Nov
10
People Power 2.0
Sejarah telah bertutur: jangan main-main dengan massa yang berkerumun. Penguasa sekuat apa pun bisa ambrol bila melawan massa seperti itu. Gerakan people power di Filipina telah menghancurkan rezim Ferdinand Marcos. Gelombang unjuk rasa mahasiswa pada 1998 juga telah melengserkan Soeharto.
Itu dulu, Bung. Untuk menumbangkan penguasa, orang perlu berkumpul di satu tempat. Mereka berunjuk rasa bersama-sama meniru demo ala Lech Walesa atau Tragedi Tiananmen. Lalu menggabungkan energi kemarahan sehingga menghasilkan tuntutan yang meledak-ledak.
Sekarang orang tak perlu berkerumun di satu tempat untuk menggerakkan people power. Ini zaman web 2.0 (meminjam definisi Tim Tim O’Reilly) , Bung, era orang bisa menyuarakan pendapatnya dengan lantang . Facebook dan Twitter jauh merasuk ke relung-relung kantor, kampus, juga tempat-tempat nongkrong. Cukup teriakkan kepedihan bersama di Facebook, “jemaah fesbukiyah” akan mendukungnya spontan. Lihat saja gerakan mendukung dua pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad Rianto dan Chandra M.
Hamzah. Hanya dalam hitungan hari, sekarang sudah terkumpul “kerumunan” yang terdiri atas lebih darisejuta pendukung.
Mereka sangat lantang dan juga galak. Gerakan mengenakan pita hitam atau baju hitam sebagai bentuk keprihatinan terhadap matinya keadilan hukum dan perlawanan terhadap kesewenang-wenangan polisi serta kejaksaan sebagai contohnya. Dalam sekejap, gerakan mengenakan pita hitam menyebar ke mana-mana.
Padahal, dalam gerakan ini, tak ada yang disebut superinfluential people, seperti teori Malcolm Gladwell dalam bukunya, The Tipping Point. Dulu setiap perubahan selalu membutuhkan “orang berpengaruh”. Polandia butuh Lech Walesa. Gerakan reformasi 1998 di Indonesia butuh orang-orang seperti Amien Rais, Abdurrahman Wahid, Sri Sultan Hamengku Buwono, juga para orator mahasiswa, yang kini sudah duduk manis di kursi Dewan Perwakilan Rakyat.
Merek Hush Puppies, seperti kata Galdwell, pun butuh orang berpengaruh. Merek yang hampir mati itu tiba-tiba melejit–penjualannya terbukukan 5.000 persen–lantaran orang-orang penting tiba-tiba memakai sepatu Hush Puppies.
People power melawan ketidakadilan terhadap Bibit dan Chandra tidak membutuhkan superinfluential people. Mereka tak butuh koordinator lapangan atau orang-orang yang mencari donasi untuk membeli nasi bungkus. Saat orang merasakan “kepedihan yang sama”, orang pun berkerumun di Facebook dan Twitter serta situs jejaring sosial lainnya. Tak peduli siapa yang meneriakkannya. Siapa yang kenal dengan pembuat “Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Rianto”, yakni Usman Yasin? Mungkin 99 persen pendukung gerakan ini dipastikan tak mengenalnya.
Dulu betapa repotnya mengumpulkan sejuta orang. Kini bisa terkumpul dengan beberapa klik komputer. Inilah People Power 2.0. Di Indonesia, setidaknya sudah dua kali people power model ini lahir dan menekan dengan kuat orang-orang yang berkuasa. Yang pertama, saat Prita Mulyasari, penulis e-mail yang dipenjarakan Rumah Sakit Omni Serpong. Yang kedua adalah gerakan dukungan terhadap KPK dan membuat Presiden Yudhoyono tergopoh-gopoh memanggil tokoh penting, membentuk Tim Pencari Fakta.
Kepolisian, kejaksaan–atau Presiden sekalipun–boleh menganggap remeh gerakan ini. Mereka mungkin akan bilang, “Ah, itu kan cuma di Facebook” atau “Ah, itu kan bukan gerakan kaum elite, bukan gerakan rakyat”. Tapi keadaan bisa berbalik. Perubahan memang selalu dipelopori dari kalangan kelas menengah, baru kemudian menetes ke masyarakat kelas bawah atau atas. Sekarang sudah terbukti, sejuta facebooker bisa menggoyang Yudhoyono, yang meraih dukungan dari 41 juta orang pada Pemilu 2009.
Bila masyarakat marah, People Power 2.0 akan terus bergulir, membesar bak bola salju. Seperti kata Mahfud Md., Ketua Mahkamah Konstitusi. “Kalau pemerintah tidak bisa memberi keadilan, rakyat akan mencari keadilan sendiri.”
saya termasuk orang yang mendukung KPK untuk melawan buaya2 dan koruptor yang dilindunginya,melalu fb. mudah2an media fb menggugah semua pihak untuk sadar.
Mustahil ada people power di sini. Belum ada bukti sejarah. Gerakan kerusuhan dan mahasiswa 1997&8 karena ada yang menggerakan, Paman Sam, yang sudah ngak senang dengan Suharto, waktu itu Suharto dianggap sudah memeluk nasionalisme — gayanya sendiri — mirip nasionalisme pendahulunya, Sukarno. Waktu itu Suharto mulai sulit didikte Amerika dkk khususnya IMF. Waktu itu oknum-oknum di sipil dan petinggi dalam tentara “diminta” agen-agen Amerika agar “pembantu” Amerika menjatuhkan Suharto, dengan berbagai rekayasa termasuk kerusuhan, demo menyeluruh masif dan beberapa penembakan atas mahasiswa, dan jatuhlah Suharto. Tapi sekarang SBY setia dan pro Amerika dalam segala kebijakannya, jadi Amerika mustahil membantu misalnya menjatuhkan SBY. Dengan people power? Idih…tak mungkin. Gerakan Massardi? Hanya membaca puisi. Gerakan Effendi Gazali? Juga membaca puisi dan tak jelas. Gerakan mahasiswa? Dosen-dosennya pengecut. Jadi gerakan membela rakyat, itu ku pikir hanya omong kosong dan sebatas di mulut. Semua hanya sebatas di mulut, bukan aksi bertarget. Lagian mahasiswa sekarang terlalu lemah dan mudah terpecah. Jadi jangan berhepotesa. Kalau tak ada penggerak dari luar seperti masa penjatuhan Suharto atau sebelumnya, Sukarno, oleh Suharto sendiri, tak mungkin SBY bisa jatuh. Polri dan Kejagung pun ada agenda lain. Kejagung sekadar meminta gaji naik, meskipun anak buahnya bergaji jauh dari cukup, di saat banyak rakyat negeri ini kelaparan, dan anak serta cucu mereka pada busung lapar, lihat di Nusa Tenggara dll. Jadi agenda menaikkan gaji itu membonceng juga. Hendarman membelokkan ke sana. Kita lebih senang SBY meskipun fakta menunjukkan SBY sepertinya pun tidak perduli bangsa, rakyat dan negara. Lihat, semua departemen pegawainya masih banyak dari anak-anak pejabat yang pernah bekerja disana. Kalau ayahnya hakim atau jaksa maka anaknya juga nantinya bekerja di bawah departemen dan lembaga itu. Kalau bapaknya dulu di BI maka anaknya atau menantunya juga di BI. Jadi dimana reformasi kelembagaan atau birokrasi? SBY tidak melihat penyelewengan itu kok. Untuk masuk kepolisisan dan ketentaraan juga selama ini harus menyuap jutaan rupiah. Mana yang bisa dikatakan pemerintah terutama SBy melakukan reformasi? Apa dia tahu makna reformasi? Lagian sikapnya selalu ambvalen, itu pastinya selamanya. Suatu karakter tak akan berubah. Jadi People Power di negeri ini hanya mitos, Oom. Itu baru terjadi bila ada kekuatan besar dari luar yang membantu gerakan seperti itu, Oom. Banyak yang tidak dilakukan SBY, tetapi kalian tak mungkin bisa berbuat kalau tidak berbuat nyata apapun caranya dan tidak meminta bantuan PBB dan CIA. Kalian harus kirim surat banyak-banyak ke Amnesty International, ke United Nations, ke CIA, yang semuanya tingal browse, buka di Internet websites mereka, mengeluhlah dan samaikan kebrobrokan SBY dan pemerintah itu sekarang! Ketik dan ketik, kirim dan kirim. Dan juga kalian perlu beraksi konkrit dan bertarget. Jadi bertindak dan jangan sekadar berpuisi. Tak kah Oom Oom tahu telinga semua pejabat kita sudah congekan dan mereka sudah tak punya hati nurani? Janganlah berharap keadilan dan hati nurani, itu mimpi, Oom.
