Enak di Blog dan Perlu

Wicaksono

Free Image Hosting at allyoucanupload.comMantan calon presiden Amien Rais terus terang mengaku menerima uang Rp 400 juta dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri.

Dana itu, kata Amien, dipakai untuk membayar iklan televisi pada masa kampanye 2004.

Namun, penerima dana itu rupanya bukan hanya Amien Rais saja. Dokumen Departemen Kelautan yang pernah diterima Tempo serta berkas perkara Komisi Pemberantasan Korupsi mencatat sejumlah nama terhormat sebagai penerima dana yang sama.

Siapa saja mereka? Ada bekas presiden, menteri, tim sukses kampanye presiden, para pejabat eselon tinggi, anggota DPR. Namun, sebagian besar penerima menyangkal atau “lupa” menerima dana itu.

Karena itu, Amien meminta para calon presiden lain dalam pemilihan 2004 membuka secara jujur asal dana kampanye mereka dan menghentikan kemunafikan.

Portal karya Imam Yunni hari ini maunya juga menyindir mereka yang menerima dana itu, tapi pura-pura atau sengaja tak mengakui.

Ah, kemunafikan mungkin memang senjata paling ampuh di Republik ini. Bagaimana menurut Anda?

Komentar [30]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

30 Komentar untuk “Portal Pengakuan Amien Rais”

  1. budi santoso | 20 May, 2007 19:34

    mas Wicak, mana ada pemberian dibawah meja setelah ramai dibicarakan orang terus ada yang ngaku? selalu kalau diurus secara hukum mentok pada bukti tertulis, itulah kita ini kalo dulu namanya TST (tahu sama tahu) sekarang istilahnya macam2 tapi muaranya ya UUD (ujung2nya duwit). buat saya selama manusia indonesia (termasuk saya hehehehehe) masih bermata hijau kalo liat duwit, jujur ada pada deretan ke …..? dan munafik (meski dilaknak Allah) bukan apa2 selama telapak tangan gatal kalo mikir duwit hehehehehe.
    Merdeka!!!

  2. Wicaksono | 20 May, 2007 19:42

    merdeka juga, bud … :D

  3. BH | 21 May, 2007 10:12

    Mas Budi n mas Wicak…,

    Ternyata anda masih lebih mulia dan disayang Allah dibandingkan dengan para menteri, bekas presiden, pejabat dan calon presiden yg menerima (aliran dana DKP) lho..
    Buktinya.., karena anda merasa masih mata duitan (maaf..), sementara anda tahu bahwa hal itu salah (menurut undang – undang pemilu) dan dilaknati Allah, anda pilih tidak menerima dan tidak mencalonkan diri sebagai presiden.. Sementara mereka.., sudah tau salah dan akan dilaknati Allah.., tapi masih nekat menerima (aliran dana) dan mencalonkan diri jd presiden, he..he..he..

    Yg penting khan kesadaran, bahwa kalau merasa belum bisa bersih, ya jangan ngotot jd imam atau pemimpin..!

    Kalau saya si mau uangnya aja lah kalau boleh, lagi pusing buat masukan anak kuliah niii…hh.. Pakai tanda tangan kwitansi atau tanda terima jg mau koq..!

    Salam…

  4. Ook Nugroho | 21 May, 2007 15:34

    Dengan manuvernya kali ini, Amin ‘Raiso’–begitu saya lebih suka menyebut beliau–kembali membuktikan kelihaiannya “mencuri di tikungan”.

    Dia memanfaatkan posisinya yang “nothing to lose” untuk melempar bola panas yang mungkin saja bisa disulapnya menjadi bola liar sekalian.

    Coba kita lihat siapa kali ini yang bakal paling kebakaran kumis ya …

  5. fis ihsani | 21 May, 2007 19:14

    Saya sebagai kaum bawahan hanya bisa berkata, “Salute for Pak Amin”

  6. Cak Noval | 21 May, 2007 21:44

    Mas Ook,
    Lalu sikap Amien Raiso mestinya bagaimana? Ikut2an nggak ngaku meskipun faktanya ngaku? Ah, yang mboten-mboten mawon anda ini. Masak nyuruh orang untuk bersikap tidak jujur.

