Aug
10
Jurus Jepang dan India
Menggambar kartun adalah sebuah tugas sedih: usaha menyebarkan rasa humor, kebahagiaan, tapi dengan duit kecil. Itulah yang sempat terlintas di pikiran animator kondang asal Jepang, Ryo Ono.
Selama lebih dari satu dekade, tubuh Ono tersedot di dunia produksi drama TV dan film di Tokyo. Malangnya, Tokyo tak ramah kepada direktur kreatif itu atau sang empunya ide. Pikiran dan energinya 10 tahun lalu hanya dihargai gaji Rp 8,5 juta per bulan. Studio dan stasiun TV kelewat pelit.
Ia tak mau menyerah kalah. Ono, 37 tahun, pindah ke Prefektur Shimane, wilayah kecil di luar Tokyo. Di Shimane, dia sedikit bisa bernapas. Ongkos hidup tak mencekik seperti di Tokyo. Dia mulai membikin animasi menggunakan sebuah komputer biasa dengan program yang murah, yakni Flash.
Kegigihannya itu menjelma di sebuah kamar. Cuma seukuran kamar kos mahasiswa biasa-biasa. Tapi itu tak terlalu sempit buat meniupkan imajinasi.
Setiap pagi, Ono menggambar, menulis skenario, bahkan, dengan alat sederhana, mengisi suara sendiri film animasi pertamanya.
Dia menerbitkan animasi pertamanya, Sugai-kun dan Kzoku-ishi, di situs pribadinya pada 2004. Film kartunnya itu berkisah soal keluarga kulit hitam yang tinggal di Shimane. Dia melukiskan sentilan-sentilan lucu di keluarga itu.
Kegigihan ternyata menemukan jalannya sendiri. Beberapa bulan kemudian, situsnya populer dan menarik 50 ribu halaman kunjungan (page view) per hari. Dia lalu coba-coba menjual DVD karyanya sendiri itu dan terjual 5.600 keping serta mendatangkan uang Rp 960 juta (11.200.000 yen). “Akhirnya saya punya penghasilan,” kata Ono. Sejak itu namanya meroket dan studio-studio besar meliriknya. Bahkan Toshiba juga menjadikan kartunnya sebagai ikon produk mereka.
Animasi Flash bikinan Ono tak seindah buatan para animator Jepang terdahulu. “Kuncinya ada pada kecepatan produksi. Itu akan membikin murah biaya,” katanya. Animator Jepang lainnya butuh berminggu-minggu untuk membuat animasi sepanjang 30 menit. Ono tidak. Dia hanya butuh beberapa hari.
Animator-animator ala Ono inilah yang kini mendominasi film-film kartun dunia. Bahkan mereka juga menjajah Hollywood.
Apa yang mereka punya tapi tak dipunyai animator Indonesia? Rasanya tak ada. Modalnya cuma ide, kepandaian menggambar, dan software Flash, yang harganya cuma beberapa dolar–bukan jutaan rupiah.
Animator Indonesia mestinya bisa meniti sukses seperti Ono. Toh, dari dulu kita punya bibit hebat. Masih ingat film kartun Si Huma, yang diputar di TVRI pada 1980-an? Kalau dibandingkan dengan film kartun Naruto, Si Huma mungkin tak terlalu ketinggalan.
Animator Indonesia mestinya belajar dari Ono dan juga dari India. Tahun lalu, bioskop-bioskop di India tak cuma dihiasi film yang cuma menari dan berjoget. Ada beberapa film animasi bikinan India sendiri yang menyodok ke layar perak, seperti Roadside Romeo, Ghatothkach, Dashavatar, dan My Friend Ganesha 2.
Sementara di negeri ini para produser masih sibuk bikin film sekitar kuburan atau komedi-cinta, yang merupakan reinkarnasi dari film masa Dono-Kasino-Indro, India telah membuat 85 film animasi. Dan mereka percaya, pasar film animasi ini tak cuma anak-anak, tapi juga seluruh segmen. Dari film animasi itu mereka mengeruk uang US$ 460 juta (sekitar Rp 4,6 miliar)
Seperti Ono, para animator India ini bisa memproduksi film lebih murah ketimbang Hollywood. Sementara film seperti Finding Nemo menelan biaya US$ 60-80 juta (Rp 600-800 miliar), biaya film animasi India cuma US$ 2-2,5 juta (Rp 20-25 miliar). Mereka sukses dengan ongkos segitu. Indonesia, bagaimana?