People power 2.0 masih belum terlalu “hidup” di negeri ini. Wong tarif internet aja mahal!! Mana nih janji menkominfo tarif internet murah!?
dengan prosedur FB dkk di mana satu orang bisa memiliki banyak akun, sepertinya lebih tepat memakai kata “pseudo people” saja.
ah, biasa itu. apa tidaknya. mau macam-macam pulak. ada cicak ada buaya, yang di sini kera
MAU BIKIN PEOPLE POWER EMANG GUE PIKIRIN ? KALAU KAMU RAKYAT
MAU,PANGGIL DULU CORRY AQUINO KE LIANGKUBUR.KALAU CUMA KAYA BUDIMAN SUJATMIKO,PRABOWO SEKALI INJAK LANGSUNG PENYEK.
JANGAN MAIN MAIN DENGAN SBY,JANGAN GUGAH GODZILA TIDUR.
KAMU SEMUA MENGERTI !!!!!
jangan people power dulu dong. blom balik modal nih.
why not? daripada spt sekarang semua tidak bisa diharapkan! pak by terlalu lembek, ketika sudah ruwet baru bertindak, tidak antisipatif. apa yang diharapkan dari pemimpin seperti dia?????!?!??!?!?!?
Tidak bisa disangkal lagi, umumnya pejabat publik di republik ini betul-betul tak memiliki rasa malu. Meskipun kasat mata khalayak tahu mereka menyimpang dari rel kebenaran, tapi jurus berkelit dan bela diri adalah sudah biasa dan lumrah.Kasus pada institusi Polri,Kejagung, Advokat (hitam), dst misalnya. Pejabat terkait paling bawah sampai paling atas, semuanya koor bahwa dirinya benar dan tak bernoda. Jangankan mundur sebagai sikap kesatria yang bertanggungjawab, mengakui adanya kesalahan saja selalu ditolak. Kita profesional, sesuai hukum formal dan bla..bla..bla..malah tak jarang menuding pihak lain yang tak becus.Sungguh ironis, sebagai penegak hukum mereka tak peduli dan tak peka dengan jeritan hati rakyat. Sungguh amat sedih ketika melihat pejabat publik di negeri ini tak tergerak hati nuraninya melihat realitas yang menyakitkan. Saya sebagai WNI yang ingin anak cucu kita hidup tertib, sejahtera dan menjunjung nilai-nilai kebenaran dan keadilan, memohon kepada bapak Kapolri dan Bapak Jaksa Agung secara arif dan bijak untuk mengundurkan diri demi nama baik institusi yang bapak pimpin. Tidak zaman lagi menyebut oknum, bila dari atas sampai bawah seirama dalam gerak dan lagu ketidakbenaran dalam kurun waktu yang lama.Saya yakin dengan bertindak seperti itu, anak dan cucu serta keluarga bapak akan menjadi bangga sekaligus dihormati. Saya yakin pula keluarga besar bapak menginginkan sikap mulia ini. Buang jauh-jauh gengsi apalagi ingin dipuji sebagai bapak yang kukuh memegang prinsip membela institusi,namun full salah. Mohon bapak menjadi pelopor right is right, wrong is wrong bukan wright or wrong is my institution yang habis-habisan dibela meskipun salah. Saya yakin ke depan, anak, cucu dan keluarga bapak menjadi bangga, karena bapak dikenal sebagai pejabat publik pertama yang membudayakan rasa malu(tahu diri)di negeri yang sudah hancur rasa malunya ini. Ingat rasa malu melalui hati nurani kepada Tuhan YME Allah SWT akan menyelamatkan bapak dan keluarga di dunia dan akherat. Hidup harus lebih mulia di hadapan Allah, ketimbang dipuji semu di dunia. Moga Engkau ya Allah memberi taufik dan hidayah kepada pejabat publik di negeri yang bukan bedebah ini. Amin.
Mecermati tayangan suasana pemeriksaan Wiliardi Wizard yang ditayangkan Polri untuk membantah adanya rekayasa, bagi saya sebagai individu yang senang mempelajari tingkah laku manusia, menduga ybs dalam suasana tidak nyaman dan gelisah,bisa dilihat pada :1. Mimik wajah memperlihatkan ada rasa kesal. Perhatikan raut muka saat menjawab pemeriksa. 2. Gerak fisik saat ybs menggulung kaos bagian tangan atas sebelah kiri. Gerak ini semua orangpun mafhum, mengindikasikan apa..? ybs siap dan berani untuk segalanya. 3. Gerak cara meletakkan bungkus rokok di atas meja dengan lemparan. “KEBENARAN PASTI TAMPAK MESKIPUN DIKALAHKAN, KEBOHONGAN PASTI TAMPAK MESKIPUN DIMENANGKAN”
Ingat…Allah SWT Maha Tahu.
EGGY SUJANA cs vs. AHMAD RIFAI cs
Aku setuju kali dengan opini kisskiss cs.
Kali ini aku ingin kritisi argumen Eggy, yang sering diburk-burukkan sebagai pengacara hitam, versus Ahmad cs. Aku lihat Eggy orang logis dan hebat. Di TV bang ONE pagi ini Eggy tetap memperlihatkan hal itu, Eggy cerdas kali dengan berkata bahwa proses hukum atas Bibit Chandra, atau menurut saya terhadap siapapun yang sudah ada bukti-bukti awal sangkaan tindak pidana musti dilanjutkan. Negara ini negara hukum, Bung! Bukan negara opini dan perasaan yang menggampangkan alasan situasi darurat! Sebab siapapun sama di hadapan Hukum, ya nggak? Proses paling benar dan adil haruslah melalui pengadilan.
Ahmad Rifai dan Amir Syamsudin dari Tim 8 merekomendasi proses itu dihentikan jelas salah besar apapun alasannya. Amir melihat kondisi saat ini darurat, itu bohong besar, tak pantas pengacara ternama bicara macam itu; Tim 8 terjebak terperangkap total diperalat SBY, yang mengikuti pola-pola cari aman gaya Suharto! Ini kesalahan besar pendekar-pendekar pengacara/pembela gaek seperti Buyung dan juga Todung ML. Tim 8 harusnya sadar bahwa mereka diperalat oleh SBY dan mundur demi rakyat dan kita mahasiswa. Amir maupun Tim 8 telah mendefinisikan keadaan darudat seenak udelnya. Tidak ada hal apapun saat ini apalagi mengatas namakan keresahan masyarakat dijadikan alasan keadaan darurat. Ini negara hukum! Bayang-bayang keresahan masyarakat kalaupun kelihatan dan ada tidak boleh membatalkan proses hukum, disni polisi dan jaksa ditantang untuk mampu membuktikan. Karena kalau tidak maka justru rakyat dan kita mahasiswa akan mengamuk tidak terkendali. Proses peradilan jalan terus, dan kasus baiout ilegal Bank Century juga harus dijalankan! Kita anggap argumen Eggy jitu dan benar 1000 persen bahwa semua harus diproses dalam pengadilan. Bukti-bukti awal cukup menyeret Bibit Chandra. Mereka hanya mengelak begitu ketahuan, sama seperti Antasari, yang dijebak dan terjebak. Setiap pejabat KPK harusnya waspada, sebab mereka mendapat gaji tinggi dan akses besar dan fasilitas cukup. Mereka manusia biasa yang bodoh menjebakkan diri. Seperti Antasari, Bibit Chandra pun terlena dan lalai, terjebak dalam iming-iming suap. Sikap lalai berat menyangkut kepentingan negara/publik ada proses hukumnya. Semua proses harus berjalan cepat dan jangan sampai memberi kesempatan kepada SBY menjabat 5 tahun lagi tanpa membangun negara seperti maraknya pembangunan era Suharto; Suharto jelas, SBY tidak jelas! Proses hukum Bibit Chandra dan Antasari jalan terus, dan harus bisa menjebloskan mereka dalam bui, begitu pula proses Bank Century harus jalan terus untuk menjebloskan Budiono ke Cipinang. Kita harus sadar itulah sebabnya Budiono diberi kursi empuk sebagai wapresnya SBY, ada apa? Banyak yang melihat sebagian dana talangan Bank Century untuk membiayai kampanye SBY, karena waktu itu tim SBY ketakutan dikroyok Mega, Prabowo dan Wiranto, maka Budiono dijanjikan jabatan wapres.
