Enak di Blog dan Perlu

Budi Putra

tn_n92_sctv.jpg Seperti yang saya tulis pertengahan November tahun lalu, besar kemungkinan Indonesia akan memilih digital video broadcasting terrestrial (DVB-T) sebagai solusi televisi digitalnya. Dan pekan ini, Koran Tempo mengkonfirmasi bahwa pemerintah telah memilih DVB-T. Sosialisasinya pun segera dilakukan.

JAKARTA — Pemerintah akan memasyarakatkan rencana penyelenggaraan televisi digital pada Mei-September mendatang dengan melibatkan 1.500 orang dari 33 provinsi. Mereka berasal dari lembaga penyiaran, institusi terkait, dan masyarakat pemirsa televisi. Dari tiap provinsi itu, akan diambil 45 orang.

Direktur Penyiaran Departemen Komunikasi dan Informatika Agnes Widianti mengatakan sosialisasi ini untuk menghimpun pendapat masyarakat tentang standar penyiaran televisi digital video broadcasting terrestrial, yang diadopsi dari Eropa.

DVB-T adalah si bungsu dari sistem utama DVB — DVB-C untuk kabel dan DVB-S untuk satelit. Hebatnya lagi, DVB adalah teknologi standar terbuka (open standard) yang berarti pengembangannya secara bisnis bisa sangat luas.

Uji-coba DVB-T di Indonesia sudah dilakukan oleh TVRI dan RCTI pada Juli-Desember 2006. Kemudian DVB-H, adaptasi DVB-T untuk telepon seluler, memungkinkan siaran MetroTV, SCTV dan TVRI sudah bisa dinikmati di Nokia N92.

Indonesia memiliki jumlah stasiun radio dan TV terbesar kedua setelah Cina. Negeri ini punya satu TV publik, 10 TV swasta nasional, 70 TV swasta lokal, dua TV kabel, satu TV satelit dan lebih dari 1.800 stasiun radio.

Welcome to the digital world!

Komentar [425]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

425 Komentar untuk “Sosialisasi TV Digital DVB-T”

  1. Rakyat | 20 April, 2007 14:28

    Apakah pesawat televisi saya masih bisa menerima siaran dari stasiun TV yang ada? Ataukah perlu menggantinya dengan tv digital?
    Kalau perlu diganti, apakah harga tv digital lebih murah dari tv biasa?

  2. Mas Win | 23 April, 2007 11:54

    Maraknya stasiun TV belum diimbangi kualitas tayangan yang memadai. TV adalah media paling ampuh untuk mendoktrin masyarakat tentang banyak hal, agama, nilai sosial, pola hidup konsumtif dll. Sayangnya, pelaku usaha hanya mengejar setoran dengan mengikuti selera pasar yang belum tentu baik.
    Semoga kemajuan teknologi ini diimbangi niat baik pemerintah dan pelaku usaha penyiaran untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa.

  3. budi santoso | 26 April, 2007 06:45

    kalaupun rencana itu u/ menjadikan tv indonesia tidak ketinggalan jaman, buat saya kwalitas siaran harus lebih menjadikan rakyat lebih cerdas tidak malah menjadikan rakyat jadi manusia tanpa nurani semoga

  4. Bayu | 6 May, 2007 08:45

    Media di Indonesia berjubel, namun media yang satu perlu di dukung oleh media yang lain sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Perlu perhatian mass media untuk berbuat sesuatu jangan dibiarkan mahal terus, murah meriah perlu, kalo tidak sekarang kapan lagi ? Wasalam, Bayu, Jayapura

  5. rika | 7 May, 2007 11:49

    Pemerintah harusnya mensosialisasikan lebih rinci kepada masyarakat. Bolehlah kita tidak ketinggalan tekhnologi, tapi apakah kemajuan tekhnologi ini tidak justru mematikan usaha-usaha kecil yang selama ini telah. Hanya karna mereka tidak bisa bersaing dengan para konglomerat yang mampu membeli peralatan radio digital.

  6. tukang koran | 8 June, 2007 11:23

    Bangsa Indonesia akan bersatu menjadi komunitas penonton televisi. Lha kapan baca koran-nya ?

  7. Erwinsyah | 15 June, 2007 10:51

    Mohon dijawab ke email saya (ewin692003@yahoo.com) bagi yang tahu tentang tv digital, kapan pastinya migrasi tv digital dari tv yang ada sekarang. Sudah adakah pesawat tv digital di pasar sekarang dan berapa harganya.

  8. toeloes | 2 August, 2007 11:14

    ngomong-ngomong, tipi digital yang mengadopsi teknologi DVB-T sebenarnya sudah ada dan beroperasi sekitar 1 tahun ini (mobile pay tv) dan coveragenya sekitarnya Jakarta

  9. Satriyo Dharmanto | 5 August, 2007 21:28

    Pemilihan DVB-T sebagai standar TV digital Terrestrial Nasional Indonesia tentu sudah dipertimbahkan masak-masak oleh pemerintah. Kajiannya telah dilakukan sejak tiga tahun lalu, bahkan ujicoba siaran sudah dilakukan. Standar DVB-T sudah dipilih dan dipergunakan oleh sebagian besar negara di Dunia. Untuk menikmati siaran ini kita perlu menambahkan satu alat bernama Settopbox (STB). Pemasangan STB sangat mudah, yaitu kabel antenna yang semula langsung ke TV dilepas, dimasukkan ke STB ini kemudian output STB berupa Audio dan Video (A/V) tinggal dimasukkan ke Video input TV kita. Beberapa stasiun TV saat ini sedang menyiapkan diri untuk menyiarkan TV digital ini.

  10. Atrix | 12 August, 2007 12:21

    Bagus, akhirnya Indonesia punya jaringan televisi digital skala nasional. Tapi perlu diingat konten dan channel yang ada nantinya, tolong lebih rasional, mandidik dan berbudaya. Saya lihat TV swasta nasional sekarang kontennya penuh gaya hidup “menengah ke atas” sangat irrasional, padahal semua lapisan budaya perlu ditampilkan dengan bijak dan adil, ini perlu disama ratakan biar saling menghargai.

    Sukses DVB-T, dan maju industri konten yang lebih matang kedepan !!

    - atrix -

  11. Johan | 12 August, 2007 15:28

    Teknologi merupakan suatu alat yang digunakan untuk mempermudah manusia dalam melakukan berbagai aktifitas, melalui dvb manusiapun dipermudah untuk mendapatkan informasi melalui jarngan seluler sehingga manusia pada umumnya maupun indonesia pada khususnya mau tidak mau, suka tidak suka harus menggunakan teknologi tersebut, sebagai sebuah mediator komunikasi. Dalam hal ini pemerintah indonesia khususnya dinas komunikasi dan penerangan harus mengsosialisasikan penggunaan dvb. untuk kepentingan informasi sebab dvb menghilangkan jarak, waktu tenaga bahkan biaya untuk memperoleh informasi.

  12. Johan Ajomi | 12 August, 2007 15:35

    Sebagai sebuah negara berkembang yang memiliki ribuan bahkan jutaan pulau terpencil dan terisolasi maka sebagai usul kongkrit pemerintah harus mengsosialisasikan penggunaan dvb sebagai media komunikasi sebab arus globalisasi ini tak dapat dihindari oleh siapapun juga termasuk Bangsa Indonesia yang berada di tengah-tengah dunia yang semakin pesat dengan perkembangan teknologi.

  13. Awang satrijana | 17 August, 2007 10:40

    Alhamdulillah..pemerintah sudah merencanakan penggunaan tv digital, sekarang yang menjadi prtanyaan bagaimana menyaksikan lewat tv swasta seperti rcti, misalnya..saya salut buat pemerintah tolong cepat disosialisasi ke masyarakat…ya…Trim

  14. JHON RODEARMAN SINAGA | 22 August, 2007 22:15

    klo emang indonesia mau beralih ke tv digital,,,,jd harus ganti tv,ganti pemancar,ganti antena receiver…kan mahal

  15. Pa'e Gendhis | 23 August, 2007 12:12

    TV Digital OK, kapan terrealisasi jangan hanya wacana dan ujicoba aja. Bisa gak ya dipake surfing internet secara satu arah aja, kalo bisa masyarakat jadi lebih pinter….. tapi kalo rakyat kepinteren penguasa jadi TAKUT ???

  16. indra. | 6 September, 2007 14:56

    apa ada pengantian televisi secara gratis? analog ke digital

  17. Dicky | 17 September, 2007 13:46

    Lalu sebenarnya apa manfaat yg bisa didapat oleh masyarakat luas jika hanya dari sisi kwalitas digitalnya ?….berapa harga alat Settop box yg harus dibeli utk di pasang ?

  18. Agus Yuniarso | 3 January, 2008 14:07

    Mari, kita berdoa sama-sama agar Pemerintah ikhlas membagi-bagikan Set Top Box. Kalau bisa bagi-bagi tabung dan kompor gas bisa, kenapa untuk TV digital tidak ?

  19. agus | 23 January, 2008 09:58

    Kira2 tv merk apa, yang sekarang menggunakan 2 sistem atau 1 system {digital / analog }, terus harga berapa ya.. ?? trims

  20. Ramadhian | 9 March, 2008 17:18

    Dicky on September 17, 2007 1:46 pm

    Lalu sebenarnya apa manfaat yg bisa didapat oleh masyarakat luas jika hanya dari sisi kwalitas digitalnya ?….berapa harga alat Settop box yg harus dibeli utk di pasang ?
    —————————————-

    Penyiaran dgn Digital sebenarnya adalah utk meningkatkan qualitas gambar .. kalau ditanya apa manfaatnya buat masyarakat ? ya dikembalikan ke masing2 masyarakat ..manfaat utk setiap individu bisa berbeda2 .. sama seperti kita ngomongin soal manfaat sosialisasi internet ke masyarakat ? jawabannya bisa berbeda-beda , tergantung kebutuhan .. kalo menurut anda tidak butuh sudah pasti tidak ada manfaatnya ,,

    kalo ngarepin dapet Set Top Box gratisan dari pemerintah ? mimpi aja lu , hare gene mana ada barang gratisan ,,

    Set Top Box harga nya ber-variasi tapi yg jelas harga nya cukup terjangkau kok , sekitar Rp.200 ribu s/d Rp.500 ribu .. beli handphone aja mampu masa beli Set Top Box ngga bisa ? hehhe

    Kalo rencana pemerintah untuk migrasi ke penyiaran DVB-T untuk skala nasional, udah pasti product2 Set Top Box akan jadinya lebih murah karena akan di-produki secara massal ..

    yang pasti kalo penyiaran sudah menggunakan Digital Terristerial , gambar akan semakin kinclong , sama seperti kita nonton DVD ,,

  21. zero | 10 March, 2008 10:27

    Di jepang dan negara maju lainnya sudah memakai teknologi televisi digital. Dan ada 2 metode penyiaran digital, yaitu :
    1. ATSC. Digunakan oleh Amerika, Canada, Jepang
    2. DVB-T. Digunakan di negara Eropa, Taiwan

    Maka tidak heran klo banyak film dari dari luar negeri sana terutama amerika dan jepang dari TV series dengan kualitas yang sangat baik dan tidak kalah dari kualitas DVD atau Blue-Ray (1280 x 720) pixel.

  22. zero | 10 March, 2008 10:30

    Koreksi,,ternyata ada 3 metode penyiaran digital:
    3. ISDB-T. Digunakan oleh Jepang.

  23. bdewandaru | 15 May, 2008 20:45

    mas, belum dijelaskan bagaimana manfaat karena penghematan sumber daya alam frekuensi, berapa persen hematnya, atau tadinya berapa sekarang bisa jadi berapa? terus bagaimana konsekuensi terhadap penyelenggara siaran..tks.

  24. MUSE | 23 August, 2008 17:29

    singkatnya dgn basis DVB-T ini akan terjadi penghematan freq dan bandwidth, 1 kanal bisa di isi sampe 6 stasiun tv. Konsekuensinya bg tv swasta harus menyediakan SDM yg lbh berkualitas dan shrsnya didukung jg dng konten yg bgs pula serta perlu modal yg tdk sedikit.

  25. kalong | 25 August, 2008 17:44

    Sebenarnya yg untung adlh pemerintah, krn channel freq, bisa di jual lagi ke pengusaha TV, trus apasalahnya setopbox dibagi gratis dari hasil jual freq itu, 1ch tv analog bisa digunakan 4-5 channel TV, disamping itu kita yg nonton juga lebih enak krn gambar yg kita lihat lebih jelas, apalagi Muka, Dada dan Paha pasti lebih bagus di sinetron…asik

  26. kolang | 7 October, 2008 06:57

    klo tv digital udah biasa, ada ngak pesawat terbang digital? sekali tekan tombol langsung sampe ke tempat tujuan..

  27. abe | 8 October, 2008 15:20

    bgaimana pemantauan siaran oleh KPI jika menggunakan TV digital??
    apa masih dengan cara seperti sekarang yang saya kira kurang mumpuni..

  28. fuad | 24 October, 2008 21:55

    tv digital sistem DVB, terus apa bedanya dengan tv yang menggunakan parabola

  29. Ardi | 28 October, 2008 18:00

    Kira-kira esensi utama Indonesia cepat-cepat pindah ke TV digital itu apa? Dari belasan TV nasional yang ada sekarang saja, paling 2 atau 3 yang “layak” ditonton, sisanya..entahlah. Jangkauan siar pun baru sebatas di kota-kota besar utama di negeri ini, kecuali jika mengunakan antena parabola - tentu sangat memuaskan. Belum lagi harga perunit TV digital yang mencapai puluhan juta rupiah - hanya dengan dalih teknologi baru. Sebuah jumlah yang fantastis jika hanya buat menonton sederetan sinetron atau hiburan tak bermutu. Kenapa tidak komputer + aplikasinya saja yang prioritaskan? Cuma butuh modal 4-6 jutaan sudah lebih dari cukup jika niatnya murni untuk membuat bangsa ini lebih cerdas dan berwawasan. Semoga saja 200 juta lebih rakyat Indonesia tidak sedang digiring sebagai korban dari sebuah kepentingan bisnis dan kolusi. Sebuah TV seharga puluhan juta rupiah dengan puluhan juta calon pembeli… Angka yang sangat menggiurkan bagi pebisnis. Saya yakin bukan teknologi itu yang sedang bangsa ini butuhkan. Semoga mereka yang sedang diberi kepercayaan menyadarinya.

  30. Atmojo | 31 October, 2008 20:57

    Untuk sekarang memang belum ada TV Digital di indonesia. Coz broadcast semua masih analog. Kedepannya memang ntar semua jadi digital. Yang sekarang sudah mulai pakek digital justru TVRI. Untuk TV Analog gak usah kawatir….
    Untuk nantinya pasti akan ada alat konverter dari broadcast digital ke analog….
    Soo kita tetep masih bisa pakek tv analog kita…

  31. Hendra Susanto | 22 January, 2009 15:00

    Sudah saatnya siaran di indonesia menggunakan teknologi yang lebih baik baik dari sisi kualitas sinyal maupun kualitas content penyiaran

  32. Bep Elsa | 24 February, 2009 22:43

    Makin berat aja persaingan content TV klo dah pada pake teknologi digital, sekealas PH bisa bkin siaran sendiri acaranya..ntu KPI gmana mantau ntar??

  33. aditya nugraha | 25 February, 2009 18:14

    seandainya teknologi tv digital telah digunakan di seluruh indonesia apakah hal ini akan berdampak baik pada masyarakat indonesia ?

  34. Deden R | 27 February, 2009 08:43

    Bisa terjadi interferensi dengan radio wireless 2,4 Ghz gak yah ????

  35. j_sonny_w | 5 March, 2009 18:49

    Sudah saya coba hasil gambarnya bagus banget. kemarin saya beli Decoder TV digital buatan POLYTRON hasilnya bagus banget. gambarnya kaya FILM DVD.
    kalau lihat
    http://www.polytron.co.id/

  36. Daud W | 22 April, 2009 12:07

    Untuk polytron saya telp ke showroomnya (bu Yessy:021-235 80 888); siaran hanya radius 10 km dari senayan Jakarta, tv lokal saja, tidak bisa grabling data dan hanya buat nonton saja. Harga hampir sama dengan dvb card. Pilih yang mana?

  37. Gatek | 21 May, 2009 06:48

    Sory,aku ini bukan teknolog, aku awam, gatek lagi, aku minta penjelasan ato jawaban sekali lagi, apakah TV yg kita pake sekarang ini TV Analog ato bukan. Kalau TV analog kita alih ke Digital apa perlu ganti TV ato cukup ditambahin alat bantu lainnya? Apakah pasar se Indonesia ini sudah nyiapin alatnya? berapa harganya? dsb.

  38. Mario | 22 May, 2009 07:50

    ga perlu ganti tv digital, cukup beli alt tambahannya aj, namanya “Set Top Box”, harganya Rp. 300rb

  39. minat IT | 24 May, 2009 14:19

    aku mo cari hape yang bisa terima siaran tv digital selain nokia N92,donk…ada yang tauk gakkk?n berapa harganya?

  40. Mario | 25 May, 2009 21:54

    @minat: ada, tipenya N77, harganya Rp. 1.850.000 (2nd)

  41. ayodaftar | 28 May, 2009 13:52

    Informasi ttg tv digital masih belum tersosialisasi dengan baik di masyarakat nih. Masih banyak yang bingung dan tidak mengetahui ttg manfaat tv digital ini.

  42. daves | 4 June, 2009 11:04

    saat ini stasiun tv mana saja yg sudah menerapkan siaran tv digital ini….?

  43. agung | 5 June, 2009 19:08

    Coba kunjungi ke blog saya di anabrang.wordpress.com
    Saya sudah coba TV digital di daerah Bintaro, sinyal masih lumayan meski pake antenna indoor.

  44. Gugun | 10 June, 2009 08:57

    STASIUN TV INDONESIA Kebanyakan acara Reality Show ‘ TERMEHEK-MEHEK” Bosen dan dah kebanyakan. ga orisinil lagi

  45. DAMAN | 12 June, 2009 18:07

    mautanya nih dvb card harganya berapa?dijual dimana?adyang tau gak

  46. DAMAN | 12 June, 2009 18:09

    selain stb polytron ada merek lain gak yang dijual di indonesia?

  47. veny | 23 June, 2009 21:58

    siaran tv digital baru ada di jakarta. kalo masuk kabupaten di sumatera selatan kapan ya?

  48. Gagas | 25 June, 2009 02:31

    Jangan sok digital dech.kalau rakyat masih banyak makan nasi aking..!

  49. Gagas | 25 June, 2009 02:51

    Untuk saat sekarang Rakyat blm siap untuk teknologi siaran tv digital bos..
    Lebih baik, perlengkapan tempur di digital supaya gk di remehkan sama malaysia terus bos.!

  50. Zaki | 20 July, 2009 18:53

    Berapa harga DVB POLYTRON dan di mana belinya
    hh-kuddeh1@yahoo.co.id

  51. Zaki | 20 July, 2009 19:28
  52. Yulli_4nto@yahoo.com | 22 July, 2009 09:00

    mau nonton tv digital aj hrga tsb nya mahal bener mending buat bli susu amak gw, jgan sgitu dunk boz, gmna klo 75rb aj. Klo bleh bungks dh. Wkwkwkwk…

  53. Arif Suprihantoro | 23 July, 2009 09:40

    DVBnya bisa dibeli disini, harga bekisar 400rb-an

    - SINAR HIDUP TLP. 6257026 KOTA
    - SUARA AGUNG TLP. 6491689 MG2
    - ANEKA BARU ELECTRONIC TLP. 8194617 JATINEGARA
    - VICTORY ELECTRONICS TLP. 6394130 KOTA
    - MEGARIA TLP. 6125250 MG2
    - CAHAYA ABADI TLP. 6281851 KOTA
    - ABADI JAYA TLP. 7395540 FATMAWATI.
    - MELODY SENEN TLP. 4201783 SENEN
    - ANEKA IRAM TLP. 6248962 GLODOK
    - SUARA GEMBIRA (HARCO)TLP. 6287308 KOTA
    - SINAR TERANG TLP. 7243750 KBY LAMA
    - MAJU JAYA TLP. 6019321 GLODOK
    - SINAR MULIA(MULIA ELECTRONIC) TLP. 7264281
    - SINAR SURYA TLP. 7250194 KBY LAMA
    - CENTRAL ELECTRONIC TLP. 02518326472 BOGOR
    - TEGAR MANDIRI TLP. 46800181 P. GADUNG
    - BEST DENKI INDONESIA
    - DIRECT CUSTOMER
    - SUARA BARU TLP. 6391643 JEMBATAN LIMA

  54. Dahniar | 3 August, 2009 14:13

    saya ingin menanyakan kepada distributor ataupun yang lainnnya, kira-kira kapan ya perangkat digital tv atau set top box masuk ke pulau Bangka Belitung,kami sangat berharap sekali secepatnya dijual di toko-toko elektronik terdekat di daerah ibukota Bangka Belitung yaitu Pangkalpinang atau di daerah lainnya. bisa kan boss diusahain secepatnya….!!!!!

  55. Dahniar | 3 August, 2009 14:16

    kalo bisa barang-barang yang berhubungan dengan teknologi atau kemajuan, tolong cepat dong, jangan terlambat terus, entar bisa basi or ketinggalan teknologi, masak negara lain udah naik pesawat, kita masih pake sepeda.

  56. sammy | 15 August, 2009 18:29

    kalo di semarang dah ada yang jual gak ya? dimana?

  57. Vision 88 | 19 August, 2009 01:07

    bagi yang berminat untuk beli DVB-T untuk PC/notebook (USB DVB-T) dengan hanya 280.000 bisa menghubungi saya di 08176606660. Terima Kasih.

  58. Harry - Pacific Satellite | 22 August, 2009 12:48

    Bagi yang mau tahu lebih banyak tentang DVB-T atau semua satelite, parabola, dan peralatan elektronik lainnya… bisa hubungi saya… di

    MASTER_DAZZ@HOTMAIL.COM

    Saya distributor resmi langsung dari DVB-T PACIFIC… Kita cover se-indonesia untuk penjualannya…

    Untuk dealer-dealer yang mau jual DVB-T, bisa hubungi saya…

    master_dazz@hotmail.com

    Terima kasih

  59. Dewa Asmara | 23 August, 2009 10:59

    DVB-T/ Digital TV,
    Di Indonesia sudah ada, untuk TV nya yang TV Tabung pakai Polytron, yang TV LCD pakai LG series LH50YD (47 & 55 inch).
    Untuk STB nya merek lokal sudah ada yakni Polytron yang memiliki output A/V, Coaxial Digital Audio Output, Component Output, dan RF Antenna Output.
    Merek luar ada banyak tergantung toko yang jual.

