Enak di Blog dan Perlu

Setri Yasra

Sudah sepekan ini nama Hotel Gran Mahakam menjadi perbincangan di mana-mana. Hotel yang lokasinya agak “tersembunyi” di Kebayoran, Jakarta Selatan, ini popular setelah terungkap adanya pertemuan antara Ketua Pemberantasan Korupsi (nonaktif) Antasari Azhar dengan Rani Juliani, istri ketiga Nasrudin Zulkarnaen. Nasrudin adalah Direktur PT Putra Rajawali Banjaran yang tewas 14 Maret lalu.

Antasari disebut-sebut bertemu dengan Rani di kamar 808–versi lain menyebut di kamar 802. Antasari datang ke ruangan itu setelah Rani mengundangnya lewat sandek. Pertemuan itu konon cuma 5 sampai 10 menit. Apa saja yang mereka lakukan di ruangan itu?

Saat Tempo melakukan investigasi, ternyata di ruangan itu bukan sebuah SUITE atau kamar lengkap dengan sofa untuk tamu. Ruangan itu adalah RUANG RAPAT.

“Gran Suit 808 ini biasa untuk rapat kecil, maksimal 10 orang,” kata Manajer Humas Hotel Gran Mahakam Debby S. Yasser pada Kamis (7 Mei 2005). “Demikian pula Gran Suit 802.” (selengkapnya baca di sini: Tempointeraktif.com)

Situs hotel Gran Mahakam (www.granmahakam.com) menampilkan suite yang seperti layaknya suite–kamar plus ruang penerima tamu. Berikut ini gambar-gambar suite di Mahakam yang ditampilkan seperti di website.

Apakah manajemen hotel Gran Mahakam telah menyulap Suite yang biasanya berupa “kamar plus” menjadi sebuah ruang rapat? Atau Anda percaya pernyataan manajemen Gran Mahakam?

grand_suite
gran_suite3

Komentar [35]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

35 Komentar untuk “Misteri Kamar Hotel Rani Juliani & Antasari”

  1. andi tenrie | 7 May, 2009 23:23

    Apa saja bisa terjadi(tergantung kepentingan), emangnya Tempointeraktif minta izin/prsetujuan kepada siapa menengok ruangan mewah diatas!??? Apakah si Rhani yang cuma caddy ini bisa begitu gampang memesan ruangan SUPER MEWAH ini pada MANAGEMENT GRAND MAHAKAM UNTUK DIPERGUNAKAN DALAM SEPULUH MENIT!???? Ada-ada saja, kita digiring untuk membersihkan nama BAPAK ANTASARI AZHAR SI SANG PAHLAWAN BESAR PEMBERANTAS KORUPSI YANG BANYAK MELOLOSKAN KORUPTOR KAKAP. MORAL PAK AA SAMA KOTORNYA NASRUDIN ALMARHUM(SEMOGA DIAMPUNI DOSANYA OLEH SANG KHALIQ DAN MAHA PENCIPTA, AMIEN!). BUATKU SIH, RUANGAN INI HASIL SULAP(gambar, bawahkamartidur dihipnotis jadi ruangan repot! dalam duapuluh menit bisa diatur, dengan mempergunakan 10-15 orang staff, bisa beres). Tempointeraktif memang hebat, top marketop, bravo!!!!

  2. mr xxx | 8 May, 2009 16:22

    Apa saja bisa terjadi(tergantung kepentingan), emangnya Tempointeraktif minta izin/prsetujuan kepada siapa menengok ruangan mewah diatas!??? Apakah si Rhani yang cuma caddy ini bisa begitu gampang memesan ruangan SUPER MEWAH ini pada MANAGEMENT GRAND MAHAKAM UNTUK DIPERGUNAKAN DALAM SEPULUH MENIT!???? Ada-ada saja, kita digiring untuk membersihkan nama BAPAK ANTASARI AZHAR SI SANG PAHLAWAN BESAR PEMBERANTAS KORUPSI YANG BANYAK MELOLOSKAN KORUPTOR KAKAP. MORAL PAK AA SAMA KOTORNYA NASRUDIN ALMARHUM(SEMOGA DIAMPUNI DOSANYA OLEH SANG KHALIQ DAN MAHA PENCIPTA, AMIEN!). BUATKU SIH, RUANGAN INI HASIL SULAP(gambar, bawahkamartidur dihipnotis jadi ruangan repot! dalam duapuluh menit bisa diatur, dengan mempergunakan 10-15 orang staff, bisa beres). Tempointeraktif memang hebat, top marketop, bravo!!!!
    ITU KUTIPAN KOMENTAR ANAK KORUPTOR YANG KETANGKEP…..MAKANYA JAWABANNYA LANGSUNG BEGO ALIAS KAGAK MIKIR2 >>>>JAGA BACOTLU LAEN KALI NJING!!!!!!

