Enak di Blog dan Perlu

empty-walletApakah Anda pernah merasakan Gaji tiga koma, alias tanggal tiga sudah koma? Atau pernahkah Anda bingung kemana Gaji yang Anda terima selama ini, ko cepet banget abisnya? Atau mungkin sampai saat ini Anda masih merasa Gaji yang diterima ko tidak cukup ya? Banyak sekali pertanyaan yang timbul karena Gaji yang diterima sering kali habis sebelum waktu gajian berikutnya. Atau bahkan setelah dihitung-hitung, Gaji yang diterima tidak cukup untuk memenuhi pengeluaran bulanan impian Anda. Sampai akhirnya timbul pertanyaan, apa yang salah? Dimana letak permasalahannya, apakah Gaji yang kurang atau memang pengeluaran yang berlebihan? Hmmm..kira-kira apa ya, yang bisa dilakukan agar Gaji yang diterima benar-benar cukup untuk memenuhi pengeluaran bulanan serta dapat memenuhi investasi rutin setiap bulannya?

Berbicara mengenai pengelolaan gaji sangat sensitif dan erat sekali hubungannya dengan kebiasaan konsumtif seseorang serta gaya hidup yang dijalani. Saat ini memang belum ada ketentuan pasti ataupun rumusan baku yang dapat dijadikan acuan ideal untuk mengatur pengelolaan gaji. Karena setiap individu memiliki kebiasaan, gaya hidup, serta keperluan yang berbeda-beda. Lalu, bagaimana cara mengantisipasi kondisi dimana gaji dirasa kurang dan tidak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan serta investasi bulanan? Yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan gaji adalah arah penggunaan uang setelah gaji diterima. Atau dengan kata lain adalah pos-pos pengeluaran apa saja yang biasa dikeluarakan. Nah, pertanyaannya adalah, apakah Anda sudah memiliki pencatatan terperinci mengenai pos-pos pengeluaran tersebut? Kemanakah uang yang Anda belanjakan atau gunakan bermuara pada akhirnya? Pos-pos pengeluaran sangat bergantung pada kebutuhan dan gaya hidup seseorang. Jika berbicara tentang kebutuhan dan gaya hidup, sangat erat kaitannya dengan kondisi psikologis seseorang. Manusia memiliki kecenderungan tidak pernah puas dan cenderung menghabiskan uang yang diterimanya. Hal tersebut dapat dilihat pada saat seseorang mendapatkan kenaikan gaji, tiba-tiba pengeluarannya juga ikut naik. Padahal diatas kertas seharusnya orang tersebut bisa memiliki kelebihan dana untuk ditabung jika orang tersebut dapat bertahan dengan gaji yang sebelumnya. Salah satu faktor utama terjadinya kenaikan pengeluaran pada saat terjadi kenaikan gaji adalah gengsi, sehingga pengeluaran yang dulu tidak terlalu penting menjadi penting. Dan jika Anda pernah atau masih merasa bahwa gaji yang diterima tidak cukup, kondisi itu akan terus dirasakan selama pengelolaan gaji belum bisa dilakukan secara optimal.

Salah satu cara untuk melalukan pengelolaan gaji secara optimal adalah dengan cara melihat pos penghasilan dan pos pengeluaran secara keseluruhan. Mungkin pernah terbesit di kepala Anda pertanyaan tentang, “Kapan Saya merasa cukup?”. Coba tengok rekan-rekan disekeliling Anda yang berkata, “Yes, bulan ini Saya bisa nabung.”, atau bahkan “Mau diapain duit sisa ini ya?”. Kunci dalam pengelolaan gaji terletak pada arus kas, atau bahasa kerennya adalah “Cash Flow”. Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam analisa Cash Flow, yaitu… bersambung di part 2.

Komentar [4]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

4 Komentar untuk “Gajiku Kantong Kiri Kantong Kanan, Ke Mana Ya? - Part 1”

  1. endangmzy | 20 June, 2011 16:31

    hindari yang namanya berutang!

  2. Wadiyo | 21 June, 2011 04:33

    Berapa sih standar gaji yang layak? apakah UMK, atau standar PNS Dep. Keu?

  3. ipungdepp | 21 June, 2011 07:17

    BERAPApun gajix sukurin aja,bukankah rejeki da di tentuin ALLAH.jgn lpa kluarin zakatx

  4. Gajiku Kantong Kiri Kantong Kanan, Ke Mana Ya ? : Blog Tempo Interaktif | 27 June, 2011 07:13

    [...] Melanjutkan artikel saya Gajiku Kantong Kiri Kantong Kanan, Ke Mana Ya ? - Part 1 [...]

Silakan berkomentar, kawan!