<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Lemon, Prita, dan Penjara</title>
	<atom:link href="http://blog.tempointeraktif.com/nasional/lemon-dan-penjara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tempointeraktif.com/nasional/lemon-dan-penjara/</link>
	<description>Enak di Blog dan Perlu</description>
	<pubDate>Wed, 16 May 2012 23:40:14 +0000</pubDate>
	
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: marjadi</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/nasional/lemon-dan-penjara/comment-page-2/#comment-79795</link>
		<dc:creator>marjadi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jun 2010 16:18:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=625#comment-79795</guid>
		<description>kami yang wni tinggal di pontianak dan kalimantan barat lebih senang berobat ke kuching - malaysia ( rs normah ). dibandig pelayanan kesehatan di rs dalam negeri yang selain mahal,hak hak pasien tidak dihormati, dan tidak ada jaminan bebas dari mal praktek.
kapan kita bisa meningkatkan kualitas pelaaayanan kesehatan kayak mereka</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kami yang wni tinggal di pontianak dan kalimantan barat lebih senang berobat ke kuching - malaysia ( rs normah ). dibandig pelayanan kesehatan di rs dalam negeri yang selain mahal,hak hak pasien tidak dihormati, dan tidak ada jaminan bebas dari mal praktek.<br />
kapan kita bisa meningkatkan kualitas pelaaayanan kesehatan kayak mereka</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Maya</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/nasional/lemon-dan-penjara/comment-page-2/#comment-79646</link>
		<dc:creator>Maya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 07:58:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=625#comment-79646</guid>
		<description>Aku tertarik soal siapa yang cocok jadi ketua KPK. Tapi aku ingin tahu lebih dulu kenapa Antasari dipenjara? Ini soal krusial. Apa betul dia bersalah? Kita semua ragu. Siapa yang tahu sebenarnya yang terjadi pada Antasasi. Yang tahu sebaiknya cerita atau komen di sini. Kamu nggak usah takut. Kamu bisa pakai nama samaran, bloon. 

Setelah Antasari dipenjara, para koruptor berpesta lagi. Lalu siapa pengganti sehebat Antasari terbukti tidak ada setelah penggantinya pun mundur. Lalu kira-kira siapa calon ketua KPK mendatang ini? Kalau hanya usia muda banyak, tapi apa ada yang seberani atau sehebat Antasari? Apakah bang Todung Mulya Lubis, atau bang Adnan Buyung Nasution mampu? 

Rasa-rasanya, pemerintah (Presiden dan DPR) sebenarnya mampu pilih atau mengajukan ketua KPK yang sehebat Antasari atau lebih hebat lagi agar korupsi terberantas maksimal dan koruptor-koruptor kakap benar-benar dipenjara biar kapok. Persoalannya mau nggak. Dan apa pemerintah ada niat sungguh-sungguh menempatkan orang seperti itu, seberani dari Antasari. Kayaknya nggak ada. Kayaknya negeri ini ful sandiwara belaka. Jangan-jangan dipenjaranya Antasari karena permainan koruptor2 sendiri lalu dibiarkan pemerintah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku tertarik soal siapa yang cocok jadi ketua KPK. Tapi aku ingin tahu lebih dulu kenapa Antasari dipenjara? Ini soal krusial. Apa betul dia bersalah? Kita semua ragu. Siapa yang tahu sebenarnya yang terjadi pada Antasasi. Yang tahu sebaiknya cerita atau komen di sini. Kamu nggak usah takut. Kamu bisa pakai nama samaran, bloon. </p>
<p>Setelah Antasari dipenjara, para koruptor berpesta lagi. Lalu siapa pengganti sehebat Antasari terbukti tidak ada setelah penggantinya pun mundur. Lalu kira-kira siapa calon ketua KPK mendatang ini? Kalau hanya usia muda banyak, tapi apa ada yang seberani atau sehebat Antasari? Apakah bang Todung Mulya Lubis, atau bang Adnan Buyung Nasution mampu? </p>
<p>Rasa-rasanya, pemerintah (Presiden dan DPR) sebenarnya mampu pilih atau mengajukan ketua KPK yang sehebat Antasari atau lebih hebat lagi agar korupsi terberantas maksimal dan koruptor-koruptor kakap benar-benar dipenjara biar kapok. Persoalannya mau nggak. Dan apa pemerintah ada niat sungguh-sungguh menempatkan orang seperti itu, seberani dari Antasari. Kayaknya nggak ada. Kayaknya negeri ini ful sandiwara belaka. Jangan-jangan dipenjaranya Antasari karena permainan koruptor2 sendiri lalu dibiarkan pemerintah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Burhan</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/nasional/lemon-dan-penjara/comment-page-2/#comment-47901</link>
		<dc:creator>Burhan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 10:40:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=625#comment-47901</guid>
		<description>Benar, aku dukung, yuk kita dukung siapapun yang berani demi rakyat. Kalau Bambang Susetyo benar maju terus, jangan dibuka semua sekarang, nanti penjahat-penjahat itu ada jalan berkelit. harus cerdas, pak Bambang. KPK dan pak Mahmud MD dari MK harus membantu yang benar, jangan hanya membela SBY dong? Memang betul ini bukan masalah perebutan jabatan empuk itu, kalaupun ya sah saja, poinnya ialah siapapun yang melangar hukum, terlepas mereka anggota kabinet atau bukan, harus digantung kalau merugikan uang negara!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar, aku dukung, yuk kita dukung siapapun yang berani demi rakyat. Kalau Bambang Susetyo benar maju terus, jangan dibuka semua sekarang, nanti penjahat-penjahat itu ada jalan berkelit. harus cerdas, pak Bambang. KPK dan pak Mahmud MD dari MK harus membantu yang benar, jangan hanya membela SBY dong? Memang betul ini bukan masalah perebutan jabatan empuk itu, kalaupun ya sah saja, poinnya ialah siapapun yang melangar hukum, terlepas mereka anggota kabinet atau bukan, harus digantung kalau merugikan uang negara!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Etty Margono</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/nasional/lemon-dan-penjara/comment-page-2/#comment-47896</link>
		<dc:creator>Etty Margono</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 10:07:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=625#comment-47896</guid>
		<description>Tanggapan buat mbak Siti. Semua tergantung bukan mahasiswa saja namun juga kita semua dengan izin Allah. Kita mua harus terlibat aktif bersama seluruh kekuatan mahasiswa, kaum intelektual, tentara berhati nurani, polisi berhati nurani, dan semua komponen rakyat, ber-sama2. 

Kita mahasiswa tidak boleh putus asa, bergerak terus, dengan dukungan materiil dan moril mereka yang oposisi dan ingin menegakkan keadilan. Uang triliunan itu sangat besar bisa untuk membiayai banyak kebutuhan umum anak bangsa ini.

Harus tetap pada jalan cerdas dan lihai menuju efektif. Apa kata dunia kalau Indonesia dalam korupsi berekayasa ini di saat presidennya senang jalan2 ke luar negeri dengan biaya duit negara duit rakyat.