  7. OBM | 22 May, 2007 17:07

    salut for amin rais….

    udah jarang orang jujur,,,

  8. robert chang | 22 May, 2007 17:17

    Apapun alasan Amin Rais dalam menyatakan di muka publik, kita patut dukung pernyataannya. Sebab bila hal ini terus didiami tentu akan sangat merugikan bagi semua komponen bangsa. Karena lama kelamaan gosip-gosip miring dan cacian serta berbagai perkataan tak layak didengar telingga akan muncul dimedia. Apalagi bagi pihak yang selama ini menerima dana tersebut, tentu tidak akan mau diungkap bahwa mereka menerima hal yang tidak pantas serta layak bila terbukti ada ketidak benaran sesuai dengan tuduhan yang ditudingkan kepada pemegang dana non budgeter tersebut sehingga dia menjadi tersangka. Oleh karena itu sebaik semua pihak yang benar menerima dana tersebut mengaku saja, supaya proses hukum yang terjadi lebih mudah diselesaikan. Sehingga politik bangsa ini menjadi sehat dan energi tak terbuang secara percuma hanya dari prilaku tak jujur yang telah menduduki posisi,yang sampai saat ini terus saja menyengsarakan rakyatnya sendiri. Telah banyak sekali penderitaan rakyat jangan anda tambah lagi dengan kebohongan dan pembodohan. Jangan tunggu sampai rakyat benar-benar marah,ini tidak baik bagi jalannya demokrasi suatu negara yang besar dari segala hal. Kalau ini terjadi para birokrat yang menjabat sekarang dari bawah sampai keatas plus para partai politik harus membayar mahal akibatnya. Ini suatu kerugian besar bila ini terjadi,lebih baik dari sekarang tobat dan terima saja bila anda memang bersalah. Sudah banyak sekali ketidak beraturan yang menyulitkan generasi bangsa akibat ulah anda-anda sekalian. Akibat pembodohan dan pembohongan yang ada lakukan akibat kehidupan bernegara tidak lagi layak sebagaimana seharusnya warga negara hidup dengan adanya negara.

  9. Eddy Yunanto | 24 May, 2007 11:25

    gimana ya…
    ada pertanyaan. Waktu Mas Amin terima tuh duit, sadar gak kalau tuh salah ? Capres kan gak boleh terima dari Pejabat Negara?. Tapi wong yah udah terlanjur, yah udah, kita jadikan aja itu pelajaran. Biar kita tambah pinter.
    Bang Wicak, tanya nih….
    aturan dana nonbujeter atau dana taktis atau apalah, itu boleh ada atau tidak nih..