Indo bukannya udah ada yg di Batam. Abis sekitar $4jt kalo ga salah
masalahnya simple saja. di Indonesia, animasi masih identik dg anak kecil, sehingga masih relatif sulit berkembang seperti di India, apalagi di Jepang.
just my gocap
Mas Adi, yang di Batam itupun juga yang membiayai khan pemerintah Singapura. Memang yang bikin orang-orang Indonesia, tapi yang punya dana alias produsernya Singapore. Ironis memang… padahal Indonesia yang punya bakat dan talenta tapi produser-produser Indonesia ga punya inisiatif.
kalo di sini kendala buat dunia animasi banyak banget. mulai dari keluarga, orang tua anggap profesi main2. pemerintah, ga ada dukungan kongkrit (kasih pajak murah dong buat komputer). dan lain-lain. ntar dikira curhat
Ah, ngga juga….ngga cuma film hantu2an atau komedi cinta… Ada film Laskar Pelangi, ada film yg bertema olahraga spt Garuda Di Dadaku & King. Film kita juga kan baru bangkit lagi, bersabarlah…dgn jumlah yang masih sedikit tapi sudah bisa merambah ke dunia internasional, saya pikir jangan khawatirlah…….soal film animasi memang dominasi Jepang sulit ditembus, Amerika aja kalah kok! Tapi tidak ada yang tidak mungkin, suatu hari Indonesia juga pasti bisa kok!
sebenarnya ga perlu tergantung pada pemerintah atau dana atau tetek bengek seperti itu…untuk mereka yang punya bakat buat animasi ya berkaryalah dan bagikan sebanyak2nya pada dunia tak terbatas spt dunia maya..
mungkin saya bukan seorang animator tapi setidaknya saya juga punya usaha tersendiri untuk membuat animasi karya pribadi saya dan membaginya di youtube atau myspace dll..
kalo ga ada yang dukung ya dukung diri sendiri..tul gak?
Belum lagi film animasi 3 D buatan India lainnya MAHAYODDHA RAMA yang kualitas animasinya mengagumkan
Indonesia, Upin dan Ipin karya anak Jogja (yg gak dihargai bangsa sendiri)
kalo memang upim dan ipin punya anak jogja alangkah malangnya indonesia….
Wah bisa dicoba tuh,infonya mencerahkan,terima kasih.
Bahkan konon pootensi akal dan otak kita lebih baik dibanding bangsa lain…mungkin krn gak di asah aja ya.
animator kita memang penyabar..
animator tuh duitnya ga banyak! paling cukup tuk ngrokok aja.
yng perlu di ingetin tuh para konlomerat,pemerintah, utk menginvest duitnya ke animasi.seperti jepang,malaysia , singapore.mereka membagi rezekinya ke para animator.
dengan cercaan,hinaan, animator kita tetep sabar mencari bulanan. walau kerja utk negara lain….
One of the more impressive blogs Ive seen. Thanks so much for keeping the internet classy for a change. Youve got style, class, bravado. I mean it. Please keep it up because without the internet is definitely lacking in intelligence.
I like this site its a master peace ! Glad I noticed this on google .
Najlepszy Adwokat w Poznaniu. Potrzebujesz pomocy ? To dobrze Trafisz do swojego Adwokata!!!
Najwiekszy Deweloper mieszkan w centrum Wroclawia serdecznie zaprasza do ogledzin mieszkan oraz wyboru odpowiedniego apartamentu dla panswa. Zapraszamy serdecznie !!!!
Najwiekszy Deweloper mieszkan w centrum Wroclawia serdecznie zaprasza do ogledzin mieszkan oraz wyboru odpowiedniego apartamentu dla panswa. Zapraszamy serdecznie !!!!
Jezeli szukasz ddobrego mechanika, badz tez chcesz zalozyc sobie klimatyzacje w samochodzie to dobrze trafiles !!! Nasza firma to najlepsze auto usugi we Wroclawiu. Serdecznie Zapraszamy do skorzystania z naszej oferty !!!
Jezeli szukasz ddobrego mechanika, badz tez chcesz zalozyc sobie klimatyzacje w samochodzie to dobrze trafiles !!! Nasza firma to najlepsze auto usugi we Wroclawiu. Serdecznie Zapraszamy do skorzystania z naszej oferty !!!
Nice weblog. All posts have a process to learn. Your hard work is very good and i enjoy you and wanting for some more informative posts.
Nicole Scherzinger has recently mentioned that she’s content that she succeeded Cheryl Cole with regards to the X-Factor USA. She is sure she is almost certainly ‘better served’ as a judge rather than as a host.