Oposisi harus memainkan semua jurusnya, untuk rakyat. 

SBY terbukti memang tidak bermutu. Maka begitu terpicu kuat, kita mahasiswa kak Siti dan rakyat kelompok termiskinkan dan terpinggirkan akan bergerak simultan. Kunci ada di lawan-lawan SBY baik di dalam maupun di luar pemerintahan, apa berniat mempercepat penantian kekuasaan yang terpilih ilegal dengan politik uang, a.l. dengan BLT, atau tetap status quo seperti sekarang dan tidak mungkin menatap cerah ke depan karena PD semakin kuat dengan dukungan curang seluruh birokrasi korup negeri ini, dan puas hanya sebagai pecundang2 bermadesu.  

Tuhan telah beri jalan ampuh, jalan erang dan nyata, yaitu roadmap krusial menuju neraka pemakjulan atau pemunduran wajib untuk Budiono dan Sri Mulyani, untuk menyelamatan SBY, roadmap keadilan bagi rakyat, melalui fokus talangan BC yang tidak sah, akibat penyalahgunaan otoritas oleh Budiobo dan Sri Mulyani. 

Pelaksanaan talangan atas Bank Century apapun pretex-nya sangat melanggar apalagi dengan kilah berdampak luas. Ini tidak mungkin sebab BC hanyalah bank gurem, tidak ada pengaruhnya samasekali dengan banyak perbankan nasional yang mengindikasikan sangat sehat seperti di iklan2 di tv2 kita. Talangan atas BC jelas tidak berdasar.

Negara ini akan sangat dilecehkan di mata dunia dan berakibat merugikan pemerintah saat ini kalau kasus yang dibuat Sri Mulyani dan Budiono di masa itu, kini tidak diadili dan diebri sanksi tegas. Tidak mungkin investor datang atau mau bertahan di Indonesia, sebab timbul huge distrust trhadap [peemrintah] Indonesia, dan kasus 1998 nak terulang lagi.  

 
Budiono dan Sri Mulyani nampak pasti terciprat duit haram itu, dengan pengabulan bailout BC tarsebut. 

Ini penyalahgunaan kewenangan sangat memalukan dari Budiono dan Sri Mulyani. Kalau masih ada yang membela mereka ataupun kenampakan baik SBY sebagai pemimpin eksekutif negara adalah cinta membabi buta dan fanatik tanpa mampu melihat kebenaran dan fakta ini.

Alasan Sri Mulyani maupun Budiono bahwa kalau BC tidak diselamatkan, akan berdampak signifikan pada sistem perbankan nasional, sangat bohong besar, tidak berdasar, tidak masuk akal. BC hanayalah bank gurem. 

Maka DPR, KPK dan MK harus membuat investigasi teliti dan menanyai hingga mengaku kepala PPATK dan menekan Roy Suryo yang juga menyalahgunakan disiplin ilmunya untuk kepentingan pribadi dan PD sehingga dia tidak menunjukkan kebenaran.

Ingat, macam kami lihat, majoriti rakyat Nusantara tidak hanya haas dan lapar perliahatan keadilan etapi juga sudah haus dan lapar fisikan jasmani betulan. Institusi2 tersebut harus membongkar dan menunjukkan kebenaran kepada rakyat dan memperlihatkan keadilan kepada mereka dengan pemunduran kedua pejabat penyalahguna otoriti tersebut, tak ada jalan lain.

DPR, KPK dan MK harus bekerjasama dan fokus tetap pada fakta penyalahgunaan kewenangang Budiono dan Sri Mulyani. Jangan ke-mana2. 

Sri Mulyani dan Budiono pasti akan habis dengan fokus ini dengan bukti2 kearah sana. Mereka harus mundur atau dipecat oleg SBY. Kalau SBY tidak membuat ini, dia pun bisa diimpeach. 

Ini bukan soal membela dan tidak membela partai A,B atau C. Ini soal keadilan bagi bangsa. 

Saatnya DPR, KPK, MK  menunjukkan ke rakyat sebelum sebentar lagi timbul revolusi sosial yang lebih merugikan. Kini kita mahasiswa tidak diam, kita membuat daftar alamat rumah di dalam maupun luar negeri pejabat-pejabat pelanggar hukum dan wewenang negeri ini. Mereka tidak akan bisa lari, kami akan buru untuk diminta tanggung jawab bila sampai terjadi revolusi sosial.





