarkan terus memimpin Negara. Kerajaan ketika ini tidak ada mandat, dan tidak memberitahu pihak berkuasa tempatan memantau kebersihan makanan. SBY seharusnya sudah dilengserkan, tapi sayangnya DPR membanci, itunya tak dapat berdiri. Pasti tidak hanya kilang sos-sos itu, kilang-kilang dan perniagaan-perniagaan lain pun dibiarkan berjalan bagai di hutan belantara seakan Negara RI tak berpemerintahan. Anda mau jual dan menipu apapun, boleh, di bawah kerajaan SBY. Mengiklankan produk-produk penguat seks, apapun, seperti On Clinic, yang memanfaatkan artis-artis tamak, dan sebagainya, pun boleh, inilah Negara tanpa etika dalam semua bidang. Kerajaan gila kerana presiden lemah dan mungkin tidak berwawasan jua. Presiden itu konon pernah tinggal dan belajar di Negeri Uncle Sam tidak bererti memahami, kerana presiden itu hanya belajar tentang tentera dan militer bukan tentang menjadi presiden yang baik bagi seluruh rakyat khususnya mereka yang fakir miskin. Lagipun aneh, awak semua sebagai masyarakat tetap membiarkan dia berkuasa, semata kerana tertipu menganggap dia baik, hanya dari kulit luar atau penampilan di depan mata atau televisyen, bukan menengok isi hati dan cakrawala otaknya. Tapi Abang memang macam orang Indonesia umumnya tu bodo dan tolol senang dibuat tolol elitnya. [Bila awak ada komen lain bolehlah majukan ke kami: susanbintisuaib@mscterengganu.my ]
Jika kita masih mahu menunggu sehingga Palestin hancur, maka ketahuilah bahawa Palestin telah lama hancur. Mereka telah dinafikan hak kehidupan bebas mereka sejak 6 dekad yang lalu olih regim zionis Israel,sedang umat Islam dunia lainnya hanya memandang sepi nasib saudara seagama yang tertindas itu. Ekoran sekatan darat,udara dan laut yang berterusan terhadap Palestin serta kejadian pembunuhan terhadap saudara2 Islam kita yang berusaha keras coba menghantar bantuan kemanusiaan keGaza baru2 ini,seharusnya telah membuka mata kita umat Islam,akan peranan kita dalam membela saudara seagama kita,semasa mereka dalam kesusahan ini. Persoalannya,adakah jalan serta apakah peranan yang dapat kita mainkan sebagai rakyat biasa dan orang awam,bagi menentang regim yang zalim dan ganas itu
Jawabnya ada. Marilah kita pengguna Islam seluruhnya,sama2 memboikot segala `Produk Yahudi Terpilih` serta produk2 yang berkaitan Yahudi terpilih dinegara kita,bagi membantah kebiadapan serta kezaliman Israel dan sekutu2nya keatas rakyat Palestin ini. Rasional Kempen Boikot Terpilih,adalah bagi memberikan kesan maksimum terhadap kempen boikot ini. Dengan menggunakan kuasa kepenggunaan iaitu dengan ‘hanya tidak membeli’ pengguna dapat melumpuhkan ekonomi syarikat terbabit dan menghantar isyarat yang jelas kepada Israel dan sekutu kuatnya AS,agar tidak menzalimi umat Islam dimana saja termasuk diPalestin
Kuasa Pengguna merupakan senjata terbaik dan boleh dilakukan oleh sesiapa sahaja untuk menyuarakan bantahan berhubung tindakan kebinatangan Israel dan sekutunya tanpa mengira agama dan bangsa. Persatuan Pengguna Islam Malaysia (PPIM) bersama NGO2 lain telah mula melancarkan Kempen Boikot Produk Terpilih Yahudi/Menyokong Yahudi secara serta merta dan berharap masyarakat pengguna Islam akan bersatu dalam menjayakannya,bagi mengajar kebiadapan Israel dan sekutu2nya
Pergerakan Aman M`sia juga pernah melancarkan kempen yang sama bagi membantah tindakan syarikat pengeluar produk berkenaan menyumbang dana kepada Israel. Boikot itu bertujuan memprotes sokongan AS kepada tindakan ketenteraan rejim Zionis Yahudi terhadap rakyat Palestin dan kumpulan pejuang Hezbollah di selatan Lebanon
Melalui pengalaman2 yang lalu,sudah sampai masanya kita umat Islam,bertindak balas dengan bijak,kerana bantahan melalui memorandum,perarakan/demonstrasi dan bantuan sukarela seperti melalui`konvoi kapal` baru2 ini,tidak akan memberikan kesan langsung kepada kaum yang zalim dan tidak berperikemanusiaan ini. Membeli dan terus berdagang dengan produk2 Yahudi serta Amerika,bererti kita secara aktif menyokong kekejaman Israel diPalestin dan Lebanon,sedang selama ini kita tahu Israel dan Amerika secara berterusan memerangi rakyat Palestine dan Lebanon,yang secara lansung telah menjejaskan preoses damain dirantau berkenaan
Bagi langkah awal,PPIM telah mengedarkan risalah dibeberapa buah masjid utama diKuala Lumpur selepas solat Jumaat semalam,untuk memaklumkan kepada pengguna kempen boikot tersebut. Diantara langkah2 yang digariskan termasuklah,memulaukan pengunaan Coke (coca-cola),Starbuck dan Colgate diperingkat negara. Ketiga2 produk berprofil tinggi itu selama ini telah digunakan dengan meluas dinegara ini dan di negara2 Islam lain,dan umat Islam Malaysia perlu berhenti membeli dan menggunakan tiga produk tersebut
Selain pemulauan diperingkat awam,industri serta premis perniagaan juga digesa turut serta dalam kempen ini,dengan tidak menggunakan serta menyenaraikan produk milikan Yahudi/menyokong Yahudi di premis2 perniagaan mereka. Untuk rekod,Persatuan Pengusaha Restoran Muslim Malaysia (PRESMA) telah lama tidak menjual COKE dirangkaian restoran milik mereka sejak lapan tahun lalu
Pihak kerajaan pula dinasihatkan supaya menamatkan kontrak dengan syarikat milik Yahudi dan AS bagi membantah kekejaman ini. Tindakan seperti ini perlu diselaraskan dan pembabitan dengan syarikat dinegara ini perlu dihapuskan atau diminimakan semampu mungkin. Disamping itu,PPIM juga menggesa HDC dan JAKIM menarik balik sijil halal yang diberikan kepada syarikat2 terbabit kerana ia ‘tidak halal’ kepada umat Islam,kerana produk milikan Yahudi /menyokong Yahudi tidak sepatutnya diberi pengiktirafan dan status ‘halal’ dinegara ini. Bagi merealisasikan sepenuhnya projek pemboikotan ini,pembabitan sepenuhnya masyarakat pengguna Islam amatlah diharapkan agar mampu untuk memberikan amaran jelas kepada Israel dan sekutunya supaya tidak terus menzalimi umat Islam
Sebelum ini,Pertubuhan Negara2 Berkecuali (NAM) juga telah bersetuju untuk mengenakan sekatan keatas produk Israel termasuk diwilayah2 jajahan sebagai tanda protes terhadap keengganan regim itu menghormati undang2 antarabangsa,namun Pertubuhan itu masih enggan memboikot produk2 AS,kerana Amerika adalah rakan niaga terbesar kebanyakkan negara2 NAM itu. Langkah itu dilihat sebagai langkah permulaan dalam usaha mengembalikan keamanan dan kedamaian dirantau Asia Barat yang telah lama bergolak itu,namun rasanya usaha itu tidak akan menjamin 100 peratus kejayaan,kerana Israel adalah sekutu kuat AS sejak dulu,termasiklah dalam sudut perniagaan. Produk2 yang benar2 dikeluarkan oleh negara Yahudi juga sukar dikenalpasti secara menyeluruh,kerana Israel perhah menggunakan kaedah `made in USA` atas persetujuan AS sendiri. Justeru atas sebab2 itulah M`sia melaksanakan boikot `Produk Yahudi Terpilih/Produk2 Yang Berkaitan Yahudi Terpilih` supaya perlaksanaannya dapat dilakukan dengan lebih berkesan secara kenal-pasti dan tanpa terikat dengan unsur2 bilateral kedua Negara tersebut
Berikut adalah senarai Syarikat2 yang disyakki bersumber Yahudi,termasuk syarikat2 AS yang disyakki memberi sumbangan terhadap keganasan Israel,diantaranya ialah:-
Syarikat Phillip Morris Produk,yang mengeluarkan rokok dan makanan jenama : Marlboro,Virginia Slims,Benson & Hedges, Winston,Gold Coast,Merit,Parliament,Alpine,Basic,Cambridge, Bristol,Bucks,Chesterfield,Collector’s Choice,Commander,English Ovals,Lark,L&M,Players and Saratoga,C? e d’Or,Philadelphia,Polo, Milka,Malabar,Marabou dan Prince > Fakta : 12 % keuntungannya adalah untuk Israel,setiap hari umat Islam membelanjakan USD 800 juta untuk membeli rokok mereka,keuntungan purata 10% atau USD 80 juta sehari.Kesimpulannya,USD 9.6 juta duit umat Islam pergi keIsrael setiap hari
Syarikat : Coca-Cola,McDonalds,Burger King,Pizza Hut dan KFC. Produk : Minuman Jenama : Light Coke,Fanta,Sprite,Canada Dry, Crush,Schweppes,Minute Maid,Nestea,Dr.Pepper > Fakta : Sejak 1966 Coca-Cola meyokong penuh negara Israel. Coca-Cola telah menerima anugerah tertinggi dari kerajaan Israel kerana lebih 30 tahun menyokong mereka serta membantah boikot Liga Arab terhadap Israel
Syarikat : Nestle Jenama : Kit Kat,Perrier,Libby,Nescafe,Maggie, Buitoni,Nestea,Freskies,Vittel,Pure Life,Nido,Smarties,Lion,Polo, After Eight,Coffee Mate,Nesquik,Aero,Quality Street,Felix (cat food), Crosse & Blackwell,Milkmaid,Carnation,Shreddies,Baci Baby Ruth, Butterfinger,Milkybar,Frutips > Fakta : Syarikat Swiss ini dimilikki 50.1% oleh syarikat Israel,Osem Investments. Pada tahun 2000 mengumumkan untuk melabur berjuta2 dolar diIsrael dalam R & D. Pada tahun Peter Brabeck-Letmathe bagi pihak Nestle menerima Anugerah Jubli daripada Perdana Menteri Netanyahu
Syarikat : Disney Produk : Disneyland,Euro-Disney,Jenama Disney, (Kartun & Filem) > Fakta : Pameran Walt Disney Millennium di Epcot Centre Florida menonjolkan Jerusalem sebagai ibu negara Israel. Kos US 8 juta untuk pameran ini dibiayai US 1.8 juta olih Israel untuk menentukan isi kandungan pameran. Ini adalah kempen Israel menggunakan Disneyland untuk menguasai Jerusalem sepenuhnya
Syarikat : Delta Galil Industries Ltd. Produk : Pasaraya, Pakaian dan Kasut Jenama : JC Penney,Carrefour,Nike,Reebok,Converse,Calvin Klein,Gap,Boss,Ralph Lauren,Banana Republic,Bauer,Wrangler,Dim, Old Navy Dockers, Celio,J.Crew,Caterpillar,Lou Riders,Pryca > Fakta : Syarikat kain terbesar Israel. Pengasasnya Dov Lautman adalah kenalan rapat Presiden Israel ketika itu Ehud Barak
Syarikat : Nokia Produk : Telekomunikasi,telefon bimbit dan elektronik Fakta : Nokia melabur begitu banyak di Israel dan memanggilnya PROJEK ISRAEL
Syarikat : Danone Produk : Makanan,minuman dan biskut Produk : Evian,Alpina,LU Biscuits,Tuc,Volvic,Strauss dairy,Jacob biscuits, Danone yogart,HP foods,LEA & PERRINS,Sant,Galbani,Danao, Danette > Fakta : Pada tahun 1998 Franck Riboud bagi pihak Danone menerima Anugerah Jubli daripada Perdana Menteri Israel, Netanyahu. Anugerah tertinggi negara Israel untuk syarikat yang memperkukuhkan ekonomi Israel. Institut Danone, satu institut Penyelidikan dan Pembangunan telah di tubuhkan diIsrael pada tahun 1998
Syarikat : Johnson & Johnson Produk : Kesihatan > Fakta : Pada tahun 1998 Roger S. Fineon bagi pihak Johnson & Johnson, menerima Anugerah Jubli daripada Perdana Menteri Israel Netanyahu
Syarikat : Revlon Produk : Kosmetik > Fakta : Jutawan Ronald Perelman yang memilikki Revlaon adalah seorang Zionis. Penyokong kuat Zionis Merupakan pemegang amanah Pusat Simon Wiesenthal Center yang menggunakan Holocaust untuk mendapatkan sokongan Zionisma dan Israel
Syarikat : AOL Time Warner Produk : Media Elektronik dan Cetak Jenama : ICQ,Warner Bros,CNN,AOL,Times magazine > Fakta : AOL memperuntukkan 30% daripada portfolio keuntungan di Israel. Pada tahun 1998 AOL menerima anugerah Jubli daripada Perdana Menteri Netanyahu
Syarikat : IBM > Fakta : Mempunyai 1700 pekerja di Israel. Satu dari 3 syarikat yang disanjung semasa Jamuan Makan Malam Liga Persahabatan Amerika-Israel Untuk Demokrasi pada 25 Jun 2001 bersama Ariel Sharon
Syarikat : L’Oreal Jenama : Giorgio Armani,Lancome,Biotherm, Garnier,Helena Rubinstein,Donna Karan,Vichy,Cacharel,Maybelline, Redken,La roche-posay,Carson > Fakta : Setelah disaman US 1.4 juta kerana menulis surat pada Liga Arab bahawa mereka menutup kilang di Israel, mereka kemudian malbur dengan begitu banyak di Israel
Syarikat : Intel Produk : Perkakasan komputer > Fakta : Intel adalah penyokong kuat Israel. Pusat pembangunan pertama di luar Amerika didirikan diHaifa pada 1974
Syarikat : Estie Lauder Jenama : Clinique,Tommy Hilfiger,DKNY, Aramis,Origins,Ko Malone,La Mer,Prescriptives,Bobbi Brown Essentials,Aveda,Jane,MAC Cosmetics,Kate Spade,Fragrances,Stila > Fakta : Pengerusinya, Ronald Lauder, pernah menjadi pengerusi Persidangan Utama Kesatuan Amerika Yahudi. Juga adalah presiden Tabung Kebangsaan Yahudi yang fungsinya ialah untuk menghalalkan pengambilan tanah rakyat Palestin oleh Israel
Syarikat : News Corporation Produk : 20th Century Fox,Star,SKY, New York Post,National Geographic Channel,News of the World,The Times,The Sun,Nursery World,The weekly Standard,Daily Telegraph, Harper Collins > Fakta : Murdoch’s New Corp. melabur dengan begitu banyak di Israel
Syarikat : Kimberly-Clark Produk : Huggies,Kotex,Kleenex,Scott, ANDREX products Freedom,Scottex > Fakta : Pada tahun 1998 Robert P. Van der Merwe , Pengerusi Kimberly Clark , menerima Anugerah Jubli daripada Perdana Menteri Israel Netanyahu, kerana sumbangan mereka dalam membangunkan ekonomi Israel
Syarikat : Procter and Gamble Produk : Kesihatan,sabun,syampu Jenama : Head & Shoulders,Pert Plus,Pentain,Always,Tide,Crest, Pampers,Lux,Palmolive,Camay,Zest,Ariel,Fairy,Signal 2,close up, colgate,Monsieur Propre,Oil of Olaz,Petrol Hahn,Pringles,Sanicroix, Tampax,Tempo,Vicks,Vizir,Yes Swiffer,Ace,Action 500,Bonux,Mr. Clean
MARS INC – Bounty,M&M’s,Mars,Snickers,Twix,Uncle Ben’s, Whiskas,Pedigree,Balisto,Brebbies. HASBRO – Parker,Pokemon,Star Wars,Episode I,Monopoly, Brothers,MB,Playskool,Tiger. GILETTE – Braun,Duracell,Gillette,Oral-B,Paper-Mate,Parker, Waterman. COLGATE PALMOLIVE – Ajax,Palmolive,Tahiti,Axion,Bingo,Fabe, Felire,La croix,Mennen,Murphy,Paic,Haagen,Dazs Ben & Jerry, CAMPBELL,Kellogg,Canderel,Levis,Raid,Heinz
Nah,setelah kita menyorot senarai panjang diatas,
persoalannya,adakah kita rela untuk menyumbangkan wang untuk musuh2 Islam? Adakah kita rela saudara seakidah dengan kita dibedil dengan peluru2 akibat dari sumbangan kita itu? Jadi,kita tidak harus boikot barangan Israel untuk hari ini sahaja,atau untuk beberapa ketika sahaja,tetapi kita boikot untuk jangka masa panjang dan kalau perlu untuk selamanya,sehingga Israel akur dan menghentikan penindasan terhadap sebarang umat Islam termasuk Palestin.Seperti kata Tun Dr.Mahathir Mohamad,mantan PM M`sia,“Jika kita ingin memboikot semua barangan mereka mungkin sukar,tapi jika 20% dari umat Islam dunia memboikot barangan mereka sudah cukup untuk memberi impak yg cukup besar kepada mereka,Insya’allah
Sekarang marilah pula kita membicarakan mengenai Facebook. Memang terdapat seruan2 bagi umat Islam,supaya menutup akaun fb mereka,disebabkan pengasasnya Mark Zuckerberg dilahirkan dalam sebuah keluarga Yahudi-Amerika.Ya memang benar Mark Zuckerberg yang dibesarkan diDobbs Ferry,Westchester County,New York itu seorang Yahudi. Memang benar juga,semasa menuntut diUniversiti Harvard,dia pernah menggodam laman web universiti,untuk mendapatkan profail peribadi para pelajar tanpa kebenaran mereka,dan memanglah benar bahawa risiko pengguna fb sekarang adalah tinggi,disebabkan tiada jaminan maklumat peribadi mereka terjamin dari disalah-gunakan olih pengasasnya yang mempunyai rekod buruk itu
Sebenarnya keuntungan fb datang daripada iklan2 yang dipapar,dan pada 2008 sahaja,fb telah berjaya mengaut keuntungan sebanyak USD300 juta,disebabkan ia disokong oleh 140 juta pengguna aktif diseluruh dunia dan sejumlah 8.5 juta foto dimuat turun setiap hari. Malah majalah Time telah mengiktiraf Zuckerberg dalam ranking ke 52 daripada 101 ‘tokoh paling berpengaruh didunia pada 2008,sebaris dengan nama2 besar seperti Barrack Obama dan Dalai Lama. Pada 2008 pula,majalah Forbes telah menyenaraikan Mark Zuckerberg sebagai individu ke-321 terkaya diAS dari 400 individu lain yang disenaraikan dan dia juga merupakan individu kaya yang termuda didunia,dengan kekayaan peribadi sebanyak USD1.5 billion semasa dia berusia 24 tahun. Semakin banyak pengguna dan pengunjung fb,maka semakin banyak pulalah keuntungannya,dan ada sesetengah pendapat mengatakan bahawa keuntungan besar yang diperolehi olih fb,turut digunakan untuk membiayai dana perang Israel menentang umat Islam diGaza, Palestin
Namun dalam hal ini,umat Islam harus lebih bijak bertindak,kita harus menggunakan senjata mereka untuk menentang mereka sendiri. Tindakan menutup akaun fb,hanyalah satu tindakan mundur kebelakang. Apa yang perlu kita lakukan ialah menggunakan fb sebagai medium perhubungan dan untuk mendapatkan maklumat2,disamping sebagai bahan riadah. Memandangkan perkhidmatan fb adalah percuma,dan keuntungannya bergantung pada iklan dan penghantaran gambar2,kita harus elakkan menggunakan medium berbayar itu semaksimum mungkin,agar dengan ini fb kurang mendapat hasil dari kita umat Islam,dan sedah tentu,sumbangan fb kepada badan2 Yahudi itu pula menjadi kurang. Seperti yang telah diterangkan sebelumnya,kini terpulanglah kepada kita umat Islam menggunakan fb itu sebaik mungkin,terutama kearah memajukan ummah,dan halal/haramnya tergantung pada tindakan dan cara kita menggunakannya
Disamping itu,kita sebagai umat Islam,haruslah terus mendoakan saudara2 Islam kita yang lain terutama diPalestin,agar mereka tabah menjalani ujian dari Allah ini. Juga marilah kita sama2 berdoa semoga Allah membantu para pejuang2 Islam diseluruh dunia. Tidak lupa juga doakan sekali supaya para2 pemimpin negara2 Islam yang sedang leka dengan kemewahan dan kekayaan itu,supaya kembali sedar dan bersatu padu untuk menghapuskan Yahudi Laknatullah dari muka bumi ini:
“Ya Allah Ya Tuhan Kami,sesungguhnya kami memohon pertolongan dariMU dan kami beriman denganMu,dan kami bertawakkal kepada Mu,dan kami memuja Mu dengan kebaikan dan kami tidak mengkufuri segala nikmat2MU > Ya Allah,hanya engkau yang kami sembah dan kepada Mu kami menunaikan solat dan bersujud, kepadaMu kami berusaha,kami mengharapkan rahmatMu dan kami takutkan azabMu,sesungguhnya azabMu yang amat pedih akan dikenakan kepada orang2 yang kafir,Ya Allah azablah orang2 kafir Ahli kitab yang menghalang-halangi dari jalanMU”
“Wahai Tuhan kami,sesungguhnya kami menjadikan-Mu sebagai pendinding (daripada musuh2) kami,dan kami berlindung dengan-Mu daripada kejahatan2 mereka > Wahai Tuhan kami,wahai Tuhan yang menurunkan al-Kitab (al-Quran),dan wahai yang menjalankan awan,dan wahai yang menghancurkan tentera al-Ahzab, hancurkanlah Yahudi perampas,penjajah yang kejam itu,dan bantulah kami keatas mereka dan goyangkanlah mereka”
”Wahai Tuhan kami,binasakanlah kesempurnaan mereka,dan pecah-belahkanlah kesatuan mereka,dan gagapkanlah perkataan mereka, pecah belahkanlah hati2 mereka,goyahkanlah pendirian mereka,dan hantarkanlah tentera ghaib suruhanMu dari langit untuk menghapuskan mereka > wahai Tuhan Yang Maha Gagah Perkasa,wahai Tuhan Yang Maha Berani,wahai Tuhan Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu,wahai Allah tuhan kami,turunkanlah keatas mereka kemarahan dan kesakitan dariMu yang tidak mampu ditolak oleh kaum yang berdosa itu”
”Ya Allah,bantulah kaum muslimin dan pejuang Islam dalam petempurannya dengan Yahudi,Ya Allah bantulah kami untuk mengalahkan mereka di mana2 sahaja,Ya Allah tunjukkanlah kepada mereka keajaiban kuasaMu,Ya Allah jadikanlah mereka boleh dibilang,dan bunuhlah mereka sebinasa2nya,dan janganlah engkau lepaskan mereka walau seorang > Ya Allah,jadikanlah senjata dan harta mereka sebagai harta rampasan ditangan kaum Muslim,Ya Allah jadikanlah senjata mereka mengenai dada mereka sendiri,dan helah mereka mengenai tengkuk mereka,dan perancangan mereka menghancurkan mereka sendiri,Ya Allah jadikanlah para Malaikat membantu kaum Muslimin.”