  60. Dewa Asmara | 23 August, 2009 11:02

    DVB-T Set Top Box merek Polytron harganya berkisar antara 399.000 rupiah sampai dengan 499.000 ribu rupiah (tergantung toko yang jual).

  61. Kang endang | 15 September, 2009 01:27

    Ya ini solusi yang bagus buat menghemat biaya imprastruktur meng hemat frequency,kan satu frequency bisa di pake rame rame tanpa saling ganggu dan tanpa interferent,gitu lho!

  62. Kang endang | 15 September, 2009 01:38

    Coba lihat di Joglo dan Kebon Jeruk sekarang kan jadi hutan tower! kalau TV Digital cukup satu tower,satu transmiter,satu Frequency buat dipake bareng semua provider siaran TV.pokok nya efisien banget dech!

  63. winimanda | 28 September, 2009 16:55

    pengen beli set top box cuma pengen tau dulu apa bandung udah masuk area TV digital ato blum ya

  64. Sunarta | 7 October, 2009 07:44

    Bandung, semalam saya test produk ex-Taiwan dengan Region setting : Australia, China dan Taiwan, Frequency Range: UHF, VHF-H dan HF+UHF, Aktif Antena with booster. ternyata ora ono DBV-T, atau ga nangkep signal. Biasa Bandung ‘kan daerah perkampungan paling pedalaman. Jadi sabar nunggu 20 taun lagi untuk DBV-T di Bandung.

  65. catatan febri | 14 October, 2009 15:22

    Blog ini telah di kunjungi dalam rangka membuat rekor blogwalking terbanyak dalam 1 hari dan menulis komentar dalam 1 hari dan anda di mohon untuk memberikan dukungan pada saya dengan menulis komentar
    di sini
    Terimakasih

  66. catatan febri | 14 October, 2009 15:24

    baru tau ne….

  67. joe subekti | 15 October, 2009 19:04

    wah… korban teknologi tuh indonesia.. ga usah DVB-T wong frekuensi kita aja masih banyak kosong…………… buat apa om.. isi dulu penuhin dulu baru 10 thn yad baru migrasi gitu.. korban trend yach… kasian

  68. Mpu gandring | 15 October, 2009 21:19

    Peralihan ke teknologi membawa dampak yang cukup luas salah satunya penghematan frequensi yg dipakai lebih efisien .. apakah ada yg belum tau bahwa ijin hak siar masih belum diberikan kepada pemohon yg jumlahnya ratusan karena kekuran frequensi untuk siaran analog

  69. aplikasi smuo pemula | 27 October, 2009 14:25

    apapun jenisnya kalau kontentnya cuma sinetron idiot ya percuma hanya bikin karakter pemirsanya buruk

  70. Asep | 30 November, 2009 07:49

    Thn. 2010 apakah siaran TV Digital untuk seluruh pulau jawa sudah terpenuhi ? Terus harga TV-nya kisaran berapa ?

  71. agus nurhadi | 9 December, 2009 12:01

    kayaknya ini trend baru penjajah mengatasnamakan teknologi kayak kita masih di jajah oleh sepeda motor jepang yang canggih tapi mahal seperti suzuki inovasi tiada henti, kawasaki gaya,honda lebih unggul trus minerva penjiplak penjajah jepang trus buatan dalam negeri ga laku coba liat motor kanzen sama garuda mana?????dah hilang otomatis duit masuk ke jepang semua trus ini mau nongol televisi digital gimana ????????

  72. agus nurhadi | 9 December, 2009 12:04

    isi di televisi memang menghibur tapi nonton 24 jam benar2 jadi penganggur berat terutama anak muda atau generasi muda.kuakui juga canggih ckckckckkckck…….

  73. Catur irwansyah | 11 December, 2009 21:49

    Mang bagus gbrnya, tman prnah praktekin pake akari..

  74. andri linus | 18 December, 2009 20:35

    tolong bantu alamat distributor set top box,dibatam pasar cukup ok

  75. deden | 19 December, 2009 20:14

    ngapain jg pd ribut. yg tertarik n punya duit silakan beli, yg gak suka ya jgn beli. gampang toh!

  76. Slamet warisno | 19 December, 2009 22:16

    Tpi harganya berapa yah

  77. Kutil_arab | 22 December, 2009 00:35

    Yah… mau gak mau,kita menuju ke era digital,dan gak bisa di sangkal lagi,digital lebih unggul di banding analog,bagaimana kalau signal Henpon jadi analog, Apa gak lemot ya GPRS nya. :hammer: Hidup digital Peace ah… :D

  78. Yaya | 23 December, 2009 10:23

    Saya tinggal di Kota Kuningan Jawa Barat, apakah sudah bisa menikmati Penyiaran tv digital? untuk menerima siaran analog saat ini kami mengambil dari stasiun tegal.

  79. mujiman | 23 December, 2009 19:55

    Saya sangat menyambut baik dengan telah dilakukannya uji coba TV Digital karena dari segi kwalitas gambarnya sangat jauh kwalitasnya dengan siaran TV Analog, gambar TV Digital kwalitas gambarnya standard dengan TV Digital berbayar seperti Indovision, cuma kekurangannya belum semua stasiun televisi dapat dinikmati seperti TVRI, RCTI, TPI, TV One lainnya dapat diterima sangat baik dengan decoder Akari yang dapat dibeli dengan harga kisaran 450rb. ini adalah evolusi dunia broadcast yang harus didukung semua pihak, dan perlu peran lebih bagi pemerintah untuk mendukung program ini agar cepat diketahui masyarakat.

  80. Ari | 26 December, 2009 12:49

    Udah Beli Set Top Box Polytron. Hanya bisa nangkap 1 kanal berisi beberapa stasiun. Kanal satunya tak bisa. Cuma yang nyesek 2 bulan alat jebol, mati. Kartu Garansi ilang, dan ketika servis di service resminya ongkosnya 250-an ribu.

    Terpaksa saya diemin, karena mahal. Pikir saya walau kartu garansi hilang kan bisa dibantu, karena alat baru Polytron yang buat, dan masih Segelan.

    Apalagi masih tahap pengenalan….

  81. andri linus | 26 December, 2009 16:39

    dicari partner bisnis utk set top box wilayah batam.please contack 081536422227 or by email supermarket_parabola1@yahoo.com

  82. kodo' | 26 December, 2009 22:40

    kualitynya gmn?klu di malaysia sini blm ada tv digital,klu oleh di sebar keseluruh wilayah indo???

  83. I.Ketut | 30 December, 2009 08:58

    Mas untuk di daerah BEKASI/TAMBUN sudah dapat siaran digital Belum? dan untuk beli STB di daerah bekasi dimana ya? tolong di kirim email ke alamat mujianto@yahoo.co.id

  84. Slamet wr | 30 December, 2009 22:50

    Aku kepengen beli STB pakai parabola nggak sih ya. Apa bener harganya cuma 200 rb. Dan belinya dimana sih? Aku nyari2 nggak ketemu.

  85. Slamet wr | 30 December, 2009 23:03

    Bedanya apa DVB T ama STB sama sama pki pr bola nggak sih. Tlg dijawab.

  86. Sunaryo | 4 January, 2010 12:15

    Apakah sekarang masih uji coba (tahun 2010), ato sudah permanent melakukan siaran dengan sistem digital?

  87. Nanangyananang | 4 January, 2010 15:09

    Saya berada di Cileungsi (pas perbatasan Kab. Bekasi& Kab.Bogor), yang bisa diterima cuma Ch 46, sedangkan untuk Ch 44 (TPI, Global, RCTI, TVRI, Telkomvision dll), siaran tidak ada. Mengapa demikian, pdhal antenna outdoor sudah diputar-putar….

  88. pria perkasa | 5 January, 2010 13:07

    Kalo di daerah pegunungan yang penerimaan sinyal tv analognya jelek, kira-kira bisa jadi bagus ga ya kalo pake tv digital ini??
    kalo jadi bagus ane dukung lah…

  89. bambang | 10 January, 2010 13:01

    Daerah rumah saya dikelilngi bukit, penangkapan sinyal televisi sangatlah jelek banget…bilamana saya memakai decoder TV digital apakah tayangan yang didapat dapat bagus dan jernih? harganya berapa? kapan Decoder TV Digital akan Go Public…???

  90. bang madun | 11 January, 2010 19:27

    Saya ingin sekali membeli STB, setahu saya saat ini yg sudah beredar ditoko elektronik besar hanya merk Polytron, padahal kalau tidak salah PT.Inti juga ikut memproduksi STB ini, lalu yg sekarang telah beredar dipasaran ada merk apa saja selain Polytron karena harga STB Polytron menurut saya saat ini masih terlalu mahal, dan apakah kita perlu mengganti antena dengan antena khusus, apakah perbedaan antena PF Goceng dengan antena Yagi, sekian terima kasih

  91. glenn | 14 January, 2010 00:10

    komentar saya tv apapun bisa dipakai untuk menjadi tv digital namanya DVB_Tranceiver for TVharganya bervariasi ergantung merk

  92. glenn | 14 January, 2010 00:11

    alamat tokonya ada di glodok Ltc

  93. Uji Coba TV Digital « Susmiatun Hayati | 14 January, 2010 14:49

    [...] Direktur Penyiaran Departemen Komunikasi dan Informatika Agnes Widianti mengatakan sosialisasi ini untuk menghimpun pendapat masyarakat tentang standar penyiaran televisi digital video broadcasting terrestrial, yang diadopsi dari Eropa.http://blog.tempointeraktif.com/ekonomi-bisnis/sosialisasi-tv-digital-dvb-t/ [...]

  94. ani | 16 January, 2010 19:15

    saya
    setujuh aja tv
    digital ada di indonesia

  95. ani | 16 January, 2010 19:18

    kami di aceh masih banyak yg
    blm dpt
    siaran tv hrs pakai parabola

  96. ani | 16 January, 2010 19:25

    apa sudah ada atau masih coba2 tv digital di indonesia
    ada apa blm

  97. benyamin | 17 January, 2010 14:54

    saya mendukung program pemerintah dalam hal ini, tv digital sangat membantu penyampaian info dengan kwalitas yg lebih baik.
    tentunya hal ini perlu di imbangi dengan sosialisasi dan penyuplaian peralatan yg dperlukan berkenaan dgn tv digital.
    saya tinggal di kab. kebumen, sampai saat ini saya belum mendapatkan STB alat pengkonversi tersebut. mohon kepada pihak terkait untuk menyediakan peralatan tsb, sehingga masyarakat yg ingin menikmatinya segera terpenuhi.
    maju indonesia, jayalah informasi.
    salam utk pecinta broadcasting.

  98. benyamin | 17 January, 2010 14:58

    di kabupaten kebumen apa ada yang sudah menyediakan STB?
    mohon mendapat jawaban.

  99. sueb | 20 January, 2010 00:27

    apakah ada yang kebih baik dr DVB nya polytron saat ini .trus apakah arah antena juga pengarus ma tv digital

  100. sueb | 20 January, 2010 00:29

    knapa ada daerah di jakarta yg g bisa di pasang DVB…trus apakh DVB bisa ter pengarus dengan sutet …atau kebisingan and cuaca..

  101. VNOM | 20 January, 2010 12:22

    siaran tv digital sudah bisa dinikmati melalui set top box,skarang sudah menjangkau daerah di luar JABODETABEK.awalnya sy sempat meragukan dengan kualitas gambarnya (karena masih menggunakan antena biasa YAGI),tetapi hari ini sy buktikan sendiri gambar siaran digital benar” bagus pdhl sebelum pakai set top box siaran tv ga bisa dilihat karena banyak bayangan dan “semut”.GO DIGITAL !!!

  102. Farizeta | 20 January, 2010 13:34

    tv diigital coverage Serang Banten dan masuk blom ya 2010

  103. startech computer | 27 January, 2010 01:29

    Bila ingin membeli Set Top Box TV Digital(Digital Receiver DVB-T) silakan menghubungi kami dan pemesanan dapat dikirim ke seluruh Indonesia.Harga per-unit Rp.350.000 dengan keunggulan siaran bisa direkam via Flash Disk(ada USB Slotnya) hasil gambar setara DVD.Merk Gadmei Garansi Resmi 1 Tahun.Segera hubungi kami di 085647724385 atau via email.Gambar kami jamin jreng…!

  104. startech computer | 27 January, 2010 01:42

    Nomor telp untuk pemesanan/pembelian Receiver Digital DVB-T hubungi: STARTECH COMPUTER Telp atau SMS.085647724385.Area Bandung kami antar gratis selama radius pengiriman dalam jangkauan(max.5 km).Merk Gadmei ada USB Slotnya bisa buat rekam siaran TV ataupun untuk play format video.Silakan buktikan kecanggihan Set Top Box Gadmei.Untuk luar Bandung dikenai ongkos kirim,kecuali Jakarta.

  105. wahya | 29 January, 2010 16:08

    apa di tasik udah bisa nangkep siaran tv digital?

  106. startech computer | 29 January, 2010 19:42

    Untuk Tasikmalaya kemungkinan sudah ada siaran digitalnya,tetapi untuk lbh rincinya apakah siaran2 tv yg skrg tayang merelay dari Bandung atau lokal?kalo dari Bandung logikanya bila stasiun tsb ada channel digitalnya di Bdg maka di Tasikpun ada.Semoga dapat sedikit memberi gambaran kiranya.

  107. herman | 29 January, 2010 22:10

    mautanya ni bro, apa signal digital sudah masuk area ciawi bogor, masalahnya area ciawi ga jauh2 amat dari jakarta, ngaruh ga kalau antena luar sudah pake boster, yg sudah coba bisa e-mail ke herman_slipi@yahoo.com

  108. aang | 30 January, 2010 08:25

    kumaha ari di daerah kota banjar aya teu sinyal tv digital, simkuring bade meser DVB-T na cik nyuhunkeun infona, hatur nuhun

  109. startech computer | 30 January, 2010 12:26

    Kemungkinan daerah Banjar sudah ada,kalopun belum dlm wkt dekat sdh tersedia siaran tv digital.Pesan bisa pada kami di 085647724385/02221039123.Terimakasih.

  110. Dede rachmat | 30 January, 2010 19:29

    Apakah menggunakan STB d kenakan biaya ?

  111. startech computer | 30 January, 2010 20:28

    Menggunakan STB tidak dikenakan biaya.Cukup membeli STB Boxnya saja dan tdk perlu mengganti antenna tv lama.

  112. ridwan | 31 January, 2010 06:23

    apakah di pandeglang banten bisa menangkap siaran Tv digital?

  113. startech computer | 31 January, 2010 07:05

    Banten kemungkinan bisa menangkap siaran tv digital,kalaupun belum kemungkinan tdk lama lagi akan bisa dinikmati siaran tv digital di Pandeglang Banten.

  114. Syaikhu Akramuddin | 2 February, 2010 14:21

    Saya sambut Baik Digitalisasi Siaran TV, Pasti ada pro dan kontra, begitu halnya saat parabola dulu yan pakai reciever analok ke digital banyak orang yang mengeluh, kenapa harus pindah ke digital.. Tapi sekarang terasa manfaatnya, Reciever digital jauh lebih praktis dan lebih mudah pengoperasiannya dibanding yang analog dan gambarnyapun jadi jernih. Begitu Halnya dengan TV digital, bagi yang gak ngerti teknologi kemungkinan akan kontra atau cuek sama sekali, tapi bagi yang ngerti teknologi dan yang senang hiburan dan informasi akan sangat terbantu dan penuhnya frekwensi penyiaran akan teratasi. hal ini juga memberi kesempatan bagi perusahaan yang selama ini masih ngantri agar bisa mengudara siarannya dapat segera mengudara yang tentunya akan jauh memangkas biaya insfrastruktur karena dengan digitalisasi ini segala biaya lebih efesien, meski pada biaya awal ada beberapa yang harganya mahal, tapi untuk selanjutnta jauh lebih hemat. Untuk Daerah Otonomi yang misi pemerintahnya untuk memberi pelayanan informasi kepada masyarakatnya akan sangat terbantu dengan teknologi digital ini, Selama ini pemerintah daerah ada yang berinisiatif untuk membuat pemancar relay TV swasta karena di daerahnya tdk ada pemancar TV Swasta, dan meraka hanya bisa merelay beberapa stasiun TV saja karana keterbatasan Dana dan Frekwensi, Dengan Adanya TV digital ini diharapkan Pemerintah daerah dapat memanfaatkannya untuk melayani masyarakatnya dengan lebih baik lagi dan dengan biaya lebih efesien, tentunya dengan dukungan semua pihak.

  115. anto@jkt | 3 February, 2010 13:35

    sye sdh pakai tapi syng sekarang br 6 stasion tv yg dapt lagi akir2ini tv one sering kedap kedip kayak lagi di acak gimna TV one

  116. ade wibwo | 3 February, 2010 18:23

    apakah di brebes,jawa tengah bisa menangkap siaran Tv digital?

  117. Udin | 3 February, 2010 18:26

    Untuk migrasi dr tv analog to digital pemerintah hrs bagikan gratis dong SET TOP BOX DVB-T agar smua masyarakat dpt menikmati siaran tv digital,borong aj tuh DVB-T Polytron kan buatan dlm negri kan kita cinta produk dlm negri.

  118. Wayan moyo | 4 February, 2010 06:39

    Di indonesia minim acara tv info pertanian pdhl indonesia katanya negara agraris/pertanian tp knp kok acaranya artis sinetron yg kawin cerai melulu………!?

  119. kasikin | 9 February, 2010 11:06

    kalau daerah banyumas gimana sudah bisa belum ya ? beli DVB-T nya dimana ada yang jual? tolong dong aku dikasih tau

  120. ari | 10 February, 2010 11:20

    Set Top Box Polytron yang rusak ternyata ongos servicenya Rp.270-an. CS-nya udah ngebel berkali-kali, saya diemin aja. Karena di Pinangsia Glodok, ada DVB-T Gadmei murah, hanya 200-rb.

    Kenapa mereka tak memakai system garansi dengan “seal” yang ditempel dialat dengan tanggal pembelian. Secara kebiasaan ketika beli barang kita sering lupa naruh Kartu Garansi. Hingga jaminan Garansi cukup melihat dari tempelan Seal tadi.

    POLYTRON ???

    Untuk TV Digital, bagus. Tapi sepertinya setengah hati dan tak digarap serius. Sudah hampir satu tahun tak ada perkembangan. Pemancar hanya 2, satu di Senayan dan satu di kebon Jeruk.

  121. Ikhlasun | 11 February, 2010 07:22

    Bro ari,

    DVB-T Gadmei yang di PINANGSIA GLODOK di toko mana ? lantai brapa ? dan Punya No. tlp. nya ga ?
    kirim donk infonya lewat :
    Ikhlasun@gmail.com

    thk’s

  122. mblotong | 14 February, 2010 21:32

    barusan (hari minggu) beli dvb t polytron, scan cuma dapat 6 chanel, + tvri satu channel, kemarin jumat test pakai fulan punya teman dapat 12 channel, apakah grup tvri kalau minggu ga siaran?? atau mang polytron penangkapan sinyalnya kalah kuat dengan merk cina??

  123. svendredi | 15 February, 2010 10:19

    bung mblotong itu pakai dvb apa, merk fulan ya…/ gmna carany br dpt 12 chanel,.tks.

  124. Prymha | 18 February, 2010 15:59

    Kalo memang mw dganti dgn tv digital. .Tlng hargany jgn mahal. .Cz kasihan rakyat kecil nanti lok gk bsa bli tu tv digital gk tw informasi dumz tentang kabar di indondsia. .

  125. Rudi | 18 February, 2010 21:36

    Aduh…..sial banget ni. ini hari aku baru beli DVB-T, siaran pada blank semua…..
    Kapan yach on lg?????????????????

  126. grego | 22 February, 2010 09:48

    Aku pengguna Fulan F-009 DVB daerah tanggerang
    Pertama penggunaan hanya dapat 6 stasiun tv tetapi 2 hari ini kok sama sekali gak ada siaranya ya apa di acak Ya apakah bakalan nya nanti siaranya gratis apa tidak klw bayar artinya ya gak ada kemajuan kanselama ini nonton tv gratis

  127. grego | 22 February, 2010 09:51

    Nyang musti jawab siapa ya ya tq

  128. andi | 23 February, 2010 07:57

    Saya sudah pergunakan STB Polytron di daerah Depok yang tertangkap signal baru 6 channel seperti SCTV, TV ONE, ANTV, TRANSTV, TRANS 7 da METRO TV mohon untuk RCTI, Global TV dll daya pancarnya di Perbesar untuk Tips Pengguna STB Arah antena mempengaruhi daya tangkap signal jika antena luar akan diputar harus pelan” soalnya sensitif skali

  129. tarum | 23 February, 2010 09:27

    DVB-T,dimobil g ada no signal,knp ya..

  130. ramman | 23 February, 2010 13:45

    aku dah beli DVB - T polytron dah lima hari ini ga ada siarannya kenapa ya, aku pikir STBnya yg rusak sampai aku tukar tapi hasilnya tetep blank semua

  131. santy irma | 23 February, 2010 15:27

    SBY Presedien geen goed. Drop onmiddellijk SBY. Hoe eerder hoe beter. SBY heeft niet bouwen van het land en de economie voor de mensen. Hoe kan de toestand vooruit zal gaan als alleen menghandalkan inkomsten uit belastingen? SBY geen gedachte te bouwen economie van de mensen. Hij was bezorgd dat hij zichzelf en zijn partij. Wij studenten moet onmiddellijk hulp zoeken liet de CIA om SBY. We moeten Amien Rais en alle componenten van SBY naar rechts nu laten vallen. Hij is gewoon te kopen tijd met een hoop redenen en vervorming.

