<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Mimpi Mao</title>
	<atom:link href="http://blog.tempointeraktif.com/digital/mimpi-mao/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/mimpi-mao/</link>
	<description>Enak di Blog dan Perlu</description>
	<pubDate>Wed, 16 May 2012 22:55:11 +0000</pubDate>
	
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Saya</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/mimpi-mao/comment-page-1/#comment-57642</link>
		<dc:creator>Saya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 21:39:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=930#comment-57642</guid>
		<description>@kamu lagi, toh pejabat2 pemerintah bukankah mereka pun berasal dari rakyat kecil? tanpa adanya HUKUM dan pencipta hukum yg betul2 tegas dalam mengikat, mengatur dan memaksa mati rakyatnya..maka kacau balaulah yg bakal menanti..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@kamu lagi, toh pejabat2 pemerintah bukankah mereka pun berasal dari rakyat kecil? tanpa adanya HUKUM dan pencipta hukum yg betul2 tegas dalam mengikat, mengatur dan memaksa mati rakyatnya..maka kacau balaulah yg bakal menanti..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Saya</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/mimpi-mao/comment-page-1/#comment-57640</link>
		<dc:creator>Saya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 21:33:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=930#comment-57640</guid>
		<description>@kamu, indonesia emang sudah parah disegala bidang..dan bisa lagi lebih parah lagi jika semuanya sikapnya sama seperti anda.. memang anda tidak salah..sikap bangga dan cinta bisa tumbuh karena itu adanya  suatu benefit/keberuntugan terhadap kita.. ta[i tanpa sikap rela berkorban.. sebuah bangsa tidak akan bisa berhasil</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@kamu, indonesia emang sudah parah disegala bidang..dan bisa lagi lebih parah lagi jika semuanya sikapnya sama seperti anda.. memang anda tidak salah..sikap bangga dan cinta bisa tumbuh karena itu adanya  suatu benefit/keberuntugan terhadap kita.. ta[i tanpa sikap rela berkorban.. sebuah bangsa tidak akan bisa berhasil</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kamu</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/mimpi-mao/comment-page-1/#comment-55842</link>
		<dc:creator>kamu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 18:32:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=930#comment-55842</guid>
		<description>kenapa kamu mencintai sesuatu yang dia aja tidak mencintai kamu... kamu bilang kamu cinta indonesia.... ??? terus apa peduli indonesia sama kamu..hah..
rumah digusur... pengemis di kembang biak kan... anak jalanan di telantarkan...  pejabatnya BEJAT2...HAH... apa elu orang pernah pikir pake elu punya otak......hah... PEJABAT BUSUK ITU BERKATA ... SEMUA UNTUK INDONESIA demi indonesia.... lalu apa yang kita dapet.. hah..
BANJIR... MACET TIAP HARI....
MANA INDONESIA.... KATANYA 
"iNDONESIA SEJAK DULU KALA TELAH DI PUJA-PUJA BANGSA.." Cuiiihh
ga malu apa sama pasukan pengemis... anak putus sekolah...
hahh... pikir pake elu punya OTAK</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kenapa kamu mencintai sesuatu yang dia aja tidak mencintai kamu&#8230; kamu bilang kamu cinta indonesia&#8230;. ??? terus apa peduli indonesia sama kamu..hah..<br />
rumah digusur&#8230; pengemis di kembang biak kan&#8230; anak jalanan di telantarkan&#8230;  pejabatnya BEJAT2&#8230;HAH&#8230; apa elu orang pernah pikir pake elu punya otak&#8230;&#8230;hah&#8230; PEJABAT BUSUK ITU BERKATA &#8230; SEMUA UNTUK INDONESIA demi indonesia&#8230;. lalu apa yang kita dapet.. hah..<br />
BANJIR&#8230; MACET TIAP HARI&#8230;.<br />
MANA INDONESIA&#8230;. KATANYA<br />
&#8220;iNDONESIA SEJAK DULU KALA TELAH DI PUJA-PUJA BANGSA..&#8221; Cuiiihh<br />
ga malu apa sama pasukan pengemis&#8230; anak putus sekolah&#8230;<br />
hahh&#8230; pikir pake elu punya OTAK</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ega</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/mimpi-mao/comment-page-1/#comment-51724</link>
		<dc:creator>Ega</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 20:19:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=930#comment-51724</guid>
		<description>Banguuuuuuunnnnn..
Mimpi mulu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Banguuuuuuunnnnn..<br />
Mimpi mulu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: saya</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/mimpi-mao/comment-page-1/#comment-51708</link>
		<dc:creator>saya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 14:19:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=930#comment-51708</guid>
		<description>Memang kalo bicara enak, apa lagi membicarakan orang lain. Tapi apakah sudah melakukan sendiri sekalipun yang paling kecil bagi kebaikan bangsa dan negara ini... yang saya katakan "cinta" bangsa dan negara saya. Sering mendengar dan nampaknya benci terhadap korupsi, padahal hal terkecil, lampu merah sering dilanggar karena disana tidak ada polisi. Verboden belok ke kanan atau kekiri juga diterobos... sampai2 harus batu berbicara (penghalang jalan karena sering dilanggar): "hayo belok" juga tetap dilanggar... sampai2 polisi harus mengawasi baru patuh tapi dengan terpaksa, bila dia pergi... masa bodoh..., atau ada orang yang mau belok tapi gak rela mengasi dia jalan, namun bila saya yang mau belok harus dikasi jalan, dan saya masih bicara sebagai orang beragama yang paling baik. Maaf saya tidak menuduh siapa saja yang membaca ini... tapi itu untuk saya kok yg ingin menyumbang bagi bangsa dan negara Indonesai yang saya benar2 cintai mulai dari hal yg kecil dari pernyataan iman saya kepada DIA yang tidak saya lihat tapi saya rasakan hadir dimana saja, ya saya ingin menjadi saluran bagi kebaikanNya. Ah... sudahkah saya ini benar2 mencintai bangsa (sara)dan negara saya "Indonesia".