  10. ali mustofa | 24 May, 2007 13:36

    Pertama, tidak ada yang meragukan kadar kesalehan dan ketaatan Amien Rais terhadap agamanya. Sejak kecil ia dididik oleh orang tuanya untuk tekun beribadah. Ia rajin sholat tahajud dan puasa Nabi Daud tanpa henti. Amien bukan sekadar menjalankan kewajiban agamanya tapi juga mendakwahkannya kepada masyarakat luas. Syekh Maliki dari Mekah menyebut Amien sebagai rojulun solihun atau seorang yang sholeh. Dari aspek ini sulit membandingkan Amien dengan Capres lainnya.
    Kedua, kebersihan moralnya. Sepanjang kariernya baik di dunia kampus maupun organisasi politik, Amien bersih dari perilaku korup dan tindakan amoral. Sesuatu yang sulit di dapatkan dari umumnya pejabat saat ini. Kebiasaan pejabat di Indonesia adalah lekat dengan tindakan amoral dan korup. Amien dikenal sebagai sosok yang jujur dan bersih. Kehidupan Amien yang sederhana, jauh dari kemewahan telah ditunjukkannya dengan kekayaannya yang jauh lebih “miskin” dibandingkan dengan Capres lainnya.
    Ketiga, punya keberanian. Memberantas KKN dan menegakkan supremasi hukum di negeri yang sudah “ dikangkangi” para mafia ini, tidak cukup hanya punya modal jujur dan bersih. Diperlukan syarat lain yakni keberanian dan nyali. Tanpa keberanian dan nyali, sebersih dan sejujur apapun seseorang , niscaya ia tidak bisa berbuat banyak. Keberanian dan nyali besar diperlukan karena yang akan dihadapi adalah persekongkolan elite politik, militer, pengusaha hitam dan kelompok-kelompok mafia. Justru karena watak Amien yang pemberani, teguh pendirian dan anti suap itu yang membuat mafia KKN, baik konglomerat hitam, bandar judi, birokrat korup dan politisi busuk ketar-ketir. Mereka terus-menerus berusaha menjegal langkah Amien. Keberanian Amien telah di tunjukkan manakala ia menentang penguasa otoriter Soeharto pada tahun 1997 bersama-sama dengan mahasiswa.
    Keempat, keterkaitan dengan rezim Orde Baru. Amien adalah satu-satunya Capres yang tidak terkait dengan dosa rezim Orba. Bahkan sebaliknya ia adalah orang yang paling lantang mengkritisi kebijakan rezim Orba. Masyarakat tentu masih ingat ketika banyak tokoh, berusaha menjilat Soeharto, Amien justru berteriak lantang memintanya untuk mundur.Amien berani menanggung resiko ditangkap, ditembak bahkan di ancam untuk dibunuh. Sementara para Capres lainnya waktu itu justru duduk di kursi empuk kekuasaan. Wiranto menjabat sebagai Kasdam Jaya, lalu naik menjadi Pengdam Jaya, Pangkostrad, KSAD kemudian Panglima TNI. Sebelumnya sempat dua kali menjadi ajudan Soeharto. SBY menjabat sebagai Kasdam Jaya, Pangdam Sriwijaya lalu Assospol Kasospol ABRI. Ia sempat menjabat sebagai juru bicara fraksi ABRI di MPR. Sebagaimana diketahui, SU MPR waktu itu dengan suara bulat mengangkat Soeharto untuk yang ke-7 kalinya. Megawati dan Hamzah Haz menjadi anggota DPR di zaman Soeharto tanpa terdengar suaranya.
    Kelima, sumbangan terhadap reformasi, demokratisasi dan kebebasan yang dirasakan saat ini adalah buah dari reformasi dimana Amien Rais adalah sebagai lokomotifnya. Tidaklah berlebihan kalau ia digelari sebagai Bapak Reformasi. Sebagai Bapak reformasi, ia bertanggungjawab meluruskan kembali arah reformasi yang sudah mulai disimpangkan dan diselewengkan. Justru semestinya kita bertanya kepada sejumlah Capres lain yang andilnya terhadap reformasi tidak terlihat. Wajarkah seseorang menikmati buah yang tidak pernah di tanamnya ?
    Keenam, prestasi dan kinerjanya. Selama menjadi Ketua MPR berhasil mengamandemen UUD 1945 secara komprehensif dan sistematis. Salah satu yang paling mendasar adalah pemilihan Presiden dan Wapres secara langsung yang kita nikmati saat ini. Sebagai Ketua MPR sesungguhnya ia punya peluang “dagang sapi” menentukan siapa Presiden mendatang. Tapi hal itu tidak dilakukannya.
    Ketujuh, kecintaanya terhadap keutuhan NKRI. Amien sangat kritis terhadap Soeharto tapi pantang baginya menjelek-jelekkan bangsanya sendiri di luar negeri. Ia bersuara keras terhadap kasus Busang,BLBI, BNI-1946 dan penjualan asset-aset negara ke pihak asing dengan harga murah. Semua itu merupakan wujud kecintaan Amien terhadap negeri ini.
    Kedelapan, toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Amien dikenal sebagai sosok yang toleran dan sangat menghargai perbedaan pendapat.
    Kesembilan, kecerdasan dan ketajaman visinya tidak diragukan lagi. Amien sudah biasa mengasah otak dengan mendatangi debat-debat, seminar, dan forum-forum ilmiah. Syarat pemimpin adalah memiliki kecerdasan dan visioner.
    Kesepuluh, pengalaman, kematangan dan kebijaksanaanya dalam memimpin dan menghadapi situasi sulit sudah terbukti dan

  11. Sri | 24 May, 2007 14:17

    Monggo..,yang lain berani jujur n ngaku ngga…..
    Berani ngga Rakyat sudah tahu lho….??

