Enak di Blog dan Perlu

Andari Karina Anom
DUA profesi yang pada mereka kita “titipkan” nyawa kita: dokter dan pilot. Di dalam kamar operasi dan di atas pesawat, tiada yang bisa kita lakukan selain percaya pada mereka. Sebagai “alumnus” RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, saya pernah menitipkan hidup pada para dokter. Nah, hari ini, giliran saya menggantungkan nasib di tangan pilot.

air-asia-airlineJam 7 pagi ini– Sabtu 2 Mei 2009– saya dan Ari Sutanti, my partner in crime, sudah duduk manis di dalam pesawat Air Asia QZ 7782 menuju Singapura. Setengah jam kemudian, pesawat pun take-off. Tak seperti biasanya, ketika sudah terbang, pesawat seperti tak naik-naik.

Lima belas menit pesawat mengangkasa, tiba-tiba terdengar dua kali suara seperti ledakan. Lalu sesekali badan pesawat agak oleng ke kanan. Satu-dua penumpang menjerit kecil. Pilot nampaknya berusaha keras menstabilkan posisi pesawat. Pengeras suara pun berkumandang: “Para penumpang yang terhormat, kami beritahukan bahwa mesin pesawat sebelah kanan mati, namun situasi dapat kami kendalikan. Mohon anda tetap tenang karena kami telah terlatih menghadapi situasi seperti ini. Kami sudah mendapat izin untuk kembali ke Soekarno Hatta…” Masya Allah!


Suasana di dalam kabin makin mencekam. Seorang ibu di sebelahku langsung mencengkeram tangan anak lelakinya. Seorang pria berwajah mirip Jamal Malik dalam Slumdog Millionaire meracau dalam tiga bahasa –India, Inggris dan Indonesia. Seorang bule bolak-balik menjerit: Did you hear that? Did you hear that? Para penumpang yang tak saling mengenal berpegangan tangan. Selebihnya hanya terdengar desisan doa.

Kecemasan makin menjalar. Baru belakangan kami ketahui, penumpang yang duduk sejajar sayap kanan melihat bagian bawah sayap memercikkan bola api di dua titik. Pesawat pun tersendat-sendat –seperti mobil tak bisa distarter– lantas agak miring lagi ke kanan. Laju pesawat makin tak stabil. Kengerian makin merambat tatkala dari arah kanan belakang terdengar bunyi bergedubrak berulang-ulang—seperti bunyi pintu yang terbanting-banting. Kami dicekam ketakutan luar biasa.

Ari sudah pucat pasi. Saya genggam tangan dan lengannya yang dingin. Meski badanku juga mulai menggeletar, saya berusaha tetap tenang, seraya menggumamkan zikir dan Al Fatihah. Saya sudah alami yang lebih buruk, maka saya pasrah kalau memang ini “sudah waktunya”. Toh, sudah disebut di Al Qur’an: Setiap manusia sudah mempunyai ajalnya. Apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sedetikpun dan tidak pula dapat memajukannya. (QS Al A’raaf:34).

Saya tak terlampau cemas akan diriku, tapi hatiku teriris-iris mengingat Aisha, anakku. Mama sayang kamu, nak. Air mataku menggenang membayangkan yang terburuk yang mungkin terjadi pagi itu.

Alhamdulillah. Pesawat akhirnya berhasil mendarat di Soekarno-Hatta. Ketegangan langsung lumer. Penumpang saling berpelukan dan menangis. Seorang bule memekik: “I’m back on the ground again, this is like my second life.”

Pihak Air Asia menawarkan penumpang menunggu –sampai pesawat selesai diperbaiki atau dialihkan ke pesawat mereka lainnya—atau menarik kembali uang tiket. Hampir seluruh penumpang memilih refund. Termasuk kami. Banyak yang beralih ke maskapai lain. Masih bergidik mengingat kejadian tadi, kami sepakat menunda terbang hari ini. Butuh waktu menenangkan diri sampai kami siap mengudara lagi. Tidak dengan Air Asia lagi, tentunya. There’s no way we’re getting back to that plane again. No, thanks.

Catatan: Tulisan ini dikutip dari tulisan di Facebook Andari Karina Anom yang juga wartawan Tempo dengan persetujuan penulis.

Komentar [261]

Feed  •   Trackback  •   Kirim Komentar

261 Komentar untuk “Penerbangan Horor Air Asia”

  1. herru | 15 May, 2009 18:23

    waduh, padahal saya ada rencana pulang kampung naik air asia

  2. Kamandanu | 16 May, 2009 18:45

    MassyaAllah…maha besar Engkau yang Allah..Engkau yang memiliki Hidup dan Mati ini serta seluruh sekalian Alam ..kami berlindung kepadamu ya Allah…Allahhuakbar.

    Pengalaman yang sungguh-sungguh menyentuh kalbu…terima kasih atas posting nya ini.

  3. mimi | 17 May, 2009 21:54

    jangan tergoda dengan harga yang murah

  4. White Blanc | 18 May, 2009 10:43

    Saya juga pernah mengalami peristiwa yang cukup unik saat terbang dengan Air Asia (Mei 2006) dari Jakarta-Kuala Lumpur. Setelah 1 jam terbang ke arah KL, pesawat mengubah rute balik ke Jakarta dengan terbang rendah, dikarenakan ada kerusakan pada tekanan udara di kabin (cabin pressure), masker oksigen sudah siap diturunkan setiap saat. Jadi selama 1 jam pesawat terbang rendah dengan semua AC dan lampu mati. Saat-saat seperti inilah saya merasa sangat dekat dengan Sang Khalik. Terima kasih Air Asia.

  5. Arief Y | 19 May, 2009 06:53

    Sebenarnya keragaman dari fasilitas membuat negara kita ini lebih kompeten tapi mohon ubah dan Perbaiki Sistemnya, supaya orang yang belum tau tidak kecewa, thx’s

  6. Yohanes | 17 June, 2009 22:49

    eh coi lu aja cemen lagian kalo mau aman jalan kaki aja kenapa ga sewa jet pribadi?gw mundar mandir dengan Air asia enjoy makah gw merasa beruntung bisa terbang murah meriah!!!!kalo masalah mampus ada yg atur jack!kalo horor lu mati dikuburan juga horor.inget jalan juga bisa kesandung men

  7. Yohanes | 17 June, 2009 22:53

    I LOVE FLY WITH AIR ASIA…

  8. Galih | 18 June, 2009 21:42

    ciri-ciri orang bodoh ada 3:
    1. kalau ada orang berpendapat mereka selalu kontra dan tidak memberikan pendapat atau saran selanjutnya.
    2. mereka menanggapi dengan kata-kata kasar dan sok “gaol” tanpa mempedulikan makna kata-katanya.
    3. Memiliki wawasan yang sempit dan sok tahu banyak.

    Saran dari saya untuk Saudara Yohanes, sebaiknya apabila anda tidak suka tolong tidak perlu digubris postingan ini, sebab ini negara Indonesia, negara demokratis yang memperbolehkan setiap warga negaranya berpendapat tanpa pengecualian. Dan itu semua diatur dalam undang-undang. Justru yang saudara lakukan malah menekan suatu pihak. Hati-hatilah dalam mengeluarkan pernyataan. Atau anda siap untuk dituntut balik suatu hari kelak.

  9. Galih | 18 June, 2009 21:46

    memang negara kita belum dewasa seluruhnnya. Masih banyak kebijakan pemerintah yang harus kita benahi. Aturan transportasi pun belum sepenuhnya prorakyat. Seharusnya pemerintah lebih bijak dalam menangani kasus ini. Dan tidak semata-mata membuka peluang asing bercokol dinegeri ini. Sebab pemerintah adalah pelayan masyarakat bukan pemilik negara.

  10. Kika | 19 June, 2009 12:50

    Yang penting kita harus pilih maskapai yang mengutamakan keselamatan penumpang dengan melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan rutin terhadap pesawatnya..tidak memaksakan menggunakan pesawat yang tidak layak terbang lagi..wajar kita sekarang memilih-milih maskapai krn buat kita pemeliharaan dan pemeriksaan kondisi pesawat msh dalam control manusia..kalau ini ngga dilakuin, gimana yang tidak bisa dikontrol seperti cuaca, petir, dll..tambah parah aja kondisinya..
    Air Asia harus koreksi juga..

  11. faried | 21 June, 2009 21:13

    anda punya mobil[contoh]siap untuk pergi tiba2 mogok,you jg harus koreksi,nah sama dg peristiwa anda, Pilot jg gak mau ada celaka justru dia dg profesional can handle it with safely my dear

  12. eky | 22 June, 2009 04:04

    faried, sok tahu lu!

  13. Kika | 23 June, 2009 08:30

    Maaf mas Faried, bisa bedain mobil yang dirawat dengan baik dan dengan yang tidak dirawat dengan baik kan? peluang mobil mogok akan lebih besar pada mobil yang tidak dirawat dengan baik dibanding mobil yang dirawat dengan baik..maaf perumpamaannya sederhana banget biar mas Faried bisa nangkap maksud saya..

  14. rolly | 24 June, 2009 23:54

    males!!sok tau smua..

  15. megi | 27 June, 2009 18:48

    saya ikut prihatin atas kejadian tersebut, tapi mas yohanes dan faried boleh aj berbeda tolong dong ditambahkan rasa prihatinnya

  16. Victor | 27 June, 2009 19:15

    Pemerintah harus melakukan pengawasan kelayakan terbang pesawat terbang lebih ketat, supaya kecelakaan psw terbang tdk sering terjadi di Indonesia.

  17. morris | 30 June, 2009 23:30

    komentar bebas tetep aja ga ada pengaruhnya,

  18. KiPanji. | 1 July, 2009 10:05

    >Alasan saya tidak mau fly by Air Asia::
    1-Sebalum saya mati kaonyol.karna sistem penerbangan yg tidak selamat.dijamin bahaya layanan murah (tambang murah )
    Saya gito bosan Direktur Air Asia ,tidak mau melayani wartawan atau berbicara dalam bahasa Melayu/Indonesia.padahal beliau (Fernandez berasal dari udik )
    3- Kok orang Indonesia begitu bangga menaIKI PENERBANGAN Asing.apa gak ada lagi penarbangan milik Indonesia.yg bisa memenuhi layanan penerbangan warga Indonesia,

  19. Fia | 1 July, 2009 14:52

    Waduh…..serembanget tuh….
    AllahuAkbar Subhanallah……
    padahal saya berencana liburan mengunakan Air Asia supaya bisa irit….tapi……..

  20. Heriyanto | 1 July, 2009 23:24

    Bagi yang memuji Air Asia bagus sih sah-sah saja, itu hak anda, mungkin juga yang masih membanggakan Air Asia orang yang baru sekali terbang, tiket murah dan tidak banyak masalah, saya awalnya juga penggemar Air Asia, sdh beberapa kali terbang dengan pesawat ini, hanya sayangnya dari 6 kali terbang, hanya 1 kali on time, lainnya reschedule yang menyebalkan ! Lebih parah dan menjengkelkan lagi ketika tiket saya tujuan Makassar untuk penerbangan September 2009 di-refund,, padahal pembelian tiket sudah sejak November 2008. Bahkan selama rentang waktu tersebut, sebenarnya Air Asia sdh mengeruk keuntungan dari pembayaran tiket-tiket yang sudah masuk, berapa milyar saja uang yang sudah didapatkan oleh Air Asia dari praktik ini? kemudian mereka me-refund ke kartu kredit kita dengan tanpa bunga dan proses panjang (2-3 bulan) konyol dan memang Air Asia pintar-pintar bego ! kita sebagai penumpang yang dikorbankan oleh teknik marketing mereka, penumpang dalam posisi yang lemah. Kita hanya berharap semoga Air Asia bangkrut dalam waktu dekat, tidak perlu korban jiwa, tapi kerugian materiil yang luar biasa yang akan diderita Air Asia sampai benar-benar bangkrut karena mempermainkan penumpang….Ingat, Air Asia tidak membutuhkan anda dan pujian anda, mereka hanya ingin duit anda!

  21. ana | 3 July, 2009 12:11

    aduh. komentar herianto sadis amat. yang refund dan delay juga terjadi sm maskapai dalam negeri, itu sy alami sendiri. jd jgn terlalu memfonis, sbgai penumpang wajar jk ingin ekonomis dan selamat.

  22. Ygayu | 3 July, 2009 12:23

    Semua maskapai pasti ada ceritanya, makanya jangan lupa berdoa sebelum meninggalkan rumah supaya bila kita kena musibah kita bisa terima kalau itu adalah takdir.

  23. neni octiawati | 4 July, 2009 08:22

    Wajib bagi qt smua,jika qt akan kmana2 berdoalah tlebih dahulu,maka akan slamatlah qt.amin.
    Walupun murah,airasia sll mentingkan kslamatan penumpang.

  24. Hi Miler | 5 July, 2009 21:38

    24 Juni kemarin saya sekeluarga juga pakai QZ 7782.

    Berbeda dengan pengalaman Jeung Andari, penerbangan ini berlangsung uneventful, kecuali beberapa menit sessi jualan, croissant dan sandwiches.

    Pagi itu QZ 7782 malah tiba lima menit lebih awal di Changi.

    Saya kira CGK ada kelebihan dan kelemahannya. Masalah ground handling, technical maintenance lemah atau rawan; masalah vacuuming dan pembersihan interior pesawat lebih unggul dan hemat biaya (yang ujungnya harga tiket).

    Pagi itu kami yang sudah siap menikmati reputasi “Raja Delay” dengan bekal arem-arem jadi harus menunda sarapan meepok di Little India, karena ada arem-arem yang harus diabisin dulu.

  25. linda | 9 July, 2009 16:15

    Airasia ga jelek2 bgt seperti yg dibilang temen2, sangat menolong dr segi biaya dan waktu, sy udh pakai airasia selama ini ga ada masalah, baik-baik aja.

  26. Tri Setyo Wijanarko | 9 July, 2009 18:28

    alhamdulillah semua selamat!!

    sebenernya nggak harus air asia, kalopun mau naek singapore airlines yang mahal juga kalo emang takdirnya celaka ya mau gimana lagi..

    semua perusahaan penerbangan juga nggak menginginkan terjadinya kecelakaan kok.

    saya sendiri sangat sering naik air asia, so far so good. nggak pernah kena delay ataupun pengalaman buruk lainnya, dan semoga juga nggak akan mengalami pengalaman buruk :D

    untuk safety sebenernya air asia itu cukup baik kok, malah lebih baik daripada airlines yang berlogo singa..
    coba deh liat history-nya, sampai saat ini indonesia air asia belum pernah sama sekali mengalami crash.

    saya sendiri kalo disuruh milih antara air asia dengan airlines yang berlogo singa, tanpa berpikir panjang saya akan memilih air asia..

    ya anggep aja ini sebagai pengalaman, dan jangan kapok menggunakan jasa penerbangan.. hehe..

    ini beberapa pengalaman saya menggunakan air asia
    http://greatstyo.wordpress.com/2009/06/27/jakarta-yogyakarta-by-indonesia-air-asia-a320/

    http://greatstyo.wordpress.com/2009/06/28/pertamakali-ke-terminal-3-soekarno-hatta-international-airport-air-asia-a320-cgk-jog/

    atau jika ingin tahu lebih banyak tentang air asia, lion air, batavia, garuda, citilink, dan dunia penerbangan di indonesia silahkan kemari
    http://www.indoflyer.net/default.asp
    disitu tempat berkumpul para pakar penerbangan, nggak usah segan2 untuk bertanya. daripada udah banyak berkoar dimedia tapi kenyataannya kita nggak tau apa2..

    thx

  27. ipoel | 10 July, 2009 13:42

    ngeri juga yaaaaaaaaa

  28. muhsin | 10 July, 2009 15:27

    semua ada klebihan dan kekuranganya..
    tidak ada yg sempurna di dunia ini kecuali allah azza wa zalla

    mgkn maksud penulis ingin berbagi pengalaman dengan kita

  29. Lexzsa | 12 July, 2009 05:52

    Aku baru terbang 1x pake airasia. Alhamdulilah dpt kesan pertama yg baik liat pramugarinya cantik,yg co cakep,hehe.. Terbang jg aman2 aja tuh.. Cuma ya lumayan berisik. Suara dr luar kedengeran bgt. Itu aja sech yg bikin ngeri. Udah gt tempat duduknya rebutan ky mau naik bus. Ya namanya jg harga miring. Tp airasia promonya gila2an bgt. Harganya bnr2 tambah miring aja. Jd curiga… Hmmm…

  30. Indi | 14 July, 2009 17:32

    Coba pikirkan dgn riel, mungkin kah tiket peswt rp 99rb? Jadi wajar dong peswtnya rusak2, untk beli avtur aja dgn tikt 99 gak ckp. N 1 lg tau gak kalo pilot indonesia it jago2 krn berani menerbangkan pswt yg tdk layak terbang. Oya hampir lupa di indonesia kan lebih mahal hidup seekor ayam dibanding hidup manusia, buktinya pswt yg tdk layak terbang kenapa msh diberikan ijin.

  31. ferry | 15 July, 2009 07:05

    klu sudah begini main salah2 an.g dewasa sama sekali.biarkan aja itu menjadi referensi klu g suka ya g ush naik.

  32. proudtobeindonesian | 15 July, 2009 08:32

    bulan lalu saya ngomel ngomel karena tiba tiba Air Asia membatalkan tiket Lebaran yang sudah saya beli..
    Mungkin sekarang saya bisa bersyukur dengan pembatalan itu?
    Berkali kali saya naik Air Asia karena murah..
    Alhamdulillah, ga pernah ada apa apa..
    Bener sih, yang kita bisa cuma berdoa sama yang di Atas supaya diberi keselamatan…

    Banyak sekali maskapai penerbangan nasional kita, apa muungkin sekarang saatnya kita mulai coba membantu mereka dengan membeli tiket mereka?
    Walau lebih mahal?
    Ini bukan untuk menjatuhkan Air Asia, tapi supaya maskapai penerbangan kita sendiri lebih baik lagi…
    Jadi duit kita ya muter di negara kita sendiri, ngga dikirim ke Air Asia di Malaysia..

  33. tony | 16 July, 2009 11:27

    waduh…rencana mau cari tiket air asia ke medan. batal deh…

  34. elly | 21 July, 2009 14:42

    manusia hanya bs meminta dan berusaha, Tuhan lah yg menentukan hidup anda

  35. santi | 24 July, 2009 00:49

    Alhamdulilah saya sudah terbang dengan Air asia 4x mulus2 aja. Kalau takdir tidak bisa dihindari yang penting berdoa.

  36. impressivemind | 28 July, 2009 15:12

    Komentar saya:

    1.Maintenance pesawat ada standar-nya dan selalu diaudit. Jadi kalau anda nggak tau soal maintenance pesawat ya jangan sok tau.

    Oya, Airasia tidak pernah jatuh. Sekali tergelincir saja di Kota Kinabalu, tidak ada korban jiwa.

    2.Tiket murah itu strategi bisnisnya airasia untuk luring customer. Kalau anda beli tiket buat minggu depan, harganya bisa lebih mahal dari maskapi lain. Jadi bukan sepesawat semua bayar 99rb. Mohon cari info sebelum berpendapat, tar ketauan dangkalnya.

    3. Airasia terus membeli armada baru, jadi kemungkinan besar anda bisa naik pesawat yang usianya kurang dari 1 tahun dengan teknologi terbaru.

