Jun
26
Kegilaan iPhone 4

Ben Paton & Alex Lee menjadi pembeli iPhone 4 di London (The Sun)
“Absurd!” Begitu mungkin komentar kebanyakan orang terhadap penggemar produk merek Apple. Tak ada yang lebih absurd dari mereka. Bahkan, para bonek Persebaya atau bobotoh Persib pun bisa kalah absurd dibanding mereka.
Lihatlah Joseph Lobato. Wajahnya kuyu. Dia duduk bersandar di depan salah satu gerai Apple di San Francisco. “Saya tidak tidur sudah 30 jam,” kata Joseph, pengantre paling depan iPhone 4 di gerai itu. Demi sebuah ponsel Joseph, pemuda 31 tahun itu, rela menderita puluhan jam. Dia bersama 20 orang pengantre lainnya harus menginap di depan toko. Mereka harus berjuang melawan hawa dingin. Bekal mereka, jaket, sleeping bag, kursi dan camilan.
Itu baru secuil kegilaan para pemburu ponsel iPhone generasi keempat yang pekan ini mulai dijual Apple. Alex Lee, 24 tahun, rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membayar pesawat dari Dubai tempatnya tinggal, ke London, Inggris. Juga untuk antri iPhone 4 yang dijual perda pada 24 Juni 2010 di Amerika Serikat, Jepang dan Eropa.
Alex, pemuda berdarah Cina itu menjadi pengantre pertama di London mengalahkan 500 orang lainnya yang ikut antre. Setelah 32 jam mengantre terjadilah bencana. Kamis (24/6) pagi, saat jam Big Ben berdentang tujuh kali, mestinya itu adalah saat bersejarah bagi Alex. Tapi tidak. Saat toko Apple buka, Apple menolak melayani Alex karena dia memasukann pesanan lewat surat elektronik.
“Saya sudah antre di sini jauh lebih lama dari orang lain,” katanya memelas.
Sang pelayan berkukuh menolak. Akhirnya iPhone iPhone 4 pertama di Inggris jatuh pada Ben Paton. Pria 23 tahun asal Somerset yang hanya mengantri 16 jam tapi dia memasukkan pesanan lewat surel.
Bahkan kegilaan seperti itu juga sudah menular hingga ke Jakarta. Banyak orang Jakarta yang ikut histeria dengan iPhone 4. Dimas, adalah salah satu contohnya. “Saya sudah pesan iPhone 4 langsung dari Seattle,” katanya senang. Matanya berbinar-binar. Keluarga Dimas ini boleh dibilang keluarga yang telah dijajah Apple. Dia telah memiliki satu iPad untuknya dan dua iPad untuk dua adiknya. Dia juga telah memiliki iPhone versi terdahulu iPhone 3GS.

Penjualan iPhone vs BlackBerry
Kegilaan seperti Dimas, Joseph, Alex Lee yang menyeberangi lautan seperti itu tentu saja dambaan Apple. Berkat kegilaan seperti itulah di hari perdana, Apple telah mengantongi penjualan 1,5 juta uni. Wow. Itu klaim Chief Financial Officer Apple Peter Oppenheimer.
Kegilaan itu tak hanya menginfeksi individu-individu belaka, tapi juga menular ke berbagai perusahaan. Perusahana seperti Bausch & Lomb Inc, misalnya, telah membeli iPhones untuk karyawannya. Ponsel itu akan menggantikan 1.2000 BlackBerry yang kini menjadi senjata para tenaga penjualnya.
Pangsa pasar korporat selama ini 70 persen dikuasai BlackBerry. iPhone memang belum sepenuhnya belum bisa menggusur. Saat ini, Apple baru menguasai 29 persen pangsa pasar. Angka itu meningkat dibandingkan tahun lalu hanya 17 persen.
Bausch & Lomb pindah ke iPhone karena kini ponsel keluaran Apple telah bisa mengadopsi teknologi pengolah dokumen ala Microsoft seperti Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint. Selain itu isu keamanan yang selama ini dikeluhkan kalangan korporat juga sudah ditambal.
iPhone rupanya tetap menjadi sang fenomena dan selalu saja mendatangkan kegilaan-kegilaan baru.
Apple memang perfect, tapi saya cuma bisa menjajal ipod nanonya saja. Lha wong harganya selangit
emang manteb banget neh iPhone4
biasa ajalah produkny… masih mantap yang berbasis android…
Saya tak pernah heran dgn fenomena masyarakat moderen yg konsumtif ini.Inilah keberhasilan visi dan misi Neoliberalisme menjajah penganutnya sampai pada kondisi tak sadar telah menjadi budak. Bagiku, komunikasi lewat surat yg diketik dgn mesin tik juga tak masalah.Bahkan ini lebih baik, ketimbang kita menjadi budak atas teknologi yg justru menyesatkan.
Hebat bgt apple bisa menbikin orang menyebrangi lautan demi membelinya. Apalgi ada promo gratisan yah, pasti lebih gila lagi antrinya :p
Gila banget orang-orang ini?!
mereka punya tuhan baru sekarang: Apple,,, yang bisa memberikan mereka segalanya, termasuk hidup dalam komunikasi maya, tak perlu bertatap muka, hanya tulisan dan suara…
ayo donk tuhan apple, tolong beri kami makan secukupnya!
Simple saja, karena aplikasi Apple memang (lebih) berguna dibanding gadget lain. Mahal atau tidak, itu relatif. Seperti umumnya orang membeli baju, ada yang mahal dan ada yang murah. Tinggal pintar-pintar disesuaikan dengan kemampuan. Untuk bung TEPE, saya rasa Anda yang menganggap Apple sebagai Tuhan. Kami tidak.
Makin gila orang dengan teknologi…makin malas untuk bersosialisasi secara langsung lama2 jalanan sepi….. wkwkwk… duit gak kuat beli ipun…kapan2 saja deh saya
Mau-maunya keleleran di jalan demi sebuah handphone. Terus kalau sudah berhasil, dapat apa? paling cuma bangga aja.
Mending kalau tiket pesawat & HPnya gratis.
gak beda dengan pendukung sepakbola, kalau sudah fanatisme berlebihan jadinya ya seperti itu. itulah kekuatan media informasi, tanpa ‘pemberitaan’ semuanya nothing. cuma ya itu tadi, yg penting gak lupa diri apalagi lupa ingatan ha ha.
Pengen punya iphone 4 nih
tapi .. yang gratis … ada gak ya ??
biaya produksi pembuatannya sich cukup murah, tapi harga retailnya gila-gila-an. Bener2 kegilaan iPhone 4. Hmm…… jd ikut ngiler jg, beli ah…….. tp stlh mslh teknis di iPhone 4 nya udah di perbaiki Apple.
kembalilah ke khittah, handphone untuk bertukar suara dan sms aja. yang lain cuma tambahan. jangan terlalu gila
Walahhhh….Ipad aja gak kebeli..trus ada Iphone 4….ampuun
apa siiih kelebihanyaaaa??? & kebutuhan kita?
di jakarta, koq msih keliatan banyak ya yang pake HP keren & gaya tapi ga maksimal makenya karena sebenernya gaptek& belum butuh, mubadjir dah
iseng kali yee si alex duitnya udh kebanyaka so boleh pinjam dikit
iPhone4 akan msk ke Indonesia 2 Thn lg X yeee
wakakakaka…………
jadi pengen beli juga,neh..tapi nunggu harganya 2 jutaan dulu.masih lama ga,ya…??