Ya Allah hancurkanlah mereka sebagaimana engkau menghancur kaum Iram dan Ad ,Ya Allah palulah mereka dengan paluan azab, kerana mereka telah melakukan kerosakan dan membunuh para hamba2Mu. Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim,bantulah saudara kami di Palestin ,Afghanistan,Iraq dan seluruh negara umat Islam dimuka bumiMU ini,amin..amin ya Rabal Alamin” Al-Fatihah …..
Cup cup cup uuuwah Din Saymsuddin. Dimana nilai Susilo Bambang Yudhoyono sekarang ni. Mengapa oposisi dan lawan-lawan politik di Indonesia tetap banci tak mampu jatuhkan SBY. Padahal dia tak berbeza banyak dengan Suharto dan lebih buruk lagi, kerana semua untuk bahkan kepentingan peribadi, keluarga, khususnya anak-anaknya serta kroni dalam kerajaan dia. Tengoklah putarnya dipasang sebagai satu pemimpin parti Demokrat, isterinya konon nak dicalon sebagai presiden akan datang. Ini lebih dari kerajaan Orba Suharto. Kalau Suharto dulu lebih banyak berjuang untuk rakyat dan takut kepada mahasiswa, Yudhoyono tak. Yudhoyono justeru menerusi Orde Baharu saat kami Malaysia pun dah lama tinggalkan cara macam tu khususnya selepas dunia semakin dah berubah dan kami lebih banyak menggalakkan pembangunan fisikal untuk kemaslahatan dan kenyamanan publik. Tengok, negeri kami bersih dan asri. Udara segar pencemaran hawa tak ada. MRT dan rangkaian keretasemua bagus, kereta dan sepeda motor tak banyak, apa Yudhoyono mempunyai haluan dasar macam kami. Tapi perkembangan baharu menuju ambang kehancuran makin teruk. Terkini yalah rasuah atau korupsi berjemaah terang-terangan di kerajaan Yudhoyono dan DPR. Dalam pemerintahan SBY, terkini yalah jalan-jalan rombongan kerajaan Yudhoyono atas nama menghadiri G20 Kanada yang tak jelas untungnya bagi rakyat negeri jiran ni. Dengan pesawat berbadan lebar, Yudhoyono terjerat menghamburkan wang negeri. Masih belum puas lagi, Susulan jalan-jalan ke Turki. Masih belum puas lagi, tamasya ke Makkah atas nama umrah pula. Inilah rasuah terang-terangan. Sedangkan DPR sebagai membarter tak ungkit perkara skandal bank Centuri, maka bolehlah jalan-jalan ke Eropah atas nama kajian perbandingan.
R a s u a h t e r a n g - t e r a n g a n. Rasuah berdalih tugas negara. Puas-puaskan diri dan teman-teman tanpa prihatin rakyat negeri jiran itu dicekiknya dengan harga-harga barngan dinaikkan tanpa memikirkan kemampuan beli mereka. Inilah cara dahulu Suharto memimpin Indonesia, dah ditinggalkan orang-orang Suharto kecuali Yudhoyono sendiri. Supaya tampak Yudhoyono taat berugama, supaya majoriti Muslim negeri jrian tu tertipu lagi dan lagi dengan simbol dan penampilan berugama kulit luaran bagi kuasa bertahan. Di Makkah SBY berkata di depan rombongan sesama koruptor terang-terangan berdalih “umrah”, memperdaya ummah muktamar Muhamamdiyah di Yogyakarta, memminta supaya Muhammadiyah jangan mengeras. Itu sesunguhnya bagi menyindir kemungkinan masukn Muhdi PR ke syarikat masyarakat Muslim terbesar kedua tu. Juga di bawah pemimpin Din Syamsuddin, Muhammadiyah undian tak menyokong kerajaan Yudhoyono. Tapi semua orang diamanapun paham, kami budak-budak pelajar Malaysia pun faham, itu kerana kerajaan Yudhoyono tak pro rakyat dan tak jelas arah. Membanteras rasuah tak jelas dan tebang pilih. Din Syamsuddin berkata di depan ummah besar mukmatar tu bahawa Muhammadiyah akan tetap kritis. Alamak hebatnya Syamsuddin. Cup cup cup uwah.
Ada pula televisyen ceroboh dengan berkata bahawa “ada intel masuk” ke Muhamamdiyah dan Nahdhatul Ulema (NU). Rupanya semata tipuan kata-kata medua tolol tu. Sesungguhnya yang dipilih media tu yalah bahawa satu ataupun dua eks pegawai perisikan negeri jrian tu, nak masuk ke dua syarikat masyarakat Islam Indonesia yang terbesar tu Muhamamdiyah dan NU. Iaitu Muhdi PR yang dituduh membunuh aktivis hak asasi manusia Munir, dan tokoh lain tu yalah As’ad, juga eks pegawai perisikan. Mula ataupun dahulu semasa tengok televisyen tolol tu orang nak peroleh kesan seolah akan sengaja disusupkan perisikan ke dalam NU dan Muhamamdiyah bagi memata-matai tokoh-tokoh penting disana. Ternyata yang media tu maksud hanyalah bahawa ada dua tokoh tersebut nak bergabung di dalamnya. Itulah penyesatan kata-kata wartawan / televisyen tolol sangat, tak mampu membuat kata.
I n d o n e s I a p a s t i berjalan mundur dengan p r e s I d en macam t u. Macam mana penilaian orang? Jelas sangat tentu tak ada masalah kalau pegawai perisikan dah pencen masuk ke dalam syarikat masyarakat macam tu. Kedua-duanya pasti sekadar berkhidmat untuk bangsa, rakyat dan ugama, kerana kedua-duanya mempunyai pengetahuan jauh lebih baik berbanding dengan Yudhoyono, hanya sahaja rakyat dah terbawa terindoktrinasi bahawa orang perisikan bagaimanapun pasti jahat. Tak lah dan bergantung. Pun kedua-dua eks pegawai perisikan tu masuk ke UN dan ataupun Muhamamdiyah, kerana itu kemungkinan dan jalan satu-satunya boleh jadi calon pemimpin negara, dalam era demokrasi ni. Kalau misalnya dibuat coup d ‘etat risiko agak berat. Maka siapapun nak boleh pilih menyertai dalam syarikat masyarakat besar yang membolehkan menjadi pemimpin nasionalis sejati bukan boneka kapitalis liar hutan belantara dalam era Yudhoyono macam ni. [Yudhoyono membuat kekeliruan besar sangat, kerana tanggung memberantasi rasuah, cuci tangan kepada sistem kehakiman, membiri rakyat di seluruh Indonesia semakin melarat; 4 anak ditinggal ibu cari suami lain, sang suami di penjara; balang-balang gas menjadoi bom di rumah tangga, anak -anak dibunuh diambil orderdil badan untuk dijual, Yudhoyono diam sahaja].
Muhdi PR ataupun As’ad ataupun yang lain selain Yudhoyono jelas lebih cemerlang untuk Indonesia. Seorang tutua Muhammadiyah macam Amien Rais dan khususnya Ma’arif senang tokoh tokoh terbaik macam Muhdi PR dan As’ad, iaitu nasionalis nasionalis sejati macam Wiranto/Prahabowo pula berada dalam Muhammadiyah kalau menyedari betapa presiden sekarang semakin memusnahi rakyat, memiskini rakyat, pelanggar Perlembagaan 1945 . Hanya dengan orang-orang berani macam mereka bukan macan Yudhoyono yang tak jelas, kerana mereka pasti dah insaf takkan lagi mahu membunuh rakyat, maka Nusantara boleh mensejahteri rakyat negeri jiran tu secara merata berkeadilan tanpa jurang, ekonomi makin lebar macam sekarang ni.
U s m a n H a m i d b e r k a c a m a t a k u d a. Usman Hamid - bukan ayah saya Hamid bin Hasan - dari NGO Kontras berkenaan kemungkinan menyertai Muhdi PR dan As’ad kepada syarikat masyarakat Muslim yang kedua terbesar dan pertama tu, tak setuju dengan tu. Jelaskah kerana Hamid membawa misi Barat. NGO Kontras sebagagian wangnya berasal dari Barat. Macam negeri negeri Sarawak jelas tak nak ingin NU dan Muhamamdiyah ada Muhdi PR, As’ad, Suripto, apalagi macam Wiranto ataupun Prabowo, nasionalis-nasionalis pengabdi rakyat dan walaupun mereka berjanji dah berubah dan tak lagi membunuh rakyat, di saat kerajaan Yudhyoono justeru rajin membunuh rakyat sendiri atas nama dan main tuduh korban-korban selama ni dikatakans ebagai pengganas-pengganas. Pabila macam ni, mana yang lebih jelas dan menegakkan hak asasi dan menghormati nyawa manusia, paksi Muhdi PR atau paksi kerajaan Yudhoyono dengan kapolnas a la Hitler. Hamid tak pandai tengok bahawa sesungguhnya yang membunuh Munir kemungkinan besar justeru agen-agen Belanda ataupun CIA. Tengok pula kes penenggelaman corvette Cheonan Korea Selatan baharu baharu ini. Amerika Syarikat dan Korsel main tuduh itu kerjaan Korut, yang jelas dah sering sering berkata: “Itu yalah rekaan Amerika Syarikat.” Barat khususnya Amerika Syarikat sanang membuat rekaan di mana-mana, supaya negara macam Nusantara pun tak maju-maju. Inat dan tengok macam tu.
Menyertai Muhdi PR, As’ad dan tokoh-tokoh ansionaliss ejati bukan boneka Barat ke dalam NU dan Muhamamdiyah dan kalau perlu pun pula ke syarikat masyarakat majmuk baharu Nasional Demokrat, yalah penting sangat, supaya pemimpin palsu macam Yudhoyono, iaitu boneka kapitalis liar hutan belantara, dan pemiskin majoriti rakyat tu, boleh akan tergantikan. Harusnya dominasi Barat di Indonesia dah selesai sejak mula reformasi 1998, tapi kenapa sehingga kini tak kunjung selesai, dan bahkan sekarang ni dilanjutkan oleh Yudhoyono. Harga-harga mula naik tinggi lagi, orang-orang rakyat diberantasi, bukan kemiskinan yang diberantasi. Mafia keadilan mahupun koruptor profesor pun dalam dalam sahaja dalam ketiak kerajaan Yudhoyono, bermakna sebuah cuci tangan nyata atas nama, sebuah blunder, tak turut campur urusan kehakiman oleh Yudhoyono, sehingga membiari pemimpin-pemimpin korup di dalam kejaksaan agung dan polis Nusantara. Oleh Yudhoyono yang meniru Suharto, agama pun diperalatkan sempurna bagi menipu lagi lagi kepada rakyat.
Tengok perkataan Yudhoyono dalam sambutan pidato, masih belum puas hamburi wang rakyat bahkan selesai dating ke G20 bahkan jalan-jalan ke Turki dan bahkan pergi atas nama umroh, saat dia berkata untuk kongres Muhamamdiyah. Bukti nyata sangat bahawa walaupun negeri jiran tu telah tinggalkan era Suharto tapi pengganti Suharto, iaitu Susilo Bambang Yudhoyono, terbukti autoritarian pula dengan agenda-agenda kepentingan peribadi dan kumpulan sendiri. Bukti lebih nyata sangat lagi yalah walaupun 10 tahun lebih reformasi demokrasi diupayai, eks tentera tu bermain dengan cara sendiri agak lebih halus tapis ama bahayanya macam Suharto, yang mana hampir semua bidang tetap dikuasa dengan cara-cara lama dari politik sehingga bisnez. Padahal dalam tahun 2004, Yudhoyono dah berkata bahawa semua bisnez dan politik dikuasa mereka harus diakhiri dalam limatahun; masa itu telah lewat dan tak ada tanda itu berakhir. Pabila macam ni ada dua kemungkinan: 1) Yudhoyono Pemain sandiwara murahan, bermakna dia tetap bahagian kekuasaan lama, atau 2) Yudhoyono mencuba berbeza tapi dia lemah sehingga bagaimanapun diam-diam membuat krompomi tak tampak oleh rakyat dan penganalisis bahawa dia telah dalam kejahatan tu. Islam dan ummah Muslim dan non Muslim Indonesia, macam kami Malaysia pula, pasti suka dengan kebersihan, bersih dari rasuah/korupsi, bersih dari pemerintahan yang tak jujur. [Ada opini lebih betul sila majukan kepada saya: saudahahmadbintiusman@msckl.my].
Saya setuju 100 % dengan anda, Saudah.
Sejak masa sebelum merdeka, negara jiran itu realiti bodoh, rakyat dan negara ni nak dibawa kemana? Sesungguhnya presiden tak pandai dan tak mampu. Seorang Menkominfo itu tak berkualiti sangat. Teruk. Naiknya Tifatul Sembiring menteri itu kerana selepas ia hangat dengan aksi-aksi demo pro Palestin menentang Israel di depan kedutaan besar Amerika. Itu sahaja. Tak ebrkualiti. Lalu SBY ketakutan, padahal mestinya tak perlu, lantas tengok massa yang selalu besar dari PKS, maka “diamankan”lah Tifatul berkhidmat Menkominfo. Selebihnya orang Medan itu tak ada nilai sama sekali. Mungkin tampannya saja. Tapi awak tahu betul ia tak tampan juga. Sebagai perempuan muda pun aku tak lihat dia tampan. Sedangkan SBY akan dan terus selalu memakai strategi ini. Kalau ada menteri atau pegawai penting telah menjadi sasaran kritikan terus-terusan, akan digeser atau diganti. Menkominfo dahulu seperti itu. Begitu pula Kapolnas dan Ketua Jaksa diganti juga kerana desakan awam, terlebih bukan kerana prestasi atau keberanian dalam mengatasi persoalan-persoalan bangsa. Kepentingan-kepentingan sesaat seperti ini yang lebih dipilih Susilo Bambang Yudhoyono. Sementara berbagai hal penting sangat seperti pengangkutan awam massa, ingat kami punya segala angkutan baim macam monorail MRT, sedangkan kerajaan Indonesia dalam SBY tak. Masalah konflik agama, menteri-menterinya macam menteri agama tak diganti. Tengok di televisyen-televisyen itu, padat dan menjejal penumpang setiap hari raya dan tahun baru bercuti mengakibatkan juga ratusan korban kemalangan lalulintas tersungkur jatuh mati dan cedera di negeri jiran itu kerana ketidak pekaan SBY. Rakyat jadi korban, tidak mendapat kemudahan pengangkutan massa seperti di kami Malaysia dan negara-negara jiran macam Singapore dan Thailand. Kemana kerajaan SBY membawa Indonesia? Rakyat hanya tempat untuk mendapatkan kedudukan dan jabatan apabila pilihanraya dan janji-janji perbaikan bangsa dibuang ke sampah saat jawatan dan kerusi telah didapati. Lantas pendeta itu ditusuk dan pelaku dan dalangnya tidak ditangkap atau nanti salah tangkap. Lalu dimunculkan lagi adanya aksi teror. Lagipun hukuman-hukuman penjara untuk koruptor hanya dibawah atau sa dengan 5 tahun, mereka setelahnya bebas dan etap kaya. Betul saat dikata bahawa rakyat Indon memang bodoh sangat, diam tengok semua itu. Wang tidak perlu kembali ke kas negara. Sementara kes besar seperti skandal illegal bailout Bank Century, kini Bank Mutiara, 6,7 triliun dan kes besar yang lain, yang merugikan negara itu, adalah wang rakyat, tertutup dan sengaja ditutup dengan isu-isu baru. Atau dialihkan dengan licik ke perkara-perkara yang lain. Bolehkah dikata bahawa SBY bahkan lebih baik dari Soeharto yang berwawasam sangat membangun negara? Isu utama semata dialihkan dengan isu pembodohan macam bahawa Bank Mutiara akan dijual atau berpindah tangan. Televisyen itu mungkin dengan wartawan-waetawati tolol mahu ambil isu pengalihan macam tu. Semenara anggota DPR berkolusi diam-diam bersama eksekutif dengan menerima wang perjalanan dinas ratusan juta rupiah bahkan setelah tiap bulan menerima gaji bulanan besar puluhan juta ringgit. Kemana Indonesia dibawa SBY dan apa kerja Parlimen/DPR? Betul sangat dikata bahawa majoriti rakyat Indon memang bodoh dan telat berfikir, mahu sahaja ditololi kerajaan khususnya presiden SBY, yang tentu sahaja licik sangat, rakyat Indon bodoh, bernikmat tidur dan bernikmat hiburan-hiburan muzik tak berkualiti di televisyen-televisyen Indon. Takkah awak faham bahawa sesungguhnya polis kes lepas ditangkap kami Diraja Malaysia kerana mereka memeras nelayan-nelayan penduduk kami Malaysia, tradisi yang terus diamalkan oleh polis Indon terhadap rakyat sendiri maupun penduduk negara jiran, dengan pelbagai alasan, bagi meminta bagian upeti. Tapi macam ini, perkara yang muncul di media Indon berbeza dan menjadi lain sangat samasekali. [Awak ada opini lain, sila majukan ke kami: Ana binti Usman MSC Kinabalu, Malaysia].
Berikut disiarkan petikan ucapan Dato Zainuddin Maidin.
JIKA kita mahu maju ke hadapan, mencipta sejarah baru dalam hubungan Indonesia-Malaysia, kita mesti kembali menoleh ke belakang, melihat cermin sejarah untuk menjadi panduan, seperti kita memandu mobil, sesekali perlu melihat cermin belakang, cermin sisi (side-mirror) untuk mengelakkan bahaya dalam meluncur ke hadapan.