Penjeratan efektif adalah dengan menunjukkan bukti2 meyakinkan dan tak terbantahkan bahwa mereka menyalahgunakan kewewenangan dengan talangan sangat sangat ilegal tersebut.  Bukti2 dan saksi2 perlu diperkuat dan cukup bahwa kedua pejabat tersebut memang telah menyalahgunakan kewenangan mereka. Habis pasti. Fokus ke sana. Bagi mereka yang pandai, mbak Siti, bahkan SBY melalui roadmap ini mudah dimakjulkan kalau Sri Mulyani dan Busiono tidak diganti. Bola di tangan DPR, KPK dan MK, juga bola ini harus didorong dengan tekanan2 luas oleh gerakan mahasiswa dan kaum intelektual seluruh negeri. Kini bukan saatnya lagi membawa bangsa ini dengan paradigma Orba, yang selalu membuat alur2 cerita dan skenario yang tidak pro rakyat.jalan2 cerita-erita dan dmasiTerserah KPK utamanya dan juga DPR apakah mereka akan saatnya sekarang membuktikan bahwa mereka berani untuk pro rakyat atau akan ikut membodohi rakyat seperti pemerintahan sekarang atau akan didemo besar sekali oleh rakyat dan mahasiswa. Anda dan kawan-kawan anda akan segera melihat bahwa oran2 KPK, ketua MK dan orang2 di DPR yang berani akan anda pilih menjadi pemimpin2 masa depan bila di antara mereka berani mencalonkan presiden menggantikan SBY -- sebentar lagi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggapan buat mbak Siti. Semua tergantung bukan mahasiswa saja namun juga kita semua dengan izin Allah. Kita mua harus terlibat aktif bersama seluruh kekuatan mahasiswa, kaum intelektual, tentara berhati nurani, polisi berhati nurani, dan semua komponen rakyat, ber-sama2. </p>
<p>Kita mahasiswa tidak boleh putus asa, bergerak terus, dengan dukungan materiil dan moril mereka yang oposisi dan ingin menegakkan keadilan. Uang triliunan itu sangat besar bisa untuk membiayai banyak kebutuhan umum anak bangsa ini.</p>
<p>Harus tetap pada jalan cerdas dan lihai menuju efektif. Apa kata dunia kalau Indonesia dalam korupsi berekayasa ini di saat presidennya senang jalan2 ke luar negeri dengan biaya duit negara duit rakyat.</p>
<p>Oposisi harus memainkan semua jurusnya, untuk rakyat. </p>
<p>SBY terbukti memang tidak bermutu. Maka begitu terpicu kuat, kita mahasiswa kak Siti dan rakyat kelompok termiskinkan dan terpinggirkan akan bergerak simultan. Kunci ada di lawan-lawan SBY baik di dalam maupun di luar pemerintahan, apa berniat mempercepat penantian kekuasaan yang terpilih ilegal dengan politik uang, a.l. dengan BLT, atau tetap status quo seperti sekarang dan tidak mungkin menatap cerah ke depan karena PD semakin kuat dengan dukungan curang seluruh birokrasi korup negeri ini, dan puas hanya sebagai pecundang2 bermadesu.  </p>
<p>Tuhan telah beri jalan ampuh, jalan erang dan nyata, yaitu roadmap krusial menuju neraka pemakjulan atau pemunduran wajib untuk Budiono dan Sri Mulyani, untuk menyelamatan SBY, roadmap keadilan bagi rakyat, melalui fokus talangan BC yang tidak sah, akibat penyalahgunaan otoritas oleh Budiobo dan Sri Mulyani. </p>
<p>Pelaksanaan talangan atas Bank Century apapun pretex-nya sangat melanggar apalagi dengan kilah berdampak luas. Ini tidak mungkin sebab BC hanyalah bank gurem, tidak ada pengaruhnya samasekali dengan banyak perbankan nasional yang mengindikasikan sangat sehat seperti di iklan2 di tv2 kita. Talangan atas BC jelas tidak berdasar.</p>
<p>Negara ini akan sangat dilecehkan di mata dunia dan berakibat merugikan pemerintah saat ini kalau kasus yang dibuat Sri Mulyani dan Budiono di masa itu, kini tidak diadili dan diebri sanksi tegas. Tidak mungkin investor datang atau mau bertahan di Indonesia, sebab timbul huge distrust trhadap [peemrintah] Indonesia, dan kasus 1998 nak terulang lagi.  </p>
<p>Budiono dan Sri Mulyani nampak pasti terciprat duit haram itu, dengan pengabulan bailout BC tarsebut. </p>
<p>Ini penyalahgunaan kewenangan sangat memalukan dari Budiono dan Sri Mulyani. Kalau masih ada yang membela mereka ataupun kenampakan baik SBY sebagai pemimpin eksekutif negara adalah cinta membabi buta dan fanatik tanpa mampu melihat kebenaran dan fakta ini.</p>
<p>Alasan Sri Mulyani maupun Budiono bahwa kalau BC tidak diselamatkan, akan berdampak signifikan pada sistem perbankan nasional, sangat bohong besar, tidak berdasar, tidak masuk akal. BC hanayalah bank gurem. </p>
<p>Maka DPR, KPK dan MK harus membuat investigasi teliti dan menanyai hingga mengaku kepala PPATK dan menekan Roy Suryo yang juga menyalahgunakan disiplin ilmunya untuk kepentingan pribadi dan PD sehingga dia tidak menunjukkan kebenaran.</p>
<p>Ingat, macam kami lihat, majoriti rakyat Nusantara tidak hanya haas dan lapar perliahatan keadilan etapi juga sudah haus dan lapar fisikan jasmani betulan. Institusi2 tersebut harus membongkar dan menunjukkan kebenaran kepada rakyat dan memperlihatkan keadilan kepada mereka dengan pemunduran kedua pejabat penyalahguna otoriti tersebut, tak ada jalan lain.</p>
<p>DPR, KPK dan MK harus bekerjasama dan fokus tetap pada fakta penyalahgunaan kewenangang Budiono dan Sri Mulyani. Jangan ke-mana2. </p>
<p>Sri Mulyani dan Budiono pasti akan habis dengan fokus ini dengan bukti2 kearah sana. Mereka harus mundur atau dipecat oleg SBY. Kalau SBY tidak membuat ini, dia pun bisa diimpeach. </p>
<p>Ini bukan soal membela dan tidak membela partai A,B atau C. Ini soal keadilan bagi bangsa. </p>
<p>Saatnya DPR, KPK, MK  menunjukkan ke rakyat sebelum sebentar lagi timbul revolusi sosial yang lebih merugikan. Kini kita mahasiswa tidak diam, kita membuat daftar alamat rumah di dalam maupun luar negeri pejabat-pejabat pelanggar hukum dan wewenang negeri ini. Mereka tidak akan bisa lari, kami akan buru untuk diminta tanggung jawab bila sampai terjadi revolusi sosial.</p>
<p>Penjeratan efektif adalah dengan menunjukkan bukti2 meyakinkan dan tak terbantahkan bahwa mereka menyalahgunakan kewewenangan dengan talangan sangat sangat ilegal tersebut.  Bukti2 dan saksi2 perlu diperkuat dan cukup bahwa kedua pejabat tersebut memang telah menyalahgunakan kewenangan mereka. Habis pasti. Fokus ke sana. Bagi mereka yang pandai, mbak Siti, bahkan SBY melalui roadmap ini mudah dimakjulkan kalau Sri Mulyani dan Busiono tidak diganti. Bola di tangan DPR, KPK dan MK, juga bola ini harus didorong dengan tekanan2 luas oleh gerakan mahasiswa dan kaum intelektual seluruh negeri. Kini bukan saatnya lagi membawa bangsa ini dengan paradigma Orba, yang selalu membuat alur2 cerita dan skenario yang tidak pro rakyat.jalan2 cerita-erita dan dmasiTerserah KPK utamanya dan juga DPR apakah mereka akan saatnya sekarang membuktikan bahwa mereka berani untuk pro rakyat atau akan ikut membodohi rakyat seperti pemerintahan sekarang atau akan didemo besar sekali oleh rakyat dan mahasiswa. Anda dan kawan-kawan anda akan segera melihat bahwa oran2 KPK, ketua MK dan orang2 di DPR yang berani akan anda pilih menjadi pemimpin2 masa depan bila di antara mereka berani mencalonkan presiden menggantikan SBY &#8212; sebentar lagi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Marbun</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/nasional/lemon-dan-penjara/comment-page-2/#comment-47402</link>
		<dc:creator>Marbun</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 05:55:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=625#comment-47402</guid>
		<description>senang membaca blog tempo, ini isyarat demokrasi yang baik, jangan dihapus kawan, pejabat dan presiden mestinya membaca semua blog di tempo, dan jangan sampai gatal menekan atau minta disensor, mestinya mereka berkaca rakyat indonesia kini luarbiasa, dan pemilik blog jangan sampai menghapus artikel-artikel variatif nan cerdas itu, kawan. horasss.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>senang membaca blog tempo, ini isyarat demokrasi yang baik, jangan dihapus kawan, pejabat dan presiden mestinya membaca semua blog di tempo, dan jangan sampai gatal menekan atau minta disensor, mestinya mereka berkaca rakyat indonesia kini luarbiasa, dan pemilik blog jangan sampai menghapus artikel-artikel variatif nan cerdas itu, kawan. horasss.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ali Marwan</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/nasional/lemon-dan-penjara/comment-page-2/#comment-47067</link>
		<dc:creator>Ali Marwan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 11:20:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=625#comment-47067</guid>
		<description>Mustahil bisa dilengserkan, la wong rakyatnya pada tidur nyenyak gitu. Kekenyangan duit BLT dan duit korupsi berjama’ah. Itu DPR kerjaaannya cuma cari bagian dan pura-pura galak namun maksudnya dengan angket bank century agar dapat bagian, ini sudah rahasia umum. Turun ke jalan dan diakhiri kerusuhan jalan keluar terbaik, buat presiden SBY menyerah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mustahil bisa dilengserkan, la wong rakyatnya pada tidur nyenyak gitu. Kekenyangan duit BLT dan duit korupsi berjama’ah. Itu DPR kerjaaannya cuma cari bagian dan pura-pura galak namun maksudnya dengan angket bank century agar dapat bagian, ini sudah rahasia umum. Turun ke jalan dan diakhiri kerusuhan jalan keluar terbaik, buat presiden SBY menyerah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Achmad Zaire</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/nasional/lemon-dan-penjara/comment-page-2/#comment-47065</link>
		<dc:creator>Achmad Zaire</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 11:04:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=625#comment-47065</guid>
		<description>Wah artikel 'cerdas' kak Siti ini bisa untuk persiapan tanggal 9 Desember. Saya setuju sekali. Kita memang perlu cerdas, jangan lugu, dengan agenda anti korupsi yang disponsori Pak Presiden. Perlu memang ditarik ke agenda pelengseran. Malam ini harus ada yang mbikin poster turunkan presiden banyak-banyak, dan jangan sampai bahasa Inggrisnya salah. Kalau perlu dengan bahasa Belanda biar kerajaan Belanda dan PM tahu negara bekas jajahannya dikelola main-main olen inlander kolot Sby. Doom Sby !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah artikel &#8216;cerdas&#8217; kak Siti ini bisa untuk persiapan tanggal 9 Desember. Saya setuju sekali. Kita memang perlu cerdas, jangan lugu, dengan agenda anti korupsi yang disponsori Pak Presiden. Perlu memang ditarik ke agenda pelengseran. Malam ini harus ada yang mbikin poster turunkan presiden banyak-banyak, dan jangan sampai bahasa Inggrisnya salah. Kalau perlu dengan bahasa Belanda biar kerajaan Belanda dan PM tahu negara bekas jajahannya dikelola main-main olen inlander kolot Sby. Doom Sby !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Siti Mardiyah</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/nasional/lemon-dan-penjara/comment-page-2/#comment-47062</link>
		<dc:creator>Siti Mardiyah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 10:52:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=625#comment-47062</guid>
		<description>M e l e n g s e r k a n   S B Y – b i s a !
 
