Nov
16
UNTUK siapakah sebenarnya kita membuat blog? Untuk diri sendiri atau orang lain? Begitulah pertanyaan yang sering saya dapatkan. Mereka mengajukan pertanyaan tersebut karena, menurut mereka, “kepada siapa kita nge-blog”, itu akan menentukan isi blog.
“Misalnya saya ini, Mas. Saya kan cuma mau menumpahkan isi kepala saya. Boleh, nggak?” begitu tanya seorang kawan.
Tentu saja tak ada yang melarang. Bila sebuah blog dimaksudkan hanya untuk dibaca sendiri oleh pembuatnya, isi blog tentu boleh asal-asalan atau sesuka hati asalkan tak menyinggung perasaan orang lain. Pemilik blog bebas mengisinya dengan catatan harian yang tak penting bagi orang lain, gambar atau foto pribadi, agenda, dan sebagainya.
Konsekuensinya, dengan isi yang sangat personal itu, seorang blogger tak perlu terlalu berharap blog-nya akan dikunjungi orang atau tidak, apakah blog-nya akan duduk di posisi atas peringkat versi Technorati dan Google PageRank atau tidak, atau apakah dia akan jadi terkenal atau setitik debu di belantara ratusan ribu blog lain. Ekspresi lebih penting ketimbang statistik traffic ataupun jumlah komentar yang masuk.
“Tapi kenapa ada blog personal yang populer, Mas?” tanya yang lain.
“Kenapa tidak?” saya balik bertanya.
Bisa saja sebuah blog pribadi memanen pengunjung, meski pemiliknya tidak secara sengaja membuat blog-nya populer. Ini mungkin terjadi, misalnya, karena kebetulan tulisan-tulisan di blog tersebut memang menarik, cocok dengan selera pengunjung, lucu, unik, dan sebagainya.
Sebaliknya, seandainya sebuah blog dibuat untuk melayani kepentingan pembacanya, isinya pun harus disesuaikan. Posting di blog tersebut perlu mempertimbangkan unsur kebaruan, ketertarikan pembaca, magnitude, dan sebagainya. Pengunjung ada kemungkinan akan sering mampir jika isi blog sering diperbarui. Jika sebuah blog sering menampilkan tulisan yang menarik pembaca, otomatis blog bakal kerap dikunjungi.
Saya sendiri pada mulanya membuat blog untuk menyimpan koleksi foto-foto anak saya. Saya mau menjadikannya album kenangan yang bisa dilihat hingga anak-anak dewasa nanti. Saya tak peduli apakah orang akan tertarik datang dan menikmati album foto itu atau tidak. Karena itu, saya jarang memberitahukan keberadaan blog itu kepada banyak orang. Saya cuma ingin menikmati sendiri dan memamerkannya kepada keluarga dan para sahabat terdekat.
Lama-kelamaan, saya mengetahui bahwa blog memiliki manfaat lain yang mengasyikkan. Blog ternyata bisa menjadi sarana berbagi informasi, pendapat, gagasan, pengalaman, lelucon, kampanye, dan sebagainya.
Akhirnya, saya membuat beberapa blog lagi–dengan sengaja–untuk menarik pengunjung datang. Salah satu caranya adalah dengan membuat posting yang berkaitan dengan isu yang sedang hangat, dan terutama kontroversial, di masyarakat. Dengan cara ini, pengunjung tergoda untuk datang dan berkomentar
.
Anda bebas memilih apakah mau menikmati blog pribadi Anda untuk diri sendiri atau demi menarik pengunjung. Pilihan ada di tangan Anda.
Blog bisa jadi agen perubahan masa depan, apalagi komunitas blogger sudah semakin mapan dan menunjukkan potensi dalam mempengaruhi budaya komunikasi bangsa ini. Hanya butuh intensitas dan konsistensi yang lebih baik.
Ayo, gunakan blog sebagai alat untuk mengubah bangsa ini menjadi lebih baik!!!
Cuma mau menambahkan saja,
Biasanya blog yang santai dan ringan-ringan saja malah pengunjungnya lebih banyak jika dibanding dengan blog yang “serius”.
Tapi itu biasanya lhooo …. bisa juga saya salah.
Membawa perubahan? Hm… why not? Mungkin perlu dikumpulkan ide-ide “How To” nya. Misalnya neh, bagaimana kalau blognya itu dibuat untuk bisa ngobrol dengan orang di desa yang punya “telecenter” (lihat http://www.indonesiatelecenter.net). Nah temen-temen mungkin bisa ‘menyumbang’ setengah jam dalam seminggu untuk ngobrol atau memberikan masukkan atau memberikan ‘training’ kepada orang-orang desa. Topiknya ya sesuai dengan apa yang kita bisa. Misalnya kita kerjanya sebagai project manager, ya mungkin bagi-bagi ilmu mengenai itu supaya mereka lebih baik dalam me-manage kegiatan-2 mereka. Kalau kita punya bisnis kue misalnya, mungkin bisa memberikan tips-tips bisnis jualan kue biar laku. dll… dll…
Saya setuju dengan CakBowo, blog yang serius kadang sepi pengunjung, tapi lain lagi blog serius yang dikemas dengan nada humor
@CakBowo memang belum ketemu blog yang berhasil menjembatani dunia yang serius dengan alam santai; seakan buat Indonesia memang kedua alam ini tidak bisa dipertemukan.