  3. Kriz | 9 May, 2009 09:48

    Yah,trgantung dr persepsi msing masing aj

  4. joni | 9 May, 2009 10:56

    mas andi jgn kebablasan nuduhin kyk gitu, ntar klo g bener gimana? susah lho, situ aja apa udah moralnya baik…?menurut saya pak AA itu emang sengaja dijebak karena musuhnya juga banyak, dan rata2 berduit, berpangkat dan menghalalkan segala cara, gitu lho mas andi yg ganteng dan dermawan serta g pernah usil ama orang2.

  5. we | 9 May, 2009 11:23

    smoga semuanya pd sdar n mau bertobat kpd Allah. sesungguhnya Allah itu maha menerima tobat. komentar itu ngomongin orang,dan ngomongin kejelekan orang itu ghibah. dan ghibah itu ntar ribet urusannya diakhirat.

  6. andi tenrie | 9 May, 2009 12:50

    Kasian banget pendukung pak AA(yang konon adalah JAKSA NECIS), bisa ketahuan dari komennya disini…ddduuuh mengenaskan! Semoga dia itu bukan sanak-saudaranya atau pelindungnya!!!

  7. Anthy | 9 May, 2009 16:34

    Menrt gw sh AA djebk ma sainganx, gmn gk?lo dlht dr prestsi2x yg bgt mlunjak spa yg gk iri?plg para koruptor 2h?yg pasti gw kgum ama AA.

  8. gendut | 9 May, 2009 16:45

    Sebenarnya untuk melihat bersih tidaknya AA mudah saja. Lihat saja perjalanan karirnya selama ini. Di banyak negara luar sana, ketika seseorang mencalonkan diri menjadi pejabat publik, maka kredibilitasnya ‘dilitsus’ sama media, LSM dan warganya. Jadi nanti figur yang terpilih adalah yang paling sedikit kesalahannya. Kalau di negara kita byk yang telinganya cepat merah. Dikritik sedikit dibilang pencemaran nama baik, maju ke pengadilan “perbuatan tidak menyenangkan”. Arogan kadang. Kenapa tidak dilakukan saja pembuktian terbalik, di dalam kasus pembunuhan Nasrudin ini. WW yang Kombes dgn rumah tiga, AA yang kedua anaknya sekolah ke LN. Bisa diukur dari track recoord mereka sebagai abdi negara. Bisa dihitung penghasilan resminya, tanpa menafikan jasa mereka terhadap negara. Tapi bukankah untuk hal tersebut mereka dibayar, sebagai abdi negara.

    Salam anti KKN

  9. syamsul | 9 May, 2009 19:13

    Komentar saya: Cemen sekali kalau opini ini digiring ke pemikiran ini persoalan mesum.

    Ada orang di luar yang sekarang diperiksa berinisial HTS yang dekat dengan SHW dan NZ. Apa hubungannya dengan AA?

    Rani hanya decoy.

  10. budie | 10 May, 2009 06:33

    apalagi di hotel yamg memang bisnis akomodasi, indehoy bisa dimana - mana.di semak-semak jg bisa

  11. BuLe | 10 May, 2009 09:01

    yang pasti sieh kita ga tau apa yang trjadi sebenarnya.
    semua hanya bisa spekulasi.

    saya berpikirb bahwa tempo biasanya berangkat dari fakta yang ada.

    saya berpikir bahwa untuk menilai AA bersalah, sangatlah prematur.
    biarlah hukum berjalan.

    permasalahan jebakan, itu bsa saja jadi sebuah konspirasi.

    mohon biarkan hukum dan bukti yang membuktikan kebenaran semuanya.

  12. iputh | 10 May, 2009 09:42

    mas syamsul..kira2 siapa sebenarnya yg dimaksud HTS, SHW dan NZ?

  13. Bangpozan | 10 May, 2009 15:41

    No coment….
    kita tungga saja hasil akhirnya peritiwa ini.