Proses hukum di pengadilan ini harus jalan terus. Semua akan ketahuan nanti siapa salah siapa benar. Kalau di Caina, mereka langsung ditembak mati. Kalau SBY berani menempuh jalan itu maka negeri rakyat dengan 1001 derita ini akan berhenti, dan majulah Indonesia. Tapi kali ini negeri ini lagi lagi mendapat pemimpin negara yang palsu. Semua musti kita hentikan sekarang juga, kita musti jalankan People Power, dengan berbagai siasat dan cara, jangan patah arang, kawan, kita selalu solid dan bersama, kita ambil keputusan bila Tim 8 hanya sekadar alat SBY dan SBY tetap tidak jelas! Tak ada kekuasaan sekalipun di dunia ini yang seenaknya dan boleh mengentikan proses hukum. Ini negara hukum, kawan! Segala hal penyalahgunaan negara hukum harus berhenti. Eggy benar, ujung permasalahan negara kita kali ini adalah Presiden SBY itu sendiri yang tidak mennjukkan ketegasan. Kita semakin paham SBY selalu berbohong dan penuh kepura puraan. Tiap hari, tiap jam, tiap detik, dengan lidahnya yang tak bertulang! 5 tahun berlalu tanpa prestasi siginfikan, dan 10 tahun pada 2014 akan lewat tanpa pembangunan signifikan. Suhato berakhir dengan pembangunan pembangunan masif dan luar biasa, kami akui, masih lebih baik daripada SBY yang seperti kentuty dan kurang ajar kepada rakyat dan kita semua. SBY pandai berbohong dengan permainan kata kata dan mengelabuhi kita mahasiswa dan seluruh rakyat negeri ini, sehingga kita tidak mendapat apa-apa yang berarti. Hanya si kaya yang menikmati, si miskin mati. Tidak seperti Malaysia dan negara-negara lain di Asia ini yang justru merdeka lebih belakang, Indonesia sengaja tidak dibagun fasilitas fasilitas ramah publik seperti jaringan KRL dan monorail yang banyak, yang handal, aman dan nyaman dan murah, sementara di negeri dengan rezim biadab ini, listrik dengan alasan macam macam selalu dipadamkan bergilir terus-menerus, Uli benar kok. Kami tambahkan, juga GDP disini tidak meningkat dengan nyata kecuali statistik bohong, ini selalu dibesar besarkan SBY dan menteri ekonominya semakin menunjukkan kebohonga mereka untuk mebohongi media nasional dan internasional, dan tidak ada matauang bernilai. Rupiah tetap di kisaran di atas Rp8000 per satu dolar, ini sesungguhnya sudah kiamat, tidak bisa rezim ini disebut pemerintah atau negara ini disebut negara kecuali kampung besar yang dikuasai boneka mafia pemeras hasil bumi rakyat/negara pemilik sah, rupiah tak ada nilai sama sekali. Rakyat terpaksa mengeluarkan banyak rupiah itupun kalau mereka ada rupiah cukup). Hal kecil saja, SBY membiarkan pimpro pimpro tidak menyediakan fasilitas fasilitas publik pokok seperti WC WC umum yang harusnya gratis (lazim di semua negara manapun) yang bersih tanpa dipungut bayaran, dan rupanya inilah negaranya di bawah rezim SBY yang tidak jelas, negara yang membiarkan abadinya permakelaran, markus-markus, dan yang lain banyak lagi. Maka PROSES HUKUM TERMASUK KASUS TERPENTING BAILOUT ILEGAL BANK CENTURY HARUS JALAN TERUS. HAJAR BUDIONO YANG SOK SUCI TAPI BAJINGAN! KALAU TIDAK, KITA LAKSANAKAN PEOPLE POWER, MENGUGAT DAN MENJATUHKAN SBY YANG TIDAK BECUS DAN TIDAK JELAS.
Banyak benarnya, Ito, kita semua setuju. Ape gune punya presiden tukang bohong. Kita semua tahu, kemenangan SBY Budiono bisa jadi karena permainan uang dari Bank Centuri. Kaye Iran, Afghanistan, pemenangan presidennye juga karena rekayasa, hanye aje itu untuk kebaikan rakyat Afghan dan Iran. Kalau kite, Indonesie, untuk keserakahan selamanye penguase, yang kali ini dibonekain oleh SbeYe dan Budiono keparat.
wah, gak setuju gerakan web 2.0..itu sama saja lempar batu sembunyi tangan. payah! berani komen lewat tulisan tapi gak berani mempertaruhkan jiwa&raganya langsung bertatap muka di depan perwakilan rakyat.
HIDUP MAHASISWA!!
mari tumbangkan pemerintahan korup dengan semangat di dada!!
manusia dilahirkan dengan darah dan akan mati dengan darah
-cut nyak dien
tenang saudarax2ku sebangsa dan setanah air,kita bukan warganegara indonesia di negara sendiri kita baru menjadi warga negara indonesia apabila kita berada dinegara lain.biasanya satu negara dirusak tatanannya oleh warga negara lain dalam bentuk politik,ekonomi dan keamanan misalnya bidang ekonomi oleh imf stsu sejenisnya,bidang politik dengan dalih demokrasi dan ham,bidang keamanan dengan teroe bom.oleh karena itu mari kita pegang teguh keamanan dengan hankamrata,ekonomi dengan koperasi,politik dengan pancasila dan kearifan lokal.tetapi buat pejabat publik (jumlahnya kirax2 2 juta orang)yang kita pilih dan kita percayai membangun negara dan bangsa indonesia ini tetapi sebagian kecil diantaranya selalu berkoar yuridis formal, koridor hukum padahal kita sebagai bangsa dinegara sendiri dan sekaligus menjadi rakyat dihadapan mereka,marilah kita menganggap mereka warga negara asing yang mau menghancurkan negara dan bangsa kita untuk itu biarlah flu H1N1 menyerang mereka karena hanya firus itulah yang bisa membuat mereka tersadar kembali,maju terus bangsaku dan negaraku INDONESIA.
Semuanya bisa terjadi…
Tinggal tunggu saja waktunya..
Terlalu berpikir bahwa people power harus didongkrak oleh kepentingan asing. Sama saja dengan mengklaim bahwa kita tidak punya inisiatif…
>Kepada Tulang Uli Siagian
Persepsi anda kejatuhan Suharto adalh kerja dibalik tabir CIA.ini juga yg dibisikkan orang2 doeloe.ttg kejatuhan Bung Karno.bahkan angkat senjatanya PRRI-PERMESTA.
Jadi begini ajalah.peoplepower itu perlu dibenahi jangan mudah dirongrong oleh anasir2 asing yg selalu berniat jahat untu menguasai Indonesia dgn tujuan akan mengeruk hasil-bumi pertiwi ini.
Kenapa kuasa-suara rakyat perlu kuat dan murni tujuannya.karna sistem Partai-suara di Parlimen di Indonesia seperti satu Partai-Suara aja di DPR/MPR tidak ada kekuatan suara oposisi-pembangkang,seolah kayak di Myanmar/Vietnam.
Tetapi biarlah kuasa -suara rakyat tsb tidak mudah dieksploitasi oleh anasir2 yg punya kepentingan pribadi/golongan tertentu,contoh terbaru dimana kita mudah disulut kemarahan butatuli atas suatu isu dgn Malaysia padahal isu itu adalah rekayasa pihak asing yg menginginkan dua negara ini bermusuhan.
Kita sokong dulu cara main nya SBY.jangan terlalu dirongrong ribut massal yg tiada berkesudahan,Memang kapan melihat kemelut KPK dan Polri ditambah pula pihak2 hakim yg masih bermental orla.mudah menerima habuan2 haram dalam melaksanakn tugas.Entah bila NKRI akan menjadi sebuah negeri “Baldatun Warabbungafur”.Wallahua’lam.