Hubungan Malaysia dan Indonesia telah melalui berbagai zaman. Zaman kenangan manis saya dalam hubungan ini ialah zaman kebangkitan yang penuh romantis, retorik dan emosi dalam arena politik, sastera dan budaya seawal tahun 1950-an
Dari Zaman Sukarno yang meniupkan semangat Nusantara dan Maphilindo di Persidangan KRIS (Kesatuan Rakyat Istimewa Semenanjung), Taiping, Perak pada Ogos 1945 membawa kepada senandung Titek Puspa, Sam Saimon, Beng Selamat, Hasnah Taha, S. Effendi, Oslan Hussien, Arni Johan dan lain- lain. Dari Bengawan Solo, Serunai Malam, Semalam di Malaya, Aryati, Di Wajahmu Ku Lihat Bulan, Sepasang Mata Bola, Tinggi Gunung Seribu Janji dan lain-lain.
Sebagai wartawan dari usia muda, lebih mendalam perasaan saya kerana dari sejak awal tahun 50-an saya telah dihayati oleh novel-novel Pramoedya Ananta Toer, Sultan Takdir Ali Shahbana dan terutamanya Pak Hamka, mengenali dan membaca tulisan wartawan-wartawan besar Indonesia seperti Mokhtar Lubis dan Rosilhan Anwar. Saya telah mendengar ucapan ulang tahun hari kemerdekaan Indonesia oleh Presiden Sukarno menerusi radio Republik Indonesia hampir setiap tahun sehinggalah pada hari ucapannya dijeritkan Kicap! Kicap! Kicap!
Demikianlah dalam satu peringkat hubungan kedua-dua negara, tiupan retorik pemimpin politik Indonesia, nyanyian para senimannya, tulisan para sasterawan, wartawan- wartawannya serta ulama-ulamanya, telah memberikan sumbangan besar kepada jalinan hubungan mesra serumpun dan kepada pembangunan intelektual dan kesedaran kebangsaan, keagamaan dan antarabangsa di kalangan masyarakat Melayu Malaysia.
Lagu Jumpa Mesra nyanyian Allahyarham S. Effendi ketika lawatan rombongan pertama orkestra Indonesia di awal perhubungan kedua negara masih dinyanyikan di Malaysia sekalipun telah dilupakan di Indonesia.
Masa indah itu telah berlalu dalam lipatan sejarah, mimpi tidak menjadi realiti, nyanyian Nusantara berkemuncak dengan konfrontasi, percaturan politik antarabangsa pada ketika-ketikanya memisahkan kita. Dalam perang dingin yang memuncak di awal 60-an, Malaysia tetap memilih untuk berada di kanan dan Indonesia berada di kiri. Kesinambungan dasar dari sejak Malaya Merdeka.
Dari awal kemerdekaan, Malaysia percaya kepada kapitalisme dan pasaran bebas dan kerana itu menolak ‘Gagasan Nusantara’ yang bersifat jingoisme dan tertutup. Pengaruh politik kepemimpinan Malaysia yang pro-Barat telah berjaya mempengaruhi rakyat menerusi proses demokrasi mengalahkan golongan para pejuang yang pro-Indonesia di Malaysia yang lebih percaya kepada demokrasi terpimpin.
Kegagalan konfrontasi pada tahun 1965 telah menukarkan tragedi menjadi sesuatu peluang yang membawa satu perubahan sosiopolitik dan ekonomi di Indonesia yang membuka jalan ke arah hubungan yang lebih realistik antara Malaysia-Indonesia dan dengan itu mengesahkan jalan kanan yang di pilih oleh Malaya dan Malaysia dari awal kemerdekaan. Ia membawa kepada persamaan dalam pendekatan ekonomi antara kedua negara sekalipun perwatakan politik masih berbeza.
Dalam zaman keretakan hubungan pun antara kedua negara, perasaan serumpun rakyat Malaysia terhadap Indonesia tidak pernah terputus. Lagu-lagu Indonesia terus dijiwai oleh rakyat Malaysia. Mendalamnya ikatan ini dapat dirasai apabila, dalam majlis perkahwinan Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi baru-baru ini, sebahagian besar lagu yang didendangkan termasuk oleh Perdana Menteri sendiri, Timbalan Perdana Menteri dan lain-lain menteri adalah lagu kenangan Indonesia (evergreen). Sekarang ini pula lagu-lagu popular Indonesia seperti My Heart, Pecinta Wanita, Jujur, Love is Cinta dinyanyikan oleh anak-anak kecil dan juga anak-anak muda di Malaysia. Kumpulan-kumpulan popular Indonesia seperti Dewa, Radja, Sheila On 7 dan lain-lain lagi juga terkenal di Malaysia.
Seni tidak pernah ada sempadan. Lagu dan irama yang datang dari jiwa tidak boleh memusnahkan perasaan manusia, melampaui Selat Melaka, melampaui batas dunia apatah lagi jika lagu ini difahami liriknya. Di Indonesia pula khabarnya perkahwinan Siti Nurhaliza juga dimarahi oleh wanita-wanita dan ditangisi oleh lelaki dari Sumatera hingga ke Bali.
Sesungguhnya perspektif sejarah telah menampakkan, krisis hubungan Malaysia-Indonesia dari semasa ke semasa adalah kerana campur tangan politik asing. Dari politik Nusantara sehingga sekarang kepada perjuangan “Jemaah Islamiah Nusantara”. Bezanya dahulu didukung dan disokong oleh pemerintah Indonesia, tetapi sekarang Malaysia dan Indonesia bersatu untuk memerangi musuh bersama.
Pada suatu masa pihak Indonesia pernah mempunyai sayap kelimanya di Malaysia dan ada pemimpin politik di Malaysia yang menjemput orang politik Indonesia mencampuri urusan politik Malaysia. Umpamanya, Anwar Ibrahim yang tersingkir daripada UMNO, mahu membawa reformasi Indonesia ke Malaysia dalam masa krisis kepimpinan Malaysia di tahun 1998. Terdapat seorang dua pemimpin dan wartawan Indonesia yang menunjukkan sokongan kepadanya seperti yang ditunjukkan oleh ‘Vice President’ Amerika Syarikat, Al-Gore yang melawat Malaysia ketika itu. Al-Gore yang buta politik Malaysia menghasut rakyat Malaysia supaya turut melancarkan reformasi. Anwar yang mahu meniru reformasi Indonesia bukanlah darah daging sejati UMNO.
Maka itu dia tidak dapat melihat reformasi Malaysia yang dilancarkan oleh Perdana Menteri kedua Tun Abdul Razak menerusi ‘affirmative action’ Dasar Ekonomi Baru pada tahun 1971. Maka itu dia mahu meniru reformasi.
Perwatakan
Sejarah telah membuktikan sejak dari zaman Majapahit bahawa hubungan Semenanjung Tanah Melayu-Indonesia atas keyakinan sebagai satu rumpun adalah amat rapuh, tercabar dan terungkai dari semasa ke semasa kerana perbezaan nilai, budaya politik dan perwatakan bangsa. Ia ibarat gigi dengan lidah yang mana sesekali gigi akan tergigit lidah.
Pembudayaan bangsa Indonesia berteraskan kepada nilai-nilai revolusi tetapi Malaysia mengambil jalan lain untuk kemerdekaan dan terus berpegang kepada evolusi dalam pembinaan bangsa dan negara.
Kami menangani anasir-anasir ekstremisme dan revolusinisme yang cuba dieksport dari luar dengan tindakan bersifat ‘fight fire with water’. Kekerasan adalah jalan paling terakhir. Darah tidak semestinya dibayar dengan darah.
Politik Malaysia mengajar rakyat berkompromi, bertoleransi, dan bertindak secara evolusi. Apabila tercetus rusuhan kaum yang pertama di Malaysia pada Mei 1969 yang dianggap sebagai tragedi hitam dalam sejarah, pemimpin Parti Islam Malaysia (Pas) menyeru supaya dirampas harta orang Cina tetapi Perdana Menteri pertama Tunku Abdul Rahman menyatakan dalam satu wawancara dengan saya, “ini kerja gila, orang mengumpul harta dengan usaha bertahun, kita mahu kaya dengan merampasnya dalam sehari.”
Apabila dalam masa kekacauan itu Timbalan Perdana Menteri Tun Abdul Razak didesak oleh pelampau ekstremis Melayu supaya mengambil alih jawatan dari Tunku Abdul Rahman, Tun Abdul Razak berkata: “Itu bukan cara orang Melayu.”
Kejayaan Malaysia hari ini adalah kerana dari awal lagi berasaskan kepada moderation dan globalization dengan mengamalkan dasar pintu terbuka.
Sekalipun globalisasi baru diperkatakan sekarang tetapi hakikatnya rakyat Malaysia telah menerima cara hidup dan nilainya sejak kemerdekaan. Dalam era globalisasi, kita tidak dapat lari daripada menghadapi pengaruh luar dalam bentuk sosiobudaya ekonomi dan politik tetapi kita mesti bijak untuk mengenali antara globalisasi dan ‘Amerikanisme’, antara kepentingan negara dan kepentingan syarikat perniagaan atau individu.
Tanpa kekuatan dan ketahanan diri, pemimpin dan media kedua- dua negara akan mudah menjadi alat atau diperalatkan orang sehingga membawa kesan negatif kepada hubungan kedua negara.
Kesedaran ini menjadi lebih penting sekarang kerana hubungan diplomatik Malaysia- Indonesia, secara rasminya telah mencapai angka penuh kematangan 50 tahun pada tahun 2007 ini. Sekarang seharusnya kedua-dua bangsa kita yang berakar umbi dari satu rumpun Melayu menjadi lebih matang dan lebih bijak dalam mencari penyelesaian atas masalah yang timbul.
Cermin sejarah mengajar kita untuk tidak mengharapkan penyelesaian berasaskan sentimen serumpun sebangsa tetapi mesti berasaskan kepada persefahaman politik, ekonomi dan keselamatan serantau dan antarabangsa.
Sekalipun Presiden Suharto telah merintis jalan ke arah ini tetapi pengisian masih belum mencapai peringkat kekuatan dan kestabilan yang meyakinkan tetapi jika kedua pihak terus bersikap positif maka masalah yang timbul akan dapat diselesaikan secara yang konstruktif dan memberikan faedah ekonomi kepada kedua pihak, baik ia masalah T.K.I. ataupun Ambalat.
Hubungan bilateral Malaysia-Indonesia masa kini berada di tahap yang paling baik. Ini hakikat yang diakui sendiri oleh pucuk pimpinan kedua-dua negara, baik oleh Perdana Menteri Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi mahupun oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Begitu juga di peringkat Timbalan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ini dengan jelas kita lihat semakin berterusan hingga ke peringkat menteri dan para pegawai tinggi pentadbiran kedua-dua negara.
Lebih 3,600 pelajar Malaysia termasuk darpada bukan keturunan Melayu, sedang melanjutkan pelajaran di 17 kampus di merata Indonesia. Kebanyakannya dalam bidang perubatan, iaitu kedoktoran, farmasi dan pergigian.
Manakala pada masa ini Malaysia juga menjadi tuan rumah atau rumah kedua bagi lebih 14,000 pelajar Indonesia di pelbagai peringkat dari peringkat sijil hingga diploma hingga ijazah pertama dan sarjana, malah doktor falsafah.
Medium bahasa Inggeris bagi pelajar antarabangsa bidang perubatan di beberapa universitas di Indonesia telah menambah keyakinan dan penilaian masyarakat Malaysia untuk menghantar anak-anak belajar di Indonesia.
Indonesia mestilah melihat aspek-aspek dan kawasan yang boleh meningkatkan lagi pasaran ekonominya. Pelajaran adalah satu cabang yang ternyata amat promising dan berpotensi untuk dimajukan lagi dengan penambahan kualiti dan kemudahan tempat tinggal dan kos pembelajaran yang menarik.
Dari segi pelancongan atau wisata lebih 1.3 juta rakyat Indonesia melancong atau berkunjung dan berlibur di Malaysia sepanjang tahun 2006. Kini pada tahun 2007, Malaysia berhasrat menyambut tidak kurang 2 juta rakyat Indonesia.
Manakala Indonesia pula menerima kunjungan tidak kurang 570,000 pelancong Malaysia pada tahun 2006, suatu peningkatan lebih 25 persen berbanding tahun 2005. Jumlah rakyat Malaysia yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2007 juga dijangka meningkat sehingga 30 peratus.
Saya melihat dalam bidang ini, tidak ada promosi yang bersungguh-sungguh untuk menarik pelancong Malaysia ke Indonesia, sekalipun ke tempat terindah yang boleh didatangi oleh orang Malaysia dalam masa hanya 45 minit. Tidak ada promosi Bandung sebagai syurga membeli-belah dan Bukit Tinggi tanah indah paling dekat dengan Malaysia.
Rasa persahabatan yang akrab antara kita dan interaksi antara rakyat kedua-dua negara perlu dipertingkatkan menerusi pelancongan atau wisata, untuk saling mengenali negara tetangga dengan lebih dekat, saling menikmati kekayaan alam, keindahan, budaya dan adat resam negara satu sama lain yang akan membantu membina persefahaman terhadap pentingnya kemakmuran bersama.
Penerbangan langsung tambang murah antara Malaysia dan Indonesia yang diterokai oleh AirAsia telah menjadi unsur dinamik yang meningkatkan pelancongan orang Malaysia ke Bali, Solo, Surabaya, Medan, Padang dan Bandung dan sebaliknya.
Hubungan perdagangan dua hala Malaysia- Indonesia pula menyaksikan tahun 2006 mencatatkan sejarah baru apabila Malaysia muncul sebagai pelabur terbesar di Indonesia dengan nilai pelaburan mencapai AS$2.6 bilion.
Selain itu, satu lagi senario yang tidak dapat dihapuskan ialah Malaysia kini menampung kira-kira 1.8 juta tenaga kerja Indonesia, baik yang melalui saluran yang sah mahupun secara haram, yang mencari rezeki untuk membina kehidupan keluarga mereka di sini.
Majoriti rakyat Indonesia yang masuk ke Malaysia sama ada secara sah berhasil mengumpul wang sehinggakan statistik Indonesia sendiri menunjukkan pengiriman wang oleh mereka yang pulang ke Indonesia atau apa yang disebut di Indonesia sebagai ‘devisa’ mencecah trilion Rupiah setiap tahun.
Bagaimanapun aspek ini kurang diketahui oleh rakyat Indonesia kerana media massa Indonesia memilih untuk tidak melaporkan kejayaan atau keberhasilan mereka itu atau impak keberhasilan mereka di Malaysia terhadap pertumbuhan ekonomi keluarga dan ekonomi Indonesia sendiri sebaliknya yang lebih ditonjolkan baik akhbar atau koran mahupun televisyen ialah berita yang hanya melibatkan segelintir tenaga kerja Indonesia (T.K.I.) yang didera majikan, yang tidak dibayar gaji dan yang di ‘razia’ dan dihantar pulang kerana masuk ke Malaysia secara haram.
Diimbangi
Kejadian seperti itu hanya melibatkan 0.0001 persen daripada jumlah TKI di Malaysia. Sebagai bekas wartawan dan juga sekarang ini Menteri Penerangan, saya tidak menyalahkan media Indonesia membesarkan berita-berita ini, kerana “anjing menggigit manusia, bukan berita, tetapi sebaliknya jika manusia menggigit anjing itu adalah berita.” Tetapi seharusnya berita itu diimbangi dengan tindakan yang diambil terhadap mereka yang melakukan kekejaman.
Media Malaysia sendiri yang mendedahkan peristiwa ini dari semasa ke semasa adalah menunjukkan bahawa sebahagian besar rakyat Malaysia tidak bersimpati dengan perbuatan ganas dan tidak berperikemanusiaan. Saya tidak menyalahkan media Indonesia jika mendedahkan kelewatan kes-kes mengenainya dibicarakan di Malaysia.
Media massa, tidak seharusnya menjadi duri dalam daging dalam hubungan kedua-dua negara, tetapi seharusnya dapat membantu ke arah menyelesaikan krisis kemanusiaan dan yang timbul dari masa ke semasa dengan tidak bertujuan untuk membakar perasaan yang boleh menimbulkan prasangka buruk di kalangan umum dan memburukkan hubungan dua negara sebaliknya mencari jalan penyelesaian atas dasar saling hormat-menghormati.
Ketika Indonesia menghadapi bencana, Malaysia sering menjadi negara tetangga pertama menghulurkan bantuan kepada Indonesia, – dari gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Nias, kemudian di Yogyakarta sehingga terbaru banjir besar di Jakarta – namun publisiti mengenainya amat kurang di akhbar dan televisyen Indonesia.
Dengan mengenali kekuatan masing-masing banyak bidang-bidang yang boleh kita gemblengkan secara kerjasama berasaskan modal insan atau ‘human capital’ dan sumber alam kita, untuk membolehkan kita menunggangi arus globalisasi.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berani, kuat bekerja, kreatif dan inovatif, memiliki seni budaya yang amat tinggi dan sejarah yang tua. Sebaliknya orang Melayu Malaysia takut memanjat bangunan tinggi, tidak suka membuat kerja berat, memilih pekerjaan dan tidak suka bekerja keras seperti orang Indonesia.
Mereka lebih suka untuk makan kangkung dan ulam-ulam yang tumbuh sendiri daripada menanam sayuran. Tanpa T.K.I dari Indonesia, Malaysia dengan keupayaan, kepakaran dari segi administratif, perancangan dan sumber kewangan akan menghadapi masalah, perladangan tidak bisa mengeluarkan hasil, sektor pembangunan tidak akan berkembang dan rumah tangga di Malaysia akan menghadapi masalah tanpa pembantu rumah.
Suharto dan Adam Malik telah membawa keluar Indonesia daripada kongkongan ekonomi sosialis dan merintis jalan ke arah perkongsian nilai yang keutamaannya kepada kerjasama ekonomi serantau dengan pasaran terbuka.
Beliau telah mengalihkan hubungan pahit zaman Sukarno kepada hubungan manis serantau dalam ASEAN, dan sekarang Susilo Bambang dan Abdullah sedang memberikan pengertian besar kepada hubungan ini.
Tidak seperti yang lain-lainnya, SBY berjaya membangunkan keyakinan rakyat Malaysia terhadap kejujurannya, kesungguhannya, komitmennya untuk membangunkan ekonomi, bangsa dan negara Indonesia. Maka itu Malaysia menjadi pelabur terbesar di Indonesia sekarang.
S.B.Y. dan Abdullah Badawi bersama dapat melampaui batas sentimen perkauman yang sempit tetapi melihat ‘survival’ hubungan serumpun dalam konteks kekuatan ekonomi dan ilmu.
Keakraban dalam hubungan kedua-dua Negara, interaksi yang lebih banyak dan lebih kerap akan membolehkan kita mengenali lebih banyak nilai-nilai kekuatan masing- masing yang boleh disatukan bagi membina kekuatan bersama dan mengetepikan nilai-nilai tradisi yang melembapkan dan menidurkan.
Malaysia dengan ikhlas mengharapkan sebuah Indonesia yang kaya dan makmur kerana kestabilan dan kekayaan Indonesia akan menyumbang kepada pembangunan kuasa baru Asia yang akan dapat mengimbangi percaturan kuasa-kuasa besar dunia bagi menjamin keselamatan Asia dan merealisasikan Zone of Peace yang merupakan cita-cita asal ASEAN sekian lama.
• TEKS ini telah disampaikan di Majlis Panel Diskusi ‘Dinamika 50 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Malaysia’, di Universiti Padjajaran, Bandung, Indonesia pada 30 Jun 2007.
Berikut dipetik pula artikel Pak DIIDIK BUDIARTO
“Sakitnya hati ini, namun aku rindu… bencinya hati ini, tapi aku rindu…”
Benci tapi rindu, adalah tajuk sebuah lagu yang pernah sangat popular di Indonesia. Ia disenandungkan dengan lembut mendayu-dayu oleh penyanyi cantik berdarah Batak, Diana Nasution, di punca popularitinya pada tahun 1980-an.
Liriknya menggambarkan hubungan mesra yang selalunya diwarnai antara perasaan rindu dan kadang-kadang bercampur dengan perasaan benci. Dua hal yang nampaknya tak dapat dihindari oleh sesiapapun.
Lagu itu saya pilih sebagai penggambaran hubungan rakyat Malaysia dan Indonesia. Saya lebih senang mengamati hubungan rakyat kedua-dua negara, bukan antara pemerintah, bukan pula antara para pemimpin, kerana masalah yang sering timbul justeru pada peringkat akar umbi. Ini memang berbeza dengan laungan “Ganyang Malaysia” pada masa Presiden Soekarno.
Isu terkini adalah isytihar perang ke atas Malaysia yang dibangkitkan oleh kumpulan Benteng Demokrasi Rakyat yang lebih dikenali sebagai Bendera. Ia mewarnai laman media dan televisi di Indonesia dan Malaysia dalam beberapa minggu terakhir ini. Bendera tak hanya menggertak kosong. Mereka mula wujudkan ancaman itu dengan aksi sapu dan usir rakyat Malaysia dari Jakarta. Tunjuk perasaan dan gerakan sweeping itu tak hanya memperanjatkan pemerintah kedua-dua negara, tetapi juga langsung memperoleh tentangan dari pelbagai fihak di Indonesia.
