Enak di Blog dan Perlu

Boediono, kini tak bisa sebebas beberapa waktu lalu ketika menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia. Ia pun ‘dipaksa’ untuk menjadi politisi dalam waktu singkat. Sekarang mantan Menko Perekonomian itu juga harus pandai-pandai berkomunikasi dengan masa dan berada ditengah khayalak ramai, sesuatu yang jarang dilakukannya.

Profesor ekonomi dari Universitas Gajah Mada itu memang di kenal santun, sederhana dan kalem. Selama menjabat berbagai posisi penting di pemerintahan, Ia dikenal irit bicara. Ia pun tak pernah mencicipi menjadi politisi.

Kini, setelah menerima pinangan Susilo Bambang Yudhoyono menjadi calon wakilnya untuk bertarung dalam pemilihan presiden mendatang, mau tak mau Boediono harus ‘bersolek’. Untuk ‘mendandani Boediono’, di sekelilingnya selalu ada yang siap sedia.

Mereka ada yang berasal dari tim sukses, petinggi partai, tokoh masyarakat dan orang-orang dekat Boediono.

Dari Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono ada Rizal Mallarangeng yang setia mendampinginya. Rizal menjadi semacam juru bicara dan menkordinasikan kegiatan semua dilapangan. Dalam rangkaian kampanye Boediono ke Ende, Denpasar dan Solo yang  saya ikuti , Rizal-lah yang rajin berkomunikasi dengan pers dan mengatur kegiatan.

“Saya memang khusus ditugaskan untuk mendampingi Pak Boed,” katanya ketika berbincang-bicang disela rangaian kegiatan kampanye.

Selain itu, ada Komisaris Utama Perusahaan Pengelola Aset dan koleganya di Forum Stabilisasi Sektor Keuangan Raden Pardede yang rela meninggalkan jabatannya di pemerintahan untuk masuk ke jajaran Tim Sukses SBY-Boediono. Raden pernah dicalonkan menjadi Gubernur Bank Sentral, namun gagal. Kemudian, ada juga ekonom Universitas Indonesia (UI) yang juga staf khusus Menteri Keuangan Chatib Basri dan Staf Khususnya di Menko Perekonomian M Iksan.

Mereka bertiga turut serta dalam kampanye menemani Boediono untuk memberikan masukan terbaru, khususnya mengenai persoalan perekonomian.

Perwakilan partai koalisi yang mengusung SBY-Boediono juga tak ketinggalan. Di dalam rombongan kampanye Boediono tampak hadir politisi PAN Patrialis Akbar, Politisi PKS Mabruri, Sahar L Hasan dari PBB, Hanif Dakhiri dari PKB dan Sekjen PKPI Samuel Samson.

Orang-orang yang disebut, Rizal, sebagai ’sahabat’ Boediono pun sering menempel. Diantaranya, tampak Budayawan Goenawan Muhamad, novelis Ayu Utami dan aktivis Nong Darol Mahmada.

Merekalah orang disekitar Boediono. “Kita selalu berdiskusi dengan Pak Boed dan memberikan masukan dari berbagai bidang, ” kata Rizal.

Saat ditemui, Goenawan Muhammad mengaku memberikan masukan kepada Boediono, termasuk untuk untuk mempersiapkan debat cawapres pada 2 Juli nanti. “Feeding (masukan) yang diberikan kepada beliau banyak dari berbagai tokoh dan bagus-bagus,” katanya.

Tak ketinggalan, istri Boediono juga turut dirias. Herawati Boediono yang dikenal sederhana dan apa adanya, kini harus menerima untuk didandani.

Ketika mendampingi suaminya dalam kampanye di GOR Lila Buana dan mengunjungi Pesta Kesenian Bali (PKB) di Denpasar, Herawati yang menggenakan kebaya merah muda dipadu dengan kain batik tampil beda dengan sentuhan sedikit make up. Herawati juga mengajak berbincang masa, terutama kaum perempuan.

Komentar [46]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

46 Komentar untuk “Mereka yang Di Sekitar Boediono”

  1. Budi Anduk | 30 June, 2009 14:46

    Pilihan terbaik, lanjutkan.

    *Ogahpunyapresidenmirippinokioataumbokmbokjamu

  2. yuyun | 30 June, 2009 15:42

    mas budi anduk *mudah2an nama asli*, jangan nyinggung fisik org donggg.. gak takut dituntut mas?? hayoooo..

    buat semuanya niy : milih siapa aja boleh, tp jangan pake cela-cela yg gak dipilih dong

  3. Setyo | 1 July, 2009 07:52

    aku jg ogah punya cawapres yang gak punya kapasitas jd presiden jika seandainya presiden SBY meninggal dunia atau berhalangan tetap menjalankan tugasnya jadi presiden. mau ke mana bangsa ini kalo dipimpin oleh orang yang cocoknya jadi administrator doang, bukan leader?

  4. soer@ d@doe | 1 July, 2009 10:44

    @setyo, itulah juga yg perlu dipertimbangkan apakah kita siap punya pengganti presiden yang juga sebagai panglima tertinggi dari bangsa n negara yang besar ini,,,…

  5. Satyo | 2 July, 2009 01:06

    ini dia cawapres yg mantab
    gw bakal contreng pak Boed

  6. Rivia | 2 July, 2009 08:09

    @Yuyun: Budi Anduk gak takut dituntut karena dia tau, orang yang dicela berjiwa besar :D

  7. Para Sahabat di sekitar Boediono « AGAMA DAN TATA HIDUP BERSAMA | 2 July, 2009 09:22

    [...] Sahabat di sekitar Boediono Posted on Juli 2, 2009 by pseudoabd http://blog. tempointeraktif. com/politik/ mereka-yang- di-sekitar- boediono/   30 Juni 2009   Mereka yang di sekitar Boediono Gunanto   Boediono, kini tak bisa sebebas [...]