  132. ian | 24 February, 2010 13:41

    dear mas ramman,
    semua yg pake decoder tv digital, sekrang pd gak bisa nangkep siaran…gak tau knapa…lg nyari inpo…

  133. ant | 25 February, 2010 08:11

    menurut berita pemancar digital di joglo tersambar petir dan dalam perbaikan

  134. Astroboy | 25 February, 2010 14:27

    Buat rekan-rekan pemilik STB di Jabodetabek, kerusakan bukan pada STb anda, memang siaran digital dari KTDI sedang tidak mengudara. Kalau siaran digital dari TVRI tidak ada gangguan.

  135. Astroboy | 25 February, 2010 14:27

    Siaran digital TVRI Bandung juga tidak bermasalah dan masih tetap mengudara.

  136. Pengamat DVB-T | 25 February, 2010 19:42

    Trial DVB-T di Jabodetabek sudah berakhir. Buat produsen Set Top Box, nggak kasihan tuh sama yang sudah beli harus nunggu sampai operator dapat lisensi tahun 2011 ?

  137. korban digital | 25 February, 2010 20:35

    bro semua,
    ada yg tau gak no telepon KTDI Joglo dan TVRI yang ngelola siaran Digital di jabotabek? Gw mao mastiin apa penyebab siaran digital pada hilang, dan kapan akan muncul kembali

  138. Zamroni | 26 February, 2010 20:05

    Bela-belain beli Dignity 29″.Siaran malah nggak ada. Jadi deh TV numpuk 3 ekor di rumah yg ukuran cuma sepetak. Kapan mulai siaran lagi ? Biar nggak sia-sia buang duit. Ampuuuun negara ini.

  139. Zamroni | 26 February, 2010 20:24

    TVRI digital masih mengudara ya ? Kalau boleh tahu, di frekwensi berapa ?

  140. Zamroni | 27 February, 2010 07:20

    KTDI = Konsorsium Televisi Disambarpetir Indonesia.

  141. ramman | 27 February, 2010 17:25

    sampai kapan tv digital mulai siaran lagi nich buat ANtv dkk, terus buat MNC grup, indosiar, tvri ayo donk sinyalmu di maksimalkan jangan hanya uji coba terus. dua tahun rasanya sudah cukup buat uji coba

  142. Udin | 28 February, 2010 12:35

    Siaran TV DIGITAL sampe d semarang kapan ya?

  143. Zamroni | 28 February, 2010 13:16

    Woooooi….. siaran Tv digitalnya kapan mengudara lagi ??????
    Masak dari beli (15 Februari 2010) sampai sekarang belum pernah lihat siaran digital. Pingin tahu nih TV gue bisa nangkep siaran digital tidak. Siaran digital iku piye sih ???? Abang, ijo apa biru ??? Bingung aku.

  144. miming | 1 March, 2010 21:58

    sya mau tanya kalo di tempatku siaran tv digital apa bisa? soalnya sy di daerah pantura nih… tepatnya di purwadi subang trus saya kalo mau beli set top boxnya dimana apa di subang sudah ada atau di bandung sekarang hrgnya brp ya

  145. Udin | 2 March, 2010 04:03

    Kalau harga set top box DVB-T masih mahal kasihan masyarakat klas menengah k bawah mana mampu mreka beli?Boro2 beli..!Untuk makan aja pas-pasan.Harus nya dpt subsidi dunk biar smua masyarakat dpt menikmati siaran tv digital.

  146. Udin | 2 March, 2010 04:06

    Kapan ya siaran tv digital ampe d jawa tengah n sekitarnya?

  147. ramman | 2 March, 2010 11:37

    buat teman2 yg sudah memiliki DVB-T apa siaran tv digitalnya masih blank

  148. gading | 2 March, 2010 20:09

    Hay rekan2 semua yang penggen tau siaran tv digital dvb .

    untuk siaran dvb sebenernya udah on langsung ke satelite jadi tinggal di coba ajah utuk yg di jawa tenggah kayanya udah bisa loh… soalnya saya juga punya rumah di jateng di sana saya juga pake dvb digital tv.

    kalo siaran yg baru bisa di dapet di sana itu kalo gak salah

    TVRI 1
    TVRI 2
    INDOSIAR
    SCTV
    MNC_NET atau GLOBAL TV
    METRO TV
    TRANS_CO

    nah mudah2 gak lama lg semua siaran tv digital lengkap semua. kalo kualitas tv digital bagus ngak ada semutnya.

    kalo mau beli dvb untuk wilayah jateng di call ajah ke ym nya tukang tv kalo gak salah ( nuga84_bayumas@yahoo.co.id ) tingal ngobrol ajah siapa tau masnya g online bisa bantu info dvb aku juga beli di situ.

  149. guntur | 2 March, 2010 20:17

    okeh-okeh

    nih jawaban buat semu temen2 yg masih penasaran sama digita tv.

    nih tempat yg mau pesen digital tv lengkap sama antena digitalnya juga. kalo haraga tergantung merek dan kualitasnya

    TOKO DIGITAL
    phone : 022-922-655-14 layanan 24 jam. pesan dan tanyakan solusinya dulu oke sebelum membeli.
    biar tau seberapa bagusnya.

  150. zain | 2 March, 2010 23:25

    gue jg bru beli dvb t…mana ngutang lagi…siaran ilang lagi..pucing deh..kpn on lg..sapaaa..yg tau ya

  151. syarif suryadi | 5 March, 2010 12:09

    senasib dg Zain, hasil ngutang beli dvb t polytron 399rb di EC. siaan tidak nongol, yang nongol cuma satu, yaa tukang tagih utang nongol jelas dan suara keras didepan pintu. Nasiiib.

  152. syarif suryadi | 5 March, 2010 12:10

    senasib dg Zain, hasil ngutang beli dvb t polytron 399rb di EC. siaran tidak nongol, yang nongol cuma satu, yaa tukang tagih utang nongol jelas dan suara keras didepan pintu. Nasiiib.

  153. Ridwan Gunadi | 6 March, 2010 00:32

    Kabar baik rekan rekan sekalian.alat perekam dan penerima siaran digital (DVB-T) dengan kualitas sangat baik dan dengan harga yang sangat terjangkau ,juga pemasangan yang sangat mudah,selain itu menu tersedia dalam bahasa indonesia memudahkan kita memilih settingan dan penggunaannya.

    Untuk purnajual dan penjelasannya silahkan hubungi saya di 0811205993 atau 022-6071338 .

    Kedua produk tersebut bisa anda dapatkan di toko toko elektronik di bandung, selain itu apabila anda berminat untuk menjadi dealer silahkan anda layangkan email ke ridwan.gunadi@gmail.com

    Draco DVB-T SDTV 200 USB dan Draco DVB-T SDTV 200

  154. Ridwan Gunadi | 6 March, 2010 00:42

    HAPPY DAY and HAPPY HUNTING……..
    DRACO emang bagus

  155. Ridwan Gunadi | 6 March, 2010 00:51

    DRACO DVB-T SDTV 200 USB dan DRACO DVB-T SDTV 200 solusi untuk pecinta siaran TV dan radio……..

  156. Ridwan Gunadi | 6 March, 2010 01:06

    Nonton bola dan sinetron atau film pilihan kaga perlu takut ketinggalan….tinggal klik……rekaman berjalan dengan kualitas yahud…..mo denger musik ama radio digital…..kaga masalah……..liat foto ama klip bareng teman pasti seru…….semuanya bisa didapatkan hanya di DRACO DVB-T SDTV 200………buruan beli…..kaga bakalan nyesel…….pokoke TOP abiz…..

  157. Ridwan Gunadi | 6 March, 2010 01:09

    DRACO DVB-T SDTV 200 USB…..top abiz…

  158. Ridwan Gunadi | 6 March, 2010 01:32

    Kaga perlu ganti tv untuk menerima siaran digital……….semua tv lama kita bisa dipakai asalkan ada input audio dan video…….pastikan DRACO DVB-T SDTV 200 dirumah anda……gambar digital dan suara bening dinikmati anda sekeluarga

  159. robot | 6 March, 2010 09:15

    Gw pengen beli Set Top Box DVB-T tapi masih ragu, karna denger dari temen2 yg udah pada beli kecewa karna trial DVB-T dah berakhir. merek yg bagus apa yach…….

  160. ridwan | 7 March, 2010 13:54

    @ridwan gunadi;itu harganya berapa? di daerah labuan banten sudah bisa nerima siaran digital belum?

  161. andi | 8 March, 2010 14:02

    Apa kita Demo lewat Dunia Maya aj nih ato kita bikin akun di FB biar keluh kesah pengguna STB terakomodir d FB, gmana tanggapan user STB tengkyu
    :(

  162. Metty Ling Ling | 8 March, 2010 14:28

    Ni men, ni hao. Kalau menurut kita kita orang sih, itu hal yang wajar dan mereka halalkan untuk mempertahankan kekuasaan, baik untuk tujuan mereka punya pribadi, maupun mereka punya kelompok partai baru dan kerakusan insani misalnya mereka orang.

    Negara lain seperti dia Amerika punya kepentingan besar untuk memastikan apakah persiden sebuah negara layak mereka dukung atau tidak lagi, dan inilah yang membuahkan anthek-anthek persiden, pejabat, bahkan oknum mahasiswa, yang misalnya pro kapitalis dan demokrasi palsu Amerika yang sebenarnya sudah usang. Demokarsid an kapitaluis tidak selalu dapat menciptakan kita orang rakyat. Maka Eropa menjadi lebih ebarrti ketimbang dia Amerika. Eropa menganut sistem kesejahteraan bukan murni kapitalis dan demokrattis. Mereka adalah sebenarnya kerajaan dan tsar.

    Membelokkan isyu oleh suatu kekuasaan sudah bagian melekat dari pemerintah-pemerintah yang masih memakai cara lama, meskipun bahkan tega mengorbankan anak bangsa, yakni polisi-polisi muda itu.

    Misalnya isyu teror di Aceh, kenapa tiba-tiba muncul. Kita kita orang harus cerdas melihat isyu-isyu dari kejadian yang secara kronologis maka kita kita orang dapat melihat kebenaran. Isyu genting macam kemungkinan impeachment dia SBY melalui pintu skandal bank Century misalnya oleh mereka orang DPR dari PDIP, Golkar, Gerindra dan Hanura yang telah pilih membela rakyat atau emmbela hatinurani mereka rakyat.

    Dia SBY merasa tersudut dan memang sudah tersudut karena kesalahan dia orang sendiri. Orang bilang mana ada satpam (anggota tentara) bsia memimpin bangsa, kecuali di negeeri ini. Tentu kita kita orang melihat tidak semua satpam tidak bisa pimpin negara, yang penting niatnya, apa untuk mereka rakyat atau tidak, itu saja. SBY tidak seperti itu.

    Dia SBY panik dan melihat bahaya ke depan, diperintahkan kepada Kapolri membuat isyu pemberantasan teroris di Aceh. Dan nanti banyak lagi yang lain. Mereka sudah belajar dari misi-misi CIA dalam mengalihkan perhatian. Saat ini dibuat berdasarkan skenario yang dikaitkan dengan terorisme luar negeri. Bedanya kalau teririsme nasional tidak ada yang emngklaim, dan itu harusnya kita curiga, siapa dalang teroris nasional ini. Ini ada yang bilang kerjaannya mata-mata Amerika seperti Sidney Jones yang menyamar sebagai peneliti dan aman disini. Ni men, xie-xie.

  163. Sriyanto | 12 March, 2010 22:09

    Apa ada cara lain kalau hidupnya tv penyiaran di Indonesia tidak selalu dari iklan maupun dana dari Negara, jawabanya harus melihat demo kami khusus untuk bupati dan pengusaha lokal diseluruh NKRI, berikut referensi sebagai pengantarnya.

    pengantar melihat demo
    KONSEP dan PRAKTEK
    SOLUSI TV PUBLIK UNTUK INDONESIA

    Disampaikan oleh TVJK Indonesia Nurul Huda Pesantren (NHP) Desa Plosorejo Gondang Sragen Jawa Tengah
    hp. 0274 7889345 atau 0274 6645009
    e- mail tvkampung@yahoo.co.id
    boleh disebar luaskan demi kepentingan bangsa dan negara
    MIND SET UDARA KABUPATEN / KOTA UNTUK KEPENTINGAN TV PUBLIK

    LATAR BELAKANG PEMIKIRAN
    Tanpo kanyono lan kinoyo ngopo (istilah jawa) yang artinya adalah suatu peristiwa secara kebetulan tanpa direncana dan disengaja oleh seorang pelaku penulis dan pengonsep, bahwa maju mundurnya Indonesia dimata dunia saat ini, ada saksi dan bukti ternyata dipicu oleh praktek seorang santri tentang udara dan frekuensi bersama beberapa penyandang dana. Memang sangat kontras kondisi telekomunikasi dengan disentuh praktek santri dibalik kesibukan sebagai tukang tv selama ini. Sehingga untuk menunjukkan bukti kepada pembaca khususnya individu bupati dan calon pengguna konsep, mohon maat bila harus melihat demo tanpa ada intervensi dari birokrasi. Dalam bidang telekomunikasi, seorang santri selalu menciptakan lapangan kerja dan wirausahawan baru dengan cara menabrak birokrasi. Karena sudah berkali – kali keberhasilan bisnis kemaslahatan diawali dengan proses mendahului institusi atau menabrak regulasi, maka judul “konsep dan praktek solusi tv publik” berikut, merupakan rangkaian praktek terdahulu sebagai penemuan baru untuk dipahami calon pengguna konsep santri.
    Belajar dari pengalaman masa lalu, santri hanya diposisikan sebagai tukang oleh penyandang dana dan itu sebagai sebuah kekeliruan. Karena iptek salah diposisikan dibawah kekuasaan dan uang, akhirnya beberapa penyandang dana harus “merugi” dalam “menghantarkan” proses telekomunikasi yang maju pesat saat ini. Karena kerugian selama 30 tahun sekitar tiga triyun rupiah, maka untuk mengadakan pembetulan dan klarifikasi, sekarang mengkonsep dan praktek franchise pengalaman sebagai “solusi tv publik” dengan menabrak birokrasi. Penyebaran terrestrial pertelevisian nasional, menjadi konsentrasi praktek santri tersembunyi dari birokrasi untuk menuju legal saat ini .
    Tanpa perlu popularitas nama santri, konsep ini sangat strategis untuk kinerja seorang bupati atau pengusaha setingkat kabupaten setelah menyaksikan demo terlebih dahulu. Tanpa melihat demo, sulit untuk memahami maksud gagasan santri. Seorang bupati, sebagai wakil pemerintah propinsi, dengan melihat bukti dan manfaatnya cara praktek santri tersembunyi, otomatis akan berusaha melahirkan perda baru karena masyarakat dan pemerintah sangat membutuhkan. Dengan cara santri tersebut, diam – diam reformasi dan demokrasi masa lalu juga sudah terbangun melalui rekayasa telekomunikasi. Konsep judul ini, dengan tujuan yang amat mulia, akan meneruskan proses non partisan suara dari arus bawah yang steril dari berbagai intervensi hingga pemerintah kabupaten mengakuisisi.
    Diperlukan kaca mata khusus untuk memahami bagaimana cara santri tersebut mempraktekkan hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak yang harus melibatkan perizinan dan permodalan. Secara kebetulan, nominal tiga triyun sudah mendewasakan santri walau selalu berseberangan dengan institusi. Karena santri sebagai penemu konsep yang prosesnya langsung melibatkan masyarakat sudah terbukti, maka kegiatan tersebut memiliki nilai tawar yang sangat strategis tersendiri untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa. Kabupaten Sragen dan Bantul khususnya, melalui Telekomunikasi Video Jangkauan Kampung atau TVJK, akan berkantor tanpa papan nama disetiap perkotaan di Indonesia setelah mempropokasi bupati untuk membeli regulasi yang bertransaksi lewat IT.
    Kepada individu bupati atau pengusaha dikabupaten / kota atau kepulauan, dibisikkan hasil praktek untuk menghiraukan aturan pemerintah Jakarta terlebih dahulu. Karena TVRI dan RRI yang terancam bubar tidak memiliki solusi saat ini, konsep ini sangat sinergis untuk diakuisisi bupati atau pengusaha lokal. Dengan menggunakan filosofis jawa, “pupur sakwise benjut”, yang artinya mengambil langkah antisipasi setelah pelanggaran terjadi. Dengan birokrasi dan institusi nasional dihadapkan sebuah bukti pemenuhan kepentingan bangsa dalam mempersatukan 17000 pulau cara santri, institusi pemerintah otomatis akan mengadakan langkah antisipasi. Karena masyarakat selalu dilibatkan sebagai ujung tombak dalam proses tanpa seremonial dalam melaunching rekayasa membuat kasus dan pelanggaran, maka pemerintah seperti biasannya akan menyesuaikan diri. Hal tersebut sudah dilakukan santri selama 40 tahun dan tercipta jutaan wirausahawan baru dan ratusan juta masyarakat pengguna karya santri tanpa akreditasi standardisasi dan asosiasi.
    Sejarah telah membuktikan, ilmunya Anggodo dan Artalita misalnya, ada kemiripan cara santri membuat kasus, bukan sekedar makelar kasus kebangsaan tentang kemaslahatan yang harus dicarikan solusi. Telekomunikasi di Indonesia lahir, semua diawali dari radio gelap, tv gelap, mikrowive gelap oleh santri terlebih dahulu. Semua perubahan akibat penemuan teknologi yang dibisikkan santri bukan dirancang oleh institusi pemerintah. Sehingga, birokrasi harus mengikuti ilmu pengetahuan yang sudah menjilma menjadi teknologi menjadi mind set baru tanpa terpengaruh oleh produk manufaktur uang dan kekuasaan. Penyelenggara negara dan DPR, lebih akrap kepada produk manufaktur tanpa melihat sejarah siapa dan bagaimana proses konsep dan praktek model santri yang sulit dipahami tersebut.
    Sekarang, membisikkan hak atau frachise konsep untuk pembetulan pelaksanaan proyek terdahulu yang keliru. Karena manfaat sudah terbukti untuk kemaslahatan, kemasyarakatan dengan cara terselubung dibalik penyelenggara negara yang miskin konsep saat ini, maka santri memiliki nilai tawar tersendiri untuk para pengusaha dan penyelenggara negara skala kabupaten tanpa intervensi.
    Semua hasil rekayasa santri, sengaja tidak dipatenkan, sengaja supaya dipraktekkan dengan mendaur ulang berbagai macam produk dan teknologi asing sebagai instrument untuk alih teknologi tersembunyi. Tulisan ini, sengaja disebar luaskan sambil memprovokasi penguasa sebagai pemilik dan masyarakat lokal sebagai pelaku teknisnya. Bagaimana udara setiap kabupaten nanti dapat menjadi tertata merata dan seimbang seluruh Indonesia, putra daerah yang diciptakan santri untuk menjadi pemain bukan sekedar hanya sebagai penonton. Keberhasilan suatu bangsa, terukur dengan seberapa besar bangsa tersebut mampu meniru dan menguasai teknologi telah dan akan dibuktikan oleh santri dari arus bawah. Proses alih teknologi dengan disentuhkan langsung melalui benda kerja akan lahir wira usahawan baru yang tidak terdata oleh birokrasi saat ini. Pemerintah nantinya hanya menjadi produk sertifikasi, “mengekor mekanisme pasar” yang diciptakan para pelaku bisnis hasil dari arsiteksi para tukang seperti penjual pulsa dan pengembang telekomunikasi saat ini, bukan dirancang oleh lembaga negara.
    Bagaimana memilih dan memilah jenis terknologi yang paling tepat untuk NKRI, nantinya akan terseleksi oleh putra daerah dengan bisikan dari santri yang sudah dimulai sejak tahun 1977, bukan atas kreatifitas birokrat dinegeri ini. Telpon HP, TV, Radio yang semula menjadi monopoli BUMN di zaman orde baru, terjadi proses swastanisasi atas rekayasa seorang santri sebagai pembisik para pejabat selama ini. Semua gagasan santri sengaja supaya ditiru atau dibajak namun terkendali sistemnya tanpa hak paten dari pemerintah. Hasil nyata yang langsung dirasakan masyarakat dan bangsa Indonesia saat ini luput dari pantauan pengamat akademisi maupun wakil rakyat dan media massa karena hal konsep mengkonsep yang masih maya sifatnya, sulit dipahami oleh masyarakat dan bangsa kita yang sangat konsumtif selama ini.
    Teknologi pertelevisian bagian dari telekomunikasi, sudah dan akan dikondisikan santri seolah – olah dikenal oleh publik hanya berjalan secara alami saja. Bagaimana keseimbangan LPP TVRI sebagai tv publik yang mencerdaskan bangsa, cara menggunakan perangkat siar tv dengan benar, memasang antena televisi dimasyarakat dengan benar dan efisien, akan diadakan pendidikan teknologi sederhana untuk masyarakat dengan menyentuh langsung tanpa dana dari negara. Karena beberapa konsepnya tiba – tiba dikonsumsi rakyat dan berlangsung tanpa seremonial, sehingga tidak mengundang perhatian media masa dan opini publik selama ini, maka susah untuk dipahami bentuk kegiatannya.
    Pengalaman tersebut seperti tulisan ini, adalah pengantar sebuah demo bagaimana cara bisnis TV dan IT yang dibisikan kepada pembeli bahwa kegiatan ini mendahului aturan didaerah atau lokal masing - masing. Khususnya kepada institusi setingkat kabupaten atau kota dan kepulauan, diusulkan terbit sebuah asosiasi baru yang membatasi jangkauan teknis yang sesuai dengan kepentingan pendidikan SDM dan SDA dapat merata maju besar bersama di Indonesia.
    Dengan melihat hasil nyata yang sudah dinikmati oleh bangsa Indonesia sekarang ini, merupakan suatu nilai tawar sangat strategis tersendiri untuk menentukan arah reformasi. Mengapa koran dan foto, tv, disebut sebagai sarana atau alat telekomunikasi ?. Karena tanpa alat tersebut kita tidak dapat berkomunikasi lewat “udara” antar manusia yang tidak terawasi lagi saat ini, perlu dioptimalkan untuk kemaslahatan umat di Dunia.
    Tulisan ini merupakan pengantar praktek pertelevisian terrestrial masa depan analog maupun digital yang sesuai dengan keadaan teknologi demografi dan topografi di Indonesia cara tukang tv. Karena tidak ada dalih keberanian pemerintah diera demokrasi dan transparansi dalam mempetakan tv terrestrial yang adil merata dan seimbang yang berpihak kepada publik pengguna penyiaran, maka alaternatif untuk menyatukan mempertahankan budaya dan kedaulatan bangsa dimata dunia harus ditempuh cara tukang tv. Amin.