Bendera adalah sekumpulan anak muda yang diketuai oleh Mustar Bona Ventura, aktifis pertubuhan bukan kerajaan yang banyak melakukan pembelaan bagi rakyat biasa. Ia pernah memimpin aksi mogok makan para petani yang menentang pelbagai isu di sini. Ia juga aktif dalam pelbagai gerakan mahasiswa, antaranya, tunjuk perasaan, mogok makan dan aksi jahit mulut. Tetapi mengapa ia dan kumpulannya sekarang mengarahkan buluh runcingnya ke luar negara? “Malaysia sudah sering menyakiti Indonesia. Kes kebudayaan macam reog, batik, tari pendet, kes blok Ambalat dan juga TKI”, kata Mustar.
Perang yang sebenar juga sudah dimulakan di laman internet. Di pelbagai blog dan laman web, kata-kata kasar digunakan untuk saling menyerang. Satu fihak mengguna panggilan “Idiotsial” manakala yang lain mengguna kata “Malingsial”. Sungguh membimbangkan. Bagaimana mungkin generasi muda negara yang berjiran, dan kononnya serumpun ini boleh berdepan dan saling mencaci?
Sosiolog Universiti Indonesia, Dr. Imam B. Prasojo, mengatakan kepada saya bahawa masalah yang ada diantara rakyat kedua negara terus membumbung hingga peringkat yang membimbangkan. “Saat ini di Indonesia tengah terbina secara agresif culture of humiliation, perasaan terhina dengan apapun yang dipersepsikan dan tindakan-tindakan segelintir rakyat Malaysia yang, mungkin, tidak mewakili sikap masyarakat Malaysia secara keseluruhan. Tetapi semua fihak harus faham dan menyikapinya secara arif, kerana tak akan ada asap kalau tak ada api.”
Saya bersetuju dengan pandangan sosiolog ini. Sebanar-benarnya saya lebih bimbang pada sikap para pemimpin kedua-dua kerajaan dalam menangani isu ini. Para pemimpin itu, terutamanya di Indonesia, selalu menyatakan bahawa pelbagai isu itu hanya dibagkitkan oleh media dan disokong oleh segelintir rakyat di sini. Pandangan ini mungkin ada benarnya, tetapi saya bersetuju dengan pandangan Dr. Imam B. Prasojo, bahawa para pemimpin tak boleh memandang remeh isu-isu itu, kerana sesungguhnya isu-isu itu mempunyai potensi kuat untuk merenggangkan hubungan kedua bangsa. Ia bukan hanya sekedar isu ‘people to people’. Ia adalah isu sensitif yang sedia meletup dalam wujud konflik yang sebenar-benarnya.
Sudah saatnya para pemimpin sedar, bahawa persepsi pasal isu-isu terkini itu sudah pula menjadi persepsi sebagian besar rakyat, terutamanya di Indonesia. Malah persepsi itu tak hanya ada pada minda rakyat biasa, ia pula ada di minda para cerdikpandai. Beberapa professor yang saya temui, ramai pula yang bersetuju bahawa Malaysia adalah jiran yang kurang bersahabat. Malah seorang kawan saya berani menyatakan bahawa 7 dari 10 penduduk Indonesia akan sefaham bahawa Malaysia bukan jiran yang baik.
Kenyataan bahawa kedua bangsa adalah serumpun bukanlah kata yang menjamin tautan menjadi kokoh. Kita telah banyak belajar dari pelbagai kawasan antarabangsa, negara yang berjiran dan kononnya serumpun justeru malah bergaduh dan dalam situasi tegang sepanjang masa. Hubungan 2 negara di Korea, atau India dan Pakistan, adalah contoh di mana makna serumpun dan dan budaya yang serupa sering tak ada guna dalam berjiran.
Akankah hubungan Malaysia dan Indonesia kita biarkan terjejas pada situasi yang lebih sulit?
Hingga setakat ini Malaysia dan Indonesia mencuba menggalakkan peranan kumpulan tokoh-tokoh terkemuka (EPG) untuk menjembatani sebarang masalah yang timbul. Tetapi sejak ia ditubuhkan, EPG (Eminent Persons Group) belum lagi mewujudkan harapan bahawa pertubuhan ini memang pantas menjadi tumpuan. Malah para penganalisis di Jakarta menyifatkan EPG terlampau eksklusif, kerananya ia gagal mempersamakan persepsi di akar umbi.
Sudah bukan masanya berbasa-basi seolah tak ada masalah dalam berjiran, juga sudah bukan waktunya menganggap remeh isu yang timbul dan menyatakan bahawa itu hanyalah pandangan segelintir orang. Para pemimpin harus segera mengenal pasti semua persoalan sensitif yang memiliki potensi konflik diantara kedua-dua bangsa, dan segera mengatasinya secara bijaksana dan terbuka. Sekurang-kurangnya diperlukan 3 peringkat diplomasi sekaligus untuk menangani isu-isu berkenaan. Ianya pada peringkat para pemimpin (G to G), pada peringkat perniagaan dan pegawai kerajaan (B to B) dan pada peringkat akar umbi (P to P). Malah Rektor Universiti Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Komarudin Hidayat, mengatakan bahawa harus dibangun hubungan yang seimbang pada semua peringkat. Perbezaan dan potensi yang ada itu justeru harus menjadi tumpuan bagi kedua-dua negara serantau untuk maju bersama membangun kawasan yang lebih kuat dengan rakyat yang lebih sejahtera.
Jadi mengapa pula perlu buluh runcing? Mengapa pula harus bertukar kata-kata kasar? Bertukar pantun, saya rasa lebih elok.
* Didik Budiarto ialah seorang wartawan bebas Indonesia.Komentari diatas adalah pandangan dan pendapat beliau dan bukannya freemalaysiatoday.
ksi demonstrasi ini dilakukan bagi membantah insiden penahanan tiga pegawai penguatkuasa Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia oleh Polis Marin Malaysia pada 13 Ogos.
Dalam insiden itu bahagian penguatkuasa kementerian dari Indonesia itu turut menahan tujuh nelayan Malaysia. Kedua-dua pihak mempertahankan bahawa penahanan itu adalah bagi kesalahan pencerobohan terhadap wilayah perairan masing-masing.
Kesemua tahanan itu telah dibebaskan pihak berkuasa kedua-dua belah pihak pada 17 Ogos.
Pecah dan perintah: Hubungan Malaysia-Indonesia
Strategi ini dilakukan ke atas negara-negara dan antara-negara. Ia adalah satu strategi yang dilakukan oleh pihak penjajah dan kolonial beratus-ratus tahun lalu – termasuklah ke atas Tanah Melayu oleh British, oleh Sepanyol dan Amerika ke atas Filipina dan gugusan kepulauan Sulu, Israel dan Amerika di kalangan negara Arab, Pakistan dan banyak lagi
Antara strategi yang dilakukan ialah mempengaruhi pihak pemerintah yang mempunyai sekutu lain supaya menyebelahinya. Ia harus dilakukan secara terus terang, halus atau kasar. Jika cara terus terang tidak boleh dilakukan, atau sukar, atau mustahil – maka strategi lain akan dilakukan
Strategi itu ialah melalui pegawai-pegawainya; dan jika itu pun tidak boleh dilaksanakan ia akan terus kepada rakyat. Di zaman sekarang, NGO atau juga disebut sebagai pertubuhan bukan kerajaan ialah organisasi yang paling efektif yang boleh dipengaruhi bagi melaksanakan strategi pecah dan perintah ini
Apakah hubungan dingin antara rakyat Indonesia ke atas Malaysia sekarang ada kaitan dengan ini semua? Kita kaji susur galur kedua-dua negara itu dulu
Hubungan Malaysia-Indonesia ialah hubungan tradisi. Ia telah berlangsung sejak zaman Sriwijaya pada abad ke-7. Sejarah Melayu mengisahkan asal usul raja-raja Melayu, yang dirujukkan kepada Kesultanan Melaka yang mewarisi Kerajaan Sriwijaya, ia mengisahkan betapa permulaan sistem raja-raja Melayu adalah di Bukit Siguntang di Sumatera, atau disebut juga sebagai Seri Andalas
Sejak itu hubungan rakyat dengan rakyat telah terjalin. Orang Malaysia dan Indonesia menyifatkan hubungan mereka sebagai hubungan serumpun. Serumpun bermakna serupa, sama atau dalam ikatan yang satu
Orang Melayu telah berasimilasi sejak zaman-berzaman dengan keturunan Jawa, Bugis, Aceh, Boyan (Bawean), Mendaling, Banjar, Minang yang menyeberang ke Tanah Melayu. Mereka hidup sebagai satu bangsa yang kemudiannya diiktiraf sebagai bangsa Melayu Malaysia atau bumiputera. Uniknya, keturunan akar Indonesia ini masih mengamalkan loghat bahasa asal sesama mereka. Koloni etnik keturunan Indonesia ini banyak tertumpu di Johor, Selangor, Perak, Kedah dan Negeri Sembilan
Mereka ini kemudiannya menjadi tokoh-tokoh terpenting Malaysia dari segi ekonomi, sosial dan politik. Malah banyak juga keturunan kesultanan di Malaysia berasal susur galurnya dari tanah seberang
Orang Malaysia dan Indonesia menggunakan bahasa Melayu sebagai lingua franca bahasa pertuturan mereka. Bahasa itu dituturi oleh lebih 300 juta orang di rantau Nusantara ini. Kedua-dua rakyat Malaysia-Indonesia mengamalkan agama yang sama iaitu Islam dan kebudayaannya juga hampir sama
Pada sekitar 1980-an sehingga kini, berlaku penghijrahan beramai-ramai rakyat Indonesia ke negara ini. Ia adalah satu eksodus ekonomi yang belum pernah berlaku – apabila mereka memasuki ke negara ini secara sah atau pun tidak bagi membantu membangunkan negara ini. Orang Indonesia terkenal dengan kerja lasak mereka. Orang Indonesia digunakan untuk kerja-kerja pembinaan. Banyak bangunan besar yang berdiri hasil kemakmuran Malaysia, dilakukan oleh buruh-buruh kontrak Indonesia
Pendek kata, hubungan dua-hala Malaysia-Indonesia tiada masalah. Kuasa-kuasa asing melihat bahawa Malaysia-Indonesia ialah satu kuasa serumpun yang kuat. Kuasa itu boleh dilihat dalam pelbagai bentuk sama ada kuasa ketenteraan, kuasa manusia, kuasa ekonomi malah kuasa pendidikan dan budaya
Kedua-dua negara ini mempunyai kuasa, jika mereka bersekutu. Pada sekitar 1980-an Malaysia dan Indonesia mempunyai dua tokoh yang terlalu kuat kuasa mereka. Malah negara-negara lain di kalangan ASEAN amat menghormati kedua-dua kuasa ini. Kedua-dua kuasa ini iaitu Dr. Mahathir-Suharto diiktiraf sebagai pengimbang kepada rantau ini
Namun, ada pihak yang tidak senang dengan perkembangan itu. Kuasa asing melihat kedua-dua tokoh ini adalah ancaman kepada mereka atau sekutu mereka atau individu yang mahu diangkat oleh mereka. Dr. Mahathir dilihat sebagai tokoh yang amat lantang menentang Barat
Barat amat berharap Mahathir dapat dijatuhkan, secara dalaman atau luaran, melalui tekanan-tekanan tertentu. Masanya amat bertepatan sekali apabila berlaku krisis politik Mahathir-Anwar yang memperlihatkan Anwar mendapat sokongan Barat yang terlalu kuat
Sebagaimana yang semuanya sudah tercatat dalam sejarah, laungan reformasi telah ditiupkan oleh ‘unsur-unsur’ tertentu ke dalam Indonesia dan kemudiannya dibawa ke Malaysia
NGO-NGO telah diwujudkan dan dibiayai. Ia dibiayai melalui pelbagai cara oleh pihak luar. NGO-NGO ini kemudiannya bergerak aktif membawa mesej antikerajaan dan anti-Mahathir di Malaysia dan anti-Suharto di Indonesia. Media alternatif menerusi Internet dilancarkan bagi mengasak
Akhirnya Dr. Mahathir turun, begitu jugalah Suharto. Sehingga ke hari ini banyak NGO masih mendapat pembiayaan daripada pihak-pihak tertentu secara langsung dan tidak. Di Indonesia, banyak NGOnya yang mendapat bantuan kewangan daripada pihak-pihak luar. Tidak perlulah disebut siapa dan negara mana yang membiayai, tapi banyak yang dibiayai. Ada antaranya NGO keagamaan, NGO yang memperjuangkan kebebasan bersuara, hak asasi manusia dan sebagainya
Dana-dana ini disalurkan atas alasan bagi membiayai latihan dan operasi organisasi itu. NGO ini boleh dimanupulasi untuk kepentingan pembiayanya. Siapakah pembiaya ini? Tidak perlulah disebut di sini, namun pembiaya ini juga boleh masuk ke dalam sesebuah organisasi korporat melalui pembelian saham. Media-media dan beberapa stesen televisyen di Indonesia dikatakan sering melancarkan serangan ke atas Malaysia dalam isu-isu yang terlalu remeh-temeh. Apakah media mereka juga sudah dikuasai? Isu tarian Pendet Bali dibesar-besarkan oleh media Indonesia dan NGO-NGOnya sehingga membangkitkan kemarahan rakyatnya. Blog-blog yang tidak tahu siapa miliknya melancarkan serangan ‘ganyang’ ke atas Malaysia
Pendemonstran, yang biasanya dibayar untuk kerja-kerja tunjuk perasaan di Indonesia melancarkan slogan Sweeping Malaysia (sapu orang Malaysia) – seakan-akan kebetulan sama bunyinya seperti “sweep the Malays” (sapu orang Melayu) semasa peristiwa 13 Mei 1969 dulu. Benar seperti kata Setiausaha Agung Pusat Strategik Indonesia, Bagus Satriayanto dan Pensyarah Fakulti Kemanusiaan Universiti Indonesia, Dr. Yon Machmudi dalam satu sidang akhbar di Kuala Lumpur. Mereka mendakwa ada negara lain yang tidak senang melihat keakraban hubungan Malaysia dan Indonesia sejak kebelakangan ini.
Bagus tidak menolak tanggapan bahawa negara yang mendalangi rasa kebencian segelintir rakyat Indonesia terhadap Malaysia merupakan sebuah negara dari rantau Asia Tenggara sendiri. Jadi, jelaslah jika itu ada kebenarannya, maka tidak hairanlah strategi pecah, perintah dan tawan ini merupakan satu strategi yang masih berkesan dan boleh dilaksanakan.
Adakah apa yang berlaku di Malaysia kini dan kemudiannya dengan Indonesia itu adalah sebahagian daripada perancangan besar pihak-pihak tertentu bagi menanti saat-saat apa yang disebut mereka sebagai transition atau peralihan?
Politik rakyat Malaysia sedang melalui situasi itu. Negara Malaysia juga perlu dipecahkan dengan Indonesia, supaya kuasa kedua-duanya tidak kuat dan tidak menggugat sesiapa. Mungkin, ada yang takut kuasa Malindo ini menjadi besar dan gagah.
Jika betul ada tangan ghaib, siapa agaknya
Maaf karena sekali lagi sy terpaksa menulis begini. Sy tidak akan mencampuri hal2 sebegini kalau ia tidak berkaitan M`sia. Sy warga M`sia yg cintakan kedamaian, jadi sy benar2 terpanggil untuk menulis bagi menerangkan keadaan sebenar kepada warga Indo`sia dan M`sia yg berfikiran positif, justeru sy berasa `penulis2 upahan` diatas udah benar2 melampau, karena menjadikan M`sia sebagai `kambing hitam` diatas agenda politik pihak2 tertentu yg mereka sokong
Niat sy menerangkan ini supaya tidak ada yg akan terkeliru dengan propaganda yg coba ditanamkan olih `penulis2 upahan` ini. Rasanya ramai juga yg udah sadar, bahawa penulis2 propaganda diatas yg memprovokasikan M`sia dengan menulis berkenaan politik semasa Indo`sia, tetapi berselindung disebalek nama2 yg memperkenalkan diri sebagai mewakili MSC (Malaysia Super Korridor), sedangkan hakikatnya penulis2 upahan tersebut adalah warga Indo`sia sendiri, yg menyokong parti2 politik berhaluan kiri yg memusuhi dan mahu menjatuhkan pemerintah Indo`sia (SBY) sendiri, dan tidak mustahil kalau mereka2 itu adalah terdiri dari kalangan orang2 `Bendera`, pendemo upahan nasi bungkus itu
Ini jelas bolih dilihat dari cara mereka menghuraikan hal2 politik dalaman Indo`sia yg tidak mungkin mampu difahami olih warga M`sia. Yg lebih hina dan tidak beretikanya disini adalah, mereka coba berselindung disebalek identiti, kononnya mereka sebagai warga M`sia (dengan menulis bt atau binti) ditengah nama samaran mereka itu, seolah2 menyerupai nama orang2 M`sia, namun mereka tersilap disini kerana orang M`sia sendiri tidak menggunakan gelaran bt atau binti dalam menulis artikel diinternet. Untuk pengetahuan bin atau binti hanya digunakan dalam mengisi borang2 penting yg memerlukan pengenalan nama bapa (tetapi tidak digunakan dalam penulisan2 harian seperti artikel dan lain2) seperti yg dilakukan olih penulis2 upahan diatas,contohnya nama2 seperti Zaenab, Maria Reza Ali, Muzah binti Mukti, Zahiroh Sani, Susan binti Suaib, Saudah, Ana binti Usman dan banyak lagi. Mereka2 ini dalam penulis diatas, seolah2 disokong olih penulis2 tempatan seperti Mirna Jay Simbolon, Metty Ling Ling dll, namun sebenarnya mereka itu adalah `penulis upahan` yg sama, yg mengunakan pelbagai nama samaran seperti disebutkan tadi
Sebenarnya organisasi politik yg semacam ini, memang udah terserlah jelas kelemahan mereka, justeru tidak berdaya membentuk corak pemikiran bangsa dan menentukan arah tuju perjuangan politik, selain menulis propaganda hasutan dan provokasi, yg perjuangan mereka sama juga dengan teman2 mereka yg terjerit2 membakar sepanduk dan main `taik bungkus` mereka sendiri itu. Mereka hanya mampu berjuang sebagai organisasi penghasut dan bergerak mengikut musim sebagai penulis dan pendemo upahan
Apalagi yg menulis dan merakam itu kurang mempunyai kefahaman bahasa Melayu (Bahasa Malaysia), maka rakaman dan tulisan2 mereka jelas kelihatan keIndo`siaannya. Untuk pengetahuan lagi,orang M`sia tidak menulis nama Umar tetapi Omar, tidak Zaenab tetapi Zainab, kalau adapun Zahirah bukan Zahiroh, dan yg kelakarnya nama, Susan binti Suaib sedang Susan itu diketahui nama orang bukan Melayu, yg mana mungkin berbintikan Suaib yg mirip nama Arab, kerana kalau adapun nama Melayu dieja Shuib. Namun olih kerana mereka memang terdesak untuk merakam kata2 yg berbau hasutan itu, mereka telah menulis apa saja mengikut apa yg mungkin pernah didengar olih mereka biar pun amat janggal kedengarannya bagi warga M`sia. Biar pun ini memang menjadi suatu prinsip `psikologi pendengaran dan pemikiran`, namun bukan mudah warga M`sia yg cerdik mahu mempercayainya
Lagi pula, memang tidak masuk akal kalau warga M`sia mau mempertikaikan atau mempersoal hal2 politik dalaman dan pemerintahan Indo`sia, karna apa untungnya bagi kami berbuat demikian. Justeru, jika prinsip physics `tit-for-tat` dapat difahami dalam rangka jaringan hubungan sosial yg amat erat dan rapat, maka warga Indo`sia mesti sentiasa faham bahawa warga M`sia juga bolih membalas sikap mereka dengan menulis seperti itu.Tetapi yg jelas, warga M`sia yg rata2 berpelajaran tinggi, sudah pasti tidak mahu membuang masa dengan kerja2 yg tidak berfaedah itu. Warga M`sia itu sememangnya sudah biasa terdidik sentiasa berusaha keras untuk memajukan diri dan tidak sekedar suka menyalahkan orang lain atas kelemahan diri sendiri
Ketahuilah, setakat ini warga M`sia sudah pun mula menunjukkan rasa amat tidak senang, malah marah terhadap sikap kumpulan Bendera itu, cuma warga M`sia belum lagi sampai taham mahu bertindak membalas dendam.