  8. tukang nulis | 2 July, 2009 13:07

    boediono bukan sosok seorang pemimpin yang pas untuk memimpin negeri ini..kapasitasnya hanya cocok sebagai seorang ekonom saja..bukan wakil presiden!!

  9. kelik | 2 July, 2009 13:52

    Pemilu kali ini baru Gua mau nyoblos….!
    Karena disana ada Boediono…!
    Tetaplah santun dan siap bekerja Pak..!

  10. gudhel | 2 July, 2009 14:39

    pantes saja disebut neo-liberalis, lha wong yg ngelilingin aja para dedengkot liberalis yg dg alasan persamaan hak memiskinkan yg sudah miskin. ayo lawan liberalis! lebih cepat lebih baik

  11. andi tenrie | 2 July, 2009 15:00

    Kita jangan suka menghina dan memandang rendah orang lain, karena, kalau kekurangan kita dibeberkan, alangkah sakitnya!
    SBY-BOEDIONO, INSYA ALLAH ADALAH YANG TERBAIK UNTUK MEMIMPIN NKRI LIMATAHUN MENDATANG, AMIEN9999XXXXX!!!!!

  12. Ikra | 2 July, 2009 15:12

    Yang kagak ada di keliling Pak Boed sih boanyak: wakil dari korban lumpour, wakil dari pemulung, wakil dari rakyat miskin kota, wakil dari petani gurem, dan banyak lainnya “yang dimiskin” oleh sistem ekonomi neolib warisan Soeharto!

  13. Ikra | 2 July, 2009 15:14

    Yang kagak ada di keliling Pak Boed sih boanyak: wakil dari korban lumpour, wakil dari pemulung, wakil dari rakyat miskin kota, wakil dari petani gurem, wakil penganggur (termasuk sarjana UI & UGM), dan banyak lainnya “yang dimiskin” oleh sistem ekonomi neolib warisan Soeharto!

  14. dori | 2 July, 2009 22:13

    Rekans, mari berfikir jernih jangan membabi buta…. ayo siapa yang jual BUMN…. ayo siapa yang nambah utang negara 80 Triliun per tahun.. dan untuk bayar utang siapa yang dicekik??..tentunya rakyat dengan menaikan pajak PBB, KBM dll.. realistislah rekans.

  15. Taufik Al Mubarak | 2 July, 2009 23:50

    Sesekali golput boleh kan? Hingga kini belum ada ilham, kandidat mana yang terbaik memimpin bangsa yang super besar ini…

  16. kipanji | 3 July, 2009 08:29

    >GOLPUT itu muncul untuk mengimbangi waktu jaya2nya GOLKAR..kini Golkar udah hampir bungkus kedai alias hampir gulung tikar.Jadi gak wajar ada wadah2 seperti Golput..kalo ada coba ditukar nama baru biar keren yaitu GESTAPU maknanya; (GE)erakan (S)olidaritas (TA)ntang(tdak akan)(PU)pemilihan umum.Gimana mas Taufik??.Kalo gak mau masuk GESTAPU nanti ditaun2 mendatang Mas Taufik TIDAK DIBENARKAN SAMA SEKALI memberi komen baik/buruk tentang Indonesia
    2-Juga tidak dibenarkan ketawa(gembira) atau Menangis bila Indonesia Bahagia dan Sengsara.
    3- Mas Taufik and the Gang hanya dibenarkan sebagai PENONTON tanpa dibenarkan BERSORAK atau BERTEPUK TANGAN..hanya dibenarkan NGANGGUK2 ENGGE AJA.
    4-Jadi kpd Warga NKRI yg layak ikut nyoblos TUNAIKAN Kewajiban ANDA dan Kepada yg BOIKOT segera sadar dan BERTOBAT mengikut AGAMA masing2..AMIIIINNNN..3x

  17. Santun | 3 July, 2009 11:59

    kalau yang disebut santun adalah sikap jongos yang yes men, wah gawat negeri ini! atau yang disebut santun cepat marah padam mukanya karena dikritik dikit, wah gawat juga!

  18. Pemilih.com | 3 July, 2009 15:48

    Gunanto: Mereka yang Di Sekitar Boediono…

    Profesor ekonomi dari Universitas Gajah Mada itu memang di kenal santun, sederhana dan kalem. Selama menjabat berbagai posisi penting di pemerintahan, Ia dikenal irit bicara. Ia pun tak pernah mencicipi menjadi politisi.
    Kini, setelah menerima pinang…

  19. Surya | 3 July, 2009 17:32

    terlepas dari siapa saja yang disekitar pak boed, yang jelas pengalaman negara ini menunjukkan bahwa wapres yang menggantikan pres (habibie dan megawati) ternyata tidak cakap memimpin bangsa dan negara ini, padahal mereka jelas-jelas merupakan wakil dari golongan/partai
    nah konon lagi kalau wapresnya nanti tidak ada pengalaman partai dan politik…
    mau dibawa kemana negara ini, pastinya dia akan membawanya sesuai keinginan orang-orang di sekitarnya, tanpa visi dan misi kenegaraannya sendiri

  20. raushan | 4 July, 2009 15:20

    selama masih masih ada trio malarangeng ” say no to sby-budiono”

  21. JK WIN | 5 July, 2009 15:22

    Orang2 sekitar boediono/tim kampanye SBY BOEDIONO menghalalkan segala cara termasuk kampanye hitam untuk mendapatkan simpati rakyat, contohx isu istri budiono yg katolik, itukan dibuat orang2 partai demokrat sendiri.

  22. jajuk | 6 July, 2009 10:48

    Kalo Boediono yg capres, gw contreng deh. Berhubung cuma cawapres…yah terpaksa nyontreng calon laen deh…

  23. Asy1508 | 7 July, 2009 09:55

    Lebih cepat lebih baik…mantap

  24. Asy1508 | 7 July, 2009 10:01

    Jangan pilih yang telah menzolimi partai koalisi Pendukungnya…mending…cari yang lain deh..