    4. Anda tidur saja bisa mati kejatuhan meteor koq. Apalagi statistik kematian karena kecelakaan pesawat itu kecil sekali dibanding naik mobil. Anda percaya Tuhan apa tidak?

    5.Bagi yang takut atau tidak suka naik airasia, anda tidak pernah dipaksa koq. Silahkan naik maskapi yang anda percaya dan jangan lupa beli asuransi, supaya keluarga tidak kesulitan finansial bila hal yang terburuk terjadi. Atau kalau anda punya kartu kredit, belilah tiket dengan kartu anda karena secara otomatis perjalanan anda terlindungi asuransi (silahkan cek buku panduan keanggotaan kartu kredit anda).

    Sebagai penutup, saya tidak terafiliasi dengan airasia. Saya menggunakan airasia beberapa kali dalam setahun, baik domestik maupun international flights. Saya pernah menggunakan airasia X (khusus penerbangan jarak jauh) ke tianjin yang memakan waktu lebih dari 6 jam penerbangan non-stop. Sampai saat ini saya merasa puas dengan layanan airasia. Ada beberapa saran bagi anda yang akan terbang dengan airasia:

    1.Bersiaplah akan delay atau pengalihan penerbangan. Ini sering terjadi pada penerbangan domestik. Jadi jangan buat janji penting atau mengajak orangtua (lanjut usia), kasihan mereka.
    Oya, bagus juga untuk memilih penerbangan paling pagi, karena penerbangan paling pagi jarang delay.

    2.Pesanlah nomor kursi pada saat pembelian tiket online, supaya anda bisa memilih tempat duduk yang nyaman dan aman (saya sarankan dekat dengan jendela darurat).

    3. Siap di check-in counter lebih dari 2 jam sebelum jam penerbangan. Misal: Flight jam 7 pagi, sebaiknya jam 4.45 sudah ada di depan counter. Jadi pas counter dibuka anda bisa langsung cek-in. Jangan pernah mengambil resiko datang terlambat.

    4. 24jam sebelum penerbangan anda, jangan lupa untuk mengecek status penerbangan di website airasia untuk mengetahui apakah penerbangan anda on-time atau delay atau bahkan di re-schedule.

    Have a nice flight!

    -Impressive Mind-

  37. Ridwan Abubakar | 28 July, 2009 15:42

    Holo temen2

    Mohon Informasinya gimana cranya lihat harga tiket airasia bandung-medan. TQ

  38. Anna | 30 July, 2009 11:14

    hai teman2 hidup mati kita di tangan Allah SWT,ada kok maskapai lain yang juga terjadi seperti itu. Alhamdullilah saya beberapa kali naik air asia aman2 saja,pesawatnya juga baru dan tidak perlu hrs lari2 cari kursi (mmg naik metro mini?). krn waktu boarding pass sdh ada no seatnya. so jgn terlalu lebay menanggapi satu pihak deh..

  39. Edison | 3 August, 2009 13:55

    Tiket air airasia emang murah banget dibandeing maskapai lain, makanya dia cuma bisa sedia in pesawat-pesawat tua, lihat aje, jenis-jenis pesawatnya

  40. Do | 6 August, 2009 12:22

    Bagi saya kejadian tersebut adalah bukti keprofesionalan Para Pilot di AIRASIA.
    sebanyak itu kejadian yang dialami beberapa orang, tetapi tetap, tidak pernah terdengar kejadian yang menjurus kecelakaan fatal.
    beda denga beberapa maskapai yang kecelakaan karena hanya bawa duren. Kulakan ya Bang….

  41. lele | 11 August, 2009 14:51

    bos..air crew juga manusia.. nyawa mereka cuma satu,sama seperti anda semua

  42. Damar | 11 August, 2009 20:01

    Kalo menurut saya, acungan jempol buat pilot yg berhasil landing darurat. Yang salah dalam hal ini ground crew, bagaimana bisa mesin dalam kondisi ga beres dibiarkan terbang. Lalu management juga bagaimana dalam hal kontrol dan perawatan pesawat2-nya? Dephub pun dalam hal ini mestinya harus bersikap keras setiap kali ada kejadian insiden penerbangan. Biar bisa jadi semacam shock therapy untuk airlines lain supaya ngga lalai dalam perawatan pesawat.

  43. Yaya | 12 August, 2009 11:48

    Bagi saya, pengalaman adalah guru yang berharga..Dan kata Rangga Warsito, dibanding orang yang beruntung lebih baik orang yang selalu eling dan waspada, jadi..mungkin kita harus pilih maskapai yang bener -bener bagus kualitasnya..nyawa cuma satu, sedangkan uang bisa dicari..

  44. Netral | 13 August, 2009 16:32

    Hmmm….perlu diketahui, airasia telah menggunakan pesawat jenis terbaru. dan tiket murah tidak ada hubungannya dengan safety. alasan delay, retime dari airasia. adalh demi keselamatan dari penumpang itu sendiri. (tp sayang penumpang bny yg gak ngeri or gak mau tau!)itulah sebabnya track record musibah/kecelakann dari airasia jauh lebih baik dibandingkan dengan maskapai2 lain di indonesia. sy telah sering terbang dengan airasia baik dengan qz, ak, dan saya puas dgn service dan fare yang terjangkau. terima kasih airasia

  45. leamon | 13 August, 2009 20:35

    ah aneh kok gitu aja terlalu suka kalau aku mending di rumah aja lihat berita daripada aku nanti ketakutan didalam pesawat aneh yaaa nyelencer tapi gak seneng

  46. giselle | 14 August, 2009 11:23

    judul dan isi tulisan ini sangat emosional, bisa dimaklumi karena pengalaman menghadapi bahaya (tanpa bisa ke mana-mana) bukan peristiwa yang menyenangkan.

    Dalam dunia penerbangan, tidak ada yang namanya toleransi, seperti: “ya untung bisa landing” ; “kami sudah berpengalaman menangani hal ini” ; dan lain-lain. Zero tolerance, mau murah atau mahal terserah, tapi Zero tolerance. AirAsia jangan mau enaknya saja.
    Pemerintah dan KNKT apakah sudah mengambil tindakan? Mari berharap kejadian seperti di atas maupun peristiwa perusahan penerbangan seperti Adam Air tidak terulang lagi.

  47. Juli | 14 August, 2009 20:44

    Hi All,

    Masih ingat yg baru2 ini U.S. Airways A320 yang jatuh di Hudson River dan seluruh penumpang selamat? Artinya kecelakaan pesawat tidak hanya ada di Indonesia.

  48. Bahri Devi | 15 August, 2009 06:02

    Sy pernah mengalami delay penerbangan dari Pekan Baru ke Jakarta menggunakan airasia ( oktober 2009). Delay tersebut hampir 1 /sd 2 jam karena kerusakan alat pendektesi ketinggian. Itulah kali terakhir sy jadi penumpang Airasia.

  49. Bahri Devi | 15 August, 2009 06:03

    #Maksudnya bulan Oktober 2008#

  50. Aman | 17 August, 2009 19:17

    Saya telah menggunakan jasa Airasia dari Balikpapan ke Pekanbaru mungkin sudah 9 x (pp)dalam 2 thn terahir dan biasanya over night di jkt. Alahamdulillah nyaman saja. Sayang sejak 19 Agustus 2009 sementara jalur Bpp - Jkt dihentikan dengan alasan menuggu datangnya pesawat baru untuk memenuhi armadanya. Semoga jalaur tsb cepat terlayani kembali. Wassalam.

  51. edhoy | 17 August, 2009 19:33

    klo mw on time trbng pagi…
    crew jg pnya nyawa bos..
    siapa yg mw mati..???harga murah itu cm 1 kursi..dan gak ada mkn..
    musibah men… siapa yg mau..??nmnya jg manusia…

  52. binsar | 27 August, 2009 00:03

    yah,,begitulah keragaman kecelakaan.klo kta gw mach mending di gendong am mbah surip,kita aman dan uuuuenakkkkkk tenaaann,mantao toch,asyikkkk toch.i luv you full…..ha..ha..ha..ha..

  53. Toeloes Wardjitoe | 27 August, 2009 13:36

    So many thanks to AirAsia,… 25 Agustus 2009 pagi dibandara Soekarno Hatta, dengan begitu mudah istri dan dua anak saya bisa berangkat dan tiba dengan selamat di pekanbaru. Kami beli by email mudah dan murah. hanya dengan 735 ribu .

  54. Toeloes Wardjitoe | 27 August, 2009 13:39

    Jika Bicara Mati …. dimana saja Allah akan ambil kita .. karena semua ini titipan… jadi mengapa kita takut bilamana titipan ini diambil …olehNYA…. Dekatkan diri denganNYA bukan menyalahkan semua orang termasuk Airasia.

  55. niez | 29 August, 2009 12:59

    pengalaman naik air asia nggak pernah mengecewakan tuh, emang terakhir naik bulan juli kmrn pas ke bali kita di delay sampai 4 jam, tp nggak sampai 2 minggu e-voucher 500rb udh dikirim ke surel sbg pengganti on time guarantee plus dpt makan selama delay.

  56. niken | 30 August, 2009 07:55

    kata sodara gw yang naek air asia, harga tiket nya doang yang digembor2 in murahh, tapi ntar kita juga harus bayar kursi, pilih tempat duduk yang di depan dan belakang harganya beda lhooo, bahkan….bagasi aja kita harus milih dan bayar mau yang berapa kg dan semua itu gak gratisss…

  57. Tri Setyo Wijanarko | 2 September, 2009 04:50

    @niken: itu memang bisnisnya air asia. kalo mau tetep tiketnya murah ya nggak usah milih kursi, nggak usah bawa bagasi (cukup bakcpack), dan nggak usah order meals.. :D

    inget!! air asia nggak mewajibkan untuk bayar kursi, hanya kita diberi opsi untuk memilih tempat duduk yang kita inginkan. kalo nggak mau milih, berarti tempat duduk kita dirandom oleh sistem.

    untuk tempat duduk row 1-5 dan tempat duduk di emergency window memang dihargain lebih mahal sama air asia (75rb), sedangkan yang lainnya 15rb. tapi kalopun nggak mau milih kursi juga masih tetep bisa terbang kan? hehehe…

    buat yang bilang pesawat air asia tua2, untuk malaysia air asia pesawatnya semua brand new Airbus A320, sedangkan indonesia air asia sudah memiliki 8 buah brand new Airbus A320 yang nantinya totalnya akan menjadi 45 buah.

  58. eni | 3 September, 2009 09:36

    ya… namanya juga kecelakaan lah…seperti mobil juga kan nggak peduli mobil baru atau lama. Begitu juga dengan pesawat gak pandang bulu pswt baru atau lama. maskapai apa juga….Garuda aja yang katanya udah paling bagus n tiket rata2 lebih mahal aja pernah kecelakaan kok…tul nggak???…..Cuma mmg tuh air asia terkenal dengan gak on time nya tuh…..

  59. HoLyDee | 4 September, 2009 19:30

    kalo kata ibu saya sih semua yang digariskan itu nasib ya, mau naek apa juga kalo udah nasibnya mati ya mati, kecelakaan ya kecelakaan ..
    cuma sedia payung sebelum hujan emang ndak ada salahnya ..

    kerasa bgt ya yang namanya customer marketing, yang ndak puas sama yang puas sama sama melakukan marketing .. ^^

  60. Agen Tiket Pesawat Bandung | 5 September, 2009 14:09

    salam perkenalan

  61. joko | 7 September, 2009 17:47

    iya tuh gimana sih, dah tau penerbangan bnyak yg complain kok di biarin aza ama dishub. apa nyawa di anggap murah di indonesia……

  62. Tatty Elmir | 7 September, 2009 21:17

    Hmmmm soal nyawa ? wajar sj semua org bisa emosional( milik yg paling berharga to ? )
    Jadi..sgt tdk etis jk pihak yang bertanggung jwb terhadap keamanan pelayanan publik ‘MEMAKSA ” org utk ‘ikhlas’ berserah diri kpdNYA, dg doktrin ” Tak ajal berpantang mati “. ( mestinya khotbah ini dg sendirinya tentu dipahami oleh para korban tanpa dikomando), bukan dikte/rasionalisasi satu pihak yg ceroboh.
    Persoalannya.. di era dagang bebas skrg ini wajar pula konsumen menjadi lbh ‘cerdas’ mencari harga yang kompetitif. Lagian dg adanya pilihan tiket murah, kisah petualangan kami para budget traveler yg gemar ber’backpacker ria’ ini jd lbh mudah terwujud.
    Kalau boleh memilih, jelas sy akan pilih air tiket murah dg tingkat keamanan dan kenyamanan yang terjamin.
    Wew, adakah yg tak sepakat ? :))

  63. Aan | 15 September, 2009 13:52

    Yg mahal blon tentu kualitasna terbae
    N yg murah blon tentu kualitas ga bae…

  64. rio | 18 September, 2009 15:38

    Wah resikonya besar, baiknya cari yang mahalan dikit tapi lebih aman. Pilih deh yang utamakan keselamatan penumpang n jaga kwalitas.

  65. novi | 21 September, 2009 14:43

    tiket bandung padang ada ga ya,,,

  66. Harits | 1 October, 2009 12:03

    Waktu itu, 10 Juni 2007. Saya menggunakan Airasia ke Padang. Tidak ada yg aneh. Namun, ada sedikit sentakan di udara. Tanggal 26 Juni 2010, saya akan ke Singapore menggunakan Airasia QZ7782. Mudh2an, tdk ada apa2. Amien!

  67. B.Awalia | 1 October, 2009 19:47

    Teman teman. Sebagai salah seorang crew di IAA, saya ingin menjelaskan secara netral tentang kejadian yang terjadi. Memang benar kejadian pesawat mati mesin diudara merupakan kejadian yang menakutkan untuk orang awam dan itu normal sekali karena ketidaktahuannya. Tapi para crew setiap 6 bulan selalu di profcheck keahliannya, knowledge dan kemampuannya untuk mengoperasikan pesawat secara aman dalam kondisi darurat. Bila dia tidak mampu menunjukkan kemampuannya, licence penerbangnya tidak akan dirilis yang berarti si pilot tidak akan diizinkan terbang sampai dia di profcheck ulang dan mampu lulus. Kalau dilihat dari sisi crew ini sudah menjadi standard kemampuan para crew. Dan didunia penerbangan mati engine di udara bukanlah suatu hal yang amazing dan sudah diantipasi baik dari pihak maintanace sampai ke prosedur emergency inflight yang akan dijalankan crew. Dan bener pendapat dari beberapa temen yang sepatutnya memuji para pilot yang telah mendaratkan pesawat dengan selamat dan lebih memilih mendarat ulang dengan alasan keselamatan daripada nekat melanjutkan. Dari survey, lebih dari 60% accident terjadi karena human error. Kerusakan system(engine, flight control, system navigasi, electrical dll) yang menyebakan accident hanya menyumbang 6%. Kalau teman teman bisa mengumpulkan informasi, carilah informasi mengenai salah satu airline swasta kita yang cukup besar dan pernah menjadi favorit di indonesia dan kini sudah tutup , find out cerita penyebab semua accident yang mereka alami. Teman teman pasti terkejut betapa banyak accident yang terjadi karena inkopenten nya para crew karena mereka tidak mendapat pelatihan yang cukup dan nekat terbang dengan kondisi pesawat yang dibawah standar. Untuk informasi saat ini IAA sudah mendapatkan izin terbang ke luar negri, australia dimana australia ini adalah salah satu negara yang terketat dalam pengawasan dan penerapan peraturan. Yang ini berarti IAA sudah mendapatkan pengakuan bahwa dari segi maintanance dan keprofesionalan crew sudah dalam standard international. Ada airline swasta kita yang sudah apply bertahun tahun tapi tidak dirilis untuk terbang ke australia padahal mereka memiliki armada pesawat tercanggih didunia yang kenyataanya pesawat pesawat itu memiliki degradasi yang cukup significant dalam hal tehnologi supaya harganya murah. Dan juga banyak airline yang bukan lowcoast tapi malah berkelakuan tidak profesional, pesawat canggih tapi di landingkan dilandasan yang sebenarnya bukan kategori sang pesawat, crew yang tidak mendapatkan training cukup tapi dirilis untuk memenuhi kubtuhan penerbang dll. Masih ingat kasus garuda yang landing di yogya ? Contoh kasus penerbangan bertaraf international tapi masih juga bisa membuat kesalahan yang tidak patut dan ini juga karena human error. Contoh lain, tabrakan 2 boeing 747 yang mengakibatkan lebih 5OO korban di Tenerife, karena kecerobohon pilot yang masa bodoh dengan command dari tower.

    Apa yang dibuat Air Asia seperti tidak adanya meal di dalam flight, seat yang murah, pemesanan melalui internet dan bisa mendapatkan tiket murah dalam waktu tertentu adalah dengan tujuan memberi alternatif kepada para penumpang untuk mendapatkan tiket penerbangan yang murah tanpa berkompromi dengan masalah safety. (Bisa kah ada temen temen yang bisa memeberi info tentang accident yang pernah terjadi di airline lain dan juga pernah berlaku di Indonesi Air Asia sebagai bukti IAA mengorbankan masalah safety? )

    Hal ini sudah dijelaskan secara gamblang saat pemesanan tiket jadi sungguh ironis ada temen yang merasa kecewa dengan pelayan IAA setelah apa yang mereka mengerti saat memesan tiket dan menyutujui kondisi yang akan dihadapi. Bila mengalami delay, itu normal dimana pun mengingat jumlah penerbangan yang dilakukan si pesawat dalam setiap harinya. Keterlambatan di satu route akan berdampak ke penerbangan berikutnya. Barang kali ada temen yang bisa memberfi informasi bahwa keterlambatan IAA adalah yang tertinggi dari semua airline di Indonesia ?

    Yang terakhir teman teman, saya pernah diterima di dua major airlines di dunia yang mengutamakan masalah safety dalam setiap prosedurnya dan saya memilih air asia karena memang airasia lah yang memiliki standar paling mendekati dengan kedua airline tersebut. Dan juga kami para crew memiliki keluarga, anak, istri, otangtua, suami, dll yang sangat tidak mungkin kami korbankan hanya untuk berkelakuan sembrono dalam kerja.

  68. Tri Setyo Wijanarko | 9 October, 2009 22:35

    Udah dijelaskan panjang lebar dan detil oleh Mas B.Awalia, mudah2an semuanya mengerti. :mrgreen:

    Ada airline swasta kita yang sudah apply bertahun tahun tapi tidak dirilis untuk terbang ke australia padahal mereka memiliki armada pesawat tercanggih didunia yang kenyataanya pesawat pesawat itu memiliki degradasi yang cukup significant dalam hal tehnologi supaya harganya murah

    saya tahu maskapai apa ini, maskapai yang pake Boeing 737-900ER kan? :lol:

    Barang kali ada temen yang bisa memberfi informasi bahwa keterlambatan IAA adalah yang tertinggi dari semua airline di Indonesia ?

    yang saya tahu rata2 On Time Performance IAA menjadi salah satu yang terbaik dari maskapai2 yang ada di Indonesia.

    Btw ini Mas Baron bukan ya? atau kenal mas baron? :)

  69. Imam | 10 October, 2009 10:30

    Yah Sertifikasi di Indonesia, tinggal contreng..

