<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Selamat Jalan, Pak Koes</title>
	<atom:link href="http://blog.tempointeraktif.com/obituari/selamat-jalan-pak-koes/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tempointeraktif.com/obituari/selamat-jalan-pak-koes/</link>
	<description>Enak di Blog dan Perlu</description>
	<pubDate>Wed, 16 May 2012 23:46:10 +0000</pubDate>
	
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: bimo</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/obituari/selamat-jalan-pak-koes/comment-page-1/#comment-37299</link>
		<dc:creator>bimo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 07:23:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=78#comment-37299</guid>
		<description>aku ra ngerti sopo kuwi pak koes dab...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku ra ngerti sopo kuwi pak koes dab&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sol_Cup</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/obituari/selamat-jalan-pak-koes/comment-page-1/#comment-695</link>
		<dc:creator>Sol_Cup</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2007 10:15:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=78#comment-695</guid>
		<description>Selamat Jalan Pak Koes.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Jalan Pak Koes.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ndahmaldiniwati</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/obituari/selamat-jalan-pak-koes/comment-page-1/#comment-591</link>
		<dc:creator>ndahmaldiniwati</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2007 18:27:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=78#comment-591</guid>
		<description>pada akhir film "the last samurai" ada percakapan yang saya suka dari tom cruise&#38;kaisar jepang. 
Sang kaisar bertanya: "bagaimana katsumoto meninggal?"
Dan Tom Menjawab: "saya akan menceritakan bagaimana dia hidup"
Semoga beliau beristirahat dengan tenang bersama doa dan cinta dari yang ditinggalkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pada akhir film &#8220;the last samurai&#8221; ada percakapan yang saya suka dari tom cruise&amp;kaisar jepang.<br />
Sang kaisar bertanya: &#8220;bagaimana katsumoto meninggal?&#8221;<br />
Dan Tom Menjawab: &#8220;saya akan menceritakan bagaimana dia hidup&#8221;<br />
Semoga beliau beristirahat dengan tenang bersama doa dan cinta dari yang ditinggalkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hanny</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/obituari/selamat-jalan-pak-koes/comment-page-1/#comment-590</link>
		<dc:creator>hanny</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2007 17:00:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=78#comment-590</guid>
		<description>Saya pikir kita memang harus terus bertanya,"Seperti apa orang akan mengenang kita ketika kita meninggal dunia nanti?" dan "Jika kita mati, kata-kata apa yang akan terpatri di batu nisan kita?". Dengan demikian insya allah kita akan dapat menjalani hidup dengan lebih baik. Amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pikir kita memang harus terus bertanya,&#8221;Seperti apa orang akan mengenang kita ketika kita meninggal dunia nanti?&#8221; dan &#8220;Jika kita mati, kata-kata apa yang akan terpatri di batu nisan kita?&#8221;. Dengan demikian insya allah kita akan dapat menjalani hidup dengan lebih baik. Amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: roy ambar irawan</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/obituari/selamat-jalan-pak-koes/comment-page-1/#comment-576</link>
		<dc:creator>roy ambar irawan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2007 22:54:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=78#comment-576</guid>
		<description>memang... bencana tidak bisa kita duga.. mungkin sekarang kita sedang diuji oleh-Nya. Tapi bukankah ujian adalah bentuk kasih sayang-Nya kepada kita. Saya sempat menyaksikan terbakarnya pesawat garuda itu. Jogja adalah tempat kelahiranku... disini aku dibesarkan dan disini pula aku merasakan gempa... angin puting beliung dan pesawat terbakar... Alloh.. lindungi kami... ampuni kami...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang&#8230; bencana tidak bisa kita duga.. mungkin sekarang kita sedang diuji oleh-Nya. Tapi bukankah ujian adalah bentuk kasih sayang-Nya kepada kita. Saya sempat menyaksikan terbakarnya pesawat garuda itu. Jogja adalah tempat kelahiranku&#8230; disini aku dibesarkan dan disini pula aku merasakan gempa&#8230; angin puting beliung dan pesawat terbakar&#8230; Alloh.. lindungi kami&#8230; ampuni kami&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Darma Kusuma</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/obituari/selamat-jalan-pak-koes/comment-page-1/#comment-574</link>
		<dc:creator>Darma Kusuma</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2007 19:51:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=78#comment-574</guid>
		<description>Kepada Redaksi terimakasih atas dimuatnya komentar ini.