  14. Defiss | 10 May, 2009 18:53

    Persoalan PEUYEUM memang ga yg tua ga yg muda ga pejabat ga rakyat apalagi kiyai apa Pendeta ,sama saja pokokke,kalo masala Peuyeumpuan. kita gabisa mengatakan iya apa tidak abis uenaaak sih.tunggu aja yah, Pak POLISI ingat ini KREDEBILITAS MU di PERTARUHKAN.SLAMAT BEKERJA PAK..!kami tunggu di Syurga.

  15. Weleh2 | 11 May, 2009 08:28

    Manusia ini adalah tempatnya kekurangan, siapa saja bisa mengalami hal yang sama seperti orang lain alami, jangan menduga-duga kalo bukan kewenangannya, bisa2 jadi fitnah…

  16. supardjo | 11 May, 2009 08:38

    Si virus R4N1 memang moooi, semlohai, semok, gemluduuuug (opone jal), pating pecothot … … Heeeem

  17. supardjo | 11 May, 2009 08:42

    Bisa jadi memang mas AA gemeceran liat R4N1 … Yg jelas bukti n saksi ngarah ke mas AA smua … Moga kbenaran ada di atas semuanya … Silahkan AA n team lawyernya (yg bjibun jumlahnya n top markotop) berargumen di psidangan … Tapi ati2, ada hukum yg jaaaauh lebih mutlak adanya … Kelak setelah kematian menjelang …

  18. Wong Kito Galo - Palembang | 11 May, 2009 11:37

    Kalau kita pinjamn istilah pak. Police “POLISI JUGA MANUSIA” maka permasalahan AA ini juga bisa menimpa siapa saja. Namun kita berharap kepada para penegak hukum belajarlah menegakkan kebenaran. Jangan ada korban yg tidak bersalah

  19. Didin | 11 May, 2009 11:57

    Dulu sy juga punya “simpanan”. Jujur saja, “simpanan” saya itu cantiknya sih biasa tapi doi punya keistimewaan (maaf) GOYANG KERAWANG yang membuat sy tergila2.

    Kita jangan “menghakimi & menyudutkan” Rani deh. Banyak koq profesi2 lain yang dijadikan “istri” simpanan.

  20. doc | 11 May, 2009 12:35

    Bersalah atau tidaknya AA, ada atau tidaknya AA di KPK,semoga tidak mempengaruhi kinerja KPK, Korupsi tetap harus diberantas, kalau memang AA dijebak, semoga tanpa figur AA KPK tetap memiliki tokoh-tokoh yang tegas, kalau memang AA bersalahpun, tidak bisa dikaitkan dengan KPK sebagai lembaga tapi AA sebagai individu. jadi pesan buat KPK keep the fight! berikan pesan bahwa perjuangan melawan korupsi tidak bisa dibungkam oleh apapun dan siapapun!! BAHKAN OLEH DPR SEKALIPUN !!!

  21. ujang | 12 May, 2009 19:58

    Beruntunglah istri sy yg memiliki suami sprt sy walaupun kami hidup tdk sprt klrg AA tp kedamaian selalu menyelimuti hati klrg kami…

  22. budak layo | 12 May, 2009 23:14

    skandal oohhh skandal…
    alangkah dasyatnya dirimu.

  23. elyas | 12 May, 2009 23:54

    hmmm kok saya masih ngerasa kalo Antasari itu dijebak ya? Secara hidup dah mapan masa menghancurkannya begitu saja demi wanita yang biasa aja

  24. Andi | 13 May, 2009 00:16

    Inilah salah satu kesesatan kita dalam proses bernalar akibat dari level seseorang (Argumentum ad verecundiam)” ah, gak mungkin seorang ketua KPK menjadi intelectual dader pembunuhan Nasarudin”, padahal semuanya bisa mungkin. Nah semoga kita kita terjebak dengan Argumentum ad verecundiam.