    Maintenance log-sheet contreng dulu baru dikerjakan. Pekerja sekaligus foreman. Bukan mau profokasi namun pengalaman saya. di Indonesia Sparepart tidak harus diganti berasarkan running hours jika dilihat secara visual masih OK atau bisa ditolerir 100-500 runhours.. apalagi soal vibrasi sense kebanyakan masih kurang padahal itu peringatan bahwa something wrong or loose

    Kalau di Indonesia saya hanya percaya standar Oil n Gas untuk operation n maintenance

  70. lilis | 11 October, 2009 18:00

    alhamdulillah…slama trbang brsm air asia lancar2 z…

  71. raden | 13 October, 2009 08:02

    alhamdulillah kemaren lancar2 saja…

  72. ina | 14 October, 2009 11:57

    ya kembali lagi maut itu yang menentukan Allah SWT. jd menurut saya ga perlu paranoid, atau ketakutan yang berlebih. atau memvonis maskapai tertentu.

    pasrah aja…toh semua ada yang mengatur..

    smoga ada perbaikan dr seluruh maskapai yang ada di indonesia untuk meminimalisasi terjadinya kerusakan, kecelakaan, dsb.

  73. Jupri | 14 October, 2009 15:42

    My experience more than 20x fly with AA: So far so good! Domestic or Internasional. Cuma satu kali dimajukan jadwalnya waktu ke Kinabalu. Yang lain always on time.. harga menarik.. safetypun oke. Cara pilot landing juga enak banget kok, beda dengan airline lain. Mungkin salah satu cara supaya hemat ban :)

  74. Nuke | 19 October, 2009 11:14

    Memang baru 4x sih jadian sama AA,jadi kalau bilang OK belum memenuhi syarat stat. Anyway..keputusan manusiawi ada ditangan kita, karena kita yg tahu itung-2an nya. Toh seperti mas Imam katakan the only Oil&Gas bussiness yg comply with std oprtion&maintnce. So.. be happy dengan pilihan kita…Cheers…

  75. jarwo | 23 October, 2009 14:58

    kalo mau harga murah yah kaga pake slamet lah, yang mahal aja kadang kala ga pake slamet. sama aja kalo mo celaka yah celaka aja, yang penting kita dah berusaha semampu kita biar ga celaka. makanya kita doain biar maskapai penerbangan di Indonesia jadi profesional semua dalam melayani keselamatan krew and penumpangnya, karna hidup itu ga murah.

  76. reno | 23 October, 2009 21:35

    Trims Air Asia karena uda banyak bantu sehingga kita bisa irit dalam perjalanan dan kalau ada yg kurang baik dalam maskapai penerbangan perlu diperhatikan,semangat trus Air Asia God Bless You

  77. Joni | 26 October, 2009 09:45

    Kecelakaan bs terjadi di mana dan kapan saja. Sedang cari murah adalah hal yg wajar bagai calon penumpang. Penerbangan maskapai apapun tetap ada resiko crash.

  78. Sandy_Renkin | 29 October, 2009 15:01

    Semenjak berdirinya Air Asia dan sampai saat ini, saya cukup puas dengan pelayanannya. walaupun terkadang sering delay (ada yang tidak di infokan ataupun yang di infokan by sms), kalaupun delay juga dapat kompensasi makanan. ada juga beberapa sedikit kekurangan dalam pelayanan di Air Asia, tapi itupun masih dalam skala kewajaran (mis: pramugari yg menyebalkan, tidak membantu menyimpan barang, seenaknya merapihkan bagasi di cabin dan tidak mengerti apa artinya FLIGHT MODE di handphone).
    Pengalaman terburuk saya adalah dengan maskapai Adam Air di penerbangan dari Jakarta-Medan tgl 28 Desember 2006 dimana pada saat landing terjadi pecah/rusak ban yang menyebabkan pesawat landing dengan oleng dan hampir keluar dari jalur, sejak saat itu saya pikir2 kembali menggunakan maskapai tsb tp untung dah ga ada lagi.
    Bila dibandingkan dengan maskapai “lambang kepala singa” saya lebih memilih air asia (walaupun saat ini sepertinya lebih murah dibandingkan - semenjak air asia masuk terminal 3)karena beberapa kali pada saat landing, pilot air asia lebih mantap dan mulus bila dibandingkan dengan “singa”.
    untuk maskapai dalam negeri/GIA saya rasa harganya cukup mahal dan terus terang saya pikir 2x untuk mengeluarkan kocek lebih besar. selain itu juga apabila dengan GIA, saya sering merasa mabuk di udara dan juga pramugarinya sudah berumur. walaupun saya tidak suka, tapi saya sering menggunakan GIA apabila terbang untuk urusan pekerjaan/kantor, seandainya bisa memilih saya inginnya menggunakan air asia apabila terbang utk urusan pekerjaan.

  79. Rinny | 29 October, 2009 19:13

    w percaya jika takda kesalhan maka tkda pljaran yg dpt qt kutip.
    bkn brarti krn air asia prnh mnglami msa sprti itu brarti air asia tk bgus,yg bkrja di air asia adlh mnusia&mnusia tk prnh lput dr kslhan,

    hmpr smua mskapai prnh mnglami msa sulit,,,
    tq,

  80. Widya | 3 November, 2009 12:50

    Uang bisa dicari, nyawa cuma ada satu, kalaupun selamat, belum tentu secara fisik n mental sama seperti sebelumnya. Kecelakaan pesawat memang ada di seluruh dunia, tapi mutu tiap airlines kan beda2. Kalo mau tau seberapa payah suatu airlines… ya liat aja berapa kali dia mengalami kecelakaan ato nyaris. Nasionalis memang oke, tapi juga musti logis donk. Emangnya kalo mati gara2 ngotot naik pesawat nasional trus dapet gelar pahlawan?

  81. Ipeh | 4 November, 2009 13:37

    Kita naik air asia atau tidak naik air asia adalaha takdir. apapun yg kita naiki kepasarahan pd Allah yg lebih utama. wallahu alam bishawab.

  82. bunga | 4 November, 2009 23:04

    Salut buat pilot yang berhasil mendaratkan pesawat tersebut dengan selamat. Saya 3x terbang dengan airasia, yang pertama jkt-padang-jkt(2006), berangkat delay 2 jam, dan pulangnya delay 5 jam. Waktu itu memang sangat menyesal, tapi saya baru saja mencoba lagi dengan airasia ke Jkt-KL-Goldcoast-KL-Jkt(Sept 2009). Dari rute tersebut, perjalanan mulus, apalagi dari KL-Goldcoast-KL dengan penerbangan D7 (Airasia X). Pesawat oke, suara mesin halus, take off dan landing very mulus. Tapi dari perjalanan saya, yang saya benar-benar kaget adalah satu orang pramugari Airasia Indonesia (QZ) yang gahar banget, pake agak bentak-bentak penumpang di kabin (padahal cuma ingatin pake sabuk pengaman doank pas pesawat mau take off), secara saya baru saja menikmati penerbangan dengan Airasia X (D7) dan Airasia Malaysia (AK) yang pramugarinya lembut2 ngomongnya. Yah, ini sekedar sharing aja. Kan sebenarnya orang Indonesia terkenal ramah. Tolong dong Airasia Indonesia, training pramugari-pramugarinya supaya semua bisa lebih ramah dan lebih menghargai orang dalam berbicara. Karena yang di dalam pesawat kan banyak juga orang asing, ga cuma orang indonesia aja yang bisa memaklumi “saudaranya” yang ngebentak-bentak itu.

  83. miranda | 7 November, 2009 16:20

    mau natalan sama keluarga dan temen2 dan keluarganya juga nanti des 2009 di singapura juga pada antusias nih naik air asia tapi setelah membaca komentar2 dan pengalaman2 yang dibagikan saya mengucapkan trimakasih buat smua ini mengingatkan saya harus pasrah dan berdoa sama Tuhan biar segalanya berjalan mulus, baik dan lancar karena anugrah dan kebaikan Tuhan…. skali lagi trimakasih ya buat smuanya…… I love u full

  84. Wira | 11 November, 2009 09:48

    Semua penumpang mau naik pesawat yang tiketnya murah dan servisnya bagus, tapi gak siap kalau seandainya ada apa nantinya, yah kalau mau selamat naik yang mahal lah, macam SQ gitu, atau BA, Lufthansa, kan mahal tuh, tapi kan pesawat mereka jarang jatuh, bayar 300,000 minta jaminan selamat, bagaimana bisa?

    di lain pihak, pilot air asianya cukup profesional koq, buktinya pesawatnya mendarat tidak kurang suatu apa pun, jadi pertanyaan selanjutnya? hemat itu pangkal kaya apa pangkal mati? hehehe

  85. alter | 11 November, 2009 10:44

    G cukup heran dengan beberapa mindset komentar disini. Khususnya “udah dikasih harga murah harusnya berterimakasihlah, kok minta macem2″ atau “mati-hidup di tangan Tuhan, jadi meskipun naik yang supermahal sekalipun kalo waktunya mati ya mati aja”. Jujur aja g belom pernah naik pesawat, jadi belum tau bagaimana harus ‘berterima kasih’ karna harga murah ataw horornya waktu pesawat ada problem, tapi dari segi konsumen, g akan merasa sangat MARAH kalo pihak penjual menganggap harga murah sebagai excuse keteledoran mereka.

    barang mahal sama barang murah emang wajar kalo beda kualitasnya (sama kayak naik KA non AC atau AC kali ye), tapi tanggung jawab keselamatan TETAP SAMA. Maka g heran banget kalo ada yang berpikiran “harga murah maka safety juga pantasnya setengah”, masa sih nyawa orang segitu rendahnya? Kalo emang nggak bisa jamin keselamatan dengan tiket harga murah ya jangan ditawarin harga segitu dong, masa nyawa jadi gamble sih, gak etis itu.

    Buat yang berpikir kalo emang sudah waktunya mati ya matilah, g pingin menanyakan pertanyaan yang sama dengan dr. House: “apakah lo orang pada liat-liat dulu kalo mo nyebrang jalan? (atau sok atuh lenggang kangkung aja karna kalo belum waktunya toh gak bakalan mati meskipun ditabrak gitu?)”

  86. AREK-AREK LUNGGA | 12 November, 2009 00:50

    Andari Karina Anom.
    Terimakasih atas info nya,tulisan AKA itu lebih menjurus kpd pengalaman beliau.mungkin juga dia tertarik dgn gencarnya iklan AirAsia di Indonesia,dibalik harga tambang murah .disini kita bukan bicara soal hidup atw mati.Tapi dimana kita berdiri sebenarnya pabila tanpa tedeng-aling2 menyokong perusahaan Asing.padahal banyak maskapai penerbangan Indonesia yg perlu sokongan dari warga2 yg mampu terbang.
    Dengan begitu banyaknya destinasi kota penerbangan di Indonesia,yg bisa dijelajahi,mengapa AirAsia bisa mendominasi nya,dimana silapnya kita.Apa dari kelemahan stretegi bisnis kita atw juga memang mindset orang2 Indonesia yg memang meng-agung2kan dan menyokong yg serba asing alias segala yg dari luar Indonesia itu apik2 belaka..

  87. Shariff Fudin | 12 November, 2009 02:20

    Nih mau bisnis ni. Saya memang selalu booking tiket online membantu teman-teman pulang atau wisata ke Jkt, Bdg, Pekanbaru, Medan dan Padang, lewat direct debit rekening bank saya.

    Kalau 1 bulan sebelum berlepas, rata-rata ongkos one-way ke Bdg atau Jkt kurang dari RP500ribu.

    Yah, anda beli one-way dari tempat anda untuk ke Malaysia. Dan saya emelkan tiket one-way untuk pulang.

    Kirim uang ke saya (western union atau transfer) saya booking tiket dan emelkan. No. Problem.

    Tiket online kalau beli di Indonesia jauh terlalu mahal kalau di beli online di Malaysia.

    Saya pernah lihat tiket pp dari Pdg ke LCCT(KLIA), yang dibooking sebulan sebelum berlepas berharga RP1.6juta.

    Ada sesiapa yang selalu booking online untuk berkongsi bisnis?

  88. Gun77 | 12 November, 2009 21:45

    Itu semua tergantung pilihan kita, semua ada masalah dan semua ada resiko didalam hidup ini, Nga ada yang harus disalahkan dan tak ada yang harus diributkan,didalam hidup ini kita udah harus bersyukur karena bangun pagi masih diberi nafas

  89. karila | 14 November, 2009 02:40

    Kalo pengalaman saya fine-fine aja tuch naek AirAsia (memang selama ini baru rute pendek Jkt-Sby pp). Dari sekian banyak penerbangan domestik, ada 3 yang saya favoritkan baik dari segi pelayanan, harga, dan safety 1. citilink(secara garuda junior hehehe) 2. Airasia(apalagi sekarang di terminal 3 yang bagus) 3. Sriwijaya (karena dapet makan..hehehe..gembul)

    Yang paling ogah adalah maskapai yang ada logo singanya lebih dari 4 kali penerbangan saya delay…

    Di atas segalanya..Semoga Tuhan senantiasa melindungi kita dalam perjalanan kita..entah maskapai apapun yang kita pakai. Cheers

  90. SeXy | 14 November, 2009 20:08

    hmm kalau saya delay tapi nggak terlalu lama 1 jam , yang parah garuda hampir 3 jam tapi di kasih kompensasi makan . so far sih nggak pernah kejadian yang serem serem mudah mudahan seumur hidup gue nggak pernah mengalami kejadian serem serem apalgi mati karena kecelakaan pesawat. karena gue berdoanya sama Tuhan gue pingin meninggal nggak pakai sakit ,serem, pingin lagi tidur trus dibawa ke alam mimpi trus bablas …

  91. Komentator | 17 November, 2009 03:56

    Jangan banyak bacot deh… Mau bayar mahal ataupun bayar murah, klo emank udah waktunya ya mo diapain lagi? Masih inget gak waktu adam air meledak? semua pada pake garuda Indonesia yg mahal, trus akhirnya penumpangnya kepenuhan and pesawatnya jatuh mendarat darurat di pemukiman warga. Indonesia mah mo mahal mo murah sama aja, kagak ada yg profesional.

  92. The GODS | 17 November, 2009 04:00

    Shariff Fudin Orang malaysia, tidak dpt dipercaya. Kau tu mungkin nipu-nipu. HOHOHO…

  93. Amir Khan | 17 November, 2009 19:40

    januari, kami akan terbang ke Malaysia dengan Air Asia, ya mudah-mudahan selamat deh! pasrah aja. urusan mati kan gak maju ya gak mundur. pertimbangan? itu memang penting. keputusan di tangan kita. semoga selamat semua yang mau terbang, dengan peasawat apapun.

  94. Agus | 18 November, 2009 14:16

    Saya dan / keluarga sudah berkali2 naik air asia, dng perimbangan tiket murah, alhamdulillah lancar2 saja dan tidak pernah delay. Akhir Sep 2009 saya dan kel (ber 5) ke Kuala Lumpur hanya Rp. 1.500.000 pp termasuk bagasi dan airport tax di KLCC dan rencananya Januari 2010 ke Singapore Rp.0 hanya bayar airport tax di Changi Rp. 220.000 per orang. Apakah ada airlane lain yang bisa ? Beberapa hari yang lalu iklan Mandala Rp. 0, tetapi coba pesan, berapa yang harus dibayar ? Terima kasih Airasia. Saya selalu menunggu promo2nya. Saya percaya takdir, kalau Allah tidak mengijinkan, maka tidak akan terjadi. Kalaupun terjadi pasti karena kehendak Allah.

  95. Agus | 18 November, 2009 14:46

    Saya dan / keluarga sudah berkali2 naik air asia, dng perimbangan tiket murah, alhamdulillah lancar2 saja dan tidak pernah delay. Akhir Sep 2009 saya dan kel (ber 5) ke Kuala Lumpur hanya Rp. 1.500.000 pp termasuk bagasi dan airport tax di KLCC dan rencananya Januari 2010 ke Singapore (sama QZ 7782) Rp.0 hanya bayar airport tax di Changi Rp. 220.000 per orang (jadi ber 5 hanya Rp. 1.205.000 pp termasuk bagasi). Apakah ada airlane lain yang bisa ? Beberapa hari yang lalu iklan Mandala Rp. 0, tetapi coba pesan, berapa yang harus dibayar ? Terima kasih Airasia. Saya selalu menunggu promo2nya. Saya percaya takdir, kalau Allah tidak mengijinkan, maka tidak akan terjadi. Kalaupun terjadi pasti karena kehendak Allah.

  96. Tri Setyo Wijanarko | 20 November, 2009 12:14

    Percaya deh, nggak cuma kita yang ingin selamat. Captain dan FO yang ada di cockpit pastinya orang pertama yang ingin landing dengan selamat dan bisa bertemu dengan keluarga yang sudah menunggu di rumah :)

  97. Grace | 24 November, 2009 05:03

    Saya dan keluarga juga sering menggunakan IAA untuk penerbangan dalam dan luar negri, cuman seringnya sih ke luar negre…dan selama ini puji Tuhan oke-oke aja tuh…benar kata temen2 landingnya oke banget dibandingkan dengan maskapai yang lain. Cuman iya juga sih pramugarinya suka ada yang kasar2 apa lagi yang dari Bangkok tuh kan flightnya malam jadi mungkin dah kecapean, tapi tetep aja ga boleh ga profesional gitu…emang pramugarinya nyebelin tuh yang BKK-JKT…
    October kemaren saya dan keluarga baru terbang dengan IAA dari BDG-KL berempat hanya 860rb…huh…murah banget kan…!
    Saya rasa sih kita jangan terlalu ektrimlah…dimana didunia ini banyak kesalahan…tapi bagaimana kita atau oranglain menghandel kesalahan dengan benar, itu perlu kita hargai….

  98. freemantabs | 1 December, 2009 14:20

    rame amat yak….ayo…siapa yg mau di gendong…???

  99. yoko | 1 December, 2009 19:35

    ya…kalau di gendong, dipastikan lebih murah dan aman ya….. mau donk….
    ha…ha…

  100. cupi.cupi | 10 December, 2009 10:34

    tulisan ini kalau disebarluaskan bisa terjadi lagi seperti kasus prita vs rs omni

  101. Jule | 10 December, 2009 16:06

    Gue sih happy aja tuh naik AA, walau pun kemarin juga kendala di delay, dan banyak orang ngamuk2 gara2 itu. Tapi tidak usah pesawat, International Train dari Bangkok ke Butterworth Penang yang selalu on time pun bisa delay bahkan sampe gag kira2 delaynya, akhirnya kita diturunkan di Padang Besar trus disambung bus. Buat saya yg harus tiba hari itu juga di Singapore, perjalanan jadi sangat stress dan melelahkan. Apalagi ditambah delay pesawat.

    Tapi kembali lagi, kemana ke arah fokus kita. SAYA BUTUH KEPASTIAN KAPAN SAYA PULANG.

    Sejauh ini AA masih sangat sangat layak dijadikan pilihan. Bahkan AA, merupakan opsi saya plan B, jika perjalanan stuck.

    Kasus AA saya delay juga seram loh, karena kata staff AA ada badai di atas laut (dan saya liat sendiri di kejauhan itu petir nyambar2 dan pesawat juga terbang gag naik2 ditambah informasi dari pilot bahwa Garuda ada insiden, yang paginya saya baru tahu gagal take off karena pecah ban) tapi saya percaya semua penumpang dan crew punya satu tujuan yg sama yaitu SAMPAI DI TUJUAN SELAMAT! Dan naik apapun, dari Tiger Airways, AA, dan airline lainnya, tidak membuat kita patah semangat, dan selalu bersyukur stiap kita tiba.