    Hormat kami Suharsono

  164. Ridwan Gunadi | 14 March, 2010 20:19

    Dear pa Ridwan
    Menurut survey kami di daerah labuan banten belum tercover siaran digital sehingga penggunaan settopbox untuk berbagai tipe dan merk yang ada dipasaran belum dapat memenuhi keinginan bapak….tapi dalam waktu dekat sebelum memasuki tahun 2012 penggunaan siaran digital untuk siaran tv sudah dapat dinikmati di seluruh pulau jawa bali dan madura….oh ya sekedar info harga draco dvb-t sdtv 200 berkisar Rp 350.000 dan draco sdtv 200 usb berkisar RP 400.000

  165. Yohanes SC | 15 March, 2010 15:26

    sinyal digital nya dah lama hilang kata nya sich mo disatukan menjadi satu

  166. zain74 | 16 March, 2010 00:28

    okelah klo begitu…kita demo aja lewat dunia maya…dah bbyk masyarakat yg beli…ampe kpn mo nunggu..jgn2 ga jdi lagi siaran digital di Indonesia…

  167. herman | 16 March, 2010 11:23

    gw stuju tu demo melalui dunia maya , dah beli stb mahal antena yagi yg lmayan mahal, yang di dapat cuma ke2cewaan, pemerintah ga serius khususnya kominfo.

  168. kie | 16 March, 2010 15:18

    kmrn gw dah mau beli DVB polytron di Giant harganya 399ribu. tapi sales nya bilang, kmrn dah nyoba juga tp di bdg ga dpt siaran apa2. batal deh niat beli DVB nya. minta infonya dong.. Area bandung dan cimahi dah bener2 bisa untuk pasang ntu alat ato belom ya..

  169. iwan | 25 March, 2010 19:33

    siaran digital dimana kah engkau kini?..pemerintah mana komitmen-mu?..udah bela2in beli DVB..gak ada siaran nya..cape dech..

  170. harsono | 28 March, 2010 08:29

    ikuti saja jejakku bila keinginan anda sebagai warga negara pengguna penyiaran tv, karena saya sudah mengerti keinginan semua pihak tentang pertelevisian. awas …. aneh lho….praktek nya nanti trims

  171. herman | 1 April, 2010 23:37

    untuk teman2 yg sudah kecewa tidak dapat lagi menyaksikan siaran tv digital dan bingung mau bertanya kepada siapa, saya berikan solusinya, anda dapat bertanya kepada KEPALA PUSATINFORMASI DAN HUMAS kementrian KOMINFO, dngan b.Gatot S. Dewa Broto, ke 021-3504024 HP. 0811898504 atw e-mail Gatot_b@postel.go.id
    silakan mencoba semoga berhasil.

  172. harsono | 4 April, 2010 14:00

    saya perlu mas Gatot memahami cara kami dan hubungi telp.02747889345 apa yang kami mau, karena pengalaman saya sulit ditulis dan dipahami tulisanku

  173. anto | 19 April, 2010 10:41

    TV digital kemana saja dikau menghilang…..399 rb rupiah terancam ngilang juga dehhh jadinya.

  174. fadli | 19 April, 2010 10:58

    hari ini tv digital dah nyala belom yah, ada yang tau kapan ada lagi, thx

  175. depkominfo | 19 April, 2010 15:37

    Siaran TV Digital akan dimulai lagi.. 2 taon lagi..
    tepatnya di tahun 2012…

  176. depkominfo | 19 April, 2010 15:38

    Bagi saudara2.. yg sudah terlanjur beli Digital set BOX..
    yah mendingan di jual lagi. aja..
    soalnya nanti 2 tahun lagi.. harganya pasti udah jatuh.

  177. fadli | 20 April, 2010 09:45

    ^yang ngomong diatas orang geblek orang siaranya aja ngak ada gimana jualnya.

  178. fadli | 20 April, 2010 09:51

    Siaran TV Digital Terhambat Regulasi
    27 Jan 2010

    * Rakyat Merdeka
    * Teknologi

    Penyelenggaraan siaran TV digital yang sedianya dimulai tahun 2010, nampaknya sulit terealisasi. Pasalnya PT Konsorsium Televisi Digital Indonesia (KTDI) masih butuh kepastian regulasi penyelenggaraan infrastrukur seperti penetapan penyelenggaraan fungsi multiplexing beberapa program siaran. Selain itu, rencana siaran ini juga terhambat penetapan standar set top box.

    “KITA membutuhkan regulasi penyelenggaraan infrastruktur seperti Sei top box yang di pasaran belum ada standarnya, karena kita juga masih trial,” kata Direktur KTDI. Supeno Lembang dalam acara Kesinambungan Siaran TV-Digital di Indonesia sekaligus peluncuran Televisi Digital LG Infidia di Jakarta, baru-baru ini.

    Menurut dia. saat ini konten TV digital dirasa sudah cukup bahkan sudah dibebaskan, tapi industri masih butuh regulasi penyelenggaraan infrastruktur. Apakah nanti menggunakan menara bersama untuk pemancar, masih memerlukan kepastian yang jelas.

    Bambang Subiantoro, selaku Pelaksana Tugas Direktorat Jenderal Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi. Departemen Komunikasi Dan Informatika, mengatakan, berdasar survey Universitas Indonesia dengan Nielsen, sebesar 92 persen masyarakat di wilayah Jakarta. Bogor. Depok. Tangerang dan Bekasi siap menerima siaran digital.

    “Jabodetabek secara umum sudah siap, masyarakat siap membeli set top box yang harganya Rp300 nbu hingga Rp325 ribu. Padahal pemerintah menetapkan harga ve; top box hanya Rp 225 ribu, artinya secara ekonomi mereka siap untuk wilayah-wilayah lain di luar Jakarta saat ini masih sedang dalam tahap ujicoba,” terangnya.

    Sekalipun begitu. Bambang mengakui siaran televisi digital, perlu melihat kesiapan berbagai pihak, meliputi pemerintah, industri, masyarakat maupun infastruktur pendukungnya. Pemerintah sendiri, kata dia, telah menyiapkan iklim sejumlah regulasi untuk TV digital, seperti standar teknis penyiaran

    Seperti diketahui pada tahun 2010 ini merupakan siaran pertama perpaduan antara analog dengan digital memulai tahapan awal migrasi ke TV Digital. Supeno menjelaskan, ada tiga tahapan menuju implementasi siaran digital, periode 2010-2014 yakni siaran simulcast yaitu siaran berbarengan antara analog dan digital. Pada tahun 2014-2017, sejumlah siaran analog di beberapa wilayah akan dimatikan sebagian. Setelah 2017, seluruh siaran analog akan dimatikan NOV

  179. fadli | 20 April, 2010 09:55

    Seperti diketahui pada tahun 2010 ini merupakan siaran pertama perpaduan antara analog dengan digital memulai tahapan awal migrasi ke TV Digital. Supeno menjelaskan, ada tiga tahapan menuju implementasi siaran digital, periode 2010-2014 yakni siaran simulcast yaitu siaran berbarengan antara analog dan digital. Pada tahun 2014-2017, sejumlah siaran analog di beberapa wilayah akan dimatikan sebagian. Setelah 2017, seluruh siaran analog akan dimatikan NOV>, cuman sayang kapanya/ bulan apa tidak di sebutkan. hmm

  180. slipi | 20 April, 2010 17:46

    tahun 2010 akan di mulai kmbali siaran tv digital, tapi bulan apa tidak disebutkan apa betul? mudah2han jadi kenyataan di tahun ini kita tunggu sampai akhir tahun di tahun 2010……..

  181. fadli | 21 April, 2010 10:26

    jumat besok gw mo pasang lagi tv digital di mobil gw, nanti tak kabri lagi deh, katanya si sekarang juga dapet di jakarta baru 4 channel yang bisa tapi masi banyak freeze nya, bagi yang udah pasang coba di scan ulang lagi, karena ada perubahan frekwensi, yang berdomisili di bandung tidak ada masalah tapi hanya dapet 7 channel, berita ini saya dapet dari orang bandung sendiri loh

  182. sialeuy | 2 May, 2010 12:16

    Tipuuuuuuuuuu…
    udah beli mahal-mahal converternya… ternyata sudah tidak ada lagi siaran TV Digital.. yang ada malah SiaLan TV digital…

  183. ramman | 3 May, 2010 08:24

    jreng2 ternyata hari ini siaran digital masih!!!! mati saudara sekalian

  184. onto | 4 May, 2010 13:17

    kami beritahukan sampai saat ini siaran tv digital masih KOMA sdra/i sekalian.jadi jangan banyak2 komentarnta tetep aja mati

  185. bowo | 4 May, 2010 16:19

    Saya di jakarta masih bisa menerima siaran TV Digital tp hanya TVRI1, TVRI2, TPI dan RCTI. Sy menggunakan STB merk Dr**o, sy coba STB merk Pol****n tidak bisa menerima siaran.

  186. slipi | 5 May, 2010 21:47

    lumayan dapet 4 stasiun maksudnya apa tu merk Dr**o yang jelas dong

  187. alpen | 7 May, 2010 07:24

    tadinya pengen banget beli settop biar mata nga burem, cuman kayanya masih harus sabaaaaaaaaaaar, karena banyak yang kecewa uadah beli settop siarannya yang nga ada.

  188. Jody | 7 May, 2010 08:10

    Gimana di bandung skarang dah normal belum siaran digitalnya? Daerah sukarno hatta bisa ketangkep ga siaran digital? Yg jual set top box jangan mahal2 150rb cukup apalagi merk cina..

  189. agungbro | 8 May, 2010 14:58

    tadi pagi udah pengen beli tuh set top box eh ternyata ada tulisan *(maaf siarannya tipi digital sedang off) udah gitu harganya 400rb merk pan*****c…beuuuuhhh ya udah ga jadi beli…hahaha nanti kabarin ya klo udah bisa siaran nya…thanks

  190. bowo | 10 May, 2010 08:08

    Yg saya maksud STB merk Dr**o itu STB merk “DRACO”, bukan bermaksud promosi tp karena ada yg bertanya.

  191. purnama | 21 May, 2010 14:51

    Pasti siaranya kapan,dah lama bngt.

  192. Nanangyananang | 24 May, 2010 13:45

    kalo ingat, dibela-belain beli pol****n dvb, karena rasa bangga dengan produk dalam negeri sekaligus rasa antuasias menyambut siaran tv digital di tanah air. Sekarang ini dvb sudah jadi almarhum, saya banting-banting. Mudah-mudahan pihak-pihak yg berhasil menghasut rakyat dengan siaran tv digital ini, tidak senasib dengan dvb yang sudah aku beli….
    Ya paling tidak ada timeline untuk melakukan siaran tv digital. Tetap saja rakyat yang jadi hewan korban dan object penderita

  193. slipi | 27 May, 2010 15:52

    banyak negara2 lain sudah siap menyambut tontonan akbar PD 2010 dengan kwalitas gambar, suara DIGITAL, di saat PD sudah dekat siaran digitan di indonesia khususnya di jabodetabek yang statusnya baru percobaan hilang begitu saja tanpa beberitahuan kepada masyarakat lagi, di mana tanggung jawab pemerintah khususnya depkominfo pupus sudah masyarakat menyaksikan hiburan akbar yang berkwalitas, penipuuuuuuuuuuuu……….

  194. ivan | 27 May, 2010 19:02

    Gimana nih Pemerintah masak di Indonesia nga ada TV Digital. Negara tetangga kita aja Singapur dan Malaysia ada. Malu2 in nih baru bentar tayang tau2 mati lama. Kasihan tuh sama yg udah beli DVBT ga bisa dipakai lagi. Gimana nih Depkominfo ?

  195. amang | 28 May, 2010 19:20

    Tadinya amang ge ke bita bro bro berbicara ttg siaran TV digital dan maunya sih berminat tapi mendengar berita ttg off nya lagi tv digital jdi mundur lagi minatnya takut sia sia kalau ada kabar on di bejaannya

  196. erwin | 29 May, 2010 15:25

    Siaran digital KTDI dimatikan sepihak oleh KTDI, karena regulasi pemerintah yg tidak jelas, akibatnya banyak pemilik STB yg dirugikan. maklum saja sekarang menkominfo baru jadi peraturannya ikut baru

  197. slipi | 31 May, 2010 18:51

    BISNIS
    senin, 17mei/19:40
    Kemenkominfo Masih Evaluasi Hasil trial Telvisi digital

    Jakarta, Menanggapi keluahan sejumlah pihak terkait penyelenggaraan trial televisi digital, kepala pusat invormasi dan humas kementrian komunikasi dan informatika (kemenkominfo) Gatot S.Dewa Broto bilang tidak ada yg perlu di hawatirkan.
    Gatot bilang jedah waktu setelah masah trial merupakan saat bagi tim dan kemenkominfo untuk melakukan evaluasi dari trial yg telah berlangsung beberapa waktu lalu, konsekwensi dari adanya uji coba adalah evaluasi, apalagi program ini memeng belummerupakan Brodcast permanen jadi pasti banyak hal yang harus di cermati, karena itu butuh waktu, kata gatot.
    Kendati tak menyebutkan berapa berapa lama lagi waktu evaluasi yang di butuhkan namun gatot berjanji bahwa proses digitalisasi akan terus berlangsung pemerintah tidak mungkin melakukan pembatalan program dan berkomitmen penuh terhadap adanya digitalisasi ini, apalagi peresmian uji coba telah dilaksanakan oleh presiden cetus gatot.
    Gatot beralasan bahwa kemenkominfo harus melakukan evaluasi menyeluruh tidak hanya menyangkut teknologi namun juga berbagai aspek terkait di laksanakannya uji coba siaran digital, pertimbangannya tidak semata soal bisnis, cetusnya. ia meyakinkan para pihak terkait, bahwa kemenkominfo akan langsung mengumumkan hasil evaluasi jika telah tuntas.
    Optimisme itu pula yang mendorong kemenkominfo secara rutin melangsungkan lelang pengadaan perangkat SET TOP BOX bernilai miliaran rupia untuk berbagai daerah di indonesia. terkait lelang pengadaan pemancar dan SET TOP BOX tersebut di buka untuk pengadaan di batam dan kepulauan riau pada 11 mei 2010 dengan nilai perkiraan pekerjaan 5,5M

  198. Dickpas | 1 June, 2010 13:03

    Kpd yg berwenang dlm siaran Digital, saya harapkan siaran bs mengudara lg sebelum Piala Dunia di mulai.

  199. poer | 8 June, 2010 06:44

    tolong kepada pihak yg berwenang dlm hal ini DEPKOMINFO segeralah di on airkan lagi siaran KTDI terus buat TVRI kekuatan sinyalnya di tambah. TVRI yg paling lama untuk uji cobanya tapi sinyalnya masih lemah

  200. Pembeli Settop Box Sialan Digital | 8 June, 2010 21:20

    Heran ya perlu regulasi apa sih untuk menampilkan siaran digital? Secara teknis sudah jelas tinggal menempatkan pemancar digital entah mau 1 tower bersamaan atau berlainan juga ngga jadi masalah. Saya kadang2x bingung kenapa sih hal - hal yang mudah selalu berujung jadi sulit? mana sembiyan KISSnya ? Keep It Simple Stupid hahaha

  201. Gerry | 9 June, 2010 20:38

    Gimana nih regulasi2, TV Digital dibiarkan hilang berlarut2? Emangnya apa susahnya sih regulasi ini itu. Apalagi udah mau piala dunia. Siaran RCTI TVRI sangat lemah sinyalnya. TV DIGITAL, gitu aja koq repottttt…….

  202. Johan | 10 June, 2010 20:56

    Sudah seharusnya sekarang kita beralih ke siaran TV Digital. Dikarenakan siaran TV analog tidak memadai lagi apalagi di kota2 besar yg banyak gedung2 bertingkat & pemancar lain sehingga mengganggu kualitas penangkapan gambar & suara. Dan juga kita harus merubah2 arah antena jika mengganti channel TV (Noise). Sedang digital, kualitas gambar & suara setara dgn DVD & tidak perlu merubah arah antena.
    Kelebihan Siaran TV digital juga menghemat pita jalur frekuensi. Satu jalur frekuensi dapat di gunakan s/d 12 channels TV. Sedang TV analog, satu jalur frekuensi hanya untuk satu channel TV. Hanya saja pemerintah harus memperhatikan kekuatan dan area jangkauan ( coverage) sinyal, agar dapat dinikmati secara luas & merata oleh masyarakat.

  203. Supriatna | 11 June, 2010 12:12

    Ternyata dengan Siaran TV digital di kampungku yang tak bisa menangkap siaran TV, jadi tertangkap, kalo analog gak ada makannya jangan heran di kampung ku sekecamatan gak pernah ada antena TV, maklum dikelilingi gunung,,,!

  204. slipi | 12 June, 2010 17:14

    kalaw itu mah saya dah tau mas JOHAN, masalahnya kapan jakarta bisa siaran lagi digitalnya??????

  205. manto | 15 June, 2010 17:28

    Saya mau nanya nih! kalau di ciledug dapat nggak siaran digital khusus untuk siaran TVRI dkk?

  206. rryant | 15 June, 2010 23:38

    palu, sulteng, kapan ya bisa nangkap siaran TV Digital

  207. manto | 23 June, 2010 16:15

    ada yang mau jual dvb set top box gak? saya mau beli, hp:081310902163

  208. ramman | 24 June, 2010 07:44

    konsorsium tvri sekarang sinyalnya sudah bisa walaupun kualitas sinyal cuma 35% alhasil masih banyak freeze tapi lumayan, tinggal konsorsium ktdi yg katanya masih terganjal regulasi pemerintah khususnya depkominfo

  209. caa | 24 June, 2010 09:29

    kykny nih page musti di bookmark bwt monitor perkembangan siaran digital di jakarta khsusny and indo umumnyaaa…

  210. w4hyu | 26 June, 2010 13:27

    buat yg mo nikmati siaran tv digital, tidak perlu takut utk ganti tv hanya utk nikmati siaran ini. pastiin aja di tv-nya ada port composite (yg biasa dipakai utk nyetel DVD/VCD)-ada port dgn 3 warna (kuning,merah,putih). klo sudah ada, tinggal beli receivernya (STB - Set Top Box) deh. tapi pastiin receivernya itu DVB-T. setau saya, harga receivernya < 1jt.

    klo ada dana lebih, bisa skalian beli TV yg tunernya bisa tangkap sinyal digital. tapi sayang blm banyak merk TV yg beredar, coz schedule siaran tv digital ini belum jelas.

  211. Yos | 30 June, 2010 08:06

    Jadi gimana ni…DVB gw nganggur ni, mau dijual juga susah.. Ada yang update lagi ga tentang siaran digital jakarta?

  212. zayko | 6 July, 2010 08:09

    Iya nih kapan muncul lg sinyal digital..

    masa gak dapet sama sekali..

    sayang nih alatnya udah di beli..

  213. jabon | 16 July, 2010 18:00

    serba digital… sekarang ini telah memasyarakat yang namanya produk digital

  214. rudi | 18 July, 2010 16:18

    kira2 kapan siaran dvb-t ktdi on air lagi, kalau untuk tvri network sedang membangun tower di daerah joglo sejak 2007 sampai sekarang belum selesai di perkirakan september sudah selesai, tapi keberadaan tower tersebut kabarnya di protes warga setempat. semoga cepat selesai pembangunannya jangan mundur dari target lagi

  215. LION | 19 July, 2010 07:49

    Kalau yang lagi mau cari / beli TV LCD sekalian yang udah integrated DIGITAL TV TUNER: ane recommend Panasonic LCD 32″ serie X atau U (udah ada digital tv tuner nya didalem), per 2 hari yang lalu dapet siaran:

    TVRI 1
    TVRI 2
    TPI
    RCTI

    terus mulai kemarin sore/malem, ilang RCTI nya hik.hik… tinggal 3 deh, gimana sih “TV digital” ini serius mau disiarkan apa maen-maen yak? (sabtu 17 Juli 2010 ane sempat nonton film “alien vs predator” di RCTI TV digital, walau tulisannya “sinyal buruk” tapi kualitas gambar masih mantap gan…. (gimana kalau “sinyal baik” lebih kinclong lagi kali yah ha..ha..)

  216. LION | 19 July, 2010 07:51

    Ane lokasi daerah glodok kota, ada user lain yang bisa update apa bener cuma TVRI1, TVRI2 (siarannya sama persis), TPI dan RCTI yang udah “Digital”? atau ada stasiun TV lain?

    Antenna pake antena dalam, apa mesti pakai antenna luar yah biar bisa dapat lebih banyak stasiun TV digital?

  217. Aris | 19 July, 2010 13:50

    terus terang saya membeli Politron DVB-T februari… dan setiap hari saya coba tidak pernah bisa menangkap signal digital. saya tanyakan ke polytronnya, ternyata memang sedang ada gangguan pada pemancar.. saya coba setiap hari sampe bulan april dan ternyata nihil… *kasian sekali saya ya..* … apa benar sekarang sudah bisa on air??? soalnya sejak februai beli, belum pernah lihat seperti apa bentuk siaran digital…

    INDONESIA OH INDONESIA…

  218. yamin | 19 July, 2010 18:01

    channelnya emang cuma ada 4. pake antena luar juga ga akan namabh channelnya.
    TVRI1 itu TVRI nasional, TVRI2 itu TVRI Jakarta. setiap sore acaranya beda

  219. Aris | 20 July, 2010 09:36

    jakarta nya daerah mana ya.. aku di daerah setiabudi.. semalem aku coba lagi trus muter2 antena tetep aja gak dapet signal sama skali.. apa musti pake antena PF yang gedhe ya? soale saya pake PF kecil diatas TV.. antenanya juga udah aku coba sampe kluar kamar tetep aja ga dapet signal..

  220. yamin | 20 July, 2010 10:53

    harus pake antena luar, arahin ke jakbar, joglo

  221. LION | 21 July, 2010 09:46

    Ane lokasi jakarta barat gan (stasiun kota dsk), per hari ini cuma dapat 3 : TVRI1, TVRI2 (Siaran koq kayaknya sama persis contentnya mau pagi ataupun malam) dan TPI RCTI digitalnya ILANG DENGAN SUKSES he..he.. (apa karena RCTI nya memang lagi tidak relay siaran versi digital?)