>Sebenarnya Indonesia perlu meletakkan hukum-UU.Syariah diatas segala UUD.yg dicipta-diciplak dari penjajah Belanda-Inggeris,sudah tiba masanya Indonesia berubah dan menerima AlQuran-Sunnatullah sebagai dasar negara .karna demokrasi yg berbagai kita coba untuk menjadikan Indonesia ini negeri aman-makmur dan diredhai Allah.tidak pernah menampakkan hasil.yg ada perpecahan-permusuhan-korupsi-hakim yg tidak adil dsb,
Alasan selama ini hukum Syariah Islam tidak bisa dilaksanakan di Indonesia adalah alasan sifat iblis sahaja,dgn alasan berbagai agama-suku-ras juga tidak bisa diterima akal sehat manusia abad millenium ini.
AlQuran dan Sunatyllah itu diturunkan untuk semua makhluk bukan hanya untuk manusia saja.dan dijamin bisa menjaga maruah-moral-kehidupan manusia sampai hari kiamat.
Apakah Indonesia itu perlu diajar-diingatkan seperti Tsunami Aceh atau Gempa Padang untuk mau berobah menerima Islam the way of life.
Orang2 bukan Muslim dan Agama2 yg dibenarkan hidup di Indonesia selain Islam akan menerima keberkatan-kemakmuran apabila dilaksanakn hukum Syariah,walau dgn cara berangsur-angsur.Percayalah anda wahai rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.bersatulah meletakkan Islam diatas segalanya,sebelum kita dilaknat Allah-dihanyutkan gelombang Tsunami dan Gempa bumi yg dahsyat akibat keengkaran kita taat kepada Nya.
Tidak ada yg dirugikan apabila hukum Syariah Islam dilaksanakan ,hilangkan rasa prejudis-phobia Islam yg tidak membawa faedah kepada kita rakyat Indonesia..InsyaAllah.
>>Prejudis dan Phobia Islam itu sebenarnya adalah rekayasa Zionis.karna pernah saya terbaca sebuah artikel yg mengatakan bahwa yg paling ditakutkan Zionis-Yahudi adalah “”Kapan solat subuh nya orang Islam ,ramainya seperti solat Jumaat”"..kapankah bisa terjadi dinegeri kita yg tercinta ini.solat jamaahnya ramai di masjid.apabila jamaah telah kembali cinta ke masjid itu suatu petanda rahmat dan taufikNya sudah diturunkan dinegeri tersebut.
Musibah yang terjadi di Padang dan sekitarnya baru2 ini patut kita jadikan contoh dan renungan bersama.tidak mungkin Allah sezalim itu menenggelamkan sehingga beberapa kampung kalau bukan ada suatu signal dan peringatan bagi kita di Indonesia ini.Dalam AlQuran Allah ada memberikan fakta dan firman.dimana kaum2 yg engkar dan telah lupa-lalai dalam melaksanakan kewajiban sebagai insan,akhirnya mereka dimusnahkan-ditenggelamkan ke dasar bumi.untuk peringatan-pengajaran kepada umat manusia kemudian.
Kenapa Aceh dan Padang yg dijadikan contoh oleh Allah kepada kita,kenapa bukan Manado atau Irian,secara rambang bisa kita simpulkan secara yg ada dipermukaan,Aceh adalah negeri yg dimana Islam punya kekuatan moral dgn pejuang2-Islam serta Kiyai2 yg terkenal.dimana Allah telah muak melihat perperangan-pertelingkahan yg udah terlalu lama,dgn adanya Tsunami Acheh bisa perolehi otonomi dan melaksanakan hukum Syariah.
Tentang Padang -Sumbar khususnya.dimana rakyatnya udah ramai yg lupa agamanya karna ekonominya udah begitu mewah.kemiskinan udah menurun drastik.dgn ujian Allah dgn kemewahan hidup mereka berpesta-pora hari2.minum arak itu udah ggak janggal bagi mereka,berjudi-pelacuran meningkat.dgn kesenangan materi sebahagian oarang2 padang udah jarang -kurang ke masjid untuk solat berjamaah,mereka lebih happy duduk2 bersenabg2 di kedai2 kopi dan klub2-malam,atau duduk dirumah menontin sinetron di TV-TV-yg udah puluhan banyaknya.
Suara2 pengajian Ulama-Ustaz udah bak angin lalu aja bagi mereka,masjid lengang ,jamaahnya hanya orang2 tua yg udah mau wafat besok,yg udah dijamin masuk syorga,anak2 muda sibuk dgn aktiviti mereka ,mereka hanya ke masjid pada hari jumaat saja .itupun karna malu pada ibu-bapa=tetangga,kalaulah solat jumaat itu boleh dirumah aja ,udah tentu ada alasan mereka untuk tidak ke masjid,
Sumbar itu serambi Mekkah julukannya karna ramai Ulama2-Cendekiawan dilahirkan disana .tapi bagi Allah walau ada para Sufi-Ulama yg berada dinegri yg telah melampaui batas dalam mendustakan agamaNya.Bala dan ujian tetap diturunkanNya.agar umat manusia yg lain bisa sadar dari lamunan iblis laknatullah.WallahuA’lambissawab
>>Apa yg dinyatakan dalam AlQuran ttg kehancuran sebuah negeri-negara apabila “Para peniaga-pedagang telah menipu cara berniaganya-timbangannya dan para pemimpin-pejabat sudah tidak jujur-amanah dalam tugas-jawatannya alias korupsi dsb,juga para hakim2 tidak adil dalam menjatuhkan hukum.apalgi mudah disogaok dsb..Bahkan mereka yg berbuat dosa berbangga dgn dosa2nya,apalgi wanita2nya berpakaian ibarat bertelanjang aja lagaknya dsb”"
Semua yg kita takutkan tsb memang udah ada didepan-disekeliling kita hari ini,udah jenuh mata dan hati memandang,masyarakat disekitar kita berlumba-lumba menumpuk harta yg tidak tentu halal-haramya,mereka takutkan kemiskinan,padahal kekayaan yg mereka miliki itu tidak dikeluarkan zakatnya.fakir-miskin itu bagi mereka sebagai musuh serta kehinaan,akhirnya kekayaan itu hanya digunakan buat berfoya-foya-hura-hura dan melancong ke luarnegeri
Walaupun rakyat Indonesia tidak berpaksikan kasta2 kayak di India,reality nya hidup di tanah air baik dikampung-desa .aptah lagi dikota-kota besar-kecil,adalah meniru kasta2 di India,Yang kaya apalagi sang pejabat2 harus disembah-sembah,dan yg miskin-papa kedana itu dipinggirkan bahkan dihina.
Wahai anak-bangsa ku bangkitlah dari momokan penjajah asing=dan dari bangsa sendiri,Kembalilah kepada AlQuran dan SunnahNya,walau kamu bila bicara Islam dicurigai-dipandang serong,malah dibilang Ekstrim atau kadang2 dikambinghitamkan..Ahh ini.DarulIslam dsb.biarkan ..!!Apabila Allah sudah muak dgn keengkaran kalian ,tunggulah pembalasan dan azabNya di dunia ini..Nauzubillahiminzalik..!!
Milyader Yahudi Jadi Komisaris Harian Umum Republika
13 Maret 2009 oleh admin
Akhir Juni 2008, PT. Abdi Bangsa Tbk (ABBA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Bagi setiap perusahaan, RUPS merupakan suatu keharusan untuk bisa revitalisasi perusahaan. Demikian pula yang dilakukan ABBA sebagai pemilik Harian Umum Republika yang pendirian awalnya dimotori sejumlah tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang notabene visi dan misinya lebih kurang sebagai media massa cetak harian berbentuk koran yang menyuarakan aspirasi umat Islam sebagai tuan rumah di negeri ini.
Sudah sunnatullah, setiap apa-apa yang hendak meninggikan kalimah Allah, mendakwahkan kebenaran, berjuang demi tegaknya al’haq, dan melawan kebathilan, selalu saja diintai oleh musuh-musuh Alah SWT agar bisa dihancurkan atau dimandulkan perjuangannya. Demikian pula HU Republika.