    Soalnya yg saya perhatiin, penumpang Indo itu biasanya tidak perhatian! SEENAK UDEL. Pesawat belom sampe terminal, sign sabuk belom mati, sudah sibuk buka hape. Padahal kecelakaan tidak terjadi pada saat take off, tapi saat landing pun besar resikonya.

    AA, jia you! Tahun depan gue ke vietnam 2 minggu, jadi masih bisa santai biarpun ada delay.. Setidaknya bantu deh bikin left luggage jadi bisa gue titipin tuh bagasi biar bisa jalan2

  102. rere | 21 December, 2009 14:58

    …ng….rada speechless pas baca comment….2x naik air asia, pas ke padang, kurleb4 taun lalu, emang rada delay, sekitar ampir 2 jam, tapi alhamdulilah, lancar aja di atasnye, emang rada lucu, liat pramugari cakep ngedorong troley nasi bungkus, tapi gimane, ye? daripade bayar makanan nyang gag di makan? belom tentu bisa makan di atas, kayak sodara ane, malah sibuk nahan mc d nya biar gag keluar dari perut lagi, hehehe…. nyang kedua, ampir 2 taun lalu, ke bali, berdasar pengalaman kaga bernomor kursi -eh, katenye sekarang mah ada, ye? - ane ma sodare ane deket2an tuh ngantrinye, jadi kaga kepisah jauh2, gitu, eh, malah rada kosong ternyata….jadilah ane belonjoran, hehehe….emang, lagi serem2nye tuh cuace, rada mo ujan, bejeger sono sini, tapi alhamdulilah, bisa landing bae2,abis 3 hari nambahin item kulit, ane balik lagi pake AA, dari dua jam sebelomnye di sms ada delay sekitar 2 jam, ya udah, ane puas2in keliling denpasar deh…..yah,…waktu ane naek pesawat nyang harganye ampir 4xlipet juga tetep aje ane deg2an…banyak2in zikir aje, x, ye….semoga AA juga bisa makin benerin servisnye…atau bikin blog sendiri gitu? ape ude ade tapi ane gag tau?

  103. merdi | 8 January, 2010 13:59

    ya..namanya musibah..duduk aja bisa mati…sembunyi tempat rapat juga bisa mati..mati mach ada ditangan ilahi…kun fayakun tapi sedia payung sebelum hujan ga salah…walau hujannya ga nyampe 1 menit…berdoalah sebagai orang yang beragama..

  104. Ngurah | 9 January, 2010 10:50

    Air france saja bisa hancur berkeping-keping. Semua penerbangan pasi ingin membawa penumpangnya dengan nyaman dan selamat. Tapi nggak salah juga sih kalau banyak uang pakai flight yg mahal. (mau selamat aja minta murah hehehe…)

  105. Nuning | 9 January, 2010 19:10

    Masalah nyawa sih…Tuhan yang punya, dalam kehancuran yang berkeping-kepingpun kadang masih ada kehidupan.Sebagai orang beriman berdoalah….jangan salahkan A, B dan C…karena hidup adalah pilihan dan ada harga yang harus dibeli.

  106. Agung | 17 January, 2010 10:57

    Waduh jadi agak takut nih naik pesawat …

  107. zzz | 21 January, 2010 10:51

    hah? memang agak ngeri naik Air Asia, tapi apa daya semua terpaksa karena murah. Dan saya sangat enjoy untuk menaikinya sekali lagi

  108. Andrian | 21 January, 2010 10:58

    Enjoy aja. Hidup-mati di tangan Tuhan.
    jadi klau mmg sdh mau mati, naik pesawat apa aja ttp mati.

    tapi syukurlah, selama saya menaiki Air Asia masih aman-aman saja. Terlebih lagi cara untuk membeli tiketnya via online yang sangat memudahkan calon penumpang. Mudah-mudahan harga tiket Air Asia semakin murah. jadi sama deh kyak motonya.
    EVERYONE CAN FLY. HAHAHA

  109. Dany | 27 January, 2010 18:34

    saya dany, saya Bekerja di Air asia, mnjadi first officer,.. pengalaman seperti itu banyak terjadi di maskapai2 lain lain.. hal seperti itu kesalahan lalai mekanik peswat… tidak terlalu mengontrol mesin jet peswat dengan baik,… untung saja Captain dan first officer nya yang berpengalaman dan sudah prefesional capt… Air asia adalah pesawat yang mempunyai pilot2 yang prefesional dan berpengalaman. maksud saya tidak merendahkan maskapai lainnya. syukur tuhan yang maha kuasa… bisa landing dengan keadaan yang susah untuk di normal kan tidak air asia saja sebenarnya banyak pesawat yang captain2 yang prefesional yang brpengalaman tetapi sy bingung di mata para rakyat air asia adalah maskapai terburuk. sebenarnya tidak itu hanya kebetulan saja… Thank you By. Danny (First Officer B737-300) Indonesia Air Asia.

  110. Atvokat POLMER SIRAIT,SH | 30 January, 2010 18:44

    umur ! kita tidak tahu, kalau mau mati di manapun bisa, di pesawat yang terbarupun bisa. kalau pencipta bilang sekarang, mau bilang apa!

  111. Nuning | 4 February, 2010 21:09

    Buetul Pak….,yang penting doanya.

  112. ramon | 5 February, 2010 14:00

    saya pernah naik air asia ke singapura dari jogja Alhamdulillah aman2 aja….tapi mungkin saat itu pesawat yang anda tumpangi memang sedikit bermasalah ya tapi syukur anda dan keluarga selamat…..Seharusnya pesawat yang rusak tu pesawat yang ditumpangi Yohanes aja biar mampus dia habisnya beraninya dia sok berkata sembarangan kaya gitu….Anjing lo Yohanes…BACA NI TULISANKU!!!!!

  113. Nuning | 6 February, 2010 18:31

    Saya sering pakai AAI Sby-Johor,tapi sayang penerbangan itu mulai achir `09 sudah dihapus->sedih sekali… tapi dengar2 kapan ya ada penerbangan Sby-Sin?

  114. sofi | 8 February, 2010 15:23

    ah iy ga smua pesawat kyk gt,,
    kL mank ajalnya mskipun jln jg bs meninggal..
    jd ya jgn nyalahin pihak penerbangannya jg..

  115. Rachmy | 12 February, 2010 22:27

    sama saja,,saya enjoy terbang dgn air asia… kalau memang sudah saatnya,,naik maskapai terbaik diseluruh dunia juga akan terjadi kl sudah saatnya,,soo,,,enjoyyyyy ur flight with air asia or other maskapai… :)

  116. linda | 15 February, 2010 19:29

    sepertinya ga ada yang bisa memilih naik pesawat apa yan paling aman di duniaini, dirumah aja bisa mati ketimpa pesawat. yang terpenting hanyalah berdoa agar meninggal dalam keadaan khusnul khotimah..

  117. Nuning | 21 February, 2010 13:37

    Aku sudah terbiasa naik AAI,namun perjalannku kali ini dari Surabaya ke Johor penuh dengan tantangan.
    Semua berawal dari jadwal penerbanganku yang sudah aku booking Sep`09 tahu-tahu dicencelled, sebagai pertanggung jawaban AAI menawarkan 2 opsi yaitu uang di refund atau ke Johor lewat LCCT KL.Opsi yang aku ambil yaitu lewat KL namun tak kusangka no sitku dirubah yang semula no 6 menjadi 27 otomatis aku tak mau, dengan debat yang alot achirnya AAI kembali menunjukkan tanggung jawabnya. Aku dipersilahkan duduk di hot sit (no 1)aku hanya mengucap Puji Tuhan.
    Sampailah perjalananku ke LCCT KL dengan selamat, namun ini belum berachir.
    Malam tahun baru Imlek aku harus melanjutkan perjalananku lagi ke Johor wah… lagi lagi harus ada yang diperjuangkan kali ini aku disuruh bayar bagasi lagi MYR 30 otomatis aku tolak lagi,AAImengatakan bagasi yang aku bayar hanya SUB-KL saja sedangkan ticketku SUB-JHB.Bukan masalah uangnya namun kita punya alasan sendiri sendiri, akupun punya alasan bahwa bagasi yang aku bayar adalah untuk ke Johor dan kalau penerbanganku di rubah itu not my business.
    Mulai lagi dengan debat yang alot achirnya aku menghubungi suamiku yang sedang berada di Johor,dari pembicaraan mereka achirnya “bagasiku free” untuk yang ke dua kalinya aku mengucapkan `Puji Tuhan`
    Yah….intinya semua itu harus diperjuangkan apa yang seharus menjadi hak kita sebagai penumpang dan apa yang menjadi tanggung jawab AAI sebagai penyedia jasa tranportasi udara di Indonesia.
    Ya achirnya salam buat AAI sekali lagi kenapa dipersulit kalau semua itu bisa dipermudah semua itu untuk membuktikan motto AAI “NOW EVERYONE CAN FLY”
    GBU all.

  118. Dara Angkasa | 24 February, 2010 20:52

    Saya kaget dan bingung baca komentar Galih tanggal 18 June 2009. Kog bisa sih dia sewot gitu sampai ngancem ngancem Yohanes dituntut ke pengadilan segala. Lhaaaa padahal dia sendiri bilang bahwa negara Indonsia adalah negara demokrasi yang membolehkan setiap warganegaranya berpendapat tanpa pengecualian. JADI…???? kog seperti lagu, kau yang berjanji kau yang mengingkari…. waduuuhhh Galih jangan-jangan kamu salah satu pejabat penting negara RI yaa? bukankah kita sebaiknya bersikap bijaksana dan selektif dalam meimilih. Spt Kika bilang, saya stuju banget, yang penting maskapai melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan rutin pesawat sesuai prosedur kelaikan terbang.

    Kalau memang AIR ASIA SEGITU BERBAHAYAnya (DIJAMIN NYUNGSEP), semua orang yang broken heart dan ingin harakiri bisa numpang taerjunb bebas lewat maskapai ini dong>>> Engga perlu cape-cape loncat dari gedung tinggi atau mall, mati rame-rame lagi dan kesepian mati merana sendirian. He he….

    Re-schedule. Nahh ini dia. saya setuju kalau Air Asia perbaiki yang satu ini. Saya mengalaminya berkali-kali. Alasannya penumpangnya sedikit jadi digabung dengan penerbangan selanjutnya. Aduuh engga professional dan tidak menghargai waktu penumpang. Kalau ada pertemuan penting spt meeting dengan kantor pusat atau ketemu klien , bisa kacau reeeekkkk!!!

  119. martina | 26 February, 2010 16:59

    wahh..
    saya belum pernah menggunakan layanan air asia sebelumnya..
    Terima kasih buat komentar-komentas sebelumnya,bisa saya gunakan sebagai saran..

  120. fibrinne | 2 March, 2010 17:30

    bisa indonesia Tekinisinya kelas Ondel-ondel….. kitapun langganan air asia kok coba bayangkan yang garuda aja jatuh, merpati, jal, dah umum bro… air asia memang kapal beka tp kalau perawatan ok ya… oke

  121. fibrinne | 2 March, 2010 17:31

    mau ga jatuh….
    harga murah dan meriah gratis lagi……
    naik keranda orang mati itu baru sip

  122. fibrinne | 2 March, 2010 17:36

    bro…… kita pengin jadi agen tunggal tiket air asia nich ada yang tahu gak?

  123. gerry | 9 March, 2010 17:11

    menurutku airasia bagus deh,gw belum denger tuh airasia walau murah tapi crash…. malah maskapai swasta yang harganya agak mahalan tapi sering nyungsep ,pecah ban,sistem hidrolik rusak,roda kagak mau keluarrr, ato apalahh… emangnya klo airasia buat sedikit kesalahan,langsung di hujat…? tuh kesalahan airasia juga 10 ; 100 tapi juga gak sampe bikin cedera kan…? berarti pilotnya terlatih bisa emergency landing dalam keadaan darurat…mungkin pada saat itu kamunya lagi apes ajaaaa…. apakah pesawat swasta tidak pernah mengalami kesalahan…?nggak kan…?semua maskapai pernah mengalami kesalahan tapi dari beberapa maskapai cuma airasia yang menurutku jarang masuk berita karena insiden kecelakaan,malah maskapai swasta kita yang sering crash…tidak ada maskapai yang sempuraaaa….

  124. Nizar | 10 March, 2010 06:29

    Saya frequent flyer air asia, mulai terbang dengan air asia sejak maiden flight Singapore Bangkok (Sebelum Air Asia Indonesia ada). Selain murah, hal lain yang membuat saya suka terbang dengan Air Asia adalah kebiasaan crewnya yang taat prosedur. Dan jika kita rutin membaca publikasi air asia, maskapai ini memiliki peralatan pelatihan dan pusat pelatihan yang tercanggih.
    Dan struktur keuangan air asia yang sangat kuat baik dari profitabilitas dan cash flow, yang membuat saya yakin air asia tidak mengalami kesulitan dalam pembiayaan pemeliharaan, kejadian di atas menunjukan bahwa dengan standar keselamatan yang tinggi pun masalah akan tetap ada, Kadang kita susah membedakan antara Low Cost Airlines dengan Low Price Airline, menekan cost dengan menekan harga adalah dua hal yang jauh berbeda. Tiket Garuda itu paling mahal, tapi kenapa struktur keuanganya tidak sekuat air asia, air asia dari hari pertama launching sudah membukukan keuntungan, sementara garuda sempat merugi beberapa tahun, kalau menurut saya sih struktur keuangan perusahaan yang lemah biasanya akan memicu problem, baik teknis maupun non teknis. Jadi saran saya, pilih maskapai dengan struktur keuangan yang kuat, logikanya masalah teknis dan non teknis akan lebih sedikit.

  125. Yazidah binti Harum | 10 March, 2010 07:25

    SBY MELARIKAN DIRI KE AUSTRALIA, PURA-PURA TIDAK TAHU BAGI MENCUCI TANGAN, SELEPAS MEMERINTAHI KAPOLRI MEMBUATI REKAYASA PEMBUNUHAN BANGSA SENDIRI BERDALIH BAGI MEMBERANTASI TERORSME

    By Yazidah binti Harum, MSC KL,

    Walaupun tulisan ini tidak bagus bahasanya, baca semua dan ambil inti kebenarannya, dan silahkan demo massif pemimpin anda dan bilamana macam ni perlu jatuhkan dia, itu wajib dan tidak ada hubungannya dengan radikalisme.

    Kami selalu menggaungkan suara kebenaran, kerana bangsa Muslim dan agama lain di Indonesia pun saudara-saudara kami juga, kerana kita adalah serumpun. Rezim Indonesia gelap dan melakukan kekejaman sama seperti di masa rezim dictator masa silam. Rezim Indonesia sakarang melanggar HAM dan menyelewengkandemokrasi yang benar.

    Kemarin kami mahasiswa-mahasiswa Malaysia di KL dan Negara bagian Malaysia yang lain dikejutkan ‘pembunuhan anak bangsa oleh aparat keamanan bangsa itu sendiri’, kejam dan biadab selalu, dengan dalih pemberantasan terorisme. Apakah dapat dibenarkan dan apakah itu tidak melanggar undang-undang atau hukum nasional Indonesia dan HAM universal?

    Kami mahasiswa-mahasiswa seMalaysia tahu dan teman-teman Indonesia juga tahu bahwa itu bukan operasi melawan terorisme tetapi operasi dusta oleh aparat keamanan yang dalam perkara ni polisi nasional, Polri, bersama dengan Densus 88 yang tidak professional dan selalu melanggar HAM serius, hanya kerana diperintah oleh presiden itu atau mungkin disponsori Amerika Serikat, dan operasi-operasi selama ini kebanyakan tidak ada hubungan samasekali dengan pemberantasan terorisme.

    Operasi ini murni upaya rezim Indon mengalihkan perhatian dari pelbagai kegentingan ketidakmampuan mereka mensejahtera masyarakat yang menuntut keadilan kerana lama miskin, 60 tahun lebih merdeka.

    Ciri-ciri operasi non-terorisme oleh aparat macam itu adalah: 1) mereka membuat kambinghitam anak-anak bangsa Indonesia sendiri yang harusnya dilindungi tetapi dibunuh mati; polisi sengaja bunuh agar tidak teruangkap dusta mereka; mereka tidak mau menangkap hidup. Kalu pun ada yang ditankap hidup sekadar wayang atau orang-orang rekayasa yang dirancang Polri. Kalaupun benar, mereka tidak terbuka oleh wartawan media.

    Ciri berikut tampak gerakan itu dibuat-buat. Juru bicara polisi pura-pura tidak tahu masalah dan memiliki agenda bahwa orang-orang tidak berdosa itu selalu diklaim atau langsung dilabel sebagai teroris. Sementara, banyak media nasional khususnya terperangkap oleh klaim-klaim polisi dan hanya mengetengahkan pengamat-pengamat tidak obyektif yang selamai ini dimanfaatkan oleh aparat itu, bahkan mereka juga mengajar di lembaga-lembaga keamanan pemerintah Indon, sehingga semua informasi menjadi blunder dan menyesatkan public.

    Dalam kejadian operasi terorisme atas nama memberantas teroris ini di masa lalu dan sekarang di Indonesia, tidak satupun media internasional cereless tervawa oleh pembentukan pendapat dan pengalihan perhatian oleh polisi itu dan rezim Indon, dan mengindikasikan jelas bahwa itu versi polisi dan rezim Indon. Misalnya media internasional berkata “polisi Indonesia ‘mengklaim’ telah menewaskan ‘tersangka’ teroris….” Mereka pun memuat hanya sedikit sangat, kerana mereka sesungguhnya tshu itu hanyalah permainan dalam negeri Indonesia yang biadab bagaimanapun.

    Hanya Suripto, pengamat intelijen pandai dan pintar, walaupun terkesan agak takut dan hati-hati. Suripto berani meragukan operasi selama ini itu memang murni memberantas terorisme dan dia mempertanyakan bilamana macam ni benar mengapa korban selalu dibunuh mati dan tidak ditangkap hidup, ini pertanyaan besar yang harusnya dipikir oleh NGO-NGO HAM Indonesia dan mereka harusnya memprotes keras.

    Di Malaysia apakah ada Security Act anti subversi atau bukan jrlas tidak terlalu berperanan kerana masyarakat kami tersejahterai oleh pemerintah kami yang bertanggung jawab dan amanah. Rezim SBY walaupun 5 tahun lebih berkuasa tidak memperlihatkan arah haluan kemakmuran masyarakat dan bahkan menyengsarakan, dengan menaikkan harga-harga, perlu dan harus dijatuhkan.

    Jadi semua operasi teroris itu hanya atas nama, dan pelanggaran HAM berat, bermakna pengalihan perhatian. Tengoklah semua kejadian operasi itu, pasti sebelumnya kerana ada perkara besar dan sulit yang tidak mampu dipecahkan oleh rezim itu. Kejadian sekarang ini kerana sebelumnya ada pengkritisan hebat dan efektif atas skandal bank century yang memungkinkan pemulusan jalan ke impeachment SBY yang penting sangat. Kejadian operasi sebelumnya pun terjadi kerana hal macam itu.

