Jun
20
“Tak ada yang lebih stres ketimbang Steve Ballmer,” koran The Wall Street Journal menulis itu. Nada tulisan itu sangat serius. Bos Microsoft Corp ini memang tidak sedang di ujung tanduk, melainkan pasarnya telah digerogoti musuh. Bak rumah dimakan rayap yang bergerilya diam-diam.
The Wall Street menurunkan berita berisi dentang “lonceng bahaya” itu hanya beberapa hari setelah raja Internet, Google, resmi meluncurkan sistem telepon seluler barunya: Android. Mereka menggandeng produsen ponsel terkemuka, seperti Motorola, Samsung, LG, dan Sony Ericsson, serta belasan vendor lainnya.
Sudah bertahun-tahun Microsoft merajai pasar ponsel pintar dengan memasok sistem operasi Windows Mobile untuk PDA. Tapi kini mereka harus mengaku kalah. Pasarnya digerus oleh iPhone dan BlackBerry. Belakangan Google dan vendor ponsel lainnya juga ikut membuat mereka terpincang-pincang dengan meluncurkan Android.
Bagi Ballmer, ini memang ancaman besar. Mereka sudah kelabakan menghadapi Google di Internet. Google telah menciptakan pesaing Microsoft Word dan Excel gratis. Kini mereka harus menghadapi Google di ponsel.
Ancaman juga datang dari Apple. Sepuluh tahun lalu dia boleh saja meremehkan Steve P. Jobs. Saat itu Jobs mengganggu pasar komputer pribadi dan Microsoft dengan meluncurkan iMac, komputer dengan warna merah-kuning-hijau yang yummy seperti permen. Saat itu Jobs baru kembali masuk ke Apple setelah dipecat karena perusahaan tersebut bangkrut. iMac tak bisa menggoyahkan Microsoft dan dominasi Windows. Belakangan lahirlah beberapa inovasi mengejutkan dari iPod pada 2001, iPhone 2007, dan kini iPad pada 2010.
Pasar terkejut dan tiba-tiba simpati mengalir kepada produk imut-imut Apple. Desain, fungsi, dan kemudahan penggunaan membuat produk-produk Apple meroket. Ballmer terguncang. Puncaknya adalah tahun ini. Rentetan inovasi itu membuat nilai saham Apple melambung, melebihi saham Microsoft. Ini rekor.
Nilai saham Apple pada 26 Mei 2010 mencapai US$ 222,12 miliar (Rp 2.000 triliun!). Angka itu mengalahkan nilai saham Microsoft yang pada hari yang sama nilainya US$ 219,18 miliar. Revolusi desain Apple telah membuat harga saham Apple melonjak 10 kali lipat selama 10 tahun terakhir.
Inikah senjakala Microsoft? Revolusi-revolusi yang dilahirkan Apple membuat Microsoft tercengang. iPod, misalnya, sejak diluncurkan pada 2001 baru bisa ditiru Microsoft pada 2007 saat mereka meluncurkan pemutar musik Zune. Desain dan penjualan Zune pun kalah jauh oleh iPod.
Berkat iPod dan iPhone, Apple telah menjual 4 miliar lagu dan software lewat toko di dunia maya, iTunes.com. Kalau setiap lagu atau software dijual seharga US$ 0,99, Apple mengeruk pendapatan US$ 3,96 miliar hanya dari aplikasi dan lagu.
Apple telah melahirkan revolusi, revolusi pasar, desain, dan kebiasaan pengguna. Dulu merekalah yang mengenalkan mouse atau tetikus. Kini mereka pula yang menghilangkan tetikus serta papan ketik dan menggantinya dengan layar sentuh.
Revolusi yang digulirkan Steve Jobs ini terjadi di mana-mana, tak susah untuk dicari. Mari menjenguk kultur baru yang terjadi di Universitas Maryland. Beberapa tahun lalu, ponsel adalah barang haram di kelas-kelas kampus itu. Anda bisa dimaki-maki dosen bila asyik bermain ponsel di kelas. Kini dunia sudah “terbalik”. Justru mahasiswa diwajibkan bermain-main dengan ponsel. Dua pekan sekali, mahasiswa komputer di sana diajar insinyur Apple. Dia mengajarkan bagaimana keisengan bisa mendatangkan duit banyak. Mereka diajari membuat aplikasi game atau software untuk iPhone atau iPad dan dijual.