Namun kita sudah melihat betapa suhu hangat hubungan warga antara dua negara sudah meningkat sejak beberapa bulan terakhir ini. Dikhuatirkan jika warga Indo`sia berterusan melakukan pelbagai provokasi, berkemungkinan warga M`sia akan membalas segala tindak tanduk itu pasti ada,dan ini pasti akan merencatkan hubungan baik kedua Negara yg udah dibina selama berabad2 ini
Penganalisis politik, Wimar Witoelar berpendapat, kontroversi yg tercetus di Indo`sia ini berpunca daripada sejarah lama kemarahan dan kebencian rakyat Indo`sia terhadap M`sia, sekalipun kedua2 negara mempunyai persamaan bahasa dan budaya. Wimar berkata, bibit perasaan marah dan benci itu telah tersemai seawal tahun 1960-an apabila bekas Presiden Soekarno dengan karismanya memarakkan semangat rakyat Indo`sia dalam kempen Konfrontasi yg bertujuan untuk menggugat kestabilan M`sia, yg ketika itu baru merdeka.“Api kemarahan yg dimarakkan olih Soekarno itu tidak mudah padam. Ia hanya terpendam dan menjadi ketara apabila M`sia ternyata menjadi lebih berjaya, terutamanya daripada segi ekonomi,” katanya lagi
Walaupun mempunyai 17,000 buah pulau tropika yg cantek, pantai dan terumbu serta kaya dengan warisan budaya, Indo`sia hanya berjaya menarik lebih enam juta pelancong asing pada tahun lepas, berbanding kira-kira 22 juta pelancong yg melawat M`sia. Provokasi olih kumpulan yg berfikiran cetek ini sebenarnya telah menyusahkan dan merugikan kerajaan Indo`sia sendiri. Jadi mahu disalahkan siapa kalau orang luar tidak mahu berkunjung keIndo`sia.Mana mungkin orang luar mahu datang keIndo”sia kalo tinggal dihotel2 takut ancaman bom,lalu dijalan2 takut ancaman buluh runcing,pergi kekedutaan takut dibaling taik
Sudah sewajarnya sekarang kerajaan kedua2 negara memandang serius ancaman kumpulan ini walaupun dikatakan jumlah mereka terlalu kecil. Tetapi demi moral dan kelansungan persahabatan, pemerintah haruslah bertindak mulai sekarang meredakan keadaan. Rakyat M`sia waktu ini hanya sekadar memerhatikan sahaja sejauh mana kumpulan samseng ini mahu bertindak. Harus di ingat, mana2 warganegara termasuk rakyat M`sia juga pasti tidak takut mati jika negara tercinta mereka terancam. Jadi apa gunanya melaung2 begitu umpama orang kurang siuman, apalagi main2 taik sendiri. Benar2 amat kotor dan menjijikkan
Disebabkan provokasi daripada media yg menggemari sensasi isu2 tersebut, termasuklah tulisan2 penulis picisan seperti diatas, yg bolih menghasut rakyat ‘yg tidak mempunyai kewarasan, tidak memiliki kebijaksanaan dan tidak memiliki kefahaman’, untuk turut terpengaruh dengan agenda politik mereka. Malah kemarahan mereka yg tidak berasas itu telah membawa kepada seruan supaya perang dilancarkan ke atas M`sia. Malah puak nasionalis berhaluan kiri itu pernah membuka pendaftaran untuk sukarelawan yg sanggup pergi berperang dengan M`sia, walaupun mereka mengakui kemungkinan berlaku perang adalah sangat tipis dan tindakan itu lebih bersifat simbolik, seperti yg dijelaskan penyelaras kumpulan pemuda nasionalis Bendera, Mustar Bonaventura itu. Orang sekarang perang pakai otak, bukan pakai otot
Sy sebenarnya amat bersetuju dan menyokong pendapat Pengarah Kajian Sosiologi Indo`sia, bapak Khairudin Harahap bahawa perbuatan itu sebenarnya ada kaitan dengan sikap `political expediency at all cost` ini yg tidak terhenti kepada politikus2 bertopeng ini, yg tujuannya hanya untuk menjatuhkan kepimpinan SBY yg ada sekarang. Namun apa yg tidak sy setuju sama sekali adalah perbuatan menjadikan M`sia sebagai `kambing hitam` atas agenda politik sempit mereka ini. Kalau pun mahu berjuang secara reformis, lakukanlah secara gentleman, jangan `baling batu sembunyi tangan`, dengan menulis artikel2 propaganda, tetapi berselindung disebalek identiti atau nama penulis M`sia. Bukankah itu satu fitnah yang jahat dan sy juga penuh yakin bahawa penulis2 upahan ini bukan terdiri dari orang2 Muslim, yg sudah tentu tahu akan hukum hakam agama yg melarang keras teknik `perbuatan menghalalkan cara` ini
Sekarang pun kita dapat menyaksikan sendiri bagaimana perbuatan politik bertopeng pelbagai wajah ini memperkudakan media portal termasuk Tempo ini untuk agenda jahat mereka.Untuk itu, kita seharusnya mendesak pemerintah Indo`sia untuk menyiasat apakah watak2 ini (penulis upahan) mempunyai kaitan dengan petualang2 negara itu, sama ada mereka2 sebenarnya antara dalang2 antarabangsa yg memainkan peranan menggugat kestabilan kedua2 buah negara Islam berjiran ini. Jelas Tempo selama ini sering dipergunakan olih mereka untuk melemparkan idea2 mereka yang sarat dengan fitnah, pembohongan dan putarbelit fakta, terutama terhadap sesiapa yg menjadi sasaran mereka terutama pihak pemerintah Indo`sia sendiri
Kita juga percaya, mereka2 diatas ini hanyalah bertindak sebagai `ghost writer` @ penulis berhantu sahaja. Penulis hantu sebenarnya adalah mereka yg menjadi mercenary writer- penulis2 upahan yg dibayar olih pihak2 tertentu. Mereka berperanan ‘hand in glove’ dengan pemimpin2 berhaluan kiri tersebut melakukan putarbelit laporan dan `character assassination` terhadap Presiden SBY dan sesiapa juga yg menjadi batu penghalang kepada impian politik mereka at all cost
Saya ingin menyatakan bahawa saya yakin salah seorang penulis yg sy senaraikan seperti diatas, adalah penulis upahan mereka yg menjadi `spin doctor` kepada politikus bertopeng itu. Ini adalah golongan yg mengamal politik jijik dan kotor, dasar matlamat menghalalkan cara yg akan menyebabkan pengasas fahaman ‘Machiavelli’ boleh mati terkedu. Ini kerana Machiavelli merumus dasar matlamat menghalalkan cara untuk kepentingan dan kebajikan rakyat. Sebaliknya para politikus bertopeng ini menyalahgunakan dasar tersebut untuk mencapai agenda sempit kepentingan manfaat peribadi mereka
Jadi saya menyarankan para pembaca untuk membaca semua tulisan2 mereka ini dan membuat penilaian sendiri, namun saya yakin tiada rumusan lain yg akan dapat dibuat melainkan bahawa mereka2 ini adalah barua2 dan penulis hantu kepada politikus2 bertopeng ini. Sy juga menyarankan kepada admin Tempo, hendaklah perkara ini diambil dengan serius. Saya ingin mengingatkan warga kedua2 negara ini bahawa jika tiada sebarang tindakan serius diambil terhadap mereka2 ini, percayalah bahawa budaya fitnah memfitnah ini akan tumbuh subur dan mekar dan sekaligus akan mengeruhkan lagi keharmonian serta persahabatan kedua2 negara. Percayalah, sekiranya budaya ini berterusan, saya yakin itulah petanda kepada kehancuran tamadun dan peradaban negara Indo`sia dan warganya yg terkeliru dengan definasi demokrasi itu sendiri
Saya juga ingin mengambil kesempatan ini menegur pimpinan dan pemerintah Indo`sia yg kelihatannya tidak begitu serius dalam menangani permasalahan ini dan juga dalam menjaga keharmonian persahabatan kedua negara. Saya juga melihat keupayaan menjalankan kegiatan memburukkan dan menghasut serta melaga2kan kedua negara ini sudah semakin serius dan dilakukan dengan amat terancang
Contohnya, kita juga dapat melihat perwakilan Indo`sia dan M`sia diluar negara seperti Duta dan Diplomat telah gagal menjalankan peranan untuk membuat program penerangan yg jelas dan berkesan. Ada yg mengambil sikap tugasan mereka sekadar satu kerja mencari makan sahaja. Dalam kesahajaan mereka dalam menjalankan tugas, banyak perkara yg mereka ‘overlook’ kepentingan politik dan impak sesuatu isu kepada negara. Jadi kita mencadangkan kepada pemerintah kedua2 negara supaya menilai semula strategi dan kaedah lantikan para duta dan perwakilan kedua negara agar tugas ini diserahkan kepada mereka2 yg benar2 ikhlas mau berkhidmat
Kita tidak bermaksud untuk memperkecilkan para Diplomat kedua negara yg ada sekarang, tetapi rasanya dalam keadaan kritikal begini, banyak lagi yg seharusnya dilakukan dan sebenarnya mereka bolih memainkan peranan lebih efektif lagi dari apa yg mereka lakukan sekarang yg kelihatannya hanya seperti `melepaskan batuk ditangga sahaja.` Mereka sepatutnya dapat memberi suatu garis panduan dan halatuju yg positif untuk dijadikan sebagai wadah untuk kerajaan melaksanakan dasarnya masing2 demi kebaikan dan kebajikan warga kedua2 negara ini
Kepada penulis2 upahan ini, berhentilah menjadikan M`sia sebagai `kambing hitam`, kerana perbuatan menulis dengan cara begini adalah bacul dan benar2 menyalahi etika penulisan. Kalaulah benar anda pejuang reformis, dedahkanlah identiti anda yg sebenarnya, dan jangan mahu mendapat kredit dari kemusnahan nama baik pihak lain. Kembalilah kepangkal jalan
Masih tidurkah bangsa tu, selalu lambat bertindak balas? 60 lebih merdeka dibodohi manusia bangsa sendiri. Sampai kapan? Atas nama membanteras jenayah pengganas?
By Zaenah Liow Tiong binti Yaazidi dan Joana Situmorang
Pandangan Hati dan Realiti Kami Orang-orang Malaysia Yang Paham Sangat. Dikabarkan bahawa kiamat akan datang terjadi pada 2012 betulkah? Boleh benar boleh tidak. Katanya itu kerana balasan Yahudi Zionis bagi membuat Perang Dunia III, sebagai balasan terhadap bangsanya yang katanya dahulu dibantai dengan gas beracun oleh Hitler sehingga hari akhir akan terjadi pada 2012 macam dalam filem baru Seronok.
Boleh benar boleh tidak. Lantas mana yang benar? Yang benar yalah justeru bahawa kiamat terhadap Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden Indon, pembiar dan Perekayasa ulung di negeri itu, justeru akan tamat jawatannya 2012-2011 apabila NGO-NGO dan parti-parti politik lawan di Indonesia menyedari dan sungguh-sungguh bergerak nyata melengseri terhadap presiden itu yang nyata-nyata terlalu banyak membuat kesalahan membuat kejahatan HAM akibat komander-komander polis bernama Densus salep 88 yang justeru makin menyalahgunakan kuasa justeru untuk memercepat kejatuhan Presiden.
Untuk tengok kebenaran itu dengan sangat: huraian tendensius bahkan versi polis sengaja turut dibuat oleh majoriti televisyen-televisyen yang turut menyebar kebohongan yang dibuat polnas Indon, sementara Aljazeera televisyen, BBC televisyen dan tv-tv level dunia lain, tidak membuatnya apalagi sehingga tendendius. Ini membukti bahawa semua itu yalahbetul kejuruteraan dalam negeri Indon tak ada sankut paut dengan pengganas the Philippines MILF ataupun antarabangsa.
Pada kes kehidupan lain iaitu kes kehidupan rakyat, Presiden itu tidak hanya semakin menambah banyak jumlah orang gila dan orang-orang minggat di dalam Indonesia kerana tak mmpu hidup kerana kemiskinan masif yang turut digalakkan SBY dengan data palsu bahawa Indonesia semakin sejahtera. Tetapi juga presiden tak becus itu membiarkan pegawai-pegawai utama membunuh rakyat. Presiden pun mebiarkan aparat dan menteri bagi membanteras jenayah keganasan hanya dengan laporan masyarakat yang jelas berbahaya kerana tentu sahaja tidak objektif dan majority hanya didasari kebencian ataupun pemerasan terhadap orang-orang baik yang mungkin tidak disukai preman-preman pencatut dan pemeras yang melaporkan mereka pengganas kerana tak mahu diperah, sementara aparat antiteror mudah percaya. Padahal sesungguhnya mereka penduduk awam dan kurang pendidikan, orang-orang desa.
Bahkan teruknya hal itu dibuat seakan-akan membuat cinema action riel dengan pemain-pemain yang dibantai Benaran tak berperkemanusiaan, atas nama mereka pengganas. Masanya turun pembela undang-undang HAM seluruh Indonesia termasuk pembela-pembela di Indonesia dan seluruh media surat khabar bebas membela orang-orang tak berdosa itu. Teruknya, banyak media khususnya televisyen-televisyen Indonesia justeru mengikuti alur cerita rekaan buatan polis tersebut.
Apabila nanti akhirnya diketahui bahawa ternyata yang selama ini puluhan orang yang disangkakan pengganas dan ditembak mati itu bukan dan semata orang-orang awam, jatuhlah image Presiden Indon SBY. Presiden lugu dan naïve atau pandai berpura itu nak jatuh betul pada 2011-2012. Dalam kes terkini sahaja yang macam mana tuntutan oleh Yusril Ihza Mendra, eks menteri undang-undang, telah dimenangi Mahkamah Perlembagaan [MK] bahawa Hendarman, Jaksa Besar, tidak berhak menjawat lagi, maka bermakna bahawa Presiden tersebut telah membuat kesalahan besar sangat dan mesti mundur.
Walaupun pada saat tuntutan ini dikabulkan, Presiden sudah hendak menukar Hendarman, bererti presiden sudah sebelunya menyedari ia membuat kesalahan besar sangat bersangkut masalah ini, namun kesalahan macam ini, tak bleh tidak dibebankan padakelalaian besar sangat daripada Presiden itu. Jadi apabila NGO-NGO undang-undang dan sebahagian besar parti pembangkang di Indonesia sedar bahawa Indonesia di bawah Susilo B. Yudhoyono semakin hancur khususnya semakin pula menghancurkan ekonomi majotiti rakyatnya dan tidak ada perbaikan bererti bagi penegakan undang-undang dan pemberantasan korupsi keranakeraguan, ketidak tegasan dan khususnya langkah setengah-setengah itu, serta tidak ada keberpihakan besar kepada majority rakyat negeri jiran itu, maka diperlukan tekanan-tekanan yang dapat membuat Presiden itu berundur atau dijatuh pada 2011-2012.
Nalar Maca mana?
Tengok kes yang Presiden itu tak faham permainan.Mana mungkin pengganas yang selalu dikaitkan dengan pengganas di kami Malaysia dan dimereka the Philippnes, MILF, melalui ulema terima sial Basyir itu, mahu merampok bank iaitu CIMB Niaga Bank yang kapital permodalan dipunyai bisnezman Malaysia ? Jadi semua yang terjadi di Indonesia yalah tab macam sinetron-sinetron burok Indon, penuh rekaan-rekaan, bahkan tega membantai rakyat sendiri mereka. Itukah Pancasila dan amalan ugama di Indonesia oleh pegawai-pegawai “penjahat” kemanusiaan negeri jiran itu? Itukah mengaku pegawai-pegawai itu berugama? Bahkan seorang paderi ditusuk oleh orang-orang macam mana dibiarkan oleh aparat keamanan? Indonesia harusnya sudah tamat pelbagai kejuruteraan selepas era Suharto.
Tetapi justeru pada era Susilo, lebih burok lagi dengan permainan Sadistic lebih keji lagi, membantai orang-orang awam tak berdosa. Dimanakah fungsi Kontras dan NGO-NGO undang-undang lain di negeri jiran itu? Sudah Butakah pemimpin-pemimpin daripada NGO-NGO itu? Sudah matikah gerakan dan tokoh-tokoh mahasiswa baru dan lama di Indonesia?
Semoga doctor Hariman, Doctor Sri Bintang, Doktor Mokhtar Pakpahan, tidak buta tengok hal-hal biadab tersebut dan bangunlah, bangkitlah, ibi masanya saatnya, jangan lagi-lagi katakana kami Malaysia menghasut, kami untuk apa? Saatnya Indon bodoh bangun dan bangkit menggeraki seluruh mahasiswa bagi melengseri Presiden itu. Kamibudak-budak SeMalaysia jelas paham presiden itu sekadar mencaruselamat dan oportnistik sangat semata untuk keuntunga ribadi, keluarga dan kroni terdekatnya yang kini menjabat, tanpa memikiri nasib rakyat dan anak bangsa itu di masa pendek apalagi masa panjang.
Lagipun, dimanakah doctor Prabowo Subianto, dimakaha doctor Wiranto dan lain-lain? Masih tidurkah? Sebagai budak-budak SeMalaysia kami membuat analsis macam ini kerana kami faham permainan di negeri jiran itu dah lama dan bukan bagi tanha anil munkar. [Apabila awak ada opini lain pun bolehlah dimajukan kepada kami: zaenahltbnyaazid@msckl.my ]
Awak semua musti baca tuntas ini dan bagi-bagikan ke email teman-teman awak. Jangan dihapus. Ingat, demo besar nak berlaku 20 Oktober sebentar lagi, yang akan dibalas demo bayaran yang direkayasa oleh Presiden.
Kini rakyat negeri jiran itu semakin sedar bahawa semua peristiwa aneh-aneh selama ini bermula dari kambing hitam gerakan keganasan sehingga yang lain yalah cara-cara kerajaan pendusta Indon bagi mengalihkan perhatian atas masalah-masalah yang tidak diamalkan mereka: mensejahterai rakyat dengan usaha-usaha konkrit dan professional.
Maka pendemo-pendemo hati nurani rakyat nak bergerak tanpa takut. Rakyat akan membakar sarana public bagi pelengseran Presiden tidak cakap itu dan semata cakap membuat pelbagai rekaan. Mulai dari ancaman bohong ia akan ditembak sehingga perkara-perkara kejuruteraan yang lain. Presiden pengabdi syaitan pemeluk dust-dusta, bermakna membuat seribu satu penipuan. Lagipun mulai kejahatan-kejahatan HAM berat membantai warga biasa di Sumatera Barat dengan berdusta mereka tersangkut keganasan, padahal mereka semata rakyat biasa yang mengambil kotak ATM kerana mereka sukar mencari rezeki. Oegroseno kepala polis daerah Sumetara benar saat berkata bahawa mereka tidak boleh digolongkan pengganas kerana tidak ada bukti itu namun Oegroseno ditekan untuk berakhir berkata mereka bolehlah dikata pengganas, Oegroseno tersenyum. Sesungguhnya Oegroseno pantas menjadi kapolnas bukan Timor.
Lagipun, istilah keganasan semata rekaan polis Indon atas perintah Presiden SBY bagi tujuan perolehi wang anti keganasan dari Amerika Syarikat. Tetapi Obama tahu ini semua dan kerana itu ia tidak mahu datang ke Jakata walaupun diundang SBY. Tetapi lagi-lagi ada dusta: Jakarta berkata bahawa yalah SBY yang menolak jemputan Obama bagi pergi ke Washington masa lepas. Ini lagi-lagi pengimejan dengan kebohongan public ala kerajaan Indon sekarang ini. Amerika Syarikat tahu persis bahawa pemberantas keganasan kerajaan Indon tidak benar dan penuh dusta: perompak dikata pengganas dan sebagainya. Makna keganasan diselewengkan bagi peroleh wang projek anti keganasan dari Amerika Syarikat. Itulah yang konon kerajaan Pancasila, namun tega dan keji justeru membunuh bahkan bangsanya sendiri. Itu kejahata HAM berat daripada Presiden Indon itu.