  25. Helen Harahap | 7 July, 2009 13:26

    Ayoo…ayoo…semuanya seluruh anak bangsa negeri ini jangan lupa besok kita contreng SBY-Boediono saja. Masa’ kau tak tahu SBY yang selama ini membuat SD, SMP, SMA, gerrrrraaaatis. Buku-buku gratis. Tak ada pungutan sekolah atau pungutan macam-macam. Semuanya gerrrrrratis. Tak ada uang pangkal. Itu dimulai sejak tahun 2004 sejak dia jadi presiden dan akan dilanjutkan 2009.

    Bagi kita mahasiswa, semuanya juga sangat murah. Terjangkau! Ongkos kereta AC Jabodetabek muurrrrraaaah. Eh bukan, tapi….gerrrrrratiiiis. Bus AC murrrrraaaah. Eh bukan, tapi….gerrrraaaatiiiis. Muurrrrah. Gerrrratiiiis. Murrrraaaaah. Gerrrrratiiiiis. Orangtua kita semua birokrat, kaya-kata, tambah kaya setelah SBy ajdi presiden, kita enak. Saya orang Cikeas, tinggal dekat rumah presiden. Temen main saya di luar kuliah ….anaknya Andi Malarangeng. Anak pamanku, Pande Silalahi, juga temen main saya. Pamanku, Pande Silalahi, dan Andi Malarangeng, baik dan tidak benar kalau dikatakan suka menjilati pantat SBY. Mereka baik. Kata anaknya, Andi Malarangeng juga baik. Tidak benar kalau dia dikatakan rasis.

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja, sebab sejak SBY menjadi presiden tahun 2004 tidak ada UU BHP. Tak benar kalau UU BHP dibuat di masa SBY. SBY juga buken neolib. Tidak beeeeiiinat itu. Selama ini universitas negeri untuk semua mahasiswanya geerrrrrratiiiiis. Murrrrraaaaaah. Gerrrratiiiis! Muurrrrraaaaah.

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja, sebab sejak SBY jadi presiden semua hutan masih utuh, tidak ada yang dibakar, semua rakyat bawah semakin kayaaaa, birokrat agak bertambah miskiiiiin, dalam pemerintahan SBY 2004 dan 2009 mendatang, seimuuuaaaaa hutan-hutan tidak dijual ke pengusaha Malaysia untuk kebun sawit, tidak ada, tidak ada. Tidak benar itu! Semuanya untuk rakyat. Hutan kita banyaaak. Rimbuuuun dan tambuuuuuun seperti badan SBY. Taman-taman di kota-kota kita ada baaaaanyak dan luuuuas-luuuas. Mobil-mobil kota hanya sedikit dan jarang-jarang, jalan-jalan tidak ada maceeeeet, jaringan monorel banyaaaaak, udara kota kita sangat bersiiiiih, jaringan monorail di Jakarta banyaaaaak, kita tidak kalah dengan Singapura apalagi hanya Malaysia, kecciiiiiiil, juga kereta AC Jabodetabek semuanya muurrrruaaaah! semua karena SBY presiden kita. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja. Sebab sejak SBY jadi presiden tahun 2004, semua tidak ada yang miskin, tidak ada bayi-bayi busung, rakyat makmuuuuur, PDB naik tinggi, PDB merata, dinikmati merata oleh rakyat bawah. SBY hebat. SBY ganteng. SBY pintar pidato. SBY bukan neolib, persis seperti juga kata paman Pande Rajasilalahi, bekas pengamat ekonomi CSIS yang sangat pandai dan tak pernah menjilat pantat SBY setelah sekarang jadi penasihat SBY. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Paman Pande lebih pintar lebh nalar daripada ekonom nasionalis sejati Kwik Kian Gie. Kwik tak lihat kalau PDB kita naik, naik, naik, ke puncak gunung, tinggi tinggi sekali. Masa’ dia tak tahu kalau PDI Indonesia dinikmati saaaaaaangat merata oleh seluruh rakyat dan bukan hanya oleh kelompok kecil orang kota. Sejak SBY presiden, rakyat miskin kota dan desa tak ada lagi, semuanya sejahtera dan bahkan kaya-kaya melebihi kayanya birokrat yang kini miskin-miskin dan hanya naik sepeda butut. Kwik Kian Gie keiliiiiiru. Dia tak tahu kalau PDB kita sejak dahulu juga lebih besar dari PDB Singapura, Thailand, Malaysia, Amerika, Inggris. Kue PDB kita jauh lebih besaaaarrrrr dan merrraaaarata terbagi seluruh rakyat. Di negeri kita ini tidak ada orang miskin. Semuanya mampu, makan kenyang, berkecukupan dan bahkan berlebihan. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja. Sebab sejak SBY jadi presiden tahun 2004, anak rakyat semuanya bisa sekolah di universitas negeri, murrrraaaah dan gerrrratiiiiis. Murah. Gratis. Murah. Gratis. SBY jauh lebih baik dibandingkan dengan Suharto, Sukarno, Gus Dur, Mega. SBY hebat tidak membuat harga-harga melambung. SBY tidak menaikkan harga yang tak seusia dengan kemampuan rakyat. SBY hebat. SBY pemikir besar. Tidak mengilas orang miskin Indonesia kalau saja ada di Indonesia orang miskin, sebab sejak SBY menjadi presiden, tidak ada lagi orang miskin. SBY juga tak membuat pembohongan publik. Semuanya nyata. Semuanya muurrrraaaah. Semuanya gerraaatiiiiis. Tidak hanya SPP SD, SMP dan SMA, semuanya gerraatiiis. Tak ada pungutan macam-macam. Buku-buku SD, SMP, SMA dan universitas sejak 2004 gratis, murah, gratis. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Y a n g k e l e d a i b o l e h p i l i h S B Y - B o e d i o n o.
    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja. Jangan pilih lain. Jangan pilih Mega-Prabowo, jangan pilih JK-Wiranto. Mereka terlalu baik kepada rakyat. Masa’ nelayan, petani yang dalam pemerintahan SBY sudah kaya-kaya dam makmur-makmur akan dimakmurkan lagi. Kau saaaalah kalau sampai pilih mereka. Masa’ UU BHP mau dihapus Prabowo, nanti rektor-rektor kita dan staf univeritas kita jadi miskin dan rekening banknya kooooosong. Kau hati-hatilah. Lagipula, masa’ JK-Wiranto akan melakukan pembangunan dan semuanya lebih cepat. Saaalah itu. Kalau bisa diperlambat kenapa dipercepat. Kalau tak perlu tegas kenapa perlu tegas. Cepat, tegas itu tidak penting. Yang penting tetap bsia jadi presiden, bisa jalan-jalan gartis ke luar negeri dan istri dan anak bisa ikut nempel terus. Jadi mendingan SBY. Bersama SBY semuanya baaaaagus, pelan-pelan seperti bekecot, itu baaaagus. Apa pentingnya mengejar ketertinggalan? Rakyat kita baik-baik saja dan tidak akan berontak. Jadi apa pentingnya berkonsep pemerataan dan mensejahterakan nelayan dan petani. Nelayan dan petani sejak peemrintahan SBY mulai kaya-kaya. tak ada yang meskin. Salah kalau ada yang mengatakan mereka miskin. Kalau para birokrat kini miskin-miskin, tidak punay rumah, tidak punya mobil, iiiitu baru benar. Juga bohong kalau ada yang mengatakan banyak bayi kurang gizi atau busung di NTT dan lainnya. Tidak ada, tidak ada. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja, sebab semua bayi di seluruh desa di negeri kita ini saaaangat sehat-sehat, gemuk-gemuk, semuanya cukup gizi, bohong itu kalau ada yang menatakan banyak yang busung, ibu-ibunya juga sehat-sehat cantik-cantik, bapak-bapaknya juga sehat-sehat ganteng-ganteng, seperti SBY. Mereka semuanya cukup, karena dalam pemerintahan SBY, semua harga-harga sangat muurrrraaaah terjangkau bahkan oleh orang miskin tapi kan di negeri kita tak ada orang miskin kau tahu.