RUPS akhir Juni kemarin selain membahas pengembangan konsep e-newspaper, berita online, dan layanan berita mobile, sebagai antisipasi perkembangan teknologi informasi di abad millenium, ternyata juga menampilkan wajah-wajah baru yang duduk dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA, seperti KH. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dan mantan Pemimpin Kantor Berita Antara, Asro Kamal Rokan. Yang mengejutkan adalah masuknya CEO The Independent News Media Group (INM) Gavin O’Reilly dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA. Orang yang satu ini layak untuk dikritisi. Siapa sebenarnya Gavin O’Reilly?
Pengusaha Yahudi Kaya
Gavin O’Reilly adalah salah satu anak dari Milyader Yahudi Irlandia bernama Sir Anthony O’Reilly yang masuk dalam daftar 288 Pengusaha Yahudi Terkaya Dunia versi Jew Watch . Keluarga milyarder ini terhimpun dalam Yayasan O’Reilly yang bergerak di berbagai bidang, antara lain mendukung pengembangan Jewish Studies .
Sir Anthony O’Reilly yang merupakan pendiri INM menempatkan anaknya, Gavin O’Reilly, sebagai ‘watchdog’ di jajaran Dewan Komisaris ABBA dengan nilai saham yang dikuasainya sebesar 20%, sebuah angka yang tidak kecil. Sekilas tentang Sir Anthony O’Reilly dan Gavin O’Reilly bisa kita simak di wikipedia.
Dalam percaturan perekonomian global yang dikomandani sistem kapitalistik, sesungguhnya amat wajar siapa pun bisa menguasai atau menjadi bagian perusahaan apa pun. Sekat-sekat geografis suatu negara tidak lagi menjadi soal. Hanya saja, HU Republika yang dikenal selama ini sebagai “media massa milik umat Islam Indonesia” yang harusnya memiliki ideologi dakwah Islam dan tidak menghalalkan segala cara terkesan aneh bin janggal jika mau-maunya menerima seorang milyader Yahudi menjadi salah satu anggota dewan komisarisnya. Umat Islam Indonesia patut bertanya, “Ada apa dengan HU Republika?” (rz/eramuslim)
Kalau benar ini ,terjadi memang udah komplit penguasaan Yahudi dalam bidang media di Indonesia ,kalau sebelum ini mereka membeli saham2 media elektronik swasta melalui pembelian saham oleh Temasik Holding(S-pore).kini media cetak pula.MasyaAllah.
ringkasan yang cukup bagus. web 2.0, media yang tepat untuk mencerdaskan rakyat.
People Power memang berkesan,revolusi EDSA diFilipina 1986 telah membuktikanya sehinggakan ia sudah seakan menjadi budaya rakyatnya sampai kini.Revolusi lain seperti berakhirnys regim komunis di Eropah Timur juga menjadi saksi.Namun persoalanya adakah semua rakyat faham apakah People Power itu,agar ia tidak hanya sekadar dijadikan ‘social agent of change’,tanpa dapat menjamin ia tidak disalahgunakan olih pihak2 yang berkepentingan.People Power yang sebenarnya diFilipina adalah merujuk kepada penyatuan rakyat pada EDSA 2001,sewaktu rakyat memaksa Presiden Estrada meninggalkan Malacanang.Ketika itu rakyat Filipina keseluruhanya benar2 sudah faham akan situasi yang berlaku dalam negara yang disebabkan Presiden yang korup serta menyalakgunakan kuasa secara terang2,sehinggakan kedudukan negara jadi terancam.”With that awesome power, they rejected the leaders,who had robbed them,betrayed them,tortured and killed those who would not be enslaved”
Namun keadaan berbeda diIndo’sia.Negara masih saja aman dan Pak Presiden udah dan masih saja berusaha sedapatnya untuk memakmurkan negara.Demonstrasi dan segala macam aksi massa oleh mahasiswa,sepertinya tidak mempunyai hala-tuju yang jelas.Aksi massa hanyalah sebuah tong kosong yang berbunyi nyaring ketika ia dilakukan sebagai prestis yang membawa embel2 remeh-temeh,tanpa memahami isu apa yang dibawa saat berdemonstrasi.Suatu ketika sewaktu sedang mundar-mandir diMall Kelapa Gading,saya pernah terdengar bicara sekelompok pemuda,mungkin mahasiswa barangkali. “Universitas lain pada demo,masa kita kagak?Besok kita ikutan demo karna kita juga mahasiswa!” Kalau semua universitas negeri diIndo’sia beralasan demo karena mereka mahasiswa tanpa mengetahui pokok permasalahan dengan jelas,saya cuma bisa berharap supaya ia tidak dijadikan sekadar budaya,yang unjung2nya merugikan rakyat.Mungkin tidak mengapa kalau mereka hanya teriakan di Facebook dan Twitter,paling2 udah ongah mereka kabur
Untuk itu,tragedy Semanggi harus dijadikan ikhtibar dan tauladan
“Statement of the year” yg boleh Anda yakini kebenarannya, ngalahin statement bualan susno, kapolri, jakgung, bahkan presiden: statement yg dikeluarkan oleh yuliana ong kpd anggodo:”yang, RI1 dukung kita kok. Dukung ritonga…” Sodara2 se-tanah air, ayo galang people power dukung pernyataan yuliana ong… Yg pasti2 aja deh, cape denger orang ngeles..
Kita seringkali tidak belajar dari sejarah , bahwa kebenaran itu suatu ketika akan terbuka.Mari kita lihat apa yang akan terjadi kemudian, kita tidak bisa mengelak dari hukum “sunnatulloh ” hukum keabadian Tuhan , kalau anda masih percaya pada Alloh SWT.
Anda akan terbengong -bengong , bahwa manusia itu lemah .
Jangan lah penguasa seperti dewa yang merasa tidak pernah bersalah
Kita lihat Senin 23/11/09 besak apa komentar SBY tentang Rekomendasi Tim 8,kelihatannya sih engga akan didengar tapi kita tunggu saja. namun kalau saya jadi bang Buyung kalau sampai Rekomendasi Tim 8 dicuekin mendingan mundur aja bang dari Wantimpres. Buat apa bang Buyung kerja sama orang munafik,ragu-2,hipokrit dll.Dan people power kalau mahasiswa kita sudah bangun ditambah rakyat yang masih heroik dan media membantu masa sih SBY tahan.
Kita semua, seluruh mahasiswa, sekarang sadar dan semakin tahu betul kemahalicikan SBY, bukan keraguan aau jalan tengah, tetapi sudah merupakan kemahalicikan, dengan alasan lagi-lagi pembohongan untuk menyelamatkan bangsa. Apa hubungannya? Tidak ada.
Sebetulnya dia hanya mencari aman tetap ebrkuasa menjadi presiden hingga 2014, tanpa masalah, dan etap bisa jalan-jalan ke lar negeri dengan fasilitas kenegaraan yang nyaman. Menjadi presiden 10 tahun cukup kaya dari segi materi juga.
Juga tak perlu membela rakyat walaupun rakyatlah yang membawa dia ke kekuasaan yang kedua. SBY selalu menunjukan karakternya itu karena toh belum ada dalam sejarah Indonesia, kita mahasiswa melancarkan demo besar tanpa bantuan kekuatan asing yang berkepentingan.
Itu maka kita lagi lagi dibohongi, dikentuti. Saat kita desak copot Kapolri dan Jagung, SBY panggil keduanya agar hanya copot Susno dan membuat blunder pembohongan klasik, yakni membuat mutasi, putar sana putar sini dengan alasan klasik juga, tour of duty, hal yang bukan substantif. SBY memelihara paradigma usang. Tidak seperti pemimpin-pemimpin dunia, yang berparadigma universal, cepat dan adil dengan sistem tanpa cacat yang disiapkan cepat dengan ebrbagai UU universal, SBY justru memanfaatkan paradigma lama tersebut. Tentu tunggu akan kita protes terus hingga dia menyerah mundur. SBY tidak hanya berparadigma usang ala Suharto, yang juga merangkul cendekia-cendekia bunglon macam Daniel Sparinga, Denny Indrayana dan Andi Malrangeng, agar tidak vokal lagi maklum mereka sempat miskin kalau di luar posisi sekarang, tetapi juga mengadopsi cara-cara Suharto memutar-mutar bawahan bila ada tekanan mahasiswa atau rakyat, sisi paradigma yang harusnya sudah ditinggalkan. Tetapi Suharto lebih berguna, berani mencopot langsung.
