Dec
14
Popularitas itu candu yang mengelus ego. Dan sebagian blogger menyukainya. Itu sebabnya, peringkat blogger terpopuler, daftar blogger terfavorit, atau peringkat blogger paling hot — siapa pun pembuatnya dan bagaimanapun metodenya — selalu menarik perhatian.
Begitulah yang terjadi ketika blog Indonesia Matters mengeluarkan Top 100 Indonesian Blog pekan lalu. Para blogger pun ramai-ramai menyelisik satu per satu daftar itu. Siapa tahu blog-nya ada dalam daftar. Yang blog-nya tercantum boleh jadi menyeringai lega, egonya terangkat. Yang namanya tak tertera ada kemungkinan berharap daftar itu bakal berubah suatu saat nanti.
Terus terang saya tak terlalu terpukau oleh daftar peringkat itu, meskipun salah satu — di antara belasan blog saya lainnya — ada di sana karena popularitas dan statistik bukan tujuan saya. Anda boleh berbeda pendapat soal ini. Buat saya, keterkenalan dan peringkat kuantitatif itu hanya alat ukur sementara, dan bukan segalanya. Popularitas dan statistik mungkin penting. Tapi, lalu apa setelah ini? Apakah popularitas akan menambah pengetahuan? Apakah tingginya jumlah pengunjung blog bakal membuat jumlah orang miskin dan penganggur turun? Apakah banyaknya komentar akan menjadikan korupsi lekas pergi?
Memang sah-sah saja Anda memiliki blog yang terkenal. Tidak ada salahnya pula jika blog Anda dikunjungi ratusan atau ribuan pengunjung tiap hari. Tapi pernahkah sesekali terpikir Anda keluar dari zona kenyamanan yang sedang Anda nikmati setiap hari? Pernahkah mencoba sesuatu yang lain dari sekadar menyesap manisnya madu popularitas?
Mencoba keluar dari zona kenyamanan itulah yang menari-nari di pikiran saya belakangan ini. Meski sudah mempunyai blog yang cukup populer, pengunjungnya lumayan banyak, dan ranking-nya tak memalukan amat, saya merasa belum puas. Saya harus melompat ke ranah lain–sesuatu yang berbeda dan bermanfaat. Bagaimana caranya?
Saya kira ada banyak cara keluar dari zona kenyamanan. Anda juga bisa melakukannya. Anda dapat memulainya dengan, misalnya, membuat posting yang sama sekali lain dari yang sudah Anda buat selama ini. Kalau selama ini Anda hanya mengisi blog dengan teks, cobalah sesekali menayangkan gambar/foto atau sebaliknya.
Jika Anda selama ini hanya menampilkan ulasan mengenai film dan musik, kenapa tak mencoba menyuguhkan cuplikan video klipnya sekaligus? Anda juga bisa memunculkan fitur-fitur anyar, seperti Podcast, plugin, dan widget. Pendeknya, cobalah selalu cara lain. Sering-seringlah memberi kejutan kepada para pengunjung setia blog Anda. Suguhi kemungkinan-kemungkinan baru, yang unik, khas, dan, kalau bisa, berguna bagi pembaca.
Tentu saja Anda perlu “modal” lebih dulu. Untuk keluar dari zona kenyamanan, Anda harus mendapatkan sebanyak mungkin ide baru. Gagasan anyar bertebaran di Internet. Anda tinggal menggalinya lebih dalam. Cari informasi termutakhir, dapatkan perkembangan teknologi blog terbaru. Selanjutnya Anda tinggal mengolahnya sebagai bahan posting atau layanan baru di blog.
Bagaimana menurut Anda? Sudahkah Anda mencoba keluar dari zona kenyamanan?
Benar yang ndoro bilang memangnya kepopuleran mengurangi jumlah orang yang korupsi atau statistik yang tinggi dari seorang bloger membuat orang miskin di negara kita ini berkurang? Ah ndoro sungguh mulia pernyataan itu. Saya setuju.
sudah, bos
Saya sedang mencoba membuat standard kenyamanan saya sendiri nih. Godaannya terlampau banyak…Rintangannya terutama dari dalam diri sendiri hiks:(
Belajar mengenali diri sendiri dan mengembangkan potensi diri mungkin itu modal dasar yang dimaksud sebelum mencari suntikan modal dari luar ya mas?
Sedang tahapn proses pembelajaran, jadi semua hal yang bisa memberikan arti yang berguna dan bermanfaat. Kita terus akan mencoba “Innovation for Blog”.
Blog yang pasti memberi keuntungan dan peluang bagi pembacanya itulah yang menurut saya paling diminati dan banyak dikunjungi..maka jangan berharap nyaman dalam blog jika itu tidak terpenuhi..maka keluarlah dan beri kenyamanan bagi pengunjungnya…
Yang penting sebetulnya bukan yang ngetop. Tapi apakah isi blog itu memang top dalam memberikan manfaat bagi pembacanya — dan tentu saja bagi pembikinnya
sekedar pertanyaan…apakah menjadi ngetop itu perlu??? hehehehe….tapi memang ada beberapa blog yang memang keren di list itu…
salam kenal
blognya bagus
saya dapat link blog ini dari google
kapan2 baca blog saya juga ya
makasih
ini lagi yang saya suka mas wicak karena sudah lama dibungkam mulut, “jari2″(karena nggak berani menulis sesuai hati nurani) kita2 setelah ada kesempatan terus agak (barangkali lho) kebablasan mengubar isi hati yang kadang2 lebih pada subyektivitas kemudian merasa nyaman dan enteng setelah benak terkuras lewat blog tnpa sadar terus jadi polemik yang kadang2 membuat sakit hati sendiri, marilah kita coba “ngudoroso” (curhat) lewat blog bisa membuat orang jadi “lerem ing penggalih” (berhati tenang) lebih rendah hati dll.
setuju teman2? MERDEKA
bagi kami, sudah cukup membahagiakan jika blog kami dapat menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi pembaca
jadi ingat kriteria tempo untuk memilih 100 teks terpenting tentang imaji kebangsaan. bukan banyaknya pembaca yang penting tetapi pada isi dan besarnya pengaruh. syukur-syukur bila ada blog dengan isi dan pengaruh yang hebat, populer pula. top 100