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja sebab SBY tak memanipulasi data, pidato analisa ekonomi baaaagus, tidak diatur-atur, tak ada yang dikurangi, tak ada yang ditambah, semuanya sesuai kenyataan, tak ada pembohongan publik, semuanya benar sesuai tujuan kampanye. Sembako semuanya murah. Tidak benar kalau setiap tahun harga-harga naik. Tak aaaada, tak aaaaada. Semuanya muraaaarah. Indonesia hebat. Jutru bangsa-bangsa lain yang menaikkan harga-harga setiap tahun Indonesia tidak. tak ada, tak ada. Dengan SBY, semuanya sangat murrraaaaah. dan banyak yang gartis. Kentut dan napas juga gerrrattiiiiissss. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja, sebab dia tak pernah bohong, dia baik, dia hebat. Taaaapiii….HANYA BANGSA KELEDAI YANG MEMILIH SBY UNTUK KEDUA KALI!!!

  26. Badaruddin | 7 July, 2009 13:35

    Setuju, jangan pilih SBY Boediono. Yang terbaik Mega. Hati ibu hati jujur. Hati mulia. Dulu Mega kuang pandai karena belum didampingi Prabowo. Kalau ada Pabowo pasti bagus. Pilih JK Wiranto juga boleh. Ibu Helen benar dan nyindir. Tapi dia baik dan menunjukkan kebenaran. Memang hanya keledai yang pilih SBY. Sudah tau baanbaang tambah mahal kok pilih dia lagi, itu keledai namanya. Benar.

  27. agung roso2 | 7 July, 2009 14:02

    kalo yang milih SBY keledai, yang milih selain SBY pasti Keledai Betina atau Keladai DUNGU.

  28. agung roso2 | 7 July, 2009 14:05

    kalo yang milih SBY keledai, yang milih selain SBY pasti Keledai Betina atau Keledai DUNGU.yang datang Bak Pahlawan Kesiangan. besok bukan memilih partai, jadi pililah pemimpin. pemimipin yang besar bukan karena berlindung dari kebesaran nama Sang Ayah atau kaya dari kemudahan Sang Mertua.

  29. mBah Klowor | 7 July, 2009 14:11

    Kepanjangaaaannn.. cuaaapek membacacanya. kesambet dimana sih tu orang? Bawaklah ke Dukun biar nggak ngaco gak karuan.Kalo yg pilih SBY dia bilang keledai bagaimana kalo yang gak pilih SBY Serigala berbulu Domba..??

  30. faiz | 9 July, 2009 15:16

    nggedabrus kabeh, kakean ngomong kabeh. saiki di delok ae SBY menang tho… lek gak ngerti bahasa jawa. download trenslate bahasa jawa di faiz.blogspot.com

  31. Irfan | 10 July, 2009 10:31

    Wah2x SBY menang
    yang laen panik cari2 kesalahan, ya itu keledai2 yang didukung oleh keledai2betina dan dungu pula !!!

  32. tonnio irt | 10 July, 2009 15:40

    SBY menang. Hore…Mari Lanjutkan penderitaan rakyat. Mari Lanjutkan Korupsi. SBY menang karena pemilih masih kurang cerdas dan disilaukan politik pencitraan dan marketing. Memang FOX Indonesia dan konsultan SBY pandai memoles. Pemilih masih terpukau oleh sosok yang santun. Padahal yang kita butuhkan adalah seorang pemimpin yang visioner dan tegas bukan sosok yang santun dan peragu. Pemilih kita kebanyakan dari Jawa yang menghargai kesantunan lebih daripada isi. Sedangkan JK dan Prabowo lugas,bicara apa adanya,terbuka dan tidak munafik. Padahal kedua orang ini punya konsep ekonomi yang cocok untuk Indonesia saat ini.