    Maju Mr.Amin…

  12. doni | 26 May, 2007 10:49

    Branikah penegak hukum menjadikan Amien dll sebagai saksi utk mengusut tuntas aliran dana “haram” 2004 dan setelahnya?? Panwas,KPU,PPATK & KPK sedang ngapain ya??? Berita kejanggalan kerjasama(Dephan misalnya), maupun bantuan luar negeri keberbagai bidang sepertinya baik baik saja. Tidak pernah terdengar.
    Mudah-mudahan memang tidak ada kejanggalan…
    Aliran dana “Bulog” dari Vietnam tidak termasuk modusnya. Hanya sekedar kado bagi “penguasa”…
    Adalagi…????

  13. ikhwans | 27 May, 2007 10:51

    SALUT for AMIN
    dengan Communication is Powernya pak amin telah membuktikan klo belau telah menjadi politikus yg bukan kelasnya para rivalnya

  14. PatyCashy | 27 May, 2007 22:43

    Mungkin akan lebih baik kalau Pak Amin diam sekarang dan dia bicara soal ini saat akan ada Pilihan Presiden lagi 2009.

  15. hari | 28 May, 2007 11:08

    wong jujur aja kok sulit!… emang sulit jadi orang jujur di negeri bernama Indonesia, kalau jujur malah dituduh tukang fitnah, yang tidak jujur dianggap paling solih, ah monggolah, sing penting pak Amien, saya minta anda Istiqomah, wong cepu bersamamu…..

  16. herman | 28 May, 2007 19:19

    hidup ini penuh perjuangan dukung saya untuk jadi presiden aja. SERBA NGAWUR!!!!! PARTAI MENUHANKAN UANG NGAWUR !!! PEMERINTAH KEASIKAN BERPOLUTUK NGAWUR!!!RAKYAT KECIK KESUSAHAN PENGUASA NGAWUR.

  17. Piet Mambang | 29 May, 2007 11:53

    Akhirnya semua basi!
    Ternyata SBY belajar dari mertuanya menaklukkan Halim dalam waktu 12 menit tanpa membuang sebutir peluru pun.

  18. BH | 29 May, 2007 15:56

    Ane bilang juga ape..?
    Amin, SBY dan politikus lainnya sama saja, alias setali tiga uang.

    Kalau masih belum bisa bersih, jangan ngotot jadi imam atau pemimpin.., alias yang ngotot jadi imam atau pemimpin, pasti orang yang belum bersih, he..he..

    Amin.., Amin..
    Dereng Rampung kok Sampun Medal tho mas..?

    Wassalaam..

  19. alfitriunand | 30 May, 2007 12:33

    Mbok ya jangan emosi melihat Amien-SBY damai. Kalau political boxing-nya keterusan kasihan rakyat kecil, yang penting proses hukum dana DKP dan dana haram pilpres jalan terus. OK?!

  20. dongdong | 31 May, 2007 04:17

    zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
    damai apa takut penjara
    kalo bener2 jiwa reformis, katakan dengan jujur, berdamai dengan landasan untuk penghindari penjara sama saja dengan pengikut mbah harto, lari dari tanggung jawab.
    ato jangan - jangan amin cuma cari popularitas, biar kayak yusril ……. ( satu - satu pejabat pemerintahan yang masuk entertaiment/biarpun sekarang dah mantan pejabat)

  21. Mr.Nunusaku | 24 January, 2008 16:46

    Dunia kemunafikan tetap berjalan dalam dunia politik Indonesia, Budaya dilahirkan dari keturunan elite sampai kegerasi penerus:

    KEKUASAAN …PERMAINAN WANG BUDAYA INDONESIA

    MENUJU KEHANCURAN GENERASI PENERUS.