Bagaimana Ballmer akan melawan revolusi itu? Apple kini adalah model gemulai yang membuat orang tak bisa berkedip. Bagaimana Ballmer bisa menghadapi itu? Bagaimana Microsoft bertahan? Mungkin Ballmer harus memanggil pulang Bill Gates, yang kini sedang “bertapa” dengan proyek-proyek amal, agar Microsoft tak kalah oleh si gemulai Apple.
ulasan yang bagus, ijin copy ke blog sy ya, sy sebutkan narasumbernya, trims
Undang aja Nurdin Halid..
dijamin…. KE LAUT!!!!
Tergerus emank iya.. tapi Microsoft tetap kuat. Dominasi Windows di desktop/laptop tetap sangat kuat.
Utk gadget, memang saya tidak sarankan, karena selalu berkesan memaksakan OS seperti Windows ke gadget yg kecil dg design yg kurang baik.
Jika Microsoft tidak mampu melahirkan inovasi pada OS nya, kedepan sy yakin Kue Microsoft akan semakin tergerus oleh OS Mac dan Ubuntu, ditambah para developer sekarang hampir semua beralih ke Mac OS, baik utk Desktop maupun utk Gadget, kecuali developer Nasional yg masih terpaku pada pengembangan berbasis windows.
silakan dicopy mas dg menyebut sumbernya
sang raksasa akhirnya tunduk dengan sikecil, seharusnya pengembang lokal terbuka matanya karena open source dan komunitas kini menjadi kunci, ketika gnu/linux menggeliat microsoft tak mampu menggebuk satupun perusahaan linux, apple berinkranasi melalui kernel bsd, nokia menghidupkan semangat linux melalui series N770,800,810 dan 900 beberapa developer independent menginstallkan linux di xperia x1, htc dan beberapa gadget. sekarang saatnya era keterbukaan viva la revolution
itu semua akibat kesombongan Steve Balmer, liat saja di youtube, bagaimana dia mencemoohkan apple dengan berkata bagaimana bisa iphone dijual 500 dollar sedang windows CE aja dijual dengan 150 dollar tidak bakal mencapai target sales yang ditetapkan apple.
Toh akhirnya beberapa bulan kemudian penjualan iphone menembus dari targetnya.
semakin banyak pesaing, konsumen semakin diuntungkan. semoga aja windows dan teman2nya digratiskan atau paling tidak ga mahal-mahal banget….
Suruh Ical jadi bos MS aja, dengan segala kekotoran dia dijamin bakal sukses deh..
The world much easier when apple and blackberry were still a fruit…
Iya bos,memang sudah waktunya Microsoft berfikir untuk ‘pensiun’. Para pemegang saham harus mulai membuka opsi akuisisi oleh Google atau Apple…:-)
pake karce pasti untung
semua orang ingin yg murah berkualitas. kalo’ Microsoft bisa kasih itu, pasti tetap diatas.
tidak ada yang abadi
tapi penulis cuma mengulas dunia mobile, untuk PC saya pikir masih jauh lah dominasi apple (dan memang akan tetap kaya gitu, pangsa pasarnya beda)
kapitalisasi pasarnya juga ga terlalu jauh, beda tipis aja.
terlalu berlebihan kalo di bilang “senjakala”
Di luar sana perkembangan dan persaingan teknologi begitu pesat.
Bagaimana dengan negeri kita?
wahwah…saya juga mohon izis copas…heheh soalnya keren abiz nih infonya kang..
setelah mencapai puncak …harus turun ke bawah untuk menunduk
Memang desain dan open source akan menjadi booming di tahun2 yg akan datang.
Eh, baru sekarang tau ada istilah “tetikus” ^_^
kita tunggu saja kreativitas google dan apple untuk menggempur OS WIN di PC….
Emang microsoft dari dulu jg gx punya ide segar untuk dijual mereka hanya bisa mengakuisisi dan memberikan lable By microsoft, sekarang Baru kerasa ide Creative gx akan menjadi pemimpin di masa depan, (comment ini di buat dengan iPhone)
udah banyak yang pake open source, semakin lama open source semakin berkembang dan saya yakin suatu saat nanti microsoft dibawah pangsa pasar open source
An Apple a day keep the Windows away…