  33. iyan gilanto | 10 July, 2009 21:11

    buat teman2 yg anti SBY-Boediono - bagaimana sekarang kesankesan anda setelah mereka ternyata paling banyak disukai bangsa kita ?????

  34. mBah Klowor | 10 July, 2009 21:59

    Yang menderita yang mendukung pencundang, cari dalih tidak mau menerima kenyataan, karena sebetulnya mereka buta hingga tidak bisa lihat rekam jejak yg kelam atau sudah dijanjikan akan kenikmatan…?

  35. iyan gilanto | 10 July, 2009 22:35

    mau bilang apa kek..KENYATAAN nya SBY Boediono yang menang … para pecundang mundur teratur saja…tiarap .. hwaakakakakakakkakakak

  36. Teuku Syafiuddin | 11 July, 2009 04:39

    kalah menang sih biasa biasa saja….kita ucapkan selamat untuk sibeyeee…..dan selamat juga untuk para pendukungnya…..SEMOGA IBU IBU TIDAK ANTRI MINYAK TANAH LAGI….selamat ..!

  37. Bang Ali | 11 July, 2009 12:36

    Itu Helen Harahap segitunya benci ke SBY-Budiono.. sekarang setelah SYB kepilih mau apa dia?
    Mau melarikan diri jadi babu di Papua New Guinea?
    Bagus juga tuh…

  38. kang sule | 11 July, 2009 13:04

    haha mana tuh sih keledai helen harahap ga ngebacot lg dia…
    saatnya skarang kita bersatu padu dukung presiden terpilih pilhan rakyat.. menjadi bangsa yang lebih baik…amien

  39. proudtobeindonesian | 11 July, 2009 13:15

    cobalah terima kekalahan dengan lapang dada.. ngga ada lagi yang bisa kita rubah sekarang… yang bisa kita lakukan cuma dukung SBY-JK supaya bisa menjalankan pemerintahannya lebih baik lagi dari yang sebelumnya…
    ngapain capek capek teriak teriak atau tulis panjang panjang, wong hasil PILPRES udah jelas kok..
    mudah mudahan lebih banyak lagi koruptor / penjahat negara yang ketangkep.. cuma kita yang bisa ngebantu SBY supaya lebih sukses lagi..

  40. iyan gilanto | 11 July, 2009 15:25

    siapapun yang menang jangan dijegal lagi, kita bantu agar bangsa ini bisa naik derajatnya didunia; sudah tentu kita perlu kritik yg membangun klo ada yg ngga bener.

  41. jhon kocok | 12 July, 2009 09:06

    Di mata sebagian bangsa Indonesia, SBY kini cenderung dilihat sebagai seorang pemimpin idola dan bukan orang biasa. Ini mengingatkan publik pada konsepsi ‘negara teater’ rekaan Clifford Geertz, di mana SBY sebagai presiden adalah pemain teater utama di panggung kekuasaan.

    Dalam negara teater, yang penting adalah pertunjukan yang menghibur rakyat dan ada rekayasa untuk meninabobokan rakyat. Salah satunya dengan program-program yang populis yang menghibur rakyat secara instan, misalnya BLT, KUR, BOS, Raskin, dan sejenisnya. Cara lain adalah dengan menyuburkan konsumerisme.(Inilah.com) ternyata saya hidup dinegeri yang rakyatnya gampang jatuh hati..

  42. Mufizah Amien | 8 August, 2009 21:17

    Ini masih berhubung operasi pelanggaran HAM oleh Polri tu. Bila sahaja itu benar Noordin M Top pastinya dia yang konon tokoh teroris hebat tu pastilah dikawani dua atau tiga anak buah setianya, dan bahwa oknum-oknum di Polri akan cuba lagi tipu rakyat Indonesia dengan berkata akan membuat test DNA atas korban tiada berdosa tu. Ini pembohongan total sama dengan yang dibuat dalam orang-orang negeri sendiri yang diletuskan di sebuah rumah di Malang yang juga bukan doktor Azahari; doktor itu sudah juga kembali bersembunyi di Pilipina, di Mindanao terlebih waktu lepas. Ini semua modus grup presiden saat ni untuk sisihkan lawanlawan dan menakuti serta mencemasi rakyat - arogansi baru dengan wajah santun.

    Sehingga masa ni jam ni detik ni, Noordin M Top masih hidup sehat-sehat sahaja, bersembunyi di sebuah tempat di luar teritori Indonesia. Ia kini dah di Mindanao. Dan macam mana awak-awak saudara serumpun mencuba tengok kejadian terbaru iaitu penyergapan ataupun operasi terhadap Noordin M Top di Jawo dua hari ni ? Bila awak benar-benar berpikir maka sesungguhnya semuanya ni semata rekaan — rekayasa — daripada pihak keamanan Indon yang tidak mampu menemukan Noordin M Top. Mereka berkonsprasi dibawah pengetahuan dan persetujuan SBY supaya rekayasa tersebut diamalkan, dengan tujuan ‘kemenangan’ penuh curang dari undi presiden 8 Juli lepas tetap disahi dan tidak diulang; kemenangan tu nyata-nyata kerana hasil rekayasa dan keranaduntungi dari daftar pemilih, DPT, yang tidak sah. Dalam istilah intelijen, kejadian terbaru dinamakan sebagai ‘divert attention’ daripada perkara-perkara pelik undi parlimen dan khususnya undi presiden. Tujuan supaya rakyat tak nak turut berapat umum membatalkan kemenangan presiden. Bila awak-awak kritis, maka sesungguhnya korban mati dalam operasi di Jawo Tengah itu hanyalah satu benda yang dibungkus menyerupai satu jenazah – ingat film permainan intelijen macam the mission impossible, yang bertujuan mengelabuhi mata. Semuanya dah diatur dan direkayasa rapi, ada erpanjangan masa, operasi 18 jam, ada dramatizing, tembakan bertubi-tubi dan etugas-petugas yang nampak dibuat sibuk sangat; yang patut awak-awak sesalkan yalah kenapa pihak keamanan Indon lebih taat kepada penguasa, dalam hal ini SBY, mereka mengabdi kepada penguasa rela membohongi rakyat dan tak mengabdi kepada rakyat iaitu awak-awak sendiri dan awak-awak biarkan berkuasa lagi? Awak-awak memang bodoh, pantas sahaja dijajah Belanda 300 tahun, dijajah Suharto 32 tahun, dan nak dijajah dia 10 tahun bukan? Ingat, tokoh Noordin M Top masih hidup. Dan banyakdari kamilebih percaya bahawa tokoh itu hanyalah tokoh ciptaan cerita khayalan dan itulah mengapa korban tidak pernah tranparan. Amerika Syarikat sahaja tunjukka korban tertangkap hidup-hidup daripada Saddam Hossein bukan?

