Enak di Blog dan Perlu


Sebagai Perencana Keuangan atau Financial Planner / Advisor independen tidak pernah bosan saya mengingatkan bahwa produk investasi mengandung risiko. Ingat istilah High Risk High Return kan? Kira-kira artinya ya semakin tinggi hasil investasi yang kita dapatkan maka semakin tinggi risikonya. Pertanyaanya, kalau gitu apabila kita ingin mendapatkan hasil investasi yang tinggi berarti kita harus menanggung risiko yang tinggi juga donk? Satu hal yang harus selalu kita ingat adalah bahwa tidak ada satu pun investasi yang tidak memiliki risiko 100 persen. Oleh karena adanya risiko inilah, maka dari itu kita harus melakukan analisa sebelum berinvestasi untuk meminimalkan atau menurunkan risiko investasi tersebut (bukan menghilangkan).

Salah satu teori untuk memperkecil risiko yang sering kita dengar dan sering dipergunakan adalah yang disebut dengan diversifikasi. Pasti pernah dengar donk istilah Don’t put Eggs in One Basket? Yang artinya adalah apabila kita memiliki banyak telur jangan menempatkan semua telur tersebut di dalam satu keranjang. Jadi kalau keranjang tersebut jatuh maka telur-telur tersebut tidak akan pecah semua. Sama dengan investasi. Untuk memperkecil risiko jangan menempatkan investasi kita hanya ke satu produk saja.

Investasi bisa dilakukan dengan menggunakan produk-produk investasi yang ditawarkan oleh institusi keuangan atau produk keuangan maupun menggunakan juga produk non-keuangan. Menggunakan kombinasi dari produk-produk tersebut juga ikut mengurangi risiko.
» baca selengkapnya

Kerja kolaboratif kerap didengungkan, tapi darimana kita mesti memulainya? Bagaimana orang-orang yang berasal dari berbagai latar belakang (pendidikan, pengalaman, profesi, cara berpikir yang berbeda-beda) mampu menyatu dalam kerja bersama yang menyenangkan?

Saat memulai kerja bersama, yang paling sulit ialah mengingatkan diri sendiri bahwa saya bukanlah satu-satunya sumber gagasan bagi tim. Kita mungkin kerap menyatakan, setidaknya di dalam hati, bahwa gagasan saya lebih baik dibanding yang lain. Ego individual biasanya sangat menonjol, terutama pada anggota tim yang sebelumnya memiliki kinerja terbaik. Ego individual lazimnya membuat pemilikinya memandang ‘sebelah mata’ anggota tim lainnya.

Dalam situasi seperti ini, tugas pertama pemimpin tim ialah memerangi mitos adanya inventor tunggal. Ia mesti mampu mendefinisikan kembali peran superstar. Superstar bukanlah bintang yang bersinar terang sendirian, melainkan seseorang yang cakap membantu orang lain agar berhasil. Dalam sebuah kesebelasan sepakbola, peran pemain yang memberi umpan (assist) sangat menentukan keberhasilan pemain yang mencetak gol. Umpan yang matang lahir dari pemain yang matang pula.

» baca selengkapnya

Selama sebulan ini, tak ada yang lebih menggoda ketimbang iklan iPhone 4S. Iklan itu menari-nari di halaman depan situs Tempo.co. “Cash back Rp 1 juta bagi 100 pembeli pertama,” begitu pesan yang tertulis di iklan tersebut. Benar-benar membuat hati berdebar, tak sabar menunggu antrean. Iklan itu tiba-tiba mengingatkan saya pada sebuah kisah di balik produksi “the most wanted handphone” di seluruh jagat itu.

Begini ceritanya: ada yang istimewa di Lembah Silikon Februari setahun silam. Untuk pertama kalinya Presiden Amerika Serikat Barrack Obama makan malam bersama CEO-CEO perusahaan komputer top dunia. Bukan santapannya yang istimewa, tapi diskusinya yang gayeng: penuh mimpi. Mungkin senikmat diskusi politik atau sepak bola di warung kopi di pinggir-pinggir jalan di Yogyakarta.

Sang tuan rumah adalah John Doerr. Namanya tidak seterkenal Steve Jobs atau Bill Gates. Tapi, dia orang penting di Lembah Silikon. Dialah yang menyuntikkan modal kepada perusahaan-perusahaan komputer inovatif. Dia berhasil mengajak Obama, bos Google Eric Schmidt, bos Apple Steve Jobs, pendiri Facebook Mark Zuckerberg, saling curhat mulai dari soal game Zynga yang merajalela sampai soal iPhone.
» baca selengkapnya


Tahun baru semangat baru dan keinginan baru. Semua itu sah sah saja, akan tetapi sudahkah anda anda “ngecek” atau bahasa kerenya review apa yang sudah anda lakukan dengan keuangan anda selama satu tahun terakhir ini?.