    Tengok dan perhatikan. Tidak sukar melihat permainan busuk rezim Indon di bawah SBY saat ini yang menggunakan siasatan lama yang justru akan boomerang terhadap kepala Polri dan presiden SBY terjebak. Bilamana macam ni NGO-NGO HAM dan mahasiswa kritis mereka dapat meunutut ke pengadian atas berbagai pelanggaran HAM itu. SBY pura-pura tidak tahu, pergi ke Australia untuk mencuci tangan, persis macam dalam kasus-kasus sebelumnya. Kami bicata dengan kebenaran dan hati nurani. Rezim Indon suka mencari kambing hitam. Selepas Malaysia, anak bangsa sendiri dibuat kambing hitam. Bangsa membunuh bangsa sendiri. [Bila ada pendapat lebih bagus lebih benar, sila email kami: yazidahbintiharum@msckl.my ]

  126. martaudin | 11 March, 2010 07:37

    Tulisan Yasidah binti Harum (se harum bau tahi-kucing), nampaknya memang merupakan representasi bangsa Malingsia:mulut kotor, tak pakai otak, maling teriak maling, bicara HAM tapi yang dimakan daging ham/babi (karena enggak tahu apa itu HAM).
    Di Indonesia, Thailand dan Filipina, Malingsia sudah lama dikenal sebagai exportir teroris. Malingsia senang bila negara tetangganya kacau, agar dirinya kelihatan maju sendiri. Karena itu Malingsia marah sekali ketika ketika dr.Azahari dan Nordin Top ditembak mati oleh Polisi Indonesia. Begitu pula ketika anak buah lainnya di habisi Polisi, Makanya, dengan mengatasnamakan HAM dia bilang Polisi melanggar HAM (orang bodoh bin pandir yang mengatakan membunuh teroris sebagai melanggar HAM. Bagaimana kalau teroris membunuh orang, termasuk orang Muslim yang tidak berdosa ?)
    Security Act di Malingsia yang bisa digunakan sebagai alat untuk menangkapi orang2 yang belum tentu bersalah, dan memenjarakan dalam waktu yang tentu tanpa proses peradilan, apa itu bukan pelanggaran HAM YANG LUAR BIASA ???? Di Indonesia tidak ada seperti itu. Jadi mengatakan Indonesia membunuh teroris sebagai melanggar HAM, itu artinya kan MALING TERIAK MALING !
    Yang amat sangat bodoh bin goblog dan tidak pakai otak, adalah mengatakan bahwa kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Australia sebagai “melarikan diri” dari pelanggaran HAM.Memang Malingsia tidak suka kalau Indonesia bersahabat dengan banyak negara. Makanya “atas nama Ham/daging babi” seenaknya saja menagatakan “melarikan diri”. Sebaiknya kamu ngaca dulu di cermin, biar ketahuan muka kamu bopeng, tahu ?!

  127. giman | 11 March, 2010 09:46

    Kok keluar kontek nih orang kasih komen…. yazidah binti marun gelar MSC…. capek deh…. urus sajalah negaramu sendiri, negara menganut perbudakan

  128. MantraSakti | 11 March, 2010 13:22

    by Tuminah binti Warijo &
    Sumirah binti Darsono
    Kabupaten Wali Sinting. (ha..ha..)

    Nah…bukankah amat mudah untuk menulis apa saja dan memperkenalkan diri siapa saja diranah internet ini.Kepada warga Indon amnya,ketahuilah bahawa insan yang sering menulis artikel2 politik yang menggunakan pelbagai nama Melayu,dengan `binti` dibelakangnya dan beralamat MSC itu sebenarnya adalah warga Indon sendiri.Berdasarkan penyiasatan kami,tidak terdapat sebarang organisasi atau orang perseorangan diCyberjaya,Malaysia Super Corridor (MSC) disini yang beridentitikan sedemikian.Untuk pengetahuan kalian,MSC adalah merupakan jajaran Syarikat2 perniagaan terkenal dunia yang berpusat diCyberjaya,Malaysia,yang mengfokuskan business dan teknologi internet,yang berada didalam lingkungan yang dinamakan Super Corridor.

    Sebenarnya,insan itu adalah orang perseorangan yang dipercayai warga Indon sendiri,yang mungkin juga seorang mahasiswa berhaluan kiri yang telah diperkudakan olih pihak2 tertentu bagi menjatuhkan kerajaan SBY kalian itu.Dari penelitian kami,semua tulisan2 yang menggunakan pelbagai nama itu sebenarnya adalah olih individu yang sama,ini dapat dilihat dari gaya dan idea penulisan yang sama.Olih itu,diharap warga Indon agar membuka minda anda seluas2nya dan jangan mudah diprovok atau diperbodohkan olih warga kalian sendiri.Kami warga M`sia tidak ada sebab dan tidak perlu membuang masa untuk campur tangan urusan politik dalaman negara kalian yang sememangnya sentiasa bergolak dan tidak stabil itu.Kami menghormati anda sebagai jiran dan saudara serumpun,namun kami tidak rela di `kambing-hitam`kan sedemikian rupa,terutama olih warga anda yang senteng itu.

    Kepada individu berkenaan,diharap berhentilah dari mempergunakan identiti warga M`sia kerana ini akan membuatkan warga2 Indon yang segelintirnya ‘tak berapa cerdik’ itu seperti diatas mungkin akan mudah terpengaruh olih provokasi anda,yang sekali-gus akan merosakkan nama baik warga M`sia yang tidak berdosa disebabkan onar anda itu.Perbuatan anda menulis artikel politik diposting Air Asia ini saja udah menampakkan kebodohan anda.Sebenarnya kami warga M`sia tidak pernah menggunakan `binti` dalam penulisan yang berupa artikel,kerana `binti` itu selalunya cuma digunakan bagi tujuan mengisi borang atau dokumen2 tertentu sahaja,bukan seperti yang anda lakukan itu.Satu hal lagi,warga M’sia tidak mungkin ada yang bernama Harum,apa lagi diabad ke21 ini.Ketahuilah,`slang` Indon anda dalam penulisan itu pun dapat kami kenali pekatnya,maka tak payahlah memperbodohkan diri anda serta warga anda sendiri,yang sememangnya sudah terkenal mudah diprovok dan digula2kan itu.

    Ketahuilah juga wahai `sang penulis provokasi yang menggunakan identity M’sia palsu`,anda adalah mahasiswa yang masih `rebung`,jadi dengarlah nasihat kami ini.Sebenarnya tulisan anda itu bagus dan tajam serta mampu menaikkan semangat `reformasi` dan People Power,seperti yang anda harapkan itu.Namun sikap anda yang bacul,yang berselindung disebalik identiti mahasiswa M`sia itu,telah menjadikan penulisan anda itu bernilai `sampah`,kerana anda tidak mempunyai etika sebagai seorang penulis.Mungkin juga anda takut dikenakan tindakan olih pemerintah anda,lalu anda bertindak demikian,jadi dimanakah nilai anda yang mengaku kononnya `mahasiswa reformis`.Malu dong baling batu sembunyi tangan…enggak punya kemaluan kali

  129. aldi | 21 March, 2010 17:57

    halooo….. alhamdulillah saya mendapatkan pengalaman yang mengesankan, saat pertama kali flight memakai maskapai air asia. saya membeli tiket promosi murah meriah seharga 223rb utk pulang pergi bandung - denpasar. saya berangkat dari husein pada tgl 15-maret-2010 dan pulang pada tgl 20-maret-2010. biarpun murah, tp pelayanannya tidak murahan. dan jujur.. saat landing di husein, saya merasakan pendaratan yang plg nyaman dlm hidup saya. dalam 3x kesempatan mendarat di husein memakai 2 maskapai yg berbeda. thanks air asia.. thanks jg buat pilot indra (saya lupa nama belakangnya), atas kenyamanannya.. ciao.

  130. andre | 24 March, 2010 15:26

    terima kasih sekali atas cerita yang telah anda bagi kan kepada kami semua, . .terutama saya. . .terus terang saya sangat tergiur sekali dengan harga air asia yang sangat miring mungkin dengan kejadian2 ini saya berfikir 10 kali bahkan 1000 kali untuk naik air asia. . .

  131. Jakind | 30 March, 2010 10:55

    Setiap maskapai penerbangan pernah mengalami hal accident maupun incident, cuma tingkatannya yg berbeda2. Pswt terbang dan sdm pastilah sudah disiapkan dgn baik, karena saya yakin pilot adalah profesional yg tdk mau mati konyol. Hanya saja tdk setiap perencanaan penerbangan berjln lancar. Peswt terbang adalah produk manusia yg hitech,dgn putaran ribuan rpm,kecptan suara,perbedaan tekanan dan tempratur yg besar sangat memungkinkan terjdnya failure. Bukankah tdk ada manusia yg sempurna,mereka cuma bisa berbuat yg terbaik.Selebihnya diluar kemampuan manusia. Jd tdk perlu khawatir untuk mengadapi segala sesuau yg sudah disiapkan dgn baik

  132. aris | 30 March, 2010 15:03

    iiihh takut …………

  133. Dean | 7 April, 2010 15:13

    Yah, namanya hidup, yang penting manusia harus berusaha semampunya, berusaha membuat maskapai itu aman dan nyaman, tuhanlah yang menentukan, yang penting kita manusia selalu harus bisa berusaha keras untuk mewujudkan keamanan, masalah (amit-amit ya jangan sampe) pesawat kecelakaan itu urusan yang di Atas, artikel ini bagus kok untuk referensi terapi shock bagi yang belum pernah mengalami “accident pesawat” jadi kita bisa mempersiapkan diri kita sebelum menginjakkan kaki di pesawat, kalau saya sih biasanya saya bela-belain naik pake maskapai yang paling bagus untuk rute tujuan, gitu ajah, yah kalo ada accident juga mau gimana lagi , , , , , paling bilang ke temen2 soal penerbangan yang saya naiki itu bagus apa nggak gitu ajah , , , ,

  134. Salladien | 15 April, 2010 06:51

    Bikin juga Artikel horor Merpati dong, hehehe…

  135. David | 29 April, 2010 08:41

    Ada Harga ada rupaa..
    begtu jga dengan penerbangan,,karena Air Asia lebih muraah maka banyak resiko yg ada…lebih aman dan nyaman serta Nasionalis jika menggunakan Garuda Indonesia dibandingkan dengan Air Asia yg punya Malaysia tentunya..

  136. FLM | 30 April, 2010 10:48

    Sampai saat ini hanya dua maskapai penerbangan indonesia yang lolos dari ban EU tentang “airline security regulation” . “Ban” yg di keluarkan oleh EU ini sudah berjalan lebih dari 2 tahun. Dengan kejadian yg dialami oleh Sdr. Andari K Anom, maka dapat dilihat betapa pentingnya peringatan dan “ban” yang diberikan oleh EU. Semoga maskapai-maskapai penerbangan lain akan mengikuti jejak Garuda dan Mandala untuk mendapatkan pengangkatan “ban” dari EU dengan lebih memperhatikan keselamatan penumpang mereka. Selain itu dengan memperhatikan keselamatan penumpang, mereka sekaligus akan mengangkat nama Indonesia ! Malu ah sampai dapat “ban” dan peringatan yg bertahun tahun begitu ! Kita ini termasuk negara maju lhoo.

  137. kebluk | 2 May, 2010 10:00

    Semua itu tinggal kebijakan pemerintahnya saja, toh sudah ada kementrian yang khusus menangani semua jenis transportasi di indonesia. Pemangku kebijakan menerima amanah yang akan dipertanggung jawabkannya kelak. Masih banyak kekurang perhatian pemerintah terhadap moda transportasi di indonesia. Masih ingat jatuhnya adam air ..? pada saat yang hampir bersamaan tenggelam pula kapal ferry yang menimbulkan korban jiwa pula. Bukan berharap untuk celaka, tapi lihatlah perbedaan santunan yang diberikan … penumpang pesawat mendapat santunan 500 juta, sementara penumpang ferry mendapat santunan 25 juta saja. Adil ..? padahal kalau boleh menduga2, tentu lebih tersiksa mati dengan cara tenggelam mengunakan kapal ferry.

  138. hastin | 18 May, 2010 08:48

    Alhamdullilah selama terbang dgn air asia blm dan jgn sampai dpt pengalaman gak enak…mslh ajal ada di tangan Allah SWT, naik pesawat yang mahal pun gak menjamin..jika sdh berada di atas pesawat hanya dzikir dan doa smoga diberi keselamatan..maaf jika gak berkenan ya..but I Love Fly with Airasia

  139. sanusi | 18 May, 2010 10:09

    Saya sering naik Air Asia dan sejauh ini ok. tapi dari sekian banyak jadwal penerbangan mungkin bisa terjadi hal buruk bagi semua airline tuntutan bagi mereka adalah 100% ok namun hanya pengalaman yang tdak diharapkan dapat terjadi atas semua arline dan harus jadi pertimbangan yang berharga buat dirinya sendiri maupun airline lainnya penuhi saja standart of procedure dalam setiap level pengechekan kelayakan pesawat dari hal yang paling kecil berlaku untuk semua petugas yang bertangung jawab dari masing-masing airline. Sebaiknya etos kerja karyawan airline harus menjadi perhatian, karena etos kerja menuntut tanggung jawab, disiplin, akurasi. namun demikian tetap perlu check and recheck. lebih dari itu berdoalah selalu. ora et labora good luck

  140. Ricky | 31 May, 2010 08:56

    menurut gw sih nyawa kita tuh ada yg atur. Kita mau naek apaan kek, mau jalan kaki kek, mau tidur aja sekalipun, maut masih bisa menjemput. Betul kan…. Kalo gw pribadi gw lebih baik mengkoreksi diri gw dari pada mengkoreksi orang lain. Pesawat yang masih baru pun bisa aja celaka kalo memang Yang Maha Kuasa menghendakinya.

  141. Ilham Fauzi | 31 May, 2010 17:35

    Maaf bagi pengguna “Air Asia” Bukan Maksud kami untuk sengaja mencelakakan Anda, tetapi hanya ada kerusakan kecil, dan jangan anggap air asia penerbangan horor, maaf bila pengguna “Air Asia” kecewa, semua pesawat pasti pernah mengalaminya, benar kata capt. Dani, itu hanya kerusakan bukan Kesengajaan. mungkin ada kesalahan montir” pesawatnya untuk post comment terima kasih semoga anda tidak kapok.

  142. Jual Pulsa Murah | 8 June, 2010 03:12

    Paling ngeri waktu pas landing..
    pernah punya pengalaman horor sekali soalnya :((

  143. Suramenggala | 26 June, 2010 11:48

    Laporan2 pengalaman terbang dengan berbagai jenis pesawat komersial sangat diperlukan masyarakat awam, agar mereka dapat menilai sendiri, tidsk tertipu iklan yang aduhai, dan mereka dapat memilih pesawat yang sesuai.
    Pilih mahal lebih aman atau murah tapi sport jantung…….

  144. Ary Pratama | 28 June, 2010 05:51

    Maaf ya, bagi yg mengecilkan Air Asia, emg klu anda mengatakan jgn terkecoh dgn tket murah sdh psti nyawa melayang, Alhamdulillah selama saya menggunakan AA, belum dan jgn sampai terjadi hal yg tak di inginkan, anda bsa lht filosopi penerbangan seluruh Indonesia, masih jauh rendah di banding AA yg memakai standart keselamatan lebih baik, Misal anda naik Garuda dgn harga mahal, saudara saya banyak yg jadi korban terburuk kecelakaannya Garuda di SUMUT thn 1997 yg menewaskan semua penumpang, bisa check di sejarah garuda di Wikipedia, dan sudah bnyk teman saya yg ngaku naik LION, MANDALA, BATAVIA, DSB tidak merasa aman, misal suara mesin yg berisik, AC di kabin yg rusak, lain lagi Hard Landingnya, serta tanggung jawab ketika ada kesalahan Maskapai di Bandara, misal pada MANDALA yg saya ambil dari pengakuan Passanger di FB pada hari Jum’at kemaren : Tadi Di Soekarno Hatta Airport saya ketemu bbrp org yg marah2 pd staf Mandala Airlines. Pasalnya mereka gagal berangkat ke Singapore krna terlambat check in bbrp menit. Keterlambatan tsb disebabkan sebagian penumpang Mandala terlanjur check in di terminal 3. Kesemrawutan timbul krna pd tiket Mandala tdk dicantumkan di terminal mana mrka hrs check … Lihat Selengkapnyain. Contoh kecerobohan airlines yg sgt merugikan konsumen. saya sdh anjurkan agar para penumpang gugat mandala ke pengadilan spya tdk semena2 pd konsumen. Coba di teliti lebih detail ya, jgn asal ngomong. T.Q.

  145. andryana | 7 July, 2010 05:27

    Semua maskapai pasti pernah punya masalah. Baik tekhnis maupun yg non tekhnis.Jadi buat saya bohong bgt kalo ada yg blg ada satu maskapai yg gak pernah bermasalah.Semuanya pasti ngalamin. Gak selamanya maskapai yg harga tiketnya mahal itu bagus. Begitu juga sebaliknya.

  146. Irina | 9 July, 2010 15:34

    Dua kali naik air asia, dua kali menyesal. Baik pelayanan maupun kenyamanan. Pelayanan suka telat terbang, kenyamanan, mesin nya berisikk amat.

  147. ibnu | 24 July, 2010 09:40

    @proudtobeindonesian: saya sepakat, walau belum pernah naik pesawat, he2 , support dong maskapai nasional.Indonesia.

  148. andre billy | 28 July, 2010 18:56

    yahhh ampun padahal saya ingin ke singapur bulan desember knp jd begini tolong tuhan supaya air asia dapat menyelamat kan saya amin

  149. andre billy | 28 July, 2010 18:58

    hah..
    semoga air asia bisa pergi dengan baik :D

  150. andre billy | 28 July, 2010 18:58

    :’(

  151. tin | 2 August, 2010 13:50

    klo pelayanan emang g terlalu bagus. tp klo masalah keselamatan yach itu mah balik lagi pada yang menciptakan kita.sebenernya itulah waktu buat kita ingat, bahwa kita itu cuma manusia.

  152. brahmantyo | 3 August, 2010 10:27

    wah padahal gw udah beli tiket PP ke surabya buat lebaran nih ,,,trus gimana dong ,,?,,
    tp yakin aja deh ,,toh umur tuhan yang ngatur bisa juga kita menghindari airasia ,,trus pake penerbanygan maskapai yg lain ehh justru maskapai ini yg kecelakaan jd yakin aja deh

  153. alex | 12 August, 2010 21:39

    Gitu aj koq repot!!…

  154. alex | 12 August, 2010 21:41

    Jangan takut naik “AIR ASIA”…

  155. alex | 12 August, 2010 21:43

    Transportasi apapun dapat menyebabkan kecelakaan…kayak ngak percaya TUHAN aj sih….minta dong biar selamat sampai tujuan…

  156. zaenal | 13 August, 2010 19:06

    kagak juga, kayaknye di negerimu aje. di eropa, di AS, di Jepang, Korsel, China, bahkan di Malaysia dan Singgapor, transportasi publicnya OK punya, manusia miskin pun dihargai, kagak seperti di negerimu. tuhan dibawa bawa melulu. ini kagak ade hubungannye dengan tuhan, monyong!

  157. fajar | 15 August, 2010 11:24

    Alhamdulilah semua maskapai domestik d indonesia saya pernah menggunakannya..termasuk Indonesia AirAsia selamna ini baik2 saja..dan setiap maskapai mempunyai kekurangan dan kelebihannya..untuk masalah itu kita semua dikembalikan ke Yang Diatas..jd pasrah,iklash dan berdoa saja..jadi jangan khawatir untuk terbang….