  222. LION | 21 July, 2010 09:46

    antena luar atau dalam kayaknya kagak ngaruh.. sama aja cuman dapat 3 dan signal nya tertulis di detect: “BURUK”

  223. irawan | 23 July, 2010 21:51

    buat para pejabat terkait depkominfo sebenarnya siaran digital mau direalisasikan tahun ini apa tidak, kasian yg sudah terlanjur beli alat konveternya tapi siarannya seprti kurang siap. dengan harapan bisa menonton acara tv bening tapi kekecewaan yg di dapat bagai mana tidak karena siaran analog sekarang ini di tempat saya gambarnya burem semua

  224. Eko Bayu | 23 July, 2010 22:44

    Sialan buat yang kerja di DepkomInfo .Gembar gemboor ajah pingin inilah itulah .dah ga usah mikirin regulasi .pikirin frequency ajah serahkan pasar untuk baiknya

  225. hery | 24 July, 2010 20:59

    boz.. aku pingin cobain DVB-T Draco SDTV 200 dong.. dijakarta bisa ga..

  226. hery | 24 July, 2010 21:03

    aku baru beli tv lcd tapi gmbr nya ga bgs.. katanya sih rmh ku dekat ama gedung2 bertingkat dan menara BTS jd sinyalnya keganggu.. kalo pake DVB-T Draco SDTV 200 bisa bagus ga gmbrnya..

  227. Agus | 26 July, 2010 10:14

    Tanggal 25 Juli 2010, saya di bekasi mencoba meggunakan perangkat TANAKA DVB t46 untuk mengakses TV Digital. Hasilnya tidak ada satupun stasiun TV yang didapat pada saat scanning signal. Ada yang punya pengalaman dengan perangkat ini ?

    Salam,

  228. rudi | 26 July, 2010 13:06

    sepertinya gembar gembor siaran tv digital akan dimulai lagi tahun 2014 soalnya mau pemilu

  229. Eko Bayu | 28 July, 2010 13:01

    para pejabat nunggu sogokannya dari pihak Media .gimana apa untungnya bagi pemerintah (Pajak Siaran,Pajak Iklan) ,Kalo ngga ada untungnnya pasti lama proyeknya .Frequency khan stasiun TV udah punya masing 2 atau masih banyak yang kosong .Mancar dulu migrasi pelan pelan.lagian kalo gambarnya bagus masyarakat juga ga segan2 berubah ke digital.What an Indonesian My country

  230. hendy | 14 August, 2010 15:20

    Mungkinkah pertentangan kepentingan bisnis dgn operator tv berbayar? Dgn digital tv yang free on air akan mengganggu porsi pasar mereka? Buat apa bayar ratusan ribu, kalau yg gratis aja udah bagus bgt.
    Anyway…komItmen is komitmen…

  231. Johan | 15 August, 2010 10:54

    Pemerintah (Depkominfo) harusnya membela kepentingan rakyat. Sudah saatnya Siaran TV DIGITAL Gratis/FREE on air, seperti yg diterapkan negara2 lain. Sigapura & Malaysia contoh terdekat aja. ( nga usah jauh2 negara majuh deh).

  232. Rudolf Lim | 16 August, 2010 16:56

    bole kah saya melemparkan set top box yang terlanjur saya beli ke muka nya menkominfo karena siaran nya hilang dan masi ga ada sampai sekarang ini ?

  233. Slipi | 18 August, 2010 22:58

    Walau pun kecewa tapi masi bisa tersenyum untuk area jakarta TPI hadir di siaran digitalnya dalam acara akhir pekan dengan SIARAN LANGSUNG LIGA INGGRIS cukup menghibur untk tahun ini sambil menunggu siaran digital permanen di semua stasiun tv.

  234. jabon | 24 August, 2010 14:23

    by jabon

    semoga sukses sosialisasinya ua

  235. nirwana | 25 August, 2010 16:17

    artikel anda sangat menarik sebab setiap orang dapat menikmati tv digital secara geratis tidak perlu pakai biaya lagi untuk mendaftar dan dapat di nikmati kapan pun baik melalui hp maupuntv

  236. Slipi | 4 September, 2010 04:01

    Sangat tidak mengganggu untk bisnis tv berbayar karena masi bnyak pilihan siaran yg bisa dinikmati film2 yg berkwalitas, olah raga di brbgai dunia, berita, hburan anak dsb… Klw free to air/ siarn gratis ya hanya tv lokal aja mas yg shari hari kta tonton ga bisa milih2 uang gitu loh yg bicara cuma kwalitas gmbar dan suara aja yg sama dngan tv berbayar.

  237. rudi | 11 September, 2010 11:16

    kira kira kapan ya siaran dvb-t on air **** sampai detik ini belum juga nongol siaran digitalnya

  238. Arie | 30 September, 2010 10:06

    bener gak sih antena tv digital yg 200rb an bisa nangkep siaran digital?

    trus mo yanya donk, kalo udah pake STB, siaran yg analog masih dapet gak? ato malah jadi ilang?

  239. slipi | 2 October, 2010 14:47

    mantap hari ini baru nyoba lagi resiver DVB-T yang sempat ogut angggap dah jadi barang rongsokan ternyata siaran digital dah bisa tertangkap di pedalaman cibeduk ciawi bogor, walaw pun hanya 4 siaran yg terpenting liga inggrisnya tayang di TPI 3 musim dngan digitalnya siiiiippppp…….

  240. az | 3 October, 2010 19:15

    kira2 set box polytrn dapet ga

  241. Slipi | 10 October, 2010 10:14

    Semua merk STB DVB-T bisa nangkap asalkan masuk zona sinyal digitalnya JABODETABEK bisa nangkap sinyal 70% pasti bisa dinikmati digital masi menggunakan 2 pemancar di senayan dan kebon si (MNC).

  242. Eko Bayu | 17 October, 2010 12:13

    @ Slipi diatas apa benar siaran digital Sudah ada di Jabodetabek setelah sekian lama mati ?siarannya apa ajah ?

  243. slipi | 21 October, 2010 20:33

    benar sekali, silakan di coba klaw dah punya STBnya, yg tapi yg siaran baru RCTI, TPI(MNC), TVRI 1, TVRI 2, yg lain masi nunggu izin, kmungkinan 2011 sudah bisa siaran semuanya, entah awal, pertengahan, atw akhir kita berharap aja smoga jadi kenyataan.

  244. stiabudi@karbela | 22 October, 2010 13:16

    @slipi
    pake antena dalam or luar nih bwt terima sinyalny?

  245. mantowaluyo | 24 October, 2010 16:25

    Saya di ciledug terima 4 siaran Digital, RCTI, MNC, TVRI 1, TVRI 2,tapi putus2.
    @stiabudi: sebaiknya antena luar

  246. eko bayu | 24 October, 2010 17:53

    thanks slipi atas jawabannya yang menyejukan.kemaren sudah saya coba scanning kok ngga bisa yah ?.pake antena luar dengan booster malah .lokasi saya di Sunter.pake siaran analog terganggu dengan pabrik2 di sunter .kalo boleh sharing di freq berapa dan channel berapa ?

  247. rambojones | 30 October, 2010 00:31

    Hey, something is wrong with your site in Opera, you should check into it.

  248. slipi | 31 October, 2010 09:52

    to eko bayu, coba di kanal 46, untuk freq. saya lupa set antena menghadap arah senayan atw kebon sirih, harus sedikit demi sedikit, klaw bnyak terhalang gedung tinggi aga sulit karna sinyal eror, seperti daerah setia budi, semalam saya tws RCTI dan MNC hilang yang ada TVRI 1,2, dan global, mungkin grup MNC sedang uji coba, silahkan mencoba.

  249. Eko Bayu | 7 November, 2010 14:23

    @slipi kok jadi tempat forum yah blog ini hehe .tak coba nanti thanks.tapi anda sendiri di ciawi khan tuh khan jauh yah malah bisa ketangkep signalnya

  250. rian | 13 November, 2010 08:42

    apakah tergantung daerahnya ya kalo mau dapet siaran dvb-t? kalo mau ngecek daerah yg udh terjangkau siaran dvb-t dimana ya?

  251. Fajar | 16 November, 2010 08:34

    Siapa yang mau D-STB Merk POLYTRON… Gratis… Kondisi Baru… Baru Saya Banting Ke Lantai… Beli dari Maret 2010… Ga pernah tampil gambarnya… Dasar Indonesia Gembel…

  252. Dodi | 19 November, 2010 22:04

    Dengan adanya siaran TV digital gratis/free, stasiun pemancar TV digital berbayar merasa bisnisnya terancam.Hari gini blom ada siaran TV digital free on air ??? Apa kata dunia…….

  253. Ronnie al jawawi | 1 December, 2010 09:24

    desember 2010 daerah mana saja yang tercover tv digital???
    ato tv digital sedang tidak mengudara???
    saya di bekasi kok STb saya ga dapet 1 chanel pun…

  254. slipi | 1 December, 2010 15:56

    @ronnie, seharusnya dapet 4 chenel, gunakan antena luar klaw daerah bekasih mngkin agak tinggi arahkan ke jakarta atw kebon sirih, geser sedikit demi sedikit sampai kwalitas sinyal di atas 50%, silahkan mencoba

  255. Adi | 6 December, 2010 09:40

    Apakah kita bisa mengirimkan komentar untuk Depkominfo (http://www.depkominfo.go.id/kontak/) agar bisa segera dibenahi?

  256. Adie S Mardi | 16 December, 2010 17:58

    Mohon kepada sdr2 yg sudah berhasil menonton tayangan TV digital (gratis) di Jkt, tolong di-informasikan lokasi tpt tinggal serta receiver yg digunakan, sy mau membeli STB receiver DVB-T, mohon infonya. Tks.

  257. yamin | 21 December, 2010 00:16

    tanggal 21 desember 2010 jam 2 siang tvri bakal ngadain launching tv digital katanya dihadirin presiden sby. nanti tvri bakal punya 4 channel. tvri1=tvri nasional, tvri2=tvri lokal, tvri3=olahraga, tvri4. yg udah punya receiver coba cek deh

  258. Adi | 21 December, 2010 10:53

    lalu bagaimana dengan RCTI, MNC & Global TV yang menumpang dengan TVRI? Apakah ada kelanjutan juga dengan status KTDI?

  259. surya | 21 December, 2010 11:20

    apa bedanya kalau kita menggunakan televisi biasa dengan tv digital toh semua orang udah punya televisi?

  260. Adi | 21 December, 2010 11:25

    Berikut petikan informasi dari depkominfo “Pemerintah merencanakan akan memberhentikan siaran TV analog tahun 2018 dalam rangka migrasidari siaran TV analog ke siaran TV digital, kata Kepala BidangSistem Komunikasi Multimedia pada Pusat Teknologi Informasi danKomunikasi BPPT, Dr. Hary Budiarto” (http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/migrasi-siaran-tv-analog-ke-tv-digital-akan-dimulai-tahun-2018/)

  261. yamin | 21 December, 2010 11:58

    satu channel UHF dengan bandwidth 8 Mhz bisa muat 6 channel. jadi 4 channel tvri plus rcti n mnctv.

  262. Komcell | 21 December, 2010 13:15

    Di Surabaya siaran TV digital belum ada ya? Kita coba cari pakai TV tuner DVB-T masih tidak bisa.

  263. yamin | 21 December, 2010 16:55

    SBY Resmikan Pemancar Siaran Digital TVRI

    Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan pemancar siaran digital Lembaga Penyiaran Publik TVRI yang tersebar di tiga lokasi: Jakarta, Surabaya, dan Batam.

    Ketiga pemancar digital tersebut diresmikan SBY dari auditorium TVRI di Senayan, Jakarta, Selasa (21/12/2010), di hadapan Dirut LPP TVRI Imas Sunarya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Menkominfo Tifatul Sembiring, dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.

    “LPP TVRI merupakan siaran rujukan publik. Semoga dengan lompatan teknologi digital ini akan meningkatkan semangat dan kinerja TVRI menayangkan siaran berkualitas di seluruh Indonesia,” kata SBY.

    TVRI sendiri telah memulai uji coba siaran digital sejak 2007 lalu di Jakarta dengan satu saluran digital. Kini, siaran digital yang mulai digelar di Jakarta, Surabaya, dan Batam menyediakan empat saluran digital.

    “Channel satu untuk siaran nasional, channel dua untuk siaran DKI Jakarta, channel tiga untuk dokumenter dan pendidikan, kemudian channel empat untuk olahraga dan pendidikan,” papar Imas.

    Dalam peresmian pemancar digital ini, Presiden SBY juga melakukan video conference dengan Gubernur Kepulauan Riau dan Gubernur Jawa Timur.

  264. yamin | 21 December, 2010 17:02

    Pembagian set of box penunjang siaran digital tvri

    Warga Jakarta mulai berbangga diri setelah menerima perangkat lengkap yang menunjang untuk siaran TVRI digital atau Set Top Box. Untuk tahap awal TVRI membagikan perangkat tersebut kepada 200 anggota masyarakat. Perangkat yang bentuknya menyerupai “Decoder” ini dibagikan secara gratis bertepatan dengan program sosialisasi penggunaan Set Top Box untuk siaran TVRI digital. Menurut Direktur Pengembangan Usaha Ir. Hendra Budi Rahman dengan siaran digital TVRI masyarakat akan dapat menerima siaran TVRI lebih jernih baik dari segi audio maupun video.

    “sementara ini kita bagikan sekitar 200 unit dulu, dan pada sosialisasi ini kita ajarkan kepada masyarakat bagaimana cara memasang perangkat itu”, Direktur Pengembangan Usaha menjelaskan kepada Humas.

    Menurut rencana peresmian pemancar televisI digital LPP TVRI di Jakarta, Surabaya, dan Batam akan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Selasa 21 Desember 2010 di Jakarta. Berdasarkan pengamatan Humas siaran TVRI dengan menggunakan system digital ini kualitas gambar maupun suara lebih bagus dibandingkan dengan system analog.

    Set Top Box oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia sudah dibagikan kemasing-masing wilayah, Jakarta, Batam dan Surabaya. Masing-masing mendapatkan 500 unit. Direktur Pengembangan Usaha TVRI Ir. Hendra Budi Rahman mengatakan cara pemasangan alat ini tidak begitu sukar.

    “Cara nya adalah hanya menempelkan kabel Audio Video yang berwarna putih, merah dan kuning ke pesawat televisi dan memasang kabel antena langsung ke alat Set Top Box ini“, Direktur PU menjelaskan kepada masyarakat yang hadir dalam sosialisasi pemasangan Set Top Box.

    Setelah itu dengan menggunakan remote control kita cari channel TVRI di kanal UHF 42. daya pancar TVRI mencapai 10 kw dengan jangkauan siaran Jabodetabek. TVRI digital Jawa Timur daya pancar 5 kw dikanal UHF 35 dengan jangkauan siaran gerbang kertasusila. Sedangkan untuk digital TVRI Batam, daya pancarnya 2 kw kanal UHF 40, dan jangkauan siarannya Pulau Batam dan Pulau Bintan. Meskipun demikian siaran TVRI digital dapat juga diterima di Negara tetangga Singapura.

  265. yamin | 21 December, 2010 17:03

    Betapa jernihnya nonton tvri dari batam yang disiarkan secara digital

    ” LHO ini siaran kita, TVRI?Kinclong dan jernih bener ya pak?”, tanya Humas ke pak Hary karyawan TVRI yg kini bertugas di Transmisi Batam.

    “Iya pak, ini siaran TVRI secara DIGITAL!’, kata Pak Harry Mulyanto , pimpinan Transmisi Batam, dengan mata berkedip-kedip penuh bangga.

    Saya kemudian meminta Pak Harry men”switch” channel TVRI secara analog, utk membedakan dengan siaran digital tadi.

    “Kalau dengan sistem analog begini Pak!’, tambah Pak Harry setelah merubah channelnya.

    Memang lain sekali, siaran TVRI dng sistem DIGITAL, kwalitas gambarnya dan suaranya(video dan audionya) lebih jernih kwalitasnya terlebih bila dibandingkan kita nnton film-film original dalam DVD. Tidak terasa secara reflek kamipun berdecak kagum. Pak Harry yg menyambut kamipun kemudian menerangkan, bahwa utnuk menyetel TVRI Dgital harus menggunakan perangkat “Set Top Box”, yaitu suatu kotak perangkat semacam decoder.

    “Di Batam sini sudah kami bagikan 500 “set top box ” ini Pak.Siarannya sampai Bintan ,Tanjung Balai Karimun,Tanjung Pinang, serta Batam dan sekitarnya Pak.”,katanya dengan tangannya menunjuk “set top box” yg dibagikan KOMINFO.

    Untuk melakukan sosialisasi pemasangan “set tp box”ini , memerlukan cukup waktu, mengingat sistem Digital ni bagi masyarakat Batam merupakan sistem yg baru, meskipun negara tetangga Singapura sudah menggunakan sistem Digital ini.

    “Waktu kami pasang di rumah Bupati Bintan,Pak, kami juga mengadakan sosialisasi ke staf-staf beliau, dan setelah terpasang, Pak Bupati sendiri merasa puas dengan kwalitas Digital yang sangata bagus”, tambah Pak Harry.

    “Tetapi pak, ada juga kendalanya, sewaktu habis sosialisasi ke masyarakat kota Batam, mapun di beberapa kelurahan, akhirnya masih banyak yang nanya, kenapa setelah dipasang, gambarnya malah tidak keluar.Tetapi setelah kami cek ternyata mereka banyak yang terbalik memasang kabelnya.Ya pantas saja toh pak lha wong kuwalik( red:kebalik) masangnya”, kata Pak Harry sambil tersenyum geli.

    “Ya maklum ya Pak, wong namanya alat baru”, tambahnya.

    Cara pemasangan perangkat”set tp box’ ini sebenarnya mudah, karena ada satu kabel yang terdiri tiga”switch” atau “colokan” yang dimasukkan dalam jalur TV yang berwarna merah, kuning dan putih, yg disambung ke set top box itu sendiri.Disamping itu saluran antene yang tadinya dimasukkan ke saluran Telvisi tinggal di cabit, dipindah dimasukkan ke lubang saluran antene di perangkat”set top box” itu sendiri.

    “Sebenarnya kan nggak susah toh pak, wong caranya persis kalau kita memasang perangkat Video, atau DVD itu lho pak.Nah, setelah terpasang lewat” remote control” ini kita tinggal pemcet”switch” pencari gelombang.Secara automatis ini akan mencari channel TVRI, hingga tersiar secara Digital”, Pak harry menerangkan secara gambalang sambil memencet tombol “remote controlnya”.

    Untuk transmisi di Batam dengan jangkauan siarann yang mencapai 2 KW, menurut Pak Harry, bisa menangkap juga siaran TV Digital dari Singapura.Transmisi yang terletak Jalan palapa VII Bukit Dangas Sekupang Batam ini berdiri 130 meter diatas permukaan laut. Siaran Digital TVRI dapat diterima di channel 40, sedangkan luberan dr Singapura bisa dilihat di channel 29 dan 38. Meskipun demikian menurutnya, ada kendala penerimaan gambar pada waktu-waktu tertentu.

    “Siaran kita terganggu kalu ada peluberan frekwensi dr Singapura pak, misalnya pengaruh radar kapal laut, sehingga gambarnya jadi scretch Pak”, kata Pak Harry sambil menawarkan secangkir kopi hitam. Untuk mengantisipasinya maka di sekitar parabola dipasang sangkar kawat.Apabila sistem digital di resmikan besok, bersamaan dengan Transmisi di Surabaya dan Jakarta, maka kepuasan penonton akan terobati terlebih diiringi dengan program-program siaran TVRI yang semakin mantap. Bravo TVRI.

    Sementara itu mulai besok Selasa 21 Desember, masyarakat Surabaya dan sekitarnya juga akan dapat menikmati siaran TVRI Jatim Tri Bowo Kriswinarso, secara digital dan analog.Dengan Transmisi baru yang dibangun setinggi 119 meter menurut Kepala Stasiun TVRI Jatim, jangkauan siaran digital mencapai 5 KW dan sistem UHF( analog) mencapai 30 kilowatt.

    “Gini lho, daya pancar kami untuk Digital sejauh 5 Kilowatt itu sama dengan equivalent 30 KW UHF.”, Kepsta TVRI JatimTribowo Kriswinarso, menjelaskan di ruang kerjanya.

    “Jadi masyarakat Surabaya dan sekitarnya akan menikmati siaran jernih kami dengan sistem digital nanti.Jadi akan ada TV 1 Nasional, TV 2 Surabaya digital, dan TVRI Surabaya lokal utntuk TV 3 nya”, tambah Kepsta Jatim penuh optimisme.

    Tri Bowo Kriswinarso juga menjelaskan untuk pemancar ring satunya akan tersebar transmisi Gunung Gebug, Lawang, Gunung Doek di Probolinggo dan Transmisi Tuban serta madura dan kawasan tapal kuda.

    Sementara Transmisi Jakarta yang berkekuatan 30 KW siap menembus layar kaca penonton setia TVRI di jabodetabek.Menurut Direktur Teknik Ir.Satya saat meninjau Transmisi di Jakarta mengatakan, transmisi ini telah di uji kelayakan dan kekokohannya sampai 3 kali oleh para Profesor pakar dibidang transmisi.

    Selamat dan Bravo TVRI dengan siaran digitalnya.

    Salam hangat Humas TVRI Mantaaaaab!

  266. yamin | 21 December, 2010 17:06

    tvri1=nasional
    tvri2=dki jakarta
    tvri3=dokumenter n pendidikan
    tvri4=olahraga dan pendidikan

  267. yamin | 21 December, 2010 17:23

    jabodetabek:
    42 UHF 10 kW / 30 kW
    tinggi 300 meter
    transmitter ada di joglo

    surabaya:
    35 UHF 5 kW
    tinggi 119 meter

    batam:
    40 UHf 2kW
    tinggi 130 meter
    Transmiter ada di Jalan palapa VII Bukit Dangas Sekupang Batam

    singapura:
    29 & 38 UHF (bisa diterima di batam)

  268. yamin | 21 December, 2010 17:35

    channel di singapura:
    29 UHF:
    channel 5
    channel 8
    channel u
    channel news asia
    vasantham
    suria

    38 UHF:
    HD5 (MPEG 4 HDTV)

  269. setiabudi | 21 December, 2010 21:05

    @yamin.tnx alot infony.ga ada mnc group?btw gmn kbr dg ktdi?apa msih ngambek?