Tergantung komitmen dan upaya keras kita semua, khususnya kawan-kawan sesama mahasiswa seluruh Indonesia. Juga tergantung bekas-bekas dan jenderal-jenderal, tokoh-tokoh masyarakat, terutama yang di luar kekuasaan, apakah mereka memang masih punya hati nurani melihat banyak rakyat sudah bunuh diri, anak-anak busung lapar, ketidakadilan menjadi-jadi, kini setelah Indonesia di bawah SBY yang berkarakter dan bersikap bukan negarawan.

Kawan-kawan harusnya jeli dan jangan mau dibodohi dosen kita yang penakut, itu tu pak Effendi Ghazali. Dosen-dosen yang lain tidak boleh bersikap mendua seperti pak Effendi dan harus berani dengan siasat cerdas meraih tujuan reformasi sejati. Melihat berkembangan terakhir sudah saatnya kita semua turun ke jalan untuk agenda tersembunyi yang cerdas. Kita setidaknya saat ini masih suka dengan bung Fadjrul yang selalu vokal dan berani, kita juga suka abang Massardi yang juga berani, setidaknya untuk saat ini, sampai mereka membuktikan mampu melengserkan SBY boneka itu. 

Gerakan 9 Desember tetap dan harus beragendakan pelengseran SBY. Poster-poster berbahasa Indonesia dan Inggris harus dibuat masif dan komunikatif: LENGSERKAN SBY! SBY STEP DOWN! dan sebagainya. Kalau sekadar demo damai basa-basi anti korupsi justru akan  menguntungkan SBY yang tidak akan membawa negeri ini baik. 

Sudah enak dia 5 tahun, jangan ditambah berkuasa 5 tahun lagi sampai 2014. Kita semua sudah mengenali watak tidak jelas itu ada pada SBY. Watak tidak mungkin berubah. Kalau selalu ragu dan tidak jelas, Indonesia tidak akan mampu bangkit. Menjatuhkan SBY untuk situasi saat ini justru sejalan, seirama dan seuasi dengan UUD 1945. Lihat, tidak ada satu saja kebijakan SBY yang sesuai dengan UUD 1945. SBY kapitalis tidak, sosialis tidak, agama tidak. Kebijakan ekonomi dan politik SBY justru bersifat makelar dan koruptif masif tersembunyi.   

SBY tidak akan membawa perubahan signifikan dan sengaja membiarkan semuanya liar. SBY membiarkan semakin banyak ketidakadilan hukum dan ekonomi. Karakter tidak mungkin berubah. SBY berkarakter ragu, penakut, pengecut, namun selalu saja mencoba menyusun kata-kata berbunga-bunga, di saat menghadapi berbagai dilema yang harusnya dia pecahkan dengan memuaskan rakyat. 

SBY terinfeksi berbagai sindrom dan penyakit. Sindrom penakut, penyakit menular miskin wawasan kenegaraan dan miskin pengawasan dan pelaksanaan dalam kebijakan pemerintahan. Yang dia kenal, tahu sama tahu. Pejabat atau menteri melaksanakan program sekadar menuruti tren omongan orang tanpa wawasan pembangunan kenegaraan yang benar dan tanpa target manfaat rakyat. Seluruh dana aman dikorupsi bersama, inilah tahu sama tahu. 

Pemimpin negara yang terinfeksi sindrom dan penyakit menular tersebut tidak mungkin membangun negara. Ini sebab SBY nyaman dan menatang terus dengan semakin banyak menyusun kata-kata pidato bohong, menonjolkan pribadi seolah-olah negara miliknya.  

Di facebook dan yang lain, ini tentu saja normal, SBY dibilang l-e-m-o-t, lemah otak. Tetapi SBY tidak menyadari dan malah pura-pura tidak tahu dan tetap merangkai kata-kata pidato mencoba  merayu rakyat, dan bersikap defensif. 

5 tahun itu berlalu rakyat tidak mendapat manfaat dari SBYdan 5 tahun lagi mungkin akan berlalu sama. Lambat dan tidak ada tindakan substantif kecuali pembohongan-pembohongan, pembodohan-pembodohan, cara-cara lama yang terus dipakai SBY. Dia tidak menyadari zaman sudah berubah, dan rakyat sangat cerdas. Pasti SBY akan diturunkan di tengah jalan dan tidak lama lagi kalau terus begini.  