  158. jor | 18 August, 2010 09:32

    ˙uɐʞlnqɐʞ ıp ʇɐɯɐlǝs ʞnʇu ɐʎuuɐuoɥoɯɹǝd ɐʎuɐʞɐɯ ˙ɥnƃƃuns ɥnƃƃuns uɐƃuǝp ɐsɐnʞ ɐɥɐɯ ƃuɐʎ ɐpɐdǝʞ uɐƃuoloʇɹǝd uoɥoɯ ıʇsɐd `ıuı uɐƃuɐqɹǝuǝd ıɯɐlɐƃuǝɯ ƃuɐʎ ƃuɐɹo-ƃuɐɹo ɐʎuıʇɹɐ ˙ɥɥɐʍ

  159. Agung Pushandaka | 5 September, 2010 08:03

    Air Asia mungkin memang paling baik saat ini — menurut komentar salah satu krunya. Tapi ndak perlu jumawa. Pertahankan saja semua kebaikan dan perbaiki semua kekurangan. Jangan jadikan maskapai lain yang dianggap lebih jelek sebagai patokan pelayanan.

  160. koko | 13 September, 2010 19:32

    aduh..serem juga ya..sebenarnya egin turbin pesawat itu ada 2 apa 4 ,,ya..
    mati satu masih running satu lagi tentu kerjanyaa jadi full maksimal …..kalau ngadat juga….ngak tau dah (maaf paranoid ane)
    celakaan …jauh jauh dah mudah2an pernebangan apapun selamat semua…amin

    musibah ..kalo kita sudah maksimal ikhtiar ngak ada lagi yang bisa ngalangin…tetap musibah.
    Inagat pesawat ulang alik colombia berapa canggih seftynya berapa teliti hitungan dan persiapanya, kalo kejadian ngak bisa lagi….lari
    ini menggugah kesadaran kita akan tuhan (allah)
    kita sangat lemah lepas dari logika….
    ya setiap langkah doa dulu..sekurang2nya kalo kejadian kita sudah minta ridhoNya kembali kepadaNya dengan bersih dan tenang…..

  161. Dennis | 16 October, 2010 18:46

    menurut saya pelayanan airasia sangat baik!!
    satu bulan yg lalu saya mengambil rute medan-kuala lumpur.kuala lumpur-phuket,phuket-hongkong,macao - kuala lumpur (jam 9 malam,tiba jam 1 dinihari)
    dari semua rute itu penerbangan nya sangat nyaman!!
    tidak bergoyang samasekali..
    kami mengambil pesawat AIRASIA AK (MALAYSIA )
    menurut saya,,kalau sebelum pesawat take off,kita hanya perlu berdo’a menurut kepercayaan kita masing2!!

  162. nugio | 23 October, 2010 14:28

    serem..
    tapi maw gimana ya? lha kita yang minta serem2an..pengen cepet sampai..
    biar lambat asal selamat, udah gak gitu kan semboyannya?

    jujur saya percaya sama pilot, sama crew di atas pesawat.tapi kalo sama tukang check (enginer) dan orang2 di ground saya gak bisa dibuat tenang..(penampilan letoy, kerja sambil bawa hape, haha hihi dll)

    yang jelas, nila setitik rusak susu sebelanga, 1x salah ya hukumannya kredibelitas, saya harap yang sadar seluruh struktur pada tiap perusahaan penerbangan (swasta tentunya)..
    GIA cuma berlindung di balik pemerintah, kejadian banyak tapi dia nasional, ya dia selamet..tapi yang swasta harus bisa bertaraf tinggi jadi semua bisa bersaing dalam kualitas..ok2

    ayo lah..maju bersama..

  163. lia | 25 October, 2010 08:02

    tolong donk airasia jangan ada refund atau pembatalan penerbangan , saya baru kali ini naik airasia dan udah booking tiket jauh2 hari via online, posisi saya kerja kantoran, kalau saya udah ambil cuti ga boleh dibatalin, jadi tolong dong jan ada pembatalan pemberangkatan pada harinya, makasi

  164. nurdinsyah | 2 November, 2010 09:15

    saya udah 4x naik airasia dari aceh k kuala lumpur,semoga pihat airasia tetap agar memperthankan pelayanan yang prima,biar tambah oc.kalau bisa untuk masyarakat aceh kasih discount dong

  165. Rental Mobil | 3 November, 2010 11:33

    Kita naik air asia atau tidak naik air asia adalaha takdir. apapun yg kita naiki kepasarahan pd Allah yg lebih utama. wallahu alam bishawab.

  166. awan | 4 November, 2010 09:51

    Semua berpulang kepada doa dan sikap hati2 yang wajar, denger kereta ( Argo bromo aja celaka padahal mahal), bis , metromini pada kecelakaan, pesawat jatuh( ,kapal tenggelam; kalau kekawatiran diturutin mah yang ada gak bakal berani keluar rumah…kadang2 manusia barada di tempat yang salah pada waktu yang salah..

  167. Ghia | 4 November, 2010 12:02

    wedehh… baru aja minggu lalu terbang ke sgp dengan QZ 7782… untung aman selamat sentosa sampai disana dan balik ke indo :)

  168. ayu | 5 November, 2010 15:09

    untung saya tidak pernah naik pesawat

  169. andy lau | 20 November, 2010 22:56

    maka nya klu ga bisa terbang jgn naek pesawat

  170. hana | 22 November, 2010 09:08

    smua airlines yang berharga murah, tidak selalu buruk.
    di Eropa, ada airlines yang bernama RyanAir. itu murmer (contoh: Netherland-UK PP = 24 EUR <300 ribu IDR), tapi aman-aman saja sepanjang sejarahnya.
    jadi memang bukan karna harganya, tapi lebih karna manajemen-nya.

  171. don | 22 November, 2010 14:07

    saya freq flyer.. pernah terbang dengan semua maskapai lokal indonesia.. pengalaman senang dan yang agak horor pernah.. dialami dengan beberapa maskapai2 tersebut.. tapi overal untuk lokal Indonesia QZ (airasia), RI (mandala) dan GA (garuda) masih 3 maskapai yang terbaik… so it’s ur choice..

  172. iwansyah putra | 24 November, 2010 09:40

    kita bisa mengacung kan jempol kepada pilot air asia tersebut
    karna dia telah berhasil menstabil kan pesawat dan berhasil landing dengan baik,
    dia telah menyelamat kan ratusan nyawa.

    you’re the best captaint.

  173. bangesad | 29 November, 2010 09:43

    emang masih seperti itu maskapai kita…mo gimana lagi

  174. fadly | 15 January, 2011 23:14

    kejadian seperti itu biasa terjadi di dunia penerbangan dan setiap maskapai mengalaminya, tinggal kita apakah dapat berpasrah kepadaNYA bukankah takdir sudah di tanganNYA ?…salam hangat :-)

  175. vj | 21 January, 2011 14:38

    kenapa musti pada ribut ? setiap orang bebas memilih maskapai sesuai hati nurani dan kebutuhan serta kesanggupannya. Setiap orang pasti berharap adanya benefit yang lebih besar dan stabil, hal itu lumrah saja. jika ada yang sedang bercerita dan itu pengalaman yang cukup sedih, sebaiknya bagi kita utk ikut bersimpati, semua komentar yang ada disini juga karena kita semua perduli yang sesungguhnya. Tapi kembali ke awal, bahwa setiap manusia itu merdeka dan bebas memilih, dan apapun pilihan masing-masing orang pasti itu yang terbaik bagi mereka dan telah diperhitungkan semuanya secara masak-masak sebelum mengambil keputusan. Jadi…sebaiknya mulai saat ini, stop saling memarahi, cukup dengarkan saja dan baca komentar yang masuk, karena setiap orang punya hak berkomentar. good luck and success for you all…

  176. saraswati | 21 January, 2011 16:47

    Ya kalau harga tiket mhal kan SBY kagak bise jalan-jalan sering2. Sekarang aje udeh menyiratken minte gaji naik/ Memang kelihatan gaji Presiden RI rendah, tapi sebenarnya kagak juge. Sebab harga barang dan apapun di negeri ini jauh lebih murah. Jadi gaji Presiden RI pasa dasarnya sama dgn gaji Presiden2 lain di dunia. Sebab harga2 barang di negara2 itu mahal.

  177. Prihatin | 22 January, 2011 14:19

    Hampir setahun lebih saya belajar kembali untuk merambah informasi di dunia penerbangan dari jalur one click away. Memang sangat menarik pendapat para komentator dari berbagai negara yang sempat saya ikuti 24/7 dalam kurun waktu tersebut di atas. Berbekal pengalaman tersebut, perkenankanlah ditahun 2011 ini, saya memulai untuk sharing mengaplikasi pengalaman tersebut dalam bentuk pencerahan bagi masyarakat pengguna jasa penerbangan dinegeri tercinta ini. Saya akan mencoba memberikan gambaran yang jelas tentang perbedaan yang sangat mendasar dalam pertukaran, atau perolehan informasi tentang peristiwa kecelakaan baik yang merenggut jiwa (fatal accident) dan insiden atau kecelakaan yang tidak merenggut jiwa (non fatal) di penerbangan komersial (selanjutnya cukup disebut kecelakaan dan insiden). Dinegara dimana diakui secara internasional tingkat keselamatan penerbangannya tinggi sebagai contoh di Eropa, Australia dan Amerika Utara, informasi tentang insiden penerbangan sebagai contoh pembatalan lepas landas (aborted take-off) yang diakibatkan oleh berbagai sebab sangat mudah didapat. Apakah itu dari sumber resmi atau melalui forum blog seperti ini dengan tingkat kebenarannya sangat tinggi. Walaupun kejadian itu di terjadi di sebuah bandara di negara di Afrika misalnya, mereka menyuguhkan penampilan yang lengkap melalui konfigurasi landas pacu yang benar dan real time serta dan mengikuti segala kaidah penerbangan sipil. Didalam forum inilah saya ikut terlibat untuk belajar kembali. Apakah manfaatnya? Yang pasti akan menambah wawasan, kemudian belajar santun dalam berbahasa (karena ini merupakan forum internasional jadi malu kalau membawa nama bangsa dengan cara berfikir yang sempit). Keterbukaan ternyata merupakan kunci kesuksesan dari sebuah negara dalam menekan tingkat kecelakaan atau insiden. Dari forum tersebut hampir dipastikan bahwa insiden adalah kejadian yang sering terjadi 24/7 di dunia penerbangan. Setiap hari pasti ada informasi yang terliput kejadian dimanapun juga dibelahan dunia ini. Hanya sayangnya informasi dari negara-negara yang informasi kecelakaannya sulit diperoleh memang baru beberapa hari kemudian baru disampaikan bahkan tidak ter expose sama sekali . Pernahkah anda membaca berita tentang sebuah pesawat jumbo jet milik maskapai terkenal dari negara yang tingkat keselamatannya tinggi, meledak tanki oksigenya dan membuat lubang yang berdiameter lebih dari 1 m dibagian perut pesawat pada saat terbang di ketinggian jelajah d iatas 33000 kaki?. Maskapai lainnya dari sebuah negara di Eropa Utara juga yang sangat terkenal tingkat keselamatannya, disiplin perawatannya , awak pesawatnya dan mempergunakan pesawat generasi terbaru yang berumur kurang dari 1 tahun, tersungkur justru pada saat proses pendekatan (approach) disebuah bandara yang tingkat akurasi pemanduan lalulintas udaranya sangat tinggi serta memiliki fasilitas alat bantu pendaratannya ber kategori III ( ini merupakan tingkat kesempurnaan yang tertinggi bagi pesawat yang akan melakukan proses pendaratan dgn mempergunakan alat bantu pendaratan pada saat cuaca paling buruk sekalipun). Alhasil kedua kecelakaan tersebut tidak merenggut jiwa. Dari dua contoh tersebut cukup untuk mengetahui bahwa kecelakaan ataupun insiden bisa terjadi dimanapun juga dan oleh maskapai apa saja. Sekarang kembali tentang penerbangan di negeri tercinta ini. Keadaan yang paling mencolok adalah kesulitan memperoleh informasi atas kejadian insiden biasa atau serius ( yaitu tingkat insiden yang berpeluang besar menjadi sebuah kecelakaan). Kita baru mengetahui bila sebuah maskapai dinegeri ini mendapat kecelakaan yang merenggut nyawa. Sebenarnya dengan rasio kecelakaan yang terjadi dalam 1 juta penerbangan (1 x lepas landas dan mendarat), secara umum penerbangan komersial dinegeri ini sudah dapat dikatakan membaik semenjak pertengahan tahun 2009 dan secara bertahap, mencapai titik puncaknya di tahun 2010 pada saat dicabutnya larangan terbang oleh Uni Eropa terhadap beberapa maskapai yang tingkat performance keselamatanya membaik. Dengan mempelajari larangan terbang Uni Eropa terhadap semua maskapai di seluruh dunia saya berpendapat bahwa keputusan ini merupakan sebuah kebijakan yang tidak berlandaskan kepada aspek politik atau ekonomi jadi murni merupakan keputusan yang bersifat teknis operasional. Sebenarnya rasa takut terbang (fear of flight) dimiliki oleh semua orang. Seorang awak kokpit (Pilot In Command atau First Officer) pun tidak akan berani menerbangkan pesawat yang tidak memenuhi persyaratan laikudara. Banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya sebuah kecelakaan atau insiden. Salahsatunya adalah matinya mesin atau yang dikenal dengan singkatan IFSD (inflight shut down). Prosedur yang mungkin perlu diketahui disini adalah apabila kejadiannya sudah mulai terlihat (tanda-tandanya) pada saat proses lepas landas maka pilot yang memiliki disiplin tinggi akan membatalkan proses lepas landasnya dan kembali ke apron dikenal dengan sebutan RTA (return to apron). Bagaimana kalau kejadiannya pada saat sudah melewati batas kecepatan untuk memperoleh daya angkat untuk lepas landas? Kembali disini saya memperoleh banyak informasi dari forum tersebut bahwa kebanyakan pilot dari maskapai yang berasal dari negara yang tingkat keselamatannya tinggi lebih memilih untuk kembali atau RTB (return to base). RTA dan RTB sebenarnya hal yang banyak terjadi didunia penerbangan, namun masalah penanganannya yang kadang kala tidak sesuai dengan prosedur yang standar yang dapat mengakibatkan adanya insiden atau bahkan kecelakaan. Sebagai penutup dari komentar ini ada satu tip yang juga sudah saya baca dalam komentar lain di blog ini yaitu pilihlah maskapai yang menurut anda diyakini dapat menjamin keselamatan penerbangan anda. Untuk meyakinkan hal tersebut, terlebih dahulu rambahlah informasi tentang keselamatan dari sumber resmi diseluruh dunia, karena aturan keselamatan penerbangan adalah aturan yang mendunia. Just one click away, friends.

  178. lindonesiana nurul husna azmi | 7 February, 2011 17:54

    assalammualaikum…..pak ,,,mama saya mau tanya .ada g penerbangan pada 1 seminggu sebelum lebara tahun 2011??dan berapa byr peroranganx??klw bisa tlng konfirmasikan langsung k saya ea pak…..ni nmr saya:085272645230,trims

  179. chorie | 10 February, 2011 13:15

    serem juga ya ,

  180. chorie | 10 February, 2011 13:16

    baru saja say a mu lending sama Air esia,……….jadi takut

  181. Mila | 10 February, 2011 17:25

    TV One lucu sekali. Masalah yang saat ini Tv One diskusikan adalah seputar Ahmadiyah dan penanganannya. Apa hubungannya mengambil nara sumber Jusuf Kalla. Ia hanya bekas wapres dan tidak punya nilai kepakaran samasekali. Maksudnya untuk mengekspos lagi JK? Atau apa? Barangkali kalau dilihat dari teori ilmu mana pun tidak masuk. Kebiasaan sangat sangat buruk sebagian media/jurnalis - untuk tidak enak bilang hampir semuanya - disini adalah melakukan hal-hal out of context atau Gagak Makan Rebung, kagak nyambung. Misalnya seperti itu, mengadu antar yang dianggap atau dipikirkannya sebagai pesaing-pesaing politik dll. Lucu sekali.

  182. Jamilah Mursyid | 10 February, 2011 18:19

    TV ONE OK juga. Detik ini ada diskusi di TV ONE. Guntur Romli benar, meski dikeroyok/lawan 2 sampai 3. Lagipula tidak ada sama sekali perbedaan prinsipil antara Ahamdiyah dan aliran-aliran Islam lainnya. Dua orang narasumber, antara lain satunya dari MUI, itu sangat ngawur dan benar-benar pemfitnah. Darimana kengawuran mereka itu? Kedua orang sudah tua itu bisa dikategorikan pelanggar-pelanggar hukum, pelanggar UUD, yang jelas menjamin setiap orang berhak memeluk agama dan keyakinan masing-masing. Orang-orang MUI sudah ngawur, ngotot lagi. Kenapa SBY dan Negara diam saja membiarkan orang-orang seperti itu?

  183. Julius S. | 10 February, 2011 18:49

    Metro tetap di atas angin. Enggak mungkin TV One Okay, apalagi Okay juga. Metro Tv tetap jauh sangat Okay. Lihat, bagaimana curangnya TV One 1 versus 2-3 orang. 1 narasumber pro/tahu Ahmadiyah, 2 narasumber, satu antara lain dari MUI tidak tahu atau tidak mau tahu Ahmadiyah. 1 narasumber lagi coba netral. Berarti TV One curang: 1 lawan 3 intinya. Kalau Metro TV, dia lebih canggih lagi, yakni akan menghadirkan 3 narasumber tapi ketiga-tiganya pro yang lemah atau pro yang disimpulkan benar atau harus dibela. Atau 2 benar/anti rezim 1 keliru/pro rezim. Ini permainan canggih Metro TV. Bagi Metro TV, yang semakin canggih, ia tidak lagi suka main di tataran dua seimbang (cover both sides), tetapi sudah lebih atu sangat canggih, seperti Tv-Tv pejuang luar negeri, yakni membela si lemah atau membela kebenaran (take one side, the weak and the right side). Metro tetap di atas angin. Ini yang harus ditiru media-media lain, ketika ingin membenahi negara/rezim amburadul. Tegas, seperti motto korannya.

  184. cyborg | 11 February, 2011 07:28

    intinya, harga murah, kualitas murah.

  185. anton | 20 February, 2011 01:34

    ikut prihatin atas kejadian ini. semoga AA bisa menaikkan kualitasnya lg. semua ajal ada di tangan YANG MAHA KUASA, sama seperti anda semua, kalo pilot jg manusia. JADI TIDAK ADA PILOT YG MAU MENGORBANKAN NYAWANYA.

  186. penginapan di jakarta | 21 February, 2011 08:42

    Dua orang narasumber, antara lain satunya dari MUI, itu sangat ngawur dan benar-benar pemfitnah.

  187. penginapan di jakarta | 21 February, 2011 08:44

    Did you hear that? Did you hear that?

  188. penginapan di jakarta | 22 February, 2011 07:18

    Pengeras suara pun berkumandang: “Para penumpang yang terhormat, kami beritahukan bahwa mesin pesawat sebelah kanan mati, namun situasi dapat kami kendalikan

  189. pump e zeed | 27 February, 2011 21:29

    posting bln may ‘09..
    skrg sdh feb ‘12..
    hampir 3 thn yg lalu..
    kok msh dibahas..??
    ada air asia yg jatuh nggak..?? trus bgmn dgn maskapai lain..??
    kalau ngaret sih mmg jagonya nih.. nggak ada yg ngalahin.. yg paling sebel ga boleh makan n minum bekal sendiri ddlm pswt.. pdhl cuma mau minum air mineral doank, eh malah dibentak sama pramugari.. untung aja dia cantik..

