Enak di Blog dan Perlu

Raju Febrian

Setelah sukses menundukkan Bahrain 2-1 di laga perdana Grup D Piala Asia 2007, langkah tim nasional Indonesia sedikit tertahan karena dikalahkan Arab Saudi 1-2, Sabtu kemarin.

Yang lebih menyakitkan. Satu gol terakhir Saudi tercipta hanya satu menit menjelang pertandingan berakhir. Ya, hanya satu menit.

Insiden menyesakkan ini terjadi setelah pelanggaran yang dilakukan Ismed Sofyan pada pemain Saudi di sektor kiri pertahanan Indonesia. Setelah melakukan tendangan bebas, Saad Al Harthi mencetak gol kemenangan Suadi.

Sebelumnya, penonton di Stadion Gelora Bung Karno sudah yakin Indonesia bisa menahan Saudi. Tertinggal lebih dulu lewat gol Yeseer Al Qahtani di menit ke-12, Indonesia berjuang luar biasa dan membalas lewat Elie Aiboy di menit ke-17.

Kekalahan ini kemudian memunculkan tudingan ke arah wasit Ali Al Badwawi. Katanya sih, nggak etis, kalo wasit asal Uni Emirat Arab itu memimpin pertandingan Arab Saudi. Ya… karena sama-sama pake bahasa Arab. Gitulah!

Protes juga disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudyohono yang sempat menyaksikan pertandingan Sabtu itu. Surat protes resmi juga sudah dilayangkan PSSI kepada AFC alias Konfederasi Sepak Bola Asia.

Tapi ya sudahlah, kalah ya kalah, kita harus terima itu.

Yang kini harus dipikirkan adalah bagaimana tim Merah-Putih mempersiapkan diri menghadapi Korea Selatan di pertandingan terakhir, Rabu besok.

Ini pertandingan hidup mati, tak hanya bagi Indonesia, tapi juga Korea.

Arab Saudi di puncak klasemen Grup D dengan nilai 4, Indonesia di posisi kedua nilai 3 unggul sama dengan Bahrain namun unggul selisih gol. Korea yang kalah 1-2 dari Bahrain, Minggu kemarin, di posisi buncit dengan nilai 1.

Nah di pertandingan terakhir, Indonesia harus menghadapi Korea sementara Saudi bertemu Bahrain.

Skenarionya:
1. Jika Saudi menang, Indonesia minimal harus seri.
2. Jika Saudi imbang, Indonesia minimal imbang dengan jumlah gol yang sama.
3. Jika Saudi kalah, Indonesia harus menang.

Kita tinggal selangkah lagi untuk lolos ke perempat final. Ayo, maju terus!

Komentar [5]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

5 Komentar untuk “Step 2: Tertahan”

  1. day... | 17 July, 2007 07:41

    skenario ke 3! itu pasti!
    arab yang sudah menyesakkan dada kita, semoga kalah lawan bahrain!! biar tau rasa!!
    besok rabu, jadilah pemain ke-12 untuk Indonesia. Indonesia lawan korsel? biasa ajah! Indonesia gitu loh.. optimis..

  2. rd Limosin | 18 July, 2007 15:19

    berharap lawan KorSel bisa menang

  3. wahjoe | 18 July, 2007 17:16

    Step 3.
    Maaf yaa, Indonesia kalah lebih dari 2 Gol. sejarah mencatat Indonesia seimbang jika lawan negara2 Arab, tetapi akan kesulitan jika lawan setipe dengan Korsel, China, Jepang, Thailand & Vietnam. Jadi sedih juga Indonesia tersisih lebih 2 gol lagi.

  4. Pablo | 19 July, 2007 17:00

    Bagaimanapun Indonesia harus bangga pemainnya dapat bermain dengan semangat tinggi. Walaupun di atas kertas kalah, namun semangat para pemain harus diacungi jempol. Secara teknis timnas kali ini lebih baik dari sebelumnya. Lawan sekaliber Korsel jelas belum tandingan kita. Lihat Thailand dan Vietnam yang main sangat rapi dan bagus. Kita masih harus belajar dari kekalahan. Tapi tetap harus didukung. Bravo Sepakbola Indonesia.

  5. OLAHRAGA - Indonesia Kalah di Laga Perdana - Berita Top Indonesia | 7 November, 2009 21:19

    [...] ini diwarnai pengusiran pelatih SingapuraEntri terkait Indonesia Kalah di Laga Perdana: blog.tempointeraktif.com:Step 2: Tertahan : Blog Tempo InteraktifSetelah sukses menundukkan Bahrain 2-1 di laga perdana Grup [...]

Silakan berkomentar, kawan!