bagi saya ngeblog adalah sarana untk melth membuat tlsan yg baik.jd komentar2 yg ada akn sy jdkan mskan dan bhn koreksi.
blog…, saya menggunakannya sebagai rasa ingin membangi informasi kepada orang lain. sambil begitu, secara tidak langsung juga sedang mendokumentasikan gagasan-gagasan. memang ada rasa bangga, manakala banyak yang mampir, soalnya, menjadi ukuran banyak orang yang bisa saya bagi, terlebih kalau mereka meninggalkan komentar, artinya, mereka tidak sekedar mampir, tapi peduli dengan informasi. di sinilah saya merasa bangga sebagai pemilik blog.
saya termasuk salah satu peminat dunia blogger. dalam aratian, orang yang lebih menjadikan blog sebagai tempat penyaluran kreatifitas, bukan orang yang riwa-riwi dairi satu blog ke blog lain…..
hanya saja,saya sendiri sadar bhwa akhirnya saya tak bisa apatis. tak mungkin saya berharap orang mengunjungi blog saya, jika saya mengunjungi blog dia duluan…
jadi negeblog adalah untuk saya-Anda-dan mereka, para pembaca….
Bagi saya, ngeblog mulanya untuk dokumentasi naskah-naskah yang sudah terpublikasi. Tapi kemudian blog tidak hanya berfungsi untuk dokumentasi semata, melainkan bagian dari komunikasi antar blogger.
Blog memang fleksibel. Saking bebasnya, karakter blog didominasi oleh opini. maklum, kebanyakan blog dikelola oleh individu-individu. tantangan sekarang adalah, bagaimana menjadi blog ini memiliki karakter yang berbobot, yakni mengarah pada objektivitas penulisan. Karena itu blogger mau tidak mau harus memperhatikan metode penulisan jurnalistik juga.
salam
faiz
setuju. tapi tergantung blognya memang jenisnya apa. kalau di blog saya di halaman utama pembaca sudah saya peringatkan kalau tulisan saya tentu subjektifitasnya ada tapi saya buat seobjektif mungkin. jadi pembaca sudah aware duluan.
[...] Link Menarik Tentang Blog Kumpulan Link Menarik Tentang Blog dari Beberapa Blog: 1. Nge-Blog Itu Untuk Siapa 2. Tips Mulai Ngeblog (1): Fase Latihan 3. Tips Mulai Ngeblog (2): Mulai Fokus 4. Tips Mulai Ngeblog (3): Konsisten 5. Tips Ngeblog buat Pemula (1): Posting Perkenalan - Apa Itu Blog? 6. Tips Ngeblog buat Pemula (2): Posting Perkenalan - 9 Pertanyaan buat Calon Blogger 7. Tips Ngeblog Buat Pemula (3): Posting Perkenalan - Memilih Platform Blog 8. Tips Ngeblog buat Pemula (4): Posting Perkenalan - Memilih Nama Domain 9. Tips Ngeblog buat Pemula (5): Memilih Desain 10. Tips Ngeblog buat Pemula (6): Content - Memilih Topik Niche 11. Tips Ngeblog buat Pemula (7): Content - Gaya Penulisan 12. Tips Ngeblog buat Pemula (8): Content - Format Posting [...]
saya ini seorang jurnalis, tapi sayang sekali baru saat ini saya mengenal blog dan ingin menjadi seorang blogger. bagaimana caranya agar saya bisa memulai jadi seorang blogger yang handal ya?
dengan blog, saya jadi dipaksa harus menulis, atau sekadar ganti layout.
(kan malu kalau blog isinya tidak up to date hehe..)
yang penting menulis, atau kata pak pembantu rektor saya, pokoknya menulis.
blog walking.
ngeblog memang enak. aku punya beberapa blog, gak canggih, gak informatif, gak keren.
tapi….
tetap aja aku bikin blog,
karena nge blog memang enak
Benar!!!
blog itu untuk spa sja
kita bisa bnyak blajar diblog
ngeblog…kita bisa dapet banyak hal dari blog..hal baru, pandangan baru, ispirasi baru..atau sekedar mendapatkan beberapa detik untuk merenungi isi tulisannya….^^
Selain diary, anggap saja outlet dari ide yang kurang tersalurkan atau kurang dapat diterima yang lain. Syukur 2 ada komentar sehingga ada pembelajaran dan memperluas wawasan. Bisa juga semacam carthasis, self therapy untuk mengurangi perasaan dan emosi yang kurang menyenangkan; sebaliknya juga memperkaya emosi dan perasaan yang menyenangkan dan menambah perasaan well being. Bagi saya pribadi yang makin tua karena usia untuk maintan agar deteriosasi memory tidak terlalu cepat dan menyalurkan hobi menulis. Terima kasih.
Wasalam,
H. Tanumihardja
ngeblog untuk apa? to write a good nonsense, haha…
bagaimana caranya mempublikasikan blog saya dan bgaimana cra mereka mengunjunginya. thank
Klau saya sih ngeblog karena hobby saja,…mungkin karena masih baru belajar kali ye,..
thx atas infonya .
Wah, blog sepertinya jadi mainan baru bwt saya, ha,ha,ha
iya juga ya,, tapi blogq malah bejibun iklan,, salahkah aq yang masih terlalu awam di percaturan blog ini?,, minta advice nya yaa