Melihat pemimpin payah SBY, kita harus protes terus; kita sudah jauh tetringgal. Kalau di Thailand, pergantian rezim bisa lebih cepat bahkan 2 tahun saat seorang pemimpin membuat kesalahan serius, di Indonesia harusnya begitu. Bayangkan kalau 5-10 tahun baru ebrganti satu persiden dan dia payah begini, apa kata dunia! Kalau tidak kita ganti, kita orang-orang muda yang berparadigma nievrsal pastilah tidak mungkin meraih kekuasaan, karena akan selalu didominasi yang tua-tua yang sudah tertinggal, negara yang gagal, dan akan runtuh, kalau ettap dengan cara pikir mereka. Indonesia sudah sangat jauh tertinggal di segala bidang, khususnya negeri ini tidak punya state corporates berteknologi rendah apalagi tinggi yang mampu berproduksi ekspor. Negara yang hanya bisa berkomsumptif dan tidak memiliki sumber ekspor cukup pastilah hancur. SBY tidak ad pikir ke sana. SBY juga tidak punya mata hukum dan keadilan. Bagaimana bisa berpikir mengembangkan sebuah negara ke tahap begitu? Di negeri ini orang hanya tertipu denganpesona ketampanan dan gelar, doktornya (an sich), doktor macam apa? Ejabat baru polisi itu pun bergelar doktor juga, tetapi lihat bkti nanti dia bisa apa? Apa bedanya dengan SBY, yang selalu tidak berani bersikap berpihak kebenaran? SBY bahkan tidak ada wawasan kenegaraan dan pemerintahan. Nol raksasa! Apa yang bisa diharapkan dari orang macam ini tapi duduk di puncak sebuah negara. Demi reformasi sejati, demi people power, kita fokus terus satu-satu. Maju terus! Satu per satu kita tekan, kita libas oknum-oknum elite jahat ini termasuk dan khususnya SBY bila dia tidak tegas terus. Kita hajar dulu SbY supaya mundur apabila tidak segera copot kapolri dan jagung. Kita jangan kalah dengan kemahalicikan SBY.
Benar slogan mahasiswaj Indo’sia,’Tidak ada reformasi tanpa amandemen konstititusi’ Cuma fikirkan semula,kebiasaanya perubahan rezim yang menerajui kerajaan belumlah bermakna apa2 selagi sistem politik tidak mengalami perubahan. Rezim yang baru,walaupun dimasa awal memiliki idealisme yang tinggi,namun lambat laun rezim baru akan mengulang semula apa2 yang dibuat oleh rezim lama yang digantikannya.Kekuasaan itu sentiasa menggoda setiap orang yang memegangnya,dan oleh itu mereka akan selalu berusaha untuk mengekalkannya dengan cara apapun juga,sepertimana dijalankan oleh rezim terdahulu
Namun empat kali proses amandemen perlembagaan Indo’sia,hasilnya jauh daripada memuaskan.Terlalu banyak kepentingan politik bermain dalam proses pindaan perlembagaan,sehingga yang dihasilkan adalah suatu sistem pemerintahan presidensial yang potensial membuat Presiden berada dalam posisi yang lemah berhadapan dengan Dewan Rakyat karena Dewan Rakyat juga sentiasa mengawal dasar Prasiden dan pelaksanaannya.Pemilihan langsung oleh rakyat dalam memilih presiden,gabenor dan bupati telah melahirkan mekanisme politik dengan biaya tinggi dan seringkali menimbulkan ketegangan sosial dan politik di pelbagai daerah.Ini semua membuka peluang berlakunya disintegrasi sosial dan meningkatnya politik wang,rasuah dan sogokan dalam dunia politik
Upaya pemberantasan rasuah diIndo’sia memang telah mencatat banyak kemajuan, walau tentunya masih jauh dari apa yang dicitakan.Sebenarnya amandemen terhadap Undang2 Tindak Pidana Korupsi – Akta Pemberantasan Jenayah Rasuah,yang kini lebih keras dibandingkan dengan undang2 sebelumnya masih belum memadai.Indo’sia seharusnya lebih aktif dalam menyusun rancangan UN Convention Against Corruption dan berkerjasama dengan PBB,yang mana Indo’sia pernah menandatangani konvensi itu
Justru itu,mahasiswa harus berhati2,disamping sisi positif pemberantasan rasuah dan check and balance terhadap pemerintah,upaya ini bisa membawa implikasi negatif pula,yakni ada semacam kekhawatiran para pejabat pemerintah dalam mengambil keputusan,yang berakibat terganggunya percepatan pembangunan ekonomi dan perkhidmatan awam.Sisi negatif yang lain,isu rasuah tidak jarang pula dijadikan sebagai isu politik untuk menyerang lawan2 politik yang potensial membunuh kepribadian seseorang,yang memungkinkan negara mengalami kerugian
Sejarah politik M’sia setelah kemerdekaan,menunjukkan bahwa sistem parlementer M’sia mampu menciptakan pemerintahan yang stabil,sepanjang kekuatan2 politik berhasil membangun koalisi yang padu.Adanya kepemimpinan yang kuat,yang memiliki visi jauh kedepan dan berani mengambil keputusan,walau menentang arus,dalam maupun luar negeri,memang sangat diperlukan untuk memajukan negara.Sebuah negara tidak akan pernah maju kalau pemimpinnya bersikap ragu2 dan mudah menyerah kepada tekanan dari pihak asing.Usah sampai jadi,menang sorak kampong tergadai
wajah kita sebagai bangsa yang katanya indonesia itu mana? kita akan kehilangan jati diri jika pemimpin banci yang berkedok kesantunan tetap memimpin bangsa ini sampai 2014…mau jadi apa kita…..ayo rakyat , jangan mau diremehkan dengan pilihan anda yang 60% kemarin……yang hasilnya ..adalah BANCI SEJATI
PEOPLE POWER sekarang merupakan suatu ide yang harus diwujudkan melalui sinergi antara intelektual sejati yang tidak banci dan massa rakyat yang benar2 kecewa dengan masalah kepemimpinan sekarang yang jelas2 banyak omong, mencla-mencle dan rada goblok gilaplus BANCI SEJATI
we must say…SBY..its ENOUGH …..
Pemimpin indonesia sekarang ini adalah para banci yang bertopeng kesantunan dan segala omong kosongnya. munafik dan sungguh menyakitkan….mari kita semua satukan langkah dan rapatkan barisan…hancurkan para kawanan banci yang mengangkangi hati nurani
wah……semua masalah bangsa bikin tambah pusing…..
Numpang lalu,saya ingin berkongsi sedikit pandangan dalam kapasiti internasional Nampaknya People Power mahu ditimbulkan diIndo’sia,hanya karena golongan muda kecewa lantaran masalah kepimpinan,yg dianggap banyak omong kosong dan banci sejati.Yes,setiap negara mempunyai asset berharga yaitu golongan muda terutama mahasiswa sebagai pemimpin pelapis masa depan.Perlu diketahui juga,bahawa setiap pemimpin ada wawasan serta style kepimpinan mereka sendiri,mengikut era serta permasalahan semasa yang dihadapi olih sesabuah negara.Sememangnyalah warganegara tidak seharusnya membenarkan pemimpin pakai kepentingan Nasional untuk membenarkan kepentingan pribadi mereka,namun asal saja kepimpinan masih ‘on track’,rasanya tidak banyak yang perlu dirisaukan dan seharusnya warga perlu ikhlas menanyakan,apa kita sudah melihat permasalahan kepimpinan saat ini sudah bergeser dan bukan lagi prioritas untuk memajukan bangsa Indo’sia seperti seharusnya?