Mks, Mar 2007

Darma</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Redaksi terimakasih atas dimuatnya komentar ini.</p>
<p>Mks, Mar 2007</p>
<p>Darma</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Darma Kusuma</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/obituari/selamat-jalan-pak-koes/comment-page-1/#comment-573</link>
		<dc:creator>Darma Kusuma</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2007 19:47:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=78#comment-573</guid>
		<description>Jadikan Kami Bangsa Pria Pemberani seperti Pak Koes!

Innalillahi wa innailaihi rajiun almarhum Koesnadi Hardjasoemantri. 
Esa Hilang Dua Terbilang Patah Tumbuh Hilang Berganti, kata semboyan Divisi Siliwangi. 
Telah gugur salah satu tokoh begawan ilmuwan cendekiawan yang begitu memahami arti pentingnya pengamalan ilmu dalam kesehariannya. Pak Koes adalah pemberani dalam aktivitas dan bidangnya, sungguh kita sangat kehilangan beliau dalam sebuah kecelakaan yang notabene masih "banyak pertanyaan" yang bisa diajukan dan diselidiki itu.
Memang kematian dan Kehidupan, Kebahagiaan dan Kesedihan adalah pasangan serta fenomena alam yang senantiasa akan dihadapi insan di alam dunia. Musibah adalah bagian dari hukum alam dalam ungkapan sebuah takdir, yang juga sebagai  peringatan dari sang Maha Pencipta terhadap bangsa-bangsa di muka bumi.
Adakah bangsa-bangsa tersebut pandai serta mampu mengambil hikmah dari setiap kejadian yang sedang dihadapinya. Mampukah bangsa-bangsa ini akan lebih baik serta berikhtiar untuk bertahan terhadap fenomena alam atau malah lebih pandir serta mengatakan "ah itu sudah terjadi, biarlah terjadi.
Lepas dari faktor alam, faktor x serta sederet alasan akan penyebab sebuah kecelakaan, maka faktor manusia merupakan salah satu faktor penentu. Khususnya dalam moda transportasi, peran manusia sebagai operator dari sebuah mesin menjadi vital adanya.
Regulasi, kedisiplinan, ketaatan pada peraturan serta pengawasan yang melindungi kepentingan publik adalah menjadi tugas Presiden dan Wakil Presiden RI beserta kabinetnya di era reformasi ini untuk memperbaikinya.  
Secara faktual dalam kehidupan sehari-hari, moda transportasi darat contohnya (angkutan kota, metromini, bis dsb) mempertontonkan sebuah ketidakmampuan penyelenggara negara ini dalam melindungi kepentingan publik. Jalan raya dan angkutan umum telah menjadi ajang ugal-ugalan dari sebagian kelompok pemilik angkutan umum, sopir serta preman yang begitu menguasai sarana vital keseharian warga bangsa ini. Aparat kepolisian, Dephub serta dinas terkait dipencundangi, keok serta tak berdaya dalam melindungi masyarakat pengguna angkutan umum ini.
Apalagi faktor kenyamanan serta keamanan penumpang masih jauh bumi dari langit. Beking serta perlindungan atas nama uang bagi kelompok operator angkutan umum yang jahat ini seakan menistakan sarana angkutan umum yang manusiawi, sopan serta beradab.
Angkutan rombeng yang tidak layak jalan, perilaku sebagian supir dan kondektur yang tidak sopan saat membawa penumpang adalah kebiasaan yang dianggap lumrah. Menutup mata terhadap kenyataan sehari-hari ini adalah sama dengan membiarkan pembusukan di dalam NKRI ini.