Mencermati wataknya selama ini jelas SBY tidak akan berbuat banyak untuk rakyat Indonesia. SBY bukan tipe pemimpin dan apalagi bapak pembangunan seperti Suharto. 
Kepandaian menutupi borok-boroknya adalah khususnya karena abang kita yang pandai bicara dan menutupi kelemahannya, abang Andi Malarangeng, yang maaf ketularan oportunis dan licik. SBY dan abang Andi hanya jenis manusia saleman kata-kata. 

Tentu saja kalau ada di audit komprehensif maka semua proyek periode 2004-2009 bocor banyak, dikorupsi tidak nampak, atas nama proyek-proyek yang tidak ada manfaat untuk kecuali disunat sana sini. Maka SBY terpilih lagi. Korupsi terjadi justru banyak orang ambil manfaat dari pembiarannya. Korupsi merajalela justru karena SBY juga tidak ditakuti.  

SBY mengartikan reformasi sekadar slogan untuk dimanfatkan di pidato bukan memahami makna sejatinya dan luasnya dan dilaksanakan dengan maksimal. Ini juga kesalahan sistem, negara ini tidak punya MPR dalam arti sebagai majelis tertinggi yang bisa “menggantung” presiden buruk dan tidak ada GBHN. 

SBY parah kalau dibandingkan Suharto. SBY mengatakan tidak hutang tapi tetap hutang. SBY pinjam dari ADB dan World Bank tentu bukan dari IMF meskipun saat ini IMF menawarkan hutang baru dengan syarat longgar. 

SBY benar kalau dibilang lemot. Suharto memang pinjam ke IMF dan World Bank tetapi benar-benar untuk pembangunan masif dan tidak banyak bocor. Suharto punya pengawasan dobel tripel. Suharto tegas dan memecat siapa saja yang tidak beres. Dalam kabinet SBY, dana-dana menguap habis. Konon juga untuk mengongkosi kampanye 2009 antara lain dengan pelanjutan program BLT ini. Pemerintahnya konon juga terlibat skandal talangan tak perlu atas Bank Century, yang duitnya konon masuk ke putranya sendiri dan pembantu-pembantunya termasuk ke orang-orang KPU. Penuduh-penuduh bisa salah bisa benar. Mereka mengaitkan itu karena Budiono jadi wapres dan Mulyani kembali ditunjuk.    

SBY tidak mampu apalagi secepat dan setingkat Suharto.  Suharto masif membangun termasuk mendirikan industri dan bisnis Batam yang kini sudah memudar, dan Suharto membangun jalan-jalan raya dan yang lain bukan sekadar sebelum kampanye, dalam merayu rakyat. SBY juga tak melanjutkan pembangunan proyek jalan layang dan tol signifikan yang terhenti setelah sekian lama sejak Suharto lengser. 

Di masa Suharto, semua jalan tol, layang dan jalan raya dibangun bagus dan awet karena dana tidak banyak bocor, bukti konkrit Suharto. Dia mengawasi dan memecat pejabat teras yang tidak beres. Suharto tidak kata berbunga tetapi tindakan. 

SBY lebih suka kata-kata berbunga. Suharto bernasionalisme dengan bukti konkrit tersebut. Kalau saja dahulu Suharto tidak dilengserkan pasti Indonesia sekarang sudah sama dengan Malaysia atau sedikit dibawah Singapura. Betapa tidak berartinya SBY saat ini dan dia seallu menutupi malunya bukan dengan lengser tetapi dengan membuat kata-kata berbunga dalam setiap kesempatan pidato. Samasekali tidak lucu. Dan lihat jalan layang Kalimalang itu yang sampai sekarang tetap tidak selesai dibangun, sekian lama setelah Suharto lengser dan sekarang sudah meninggal. SBY membuktikan tidak mampu meneruskan pembangunan manapun. 

Justru presiden boneka seperti SBY yang harus dilengserkan bukan Suharto yang kita sadari ternyata lebih cinta dan perduli rakyat.  

Bangsa ini memang tidak mampu mengenali pemimpin dan negarawan sejati atau bohongan. Suharto cinta pembangunan, Sukarno cinta rakyat, dilengserkan. Sementara, SBY boneka imperialis dan pembohong, dibiarkan, tidak dilengserkan. Kitas selalu dibodohi memaksa lengser presiden adalah makar dan melanggar Konstitusi UUD 1945 adalah kata-kata pertahanan penguasa. Justru menjatuhkan presiden macam SBY yang tidak perform dan tidak menjalankan amanat UUD 1945 adalah menegakkan kosntitusi tersebut. Lihat, tidak ada kebijakan SBY yang sejalan dengan UUD 1945. 

Suharto dalam beberapa tahun terakhir berkuasa berhasil membangun masif untuk rakyat dan bangsa Indonesia, SBY bahkan sampai 2014 juga tidak akan mampu. SBY asyik dengan pidato kata-kata. Ini karean SBY tidak diberi pelajaran oleh kita yang bersikeras menuntut dia lengser.  

Sebagai mahasiswa kita malu punya negara dengan presiden seperti ini yang tidak hanya boneka imperialis tapi juga miskin wawasan bernegara untuk kepentingan rakyat. 

Di facebook dan tv-tv, bahkan SBY dibilang, dan ini wajar saja,  l-e-m-o-t. SBY sebenarnya pandai mengambil keuntungan pribadi dan dia telah menganggap dirinya pemilik Indonesia, sebuah sindrom yang lain. Beberapa kawan kita telah membuat analisa psikologis sifat dan watak SBY melalui pidato-pidato SBY.

SBY menegakkan HAM sebatas HAM kebebasan berekspresi dan inipun sangat lemah karena membiarkan tim hakim di sebuah pengadilan negeri menggangsir kebebasan ini, renungakan kasus Prita Mulyasari vs RS Omni Internasional, dan SBY tidak minta hakim ketua tersebut dipecat, hanya untuk menunjukkan dia tidak boleh campur tangan, sebuah kepura-puraan dan kebodohan. Padahal jaksa agung dan ketua MA sekalipun diangkat oleh Presiden. Ini mebodohan kepada rakyat. Separah ini tidak mungkin terjadi di masa Suharto.

SBY bukan menegakkan HAM secara komprehensif dan substantif. Buktinya siapa pembunuh Munir tidak terungkap dan kasus ini lenyap di telan lupa. Tidak substantif, karena jutaan rakyat dibiarkan tidak berubah nadib mereka, ini pelanggaran HAM masif. 