  190. hiroshi | 15 April, 2011 17:33

    hi

  191. redy | 25 April, 2011 23:25

    air asia is the best price lah…is ok..

  192. milfa | 8 May, 2011 21:28

    naik odong-odong aja enak murah ,,, slamat lagi tpi ga jalan2 diem aja trus di tempat! hhihi

  193. Ibu Istianah | 9 May, 2011 11:42

    FBP atau lainnya perlu dan harus menghajar terus calo-calo Batak Transumatra dan Jawa di Terminal Pulogadung, sebab polisi sengaja membiarkan mereka.

    Salut dengan FBR, ganyang calo Batak Pulogadung serta bekingnya polisi terminal Pulogadung

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua kelompok massa bentrok di depan terminal bus antar kota antar provinsi, Pulogadung, Senin (4/4/2011). Bentrok terjadi sekitar pukul 21.00 WIB.

    Kapolsek Pulogadung, Kompol Dani Hamdani menjelaskan massa FBR tidak terima ulah oknum calo Pulogadung yang telah menipu anggota FBR sekitar seminggu lalu.

    “Informasi sementara seperti itu, saat ini masih kita selidiki,” ujar Kompol Dani kepada tribunnews.com di Jakarta, Senin (4/4/2011).

    “Laki-laki gembong calo Batak Transsumatra Pulogadung itu gempal gemuk dan kepada penumpang selalu mengaku dia petugas keamanan tidak berseragam di sini dan satunya lagi laki-laki agak kurus dan cerewet kayak perempuan, ” ujar Kompol Dani Hamdani.

    Saat ini kedua massa masih berkumpul di lokasi kejadian. Situasi masih mencekam walau bentrok telah berakhir. (Ade)

    Terminal Pulogadung dikuasai calo Batak dan polisi di sana diam
    RIAUPOS.COM, TEMBILAHAN (RP) - Hati-hati jika anda “pulang kampoang” naik bus dari terminal bus Pulogadung. Anda bisa diperas calo-calo di terminal tersebut.
    “Aku diplorot celanaku dan dipaksa membayar Rp 85.000 lebih mahal dari tiket resmi oleh calo-calo Batak itu,” ujar Sukardi, usia 59 tahun, Minggu (3/5/2011).
    Bapak tua itu menuturkan kepada RP di kampung halamannya di Tembilahan, kabupaten Indragiri Hilir, provinsi Riau, setelah pulang dari terminal Pulogadung dari mengunjungi putra pertamanya yang tinggal di Jakarta beberapa hari sebelumnya.
    “Saya tidak tahu kalau banyak [calo-calo] Batak disana [di terminal Pulogadung]. Katanya setelah SBY jadi presiden, calo-calo Batak tidak ada lagi. Buktinya masih banyak,” ujar Sukardi.
    Aminah, 15, anak perempuan Sukardi, mengisahkan cerita ayahnya. “Calo-calo Batak itu memaksa setiap penumpang membayar Rp 80.000 - Rp 100.000 lebih mahal dibandingkan harga resmi tiket ke Riau. Beda-beda. Ada yang dicatut Rp 50.000, ada yang sampai Rp 150.000. Ayahku mulanya memprotes, calo itu marah lalu … ,” ujar Aminah, sambil menangis tersedu, kasihan pada ayahnya yang dipermalukan di depan umum tanpa salah apa-apa.
    “Setelah kami masuk melalui pintu utara terminal, kami didorong-dorong, ditarik-ditarik Batak-batak itu ke loket. Kami tidak berani melawan, kecuali Ayah memprotes tapi dengan mulut. Calo-calo Batak itu banyak sekali. Mereka membuntuti terus kami dari belakang,” ujar Aisah, 18, kakak Aminah, dengan geram.
    Beberapa penumpang lainnya dari bus yang tiba di Riau itu mengaku mereka memang dipaksa membayar Rp 50.000 - Rp 150.000 lebih mahal dari harga tiket resminya saat di terminal Pulogadung, dan para penumpang mengiakan peristiwa penelanjangan Sukardi oleh para calo tersebut.
    “Betul, kasihan. Orang tua tadi itu memang ditelanjangi calo-calo Batak di Pulogadung. Banyak yang melihat kejadian itu. Dua polisi berseragam, di terminal itu juga melihat dan diam saja,” ujar Tasrip, 50, warga dari sebuah desa di kecamatan Tembilahan.
    “Polisi diam karena mendapat bagian. Setiap penumpang dicatut Rp 50.000 - Rp150.000, sebagian duit itu pasti untuk polisi,” ujar Tasrip, dan mengatakan dia dipaksa membayar Rp 90 .000 lebih mahal oleh calo-calo tersebut.
    “Ini mungkin karena Presiden SBY [Susilo Bambang Yudhoyono] tidak tegas, atau mungkin ada pihak-pihak lawannya yang ngrecoki untuk memberi kesan SBY tidak tegas. Harusnya dia [SBY] menindak tegas polisi-polisi korup itu dan memberantas calo-calo itu,” ujar Tasrip.
    Joni, 34, penumpang lainnya yang berjualan di Tanah Abang asal kota Riau bersama banyak penumpang lainnya, mengatakan mereka kapok dan tidak akan pulang melalui terminal Pulogadung kalau SBY tidak minindak tegas kepala polisi Pulogadung. “Calo-calo itu harus diberantas habis dan selamanya. Polisi-polisi yang membiarkan harus diberhentikan pula,” ujar Joni, kesal.
    “Aku diperlakukan kayak binatang, diplorot celanaku. Aku sangat malu dibuatnya. Kurang ajar mereka itu semua. Pemilu yang akan datang aku tidak pilih Partai Demokrat [partainya SBY]. Saya akan pilih PKS,” ujar Sukardi, pak tua yang malang itu. “Saya juga akan pilih partai yang lain,” ujar dua putrinya.
    “Saya sejak dulu golput dan akan terus golput, tak ada yang bener, tak ada yang mempedulikan orang-orang kecil seperti kami,” ujar Tasrip. “Saya tidak akan pilih Partai Demokrat, tidak akan pilih PDI-P, tidak akan pilih Gerindra, tidak akan pilih Hanura, tidak semuanya,” ujar Joni, senada dengan Tasrip.
    Ketika ditanya partai apakah yang diharapkan bisa mengatasi masalah. “Ada. Nasdem (Nasional Demokrat) kalau organisasi massa itu menjadi partai. Jadi kitaakan pilih Partai Nasional Demokrat,” kata Tasrip.
    “Kalau aku sudah tak percaya lagi sama partai. Lebih baik mereka membuktikan mampu membersihkan calo-calo itu selamanya baru aku percaya. Surya Paloh [pemimpin Nasdem] pasti juga akan berkoalisi dengan SBY jadi percuma. Lebih baik golput terus,” ujar Joni.
    Menurut mereka, ada dua pintu di terminal bus Pulogadung. Pertama, pintu selatan menuju terminal bagian selatan untuk tujuan Jawa Timur dan Madura, dikuasai oleh calo-calo suku Jawa, yang menurut mereka, berperilaku cukup baik, tidak pernah memaksa dan hanya mengarahkan ke loket dan tidak minta uang serupiah pun. Kedua, pintu utara menuju terminal bagian utara untuk tujuan Sumatra, dikuasai calo-calo Batak.
    “Jika penumpang tidak sadar lalu masuk dari pintu utara terminal Pulogadung itu, habislah dia, diperas calo-calo Batak itu,” ujar Tasrip.
    Jalil, 25, penumpang asal Tembilahan pula, yang bersosok tinggi dan kurus, menambahkan: “Calo-calo Batak itu sengaja dipelihara oleh polisi-polisi terminal Pulogadung. Mereka sudah lama disana. Selalu muncul dari sekitar pintu masuk dan pintu gerbang dan juga di dalam terminal itu. Mereka dibiarkan. Calo-calo Batak itu semakin kurang ajar dan semakin berani kepada penumpang, karena polisi terminal Pulogadung ngeper [tidak berani menertibkan calo-calo itu]. Hari ini tertib, seminggu lagi mereka sudah berda disana lagi,” ujar Jalil. (Denny).

  194. Evi Situmorang | 9 May, 2011 13:57

    Maksudnya FBR kali? Maju terus FBR. Hajar habis itu calo-calo Batak Pulogadung. Orang Batak kebanyakan emang jelek kelakuan, tapi tidak semuanya. Kami orang Batak yang baik merasa ternoda etnis kami. Hajar terus mereka. Habisi mereka. Pecat pula kepala polisi polsek Pulogadung.

  195. Junior | 23 May, 2011 09:09

    Canggih juga ya Pilot air asia, bisa mendaratkan pesawat padahal mesin sayap kanan mati …

  196. mardy syach | 31 May, 2011 09:09

    kalo udah naas nggak bisa d bilang….di berakin cicak juga bisa ko’it..wkwkwk

  197. Too U'll | 12 July, 2011 05:54

    Saya kok ngeliat maksud tulisan itu bukan melulu Air asia yang tidak bagus ya….!!!!!!!!!!
    Saya meliatnya ini adalah pengalaman penumpang yang selamat dari sebuah tanda-tanda bencana.
    Nah, ini ada sisi yang perlu disyukuri…..
    Antara lain:
    Tuh penumpang pasti rata-rata semakin dekat ama penciptanya….
    Dan semakin menghargai makna kehidupan….
    Semakin banyak dapat teman….mungkin….karena waktu kondisi genting di atas semua penumpang yang kenal maupun tidak kenal jadi merasa senasib…

    Nah menurutku pada kasus ini belum bisa dijadikan tolak ukur si Air asia itu jelek apa tidak….
    saya juga pernah naik air asia….tapi aman-aman aja…

    Kalau mungkin ada yang punya pengalaman dan selamat ketika lion air jatuh di Solo, Garuda Jatuh di Jogja, Batavia tergilincir di Pontianak….maka mungkin masing-masing akan memiliki kesimpulan sendiri terhadap maskapai penerbangan itu.

    Jadi ya biarin aja,…
    Yang punya cerita horor tentang Air asia dan tidak mau naik pesawat itu lagi, mungkin bisa naik lion air atau garuda.
    Sementara yang punya pengalaman buruk dengan lion air dan garuda mungkin bisa naik Air Asia….

    Tapi jangan nanya yang naik Adam Air waktu nyemplung di Sulawesi lho…..

    Itu aja yah….be wise lah….

  198. beb | 3 August, 2011 12:50

    salam,
    saya sering juga naik air asia..setelah 2 daripada 3 penerbangan saya ke bandung dan jakarta mengalami goncangan yang hebat, saya sudah tidak mahu naik air asia..tapi bisa juga kerana kawasan sumatera -jakarta itu agak turbulence prone…saya cuba naik MAS aja lain kali..kalau masih goncang nah itu kerana areanya mungkin yang selalu turbulence…
    tapi benar ya , ketika maut mendekat, ketika itu kita paling rapat dengan Yang Khalik

  199. Dee | 4 August, 2011 21:13

    Saya sudah beberapa kali naik AA, most rute keluar negeri seperti KL, Singapore dan Hongkong. Beberapa penerbangan mengalami turbulence tapi saya selalu happy dengan smooth landing nya pilot AA. Even smoother dari GIA. Menurut saya smooth landing menandakan keprofesionalan dari seorang pilot. Next nya saya akan terus terbang with AA

  200. Vita | 20 August, 2011 08:35

    Setiap orang bebas berkomentar…baik yg pedes maupun yg enak didengar…anggap aj semua itu sebagai koreksi utk lbh baik&waspada selalu…balik lagi semua kejadian itu sdh diatur sm yang diAtas, yg ptg doa&percaya aj bhw saat kta terbang kta menyerahkan sepenuhnya kpd Tuhan (berdoa utk diri sendiri&utk semua para penumpang yg perlu kita doakan jg), sbg penjaga kita yg sebaik2nya…

  201. akai | 21 August, 2011 19:54

    Saya tidak mau merendahkan sebuah maskapai penerbangan, karena ada pepatah mengatakan “jangan lihat buku dari sampulnya, lihat isinya”.. Seterkenal atau elit apapun kalau di dlmnya tidak becus yah percuma. Kebanyakan orang beranggapan kalau murah pasti kualitas jg murahan, tapi apa iya yang mahalan itu perfect..berjuta kebaikan mudah d lupa, setitik kesalahan diingat slamanya…

  202. wisnu | 22 August, 2011 06:54

    Mungkin sudah telat untuk berkomentar, tapi saya baru baca dan ingin berkomentar. Kejadian seperti di atas adalah kejadian yang sangat mungkin terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Justru karena tingkat keprofesianalan awak pesawat semua dapat mendarat dengan selamat. Tidaklah sedikit kejadian yang sama namun berakibat fatal bagi seluruh awak dan penumpang.

  203. Steven | 8 September, 2011 04:44

    ada baiknya jika nama maskapai tidak di sebutkan,hal ini bisa menimbulkan opini yg sangat merugikan pihak maskapai itu sendiri

  204. andi tenrie | 8 September, 2011 17:07

    Saya belum pernah mengalami pesawat yang dalam keadaan sulit! Tapi ada tigakali mengalami susah mendarat karena cuaca, pertama, ketika saya dari Schipol ke Heathrow yang dalam keadaan bersalju dan badai salju. Pesawat naik turun berkali-kali karena landasan sudah tidak kelihatan karena ditimbun salju! Dalam keadaan seperti ini, kita mengiba-ngiba kepada Allah SWT untuk diselamatkan, saya baca semua ayat yang saya tau terutama Ayat Kursi, ayat kursi kubaca berpuluh-puluh dan barangkali cuma beberapa kali benar lafalnya selebihnya gak nyampai-nyampai! Kedua, dari Inggeris ke Singapore)Changi, juga pilotnya susah mendarat karena angin kencang dilandasan. Ketiga, Soekarno-Hatta dari Makassar juga dikarenakan cuca buruk hujan disertai angin kencang, landasapun tidak nampak dari pesawat! Tapi Alhamdulillah semua itu karena Sang Khaliq belum menghendaki kami berpulang kepadanya…., sekali mengalami kengerian di darat tepatnya airport Heathrow yang mencekam, bandara dipenuhi tank perang, bandara juga sepi orang bepergian ketika tahun 1991 waktu itu perang melawan Saddam Hussain. Yang saya takutkan ketika dicheck oleh militer Inggeris, sapa tau ada sesuatu yang keselip dikoper atau ditas atau disaku celana…., uuuh ngeri betul dan yang terakhir mengalami kengerian berpergian ketika terjadi huru-hara di Jakarta 1988, Soekarno-Hatta dipenuhi kriminal dan pemeras! Untungnya saya masih dilindungi olehNYA, karena kepala Imigrasi Soekarno-Hatta menolong saya lolos dari cengkraman para begundel dan pemeras serta rampok Soetta, Alhamdulillah, saya masih hidup sampai hari ini, Subhanallah!

  205. andi tenrie | 10 September, 2011 11:21

    Sebenarnya tulisan dari ibu AKA ada baiknya, tulisannya adalah cambuk bagi semua perusahaan penerbangan yang ada ditanah air tercinta. Tulisan tsb diatas ada baiknya dan kejadian itu ada hikmahnya bagi Air Asia untuk bebenah diri dan penerbangan lain supaya kejadian semacam itu tak sesering mungkin terjadi.

    Salam

  206. vic | 11 September, 2011 19:30

    Saya acungi 2 jempol atas kemahiran pilot Air Asia. Di saat genting, mereka masih berusaha keras mengendalikan keadaan pesawat dan berusaha menenangkan para penumpang. Dan saya bercita2 menjadi pilot Air Asia Indonesia. Btw guys, ada yg punya link utk karir pilot Air Asia Indonesia?

  207. ada deh | 12 September, 2011 06:49

    sebenarnya mau naik apapun kalo ajal dah menjemput mah pasti mati juga kok, gak peduli naik garuda or apalah. toh dulu juga garuda jatuh beberapa kali kan pesawatnya. sudahlah semua serahkan pada sang khalik, hidup dan mati ada di tangannya, bukan di tangan air asia, garuda, batavia dll

  208. ada aja | 18 September, 2011 07:17

    air asia kan memang pesawat murah. jd ada saja kekurangannya. so, maklumi saja

  209. Noor | 28 September, 2011 18:39

    Aswrwb pembaca, dlm ajaran islam adanya rukun iman yg artinya meyakini adanya hari akhir mnuju masa depan tiap ruh yg kmbali kpd mulk (raja semesta alam) pemilik ruh yg ada dimuka bumi ini , jk kta sbg org beriman hrs ikhlas dg adanya takdir dr allah swt… Kpn pun dimnapun walaupun kita smbunyi jk wktnya telah tiba kta tdak bs meminta mundur walau hanya 1 second……
    Para pembaca kita smua kel 1 bangsa bangsa yg arif yg bisa dg damai menerima lebih n kurangnya kel kita sendiri…. IAA ( Indonesia Air Asia) salah satu pilotnya adalah putra pertama saya….. Ttp sy tetap hrs support cita citanya ingin mnjdi pilot dg beljar & meyakini iman pd takdir Allah sy dg ikhlas seikhlasnya menyekolahkan putra sy di luar indonesia slesai kuliah lngsung di trima di indonesia air asia sy hnya cm punya modal doa & ikhlas krn sesuatu yg ada dimuka bumi ini milik allah jk allah berkehendak jadi maka jadilah dia . Diksempatan ini sy ucapkn jazakumullah khairan khasiran ntuk IAA krn setiap sy fly dg AIr Asia bersama Suami (alhmdulilah suami sy capten di lion
    air) sy dptkn hrga tiket dg potongan 90% dg menggunakan Id putra sy ( id ninety) secara online nama kel akan muncul di komputer seluruh counter air asia route domestic or intrl . Tdak ada yg kurang dr air asia doakan sj dg bertmbahnya wktu insya allah air asia smkin safety untuk rakyat Indonesia khususnya , only 1 request sy agar uniform cabin di ganti dg celana pnjang sj jk aurat trtutup insyallah tdak akan mengurangi omzet

  210. vic | 2 October, 2011 15:45

    To: Noor
    Halo Ibu Noor. Kalo berkenan, bolehkah saya minta alamat email ibu? Saya mempunyai cita2 yg sama dgn putra ibu. Dan saya ingin bertanya informasi dgn ibu utk mewujudkan cita2 saya menjadi pilot IAA. Terima kasih :)

  211. Noor | 3 October, 2011 19:42

    Sir Vic smga kshatan menyertai anda, address IAA terminal 1 a office air Asia lt 2 , coba sj datang ksana smua pegawainya ramah ramah , ktmu dg hrd Nya .smg sukses

  212. yona ginna yohana | 4 October, 2011 18:18

    saya ingin menjadi pramugari PA aja syaratx? tlng bls ya d fb saya Yona Gina Yohana II

  213. Penerbangan Horor Air Asia « Coretan Siswa Udara | 4 October, 2011 20:55

    [...] Penerbangan Horor Air Asia [...]

  214. Aco Bugis | 6 October, 2011 15:07

    Saya sudah sekali naik airAsia BKK-DPS aman-aman saja, baik sekali pelayanannya, namun ada satu yang kurang nyaman untuk temanku ke betulan dia bule,kakinya panjang jadi naik AirAsia lain kali dia harus berpikir, ternyata ukuran kursi2 di peruntukkan untuk orang asia kecil persis seperti LionAir, tapi kalau naik garuda lebih nyaman karena ukuran lebih lebar,

  215. vic | 6 October, 2011 17:51

    To: Noor
    Terima kasih ibu Noor atas bantuan informasinya. Kalo boleh saya tau, dulu putra ibu ambil flying school dimana? Dulu putra ibu, masuk IAA tahun brp?
    Terima kasih, semoga Tuhan memberkati ibu Noor & keluarga :)

  216. Chandra | 7 October, 2011 12:02

    Gitu aja ko repot ..