Mau tidak mau, Presiden dan Wapres RI saat ini harus bertindak selaku Prabu Rama dan Laksamana dalam mewujudkan Indonesia yang bermartabat, khususnya di bidang transportasi. Barangkali ada tepatnya, bila digambarkan saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi bala tentara Rahwana (Rah=darah, wana=hutan) yang mengharu biru negeri ini. Sebelum bala Rahwana ini semakin menguasai hajat hidup orang banyak, jadikan kami bangsa Pria Pemberani seperti Pak Koes!(Dk-07)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadikan Kami Bangsa Pria Pemberani seperti Pak Koes!</p>
<p>Innalillahi wa innailaihi rajiun almarhum Koesnadi Hardjasoemantri.<br />
Esa Hilang Dua Terbilang Patah Tumbuh Hilang Berganti, kata semboyan Divisi Siliwangi.<br />
Telah gugur salah satu tokoh begawan ilmuwan cendekiawan yang begitu memahami arti pentingnya pengamalan ilmu dalam kesehariannya. Pak Koes adalah pemberani dalam aktivitas dan bidangnya, sungguh kita sangat kehilangan beliau dalam sebuah kecelakaan yang notabene masih &#8220;banyak pertanyaan&#8221; yang bisa diajukan dan diselidiki itu.<br />
Memang kematian dan Kehidupan, Kebahagiaan dan Kesedihan adalah pasangan serta fenomena alam yang senantiasa akan dihadapi insan di alam dunia. Musibah adalah bagian dari hukum alam dalam ungkapan sebuah takdir, yang juga sebagai  peringatan dari sang Maha Pencipta terhadap bangsa-bangsa di muka bumi.<br />
Adakah bangsa-bangsa tersebut pandai serta mampu mengambil hikmah dari setiap kejadian yang sedang dihadapinya. Mampukah bangsa-bangsa ini akan lebih baik serta berikhtiar untuk bertahan terhadap fenomena alam atau malah lebih pandir serta mengatakan &#8220;ah itu sudah terjadi, biarlah terjadi.<br />
Lepas dari faktor alam, faktor x serta sederet alasan akan penyebab sebuah kecelakaan, maka faktor manusia merupakan salah satu faktor penentu. Khususnya dalam moda transportasi, peran manusia sebagai operator dari sebuah mesin menjadi vital adanya.<br />
Regulasi, kedisiplinan, ketaatan pada peraturan serta pengawasan yang melindungi kepentingan publik adalah menjadi tugas Presiden dan Wakil Presiden RI beserta kabinetnya di era reformasi ini untuk memperbaikinya.<br />
Secara faktual dalam kehidupan sehari-hari, moda transportasi darat contohnya (angkutan kota, metromini, bis dsb) mempertontonkan sebuah ketidakmampuan penyelenggara negara ini dalam melindungi kepentingan publik. Jalan raya dan angkutan umum telah menjadi ajang ugal-ugalan dari sebagian kelompok pemilik angkutan umum, sopir serta preman yang begitu menguasai sarana vital keseharian warga bangsa ini. Aparat kepolisian, Dephub serta dinas terkait dipencundangi, keok serta tak berdaya dalam melindungi masyarakat pengguna angkutan umum ini.<br />
Apalagi faktor kenyamanan serta keamanan penumpang masih jauh bumi dari langit. Beking serta perlindungan atas nama uang bagi kelompok operator angkutan umum yang jahat ini seakan menistakan sarana angkutan umum yang manusiawi, sopan serta beradab.<br />
Angkutan rombeng yang tidak layak jalan, perilaku sebagian supir dan kondektur yang tidak sopan saat membawa penumpang adalah kebiasaan yang dianggap lumrah. Menutup mata terhadap kenyataan sehari-hari ini adalah sama dengan membiarkan pembusukan di dalam NKRI ini.<br />
Mau tidak mau, Presiden dan Wapres RI saat ini harus bertindak selaku Prabu Rama dan Laksamana dalam mewujudkan Indonesia yang bermartabat, khususnya di bidang transportasi. Barangkali ada tepatnya, bila digambarkan saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi bala tentara Rahwana (Rah=darah, wana=hutan) yang mengharu biru negeri ini. Sebelum bala Rahwana ini semakin menguasai hajat hidup orang banyak, jadikan kami bangsa Pria Pemberani seperti Pak Koes!(Dk-07)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