Jenayah HAM tidak berhenti. Sebelumnya beberapa masa lepas beberapa pendemo damai penyokong RMS yang semata emnari-nari ditangkap dan ditangkap dan diseksa sehingga beberapa mati. Pendemo-pendemo RMS menuntut kemerdekaan Maluku Selatan. Mereka beramal damai tetapi dihadap dengan kekerasan dan penganiayaan dan pembunuhan. Macam itu sebab maka RMS pusat di Belanda naik pitam kepalang dan meminta Presiden Indon itu ditangkap hidup-hidup. Tetapi agi-lagi liciknya rejim Indon SBY justeru meanfaati isu ini bagi dengan tololnya cuba membangkitkan nasionalisme sempit majoriti rakyat bodoh Indonesia, yang tentu sahaja sekarang ini sudah cerdas, bagi perolehi simpati mereka bahawa SBY nak ditangkap di Belanda, di sini anti Belanda dan RMS dicuba dinagkiti oleh SBY yang lugu yang dibisiki bodoh oleh anak buahnya. Tidak semata ini, Prediden itu tidak mampu kendalikan polisnya masa di bawah kapolnas Bambang Danuri, yang menyalahgunakan kuasa dan mungkin juga anak buahnya di balik pembakaran kereta api kerana ia dipecat.
Teruk macam inilah kisah ketololan SBY yang justeru semakin tersangkut pelbagai pelanggaran hak asasi manusia, termasuk tidak memadam hukuman mati, SBY beramal sehari-hari melampai kodrat manusia dan menjadi Tuhan daan malaikat pesaing Izrail yang mencabut nyawa. Ia menampakkan diri lebih berkuasa darpada Tuhan, dan dengan begitu ia nak diadili oleh ICJ nanti. Membunuhi warga dengan dakwaan-dakwaan tanpa asas, tanpa bukti melainkan dengan semata laporan dan perkataan anak buah polis, tega dan sadis membiari pembunuhan manusia, iaitu semata penduduk yang kelaparan dan tidak tahu menahu keganasan. Yang mereka tahu yalah mencari makan di saat koruptor-koruptor kakap Indon menjadi kaya raya dengan mencuri wang rakyat tetapi semata dihukum 1-4 tahun. Dimanakah keadilan? Bukti nyata buruk Presiden Indon itu yang harusnya sudah dilengserkan. Enam tahun menjadi Presiden yalah sudah cukop kaya. Ini bukan setahun SBY jadi Presiden, saat begitu banyak penduduk negeri jiran itu kelaparan dimana-mana. Tidak macam bangsa-bangsa lain, negara jiran itu di bawah SBY tidak membuat sistem ekonomi dan menghidupi rakyatnya, rakyat itu cari makan sendiri-sendiri tanpa rangkaian keselamatan social nyata, tanpa insurans kesihatan yang konkrit, tanpa pendidikan yang murah dan benar-benar percuma untuk anak-anak mereka; sekolah-sekolah itu tetap mewajibkan pelbagai pungutan wang tanpa pengawasan, tahu sama tahu, terhadap ibu bapa ibu bapa pelajar tanpa SBY turun amalan hukuman terhadap pegawai-pegawai pendidikan itu.
Presiden itu penuh dusta. Beliau berkata, dan oleh anak buahnya Sardan Marbun yang sinting bahawa Indonesia sekarang maju, KDNK naik besar, ekonomi tumbuh besar dan income pada kepala pun demikian. Presiden dan anak buahnya lupa sangat bahawa semua itu tidak dinkmati majoriti rakyat Indonesia, mereka meoriti kelaparan dan menganggur di mana-mana. Mereka terpaksa menjadi tukang-tukang ojek dan pula peniaga-peniaga asongan naik-turun bas-bas awam, Presiden yang tidak ada malu dan memalukan sangat dari sudut bangsa-bangsa lain. Dusta-dusta Presiden dalam sebuah kerajaan penuh dusta. Presiden itu amat tidak jujur dan selalu cuba menyembunyikan borok-borok ketidak mampuannya melalui pelbagai pencitraan justeru dusta bagi mengalihkan dari pelbagai pelengseran pasti. Maka rakyat mahasiswa dan NGO-NGO Indonesia, beritahu kepada NGO-NGO luar negeri tentang kepalsuan SBY dan maju terus dengan impeachment melalui skandal bank century sehingga kes-kes kemalangan keretaapi sabotaj pembakaan berpuloh-puloh gerbong keretaapi. Makin menglihkan perhatian maka makin kelihatan ulah buruk pemerintahan Presiden itu. Menteri-menteri tidak perform dengan baik bagi rakyat melainkan mengejar kepentingan dan agenda sendiri bagi yang member rasuah kepada mereka. Tengoklah ulah menteri perdagangan yang tidak mampu menurunkan harga. Tengoklah menteri perhubungan yang tidak mampu menjaga pengangkutan kereta tidak celaka. Tengoklah menteri kewangan yang tidak mampu menurunkan dolar sehingga RM 1500-RP3000 pada 1USD. Tengoklah menteri komunikasi dan Informatik yang tidak mampu membuat internet broadband, murah, bagi seluruh rakyat, bagi bermanfaat semua rakyat. Negeri apakah Indonesia dengan kerajaan Presiden sekarang? Inilah masanya melengseri Presiden itu.
Ingat, semua isu-isu di Indonesia kecuali bencana alam dan bahkan bencana alam Papua Barat, semuanya yalah kejuruteraan daripada kerajaan Presiden sekarang yang tidak jujur dan semata tolol iaitu dengan memakai cara-cara lama zaman batu. Kerajaan itu berdusta, tidak membuat sistem yang bertujuan mensejahterai rakyat, melainkan bagi kepentingan dan penumpukan kekayaan kroni-kroninya. Kesalahan burok lain yalah kes BLT dan money politics yang lain yang semuanya diambil dari wang bank Century. Ini luput dari pembongkaran, kerana kerajaan itu pandai selalu mengalihkan perhatian dengan pelbagai isu-isu buatan. Masanya rakyat bergerak bersama, sendiri-sendiri, bergerilya, bagi membakar apapun semua yang ada, dan menekan Presiden itu supaya mahu tak mahu harus lengser. Nyata dan jelas 6 tahun Indonesia bukan dibawa ke kemakmuran merata malainkan kemakmuran bagi sebahagian sahaja. Presiden ini tak berpihak rakyat. Hanya dengan Presiden itu dilengser, Indonesia dapat mula bebas dan merdeka dan boleh mula meluruskan reformas yang sebenarnya. Macam mana masuk di akal pabila rakyat jiran itu memang nyata tadak ada kehidupan. Tetapi presiden itu tidak berhenti ber-money politics. Ogos lepas, presiden diam-diam memberikan wang besar kepada RT dan RW atas nama bayaran perayaan, dusta lagi, wang itu bukan untuk rakyat yang memerlukan, rakyat gigit jari, RT dan RW boleh dengan wang itu beli kereta atau sepeda motor baru. Macam mana masuk akal sihat bila Presiden itu semata pamer kata-kata palsu, data-data benar, tanpa menengok realiti apakah rakyat, khususnya, menikmati ekonomi dan kemakmuran itu. Kerajaan pendusta siap dilengseri. Atau api nak berkobar di mana-mana saat rakyat di mana-mana kelaparan.
[Ada pendapat lain yang mencerahkan macam kami sila majukan ke email satu daripada saudara kami di Indonesia, tentu dia tak nak berkata ini, kerana dia cerdas sangat, dia bodoh tak: idariasimamora@gmail.com atau langsung majukan ke kami: rafidabintimukmin@msckl.my ].
Menggulingkan Presiden yg sah sebelum waktunya sama saja dengan AKSI PEMBERONTAKAN.
Siapa mereka ini yg hendak memberontak dr NKRI?
Pemerintahan SBY termasuk berhasil di dalam :
- Mengadili koruptor2 (berapa banyak pejabat & koruptor masuk penjara sejak SBY presiden?)
- Memerangi terorisme - sudah banyak teroris di obrak abrik oleh densus 88 - yg mana oleh presiden2 sebelum SBY sarang teroris ekstreem ini malah berkembang subur
- Penegakan pajak dan pembaharuan system pajak dinilai berhasil meskipun belum sempurna tetapi era Pres SBY telah mulai ada perobahan ke arah mencontoh negara2 maju. Tanpa penerimaan pajak yg benar negara tidak dpt berkembang.
Mereka yg tidak suka kepada SBY pasti MAKAR karena mereka ini mungkin : koruptor yg merasa terusik , simpatisan teroris yg merasa terusik dan tidak senang dgn di tankapnya bashir dan kroco2 nya , atau orang2 sengaja mengacau dan memang ingin NKRI terpecah belah
Petisi2 dan gerakan2 untuk menggulingkan presiden SBY sama sekali tidak mendapat dukungan dari mayoritas rakyat Indonesia. Gerakan2 ini sama dengan gerakan politik pemberontak negara. HARAP DI WASPADAI
People power mungkin berhasil untuk menggalang support menggulingkan Pres suharto karena pada waktu itu masyarakat sudah lelah oleh dinasty Suharto. Tetapi SBY ?…nanti dulu mereka2 yg waras dan mengerti etika politik tidak akan begitu saja termakan rumor2 penggulingan SBY. Apa alasan menggulingkan SBY sebelum 2014? Alasan2 yg di ungkapkan di blog ini hanya alasan tanpa bukti nyata dan hanya bersifat FITNAH dan menduga2. Betapa bodoh nya kalau mayoritas rakyat Indonesia dapat di kacau oleh kelompok2 yg berniat menggulingkan SBY dgn cara premanisme (demo people power sama dengan pemaksaan) kalau SBY terbukti melanggar HAM melakukan pembunuhan massal dan serious crime lainnya barulah seorang presiden dapat di gulingkan sebelum masa periode nya habis. Tetapi menggulingkan SBY dgn rumor2 yg bernada kebencian dan fitnah semata? mengukur ke gagalan SBY berdasarkan pemikiran mereka sendiri yg tidak senang dgn SBY adalah KEKANAK2AN , TIDAK DEWASA DALAM BERPOLITIK dan sangat memalukan karena membuktikan masyarakat Indonesia (mahasiswa & aktifis yg buta politik tapi suka ikut2 an - yg penting menentang siapa saja yg berkuasa pada saat ini) BELUM DEWASA DALAM KEHIDUPAN POLITIK DEMOKRASI
Penggulingan seorang presiden yg tidak berdasar konstitusi hanya akan menimbulkan kekacauan , peperangan dan konflik. Apakah kita menghendaki peperangan??? apakah anda2 mahasiswa dan aktifis yg menyupport penggulingan presiden tidak berpikir apa akibat dari negara yg kacau? bagaimana anda2 akan dapat bekerja dengan aman & damai, jalan2 dengan keluarga kalau di Jakarta & daerah2 di Indonesia menjadi daerah darurat perang ? apakah anak2 anda bisa bersekolah dgn aman? istri, ibu dan saudara2 anda bisa berbelanja di shopping centre kalau negara tidak aman?
Apa maksud dari pengacauan & penggulingan SBY?
Kinerja SBY kalau memang buruk hanya dapat di ukur dengan pemilu. Kalau tidak setuju dgn SBY jangan memilih SBY di pemilu 2014. Tetapi kalau ternyata mayoritas masyarakat Indo memilih kembali PRes SBY karena keberhasilan SBY memerangi korupsi, teroris dll…kelompok yg anti SBY harus dapat secara DEWASA menerima . Ini namanya kehidupan DEMOKRASI yg WARAS.
Hanya orang tidak WARAS seperti kelompok teroris yg ekstreem memaksakan kehendak mereka. Tidak peduli meskipun menyabut NYAWA manusia. Apakah aksi teroris WARAS? simpatisan teroris pun dengan ideology mereka yg fanatik, sempit dan merasa bahwa mereka paling benar sendiri tanpa melihat kenyataan bahwa Tuhan menciptakan semua makluk di bumi ini berbeda2 adalah ORANG TIDAK WARAS.
Singkat kata upaya penggulingan SBY adalah IDE GILA dan tidak masuk akal sehat
oiii…siapa pemfitnah SBY bergaya bicara Malay?? apa urusan orang Malaysia menyebar berita fitnah Presiden Indonesia SBY??
Gila alamak ..mimpi lu kali bisa menggulingkan SBY dgn fitnah jahanam.
Malaysia mengirim banyak teroris2 radikal ke Indo untuk mengacau …waspadai teroris malaysia
edan 55 @, seharusnya anda membaca Tempo ini dari awal lagi, dan pastinya anda akan banyak menemukan tulisan2 sebegini dan dapat menangkap bahawa artikel2 diTempo ini yg mirip pemberontakan begini adalah ditulis olih penulis upahan ahli2 politik berhaluan kiri Indo’sia sendiri, yg bacul, berselindung dengan mengunakan nama dan identiti M’sia, sama dengan Kumpulan Bendera bego itu
Anda seharusnya udah dapat mengesan, bahawa mana mungkin warga M’sia dapat memahami selok belok politik dinegara anda serta menulis begitu, dan apa faedah & hasilnya warga M’sia berbuat demikian. Kami warga M’sia amat sibuk memajukan negara kami, & tidak ada masa mahu menulis perkara2 yg tidak bermanafaat bagi kami seperti itu
Memang hubungan diplomatik M’sia/Indo’sia sekarang masih berada pada kedudukan baik, dan janganlah kalian semua terprovokasi dengan tulisan2 yg bacul begitu. Kepada pihak2 berkenaan, kalau kalian benar2 pejuang politik tulin & berani, janganlah menulis & berselindung disebalek nama/identiti M’sia, kerana perbuatan ini benar2 bacul & tidak beretika. Jangan mengamalkan ‘baling batu sembunyi tangan’ & menjadikan M’sia ‘kambing hitam’ diatas perbuatan anda yg tidak bertanggung-jawab itu
Nasionalisme memberi makna melahirkan perasaan cintakan tanah air dalam usaha untuk membentuk sebuah negara bangsa. Olih itu, perkataan nasionalisme berkait dengan dua perkara iaitu kewarganegaraan dan semanagt patriotik. Kewarganegaraan menuntut perpaduan politik dan kedaulatan kemerdekaan, manakala semangat patriotik pula bermakna cintakan tanah air. Dengan kata lain, nasionalisme boleh dikatakan sentimen kesetiaan atau simpati yg mengikat sekumpulan masyarakat menerusi institusi atau budaya yg sama untuk perpaduan dikalangan mereka dan seterusnya mencapai pembentukan negara yg merdeka serta berdaulat
Semangat perjuangan para nasionalis sering dibangkitkan dengan lebih bersifat massa olih pelbagai faktor. Antara faktor awal yg memainkan peranan ini ialah agama yg telah berjaya mengikat perpaduan kelompok. Agama telah memainkan peranan penting dalam perjuangan nasionalisme, dan begitu juga sentiment kaum terhadap negara bangsa
Teori Pertama:- (Terhadap penulisan2 propaganda seperti diatas)
Orang Indo`sia memang terkenal nasionalisnya tinggi. Tapi, kalau nasionalis yg saya amati yg menghinggapi segelintir penulis seperti diatas (yg mengaku mahasiswa & menggunakan pelbagai nama bercirikan Melayu itu), ternyata ia nasionalis banci dan bacul, terutama mereka2 yg terus2an menulis propaganda seperti diatas (dengan menggunakan nama & identiti warga M`sia) tetapi tidak berani menjelmakan diri sebenar dan cuma berani beteriakan kayak anjing gila disebalek topeng hodoh itu
Malu, sungguh memalukan, ketika mereka hanya berbangga dengan tulisan2 yg berbentuk nasionalis politik sempit, dengan mencaci nesta serta menelanjangkan kelemahan2 Pak Presiden, sedang diri sendiri bacul berselindung atas nama & identiti orang lain. Apa perbuatan `baling batu sembunyi tangan` ini bolih dikatakan pejuang bangsa? Apa perilaku menulis yg menjurus provokatif terhadap pemerintah, tetapi berselindung dan mencimplak identiti & nama2 yg kononnya orang M`sia ini perbuatan yg bolih dibanggakan sebagai pejuang reformasi
Kalau kalian benar2 mempunyai suatu kepedulian terhadap negara yg begitu besar, mengapa perlu melindungkan identiti anda? Apa kalian takut ditangkap olih pemerintah? Apa ini bentuk reformis yg kalian bangga2kan itu? Apakah bertindak anarkis tetapi menggunakan identiti orang lain itu bolih dianggap patriotisme & nasionalisme. Kalian hanya berani mencaci pemerintah disebalek topeng, yg kononnya semua tidak betul,sedang apa sumbangan kalian terhadap Negara? Makan aja masih ditanggung orang tua & keluarga
Ketahuilah wahai kalian yg masih rebung, masih hijau, dan ubun2 masih lembik. Nasionalis itu ialah “apa yg harus kita perbuat untuk negara dengan arif dan bijaksana”, pendek kata lebih bijak menggunakan otak pikiran daripada emosi. “Apa yg mesti kita perbuat untuk pembangunan negara kita bagi menuju keadaan yg lebih baik”, bukan sekedar terjerit2 melontarkan nilai2 provokasi dan hasutan kepada warga yg terkeliru
Sebenarnya siapa pun kalian, sudah lama kami warga M`sia memerhatikan tindak tanduk kalian, dalam menyebarkan dakyah songsang kalian itu. Kalo kalian mengatakan bahawa Nasionalisme adalah bagaimana mahasiswa bertindak untuk menjatuhkan pemimpin yg kalian dakwa kebo seperti Pak SBY itu, kami tidak mahu ikut campur. Kami juga tidak ada sebab untuk ikut campur dalam politik tempatan dan yg pasti kami tidak mahu buang2 energi melolo bego seperti kalian,namun perbuatan kalian itu memang tidak bolih dibiarkan,kerana itu mungkin bisa memancing emosi sesetengah warga yg terkeliru dengan dakyah kalian itu,dan akhirnya M`sia yg dilihat buruk dimata mereka
Kami tahu warga Indo`sia sangat mencintai Negara mereka Indo`sia dan sampai akhir hayat pun mereka akan selalu bangga dengan Indo`sia. Dan begitu jugalah kami. Tetapi adakah wajar kalian `mengkambing hitamkan` M`sia untuk mencapai cita2 kalian untuk menjatuhkan Presiden kalian? Adakah perbuatan tidak beretika ini yg mahu kalian banggakan sebagai mahasiswa pembela bangsa? Ketahuilah kami membangun Negara kami dengan usaha keras kami, namun kami tidak pernah pula menggunakan nama Indo`sia kalau pun untuk melaksanakan reformis Negara kami. Salahkah kalo kami kata kalian mahasiswa bacul dan banci @ importen, sedang kalian memang bersikap begitu.