  217. alex | 9 October, 2011 14:58

    Naik AirAsia,kalau bukan hari ini,satu hari nanti,mesti mati punya..alhamdulilah!!

  218. Angelina | 11 October, 2011 05:00

    namanya musibah kan kita gak bisa tau datangnya kapan.. mau pesawat sebagus dan semahal apapun, kalau misalnya memang sudah waktunya, ya kita gak bisa nolak..

    kebetulan saya sudah berkali-kali naik airasia dan sejauh ini baik-baik saja. meskipun pernah nenek saya mengalami delay sampai seharian penuh, tapi toh pihak airasia nya memberikan kompensasi.

    namanya juga airline budget ya.. kalau mau yang lebih enak mah, sekalian aja beli jet pribadi.. hehehe.. ditemenin sekalian tuh pilotnya di kokpit.. :D

  219. jayagiri00 | 17 October, 2011 10:28

    25 jalu selamet……..

  220. jayagiri00 | 17 October, 2011 10:31

    coba pemerintah jgn iya-iya aja dgn maskapai yg ada…pengalaman sudah banyak….kalau ada maskapai beli pswt ya pemerintah harus ikut mengawasi….buat apa ada dirjen perhubungan udara???? taunya hanya ngurusin politiiiik aja coba pikirkan keselamatan rakyatnya…

  221. Diano | 20 October, 2011 19:33

    Woy semuanya berisik sok hebat dan sok pinter…..

  222. occa | 25 October, 2011 12:52

    Alhamdulillah yah saya sudah sampe dengan selamat di Indonesia setelah melakukan perjalanan BPN-KL-BKK-SIN-KL-BPN bersama Air Asia. Dan selama perjalanan saya tidak merasa ada kekurangan dalam penerbangan nya.Yaaaa…jangan dibandingkan dengan penerbangan yg non budget siihh…

  223. NandoRV | 27 October, 2011 23:44

    Widih pada banyak yang Pro dan Kontra nih… Saya ga ada bela siapa-siapa disini. Tapi bagaimanapun Semua orang berhak berkomentar, asalkan dia punya pegangan yang jelas atas komentar yang dibuatnya, jangan asal nyelonong aja. hehehehe… buat saya Air Asia So Far So Good kok. Delay ? krn airline A Trouble Semua penerbangan bisa di delay kok dalam 1 bandara (inget loh saya tidak memihak sama sekali). Jadi ya sah-sah saja. Untuk lebih jelasnya coba di check di website SkyTrax. Mengapa Air Asia bisa menjadi pemenang The Best LCCC in The World loh… Monggo di check.. Pasti ada alasannya khan ? Pasti dunk. Masa iya SkyTrack di Sogok juga wkwkwkk…

  224. usmanleksono | 30 October, 2011 03:24

    Wah bener tuh mas nando. saya rasa di indonesia paling bagus Air asia. the Best LCCC in The word juga di dapat selama tiga tahun berturut turut 2009 2010 2011. sekarang ini air asia seluruh armadanya menggunakan Air Bus Brand New A320 usianya paling tua pun ngak ada yg lebih dari 4 tahun.bandingkan dengan yg lain deh ada yg pesawatnya lebih dari 8 tahun cuma catnya aja yg di buat kinclong….

  225. bobby | 31 October, 2011 21:33

    menurut saya air asia itu engga jelek kok, dan juga seperti yang saya baca di atas, pilotnya kan udh bener2 terlatih, buktinya mereka masih sanggup buat landasin pesawat yang mesin bagian kananya rusak
    dan seperti yang mas usmanleksono bilang, pesawat air asia udh pake air bus brand new semua dan usia yang paling tuanya pun engga nyampe 4 tahun
    jadi engga ada salahnya lah buat naik air asia^^
    murah meriah and aman sampai tujuan
    hahaha

  226. Wanda | 1 November, 2011 11:36

    menerut saya pilot air asia sudah bener2 terlatih tuh.. mampu mengendalikan pesawat meki 1 mesin sudah mati. serta mendarat kan pesawat dengan mulus. Kalo maskapai yg umum’y menggunakan pesawat bekas dan pilot’y yang kurang kompeten, mungkin udah lewat kali org2 yg ada d pesawat tsb..

  227. aiiu | 2 November, 2011 12:41

    waduh kk..
    klo gitu kbrngktn saya k KL bln dpn gak jd pke air asia deh…
    hehehe

    tp allahualam,,truz lah berdoa agar allah slalu melindungi qt.

  228. Noor | 7 November, 2011 09:19

    To Vic : di Philippine joint iai 2 thn lalu ,

  229. Febri | 13 November, 2011 20:37

    Air Asia??
    maskapai yang saya cintai. Dengan A320 terbaru.
    Pelayanan Cabin optimal, bersih, Kondisi pesawat baik.
    tiket murah,
    kalo masalah musibah jgn salahkan AA donk, SQ aja pernah kecelakaan. Itu semua udah takdir yang di atas.
    saya membaca semua komentar disini rata-rata komentar buruk.
    yang tidak mau naik AA lagi lah, yang bilang pesawat tua lah,
    aneh.
    Pola pikir orang indonesia yang gak pernah berubah ya ini.
    krn sekali musibah udah deh di cap jelek tu maskapai, bodoh!!!
    kayak orang gak ada pernah belajar agama aja.
    Asal tau aja AA tu maskapai LCC terbaik. Penghargaan skytrax itu bukan cuma asal kasih aja. semua dinilai.
    kapan ya pola pikir orang indonesia berubah.

    bagi saya AA maskapai terbaik yang pernah saya naiki.
    Singapore airline,Thai,GIA,Malaysia Airlines udah saya naiki tapi bagi saya AA sejajar dengan mereka. yang buat berbeda cuma premium dan low cost aja.
    soal pelayanan, kualitas SAMA!!

    go job air asia.
    sampe ketemu februari

  230. denden | 16 November, 2011 06:58

    Alhamdulillah, saya sering bolak-balik KL Jakarta dengan Air Asia lancar-lancar saja. Semua peristiwa ada hikmahnya, naas bisa kena siapa aja dimana aja, intinya mesti lebih bersyukur atas kesempatan yg masih diberikan. Salam.

  231. VooDoo | 17 November, 2011 12:45

    Untuk di ketahui temen2 saja bahwa pesawat itu adalah benda buatan manusia yg tidak akan sempurna, hanya buatan tuhanlah yang paling sempurna. kejadian tersebut bukan berarti maskapai air asia itu menakutkan, maskapai lain jika Tuhan menghendaki pasti bisa saja terjadi hal seperti itu. Memang anda telah di peringkat oleh Tuhan, Alhamdulillah masih diperingatkan dan belum di ambil dari dunia ini. Maka gunakanlah kesempatan yang telah di berikan oleh Tuhan dengan sebaik2nya..

  232. PENUMPANG SETIA | 21 November, 2011 16:16

    Ajal sih dimana aja. Naik pesawat itu paling aman, ga usah takut sama yang baca blog ini. Jalan raya paling parah. Lebaran kemarin aja 800an yang meninggal mudik dijalan. Saya selalu pake AA aman2 aja tuh, ga pernah ngalamin hal yg aneh2. So GO AIRASIA, murah meriah, hemat.

  233. bayu | 24 November, 2011 02:50

    Ah, ini mah black campaign, coba hitung maskapai Nasional yang sering celaka maskapai mana????????????????????????????? Dibayar berapa nih yg nulis blog

  234. dindong | 24 November, 2011 09:12

    air asia..gooo

  235. linda | 26 November, 2011 02:12

    Iya bener kata bayu, ini mah cuma black campaign, paling yg nulis juga baru sekali nik pesawat, biasa naik bis malem ye… Biasanye orang indonesia itu baru ngalamin SEKALI tapi komentarnye serasa udeh ribuan kali pengalamannye…
    coba naik lagi…. gue seminggu dua kali coy PP. Nyaman banget tuh Airasia.

  236. Irwan | 27 November, 2011 13:20

    Orang awam menganggap itu karena kehebatan pilot, padahal memang sudah standar. Pesawat jet itu mesinnya selalu ada 2 supaya kalo satu mati, tetap bisa jalan hingga bandara terdekat. Ibaratnya Bajaj BBG di dalamnya ada tabung gas sama tanki premium.
    Kalo delay karena ada gangguan cuaca atau mesin sih masih bisa ditolerir, tapi delay 5 jam untuk tunggu penumpang itu mirip metromini. Seperti layanan Merpati Jakarta-Merauke ngetem di Makassar

  237. linda | 30 November, 2011 14:02

    irwan, ente menyebut delay 5 jam hanya untuk menunggu penumpang…?? Bener2 ngga masuk akal, ente punya bukti ngga? Ini nih ciri2 orang indonesia, kalo ngga tau tapi seakan akan paling tau. Makanya indonesia ngga maju2…

  238. linda | 30 November, 2011 14:04

    irwan, gue yakin ente kaga pernah naik pesawat deh, 5 jam buat nunggu penumpang..?? Duuuhhh, ente kalo yg biasa naik metro mini, metro mini aje kaga pernah ngetem lebih dari 15 menitt… aiiihhh…. kibul deh ente irwann…

  239. Ijhar | 1 December, 2011 15:47

    irwan - irwan. para insinyur pesawat ngasih mesin pesawat 2 bukan buat cadangan. tapi emang di bikin 2 supaya mesin sanggup ngangkat badan pesawat. Makanya belajar fisika yg bener!.

    Lagi pula bajaj apalagi metromini sama pesawat bukan perbandingan yg cocok.

  240. vic | 3 December, 2011 18:43

    To Noor : Terima kasih banyak bu Noor, atas bantuannya selama ini. Saya bertekad & berencana utk msk flying school bln 3 di thn 2012. Saya mohon doanya ya bu Noor. Mudah2an saya lulus, dan saya bs mengikuti jejak putra ibu masuk IAA.

    Tuhan memberkati ibu Noor & keluarga :)

  241. vic | 3 December, 2011 19:00

    To Noor : Btw kalo berkenan, saya bole tau nama putra bu Noor? Atas ijin Allah kalo saya bisa saling berjumpa, saya bisa saling bertegur sapa dgn putra ibu Noor. Terima kasih :)

  242. leone | 8 December, 2011 10:45

    emang kejadian kayak gitu tidak bisa ditebak kapan terjadinya. kita cuman bisa berdoa dan berusaha memilih maskapai yg paling terjamin keamanan dan keselamatannya, klo cuman salah satu aja yg dilakuin ya… gitulah.. nyawa g sebanding ama harga tiket yg paling mahal sekalipun coy… uang masih bisa dicari lagi, klo nyawa?
    saran saya pilih yg paling baik standar safety-nya bukan murahnya… dan saya yakin semua maskapai pasti pernah ngalamin kejadian di atas, jadi mereka cuman bisa mencegah terulang kembali dengan mengetahui penyebabnya, di sini peran pemerintah untuk menetapkan regulasi yg terbaik untuk penumpang dan awak pesawat, karena merekalah yg sedang mempertaruhkan nyawanya di atas langit bukan operator bandara, teknisi pesawat ataupun pemilik maskapai, jadi kalau mereka tidak mengikuti regulasi safety yg telah dibuat, hukum aja, jgn mencla-mencle.,

  243. hermina sujono hadi | 8 December, 2011 13:23

    BER-IMAN KEPADA TUHAN YME TIDAK UNTUK DIDENGAR ORANG, maka kapanpun bila TUHAN MEMANGGIL…SIAPLAH UNTUK DATANG, apakah via AA, GARUDA, SQ, saya tidak perduli…

  244. lisa | 23 December, 2011 06:53

    jelek banget komentar saudara yohanes dan faried .. macam bukan manusia !! bukan ny tarik diri dan mending gk usah komentar !! seperti manusia yg gk punya tuhan dan punya hidup kekal !! bukan ny prihatin dan beruntung dpt info dan pembelajaran dri wacana di atas dan lbh berdekat diri pd tuhan .. amit” banget ya jd manusia !!

  245. 14045 | 28 December, 2011 09:26

    KFC Pesan antar, telpon 14045.

  246. BANG MENTRI | 30 December, 2011 17:53

    Bhusyeeeeettt dahh…
    Ammpirrr 3 tahoonnn ente-ente semua masih pada ngebahas trit ini !!!!
    lama-lama bakal bejejer kolom-kolom iklan di page ini.
    kupat tahu ampe tahu gejrot bakal empuk nih ngiklan disini.

    kagak ada kerjaan lain napa ?
    noohh cucian, berkas-berkas, file-file, ama yg kemaren disuruh print mane ?????
    udah pada kelarrr beloonn ???

    nihhh onta kasi kutbah buat ente-ente sekalian, ntar kl ada org-org ngumpul dalam gubuk, entah ape yg bikin ntu orang bisa ngumpul, ade yg tadinye niat nimbrung tp batal kagak tau jg knape, ada juge yg kagak tau ape-ape ikut-ikutan nongol ke gubuk, apa aje yg semuanye seakan sudah diatur, tiba-tiba ntu gubuk meledak !!!! siape yg ngatur ntu org pada numpuk disitu, kl ente salah satu org digubuk yg selamat, ente kudu mikir kl ente punya dosa ape, ingat-ingat ente punya salah, bertobat dan bersyukur ante bisa selamat, ente mo lari kemane …. kl udah jatahnya ente kena petir, ya kesamber juga, ente kl emang org yg beragama, ga bakal mati sengsara, yg ente perlu ingat !! sekarang ENTE MASIH SLAMAT, pake ntu sisa hidup baek-baek, kl ente emang terpaksa ngirit, perbanyak amal, kl ente borju ya ente jangan nanggapinya berlebihan ampe ngeborong semua paket asuransi, sekalian aja ente pasangin tubuh ente pakai safety bag dan jangan lupa pake helm. (ane ngakak sendiri ngebayangin ente pakai helm dipesawat).

  247. badrun | 3 January, 2012 10:03

    maaf ini mah mau menjatuhkan satu maskapai penerbangan, anda kaya yg betul saja membuat cerita kejadian ini,terlihat sedikit lebay alias hoax ceritanya

  248. wibowo | 3 January, 2012 10:07

    ah dasar ini cerita yg dibuat agen tiket maskapai tertentu,mana bukti nya cuma cerita semua org jg bisa anak sd jg bs mengarang..
    hahaha bodo2

  249. della | 8 January, 2012 20:54

    Saya pernah naik air asia jakarta-denpasar,selama ini baik baik saja,,kalau menurut anda IAA itu savety nya kurang,silakan complain kpd pihak IAA,lalu pilih maskapai lain yg menurut anda bagus..itu sudah menjadi hak anda sebagai customer..kalaupun anda naik penerbangan lain dan bukan air asia,kalau takdirnya celaka pasti celaka..ingat,garuda yg “mahal” saja bisa celaka lho ..

  250. ilham | 9 January, 2012 13:02

    cuman mau share info kalo air asia itu punya malaysia just in case blom pada tau

  251. Diva | 12 January, 2012 18:53

    Kepada mas ilham, semua orang yg komen di sini sepertinya sudah tahu kalau airasia maskapai malaysia..(termasuk saya)coba deh liat komennya dr awal,
    lalu kenapa kalau milik malaysia?
    Itu kan hak semua orang untuk memilih,,
    buat apa naik maskapai lokal kalo ternyata service nya buruk dan savety nya kurang..pasti orang akan memilih maskapai luar .. Bukan nya ga cinta indonesia,tp kalo menyangkut nyawa,,ga bisa nawar” , pasti orang akan memilih yg paling aman dong ?
    Ini cuma pendapat saya aja sih,banyak kok maskapai indonesia yg bagus,,cuma kan tergantung pilihan setiap orang ..

  252. Dita | 12 January, 2012 18:55

    Kepada mas ilham, semua orang yg komen di sini sepertinya sudah tahu kalau airasia maskapai malaysia..(termasuk saya)coba deh liat komennya dr awal,
    lalu kenapa kalau milik malaysia?
    Itu kan hak semua orang untuk memilih,,
    buat apa naik maskapai lokal kalo ternyata service nya buruk dan savety nya kurang..pasti orang akan memilih maskapai luar .. Bukan nya ga cinta indonesia,tp kalo menyangkut nyawa,,ga bisa nawar” , pasti orang akan memilih yg paling aman dong ?
    Ini cuma pendapat saya aja sih,banyak kok maskapai indonesia yg bagus,,cuma kan tergantung pilihan setiap orang ..

  253. rama | 14 January, 2012 08:03

    kepada diva/dita ga semua maskapai penerbangan nasional buruk kok mbak garuda itu dah bagus loh, saya rasa sih emang mbak divanya aja yang nasionalismenya dah luntur

  254. wahyu | 28 January, 2012 14:39

    mau rencana ke makassar silahkan hub kami untuk jasa rental mobil di 085342633633

  255. wibowo | 4 February, 2012 08:08

    ah klo celaka mah emang sudah waktunya
    cerita yg di buat adalah cerita palsu ga ada bukti,ky anak sd suka ngarang

  256. Gibraltar | 5 February, 2012 08:34

    Banyak ibadah dan jgn lupa sedekah..sedekah menolak bala…3x naik air asia, jakarta -singapore, KL - Jakarta, dan Surabaya- penang alhamdulillah aman-aman saja.

  257. cahyo | 5 February, 2012 12:26

    haha lucu nya orang2 ini, stelah melihat cerita di atas, langsung pada takut dan gak jadi beli. hidup tuh ditangan Tuhan, tidak ada maskapai yg sempurna, semua pasti pernah mengalami masalah. berpikirlah yg panjang, jangan jadi orang bodoh yg cuma melihat dari satu sisi

  258. wakijancok | 6 February, 2012 11:40

    sering naik AirAsia Bth-Cgk atau sebaliknya…murah meriah…biasa aja, take off n landing jg mulus…ngeri naik “singa” sama alm.Adam…pesawat singa ugrug2…pswt Adam gendeng, sering error…IAA lumayan mantab lah…GIA bnyak koruptor mknya mahal…Btvia sering jg error, sering pecah ban cuma ga dipublish…Mandala biasa2 aja, agak mahal jg tp pswt jg ugrag ugrug…

  259. sww | 8 February, 2012 13:08

    Yang penting, kata pepatah kuno dari Jawa: SUGENG, WARAS, WAREG, yang artinya selamat, sehat, kenyang. Pepatah ini tidak diperhatikan oleh bangsa sendiri, tetapi diperhatikan oleh bangsa barat, dan dengan sedikit modifikasi jadilah sebuah acuan kerja SAFETY, HEALTH & ENVIRONMENT..
    Selamat terbang teman-teman.. Fly Safe..

  260. Noor | 12 February, 2012 19:07

    Vic : name an. A. Fikri …skrang lbh beruntung byk flying school di Indonesia di sumatera jg Ada punya sriwijaya ….jadi apa saja baik yg important kerja itu jujur & ikhlas …smg generasi bngsa Indonesia selangkah lbh maju & lbh jujur

  261. severino | 12 February, 2012 21:49

    air asia keselamatannya terjamin solanya dia beli psawat baru A320

Silakan berkomentar, kawan!