Jadi generasi muda tidak seharusnya terlalu terpengaruh pada perkembangan globalisasi sehingga menyebabkan kelunturan nasionalisme,lalu melaungkan People Power hanya sebagai ‘take it for granted’ saja,disebabkan begitu banyaknya pengaruh dari luar.Sehingga kini,kelihatannya belum ada lagi usaha mahasiswa memperkuat persatuan lewat nasionalisme,padahal seharusnya konsep ini dijadikan ‘way of life’,bukan hanya sekadar slogan,tetapi harus terjadi dalam implementasinya.Persoalan lain,apakah kita merasakan perlu peninjauan kembali nasionalisme yang lama yang mungkin dirasakan sudah usang,lantaran kita berfikir pemimpin2 tua ini sudah tertinggal terkebelakang karena perkembangan dunia?Sebenarnya peninjauan kembali terhadap definisi kepimpinan dan nasionalisme itu terletak pada pendalaman terhadap perkembangan semasa dalam konteks globalisasi dan impaknya pada negara.
Jadi persoalannya sekarang,apakah gelombang demokratisasi yang melanda kalangan muda seantero nusantara ini merupakan cerminan nasionalisme baru,karena demokratisasi dikalangan anak muda hanya kelihatan seperti sekadar membenci orang yang tidak sefaham dengan mereka sahaja..Seharusnya mereka tidak boleh merusak agenda kepimpinan negara,namun beda dengan perkembangan sekarang yang sudah anarki.Merusak tanpa melihat kepentingan menyeluruh.Mahasiswa kelihatanya cuma berani dan terbuka secara negatif,hanya berteriak untuk kepentingan kelompoknya sahaja,bukan untuk kepentingan umum,dan ini tidak ada gunanya.Generasi muda yang kritis harus mengoreksi pemerintah,bukan untuk mengulingkan dan berharap pada penganti yang belum pasti kebolihannya.Pemerintah memang tidak seharusnya disalahkan secara total,karena mereka sedang berusaha mencari jalan keluar bagi kesejahteraan negara.Selama tak melanggar hukum apa salahnya mereka diberi peluang,dan warga cuma perlu melakukan check and balance.
Globalisasi sebenarnya telah membuat nilai2 bangsa semakin luntur,dan ini berlaku dimana2,termasuk dinegara maju.Budaya korupsi,hilangnya budaya malu seharusnya dapat dijadikan contoh tauladan olih generasi muda sekarang.Sepanjang ini nampaknya dasar negara sudah cukup kuat,tapi lunturnya nilai itu karena pembangunan negara cuma lebih difokus pada sektor ekonomi sahaja,tanpa memikirkan keseimbangan disektor2 lain.Ini sangat penting untuk dipertimbangkan,karena nasionalisme dalam globalisasi jangan berupa nasionalisme sempit,tidak mahu meneladani dunia luar.Mahasiswa sepertinya hanya terpaku untuk mengfokus pada masalah ekonomi dan kepentingan kelompok sehingga menafsirkan sendiri makna globalisasi,tetapi tidak dalam rangka nasionalisme.Contoh kepentingan nasional,seperti bagaimana mahu menghasilkan mobil murah yang dibuat didalan negara,yang mampu menjadi hasil negara,disamping mampu juga memberi pekerjaan pada wargnanegara,agar TKI yang berlambak diM`sia pun bias kembali berkhidmat didalam negara.Jadi,jangan memakai kepentingan nasional untuk membenarkan kepentingan pribadi dibalik itu,seperti hanya menuduh kepimpinan sekarang banci sejati.Kalau mahu berlaku adil,kenapa tidak memberi kesempatan kepada pemimpin yang ada dengan membantu memberi jalan keluar,bukan hanya mengkritik dan berusaha menjatuhkan pemimpin yang sudah terbukti pernah membawa atau sudah pernah memulakan langkah2 kearah kemajuan.Ketahuilah,perbuatan membocorkan kapal amat bahaya,bukan saja nakhoda yang akan mati lemas,sebaliknya semua saisi kapal yang bernama Indo`sia.
People power yes, terus dan mari kita kembangkan, pemerintahan yg didukung group nya di dPR sudah sangat jelas membela kepentingannya, sekarang di butuhkan pahlawan2 kecil yg bisa menunjukan bukti2 ketidak adilan/ kebatilan/ kejahatan ..dll yg ada selama ini sudah dihembuskan para pencari keadilan, “tetap semangat untuk kebaikan bersama Indonesia kita, bukan indonesianya mereka2 saja”
regards,
HAN
jobkapalpesiar.wordpress.com
Hanya Fitnah & Cari Sensasi? Macam mana opini awak dengan buku baru yang mencuba melawan kebenaran George Aditjondro tu?
Buku Setiardi pengarang tak sohor tu pasti memalukan, kerana mencari-cari perkara bagi melawan kebenaran mutlak bukunyo George, Membongkar Cikeas Octopus. George yalah peneliti kaliber dunia.
A m i e n R a i s turut berkomen dalam buku Setiardi? Rupanya, semasa-masa, Tun Amien selalu tersesat, terutama selepas dan sejak bertemu presiden di Cengkareng airport di saat berlaku kontrovesi wang ilegal pula dari kementerian laut jauh sebelum undi 2009. Banyak bertanya-tanya masa tu ada apa dengan Amien mahu berdamai dengan presiden tu. Sekarang, Amien tersesat lagi setelah dalam pelukan hangat presiden bersama Tun Hatarajasa, Amien mahu sahaja berkomen di buku burok Setiardi. Macam ni dimanakah moraliti Amien?
Apabila macam ni terus-terusan, George musti lebih berani lagi, maju terus, dengan tekat kuatnya bagi memasukkan kebenaran-kebenaran baru daripada buku barunya nanti. George tak perlu tunduk bagi merevisi, kecuali justeru bagi memperlihatkan bergudang-gudang kebenaran baru lebih banyak lagi, lebih menerjang lagi, sehingga presiden tu mundur ataupun dijatuhkan.
Tengoklah, menteri keuangan Sri Mulyani, lagi-lagi mencuba-cuba bagi mengelak dan menyembunyikan kesalahan dia orang turut membuat bagi membailout Bank Century. Melihat dusta mudah sangat, tengoklah gerakan mata, mulut dan tubuhnya, berdansa dusta.
Kita semua tahu, awak tahu, kami budak-budak mahasiswa seMalaysia pun tahu, bahawa jelas inti persoalan tu yalah bahawa terdapat wang 6,7 trilyun, bahkan jauh lebih besar lagi, yang diterbitkan berdasar keputusan kebijakan yang direka-reka diada-adakan. Berkatalah Anwar Nasution: “Yalah tak masuk diakal kepada saya mengapa sebuah bank kecil… membutuhkan bailout dengan wang daripada publik yang besar sangat.” Lagipun dah berkata eks wapres Jusuf bahawa jelas itu “Perampokan.”
Tapi budak-budak penyokong kerajaan sengaja dan berniat membelokkan perkara membantah kebenaran daripada buku George dengan berkata George hanya memakai data sekunder, methodologi tidak tepat dan sebagainya dan sebagainya macam-macam. Itu jelas berniat busuk untuk membelokkan daripada makna penting terobosan besar daripada buku George yang mencerahkan. Inti persoalan terang sangat: dana besar sangat yang diterbitkan, masa itu di bawah Boediono, berdasar keputusan kebijakan yang sengaja diciptakan, bertujuan supaya Rp 6,7 triyun boleh cair. Ini kejahatan terhadap keadilan dan rakyat, membohongi publik dengan menyalahgunakan peraturan, undang-undang dan hukum. Kemana rinci-rinci daripada perginya 50 prosen lebih daripada wang tu pun haruslah dibongkar. Wang terbit di saat menuju undi 2009. Bank baru tu pun boleh kolaps lagi, kerana walaupun bunga dibuat menarik sangat, tetapi terlalu tinggi sangat, sementara wang yang disalurkan ke syarikat-syarikat dan individu pasti nak macet lagi, kerana Indonesia dibawah presiden saat ini tak mampu pulih kecuali dalam angka-angka palsu rekaan badan statistik negara yang lagi-lagi dipidatokan dia presiden. Pengkhabaran berkata bahawa Bank Century dibailout bagaimanapun kerana terdapat wang besar daripada yayasan daripada bank sentral dan beberapa badan usaha negara yang dikeranjangkan disana, berharap perolehi untung bunga besar sangat dan itulah antara lain yang memicu penyelamatan bank tersebut, sementara upaya tersebut dibuat tepat menuju undi 2009, dan Boediono dan Sri Mulyani selalu berdalih bank itu nak mengancam seluruh sistem kewangan tu.