</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang kalo bicara enak, apa lagi membicarakan orang lain. Tapi apakah sudah melakukan sendiri sekalipun yang paling kecil bagi kebaikan bangsa dan negara ini&#8230; yang saya katakan &#8220;cinta&#8221; bangsa dan negara saya. Sering mendengar dan nampaknya benci terhadap korupsi, padahal hal terkecil, lampu merah sering dilanggar karena disana tidak ada polisi. Verboden belok ke kanan atau kekiri juga diterobos&#8230; sampai2 harus batu berbicara (penghalang jalan karena sering dilanggar): &#8220;hayo belok&#8221; juga tetap dilanggar&#8230; sampai2 polisi harus mengawasi baru patuh tapi dengan terpaksa, bila dia pergi&#8230; masa bodoh&#8230;, atau ada orang yang mau belok tapi gak rela mengasi dia jalan, namun bila saya yang mau belok harus dikasi jalan, dan saya masih bicara sebagai orang beragama yang paling baik. Maaf saya tidak menuduh siapa saja yang membaca ini&#8230; tapi itu untuk saya kok yg ingin menyumbang bagi bangsa dan negara Indonesai yang saya benar2 cintai mulai dari hal yg kecil dari pernyataan iman saya kepada DIA yang tidak saya lihat tapi saya rasakan hadir dimana saja, ya saya ingin menjadi saluran bagi kebaikanNya. Ah&#8230; sudahkah saya ini benar2 mencintai bangsa (sara)dan negara saya &#8220;Indonesia&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: early</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/mimpi-mao/comment-page-1/#comment-51578</link>
		<dc:creator>early</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 22:39:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=930#comment-51578</guid>
		<description>indonesia memang harus punya mimpi, tapi jujur saja saya tidak mau mimpi kita seperti negara china itu, duhhh bayaran utk merusak lingkungan yg sangat mahal dan polusinya mengerikan !! kita harus inovatif tanpa harus melakukan insutrialisasi besar-besaran. kita harus tetap berbasis pada budaya dan wisata..kreatif di sektor jasa, bukan manufaktur :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>indonesia memang harus punya mimpi, tapi jujur saja saya tidak mau mimpi kita seperti negara china itu, duhhh bayaran utk merusak lingkungan yg sangat mahal dan polusinya mengerikan !! kita harus inovatif tanpa harus melakukan insutrialisasi besar-besaran. kita harus tetap berbasis pada budaya dan wisata..kreatif di sektor jasa, bukan manufaktur <img src='http://blog.tempointeraktif.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Blog Inspirasi</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/mimpi-mao/comment-page-1/#comment-51148</link>
		<dc:creator>Blog Inspirasi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 08:44:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=930#comment-51148</guid>
		<description>Hal-hal yang luar biasa selalu berawal dari sebuah mimpi...dan tentunya dgn kemauan utk mewujudkan mimpi tersebut.. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hal-hal yang luar biasa selalu berawal dari sebuah mimpi&#8230;dan tentunya dgn kemauan utk mewujudkan mimpi tersebut.. <img src='http://blog.tempointeraktif.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aditya loemoengga</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/mimpi-mao/comment-page-1/#comment-51038</link>
		<dc:creator>aditya loemoengga</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 07:40:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=930#comment-51038</guid>
		<description>Indonesia bisa maju seperti China kalo presidennya tidak peragu dalam mengambil keputusan-keputusan penting dan hanya bisa berwacana plus mengeluh........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia bisa maju seperti China kalo presidennya tidak peragu dalam mengambil keputusan-keputusan penting dan hanya bisa berwacana plus mengeluh&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bandengmentah</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/mimpi-mao/comment-page-1/#comment-50905</link>
		<dc:creator>bandengmentah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 11:49:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=930#comment-50905</guid>
		<description>nggak ada gunanya meributkan Mao atau Deng, yang lebih berguna adalah bagaimana membuat Indonesia "bergerak" seperti Cina. Itu baru Cina, belum lagi India</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nggak ada gunanya meributkan Mao atau Deng, yang lebih berguna adalah bagaimana membuat Indonesia &#8220;bergerak&#8221; seperti Cina. Itu baru Cina, belum lagi India</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: burhan</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/mimpi-mao/comment-page-1/#comment-50694</link>
		<dc:creator>burhan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 07:53:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=930#comment-50694</guid>
		<description>@ddy: betul. setelah mimpi diletakkan mao, deng menjabarkannya dg baik.

@hadiah Tinenbergen mungkin lupa, bagaimana mungkin negara industri mau menyumbangkan 0,7 % GNP nya. Mereka saja kini menggunakan senjata WTO untuk masuk ke negara berkembang.

@ wp : masih untunglah kalau kita punya mimpi :-) daripada mimpi saja tak punya. keterlaluan kan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ddy: betul. setelah mimpi diletakkan mao, deng menjabarkannya dg baik.</p>
<p>@hadiah Tinenbergen mungkin lupa, bagaimana mungkin negara industri mau menyumbangkan 0,7 % GNP nya. Mereka saja kini menggunakan senjata WTO untuk masuk ke negara berkembang.</p>
<p>@ wp : masih untunglah kalau kita punya mimpi <img src='http://blog.tempointeraktif.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> daripada mimpi saja tak punya. keterlaluan kan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