Nah kalo kalian mahu mengkritik pemerintah kalian silakan aja, kalau kalian mahu menjatuhkan pemerintah kalian silih berganti pun kami tidak perlu ambil tahu, tetapi jangan bawa2 nama M`sia. Jangan promosikan diri bahawa yg menulis itu warga M`sia karna itu benar2 perbuatan bacul,sedang kalian sebenarnya penulis upahan yg menulis apa saja demi sesuap nasi dan sebungkus rokok. Aduhai amat hina sekali kalian itu, menulis berlagak bagaikan pejuang bangsa, tetapi sebenarnya banci,lantaran berselindung disebalek identiti orang lain
Ketahuilah juga wahai mahasiswa yg ubun2 masih lembik, Nasionalisme bukanlah satu alasan untuk melakukan hal2 yg berbau anarkis, bukan satu landasan untuk mengfitnah Negara lain. Semestinya Nasionalisme adalah satu bentuk kebangaan warga terhadap Negara dan tanah air, namun bukan pula `mengkambing hitamkan` Negara lain, apalagi Negara jiran yg sudah banyak menolong atas nama bangsa dan serumpun. Nasionalisme juga adalah bentuk upaya kita membangun Negara dan mengharumkan nama Negara dimata dunia, bukan mencemarkannya dengan perbuatan2 yg menyalahi etika dan tidak bermoral seperti main2 dengan taik sendiri itu
Teori Kedua:-
Kalaulah kalian yg menulis artikel2 provokasi seperti diatas tetap mahu mengaku sebagai mahasiswa M`sia, atau pun kalian benar2 mahasiswa M`sia (yg peratus kebenarannya amat rendah dan amat sukar untuk diyakini), berhentilah dari menulis perkara2 yg seperti itu. Sadarlah kalian, bahawa kalian itu dihantar belajar olih orang tua kalian untuk menimba ilmu, bukan membikin onar dengan melakukan provokasi yg tidak mendatangkan sedikit pun manafaatnya terhadap diri dan masa depan anda sendiri,apa lagi negara
Sadar & percayalah, kalian masih rebung dan masih mentah, banyak perkara yg perlu kalian pelajari lagi dalam hidup ini. Mengurus Negara bukanlah sama dengan mengurus persatuan mahasiswa diuniversiti ato persatuan ko-kurikulum seperti diIPT itu. Banyak perkara dan risiko yg perlu difikirkan pemerintah Negara demi kesejahteraan warga masyarakat banyak, bukan sekedar melihat dari satu sudut yg sempit sahaja
Kalian juga harus sadar,Universiti adalah tempat kalian menuntut ilmu disamping membina ruang beradaptasi dengan dunia luar nanti, kerana dunia luar adalah medan sebenar. Jadi janganlah mudah berasa kalian udah pintar, lalu memandang semua pemerintah Negara atau orang lain semuanya bodoh, kerana sesungguhnya `sabuah mimpi tidak sama dengan realiti`, dan kenalilah mana `kebenaran dan mana fatamorgana`
Ingatlah kembali, betapa susah payahnya ibu bapa kalian dikampung mencari wang untuk menghantar kalian belajar dimenara gading itu, malah ada yg sampai berhutang dibank2 dan ada yg sampai bergolok bergadai, semata2 untuk menghantar kalian belajar diuniversiti. Jadi janganlah sia2kan harapan mereka itu dengan melakukan perkara2 yg tidak berfaedah seperti itu. Sekarang adalah masa untuk kalian menuntut ilmu dan belajar tentang nilai2 kehidupan, bukan menghasut orang lain mengikuti fikiran & pandangan sempit kalian
Kalau benar2 kalian berminat dengan politik, ceburilah bidang politik secara sah setelah pulang kenegara asal apabila habis belajar nanti. Tak perlulah sibuk2 mahu ambil tahu politik Negara lain, kerana kalian bukan dihantar sejauh ini untuk hal2 yg tidak berfaedah itu. Kembalilah kepangkal jalan dan berpijaklah dibumi yg nyata. Jangan kerana perbuatan kalian yg dangkal itu sampai memburukkan lagi hubungan kedua Negara yg sedia sudah panas ini, lantaran provokasi orang2 yg berfikiran sempit seperti kalian itu
Ketahuilah juga, bahawa People Power yg pernah berlaku disemua Negara didunia, adalah perjuangan suci dan bermartabat, bukan perjuangan banci & bacul seperti yg kalian lakukan sekarang. Satu lagi yg perlu kalian ingat, kami dan juga warga banyak juga pernah menjadi mahasiswa satu ketika dahulu, tetapi bukan mahasiswa seperti kalian yg importen. Perjuangan harus telus dan ikhlas, bukan `baling batu sembunyi tangan`. Bukan dengan memburuk2kan orang lain, seperti `ketam mengajar anaknya berjalan`
Terhadap warga Indo`sia lain yg rasional, bermartabat dan berintegriti, sy mohon beribu kemafaan kerana kenyataan2 diatas, yg sy tujukan khas kepada mereka2 yg terlibat menulis artikel2 provokatif seperti diatas (yg menggunakan nama & identiti M`sia sedang mereka warga Indo`sia sendiri). Diharap sama2lah kita berhati2 dan usah mudah termakan hasutan provokator2 picik yg bertujuan mahu mencuci otak sebahagian warga masyarakat dengan taktik kotor mereka itu. Sama2lah kita berfikir positif untuk menjaga hubungan diplomatik dan persaudaraan antara kedua Negara serumpun ini agar tetap berada dilandasan yg betul demi kemajuan bersama dan generasi akan datang. Ketahuilah tiada gading yg tidak retak
Benar, mahasiswa sekarang banyak yang bengong. Makanya jangan ngumpet aja di kampus & cuma berani nulis yg berselindung atas nama orang lain. Udah gede tapi perangainya banci melulu
Gaya dan kualitas tulisannya nol, penuh hasutan serta provokasi, dan aksinya kayak kura2 nyorokin kepala bila terlihat orang. Makanya telusuri gaya People Power Negara lain, jangan angan2 aja lebih, sedang uang belanjanya aja merupakan pemberian dari orang tua
Seiring waktu berjalan, kalian seharusnya udah dewasa, berfikiran cara professional dan jangan hampir tiap hari ngajak warga ribut2, tanpa halatuju jelas. Ribut dan ribut terus. Posisi lepas habis kuliah aja, memang sedang tidak bekerja, hanya serabutan. Penghasilanku tidak ada dan sara hidup gak mencukupi. Kadang ada kerjaan kadang ya sepi, tapi itu bukan alasan untuk buat onar dalam negeri
Kenapa, jawabnya karna kalian ga ada wawasan, malas kerja dan taunya cuma ngehasutin warga. Biar ga ada kerja, coba usaha berdagang, biar awalnya hanya dengan berjalan kaki keliling kampong, ato hanya menjual sandal japit walo untung mepet tetepi kan namanya usaha. Apapun dilakukan yg penting hasilnya halal, jangan hanya tau menghasut warga untuk sejumlah upah yg ga seberapa itu
Sebelum menulis lebih lanjut, terlebih dahulu sy pohon ribuan kemafaan dan sy harap janganlah saudara2 diIndo`sia tersinggung dengan kritikan sy ini, memang terkadang kita perlu disiram air supaya bangun dari lena yg panjang. Anggaplah catatan ini sebagai nasihat saudara serumpun dan semoga ia mampu menjadi refleksi yg baik bagi warga Indo`sia, terutama bagi mereka2 yg mudah melatah & terprovokasi olih hasutan2 yg kurang jelas matlamatnya. Ketahuilah juga, sy menulis begini kerana hakikatnya sy juga adalah sebahagian dari Indo`sia
Satu persoalan penting yg perlu kita semua jawab ialah, apakah warga Indo`sia mau terus bersikap reaktif, ataukah akan belajar untuk proaktif melindungi kekayaan yg dimilikki? Bukankah lebih baik, mudah dan murah kos untuk menjaga daripada mengobati?
Emosi yg meledak2, perang kata yg menggelora, caci-maki kekanak2an, tidak akan mengubah keadaan. Justru warga Indo`sia akan kelihatan semakin bodoh. Lebih bagus jika energi sia2 itu diubah menjadi gairah untuk mengubah sikap kita dalam menghargai khazanah alam, budaya dan sejarah sendiri serta kemampuan untuk memelihara dan menjadikannya dikenali dunia, sekali-gus mampu dijadikan pendapatan negara. Pendapatan negara bermakna pendapatan rakyat juga dan rakyat yg berpendapatan akan terus berbelanja, dan ini pasti akan membantu merancakkan lagi ekonomi negara
Ketahuilah bahawa didalam hidup ini, kita akan sentiasa bertemu berbagai2 permasalahan hidup dan proses menghadapinya itulah yg akan mematangkan kita, dan sesungguhnya itulah yg dinamakan `kehidupan`. Amarah kepada M`sia berkaitan dengan `pencurian` khazanah seni dan budaya Indo`sia hanya mempertontonkan sikap keanak2an, sebagai bangsa yg mudah protes dan mudah melenting tetapi tidak tahu berbuat apa2
Emosi menggelegak atas kasus Manohara dan sengketa Ambalat misalnya, hanya menegaskan sikap rendah diri bangsa. Dan ini bukan sekali-dua berlangsung. Narsisisme berlebihan, tetapi tidak berbuat apa2 pada hal2 yg menyangkut identitas tradisional dan lokal negeri yg beragam ini tidak akan menolong, kerana budaya sebenarnya milik bangsa bukan negara. Bangsa Indo`sia sendiri sekarang bertaburan diM`sia dan bagaimana mahu menghalang mereka itu dari mengamalkan budaya turun temurun mereka. Bukankah itu satu kerja yg sia2
Ya begitulah kelazimannya orang Indo`sia, tahunya cuma menuntut tanpa ada usaha. Seharusnya kita hilangkan budaya tersebut dengan bersungguh2 membangun Indo`sia tanpa keluh kesah dan tanpa menyalahkan orang lain.
Untuk itu, Indo`sia tidak perlu malu dan perlu belajar dari negara tetangga mengenai cara mencari idea dan gagasan pemikiran yg kreatif, sehingga mampu mempromosikan kehidupan tradisi dan budaya mereka kepada masyarakat internasional melalui dunia pariwisata mereka
Sebagai contoh, Thailand, M`sia dan Filipina mempunyai berbagai kekayaan tradisi dan budaya etnik minoritas, yg kemudian berhasil dikelola dan dipromosikan untuk meningkatkan pengembangan pariwisata. Hal itu penting dilakukan untuk mendukung pengembangan sektor kepariwisataan diIndo`sia, dan semoga ia bisa berkembang secara merata
Indo`sia perlu belajar dari negara2 lain dikawasan ASEAN dalam mengelola kehidupan tradisi dan budaya etnik minoritas memasuki era globalisasi
Etnik minoritas harus mampu menunjukkan keunikan yg dimiliki, bukan malah dengan cara menunjukan aksi2 kekerasan seperti adanya perang suku yg berkesinambungan
Adanya tindak kekerasan yg dilakukan olih kumpulan2 dikawasan wisata tertentu terhadap wisatawan sebagai akibat merasa kurang diperlakukan adil dalam memperolih keuntungan ekonomi, dapat menimbulkan citra negatif negara secara keseluruhan.Oleh karena itu, perlu upaya perbaikan kearah peningkatan rasa keadilan dan aspek ekonomi guna menghilangkan protes dan sabotaj dari warga setempat terhadap projek wisata tersebut
Bagi menangani hal itu perlu dilakukan dengan memberikan keterampilan kepada kelompok2 etnik tempatan, sehingga mampu menghasilkan produk budaya yg dapat dipromosikan kepada wisatawan dari pelbagai negara. Justeru sentuhan keahlian dan modal kerja diharapkan mampu memberikan kesejahteraan yg layak bagi warga yg bermukim didaerah2 yg terlibat. Semua hal itu hendaknya menjadi agenda utama dari masing2 pemimpin daerah dan pemimpin kementerian, dengan dukungan dana yg memadai dari pemerintah pusat
Sebenarnya Indo`sia itu kaya dengan nilai & tempat2 sejarah, tetapi pemerintah tidak tahu menilai aset berharga ini. Selama ini pemerintah Indo`sia sendiri kurang peduli kepada khazanah kekayaan alam dan budaya. DiSumatera sahaja, kita dapat menyaksikan banyak pulau2 tidak terurus, khazanah seni budaya tradisional musnah perlahan2 dalam sunyi, serta sejarah yg hilang jejak tanpa bekas ditelan ketidakpedulian pemerintah
Lebih menghairankan adalah, bagaimana ratusan ribu turis dan pelajar Indo`sia sendiri berebut2 memadati shopping malls dan sekolah2 diM`sia setiap tahunnya, yg sudah tentu menyumbangkan devisa kepada negara jiran yg kononnya dimusuhi, sementara Indo`sia sendiri terus-menerus dihimpit kemiskinan
Ironis, dibanding M`sia, Indo`sia pasti lebih segala2nya (kecuali kekayaannya mungkin). Tapi kalau kita lihat kekayaan budaya dan dunia wisata Indo`sia sebenarnya jauh lebih kaya. Indo`sia cuma kalah dalam strategi pengurusan dan cara mengelola kerana ia tidak mendapat sokongan pemerintah secara berterusan. Dan anehnya lagi orang Indo`sia sendiri cenderung lebih mengkagumi wisata diluar negara dari dalam negara sendiri
Mengapa, jawabnya kerana warga Indo`sia sendiri merasa tidak pernah memiliki budaya dan tempat wisata tersebut cuma pas2an saja. Budaya sebenarnya sudah hilang dalam diri mereka sendiri dan sudah tidak ada kecintaan lagi untuk menghargainya, apa lagi untuk mengamalkannya. Pendek kata warga Indo`sia sebenarnya tidak nampak value yg ada pada budaya sendiri, dan hanya tersentak dan terasa dirugikan bila budaya itu cuba diketengahkan pihak2 lain. Mereka hanya ikut2an melolo, dan sekali lagi begitulah kelazimannya orang Indo`sia, tahunya cuma menuntut tanpa ada usaha
Anehnya Indo`sia, biarpun sudah ada Menteri Pariwisata juga Ditjen Kebudayaan yg mengurus kekayaan budaya Indo`sia, ia tetapi gitu2an juga, hidup segan mati tak mahu. Anehnya lagi mereka turut mengamuk dan demo kalau ada budaya atau lagu Indo`sia diakui bangsa lain padahal mereka mana pernah peduli selama ini?
Dan memang sudah bukan rahsia lagi, pemerintah memang cenderung kurang serius menangani masaalah berkaitan wisata, seperti penyediaan prasarana dan infrastruktur ditempat obyek wisata, apa lagi penyediaan iklim yg aman dan kondusif dan sebagainya.Justeru tidak hairanlah pengunjung tempatan pun malas untuk berkunjung, kerana situasi dan kondisi obyek wisata yg daif itu
Kemudian adanya pula kekacauan seperti demo dan mengrazia warga asing, serta amaran dari pemerintah negara2 berkenaan tentang risiko dan bahayanya untuk melawat Indo`sia, justeru penguatkuasaan badan2 keselamatan Indo`sia seperti polis yg lemah, sudah tentu akan merugikan Indo`sia sendiri. Padahal kalau mau melihat kekayaan alam maupun seni dan budaya yg ada, Indo`sia tidak kalah dengan negara2 lain
Pun demikian warga tempatan juga tidak harus menyalahkan pemerintah seratus peratus, kerana sebagai warga yg bertanggung-jawab, seharusnya turut berperanan menjaga keberlangsungan tempat wisata tersebut. Sebagai contoh, misalnya tidak membuang sampah sembarangan, tidak merosakkan infrastruktur yg telah sedia ada, dan yg amat penting sekali adalah mesra tetamu. Apa pun alasannya, tetamu harus dihormati dan dialu2kan, kerana mereka membawa hasil kedalam negara. Dan perlu diingat perbuatan mengrazia warga asing yg datang berkunjung, yg sebenarnya membawa razeki, adalah satu perbuatan yg sungguh tidak bertemadun dan amat memalukan. Tidak pernah lagi kita dengar didunia mana sekalipun orang menghalau tetamu, melainkan diIndo`sia, dan jarang juga kita dengar orang main baling2 najis sendiri melainkan diIndo`sia juga
Semoga teguran ikhlas ini dapat menyadarkan mereka2 yg terlibat, yg secara tidak lansung telah mencemarkan nama baik Indo`sia sendiri dimata dunia. Kita percaya, dengan sinergi dari semua pihak, hal2 tersebut harus dapat diperbetulkan semula, dan sekali-gus dapat dipastikan kegairahan wisatawan dari pelbagai negara suka datang berkunjung keIndo`sia, dan juga wisatawan domestik akan semakin meningkat, yg sekali-gus mampu memberi hasil yg lumayan buat negara Indo`sia. Justeru dengan ini juga akan memberi ruang pekerjaan pada warga tempatan, dan tidak perlulah mereka berbondong2 mencari kerja diluar negara
Untuk itu, apa Indo`sia mahu terus2an perpeluk tubuh, sambil terkagum2 dengan wisatawan yg terus berpusu2 kenegara jiran, sedang Indo`sia ditinggalkan berputih mata? Apakah Indo`sia yg memang berasa dirinya `abang`, malu untuk belajar dengan orang M`sia? Tepuk dada tanya selera dan akal. Namun sebagai warga yg bertanggungjawab, ini tugas kita bersama sebagai orang Indo`sia untuk memajukan negara sendiri, tanpa terus2an mahu menyalahkan orang lain diatas kelemahan kita sendiri. Marilah kita kagumi wisata dan budaya kita, marilah juga kita bangunkan kemajuan negara & bangsa dengan cara yg terhormat
Ketahuilah, bahawa hidup adalah perlombaan, negara2 kecil seperti M`sia dan Singapura sedar, persis mereka tidak memiliki kekayaan alam dan budaya sekaya dan seberagam Indo`sia, mereka tidak perlu memiliki Indo`sia, cukup menjadi beranda dan pintu gerbangnya. Mereka menjadikan Indo`sia sebagai `halaman belakang` atau dapur dari bisnis wisata besar mereka, sementara mereka menjadi tauke besarnya, dan Indo’sia tetap saja terkagum2 berputih mata, kerana Indo’sia sendiri tidak kenal potensi diri dan kekayaan alam yg dianugerahkan Tuhan
Itu kerana Allah SWT ridho tak kepada Presiden SBY. Sejak mula 2004 sehingga presiden tu memimpin sekarang ni bahkan sehingga 2014 kalaupun tidak dijatuhkan sebelum 2014, maka niscaya pelbagai bencana manusiawi dan alam nak renggut negeri itu kerana pemimin dan Parlemen yang amanah tak.
Tulisan ini bagi kepada semua teman awak dan jangan dihapus. Bacalah tuntas bagi memahami. Sebagai budak-budak mahasiswa-mahasiswi seMalaysia kami hirau sangat kepada nasib awak-awak yang tak berubah sehingga presiden palsu tu sekarang ini. Percayalah di kami. Kami-kami bukan jenis manusia bagi menghasut tetapi menjalani amanah nahi mungkar dan beramal tindakan dan kata, tak kuasa kami terus-terusan pakai hati sahaja.
Presiden tu masih hirau tak, dan justeru sengaja turut habiskan wang rakyat macam orang-orang arlemen Indon jalan-jalan. Kali ini SBY ke Vietnam, China Tiongkok dan bahkan Shanghai. Lagopun airmata apa tu SBY teteskan? Lagi-lagi, airmata pencitraan, trik ataupun pencitraan, sempurna sangat yang ia amalkan. Sesungguhnya pabila itu reform Agraria, mengapa hanya kepada beberapa puloh petani semata dan hanya dari Jawa sahaja? Bagaimana dengan beratus-ratus beribu-ribu petani lain di seluruh Indonesia? Ini rupanya erti dan makna reform Agraria menurut presiden. Rupanya tutup telinga, tutup mata, lanjutkan kebohongan melalui trik ataupun pencitraan macam tu bagi mengalihkan sejuta perhatian, yalah blunder besar presiden atas nama Hari Agraria. Khabar itupun berkata bahawa di istana Bogor ketika berlaku marak demo mahasiswa, saat itupun segera direkayasa ataupun dicitrakan suatu penyerahan akte tanah ataupun bagi-bagi tanah pertanian kepada semata beberapa petani, dan supaya pencitraan tampak serius maka presiden itu katanya direka meneteskan airmata.
Tetapi apa yang diamalkan oleh SBY dalam hubungnya dengan reform Agaria itupun menggelikan dan menjjikkan sangat. Ia telah mendegradasikan dan melecehkan erti dan makna daripada reform Agraria sebagai semata mensertifikasi ataupun sedikit lbih mmudahkan ataupun mempercepat sertifikasi tanah-tanah lama daripada milik petani-petani itu sendiri yang selama ini dihambat oleh birokrasi bahkan di bawah kerajaan SBY sekarang ini melalui daripada birokrat-berikorat penyahguna kewenangan di tempatan-tempatan daerah dan bahkan di pusat. Ini semua bermakna bahawa lagi-lagi petani-petani di negeri jiran Indonesia tu diperdaya dan ditipu habis-habisan pun di bawah SBY.
SBY menyalahertikan amanah daripada konstitusi iaitu reform Agraria dalam erti sebenar-benarnya, dan justeru tidak punya kemaluan sedikitpun dan teruk lagi malahan har-hari ini presiden itu justeru jalan-jalan ke Vietnam dan China Tiongkok dan di Shanghai justeru menyuruh dubes baru Amerika Dino Pati Djalal meningkati tebar pesona dengan memnyuruh meluncuri buku baru Dino menyangkut kepemimpinan SBY yang serba boleh. Itulah lagi-lagi pencitraan, insensitifiti dan kebohongan publik daripadanya. Teruknya tada kekuataan, pun arti-parti atau tokoh-tokoh pesaing perduli rakyat macam Wiranto, Prabowo, tokoh buruh Mukhtar Pakpakahan, tokoh demonstran veteran Sri Bintang Pamungkas, negarawan Rizal Ramli ataupun kaum cerdik pandai macam Efendi Ghazali maupun Adi Massardi, mampu tak bagi menekan SBY mundur. Macam apa elite kampus-kamus pula di negeri jiran tu yang mana rector-rektornya semata kaya gelar professor namun macam keledai semata. Kemana biduk daripada negeri awak Indonesia nak pergi dan dikayuh? Macam kami budak-budak mahasiswa-mahasiswi seMalaysia tengok bahawa Effedi Ghazali hanya besar mulut tanpa keberanian. Kemaluan Effendi Ghazali pun dimana meletak? Mereka telah jadi pihak-pihak yang tampak impoten dan banci selamanya. Walupun presiden itu kuat tak, mereka mampu menjatuhkan pun tak.
Sementara tengoklah peristiwa di Indonesia khususnya pada 20 Oktober, tampak nyata bukti bahawa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama 6 tahun memimpin memang kompeten tak. Ingat, ini bukan tahun kesatu presiden itu mula memimpin. Sudah enam tahun! Kemana bangsa negeri jiran Indonesia tu nak dibawa biduknya pabila terus bersama kepemimpinan kapabel tak tu, pasti nak segera tenggelam dan bubar Indonesia. Alih-alih mundur selepas diprotes kuat oleh peratus-ratus mahasiswa pejoang berhati nurani di seluruh Indonesia, ia seakan-akan telinga dan mata pun punya tak.