  22. MR.Neoan | 12 March, 2009 03:35

    Sampai sekarang tidak ada pengusutan, memang yang berwenang banci atau pengecut, mestinya kalau diam begini harus ada penjelasan dari pemerintah. pada nggak ada yang bisa dipercaya, tapi MR Amin R tetap is the best…..majulah negaraku…tapi harus ganti mr. pres. dan di ganti mr. AminR

  23. suwarso | 13 April, 2009 15:04

    Permisi mas………..
    Aku alumni STM MIGAS lulus th 1976.
    Saya inget punya teman namanya
    BUDI SANTOSO. Apakah mas BUDI SANTOSO yang ini ya? Tolong mas ya
    infonya. Suwun ya…..

  24. YANCHE | 27 April, 2009 21:04

    amin adalah koruptor!
    muncul kanca perpolitikan Indonesia dengan memanfaatkan gerakan mahasiswa 98, pemanfaat celah kesempatan. Amin is Mr. malam dan Mr. siang. siang berbicara pedas dengan mulut dan malam tangan-nya menadah. Amin tidak bisa dipercaya!

  25. Mr.Nunusaku | 31 July, 2009 12:54

    Saya Nunusaku,mohon maaf yang sebesar2nya kepada seluruh umat Islam Diseluruh Dunia.
    Sebenarnya saya gembar gembor,menjelekkan Agama Islam Cuma pendapat sisi buruk & laknatnya saya.sungguh saya bersumpah,sebenarnya saya sangat mengagumi Islam,juga sangat meyakini kebenaran Agama Islam.
    Saya percaya seyakin2nya,Nabi Muhammad SAW,Adalah Manusia terbaik didunia,dan Agama Islam Adalah agama Yang saya yakini sampai saat ini.walau saya pake embel2 agama lain saat ini.
    Abaikan semua Perkataan buruk saya mengenai Agama Islam,karena saya yakin Islam Adalah Agama terbaik.
    Saya manusia yang bejad,laknat,semoga Allah SWT memberikan ampunannya pada Hamba.serta memberikan kekekalan Ayat2 Suci Al-Quran,serta Agama Islam Yang baik & kebenaran yang Hakiki.
    Hati Nurani Umat muslim,yang sebenarnya sangat meyakini Kebenaran ISLAM.
    Ini saya buat dengan sungguh2,bila suatu saat saya menyombongkan diri lagi & menghina Agama Islam jangan dipercaya & terkutuklah saya,karena kami yang menghina Agama Islam hanyalah Orang2 kafir yang iri atas kebesaran & kekuatan Agama ISLAM yang sangat kekal.
    Bila saya membuat tulisan/komentar lagi yang MENYANGKAL,tulisan komentar saya ini ABAIKAN itu hanya Provokasi Semata.
    Ingat saya hanya membuat suasana seru aja,biar banyak yang komentar.
    Tetapi Sejatinya Saya Sangat meyakini & mengagumi Agama ISLAM.
    ABAIKAN KOMENTAR SAYA YANG LAIN…
    ini yang sebenar2nya,dari hati nurani saya..
    Salam.

  26. Suwarso | 20 September, 2009 00:54

    Maaf ya.
    Mau nanya nih.
    Mas Budi Santoso, apakah anda dulu
    tinggal di Balun Stasiun?
    Jika benar, mungkin kita dulu pernah sama sama suka ngluyur berburu. Saya alumni STM Migas (jurusan Listrik)Cepu TH 1976.

  27. Lucky | 11 December, 2009 15:39

    kalo tidak jadi kasus..apa mau ngaku ya???????

  28. herbas | 30 November, 2011 06:31

    orang anti amin rais :
    1. orang2 orde baru
    2. pendukung mega karena tersingkir jadi presiden di awal reformasi walaupun akhirnya didukung lagi sehingga sempat jadi presiden.

  29. andi tenrie | 30 November, 2011 14:33

    Jangan kita cuma menghina Bapak AR dll, tapi bagaimana dengan Bapak Soeharto yang telah mengkayakan anak-mantu, cucu, kroni serta partai GOLKARnya, malah ex mantu yang juga raja diraja zamannya, doi pengen mempresidenkan dirinya, kaya dan galak dan tukang jagal, hayyyo!!??????????? Kenyataan…..

  30. Butik Online | 18 May, 2013 10:39

    Saya pribadi sudah ngefans sama pak Amien sejak zaman reformasi..Bravo Pak Amin…

Silakan berkomentar, kawan!