    Rekayasa yang berlaku semakin nyata terbukti bahawa korban mati kekerasan oleh negara ersebut tak diperlihatkan kepada media ataupun publik. Buroknyatelevisyentelevisyen Indon ceroboh dan mudah turut terkelabuh oleh polisi dan bahkan menyimpuli sendiri bahawa itu yalah Noordin M Top. Elevisyentelevisyen Indon yang burok tu tidak kritis dan berani memaksa kerajaan SBY ataupun pihak keamanan perlihatkan korban mati itu kepada awak-awak sebagai publik, jadi macam sampai disini dah jelas publik dan khususnya tv-tv pengkhabaran tu dibohongi kerajaan dan membohongi rakyat sendiri. Padahal, peribahasa telah berkata: seeing is believing. Lagipun dalam setiap operasi apapun khususnya perasi anti teror dimana sahaja bagaimanapun, setiap perolehan korban bernilai – entah mati ataupun hidup – nak pastilah akan dibanggakan dan selau diperlihatkan nyata-nyata wajah jenazah tu kepada umum, sehingga membukti bahawa kebenaran siapa korban memang benar. Mana mungkin seorang gembong teror tidak dikawani anak buah? Dalam operasi di Jawo tu, Temanggung, korban mati bukan kerana bom bunuh diri tetapi diletus bom oleh pasukan keamanan Indon maka dengan sendirinya korban masih boleh dikenali. Jadi peristiwa operasi atas nama anti teroris tu hanyalah pelanggaran HAM oleh negara oleh kerajaan SBY sebagai kepala negeri dan nyata-nyata rekayasa SBY macam rekayasa pengakuannya yang katanya ada yang nak tembak pipinya, bertujuan dia dan kerajaannya cuba menipu awak-awak rakyat Indonesia Negara serumpun lagi dan lagi; cara-cara macam ni terusan dibuat legacy kerajaan Suharto yang ditiru SBY. SBY membawa Indonesia dalam demokrasi kulitan, dan sekadar demokrasi bebas bicara dan bersuara dan membuat kesenjangan rakyat bangsa tu semakin luas kerana terbukti korupsi pegawai negeri dan pejabat jalan terusan.

    Tolol sangat bila awak-awak sebagai bangsa tidak kritis dan tak melihat permainan kejahatan penguasa negara awak. Burok lagi, kerana pelbagai rekayasa macam tu justeru mengorbankan penduduk tak berdosa bangsa sendiri; bukan NoordinM Top. Pemuda-pemuda itu suda menderita, sulit cari makan di negeri sendiri bahkan dibunuh. Macam ni kah rezim berkuasa Indon? Kasihan rakyat saudara kami bangsa serumpun di Indonesia. Mengapa awak-awak tak nak bangkit dan insyaf dan berikhtiar menghentikan rezim burok sekarang ni. Jangan mahu dibodohi dengan klaim-klaim bahawa bom ditujukan ke rumah Yudhoyono dan istana negeri, itu absurd dan semakin memperjelas tentang stail-stail stereotaip permainan rezim pembodohan. Jangan mahu dibawa intrik dan pura SBY yang senang menyalahkan kami-kami Malaysia yang baik dan selalu membantu menerima bekerja di negeri kami. Apakah awak-awak tak mampu melihat nyata permainan ni? Kenapa tak lebih baik awak-awak berdemo dahsyat meminta SBY mundur? Tidak mahu dan tak pandaikah awak mampu melihat kata-kata, gakan tangan dan sorotan matanya yang palsu? Tentu kalau sahaja pemimpin kami Malaysiapenh palsu macam ni pastinak kami letuskan dia. Tujuan daripada operasi-operasi ni dan lanjutan yakah untuk sisihkan mereka yang anti SBY dan kliknya. Presiden tu telah ambil jalan sesat meniru Suharto. Dia terkena virus jahat Suharto karena masa lepas turut mengantari jenazah Suharto Yogya Jawo Tengah.