  270. yamin | 21 December, 2010 21:27

    klo ktdi blm kdengeran kbrnya. gw ga pny receiver dvb-t jadi ga bisa ngecek

  271. setiabudi | 22 December, 2010 12:05

    to all: mohon testimoniny dong tuk yg dah dpt TV Digital d Jakarta stlah info dr yamin d atas.tnx

  272. aq telat | 22 December, 2010 14:56

    semarang kapan dapat giliran tv digital .apakah tv lcd dan led juga perlu set top box lagi

  273. Dodi | 22 December, 2010 16:19

    Iya nih MNC group dan KTDI kapan menyusul ???????

  274. slipi | 23 December, 2010 15:31

    semalam siaran tv digital di DKI cuma MNC dan TVRI jkt. RCTI hilang jam 22:00 tvri jkt ganti tvri nasional, spertinya MNC grup masi uji coba terus MNC dan RCTI biasanya masih siaran digital hanya global yang tidak siaran.

  275. slipi | 24 December, 2010 14:57

    kanal 42 tvri 1, tvri 2, tvri 3, tvri 4. kanal 44 mnc, tvri 3, MNC hilang siaranya, jika ada siaran liga inggris langsung maupun ulangan, RCTI saat ini hilang di kanal 44.

  276. Erwin | 26 December, 2010 22:14

    Pak Yamin, trims atas infonya. Yg di Jakarta TVRI kekuatan signalnya 10 kw ato 30 kw ?
    Soalnya saya pakai yg di mobil DVBT koq gambarnya sering hilang dan putus2. Lebih bagus yg punya KTDI yg dulu. Trus kapan siaran TV Digital swasta yg lain ?

  277. Adi | 27 December, 2010 08:56

    Wah kacau nih siaran TV Digital, kmrn saya coba ddaerah rawamangun, dptnya cuma TVRI1,TVRI2,TVRI3,TVRI4. Itu juga ga ada gambarnya(skalinya ada jg putus2 doank). Trus yang laen pd kmana nih….??? masak balik kjaman dulu lagi cuma TVRI doank

  278. ramman | 4 January, 2011 10:45

    gw tinggal di daerah depok kenapa setelah di scan kanal 42 ada tvri 1 - 4 tapi tvri3nya ga ada, untuk tvri4 siaranya sering berbayang jadi heran katanya siaran digital gambarnya jernih sama tvri jakarta kadang ga ada suaranya.

  279. RURY | 7 January, 2011 23:02

    sama bos…saya dicakung timur nangkepnya tvri semua bagus….antena luar TV ANALOG

  280. Made | 17 January, 2011 07:43

    Menurut info yang sy dapat, tahun 2018 semua station TV di indonesia harus menggunakan siaran digital.
    Banyak manfaat yg dapat kita nikmati dari hadirnya TV Digital ini,seperti efisiensi BW dimana satu channel dapat ditumpangkan kurang lebih 6 station TV, trs gak pake guard band krn udh digital, artinya membuka kesempatan untuk station TV baru untuk hadir dan mengudara.
    Dengan TV Digital, station TV hnya bertindak sebagai penyedia konten program2 TV, sedangkan pengelolaan servicenya akan dipegang oleh semacam operator gt, atau nama kerennya Provider.
    Jadi persaingan station TV akan mengarah ke konten, dan mudah2an kontennya berkualitas yah.. hehe..
    Klo dari segi kualitas gambar, keliatan lbh jenih, ato istilahnya gak ada semutnya,
    dan kebetulan sy sudah mencoba di daerah bandung, hasilnya cukup memuaskan, ada RCTI, SCTV, Trans 7, TVRI dll.

    Semoga dengan metode penyiaran digital ini, membuat semakin maju dunia broadcasting di Indonesia..

  281. slipi | 20 January, 2011 15:34

    ya iyalah di bandung kan masi masa uji coba masi ada KTDI (rcti,sctv dll), klaw masa uji cobanya dah habis juga hilang, sama sperti jakarta, sisanya cuma MNC, TVRI

  282. Erwin | 20 January, 2011 20:30

    Masak rakyat mau nonton siaran tv digital sekarang ini harus bayar mahal iuran bulanan ???
    Kan udah diresmikan oleh Presiden tahun 2009.
    Buat KTDI dan MNC group jangan pelit2 donk siaran TV Digitalnya.

  283. Ahmad Karni | 21 January, 2011 14:20

    Ah masa’ kayak kagak tau aje. Ini negeri mafioso kelas berat Bung! Kalau bise dibuat mahal untuk ape dibuat murah. Kalau bisa dibuat pelit untuk ape diamalin didermain.

  284. ALI | 25 January, 2011 21:33

    kapan nih siaran digital tv swasta yang lain mengudara lagi???? kok yang manteng slama ini cuma MNCTV ama TVRI DOANGGGG

  285. ALI | 25 January, 2011 21:35

    cuma nungguin liat gambar bening sekualitas dvd aja pake nunggu bertahun tahun…..haaahhhhh

  286. ramman | 23 February, 2011 19:03

    dari pada buat beli stb 399000 mending buat beli parabola 800000 gambar bagus chanelnya banyak

  287. ming | 25 February, 2011 17:06

    gimana untuk subang nonton tv aja mesti bayar gimana mau ada nonton tv gratis…… kapan subang ada siaran digitalnya thx

  288. Agustin | 26 February, 2011 07:35

    Terlihat dari tv-tv asing, Libia warganya berdarah-darah. Lebih dari 2000 pengunjuk rasa dibantai brimobnya Kadapi, pemimpin gila Libia itu. Tapi TVOne dan MetroTV bisu, ada apa? Tidak menayangkan dan tak lagi diskusikan seperti saat Mubarak digulingkan. Sementara, pemerintah tak lagi evakuasi warganya. Kalau begitu evakuasi Mesir kemarin lebih tepat disebut untuk pencitraaan dong!

  289. Chandra | 26 February, 2011 07:59

    Ah masa’ kagak tahu. Itu artinya “Ketika ‘pejabat’ TV negeri ini disuap pemerintah!” TV One dan Metro TV bisu? Ada apa? Ah masa’ kagak tahu aja! Itu artinya Pemred-Pemred itu disuap pemerintah agar tak buat berita soal revolusi di Timur Tengah, takut merembet ke Indonesia!!!! Ini baru BERITA, Kakak!!!

  290. Hou Hian | 26 February, 2011 10:57

    Ada apa dengan televisi yang mengklaim number one itu. Ahaa! Selepas dikritik sebagai bisu akhirnya pada siang tadi Metro TV berakhir membuat tayangan sedikit tentang revolusi Timur Tengah khususnya Libia. Tapi sudut pandang dia-dia orang di televisi Indon itu pro Gadafi. Dilansirnya kata-kata Gadafi yang akan membagi senjata-senjata pada milisi pro rezimnya untuk bunuhi habis pengunjuk-rasa pro demokrasi. Rupanya dia-dia orang editor Metro TV ikut gila, atau mungkin dapat uang angpao dari Gadafi! Lagipun sudut pandang untuk uraian Yemen dibuat damai.

  291. Ong Xiao | 26 February, 2011 11:22

    Diam kamu, Hou Hian! Mereka orang di dalamnya, betul, olang-olang berbau etnis Alab (Arab). Tapi kita orang Han, Tionghoa, sudah lama kuasai dan kendalikan meleka. Paham? Tak hanya itu. Titik-titik strategis Indonesia pun semua telah kami kuasai. Kita orang yalah dinasti Han. Tak ada yang tak kami kuasai. Kita orang pintar, mereka orang tolol-tolol, haiyaa…. Tanah-tanah luas, properti, perumahan dan blok-blok mewah saat ini semuanya milik kita orang. Haiya….. Tak ada yang tersisa untuk anak-anak bumiputera Indonesia. Haiyaaa…. Tak perlu 300 tahun. Pejabat-pejabat itu tolor-tolor, mahu ber-KKN dengan kami, mereka orang murahan, haiyaaa…. Kurang dari 100 tahun lagi, bumiputera itu semua sudah punah, haiyaaa… Yang telsisa dali meleka hanya sedikit sekali, macam etnis Aborigin di Australia, haiyaa….i. Jangan tanya itu lagi Hou Hian, haiyaaaa….?!(Ong Xiao, KL).

  292. Huo Huan | 26 February, 2011 14:27

    Nonton Tv via internet? Tidak nyaman. Internet disana di Indonesia putus-putus dan jatuhnya berharga mahal untuk saiz/ukuran kantong income rata-rata orang Indonesia, yang miskin-miskin dan berpengahsilan rendah sangat. Internet di kami, rakyat Singapore, cepat dan murah untuk saiz kantong rata-rata income kami. Itu kesalahan pemerintah dan menteri tersangkut di Indonesia yang tidak jelas dan tidak mampu mendesign internet total murah, seperti Singapore dan RRC/Tiongkok atau Taiwan.
    Lebih penting sangat, sebaiknya kamu-kamu berlangganan TV provider supaya dapat melihat Tv-Tv asing. Tapi ada yang lebih murah, kamu-kamu harusnya beli parabola. Semua bagus-bagus ada di parabola. Tv-Tv Indon kebanyakan kurang ataupun berkualiti tak.

  293. Huo Huan | 26 February, 2011 14:39

    Lagipun dikatakan bahawa pengucap berita (presenter) Tv-Tv Indon cantik? Itu untuk level tempatan/lokal Indonesia sahaja. Otak wawasan dan bahasa asing mereka nol besar ataupun tidak berkualiti, bolehlah semata untuk dipaham sahaja. Kebanayakan mereka kurang sangat wawasan dan berfikir dalam tak, decent pun tak. Mungkin lebih tepat untuk penghuni rumah bor….

    Lagipun nonton Tv via internet? Tidak nyaman. Internet disana di Indonesia putus-putus dan jatuhnya berharga mahal untuk saiz/ukuran kantong income rata-rata orang Indonesia, yang miskin-miskin dan berpengahsilan rendah sangat. Internet di kami, rakyat Singapore, cepat dan murah untuk saiz kantong rata-rata income kami. Itu kesalahan pemerintah dan menteri tersangkut di Indonesia yang tidak jelas dan tidak mampu mendesign internet total murah, seperti Singapore dan RRC/Tiongkok atau Taiwan.

    Lebih penting sangat, sebaiknya kamu-kamu berlangganan TV provider supaya dapat melihat Tv-Tv asing. Tapi ada yang lebih murah, kamu-kamu harusnya beli parabola. Semua bagus-bagus ada di parabola. Tv-Tv Indon kebanyakan kurang ataupun berkualiti tak.

    S i g n a l D i p o Alam
    Lagipun mereka pura-pula, hanya menghibur ataupun justeru membodohi semua rakyat Indonesia termasuk kamu-kamu. Banyak orang-olang muda dan tua Indonesia, tidak semua, kerana pendidikan dan cara pikir sudah lama terpola rendah, mudah sangat dibodohi, dibohongi, dan terjebak hal-hal kecil tidak penting, senang dipuji dan girang sendiri. Tolol dan gila. Ini pun kerana media meleka Tv-Tv itu suka mendiskusi hal-hal kecil tak penting, dan bahkan turut mengalihkan isu, tidak ada beza dengan oknum-oknum penguasa, tercemar mentaliti penjajah masa lepas, Belanda. Tv-Tv itu mengulas dan menulis kosong tak bermakna. Hanya semata menghasut, memanasi atau semata menghibur. Signal Dipo Alam sebagian betul juga. Tv-Tv itu reality tanpa makna, tanpa membuat jera kepada korap-korap daripada pejabat-pejabat curang selama-lamanya. Harusnya tentara nasional itu bersatu untuk mengubah sejarah bodoh itu dan mereka harusnya dekat dan bersama mahasiswa dan rakyat untuk ambil aksi merebut. halusnya tentala setelah melihat situasi krisis saat ini lantas secepatnya pegang kekuasaan bagi mempertahankan negara dan rakyat khususnya bumiputela/pelibumi yang semakin habis kualiti dan kuantiti.

  294. pump e zeed | 27 February, 2011 21:38

    ada 2 orang penghuni neraka yang impotent bicara nggak jelas tentang Indonesia…

  295. unyil | 18 March, 2011 19:55

    Sampai detik ini(pertengahan maret 2011)koq kagak ada kabar lagi tentang siaran digitalnya,padahal gembar-gembornya dari tahun 2007 dan saya pernah denger di tv(ingat saya tv one) pernah membahas siaran digital dengan pejabat menkominfo,untuk DKI jakarta th.2012 udah migrasi ke digital semua.
    Saya cari tv yang udah suport ama siaran digital-pun masih jarang,untuk tv yang masih crt cuma polytron doang(itupun dengan type tertentu),dan tv lcd yang udah mulai murah harganya (untuk 32″ kebawah)ternyata tidak/belum suport dengan DVB-T.
    Hmm…rupanya pemerintah tidak serius menangani proyek yang satu ini.Ada apa gerangan..??

  296. mario | 25 March, 2011 05:04

    ayolah tv swasta, cepatlah mengudara!!!
    saya udah ada set-top boxnya nih…

  297. rude boy | 30 March, 2011 16:19

    menkominfo-nya gak becus….

  298. Boyzail | 8 April, 2011 11:00

    Payah ne indonesia..wkwkwk

  299. Boyzail | 8 April, 2011 11:16

    STB gue sekarang jd benda artifak.mao di jual kagak laku..nasib

  300. slipi | 8 April, 2011 15:47

    kan masi ada tvri 4chanel+mnc lumayan sambil nunggu tv swasta lainya paling tida 5 thn kedepan

  301. dian | 17 April, 2011 02:20

    Regulasi siaran TV digital masih terhambat masalah teknologi
    Sektor Riil | April 7, 2011 at 19:57

    JAKARTA. Meski sudah memasuki tahun ke tiga siaran uji coba TV digital, namun pemerintah masih belum menetapkan regulasi mengenai hal ini. Padahal, masa uji coba akan segera berakhir pada tahun depan.

    Menurut Kepala Pusat Informasi Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto, pembahasan mengenai regulasi TV digital masih berkutat pada masalah teknologi. “Kami masih belum membuat regulasi karena berpolemik dengan jenis teknologi TV digital yang layak,” ungkap Gatot kepada KONTAN, Kamis (7/4).

    Ambil contoh transmisi TV digital harus menggunakan sistem Digital Video Broadcast (DVB). Dengan DVB ini siaran bisa di salurkan hingga ke end user. Menurut Gatot, ada dua jenis DVB yang sedang dibahas. Pertama yaitu DVB menggunakan standar MPEG-2 dan DVB menggunakan standar MPEG-4. “Para stakeholder masih berpolemik pada dua teknologi ini,” ungkapnya.

    Dia menjelaskan, teknologi MPEG-2 dan MPEG-4 memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Standar MPEG-2, misalnya, memiliki biaya lebih murah namun kualitas gambarnya tidak secanggih MPEG-4. Jika menggunakan MPEG-4, perangkatnya lebih mahal. Jika lebih mahal bisa membebani konsumen untuk perangkat televisinya. “Dua duanya ada kelebihan, ini kendalanya,” ungkap Gatot.

    Pada masa uji coba ini saja, konsumen baru bisa menangkap siaran digital melalui perangkat yang dinamakan set top box. Sekalipun konsumen belum memiliki jenis TV digital, set top box bisa menangkap siaran digital.

    Namun harga rata-rata set top box format MPEG-2 di pasaran mencapai Rp 400 ribu. Jika teknologi makin tinggi, harga perangkat TV digital mendatang bisa selangit. Saat ini dipasar sudah beredar sejumlah TV digital dari berbagai merek yang dilego diatas Rp 40 juta. “Kalau teknologi tinggi namun tidak terjangkau tentu menghambat migrasi,” ungkapnya.

    Source: kontan online

  302. Indra | 20 April, 2011 20:48

    Kualitas MPEG-2 uji coba siaran TV Digital selama ini sudah sangat bagus dan terjangkau harga setop box receiver.

    Hal yg terpenting adalah di perkuat dan diperluas signal pemancar untuk penerimaan yg lebih merata dan stabil.

    Jadi buat apa gunakan teknologi tinggi, tapi harga mahal untuk alat penerima setop boxnya tidak terjangkau sama rakyat banyak?
    Sehingga menghambat sosialisasi TV digital.

    So, TV Digital tunggu apa lagi ???

  303. dian | 21 April, 2011 07:32

    channel baru
    320.5 MHz, MPEG4
    spacetoon, national geographic, star world, fox, fox crime, channel v, kbs world, fashion tv, star movies, cnbc, metrotv

    290.5 MHz, MPEG2
    al jazeera, bloomberg, autralia network, sctv, transtv, indosiar

  304. mario | 21 April, 2011 12:02

    kok saya ga dapet yg 320.5 & 290.5 MHz ya???
    saya pake DVB-T tuner merek Gadmei

  305. rio | 22 April, 2011 22:20

    Mbak Dian sales tv digital langganan berbayar ya ?

  306. dian | 23 April, 2011 10:37

    @rio, bukan.

  307. manto waluyo | 23 April, 2011 20:17

    @Dian: saya dapat 290.5 MHz, MPEG2
    al jazeera, bloomberg, autralia network, sctv, transtv, indosiar (hanya Al jazeera, bloomberg, autralia network tidak aktif). Sedangkan 320.5 MHz, MPEG4
    spacetoon, national geographic, star world, fox, fox crime, channel v, kbs world, fashion tv, star movies, cnbc, metrotv saya tidak dapat (nice info mas)

  308. rio | 24 April, 2011 14:23

    Itu acara di channel brp ? Saya koq cuma dapat siaran digital tvri di channel 43.

  309. dian | 24 April, 2011 18:16

    ga tau channel berapa, tapi itu kan ada frekuensinya.
    itu siaran tv berlangganan, yang gratis cuma sctv, transtv, indosiar, rcti, metro tv. kalo pgn liat channel yang laen harus berlangganan dulu.
    kayanya mas manto ini set top box nya cuma pake MPEG2 doang. soalnya frequency 320.5 sinyalnya lebih bagus.

  310. manto waluyo | 25 April, 2011 16:57

    @dian: benar set top box saya yang mepg-2 doang

  311. st-Gresik | 2 May, 2011 11:26

    Mohon segera direalisasikan siaran digitalnya dan segera secepatnya untuk semua TV swasta diindonesia. Kami warga yang tinggal di daerah pegunungan,desa,dan tengah kota yang dikelilingi gedung tinggi susah sekali untuk menikmati siaran TV dengan jelas,bersih dan jernih tanpa memutar2 antena. Percuma sudah beli LCD maupun yg msh CRT meskipun merknya LG,Samsung,panny,SOny,Philips dirumah tdk bisa maksimal. Bukannya mata lebih sehat jika gambar TV bersih jernih dan jelas, klo jelek bikin mata sakit capek lelah TV gk bisa maksimal malah membuat Rugi masyarakat .
    Mohon segera dipercepat semua siaran digital sampai seluruh wilayah Indonesia dengan tetap diimbangi siaran digital sampai masyarakat paham dan siap dengan alat digital receiver.
    Lokasi saya di Gresik ….dari sejak TV kayu sampai LCD sinyal susah sekali, sampai skr harus langganan TV Kabel harus bayar perbulan padahal niatnya cuma lihat TV Jernih saja. Nah klo da Digital kan enak, murah ,berish ,jernih, sehat dan Mantab ni TV di rmh.

  312. agus | 6 May, 2011 19:20

    Benar bgt, kalo siaran analog jelek banget. Setiap ganti chanel tv harus putar2 antena terus, capek dan bikin mata sakit. Siaran digital gambarnya bening dan stabil. Berharap siaran digital tv swasta lainnya segera mengudara dlm waktu dekat.

  313. Tedy | 9 May, 2011 17:14

    Cara kerjanya bagaimana ya?

  314. dian | 9 May, 2011 19:03

    290.5 MHz ganti jadi MPEG4.
    channelnya bloomberg, australia net, sctv, trans tv, indosiar, al jazeera, rcti, tvone, trans7, antv, jaktv

  315. Jaja | 12 May, 2011 14:21

    Saya pakai LG LED TV yg sdh built in tuner digital kok ga bisa nangkep sama sekali ya? apa memang siarannya masih pada KO?
    saya di Jakarta timur, pakai antenna dalam yang ada booster nya.

  316. Indra | 15 May, 2011 22:47

    Pakai teknologi mpeg2 aja udah sangat bagus gambarnya. Harga set top box mpeg4 kan jauh lebih mahal daripada mpeg2. Kalo2 harga setop box mahal siapa yg mau beli? Lagian yg udah pada terlajur beli set top box mpeg2 ngak bisa pakai lagi kalo teknologinya berubah2. Mubazir tuh.

  317. dian | 17 May, 2011 11:18

    @jaja pake antena luar
    @indra emang harga STB mpeg4 brp?

  318. sandy | 19 May, 2011 12:01

    tolong informasi untuk wilayah jakarta tv mana saja yg siarannya sudah digital

  319. roni | 22 May, 2011 13:30

    parah tv digital sekarang di jakarta cuma dapat TVRI sekrang yang lainnya tv swasta dah ga ada lagi,padahal tahun lalu saya bisa nonton RCTI,TPI dan Global TV.Gimana sih pemerintah malah tambah mundur jadinya.

  320. Reza | 23 May, 2011 01:06

    tvri 4 di sby pke apa ya pemancarnya yah klo dri jakarta ke stasiun relay , stelit apa microwave

  321. RBT | 5 June, 2011 21:11

    Sekarang ini Pemerintah harusnya mempercepat untuk menciptakan Siaran TV Digital dengan Teknologi Semurah Mungkin yg dapat di jangkau Seluruh Lapisan Rakyat. Jangan nantinya hanya golongan mampu aja yg bisa menikmati Siaran TV Digital. Apalagi beritanya BBM dan tarif Listrik mau naik.

  322. jimbo | 10 June, 2011 06:38

    untuk wilayah Solo Raya kapan bisa terima siaran digitalnya????

  323. dhani | 27 June, 2011 07:18

    baru beli tuner digital, ternyata emang bener ya?? skr cuma bisa tvri aja yg utk jakarta ?? hmmppff

  324. Trixie | 9 July, 2011 06:02

    Hats off to whoever wrote this up and ptosed it.