Tetapi George dah membuka boks pandora ni. Awak semuanya musti membela George. Dia orang yalah pahlawan, bukan hanya Gus Dur. Tetapi penyokong-penyokong kerajaan SBY, termasuk sang cebol Deni Indrayana yang rupanya cebol otak, selalu dan lagi-lagi berkata buku George hanya membuka data sekunder dan sebagainya dan sebagainya. Ah, abang cebol….
Data sekunder, ataupun tersier sekalipun, persaoalan tak, selama benar wujut. George nyata-nyata menunjukkan realiti ataupun kebenaran mutlak tu. Lagipun pengkhabaran berkata wang berjumlah besar sangat tu berguna sangat bagi membuat ribuan anak melarat pemiskinan sistemik rezim Indon negeri tu boleh bersekolah. Pencairan dana tu tepat menuju undi 2009. Di saat menang, eks governor bank sentral Boediono langsung ditunjuk sebagai wakil presiden, dan Sri Mulyani dipertahan. Penyokong-penyokong daripada presiden, seperti sang cebol Indrayana, hanya mencari-cari dalih saat ditanya perkara buku George. Dia orang lagi-lagi dan selalu berkata bahawa buku George memakai data sekunder dan tidak mempunyai kemaluan diantaranya berani nekat meminta George merevisi bukunya. Boleh tapi George nak merevisi dengan bukti-bukti baru lebih dahsyat lagi.
George satu peneliti ulung kaliber Barat, dia orang menggunakan paradigma Barat. George selalu cerdas membuat kesimpulan, macam banyak peneliti berparadigma Barat yang lain. Paradigma, cara berpikir keilmuan Barat, belum tertandingi semasa-masa di dunia ni. Beruntunglah awak kerana masih ada George yang mahu meneliti perkara-perkara delikeit, perkara-perkara yang memerangkapi Indonesia, termasuk proses perolehi kekuasaan daripada undi 2009 lepas yang diperolehi dengan kecurangan yang rapi. Indonesia perlu 10 George baru terbongkarlah mafia kecurangan kekuasaan. Undi 2004 pun hasil rekayasa pemenangan. Kalau ada 10 George dan kalau ada masing-masing 10 Sri Bintang, 10 dakter Hariman, 10 Kwik Gie, dan awak diam sahaja? George dah tunjukkan awal kebenaran mutlak tu bagi membuats ebuah gerakan, apapun, atas nama the people power ataupun yang lain, semua terserah awak semuanya, sebelum 10 tahun memperkaya pejabat dan presiden semata. Apabila presiden tu selalu pandai membuat pelbagai perkara “atas nama” untuk membelok-belokkan, macam mana awak tak mampu membuat satu perkara yang dashyat “atas nama” rakyat?
Tengoklah, aakah presiden tu membawa negeri anda siap dengan persetujuan-persetujuan ASEAN plus China Tiongkok di masa g l o b a l i s a s i ni? Berkonsep macam Soeharto ataupun Soekarno, presiden tu pun tak. Lama sedari menang undi 2009, lima tahun dah lepas tanpa makna, sekarang masuk masa jabatan kedua presiden tu sibuk bicara terus-terusan, pekerjaannya hanya membantah, tong kosong ynaring bunyi, hanya bagi menjaga imej. Sekarang tiga, empat, lima bulan berlalu diisi sangkalan-sangkalan bagi menjaga imej dan dia orang mula beramal membangun tak. Banyak peristiwa dah dia sebagai presiden bukan bagi membangun, tetapi semata rubbish belaka dan dia orang suka membelokkan pelbagai perkara penting yang tidak dia amalkan, dengan pidato terus-terusan, supaya awak semuanya turut sibuk mendengarkan dan menonton dia sahaja, sehingga nanti awak baru menyedari 10 tahun (2004-2014) berlalu tanpa dia orang membangun negeri awak. Dia membawa awak dengan pidato-pidato omong kosong semata, dia orang tidak bekerja tetapi terus-terusan mengaku “bekerja 24 jam.”
Tengoklah, b a r a n g a n C h i n a T i o n g k o k dah membanjir bebas lepas ke negeri awak, presiden awak membuat kebijakan berkonsep kenegaraan yang baik macam yang diperjoangkan Soekarno pun tak. Tengoklah negeri kami, pelancongan kami maju sangat, pantai-pantai kami bersih, daratan-daratan kami bersih rapi, nyaman dan aman, majoriti rakyat berpenghasilan cukop, tidak ada berjualan sebarang, tidak ada berjualan di bus-bus umum, pemimpin kami menyusun kebijakan-kebijakan kenegaraan yang baik, ramah buruh dan pendidikan. Macam tu ada di otak pejabat=pejabat dengan pemimpin yang peragu dan lemah? Tak lah. Lagipun, macam mana eks tentera menjadi presiden pembangunan? Kecuali Soeharto. Macam mana eks tentera yang peragu dan penakut macam presiden saat ini yang tidak berbiasa berlatih berpikir berkemampuan membangun negara? Mana mungkin pintar dan muncul konsep dan pelaksanaan kebijakan bernegara yang baik? Jangankan berkemampuan macam pemimpin dan pejabat-pejabat Tiongkok dan melayani rakyatnya dan menghukum mati mereka yang benar-benar korupsi? Mengapa tak awak makzulkan presiden tu dan segera pilih atau tunjuk presiden baru: presiden sipil yang eks bisnesman ataupun eks tentara yang berjiwa dan eksekutif bisnesman. Tak pahamkah awak dengan pesan baik kami ni?
Presiden tu selama ni masih terselamatkan dari banyak peristiwa pembelokan oleh alam maupun pembelokan-pembelokan yang dia rekayasa. Mulai dari kejadian bencana Aceh sehingga perkara-perkara pembelokan hasil rekayasa macam memusnahi anak bangsa sendiri tidak berdosa “atas nama” teroris (Kontras dan NGO yang lain musti ungkap itu semua) dan yang lain yang sengaja dibuat agar orang tidak terus-terusan mengkritisi dia orang. Tetapi macam menengok situasi makin teruk saat ini dapatkah presiden tu boleh terselamatkan? Di saat semua rakyat merata berkesukaran ekonomi? Presiden tu, sedar ataupun pura-pura tak tahu, telah semakin menestapa rakyatnya. Bukti nyata sangat. Banyak yang dah mati kerana bunuh diri kerana utamanya berkesulitan ekonomi. Kali ini, di pertengahan jabatan kedua ni, mungkin tak lagi terselamatkan. Rakyat akan marah sangat. Mereka akan mengamuk dahsyat sangat. Pembelokan yang nak tangan-tangan presiden tu buat tidak akan mampu membendung gerakan massa. Tetapi ni pun masih tergantung pemantik dan awak terutama kelompok-kelompok lawan yang berkepentingan. Sejarah membuktikan bahawa rakyat tu sukar dihasut tanpa terlebih dulu ada rekayasa demo maupun rekayasa kerusuhan masif yang berlaku. Tanpa perkara yang satu ni dia orang masih terselamatkan sehingga 2014. Semoga tak. Kerana kami pun turut bersedih melihat nasib menderita berpanjang-panjang terus-terusan rakyat negeri jiran tu. Kasihan rakyat tu. [Opini lain sila dimajukan ke saya: zaenabbintiibrahim@msckl.my].
kabinet sby sekarang ini gamblang lihat saja bagaimana rakyat menderita semakin menjadi. Inflasi didaerah sangat tinggi, mahalnya harga kebutuhan pokok, serta mahalnya harga minyak tanah hingga 8.000 rupiah hal ini mewacanakan adanya gerakan tidak senang terhadap pemerintahan sekarang ini sehingga membuat rakyat jenuh.
buku Goerge tidak mencerminkan dirinya seorang penulis,dosen, peneliti seta seorang Prof. karena ia tidak menampilkan sumber-sumber yang akurat dan tidak jelas masih jalur abu-abu. Sekali lagi tidak jelas
nampaknya para pejabat dan anggota dewan kita harus benar-benar menguasai dunia Internet.minimal bisa counter via media yg sama apabila yg dituduhkan tidak benar.Jgn anggap remeh fb dan sebangsanya.