  43. Yoyok M | 19 August, 2009 16:51

    Setuju kali aku dengan Jhon Kocok, setuju juga aku dengan Mufizah dan penulis lainnya disini yang kritis terhadap SBY. Sebenarnya SBY adalah wayang mafia di birokrasi dan militer di Indonesia yang tidak suka dengan Prabowo dan Wiranto. Kalau Prabowo atau Wiranto yang menang, maka banyak tentara akan dikirim ke Papua dan Aceh lagi dan akan ada banyak yang mati kalau terjadi perang disana. Sebenarnya banyak perwira takut mati, maka lebih baik pilih SBY yang tidak suka perang. TNI bukan tentara profesional seperti tentara-tentara negara-negara lainnya tetapi sekedar tentara birokrat mencari kedudukan dalam pemerintahan. Selain itu sebetulnya SBY adalah penakut. Dulu ada gosip yang sempat beredar bahwa ketika dalam sebuah latihan, semua prajurit sudah turun dari pesawat atau helikopter lalu merangkak ke medan latihan perang tetapi katanya SBY waktu takut dan tidak mau keluar dan turun ke medan. Hari lalu pada pidato penutupan jabatan 2004-2009 SBY dengan arogan - karena ditetapkan terpilih lagi lalu berpidato agar rakyat menikmati demokrasi. Pertanyaan kita, demokrasi yang mana? Demokrasi seperti apa yang dimaksud SBY? Mungkin dalam pengertian SBY, demokrasi itu adalah sekedar bebas bicara, pers yang tidak kritis dan hanya bisnis, tidak ada dan tidak penting pemerataan kesejahteraan, pendapatan dan PDB, sementara sebagian besar rakyat semakin hidup sangat susah? Jadi demokrasi yang seperti apa dalam pengertian SBY? Mungkin demokrasi sekedar kata-kata kosong yang mudah dikeluarkan dari mulutnya. Sebagian besar kita seluruh rakyat ini memang sangat bodoh keterlaluan, selain telah terjadi aji mumpung yaitu ada sebuah konspirasi maha dahsyat di antara oportunis-oportunis di negeri kita ini ( pemimpin-pemimpin di birokrasi, DPR dsb) yang semakin kaya raya dan bergelimang harta saat pemerintah dipegang SBY dan mereka ikut senang SBY memimpin lagi. Dan inilah sebabnya banyak yang skeptis pemilu 8 Juli legitimate. Lebih buruk lagi kita sebagai mahasiswa diam dan kut lupa amanah reformasi 97/98 yang kini sudah jauh terbelokkan dan lebih melihat calon pemimpin lainnya yang di dalamnya ada Wiranto dan Prabowo pasti akan buruk. Rupanya kita termakan fitnah dan permainan CIA Amerika, yang memfitnah Wiranto pelanggar HAM Timor Timur dan Prabowo dalang penembak mahasiswa waktu lalu. Sebenarnya semua adalah permainan CIA. Kini kita telah memeroleh pemimpin hebat, pemimpin yang sekadar pandai bicara dan pandai main sinetron, SBY, dan lebih senang melihat bahwa Prabowo atau Wiranto pasti buruk. Yang benar ternyata sebaliknya. Orang banyak bicara, pandai bicara seperti SBY jelas akan membuat Indonesia lebih sengsara bagi sebagian besar rakyat, semakin lebar kesenjangannya, karena SBY sesungguhnya sangat tidak perduli untuk membangun negara dan bangsa secara profesional standar UUD 45. Kita telah lama dibawa menyimpang dari UUD itu bahkan sejak Suakrno diracuni dan Suharto berkuasa dan kini diteruskan oleh SBY. Dalam 5 tahun SBY berkuasa, menjadi terlalu banyak orang kaya dan menjadi terlalu banyak rakyat yang miskin. Sesunguhnya yang dikejar SBY adalah “ketamakan dalam kekuasaan dan kedudukan”, yang dikutuk Allah (lihat Ensiklopedia Akhlak Muhammad, kini tersedia di toko-toko buku besar). Maaf kalau saya katakan saya sangat setuju paragraf terakhir Jhon Kocok.

  44. Zurini Harjo | 19 August, 2009 17:07

    Itu orang Sukarno dulu mati memang diracuni atas perintah CIA. CIA juga yang merancang pengambilalihan dari dia orang, bapak bangsa Sukarno. CIA main dimana-mana termasuk mendalangi rekayasa terorisme Negara/Rejim/Pemerintah yang bekuasa untuk membodohi kita kita orang rakyat kebanyakan, dengan mengambing hitamkan bahwa itu bom bom miliknya Noordin, Ibrohim dan agama tertentu. Tujuan itu rekayasa adalah mempertahankan kekuasaan pro Amerika, dimana saja, dan bahkan mengganggu pemerintahan-pemerintahan yang tidak sama dengan Amerika. Parahnya, oknum-oknum lokal/ nasional ikut main di luar pengetahuan CIA. CIA tahu kalau yang mati bukan Noordin dan bukan pula Ibrohim, dan mereka Polri tidak mau terbuka memperlihatkan kepada umum dan pers, mereka orang jenazah-jenazah malang itu. Kalian semua harus kirim surat kepada CIA untuk menunjukkan kebenaran. Buka website CIA, tulis email pendek boleh dalam bahasa Indonesia, dan tunjukkan kecurangan Polri di bawah rejim SBY. Website CIA: https://www.cia.gov/ Dan jangan lupa buka dan tulis email ke Amnesty International. Browse website-nya dan jangan menyerah kalian-kalian mahasiswa hebat untuk membingkar permainan Polri dan SBY, presiden tidak sah.

  45. Sydney Jones | 21 August, 2009 17:07

    Jakarta dibawah SBY semakin Gila
    By Sydney Jones, pengamat Amerika bebas tinggal di tanah Indonesia