Lagipun, janganlah mereka dibarter dengan kompromi kepada parti-parti khususnya parti Golkar yang diduga sebagai penggerak demo-demo perjoangan itu samasekali blunder besar pula pabila presiden tu menyimpulkan demikian, karena itu tak ada sangkut-pautnya dengan parti tersebut. Memberi menteri baru kepada parti Golkar atau parti yang lain justeru boleh membuat mahasiswa-mahasiswa pejoang tu semakin marah besar. Maka prortes damai, mengganas dan berprospek berlaku di semua daerah, khususnya di kota Makassar, yang berhasil membakar mobil-mobil “bergincu”. Lagipun di kota Palu, Samarinda, Surabaya, Bogor dan tentu sahaja di Jakarta, itu semua menandakan SBY sudah tamat dan harus mundur dan tiada sangkut-paut dengan orang-orang parti manapun harusnya presiden mampu melihat perkara terang sangat ini serta mampu tinggalkan segala macam pencitraan penuh kepalsuan tu pabila nak selamat.
Masanya presiden mula sekarang mendengar teriakan dan desakan mahasiswa-mahasiswa itu serta mendengar analis-analis dan NGO-NGO dalam negeri yang mungkin sahaja sebentar lagi Indonesia bubar pabila presiden tu tidak juga sedar ingat dan insaf serta mengambil haluan-haluan berpihak pada rakyat dengan menyeluruh dan adil.
Walaupun begitu bukti terbaru menunjokkan, presiden Indon tu lagi-lagi cuba-cuba dan terus-terusan mengalihkan perhatian dan membuat pencitraan, iaitu kebohongan-kebohongan yang nak melanda dirinya sendiri pada akhirnya.
Pencitraan ataupun kebohongan terbaru kali ini yalah membuat haluan blunder dari bisikan keliru sebagai reaksi atas protes meluas mahasiswa-mahasiswa militan 20 Oktober 2010. Suatu blunder besar yang lain. Presiden itu justeru karena bisikan tolol itu malah membagi-bagi tanah-tanah untuk pertanian dengan percuma ataupun gratis kepada hanya beberapa orang khususnya mereka yang berada di Cilacap di Jawa selatan. Macam inilah suatu ketidak adilan terbaru yang ia tunjokkan di depan mata rakyat-rakyat miskin yang lain di seluruh Indonesia.
Pabila tengok peristiwa terbaru macam ni, lagipun, apakah perkhabaran yalah benar bahawa SBY memang dah buta mata tuli telinga? Bahkan dengan nekat sangat itu bagi menandai 50 tahun Hari Agraria. Pertanyaan publik tentu pernahkah ada di Indonesia diamalkan sistem agrarian yang baik iaitu membagi-bagi tanah-tanah untuk rakyat secara merata dan adil? Sepanjang kami tengok hanya negara-negara Amerika Latin dan beberapa negara di Eropa dan Asia khususnya Vietnam dan China, yang telah amalkan sistem tu secara konsekuen, merata dan adil. Indonesia tidak pernah dan tidak mampu kerana kepemimpinan yang selalu berwawasan sedikit pun tak. Pabilapun iya presiden Indon sekarang ni justeru tempuh langkah itu katanya justeru selepas ada sentilan dari beberapa pengamal kritik di televisyen yang berkata perlunya pengamalan suatu haluan agraria.
Yalah baik kritikan tu namun macam apa dan bagaimana pelaksanaan sistim tu rupanya presiden tu sendiri tak paham sehingga ambil langkah ceroboh blunder besar ketidakadilan tu: mengapa hanya petani di Cilacap? Teruk lagi, presiden tu hanya paham dan semata dapat melihat bahawa orang miskin itu semata ada di Cilacap iaitu di pantai Jawa selatan. Bagaimana dengan beribu-ribu atau berjuta-juta rakyat miskin lain di pulau-pulau yang lain? Pantas kalau presiden itu mendapat banyak umpatan oleh banyak orang. Dan pasti ia nak berkata lagi-lagi: “jangan hanya pandai mengumpat” dan berharap tetap bisa mempertahankan kekuasaan.
Pabila macam ni presiden tu tak mungkin bertahan sehingga 2014 pun dan terpaksa mundur. Kerana tampak bahawa presiden itupun tak paham erti dan makna Agraria. Agraria yalah bermakna membagi tanah kepada para petani bagi bertani mereka bagi mengamali pemerataan dan keadilan untuk rakyat yang membutuhkan pertolongan sangat dari pemerintah. Maka presiden harusnya menyedia tanah-tanah banyak di Indonesia tu bagi diberikan dengan percuma kepada seluruh rakyat miskin di seluruh negeri jiran tu secara merata dan adil.
Tapi presiden tu justeru memula ketidakadilan baru. Presiden tu tak membagi rata dan adil daripada tanah-tanah yang ada dari hutan-hutan yang dah gundul di Kalimantan, Sumatra dan yang lain, kepada seluruh rakyat miskin negara itu. Tanah-tanah luas itu justeru diberikan dan dikuasakan kepada Sinar Mas Grup dengan kilah nak ditanam hutan baru bagi mengatasi global warming itu omong kosong. Presiden tu rupanya tidak pandai merasakan penderitaan banyak sangat rakyatnya yang miskin dan makan tak tu, yang selama ini dan tepatnya 20 Oktober lepas diperjoangkan oleh banyak mahasiswa-mahasiswi pejoang. Jangankan rakyat-rakyat miskin tu dapat menyekolahkan anak-anak mereka.
Dimana-mana di Indonesia kerana kepemimpinan yang burok, macam tanah apapun termasuk tanah-tanah ulayat dan tanah-tanah hutan sekalipun justeru dikuasakan kepada konglomerat-konglomerat, dengan KKN dengan pemerintah. Pabila semakin teruk haluan presiden tu, nak jatuhlah ia tak lama lagi. Mahasiswa-mahasiswa pejoang, kaum intelektual dan rakyat negeri jiran tu nak hilang sabar, bangkit melawan habis-habisan pemerintah korup itu. Presiden tu tak membuat perbezaan walaupun dah dilancar demo-demo kuat. Ia semata bisnez macam hari-hari biasa. Tutup telinga, tutup mata, lanjutkan kebohongan/pencitraan bagi mengalihkan sejuta perhatian.
Blunder besar itu yalah justeru mengapa pengamalan agraria membukti semata diberikan kepada sedikit rakyat dan semata di Jawa selatan itu sahaja? Pabila macam ni yang berlaku apakah Indonesia hanya milik orang Jawa? Kemana haluan dan logika presiden tu? Dengan protes cukop mengganas keras dan berprospek daripada mahasiswa-mahasiswa militan dari kota Makassar tu khususnya, kita semua musti ucapkan “selamat kepada mahasiswa-mahasiwa pejoang di Makassar” dan perkara itu musti kita semua tiru. Mereka dengan berani melawan dan membakar mobil-mobil bergincu tu dan harusnya presiden mula berfikir dan ambil pelajaran darinya, kecuali presiden itu ingin perkara itu meluas dalam kesempatan yang akan datang di kota-kota lain, habislah mobil-mobil bernomborplat gincu merah tu, dan terpaksalah presiden mundur dengan kemaluan sebesar-besarnya.
Pabila presiden abai dan hirau terus-terusan macam tu, dan lebih senang mendengarkan bisikan-bisikan daripada orang-orang sekeliling yang menjerumuskan, maka dari sudut kami kerajaan Malaysia yang disokong seluruh budak-budak mahasiswa-mahasiswi seMalaysia dan yalah mudah untuk kami suatu masa menyerang kerajaan Indonesia pabila kami mahu dan pandang perlu bila Indonesia masih berada dalam kepemimpinan presiden lemah sangat tu. Dari sudut mahasiswa-mahasiswi pejoang daripada tingkat nasional dan tempatan Indonesia, pada akhirnya akankah arogansi tutup telinga tutup mata presiden tu, dapat selamatkan dirinya sehingga dalam 2011-2014? [Ada pendapat berbeza, sila majukan ke kami: zaedabintiahmadzaim@mscterengganu.my bersama: sadiyahbintiali@msckl.my ].
sadiyah @ apa2an bawa2 nama M’sia segala? Para pembaca Tempo ini bukan orang bego, kami tau anda termasuk yg menggunakan nama M’sia yg lain adalah mahasiswa Indo’sia sendiri ato pun bahagian dari kumpulan Bendera shit itu
Nyata kalian masih takut ditangkap ama pemerintah, nulis aja mahu guna nama orang lain. Apa ini perjuangan tulin? Dasar anak bego, makan aja masih dikasih orang tua, mau mengadu domba segala
Mba Sadiyah, saya orang Indonesia asli. Kalo saya lihat dari tulisan2 anda, banyak tulisan kata2 Malasia yg tidak biasanya digunakan orang Malasia… Saya lama tinggal menetap di Malaysia. Bukan saya membela orang Malaysia tapi kenyataannya begitu… Mahasiswa2 Malaysia di didik untuk mengurusi hal2 di Indonesia apalagi sampe sedetail tulisan anda itu… Mahasiswa/i di sana di didik untuk membangunjati diri & bangsanya bukan mengahabiskan waktu mengurusi yg bukan urusan mereka…
Jadi kalo anda adalah bagian dari orang2 yg tidak suka Presiden RI saat ini (SBY), silahkan katakan seperti layaknya orang Indonesia gak usah pake ngaku2 mahasiswa Malaysia… Anda kan udah pake nama samaran jadi gak ada yg tahu tentang jati diri anda yg sebenarnya… Lebih Gentle kan seperti itu.. Kok gak suka ama Presidennya dan mau jelek2kin Presidennya pake nama samaran sebagai Mahasiswa Malaysia segala… Sadiyah, kalo anda sebagai orang Politikus..Anda pengecut, pecundang, gak punya rasa malu… beraninya ngumpet dibelakang orang lain… Tunjukanlah dadamu yg suka buat onar itu…
Yakinlah anda itu hanya secuil debu yg gak ada apa2nya… Dan suara, teriakan anda itu gak yg dengerin.. Anda itu ibarat Tong Kosong Nyaring Bunyinya…
Pikirkanlah baik2 Sdr Sadiyah…
fitnah jahat dan bodoh yg hanya di percaya oleh orang bodoh pula. Apa hubungan SBY dgn Bencana Alam??? Bencana alam terjadi di antero Indonesia biarpun presiden nya Obama. BODOH dan agak gila orang yg percaya bahwa Pres SBY penyebab bencana alam.
SBY tidak di suka i terutama oleh kelompok Islam radikal yg bersembunyi di balik bermacam2 ormas & partai2. Karena SBY berhasil mengobrak abrik sel2 teroris yg membahayakan masyarakat Indo yg tidak berdosa. JUSTRU KELOMPOK TERORIS / ISLAM RADIKAL ini yg BERBAHAYA bagi persatuan negara & bangsa RI. Minoritas Malaysia memang ada yg radikal tapi mereka tidak berani macam2 di Malay sendiri beraninya mereka mengacau negara2 tetangga seperti Indo, Thailand, Phillipine yg mayoritas warganya non-muslim. Betapa JAHAT dan berbahaya nya kelompok RADIKAL ini. Mereka MEMBUNUH DENGAN MEMBAWA NAMA AGAMA - sangat TIDAK TAHU MALU!!! Mayoritas muslim yg benar2 muslim tidak mendukung ideology GILA teror ini.
Emang, sebagai warga Indonesia sendiri, sy percaya yg nulis provokasi diatas ada warga Indo’sia sendiri yg sok ngaku mahasiswa Malaysia. Ngapain mahasiswa M’sia sibuk2 buang masa mau nulis politik Indonesia. Makanya sebagai warga yg cerdik, kita jgn mudah percaya ulah penulis senteng yg ngaku mahasiswa tapi punya mentaliti anak2 ingusan gitu
Benar edan55, hanya orang bodoh aja yg percaya ullah orang bodoh. Masak bencana gunung berapi, banjir, sunami ada hubungannya dengan SBY. Yg ada hubunganya adalah penulis bego itu. Justru orang2 bego gitulah yg mudah dihasut & dipergunakan bagi menyuburkan teroris dinegara tercinta kita ini. Kalo diSingapore & Malaysia, teroris ga bisa pernah aman, baru mahu bertapak udah dilengserkan poslis mereka
MSC (Multimedia Super Corridor) adalah zone yg dirangka kerajaan Malaysia bagi mengembang-luaskan pengetahuan & perdagangan IT. Ia meliputi kawasan yg dipanggil koridor seluas 15×50 km² yg merentangi Petronas KLCC ke Kuala Lumpur International Airport dan meliputi juga Putrajaya dan Cyberjaya.
Dikenali sebagai MSC, matlamat Multimedia Super Corridor adalah bagi mengalakkan syarikat2 yg berteraskan IT melabur diMalaysia dengan memberi kemudahan2 seperti ‘Jalur Lebar Berkelajuan Tinggi’ dsb.
Jadi artikel2 provokasi diatas yg ditulis atas nama warga Malaysia yg beralamatkan MSC adalah palsu yang tiada kena mengena dengan MSC. Diharap penulis2 diatas menghentikan penggunaan nama MSC dengan serta merta kerana MSC tidak pernah terlibat dengan sebarang agenda politik dalam & luar negara
SBY bukan penyebab bencana alam tetapi,Dia hanya tdak mampu bangkit mengurus masalah masalah serius gitu loh, makanya banyak kasus ditutupi dgn kasus lain artinya dengan membuat isu baru dan menutup isu lama.contoh konkrit kasus century ditutup dengan kasus gayus muncul lagi kasus lain maksudnya apa to?,katanya bijaksana.sepak bola juga menjadi ajang politisasi biar terkenal,mungkin karena Indonesia menjadi juara tetapi bila timnas kalah mana muka-muka yg cari muka dengan pencitraan yang tinggi,hilang,iming2 bonus menjadi hal yang lumrah,jaksa pun disuap dan mau disuap.mau jadi apa negara ini besok..pancasila menjadi barang haram yang harus dibuang,people power mungkin kurang pas untuk meruntuhkan suatu rezim,karena rezim ini telah menggunakan topeng untuk menutupi kesalahan.Buat bung yang di DPR tolong buat UU tentang hukuman mati buat koruptor,jangan hanya datang,duduk,dengar,diam dan protes kalau tidak dapat gaji.tolooooooooooong kami warga miskin yang semakin tertindas.
Untuk media tolong,jgn buat berita biar koran anda laku keras.tolong buat berita yang berbobot,jangan karena timnas menang teru,jdiberita mulai muncul tiap menit tentang timnas,bahkan tiap detik.pantas timnas kalah lawan malaysia media tdak putus-putus menyoroti,bahkan menambah bumbu berita tersebut.media tolong sorot berita papua,ntt,dll yang sekarang masih tertinggal bahkan dirampas haknya oleh amerika.contoh freepot,kemiskinan,kurang gizi,bencana alam,dan kesemerawutan politik di negara ini.
Hak menyatakan pendapat harus bergulir menuju pelengseran nyata. Kalau tiga tahun rakyat harus tunggu sampai 2014, derita dan sengsara mereka tak terperikan. Menunggu seperti apa lagi? Sekarang saja mereka banyak yang hanya bisa makan satu atau dua kali sehari dan ada pula yang hanya bisa makan sekali dua tiga hari. Setelah diingatkan tokoh-tokoh agama, upaya penyelamatan baru akan dilakukan. Tidak jelas apakah akan sampai ke sasaran, dan apakah cara itu merupakan penyelesaian. Pengalaman membuktikan, pasti tidak akan pernah sampai ke sasaran, karena pemerintahan SBY selama ini juga tidak memiliki sistem anti penyelewengan. Kepemimpinannya sangat lemah sehingga garong-garong tidak takut adalah faktor utamanya. Dana apapun pasti akan jatuh ke tangan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Hal dan penyunatan seperti itu sudah etrjadi dalam kasus BLT dan bantuan-bantuan lainnya. Kegagalan seperti ini telah menjadi keniscayaan. Mungkin pelengseran pilihan satu-satunya meskipun tidak populer dan kalau DPr/MPR memang berniat membela rakyat. Kalau tidak, maka penderitaan rakyat tingkat bawah itu semakin tak terperikan. Semakin jelas pula dan ketahuan bahwa anggota DPR/MPR hanya mencari posisi tawar untuk kepentingan kekuasaan dan diri mereka sendiri, bukan untuk negara apalagi rakyat. Bagaimana kalau rakyat itu beralih mendatangi gedung DPR/MPR dan mengamuk disana? Bagaimana kalau mahasiswa dan rakyat yang berkesulitan menjadi bersatu padu melancarkan demo besar-besaran terhadap orang-orang pengkhianat rakyat di DPR/MPR?
Tak baik dihapus, Kakak atau Abang yang baik hati, lebih baik kalau di-share ke kawan-kawan terdekat. Biarlah mereka tambah wawasan.
Menkominfo Lagi-lagi Berkelit
KELASMENENGAH.com – Menkominfo Tifatul Sembiring berkelit lagi. Sampai hari ini pengguna internet di Indonesia tidak cuma twitter tetap dipantau ketat oleh pemerintah antara lain dari Kemkominfo. “Indonesia masih seperti negara totaliter negara komunis,” kata aktivis HAM yang tidak mau disebut identitasnya.
Menurut aktivis tersebut pemerintah diam-diam tetap memantau dan memblokir informasi yang dikirim melalui internet oleh para aktivis ke lembaga-lembaga penting internasional seperti lembaga-lembaga di bawah PBB dan dinas-dinas interlijen asing. Sebelumnya Tifatul menegaskan pemerintah ingin memblokir situs pornogarfi saja.
Kepada detik.com Jumat (28/1/2011) Tifatul mengatakan pemerintah tidak menutup situs microblogging twitter di Indonesia. Itu berarti pemblokiran masih dilakukan terhadap komunikasi internet yang lain.
Seorang pengamat Barat yang tidak mau disebut identitasnya mengatakan sejumlah aktivis HAM Indonesia prihatin dengan masih banyaknya pelanggaran HAM di Indonesia. “Mereka peniup peluit yang baik untuk kami sehingga kami tahu dari sumber-sumber pihak ketiga itu soal berbagai pelanggaran HAM disini,” katanya.
Pengamat tersebut menambahkan komunikasi internet tidak hanya twitter tidak boleh diblokir rezim manapun apalagi hanya oleh seorang menteri.
Seperti dilansir detik.com, Tifatul sepertinya tetap berkelit dengan mengatakan Indonesia adalah negara terbuka yang memberikan kesempatan setiap orang untuk bebas bicara. “Kita tidak akan menutup, twitter itu sosial media. Itu kan saluran saja, sama dengan yang lain,” kata Tifatul.
Sejumlah pengguna internet di Indonesia yang aktif memantau dan memberikan laporan berkala kepada lembaga-lembaga internasional mengaku mereka ingin bukti bukan teori maupun janji.
Mereka mengaku sulit mengakses situs institusi dan intelijen global penting seperti Amnesty International, UNHCR, CIA Amerika, MI6 Inggris, FSB Rusia dan lainnya, yang dahulu mudah diakses di Indonesia. “Situs-situs itu kini hanya bisa diakses dari luar negeri misalnya dari Singapura,” katanya. (rgs).
Ekonomi di negeri ini kayaknya enggak diinikmati rakyat kok.
Kalau sudah begitu, jangan2 kita akan mengalami kasus Mesir saat ini. Padahal boleh dibilang Mesir terlambat. Kita lebih duluan.
Tapi mungkin kita sepertinya akan ada kerusuhan lagi. Demo2 besar lagi, karena ketidakpekaan pemerintah.
Penikmat ekonomi itu hanya kelompok atas dan menengah saja, monyong.
Lihat, orang-orang Mesir tolol juga. Kalau Mubarak jatuh, terjadi rezim peralihan, keadaan sama dengan kita, bukan lebih baik.
Ada teori menarik dan logika benar dalam politik. Kamu aku tak suka. Orang lain berteman sama kamu. Orang lain itu aku tak suka pula. Saat ini Partai Demokrat, partai berkuasa saat ini, banyak orang tak suka karena partai ini melalui presidennya kurang sekali pro rakyat. Jadi partai yang bersamanya atau yang akan bergabung dengannya pasti akan “selesai”. Tak akan dipilih tahun 2014. Yang oposisi yang akan dipilih. Jadi kalau mau “dipeluk” partai/penguasa, siap-siap untuk kalah.
Saya punya cita-cita ingin menjadi sutradara film… Hudzaifa Fauzi