Lho, knapa harus di cek? Mungkin itu kata anda dalam hati. Mungkin saja dalam kurun waktu satu tahun terakhir telah terjadi hal-hal didalam hidup anda dan keluarga yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan anda seperti misalnya promosi, kenaikan gaji, menambah anggota keluarga (kelahiran anak baru atau ada anggota keluarga yang ikut tinggal dirumah), kehilangan anggota keluarga (kematian), menambah atau mengurangi hutang dan masih banyak lagi lainnya. Nah, kondisi perubahan ini dapat mempengaruhi perubahan dikeuangan anda dan keluarga.

Bagaimana cara mengetahuinya?. Kalau anda pernah belajar keuangan perusahaan atau akunting dikenal ada istilah rasio keuangan perusahaan, didalam ilmu Perencana Keuangan atau Ekonomi Mikro terdapat juga rasio keuangan yang lebih simpel yaitu rasio keuangan keluarga.
» baca selengkapnya

burhan-blog

Krisis adalah kutukan bagi banyak pengusaha. Tapi tidak bagi Intel. Saat banjir menghantam Bangkok, Thailand, banyak perusahaan multinasional menangis. Pabrik hard disk Intel juga sekarat direndam air bah. Mereka kelimpungan. Sampai-sampai pendapatan Intel kuartal ini terjun bebas dari US$ 14,7 miliar menjadi US$ 13,7 miliar.

Tapi krisis tidak dibiarkan oleh Intel melarutkan semua laba. Tiba-tiba terbetik ide di kalangan insinyur Intel, mengapa tak mengembangkan produk yang tak memakai hard disk? Eureka! Tiada hard disk, SSD pun bisa. SSD atau solid state drive adalah tempat penyimpanan data yang berbeda dengan hard disk. Dia tak punya cakram atau magnet. Penyimpanannya memakai cip atau seperti flash disk.

“Krisis tak pernah dibiarkan melarutkan pendapatan Intel,” begitu koran Wall Street Journal menulis. Ya, Intel pun serius mengembangkan produk berbasis SSD. SSD ini lebih mahal 10 kali ketimbang hard disk, tapi lebih irit baterai. Kebetulan krisis di Thailand itu klop dengan roadmap Intel, yang ingin membangkitkan kembali bisnis laptop. Maka, jadilah ultrabook, laptop tipis, ringan, tapi kualitasnya tak kacangan, seperti netbook.

“Kami ingin memanfaatkan situasi ini sebagai sebuah peluang,” demikian pejabat Intel berbicara dengan pede.
Pasar laptop sebelumnya memang sempat merana. Mereka dipukul oleh demam penggunaan netbook. Setelah itu, datang lagi tren menggunakan komputer tablet. Pasar laptop nyaris babak belur.

Belakangan, banyak orang yang membeli tablet sadar bahwa mereka tak bisa berbuat banyak dengan tabletnya. Mereka butuh laptop setipis tablet, tapi dengan kinerja bagus. Maka saat Apple dan Intel meluncurkan ultrabook pertama, yakni MacBook Air, orang pun berduyung-duyun membelinya.

Intel terjun ke zona bisnis yang, menurut istilah pemasaran, masih “blue ocean”, sedikit rival dan banyak peluang. Rival-rival mereka, seperti AMD atau Texas Instrument, belum melirik pasar ultrabook ini. Inilah hebatnya Intel, mengubah krisis menjadi peluang.

Kini pasar telah melihat bisnis ultrabook menggeliat. Setelah MacBook Air hadir, datang Acer S3, disusul Asus Zenbook UX31, dan Lenovo Ideapad U300S. Modal mereka tak cuma semangat atau model bisnis “me too” (ikut-ikutan). Kisaran harga ultrabook ini dari Rp 8 jutaan sampai Rp 15 jutaan. Angka itu berkali-kali lipat dibanding netbook. Segmen peminat netbook dan ultrabook ini memang berbeda, seperti bumi dan langit. Netbook kebanyakan diminati oleh mahasiswa, sedangkan ultrabook kebanyakan digunakan kalangan profesional. Jadi ultrabook tak akan mengambil pasar netbook, juga tak melahap pasar tablet.

“Permintaan akan laptop tetap tinggi,” kata Stacy J. Smith Direktur Keuangan Intel.

Acer juga menyimpan rasa optimistis yang sama. “Bisnis ini masih bersinar,” kata Chief Executive J.T. Wang. Para pejabat Acer malah percaya gabungan antara ultrabook dan kehadiran software baru, Windows 8, akan menjadi sumber uang baru.
Era laptop yang tebal, berat, dan baterai boros mungkin akan bergeser. Ya, seperti lirik lagu Adele yang terkenal, Someone Like You, “You know how the time flies. Only yesterday was the time of our lives….” Hidup sekarang sudah sangat berbeda dengan kemarin. Selamat datang ultrabook.