    Beberapa masa lepas diadai seminar dan peluncuran buku berhubungan terorisme di UI di pinggir ibu negara Jakarta. Sampai di sebuah cafe di Jakarta malam hari, saya tertawa keras sangat sambil minum alkohol bersama satu ekolega saya yang juga merangkap mata mata. Event seminar tu diliput banyak media dan pastinya berhasil kembali membodohi bangsa ni lagi lagi. Sementara tu presiden SBY yang baru resmi dimenangi oleh KPU (Komisi Undi Indon), sebagai antheknya, ditugasi oleh Amerika Syarikat selalu berdusta. Kalau SBY malam lepas berkata dengan penuh percaya diri karena dikompor pegawai pegawai sekelilingnya supaya nak berkata lagi lagi bersuta bagi membangun Indonesia. Macam SBY, saya pun banyak berdusta atas nama penelitian di dalam event tu. Tetapi disini saya nak berkata bahawa awak awak sebagai stakeholders negeri ni tidak kritis, dan tidak menengok, macam mana SBY nak membuat kesejahteraan bagi awak awak, apabila dia hanya pandai berbagi bagi wang, dipeluk terlena oleh “penjahat-penjahat”, “oportunis-oportunis” di sekelilingnya. Bagi suatu kekuasaan disini, seorang presiden bangga sangat dan ekadar tahu bahawa perkataan “amanat rakyat” yalah sekadar perkataan, dan perkataan “kepercayaan” pun juga perkataan, yang boleh keluar dari mulut sesuka. SBY menengok ni semua bukan sebagai menjadi pelayan rakyat ataupun sehingga melayani rakyat dengan mensejahterai dan membangun fisikal berhaluan pro rakyat. Misal membangun pelbagai fasiliti termasuk banyak jalan raya dengan haluan pro rakyat, iaitu dengan selalu ada trotoar 3 m di sisi setiap jalan untuk pejalan kaki dan bersepeda. Tetapi tengoklah semua jalan dibangun asal asalan dan hanya boleh dilalu mobil sahaja dan tidak ada trotoar trotoar tu yang nyaman bagi bersepeda ataupun berjalan kaki, macam nilah stereotaip membangun di Indon. Sebab bagi penguasa di Indon yang tidak pernah ditantang sungguh sungguh oleh rakyat Indon yang bodoh bodoh tu, bagi penguasa, “dunia Indonesia tetaplah panggung sandiwara. Jadi macam mana rakyat yang jumlahnya besar sangat ni tidak mampu hentikan arogansi ni? Saya macam SBY pun turut bersandiwara. Obama pun telah pandai sndiwara, belajar dari SBY. Saya nak berkata kepada awak awak polis Indon senang berbohong dan ini direstui SBY. Saya dan CIA dah sedar bahawa polis senang membuat rekaan, entah sehingga ila mana, dan sekadar untuk perolehi dana percuma dalam jumlah besar bagi misi anti terorism seluruh dunia kerajaan Amerika Syarikat, dan ini semakin menjadikan Polis Indon berbohong terus rerusan dengan siasat siasat lain lain selepas semua kesalahan ataupun kejahatan kemanusiaan atas bangsa sendiri tu tercium banyak orang. Jakarta berbohong kepada Amerika Syarikat, dengan operasi operasi berbohong, menjenayah dan memmbunuhi penduduk sendiri tidak bersalah termasuk di sebuah rumah di Temanggung, Jawa Tengah. Semua ni kejahatan berat terhadap kemanusiaan oleh Negara di bawah SBY. Malang sangat, organisasi HAM tempatan dan juga internasional tidak kritis. Beberapa agen intelijen dan keamanan Barat dah tahu ni semua. Bila ditengok mendalam, sesungguhnya polis Indon dibawah SBY dah banyak melanggar HAM berat, atas nama UU. UU tu dibuat bertentangan HAM Uiversal dan mungkin juga dengan Konstitusi sendiri. Lebih teruk lagi, SBY berkata operasi tu tak melanggar HAM. Sedang berlaku “kemesraan” SBY dan Polis tu, untuk menindas lagi lagi rakyat Indonesia yang majoriti bodoh sangat. Bila macam ni situasinya, yalah terserah gerakan rakyat Indonesia sendiri bagi memasalahi ni semua. Tetapi banyak tokoh pesaing disini adalah penakut dan pengecut. Dan inilah kolonizing abadi oleh manusia bangsa sendiri yang dikendalikan sistem penjajah baru kami. Terbukti bukan? Masa lepas Indonesia dikolonaiz Belanda beratus ratus tahun, bukan? Dan sehingga hari ini diambilalih dikolonaiz SBY dkk, rakyat tak berkutik sama sekali. Apa yang berbeza? Tak. Sandiwara dan sikap oportunisme kami sebagai kaki tangan kaki tangan Amerika Syarikat, nak jalan terus. Pun sandiwara SBY. Rakyat telah kami buat tidur lagi dan lagi dan tak nak sedar dan tak nak bangkiti. Mereka tak ada kecerdasan sama sekali dan bahkan ikut membela penguasa. Maka tiada kemerdekaan sejati, melainkan hanyalah kemerdekaan “atas nama”. Ini lucu sangat kerana walaupun Indonesia mengklaim merdeka bahkan dah bermasa 64 tahun, masih kalah dengan Malaysia. Dan itulah yang membuat saya dan seorang kolega saya merayakan pesta malam tu. Tengoklah, Malaysia merdeka belakangan, baharu 52 tahun! Tetapi mereka dipimpin oleh pemimpin pemimpin sejati yang pro rakyat. Tak guna berharap Amerika Syarikat nak bantu macam masa gerakan reformasi lepas, dan tu tak nak pernah berlaku lagi. Washington tak lagi pernah campur tangan langsung lagi sebab rakyat Indonesia dah lemah sangat, sementara kami pun takut dengan Tiongkok dan Rusia. Jadi awak awak seagai mahasiswa dan sebagai stakeholders sesungguhnya di masa yang akan datang mustilah bangkit sendiri, berani menentang, melawan dan menjatuhkan presiden anthek kami tu. Kami dah pesankan ini, hai penakut dan pengecut. Sesungguhnya nyata sangat penipuan tu bukan? Dia mengklaim menang dari undi 8 Juli lepas yang sebenarnya tidak sah bukan? Undi tu tidak sah sebab dimenangi dari daftar undi tetap DPT undi presiden yang didasari dari undi parlimen sebelumnya, yang pun tak sah.

  46. toko furniture online | 20 May, 2010 12:12

    namanya juga aji mumpung. Mumpung relasinya punya kekuasaan dan jabatan maka ya dimanfaatkan saja. Kesempatan itu kan tidak terjadi dua kali atau ada terus sepanjang waktu. yg penting tetap mempunyai kapabilitas yg baik saja.

Silakan berkomentar, kawan!