SBY juga membiarkan merajalela korupsi berjamaah dengan memarkup dan menyunat dana-dana proyek pemerintahannya sendiri. Sedangkan ketidakadilan hukum dan ekonomi menjadi-jadi, karena SBY dilihat tidak tegas, dilecehkan. Banyak pejabat dan menteri menjalankan proyek dengan dalih memperbaiki taraf hidup masyarakat, namun yang ada di kepala mereka sesungguhnya hanya bagaimana caranya mendapat jalan sukses berkorupsi tidak kelihatan, dan SBY tahu itu. SBY aman tidak dilengserkan. Indonesia dunia terbalik. Hasil pemilu 2009 sesungguhnya tidak sah karena hasilnya bukan mencerminkan kebenaran, dan juga karena politik duit antara lain jartingan pengaman sosial terselubung, BLT, dan sebagainya. Inilah yang merusak sistem demokrasi. Demokrasi menjadi tidak disukai karena selalu diselewengkan penguasa, dalam hal ini, SBY sendiri. 

Di Iran hari ini kita menyaksikan demo masif yang digerakkan pemimpin oposisi kalah pemilu saat melawan Ahamdinejad. Demo tersebut persis sama sebelum pelengseran Suharto. Gerakan di Iran kali ini didanai CIA dan bertujuan menjatuhkan Ahmadinejad, yang bersikeras tetap memperkaya uranium ke kadar senjata nuklir dan tidak mau menghentikan program ini. 

Di Indonesia esok 9 Desember dan dalam waktu dekat ke depan gerakan mahasiswa itu mungkin tidak akan mampu melengserkan SBY, karena tidak ada negara dan lembaga kuat dari luar yang berkepentingan. Amerika belum ada yang meyakinkan lebih nyaman kalau bukan dengan SBY. Dengan SBY presiden RI, Amerika tetap bisa mangangkuti berton-ton emas dari Papua dan migas dari daerah-daerah yang lain di Indonesia, membantu mengatasi ekonominya yang hancur lebur akibat krisis finansial. Jadi harus ada yang meyakinkan bahwa tanpa SBY kepentingan negeri Paman Sam itu jauh lebih selamat. Belum ada kelompok itu. 

Tetapi Tuhan bisa menghendaki lain, kalau seluruh umat beragama di Indonesia berjuang keras, bangun dan sadar, bahwa negerinya di bawah rezim boneka dan tidak becus, rakyatnya menajdi sengsara, walaupun Indonesia merdeka sejak tahun 1945. 

Yang pasti SBY bisa, bisa dilengserkan, juga atas nama UUD 1945 dan cara lain apa saja kalau mantan jenderal-jenderal terbuang tidak takut; seluruh rakyat menunggu, dan kalau mereka mau bersama-sama jaringan mahasiswa dalam arti luas, dan kalau juga mengajak seluruh tokoh masyarakat penting seperti pak Amien Rais dan pak Gus Dur serta tokoh-tokoh pendemo masa lalu, turun jalan tetapid engan poster-poster jelas, berbagai bahasa, komunikatif, dengan agenda pelengseran SBY. 