  25. imam suharjo | 13 May, 2009 14:33

    Sebaiknya kita tunggu saja, sampai jelas, belum tentu semua yg diberitakan benar. :)

  26. Irfan | 14 May, 2009 13:11

    Banyak pertanyaan dalam kasus ini. Kapolri BHD membenarkan bahwa jauh sblm kasus pembunuhan, Antasari pernah mengadukan teror dan pemerasan Nasruudin kepada Antasari. Jadi apa mungkin Antasari jadi dalang pembunuhan padahal ia sebelumnya telah melaporkan kasus pemerasan Nasrudin ke Kapolri. The big picture: Antasari adalah titik lemah di KPK. Ia dipilih oleh PDIP dan Golkar. Oleh karena itu kasus2 yg melibatkan PDIP spt Agus Condro macet. Nah di tahun pemilu ini kelemahan Antasari (yg suka main golf, hubungannya dengan pengusaha, hilir mudik ke hotel) dimanfaatkan oleh dua pihak. Bisa oleh kalangan pejabat/pengusaha yg terancam oleh KPK. Atau dimanfaatkan penguasa utk mendepak Antasari dari KPK. Bukankah skrg mulai terlihat Megawati dilibatkan dlm kasus RNI? Bukankah kasus Agus Condro diintensifkan lagi yang akan menyeret org PDIP spt Tjahjo Kumolo, Panda Nababan, Emier Muis, Dudie Makmun Murod. Pada saatnya ini akan dimainkan utk “memaksa” PDIP masuk dalam koalisi Demokrat setelah putaran I atau II pilpres yg akan dimenangkan SBY.

  27. rambut | 14 May, 2009 14:52

    Sitiap hari sy baca koran/majalah/blog/liat tv isinya ya kira-kira seperti ini :
    1.jaksanya diancuk
    2.Pedjabatnya diancuk
    3.DPR nya diancuk
    Pak polisi di belakang anda ada surga&neraka, silakan bekerja nyang baik.

  28. Fairness | 14 May, 2009 23:22

    Pd Hotel besar, kategori jenis kamar biasanya disajikan dlm bbrp nomor, jadi tdk hanya 1 nomor, bandingkan aja 808 dgn yg sblhnya misalnya 809, 810 dstnya, kita bisa liat macam apa fasilitas kamar jenis tsb

  29. YUS s | 15 May, 2009 01:13

    Ah kenapa harus ribet. Bila kita tenang ja n jernih. Jika kita ingat manusia bakal mati, pasti semua akan baik atau berupaya baik. Tidak ada yang super di dunia ini. So, kita tidak perlu sedih kehilangan tokoh di instansi mana pun (KPK misalnya). Saya yakin, masih banyak orang Indonesia yang pintar, jujur, integritas, dll. Yang penting, mari kita tunggu hasil penyidikan polisi, dan sidang di pengadilan. Semoga semua piahk, bertindak sesuai kebenaran. OK

  30. Ipeh | 15 May, 2009 13:05

    mau kirim komentar susah banget ???

  31. Ipeh | 15 May, 2009 13:08

    Jangan salah kan Rani..Menjadi istri ke 3 bukan merupakan Kejahatan.
    Para istri silahkan cek Suami anda baik2..?
    Para istri jangan bangga hanya karena menjadi istri tunggal, tp suami anda “bisa hadir dimana2″. Sabar ya Mba Rani..

  32. shanty | 17 May, 2009 17:13

    ga da gunanya kita saling komentar,apalagi ga tau cerita sebenarnya.

  33. shant m dwie | 17 May, 2009 17:15

    ga da gunanya kita saling komentar,apalagi ga tau cerita sebenarnya.salam bt mamaku dimedan

  34. shant m dwie | 17 May, 2009 17:17

    ga mau lg deh,ngapain ngurusin orang,diri sendiri aja belum tentu benar.

  35. kebluk | 2 May, 2010 10:21

    Komentar terakhir 17/05/2009.
    Akhirnya hari ini (pada saat gue tulis) kita tau bahwa AA dihukum 18 tahun. Akankah putusan ini mengakhiri kontoversi yang menyertai kasusnya…? Secara pribadi saya sangsi antasari terlibat pembunuhan, tapi saya meyakini antasari telah berbuat tak senonoh terhadap rani, keyakinan saya karena antasari sewaktu di persidangan lebih memilih untuk tidak berkomentar ketika hakim bertanya apa yang dilakukannya pada saat rani bilang “idih abang” itu. Jika saja antasari mengakui bahwa dia telah berlaku tak senonoh terhadap rani (kemudian mengaku khilaf lalu meminta maaf) dan membantah keras ikut konspirasi pembunuhan itu, sangat mungkin situasinya berubah. Ahh.. dunia ini memang panggung sandiwara.

Silakan berkomentar, kawan!