  325. ei | 11 July, 2011 17:43

    wilayah bandung tinggal 4 siaran nich.. SCTV, RCTI, Indosiar dan TVRI :(( bukannya nambah kok malah berkurang ya…. harus komplen kemana nich.. yang kaya ginian..

  326. ramman | 22 July, 2011 19:16

    kira2 kapan tv swasta siaran digital dvb-t, saya pernah sms ke pihak humas depkominfo bpk Dewa broto katanya sedang proses regulasi, huuuuuuh pasti lama.

  327. TANTOWI | 22 July, 2011 19:26

    percuma beli stb yg ada hanya tvri doang terus katanya siaran digital banyak kelebihanya seperti EPG, TEKS, tapi mana! tvri sekarang kan dah ga siaran percobaan lagi. tampilin dong ,epg & teksnya

  328. dian | 13 August, 2011 02:47

    orang2 TVRI kayanya gaptek2 deh, ga tau cari bikin EPG. hehehe.
    kata tifatul, akhir 2011 udah bener2 mulai

  329. dennis | 14 August, 2011 08:21

    sebenarnya tidak perlu susah susah pakai DVB T (area darat) yang mana menghabiskan banyak dana untuk tower dan belum tentu bisa mengcover daerah yang bergunung2. sekarang pun jika anda berlangganan pay tv seperti indovision, telkomvision, aora tv, top tv dsb makan anda sudah memakai teknologi digital DVB S (satelit) jika tidak bisa berlangganan anda bisa beli parabola biasa dan anda bisa menangkap channel digital gratis dari seluruh dunia

  330. dennis | 14 August, 2011 08:22

    sebenarnya tidak perlu susah susah pakai DVB T (area darat) yang mana menghabiskan banyak dana untuk tower dan belum tentu bisa mengcover daerah yang bergunung2. sekarang pun jika anda berlangganan pay tv seperti indovision, telkomvision, aora tv, top tv dsb maka anda sudah memakai teknologi digital DVB S (satelit) jika tidak bisa berlangganan anda bisa beli parabola biasa dan anda bisa menangkap channel digital gratis dari seluruh dunia. dijamin gambar berkualitas seperti DVD ataupun HD

  331. dian | 14 August, 2011 12:11

    orang indonesia kan kebanyakan pake antena, antena lbh murah drpd parabola

  332. dian | 25 August, 2011 15:54

    RCTI, globaltv & mnctv udah siaran digital di jakarta

  333. slipi | 28 August, 2011 12:00

    @dian, setahu saya yang siaran hari,bulan dan tahun ini adalah masih: MNC, TVRI 1,2,3 dan 4 (1.tvri nasional, 2.tvri daerah, 3.tvri budaya dan 4.tvri olahraga.

  334. BEKASI | 1 September, 2011 08:35

    DI BEKASI SIARAN DIGITAL HANYA TVRI DOANG………..RCTI DKK BLOM…..KPN NIH ……………

  335. farhan | 20 October, 2011 18:41

    enakan pake parabola aja ahh ndak usah yang macem macem …..

  336. yuditya | 21 October, 2011 13:07

    Kalau siaran digital Surabaya gimana khabarnya?

  337. yuditya | 27 October, 2011 07:43

    Akhirnya siaran digital Surabaya mampir ke Gresik juga. Tapi sayang dari 3 channel, sebenarnya isinya hanya 1 channel, karena TVRI Nasional = TVRI Surabaya dan TVRI_3 cuman blank merah.

    Terus kualitas penerimaan ditempatku jelek (nggak tahu kalau karena kualitas antenanya, kebetulan saya pakai antena Remote. Hasilnya intensitas sinyal 50-60 % kualitas naik turun 0 s/d 50% jadi gambar kaya vcd rusak, bahkan kadang blank. Mohon infonya, agar kualitas penerimaan ditempat saya menjadi bagus.

  338. Langkah Aman Menonton Acara TV « | 28 October, 2011 12:00

    [...] akan di cabutnya sistem siaran analog, maka ini merupakan pemaksaan kepada masyarakat untuk bisa menonton TV dengan cara berbayar melalui [...]

  339. dian | 30 October, 2011 16:14

    tv digital itu gratis sama kaya tv analog

  340. yuditya | 31 October, 2011 09:41

    Setelah sabtu kemarin ujicoba lagi, siaran tv digital surabaya memang ada 3:
    1. tvri_3 tapi isinya tvri_4 dan munculnya siang
    2. tvri_nasional
    3. tvri_surabaya, kadang-2 siarannya sama dengan tv_nasional

  341. ILYAS | 18 November, 2011 06:06

    Info di Bandung sudah ada siaran TV digital DVB-T.Pada saluran 35 berisi 7 stasiun tv yaitu 2 stasiun TVRI dan 5 stasiun swasta nasional. Di daerah saya Cicalengka Kabubaten Bandung Timur, hasilnya sangat bagus, kualitas gambarnya HD dan audionya real stereo.Namun untuk daerah pegunungan seperti daerah Curug cinulang ke atas masih minim kualitas sinyalnya berkisar antara 30 sampai 75%.STB yang saya gunakan PF 9000. Terima kasih.

  342. ILYAS | 18 November, 2011 06:36

    Saya berharap power transmisinya ditingkatkan lagi,supaya sampai ke daerah pegunungan (Curug Cinulang sampai Leuwi Liang Cicalengka Bandung) dengan stabil, minimal indikator sinyal kwalitas stabil pada 50%.Sebab kalau kwalitas sinyal kurang dari 50% otomatis Gambarnya pecah dan suara hilang. Infonya di daerah sana pada waktu kwalitas sinyal 50% ke atas Gambarnya luar biasa beningnya HD, suaranya streo. Pokoknya audio visualnya sempurna, beda jauh dengan siaran TV analalog.Jadi kapan semua stasiun TV dilengkapi Transmisi DVB-T.alasannya Sistem ini hasilnya bagus, gratis lagi dan STBnya terjangkau.cocok utk orang kecil seperti saya. Terima kasih.

  343. yuditya | 25 November, 2011 09:31

    Sudah hampir 1 tahun ujicoba siaran digital di Surabaya, kapan stasiun swasta yg lain mengikuti? Biar tambah semarak.

  344. slipi | 29 November, 2011 14:30

    stasiun swasta nunggu kontrak analoknya habis kali sabar aja 2 sampai 3 thn lagi

  345. jaji | 3 December, 2011 06:26

    kenapa yah di bogor baru bs rcti dan global selain tvri, itu juga sinyalnya sering hilang .padahal kami tinggal daerah terhitung tinggi daerah kota BATU .

  346. andi tenrie | 4 December, 2011 14:00

    Di Belanda ada banyak provider, masing provider memiliki cara masing-masing, tapi selalu berisi paket. Umumnya 1 paket itu sudah termasuk tv dengan(100?) channel, internet dan telephone yang kami bayar E.52/bulan)internet 24jam sepanjang bulan, nelpon ke Tanahair cuma selusen euro permenit dan tidak neko-neko alias tidak pernah nyedot duit kita atau pulsa, karena mereka pada takut kehilangan pelanggan! di Belanda pelanggan adalah raja tapi kita di Indonesia pelanggan adalah budak dan jeruk untuk diperas!

  347. trisno | 6 December, 2011 08:23

    pak mentri program tv digital luncurkan seperti raskin, masak kalah ama tv berlanganan

  348. lukman | 6 December, 2011 11:44

    dalam undang-undang memang setiap warga negara berhak mendapat informasi,seperti siaran digital memang seharusnya gratis, tapi kepentingan pihak2 swasta di bidang ini, pasti akan mengalahkan kepentingan pemerintah,karena pihak swasta tidak mau meng-investasikan pernagkat tuk siaran digital yang mahal tetapi tidak ada pemasukan bagi perusahaan mereka (di jakarta sekarang sdh ada tv berbayar dengan teknologi dvb-t yang baru diluncurkan bulan nopember 2011 ini), jadi jangan terlalu banyak berharap kepada pemerintah,pasti kalah dengan kepentingan pihak swasta….

  349. TANTOWI | 9 December, 2011 08:16

    semalam di antv iklan tv digital depkominfo muncul apa mungkin tahun 2012 tv swasta mulai bersiaran tv digital ya

  350. dian | 11 December, 2011 06:30

    siaran tv digital dimulai awal tahun 2012 di jakarta, bandung, semarang & surabaya.

  351. yuditya | 15 December, 2011 10:54

    Kalau info tahun 2012 itu akurat, sangat menyenangkan

  352. anita | 17 December, 2011 14:02

    mnc tv brengsek kau liga primer indonesia kenapa di blokir bego…kalo mau ngasih hiburan untuk masyarakat yang profesional donk kalian..emg cuma untuk orang kaya doank nonton bola ? ga semua masyarakat punya indovision tau…emang brengsek kau semua…

  353. Noordeen | 17 December, 2011 20:47

    aku tinggal di kodya Tangerang,minta info dong soal siaran tv digital di daerahku,sudah bisa di tonton apa belum ya,thanks guys.

  354. setiabudi | 19 December, 2011 12:16

    @dian, info tv digital taun 2012, apa bisa dishare sourcenya??

  355. yuditya | 20 December, 2011 10:10

    menjelang setahun percobaan siaran digital di Surabaya & Batam. Apakah akan ada perkembangan jumlah Channel?

  356. dian | 22 December, 2011 17:46

    @setiabudi dapet dari kominfo

  357. lukman | 23 December, 2011 16:55

    wilayah demak jawatengah apa sudah tercover TV digital?

  358. nahwan | 24 December, 2011 11:04

    apakah tv digital masih menggunakan antenne seperti tv analaog,dan apakah daerah terpencil akan terjangkau siaran tv digital?

  359. nahwan | 24 December, 2011 11:08

    apakah kehadiran TV digital nanti bisa berimbas pada TV berbayar yang ada sekarang dari sisi kualitas gambar?

  360. slipi | 25 December, 2011 08:43

    @ANITA. MUNGKIN MN…group kontrak siarnya bukan siaran publik jadi sifatnya bisnis lain dengan La liga yang di kontrak TV ON….. mungkin kontraknya siaran PUBLIK jadi bisa di tonton se INDONESIA di chennel UHF, berbayar ataw FTA (satelit). jadi harap di maklumi dan berharap saja tahun2 ke depan yang dpet kontrak liga inggris atw yg lainnya TV yang mau berbaik hati dengan rakyatnya.

  361. Latief | 25 December, 2011 16:59

    Siaran digital di Sumatera Barat kapan ya? khususnya di Kab. Padang Pariaman

  362. agoes | 25 December, 2011 18:53

    pakai led tv 32″ merek LG yg bisa terima siaran digital di depok. awalnya penerimaan no signal. dibelikan antena ACTV tipe yagi outdoor yg sepaket dg booster, china-made (green***). langsung dpt siaran digital TVRI 1 s.d. 4, RCTI, Globaltv (no. 1-6).
    soal mulus dan cerahnya tampilan di layar, sempurna lah..

    masalahnya, kesemua siaran DTV tsb punya level suara yg lumayan lebih rendah dibanding siaran analog. kenapa begitu ya?

    dan kini booster rusak. apa tak masalah kalau beli booster saja yg tak semerek? apa semua booster (analog maupun actv/digital) bisa tingkatkan penerimaan siaran digital?

    ada saran/sharing pengalaman?

  363. yuve savira | 27 December, 2011 07:47

    hay global tv saya sangat suka sekali sama film naruto yang terbaru bahkan tetangga saya suka dulukan film naruto maen jam 08.00 WIB saya tidak sempat menonton karna sekolah . Pliss dong kali ini film naruto maen jam 18.00 WIB - jam 19.00 WIB mulai besok senin - jum”at terus kapten subasa diganti mulai besok senin - kamis jam 19.00 WIB - jam 19.30 WIB pliss yach

  364. yuve savira | 27 December, 2011 07:56

    terus film spongebobkan ada 2 yang pagi dan yang malam kalau yang malam diganti dong mulai jam 17.00 WIB - jam 18.00 WIB . Balas tanggal 28 desember 2011 sama komentar yang tadi menisan

  365. dian | 27 December, 2011 11:18

    Standar DVB-T akan diganti dengan standar DVB-T2. receiver lama pastinya ga akan kepake.
    sumber: kominfo

  366. lukman | 29 December, 2011 06:15

    siaran tv digital sdh ada di jadetabek,tapi berbayar….channel premium+lokal(minus mnc),cuma pakai antena indoor atau pf goceng, nunggu yg gratisan mah,setengah hati,capek nunggunya, silakan googling di internet…..

  367. lukman | 29 December, 2011 06:45

    tinggal daftar, bayar langganan, trus dipinjam-pakai, colok stb ke kabel power,n ke kabel antene(luar/dalam)tergantung situasi, colok kabel rca(merah,putih,kuning),jreng…langsung nyala (tunggu konfirmasi dari operator 1×24jam)…[gak mau nyebut operatornya, nanti dikira promosi]

  368. TANTOWI | 29 December, 2011 18:35

    sependapat dengan sdr Lukman, memang perkembangan siaran digital sekarang hampair semua tv nasional sudah beralih ke digital tapi belum bisa di nikmati secara gratis alias berbayar contoh sctv idosiar dengan produk n** m****nya, mnc group dengan indo******nya, transcorp dengan or**** tvnya. itu semua harus berlangganan/berbayar ????????????

  369. rano | 30 December, 2011 06:00

    digital atau telestrial adalah pilihan,kalau kita mau ambil siaran digital tinggal beli aja STB nya,soalnya belum semua propider suport untuk siaran digital,apalagi siaran lokal kehalang dikit aja siarannya uda bintik2.

  370. slipi | 30 December, 2011 17:24

    kita lihat saja di tahun 2012 nanti apakah benar semua tv swasta sudah menayangkan siaran digitalnya dengan format DVB-T2nya

  371. dian | 30 December, 2011 17:24

    sabar sabar. bentar lagi kok tv digital mulai, awal taun 2012.

  372. nandi | 1 January, 2012 12:04

    boroboro mau tv digital urus izin pemancar analog saja udah begityu lama belum juga keluar dari KIPD khususnya Bangka Belitung,gimana digitalnya nanti…………….

  373. slipi | 1 January, 2012 12:40

    kayanya dah ga ada harapan klw nunggu izin analok karena memang dah mau di hilangkan analok di ganti dengan digital

  374. slipi | 1 January, 2012 12:46

    untuk yang sudah beli tv LCD atw Tabung yg suport siaran digitalnya masih menggunakan teknologi mpeg-2, tahun ini pemerintah memutuskan menggunakan teknologi mpeg-4, uang terbuang sia-sia

  375. lukman | 2 January, 2012 06:10

    sebenarnya digital broadcoast (penyiaran secara digital ) sdh ada sejak dimulainya pay tv(tv berlangganan) baik via satelit maupun terestrial, namun pemerintah karena kekurangan kanal untuk izin siaran berbasis analog maka keluarlah keputusan untuk migrasi ke sisitem digital, selain untuk efisiensi kanal, juga lebih hemat kanal/karena siaran digital bisa dikompresi(1 kanal bisa beberapa saluran tv) dan memang ke depannya teknologi semua mengarah ke digital.
    dan sifat teknologi memang cepat berubah,kalau kita tdk mau ketinggalan teknologi,silakan kita nikmati dengan cost yg mahal, tetapi kalau cost nya pas2an yah tinggal menunggu kebaikan hati pemerintah untuk memberikan teknologi yg baik,tanpa harus membebani rakyatnya dengan biaya2 yg tak perlu.
    perkiraan saya, siaran digital di indonesia pasti akan mengudara ke depan, tetapi jangan berharap banyak tuk dapat siaran yang berkualitas, palingan siaran digital pemerintah (TVRI) yg akan didapat karena memang itu sdh kewajiban pemerintah, teteapi untuk penyiaran swasta, sepertinya itu hanya angan2, karena memang sdh sifat pebisnis dimana ada keuntungan, pasti menari minat
    ingat kasus KTDI(konsorsium tv digital indonesia) dah pada bubar kan, gak jelas sekarang…karena memang tidak menjanjikan secara itung2an bisnis.
    malah trend saat ini, penyiaran swasta berlomba2 tuk membuat perusahan pay tv baru (sctv& indosiar dgn ***media,trans tv dgn Or*** tv, MNC dgn ****visionnya)soal teknologi bisa dgn siaran digital satelit atau terestrial, karena hanya dgn meminjamkan perangkatnya dan sewa transponder satelit , mereka bisa meraup keuntungan dari para pelanggannya….(apa yg sdh diinvestasikan akan kembali lagi) dan ingat investasi di bidang teknologi sangat riskan, karena perkembangan teknologi terlalu cepat,para pemilik modal pasti sdh menghitung2 resiko tsb.

  376. dian | 2 January, 2012 11:21

    KTDI bubar karena memang waktu itu cuma ujicoba siaran bukan siaran tetap.
    dan nanti yg siaran digital bkn cuma tvri doang, smua tv swasta bakalan ikut.
    penyelenggara multipleks juga lg diseleksi

  377. setiabudi | 3 January, 2012 08:09

    tapi buseet ganti lagi teknologi DVBnya…
    bener2 daaah… pdhl dah beli STBnya hiks…
    kesian yang dah sengaja beli STB.. kyk gw

  378. lukman | 3 January, 2012 09:31

    @setiabudi : saya juga ada tuh stb receiver digital broadcast merk tan***, beli waktu KTDI ujicoba siaran digital tahun 2008, sekarang nganggur di rumah jadi bangkai….nanti setelah resmi siaran digital,tiba2 teknologinya berubah…ya nasib2

  379. slipi | 3 January, 2012 17:03

    sama dong bos, klaw gw merk FUL**, skarang si masi bisa 4 tvri 2 MN***group

  380. dian | 3 January, 2012 17:54

    Kemenkominfo Buka Tender TV Digital Teresterial

    JAKARTA,KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika bakal mengadakan tender penyelenggaraan televisi digital teresterial di kuartal I-2012. Tender tersebut memberi kesempatan bagi penyelenggara penyiaran swasta untuk melakukan siaran multipleksing pada zona-zona yang ditentukan.

    Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto menjelaskan tender tersebut terbuka bagi seluruh penyelenggara televisi swasta, namun tidak wajib diikuti bila tidak berkenan.

    “Dengan siaran multipleksing, stasiun televisi bisa menggunakan satu kanal untuk dua program atau lebih. Kalau sekarang kan masih satu kanal satu program,” ungkap Gatot kepada KOMPAS.com di Jakarta, Selasa (3/1/2012).

    Hingga saat ini, Kemkominfo masih mengadakan uji publik terhadap Rancangan Peraturan Menteri Kominfo tentang Standar Penyiaran Televisi Digital Teresterial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (Free To Air) di Indonesia dan juga Rancangan Keputusan Menteri Kominfo tentang Peluang Usaha Penyelenggaraan Penyiaran Multipleksing Pada Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digital Teresterial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (Free To Air).

    Nantinya, layanan televisi digital teresterial ini bakal diterapkan di lima zona yaitu zona layanan 4 (DKI Jakarta dan Banten), zona 5 (Jawa Barat), zona 6 (Jawa Tengah dan DI Yogyakarta), zona 7 (Jawa Timur) dan Zona 15 (Kepulauan Riau).

    Menurut Gatot, penerapan televisi digital teresterial untuk zona tersebut dianggap sudah mewakili kesiapan ekonominya baik dari sisi infrastruktur penyiaran maupun masyarakatnya. Khusus zona Riau dinilai penting karena terkait perbatasan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

    “Televisi digital di negara tetangga sudah siap. Kita buat di sana biar tidak terjadi kesenggangan (gap) dengan siaran di negara tetangga,” tambahnya.

    Gatot menilai tender ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Kominfo No. 22/PER/M.KOMINFO/11/2011 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digital Teresterial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (Free To Air) dan juga Peraturan Menteri Kominfo No. 23/PER/M.KOMINFO/11/2011 tentang Rencana Induk (Masterplan) Frekuensi Radio Untuk Keperluan Televisi Siaran Digital Teresterial.

    “Ini juga menjadi bagian dari road map perubahan dari televisi analog menjadi televisi digital di 2018,” jelasnya.

    Selain itu, Gatot juga menjelaskan bahwa jika Rancangan Peraturan Menteri tentang Standar Penyiaran Televisi Digital Teresterial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (Free To Air) di Indonesia ini jadi disahkan, maka akan menggantikan Peraturan Menteri Kominfo No. 7/P/M.KOMINFO/3/2007 tentang Standar Penyiaran Digital Teresterial Untuk Televisi Tidak Bergerak di Indonesia.

    “Nantinya, akan ada perubahan teknologi dari standar DVB-T menjadi DVB-T2 (DVB-T generasi kedua),” katanya.

  381. lukman | 4 January, 2012 06:07

    hmmmm…..berpacu dengan waktu, antara kebijakan pemerintah dengan teknologi DVB-T,mudah2an jika peraturan menterinya sdh disahkan, jangan ketinggalan lagi ya teknologinya….

  382. sak2e | 6 January, 2012 16:02

    sikuuk ough golek berita palah rx on

  383. Digital | 8 January, 2012 20:00

    Sepengetahuan saya Pengertian antara DVB-T2 dan Mpeg 2 atau 4 sama sekali beda.
    DVB-T2 adalah generasi kedua dari DVBT pertama, yg dapat menghemat spectrum kanal penyiaran. Jadi dlm satu kanal dapat memuat lebih banyak program tv.
    Sedang mpeg 2 atau 4 format data siaran.
    Contoh di Australia yg menganut DVB-T2 dan Mpeg2.
    Di Indonesia cocok dgn teknologi Mpeg2 karena harga setop box yg jauh lebih terjangkau darpipada mpeg4. Kualitas keduanya juga tak terlalu signifikan.
    Sehingga sosialisai siaran TV Digital berjalan baik dan dapat di terima masyarakat luas.

  384. Henry Tambusai | 11 January, 2012 12:05

    Pemerintah Indonesia nga’ usah memikirkan TV Digital apakah free atau berbayar di daerah perbatasan indonesia dg malaysia, singapore masyarakat sudah bisa menikmati siaran yang bagus2 dari TV1, TV3, TV broadcase-an Singapore, Thailand, hanya memakai antena sederhana, Tetapi dengan konsekuensi ketika “saya bertanya pd masyarakat perbatasan”, Siapakah Presiden Indonesia sekarang? “ada yang menjawab, Dato Musa Hitam, Abdullah Badawi, dan sebagainya”. haaa haaah.