Pak gus Dur dan pak Amien punya basis massa masif dan signifikan. Bersama kita mahasiswa seluruh Indonesia dan kalau didukung perwira-perwira TNI dan polisi terbuang dan juga yang aktif, atas nama berbagai pelanggaran dan penyelewengan, kita bisa bersama-sama melengserkan SBY. Lebih cepat lebih baik. Mereka juga harus meyakinkan CIA dan Amerika, bicara jelas jangan mendua, saat ditanya agen-agen CIA. Mereja juga harus rajin mengirim email ke lembaga-lembaga internasional. Mreka juga harus aktif berkomunikasi bisa lewat email dengan CIA dan bertemu dengan agen-agen CIA di Bangkok dan Singapura bahwa SBY bukan harapan rakyat dan rakyat bisa marah masif dan kepentingan Amerika tidak dijamin aman. Amerika pasti tidak ingin kepentingan banyak industri masifnya di Indonesia terganggu akibat pemimpin yang membuat marah rakyatnya. Pak gus Dur dan pak Amien tidak boleh anda-anda orang sekadar bicara tetapi buktikan turun ke jalan dan teriakkan lengserkan SBY juga. Jangan biarkan rakyat itu menderita terus-menerus. Ayooolah, maju terus, sampai SBY benar-benar mundur. Setuju yang mengatakan bahwa pangkal masalahnya adalah sikap dan karakter SBY. Memang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>M e l e n g s e r k a n   S B Y – b i s a !</p>
<p>Tergantung komitmen dan upaya keras kita semua, khususnya kawan-kawan sesama mahasiswa seluruh Indonesia. Juga tergantung bekas-bekas dan jenderal-jenderal, tokoh-tokoh masyarakat, terutama yang di luar kekuasaan, apakah mereka memang masih punya hati nurani melihat banyak rakyat sudah bunuh diri, anak-anak busung lapar, ketidakadilan menjadi-jadi, kini setelah Indonesia di bawah SBY yang berkarakter dan bersikap bukan negarawan.</p>
<p>Kawan-kawan harusnya jeli dan jangan mau dibodohi dosen kita yang penakut, itu tu pak Effendi Ghazali. Dosen-dosen yang lain tidak boleh bersikap mendua seperti pak Effendi dan harus berani dengan siasat cerdas meraih tujuan reformasi sejati. Melihat berkembangan terakhir sudah saatnya kita semua turun ke jalan untuk agenda tersembunyi yang cerdas. Kita setidaknya saat ini masih suka dengan bung Fadjrul yang selalu vokal dan berani, kita juga suka abang Massardi yang juga berani, setidaknya untuk saat ini, sampai mereka membuktikan mampu melengserkan SBY boneka itu. </p>
<p>Gerakan 9 Desember tetap dan harus beragendakan pelengseran SBY. Poster-poster berbahasa Indonesia dan Inggris harus dibuat masif dan komunikatif: LENGSERKAN SBY! SBY STEP DOWN! dan sebagainya. Kalau sekadar demo damai basa-basi anti korupsi justru akan  menguntungkan SBY yang tidak akan membawa negeri ini baik. </p>
<p>Sudah enak dia 5 tahun, jangan ditambah berkuasa 5 tahun lagi sampai 2014. Kita semua sudah mengenali watak tidak jelas itu ada pada SBY. Watak tidak mungkin berubah. Kalau selalu ragu dan tidak jelas, Indonesia tidak akan mampu bangkit. Menjatuhkan SBY untuk situasi saat ini justru sejalan, seirama dan seuasi dengan UUD 1945. Lihat, tidak ada satu saja kebijakan SBY yang sesuai dengan UUD 1945. SBY kapitalis tidak, sosialis tidak, agama tidak. Kebijakan ekonomi dan politik SBY justru bersifat makelar dan koruptif masif tersembunyi.   </p>
<p>SBY tidak akan membawa perubahan signifikan dan sengaja membiarkan semuanya liar. SBY membiarkan semakin banyak ketidakadilan hukum dan ekonomi. Karakter tidak mungkin berubah. SBY berkarakter ragu, penakut, pengecut, namun selalu saja mencoba menyusun kata-kata berbunga-bunga, di saat menghadapi berbagai dilema yang harusnya dia pecahkan dengan memuaskan rakyat. </p>
<p>SBY terinfeksi berbagai sindrom dan penyakit. Sindrom penakut, penyakit menular miskin wawasan kenegaraan dan miskin pengawasan dan pelaksanaan dalam kebijakan pemerintahan. Yang dia kenal, tahu sama tahu. Pejabat atau menteri melaksanakan program sekadar menuruti tren omongan orang tanpa wawasan pembangunan kenegaraan yang benar dan tanpa target manfaat rakyat. Seluruh dana aman dikorupsi bersama, inilah tahu sama tahu. </p>
<p>Pemimpin negara yang terinfeksi sindrom dan penyakit menular tersebut tidak mungkin membangun negara. Ini sebab SBY nyaman dan menatang terus dengan semakin banyak menyusun kata-kata pidato bohong, menonjolkan pribadi seolah-olah negara miliknya.  </p>
<p>Di facebook dan yang lain, ini tentu saja normal, SBY dibilang l-e-m-o-t, lemah otak. Tetapi SBY tidak menyadari dan malah pura-pura tidak tahu dan tetap merangkai kata-kata pidato mencoba  merayu rakyat, dan bersikap defensif. </p>
<p>5 tahun itu berlalu rakyat tidak mendapat manfaat dari SBYdan 5 tahun lagi mungkin akan berlalu sama. Lambat dan tidak ada tindakan substantif kecuali pembohongan-pembohongan, pembodohan-pembodohan, cara-cara lama yang terus dipakai SBY. Dia tidak menyadari zaman sudah berubah, dan rakyat sangat cerdas. Pasti SBY akan diturunkan di tengah jalan dan tidak lama lagi kalau terus begini.  </p>
<p>Mencermati wataknya selama ini jelas SBY tidak akan berbuat banyak untuk rakyat Indonesia. SBY bukan tipe pemimpin dan apalagi bapak pembangunan seperti Suharto.<br />
Kepandaian menutupi borok-boroknya adalah khususnya karena abang kita yang pandai bicara dan menutupi kelemahannya, abang Andi Malarangeng, yang maaf ketularan oportunis dan licik. SBY dan abang Andi hanya jenis manusia saleman kata-kata. </p>
<p>Tentu saja kalau ada di audit komprehensif maka semua proyek periode 2004-2009 bocor banyak, dikorupsi tidak nampak, atas nama proyek-proyek yang tidak ada manfaat untuk kecuali disunat sana sini. Maka SBY terpilih lagi. Korupsi terjadi justru banyak orang ambil manfaat dari pembiarannya. Korupsi merajalela justru karena SBY juga tidak ditakuti.  </p>
<p>SBY mengartikan reformasi sekadar slogan untuk dimanfatkan di pidato bukan memahami makna sejatinya dan luasnya dan dilaksanakan dengan maksimal. Ini juga kesalahan sistem, negara ini tidak punya MPR dalam arti sebagai majelis tertinggi yang bisa “menggantung” presiden buruk dan tidak ada GBHN. </p>
<p>SBY parah kalau dibandingkan Suharto. SBY mengatakan tidak hutang tapi tetap hutang. SBY pinjam dari ADB dan World Bank tentu bukan dari IMF meskipun saat ini IMF menawarkan hutang baru dengan syarat longgar. </p>
<p>SBY benar kalau dibilang lemot. Suharto memang pinjam ke IMF dan World Bank tetapi benar-benar untuk pembangunan masif dan tidak banyak bocor. Suharto punya pengawasan dobel tripel. Suharto tegas dan memecat siapa saja yang tidak beres. Dalam kabinet SBY, dana-dana menguap habis. Konon juga untuk mengongkosi kampanye 2009 antara lain dengan pelanjutan program BLT ini. Pemerintahnya konon juga terlibat skandal talangan tak perlu atas Bank Century, yang duitnya konon masuk ke putranya sendiri dan pembantu-pembantunya termasuk ke orang-orang KPU. Penuduh-penuduh bisa salah bisa benar. Mereka mengaitkan itu karena Budiono jadi wapres dan Mulyani kembali ditunjuk.    </p>
<p>SBY tidak mampu apalagi secepat dan setingkat Suharto.  Suharto masif membangun termasuk mendirikan industri dan bisnis Batam yang kini sudah memudar, dan Suharto membangun jalan-jalan raya dan yang lain bukan sekadar sebelum kampanye, dalam merayu rakyat. SBY juga tak melanjutkan pembangunan proyek jalan layang dan tol signifikan yang terhenti setelah sekian lama sejak Suharto lengser. </p>
<p>Di masa Suharto, semua jalan tol, layang dan jalan raya dibangun bagus dan awet karena dana tidak banyak bocor, bukti konkrit Suharto. Dia mengawasi dan memecat pejabat teras yang tidak beres. Suharto tidak kata berbunga tetapi tindakan. </p>