  385. dian | 12 January, 2012 14:32

    Australia pake DVB-T bukan DVB-T2.
    Mpeg2 itu udah jadul, buat apa pake teknologi yg udah jadul.
    kualitas mpeg4 lebih bagus drpd mpeg2.
    pake mpeg4 bisa menghemat bandwidth dan bisa muat lebih banyak stasiun tv.
    kalo udah diproduksi masal juga nanti setopbox mpeg4 bisa lebih murah.

  386. Digital | 12 January, 2012 19:44

    Selama ini ujicoba pakai Mpeg2, kalo berubah teknologi harus ujicoba 3-4 thn lagi donk. Sampai kapan siaran tetapnya ???
    Harga setop box Mpeg2 paling murah 300-400rb, Mpeg4 harga dua kali lipat.
    Belum kalo setopboxnya rusak, hrs beli lagi.
    Harga segitu sudah produksi masal.
    Kalo mau murah nunggu teknologi baru muncul lagi atau kualitas setop box nya jelek mungkin bisa harga murah.
    Mpeg4 lebih bagus di TV Full HD aja, kalo tv bukan Full HD ya sama aja kualitas gambarnya. Berapa byk sih rakyat Indonesia punya TV yg Full HD yg mahal itu ???

  387. dian | 13 January, 2012 05:28

    ga ujicoba lagi, langsung mulai pake DVB-T2.
    harga STB DVB-T2 di inggris aja 30 pound sekarang, berarti kurang dari 400rb.
    kalo di indonesia pasti lebih murah lagi soalnya bakaln disubsidi plus diproduksi di indonesia.
    harga STB polytron emg mahal soalnya ga produksi masal soalnya cuma buat ujicoba doang.
    kalo gada siaran HD buat apa beli tv HD.
    makanya siaran HD mao dimulai spy tv HD byk yg beli.

  388. dian | 13 January, 2012 22:20

    Tender multiplexing TV digital digelar April

    Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menggelar tender multiplexing TV digital pada April mendatang.

    “Kami paling lambat pada April 2012 akan mengadakan tender untuk menetapkan multiplexing TV digital,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo Gatot S. Dewa Broto di Jakarta, Kamis.

    Multiplexing merupakan penyiaran dua program atau lebih dengan menggunakan transmisi pada satu saluran dalam waktu bersamaan. Dalam transmisi digital, sinyal biasanya di-multiplex-kan menggunakan time-division multiplexing (TDM).

  389. st-gresik | 14 January, 2012 16:00

    Apapun itu pemerintah harus memberikan solusi yang terbaik, jika digital mohon siarannya yang bagus,kualitas gambar ditingkatkan, klo bisa semua chanel indonesia gratis bukan FTA aja ( stasiun TV kan da dapat uang banyak dari iklan dll iklannya banyak dan lama pisan), segera secepatnya jika memang di ganti ke Mpeg4 secepatnya dan harus pasti. saya dan warga diGresik…darilahir sampek sekarang sinyal yang saya terima jelek, banyak semut, ganti ini itu sama aja, sekarang sudah banyak yang ganti LCD/LED TV dan built in digital receiver….tapi kagak berfungsi karena belum ada sinyal digital sampai di gresik seluruh wilayah. capek sia sia . langganan IndoV…. kualitas di LED/LCD TV jelek dan lama lama malas bayar bulanannya donk. MOhon pemerintah segera secepatnya siaran digital gratis ke suluruh wilayah indonesia dengan tetap dijalankan analognya biar warga yang belum siap dengan receivernya masih bisa menikmati siaran TV gratis. dari pada liat siaran banyak semut,warna pudar, kemresek..bikin mata kurang sehat…..malah biaya ke doker lebih mahal !

  390. st-gresik | 14 January, 2012 16:02

    ada yang tau EX520 built in digital receivernya bisa terima DVB-T2 mpeg4 ? digital baru versi indonesia .

  391. latief | 14 January, 2012 17:57

    Trnyata TV1 Malay analog bs dtrma pke antn uhf di Sumbar, Indonesia klo siaran Indosiar lg off. Klo stiap malam minggu sring menayangkan pertandingan liga Malaysia (LIVE).

  392. khairy | 14 January, 2012 20:18

    Yang mburuk-mburukan tv Indo dan memuja tv malaysia itu pembohong. Di Malaysia sendiri susahnya minta ampun mau tangkap tv 1 dan tv 2 yang notabene tv pemerintah. bahkan di tempat yang hanya berjarak 50 km keluar dari kuala lumpur. Lagipula isi siarannya masih kayak jaman 80 an kita.

  393. Digital | 14 January, 2012 20:26

    STB Mpeg4 di subsidi ?
    B B M subsidi aja mau dihapus.Gimana bisa STB bisa di subsidi ?
    Walau diproduksi di dlm negeri, tetap aja komponen harus impor kan ? Belum kena bea masuk dan harga dollar terus naik.
    Jangan nantinya STB yg mahal malah menambah beban masyarakat utk membelinya.
    Terus gimana masyarakat yg udah terlanjur beli STB Mpeg2, apa bisa tukar STB Mpeg4 Gratis ke pemerintah ?
    Masalah juga Mpeg4 teknologi mahal, dr sisi pemilik stasiun pemancar TV juga perlu mengeluarkan dana investasi jauh lebih besar untuk teknologi ini. Yg nantinya akan menghambat penambahan pemancar tv digital ke daerah2 lain,

  394. dian | 14 January, 2012 22:09

    Oktober 2012 Mulai Siaran Sistem Televisi Digital di Jawa dan Riau
    beritasatu.com

    Rencana ke depannya, Henry mengatakan pemerintah mulai menerapkan siaran digital bersamaan dengan siaran analog sebagai masa transisi pada Oktober 2012 di zona Jawa dan Kepulauan Riau dan dilanjutkan dengan Sumatera Utara dan Kalimantan Timur pada tahun 2013.

    Wilayah-wilayah lain akan terus dimigrasikan secara bertahap hingga yang terakhir pada tahun 2017 di Maluku dan Papua dan melakukan putus total dengan sistem analog secara nasional di tahun 2018.

  395. dian | 14 January, 2012 22:19

    siapa suruh beli STB mpeg2 padahal cuma lagi ujicoba doang? salah sendiri.

  396. dian | 14 January, 2012 22:35

    mungkin aja STBnya dibagi2 kaya pas migrasi kompor gas. siapa tau? gw ga tau program pemerintah kaya gimana.
    duitnya dari hasil lelang frekuensi 700MHz dari operator seluler buat 4G LTE. frekuensi 700Mhz sekarang masih dipake tv analog. karena tv digital efisien dlm penggunaan frekuensi jadi 700Mhz bisa dilelang. jadi operator seluler dapet frekuensi, masyarakat dapet STB gratis. mungkin aja.
    komponen dalam negeri di STB menurut pemerintah harus minimal 20% dan terus ditingkatkan jadi 50%, mungkin aja nanti jadi 100%. siapa tau?

  397. Vega | 15 January, 2012 20:35

    Ngak peduli teknologi lah, yg penting dapet siaran tv digital sinyal bagus di semua tempat. Jgn teknologi canggih tapi sinyal lemah gambar putus2.
    Kalo bisa stb semurah mungkin dan teknologi jgn ganti2 terus lah bikin bingung aja.

  398. TANTOWI | 16 January, 2012 19:39

    tv yg sekarang sudah built-in dvb-t masih bisa kepakai ngga kalau pemerintah jadi menggunakan dvb-t2, ada rencana beli tv baru, sekarang ini saya pakai stb poly**** tapi buat pajangan doang abisnya yg ada tvri doang

  399. slipi | 20 January, 2012 17:46

    menurut saya si dvb-t2, dah ga bisa di pakai tapi mungkin bisa di upgrade sama teknisi pemegang merknya, tapi kalaw reciever dvb-t k.banyakan si ga bisa diupgrade di lihat dari contoh reciever satelit dvbs yang relatif murah harganya.

  400. slipi | 20 January, 2012 17:52

    untuk DVBS2(tv satelit)harganya 600rb-1jtan itupun masi jarang yg jual, kalau DVB-T2 kira2 berapa ya dah dpat bocoran blum dan kapan beredarnya karena kominfo baru buka tender blan april 2012, blum produksinya, blum lagi di edarkan di pasaran, kapan dong siaranya?…

  401. dian | 26 January, 2012 07:47

    Pemerintah Siapkan Rp 300 Miliar untuk Subsidi TV Digital
    Rachmatunisa - detikinet

    Jakarta - Agar pelaksanaan program penyiaran TV digital tidak membebani masyarakat, Komisi I DPR meminta agar set top box untuk layanan ini dapat diperoleh dengan harga semurah mungkin.

    Agar program tersebut tidak terkendala, pemerintah bahkan mengalokasikan dan sekitar Rp 300 miliar untuk mensubsidi masyarakat agar beralih menggunakan TV digital.

    “Itu (subsidi-red.) kami sedang kaji. Di negara-negara lain itu mereka mengeluarkan subsidi. Tujuannya untuk merangsang, dan akan diberikan pada masyarakat kurang mampu,” kata Menkominfo Tifatul Sembiring usai Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, Rabu (25/1/2012) petang.

    Subsidi akan diberikan bagi mereka yang datang membeli decoder. Karena selama TV mereka masih analog, harus menggunakan set top box untuk bisa menikmati siaran TV digital.

    Tifatul sendiri memperkirakan, harga decoder sekitar Rp 75 ribu per unit, namun di pasaran bisa dibanderol seharga Rp 135 ribu.

  402. sutan | 26 January, 2012 11:35

    saya pake tv led samsung seri 5, waktu di set di toko (jakarta) pake antena indoor, dapat byk channel, begitu di rumah(depok) ke reset n coba lagi pake antenna indoor merek greentek cuma dapet 4 channel tvri doang. Kenapa ya?

  403. Iwan | 26 January, 2012 11:40

    Kalo harga stb pasaran 135rb, sepertinya pemerintah pasti pakai teknologi Mpeg-2.

  404. andi tenrie | 26 January, 2012 19:49

    Saya dibayarpun/gratis utk liat tv Malingsia mah ogah…, insya Allah gak akan pernah!!!!

  405. dian | 27 January, 2012 15:54

    @iwan DVB-T2 MPEG4

  406. Iwan | 27 January, 2012 16:38

    @dian , pak menteri bilang harga pasaran stb 135rb setelah di subsidi 75rb. Emang ada harga pasaran stb Mpeg4 semurah itu ? Beli banyak Di pabrik China aja ngak dapet harga segitu. Kalo harga stb Mpeg2 mungkin bisa segitu murahnya.

  407. dian | 27 January, 2012 19:26

    mungkin 75rb setelah disubsidi tapi masih di pabrik STBnya.
    135rb setelah disubsidi dan barangnya udah ada di pasar.
    jadi 75rb plus biaya distribusi dll, jadi 135rb

  408. lukman | 30 January, 2012 10:57

    @sutan : untuk LED & LCD samsung seri 4 & 5, coba scan lagi channelnya, pilih yang analog dan digital siarannya (jangan dipilih yg digital saja), karena tvnya sdh built in digital tuner

  409. setiabudi | 3 February, 2012 15:35

    Oktober, era TV digital akan berlaku di lima zona

    JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memutuskan pelaksanaan era TV digital di lima zona layanan akan dilaksanakan Oktober mendatang, atau paling lambat Desember 2012. Henry Subiakto, Staf Ahli Kemkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa menuturkan, pelaksanaan TV digital sudah sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Kemkominfo Nomor 7 Tahun 2007 tentang TV Digital.

    Menurut Henry, untuk mendukung pelaksanaan TV digital, Kemkominfo akan membuat sekitar delapan permen yang menerangkan peraturan teknis pelaksanaan, termasuk kriteria seleksi anggota Lembaga Penyiaran Penyelenggara Penyiaran Multipleksing (LPPPM). “Permen LPPPM akan diselesaikan April, untuk mendukung pelaksanaan tender LPPPM di lima zona di bulan yang sama,” ujarnya pada KONTAN, Kamis (2/2).

    Sebagai catatan, TV digital merupakan era perpindahan teknologi penyiaran dari analog ke digital. Kemkominfo menerapkan teknologi ini untuk meratakan penyiaran dan menumbuhkan banyak lembaga penyiaran, khususnya content provider.

    Dalam tahap awal, Kemkominfo menerapkan pemakaian TV digital di lima zona. Kelima wilayah tersebut terdiri dari zona 4 (DKI Jakarta dan Banten), 5 (Jawa Barat), 6 (Jawa Tengah dan Yogyakarta), 7 (Jawa Timur), dan 15 (Kepulauan Riau).

    Kemkominfo nantinya juga akan mengatur, agar dalam satu zona, perusahaan penyiaran hanya boleh berada di satu LPPPM dari total enam LPPPM yang bakal dibentuk. Adapun otal 12 siaran di setiap zona akan terbagi atas satu siaran TVRI, satu TV lokal, maksimal tiga siaran yang berafiliasi dengan LPPPM, serta sisanya, tujuh siaran yang akan dibagikan secara merata kepada perusahaan penyiaran yang tertarik menjadi LPPPM.

    Menanggapi rencana pelaksanaan TV digital di lima zona, Arya Mahendra Sinulungga, Sekretaris Perusahaan PT Media Nusantara Citra Tbk menuturkan, pihaknya akan mengikuti tender untuk menjadi anggota LPPPM pada April nanti. “Kami akan mengikuti peraturan,” ungkapnya.

    Ia pun menilai, seharusnya pemerintah menyebutkan nilai investasi yang diperlukan bagi pelaku industri penyiaran yang ingin menyelenggarakan TV digital. Dengan begitu, pelaku industri bisa melakukan persiapan dengan matang.

    Arya memperkirakan, perusahaan penyiaran membutuhkan modal Rp 5 triliun untuk beralih dari analog ke digital dengan memakai pemancar digital video broadcasting terrestrial (DVB-T). Saat ini MNC memiliki 100 pemancar yang akan diganti secara bertahap menjadi DVB-T.

    Sementara itu, lembaga Media Lintas Komunitas (MediaLink) menyatakan tidak setuju dengan digitalisasi TV. Ahmad Faisol, Direktur Media Link menilai, Permen Nomor 22 tahun 2011 tentang LPPPM berpotensi memunculkan monopoli. “Isi permen tersebut menetapkan wilayah TV digital dibagi dalam 15 zona layanan, hal ini menimbulkan kekhawatiran akan ada penguasaan dua sampai tiga LPPPM oleh segelintir pengusaha besar,” ungkapnya.

  410. setiabudi | 6 February, 2012 10:05

    Migrasi ke digital, TV lokal merugi ratusan miliar
    JAKARTA. Pengusaha televisi lokal dan televisi jaringan mengaku bakal rugi jika pemerintah benar-benar memindahkan penyiaran analog ke digital. Sebab, mereka sudah mengeluarkan investasi besar untuk membeli peralatan pemancar analog.

    Bambang Santoso, Ketua Asosiasi TV Jaringan Seluruh Indonesia (ATVJSI) yang juga pemilik Cahaya TV Banten (CTV), menilai, penerapan beleid ini terkesan tergesa-gesa. Sebab, selain pelaksanaan aturan TV jaringan yang belum maksimal, pemerintah juga tidak berkomunikasi dengan para pelaku televisi lokal. “Pengelola TV lokal ingin aturan teknisnya jelas terlebih dahulu sebelum bermigrasi,” katanya kepada KONTAN, Jumat (3/2).

    Saat ini ATVJSI memiliki anggota 143 stasiun TV lokal. Dengan aturan migrasi analog ke digital, Bambang menghitung, kerugian yang bakal diderita oleh pengusaha TV lokal mencapai Rp 858 miliar. Asumsi itu didasarkan pada nilai investasi pembangunan satu pemancar televisi lokal yang mencapai Rp 5 miliar sampai Rp 6 miliar.

    Keanggotaan LP3M

    Di sisi lain, Bambang juga mempertanyakan belum jelasnya aturan keanggotaan Lembaga Penyiaran Penyelenggara Penyiaran Multipleksing (LP3M) dan Lembaga Penyiaran Penyelenggara Program Siaran (LP3S). Tanpa aturan jelas, saat ini dia belum mengetahui kesiapan TV lokal menjadi anggota LP3M dan LP3S. “Harus segera diatur karena terkait dengan konten siaran,” katanya.

    LP3M adalah lembaga yang bertugas menyalurkan program-program siaran di zona siaran dengan perangkat multipleks. Sedangkan LPPPS memiliki tugas mengelola program siaran untuk dipancarluaskan kepada publik.

    Imawan Mashuri, Chief Executive Officer (CEO) Jawa Pos Multimedia Corp (JPMC), membenarkan bahwa pengusaha TV lokal berpotensi merugi akibat beleid ini. Selain kehilangan investasi pemancar, pengusaha TV jaringan juga akan sulit bersaing dengan TV swasta besar. JPMC saat ini memiliki 40 pemancar dengan investasi per pemancar mencapai Rp 5 miliar - Rp 6 miliar. Dengan aturan TV digital, kerugian bakal mencapai Rp 240 miliar.

    Bagi TV swasta besar seperti MNC, perpindahan ini sudah ditunggu-tunggu. Arya Mahendra Sinulingga, Coorporate Communication PT Media Nusantara Citra (MNC) Tbk, menyatakan siap mengikuti seleksi anggota LP3M pada April 2012. Hitungan dia, MNC perlu Rp 4 triliun sampai Rp 5 triliun untuk migrasi sistem analog ke digital. Investasi itu untuk mengganti 100 pemancar analog di seluruh Indonesia secara bertahap ke ke jenis digital video broadcasting terrestrial (DVB-T).

  411. rengle | 7 February, 2012 20:54

    Pak humas mantab,tlg disampaikan kpd Pj acara Pelangi budaya nusantara bahwa acara PBN yg siar tgl,2 & 6 Feb 12 jam:11.00.wib adalah dokumen dokumen murni TVRI Sumut dan Ibu Betty Sondang Siahan sbg produser pada credit titel tidak melakukan shooting baru di Medan. oleh karena itu mestinya diujung credit titel adalah Produksi bersama TVRI SUMUT dan TVRI JKT dan pengarah asli acara Pelangi BUdaya Nusantara YVRI SUMUT adalah Sdri YUNIARTI..Trims.

  412. rengle | 7 February, 2012 20:55

    ok trims yahoo

  413. saiful | 8 February, 2012 23:15

    berapa harga decorder indonesia network

  414. Filmy do pobrania | 27 February, 2012 09:43

    This is a truly very articulate opinion. Not every visitor would actually think about this, the way you did. I am glad that there is so much information about this subject that have been uncovered and you’ve done your best, with true class. If you are possibly into electronic cigarettes, than by all means come in and check our stuff.

  415. Joko | 2 March, 2012 09:19

    Tv digital berbayar terbesar disini pakai decoder Mpeg2, hasilnya sangat bagus, decoder murah dan terjangkau.Decoder Mpeg4 biasa di gunakan negara2 maju di Eropa yg luas wilayah nya kecil, teknologi mahal.

  416. Hanafi Arifin | 2 March, 2012 10:33

    pro rakyat apa pro pengusaha ya kebijakan. akhirnya rakyat harus merogoh uangnya lagi ho ha ho ha

  417. slipi | 15 March, 2012 19:45

    akhirnya tender blan april di batalkan, untuk menyaksikan siaran digital tahun ini sirna, nikmatin aja parabola ga usah nunggu yang ga pasti

  418. nasution | 16 March, 2012 14:10

    Tv Digital makin beredar aja, promonya juga menarik, seperti promo salah satu TV berbayar Nexmedia yg kasih diskonan hingga 61%, saya temukan di Lakupon.com bisa nonton 32 channels

  419. Burton Haynes | 30 March, 2012 15:39

    Many thanks for this great and very userful publish. preserve it up. your information is just too great for everybody. Do you want to improve the move and acquire the best return on expense? Are you interested in to improve your rating in google and rating in online search engine? If you wish to do this, I’ll introduce you a kind of Search engine optimization Forum. It’s going to occur true your aspiration. This search engine optimization forum have superb evaluation.

  420. lukman | 10 April, 2012 15:30

    yah kelamaan nungguin pemerintah, seperti bung slipi bilang tendernya dibatalkan….bagi para pengusaha broadcast gak menguntungkan, mending bikin pay tv sendiri, tiap bulan kocek ngalir terus dari pelanggan, daripada ikut tender pemerintah, yang pemasukannya dari iklan, sedangkan pemasukan iklan dah terbagi oleh banyaknya stasiun tv nasional maupun daerah…

  421. Ipank | 22 April, 2012 22:14

    Kalau di daerah nganjuk jawa timur bisa apa g’ ya??

  422. dion | 26 April, 2012 13:26

    dari zaman m nuh nyampe tipatul ,,bisanya cuma omong doang tv digital,,,tv digital,,tv digital tapi realisasinya O,,gembar gembor tpi ndak menguasai masalah,,,yang penting itu tv digital siaran titik,,,apa metrinya di ganti sama ono w purbo aja,,,

  423. Rudy Manthey | 13 May, 2012 10:58

    Kalau mau nyoba TV DIGITAL,beli aja USB TV STICK UTV 380,merk GADMEI,bentuknya usb,bisa untuk pc biasa dan laptop,ada radio FM juga,osnya dari windows xp sp2 sampai windows 7 bisa,tv digital yang bisa diterima antara lain TVRI DIGITAL 1,2,3,4,RCTI DIGITAL,MNC TV DIGITAL dan GLOBAL TV(Wilayah Jakarta),ada juga TV ANALOG (semua siaran dapat),dapat antene digital,remote,semoga bermanfaat.

  424. mario | 15 May, 2012 16:17

    udahlah pak… pake mpeg2 aja, lagian sama aja kan kualitasnya?

  425. yuditya | 16 May, 2012 12:33

    Setelah hampir 4 bulan siaran digital tvri bisa saya nikmati di Gresik dengan kualitas 75%, beberapa hari ini kok no signal ya? apa ada penurunan sinyal atau gangguan di stb atau antena saya. Mohon infonya. Terima kasih

Silakan berkomentar, kawan!