<p>SBY lebih suka kata-kata berbunga. Suharto bernasionalisme dengan bukti konkrit tersebut. Kalau saja dahulu Suharto tidak dilengserkan pasti Indonesia sekarang sudah sama dengan Malaysia atau sedikit dibawah Singapura. Betapa tidak berartinya SBY saat ini dan dia seallu menutupi malunya bukan dengan lengser tetapi dengan membuat kata-kata berbunga dalam setiap kesempatan pidato. Samasekali tidak lucu. Dan lihat jalan layang Kalimalang itu yang sampai sekarang tetap tidak selesai dibangun, sekian lama setelah Suharto lengser dan sekarang sudah meninggal. SBY membuktikan tidak mampu meneruskan pembangunan manapun. </p>
<p>Justru presiden boneka seperti SBY yang harus dilengserkan bukan Suharto yang kita sadari ternyata lebih cinta dan perduli rakyat.  </p>
<p>Bangsa ini memang tidak mampu mengenali pemimpin dan negarawan sejati atau bohongan. Suharto cinta pembangunan, Sukarno cinta rakyat, dilengserkan. Sementara, SBY boneka imperialis dan pembohong, dibiarkan, tidak dilengserkan. Kitas selalu dibodohi memaksa lengser presiden adalah makar dan melanggar Konstitusi UUD 1945 adalah kata-kata pertahanan penguasa. Justru menjatuhkan presiden macam SBY yang tidak perform dan tidak menjalankan amanat UUD 1945 adalah menegakkan kosntitusi tersebut. Lihat, tidak ada kebijakan SBY yang sejalan dengan UUD 1945. </p>
<p>Suharto dalam beberapa tahun terakhir berkuasa berhasil membangun masif untuk rakyat dan bangsa Indonesia, SBY bahkan sampai 2014 juga tidak akan mampu. SBY asyik dengan pidato kata-kata. Ini karean SBY tidak diberi pelajaran oleh kita yang bersikeras menuntut dia lengser.  </p>
<p>Sebagai mahasiswa kita malu punya negara dengan presiden seperti ini yang tidak hanya boneka imperialis tapi juga miskin wawasan bernegara untuk kepentingan rakyat. </p>
<p>Di facebook dan tv-tv, bahkan SBY dibilang, dan ini wajar saja,  l-e-m-o-t. SBY sebenarnya pandai mengambil keuntungan pribadi dan dia telah menganggap dirinya pemilik Indonesia, sebuah sindrom yang lain. Beberapa kawan kita telah membuat analisa psikologis sifat dan watak SBY melalui pidato-pidato SBY.</p>
<p>SBY menegakkan HAM sebatas HAM kebebasan berekspresi dan inipun sangat lemah karena membiarkan tim hakim di sebuah pengadilan negeri menggangsir kebebasan ini, renungakan kasus Prita Mulyasari vs RS Omni Internasional, dan SBY tidak minta hakim ketua tersebut dipecat, hanya untuk menunjukkan dia tidak boleh campur tangan, sebuah kepura-puraan dan kebodohan. Padahal jaksa agung dan ketua MA sekalipun diangkat oleh Presiden. Ini mebodohan kepada rakyat. Separah ini tidak mungkin terjadi di masa Suharto.</p>
<p>SBY bukan menegakkan HAM secara komprehensif dan substantif. Buktinya siapa pembunuh Munir tidak terungkap dan kasus ini lenyap di telan lupa. Tidak substantif, karena jutaan rakyat dibiarkan tidak berubah nadib mereka, ini pelanggaran HAM masif. </p>
<p>SBY juga membiarkan merajalela korupsi berjamaah dengan memarkup dan menyunat dana-dana proyek pemerintahannya sendiri. Sedangkan ketidakadilan hukum dan ekonomi menjadi-jadi, karena SBY dilihat tidak tegas, dilecehkan. Banyak pejabat dan menteri menjalankan proyek dengan dalih memperbaiki taraf hidup masyarakat, namun yang ada di kepala mereka sesungguhnya hanya bagaimana caranya mendapat jalan sukses berkorupsi tidak kelihatan, dan SBY tahu itu. SBY aman tidak dilengserkan. Indonesia dunia terbalik. Hasil pemilu 2009 sesungguhnya tidak sah karena hasilnya bukan mencerminkan kebenaran, dan juga karena politik duit antara lain jartingan pengaman sosial terselubung, BLT, dan sebagainya. Inilah yang merusak sistem demokrasi. Demokrasi menjadi tidak disukai karena selalu diselewengkan penguasa, dalam hal ini, SBY sendiri. </p>
<p>Di Iran hari ini kita menyaksikan demo masif yang digerakkan pemimpin oposisi kalah pemilu saat melawan Ahamdinejad. Demo tersebut persis sama sebelum pelengseran Suharto. Gerakan di Iran kali ini didanai CIA dan bertujuan menjatuhkan Ahmadinejad, yang bersikeras tetap memperkaya uranium ke kadar senjata nuklir dan tidak mau menghentikan program ini. </p>
<p>Di Indonesia esok 9 Desember dan dalam waktu dekat ke depan gerakan mahasiswa itu mungkin tidak akan mampu melengserkan SBY, karena tidak ada negara dan lembaga kuat dari luar yang berkepentingan. Amerika belum ada yang meyakinkan lebih nyaman kalau bukan dengan SBY. Dengan SBY presiden RI, Amerika tetap bisa mangangkuti berton-ton emas dari Papua dan migas dari daerah-daerah yang lain di Indonesia, membantu mengatasi ekonominya yang hancur lebur akibat krisis finansial. Jadi harus ada yang meyakinkan bahwa tanpa SBY kepentingan negeri Paman Sam itu jauh lebih selamat. Belum ada kelompok itu. </p>
<p>Tetapi Tuhan bisa menghendaki lain, kalau seluruh umat beragama di Indonesia berjuang keras, bangun dan sadar, bahwa negerinya di bawah rezim boneka dan tidak becus, rakyatnya menajdi sengsara, walaupun Indonesia merdeka sejak tahun 1945. </p>
<p>Yang pasti SBY bisa, bisa dilengserkan, juga atas nama UUD 1945 dan cara lain apa saja kalau mantan jenderal-jenderal terbuang tidak takut; seluruh rakyat menunggu, dan kalau mereka mau bersama-sama jaringan mahasiswa dalam arti luas, dan kalau juga mengajak seluruh tokoh masyarakat penting seperti pak Amien Rais dan pak Gus Dur serta tokoh-tokoh pendemo masa lalu, turun jalan tetapid engan poster-poster jelas, berbagai bahasa, komunikatif, dengan agenda pelengseran SBY. </p>
<p>Pak gus Dur dan pak Amien punya basis massa masif dan signifikan. Bersama kita mahasiswa seluruh Indonesia dan kalau didukung perwira-perwira TNI dan polisi terbuang dan juga yang aktif, atas nama berbagai pelanggaran dan penyelewengan, kita bisa bersama-sama melengserkan SBY. Lebih cepat lebih baik. Mereka juga harus meyakinkan CIA dan Amerika, bicara jelas jangan mendua, saat ditanya agen-agen CIA. Mereja juga harus rajin mengirim email ke lembaga-lembaga internasional. Mreka juga harus aktif berkomunikasi bisa lewat email dengan CIA dan bertemu dengan agen-agen CIA di Bangkok dan Singapura bahwa SBY bukan harapan rakyat dan rakyat bisa marah masif dan kepentingan Amerika tidak dijamin aman. Amerika pasti tidak ingin kepentingan banyak industri masifnya di Indonesia terganggu akibat pemimpin yang membuat marah rakyatnya. Pak gus Dur dan pak Amien tidak boleh anda-anda orang sekadar bicara tetapi buktikan turun ke jalan dan teriakkan lengserkan SBY juga. Jangan biarkan rakyat itu menderita terus-menerus. Ayooolah, maju terus, sampai SBY benar-benar mundur. Setuju yang mengatakan bahwa pangkal masalahnya adalah sikap dan karakter SBY. Memang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ismael</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/nasional/lemon-dan-penjara/comment-page-2/#comment-40378</link>
		<dc:creator>ismael</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 07:38:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=625#comment-40378</guid>
		<description>bukan hanya tutup tapi kalo perlu jgn didadatangi lagi tuh rumah sakit...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bukan hanya tutup tapi kalo perlu jgn didadatangi lagi tuh rumah sakit&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adi Purwono</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/nasional/lemon-dan-penjara/comment-page-2/#comment-32269</link>
		<dc:creator>Adi Purwono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 01:22:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=625#comment-32269</guid>
		<description>wanna be a winner? Otoritas Kesehatan RI - empathy ajah, treat them as U wanna be treated. Easy khan, but jgn retorika ajah, Remember, U R being paid by rakyat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wanna be a winner? Otoritas Kesehatan RI - empathy ajah, treat them as U wanna be treated. Easy khan, but jgn retorika ajah, Remember, U R being paid by rakyat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

