<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Jurnalis Warga Vs Jurnalis Profesional</title>
	<atom:link href="http://blog.tempointeraktif.com/digital/jurnalis-warga-vs-jurnalis-profesional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/jurnalis-warga-vs-jurnalis-profesional/</link>
	<description>Enak di Blog dan Perlu</description>
	<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 23:20:58 +0000</pubDate>
	
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: China</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/jurnalis-warga-vs-jurnalis-profesional/comment-page-1/#comment-149386</link>
		<dc:creator>China</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 May 2011 15:34:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=297#comment-149386</guid>
		<description>At last! Someone who unedsrtadns! Thanks for posting!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>At last! Someone who unedsrtadns! Thanks for posting!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: &#187; Pewarta Warga Personal Style</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/jurnalis-warga-vs-jurnalis-profesional/comment-page-1/#comment-44256</link>
		<dc:creator>&#187; Pewarta Warga Personal Style</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 05:06:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=297#comment-44256</guid>
		<description>[...] menurut&#160;http://blog.tempointeraktif.com/digital/&#8230; siapa pun bisa menjadi pewarta warga. Seiring dengan kemajuan teknologi, setiap orang bisa menulis [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] menurut&nbsp;http://blog.tempointeraktif.com/digital/&#8230; siapa pun bisa menjadi pewarta warga. Seiring dengan kemajuan teknologi, setiap orang bisa menulis [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ismael</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/jurnalis-warga-vs-jurnalis-profesional/comment-page-1/#comment-40395</link>
		<dc:creator>ismael</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 07:52:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=297#comment-40395</guid>
		<description>benar kang...setubuh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>benar kang&#8230;setubuh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 323232323232323232</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/jurnalis-warga-vs-jurnalis-profesional/comment-page-1/#comment-39241</link>
		<dc:creator>323232323232323232</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 15:57:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=297#comment-39241</guid>
		<description>Indonesia punya "Persatuan Pewarta Warga Indonesia"..harusnya dengan adanya PPWI ini para pewarta warga mengerti akan kode etik pewarta...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia punya &#8220;Persatuan Pewarta Warga Indonesia&#8221;..harusnya dengan adanya PPWI ini para pewarta warga mengerti akan kode etik pewarta&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Erensdh</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/jurnalis-warga-vs-jurnalis-profesional/comment-page-1/#comment-30336</link>
		<dc:creator>Erensdh</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 00:21:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=297#comment-30336</guid>
		<description>Ini buktinya bagus semua, benar semua, semangat lagi!. Bukti bahwa bloger bisa jadi jurnalis, tanpa atau dengan belajar dari para jurnalis kawakan bin profesional. Tapi saya anjurkan agar para bloger janganlah mau tergiur dengan keprofesionalisme para jurnalis tertentu dalam bidang peras-memeras ketika memasuki 'lorong konfirmasi' yang wajib itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini buktinya bagus semua, benar semua, semangat lagi!. Bukti bahwa bloger bisa jadi jurnalis, tanpa atau dengan belajar dari para jurnalis kawakan bin profesional. Tapi saya anjurkan agar para bloger janganlah mau tergiur dengan keprofesionalisme para jurnalis tertentu dalam bidang peras-memeras ketika memasuki &#8216;lorong konfirmasi&#8217; yang wajib itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Deni Andriana</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/jurnalis-warga-vs-jurnalis-profesional/comment-page-1/#comment-22620</link>
		<dc:creator>Deni Andriana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 04:29:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=297#comment-22620</guid>
		<description>jurnalsme warga menjadi nilai penting daam demokrasi / demokratisasi komunikasi diera sekarang... salam..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jurnalsme warga menjadi nilai penting daam demokrasi / demokratisasi komunikasi diera sekarang&#8230; salam..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dayonice</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/jurnalis-warga-vs-jurnalis-profesional/comment-page-1/#comment-21791</link>
		<dc:creator>dayonice</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 20:38:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=297#comment-21791</guid>
		<description>Perbedaan yg mendasar antara jurnalis profesional dengan jurnalis non profesional adl latarbelakang pengetahuan akan dunia jurnalistik itu sendiri. Kedua2nya dapat memberikan kontribusinya masing2 utk berbagai kepentingan dan tujuan. Perbekalan ilmu yg mendukung bidang jurnalistik tersebut kualitasnya akan terkuak dengan berbagai tulisan2 yg dibuatnya. Walaupun, jurnalis warga blm tentu mengenyam pendidikan tinggi layaknya jurnalis profesional.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Perbedaan yg mendasar antara jurnalis profesional dengan jurnalis non profesional adl latarbelakang pengetahuan akan dunia jurnalistik itu sendiri. Kedua2nya dapat memberikan kontribusinya masing2 utk berbagai kepentingan dan tujuan. Perbekalan ilmu yg mendukung bidang jurnalistik tersebut kualitasnya akan terkuak dengan berbagai tulisan2 yg dibuatnya. Walaupun, jurnalis warga blm tentu mengenyam pendidikan tinggi layaknya jurnalis profesional.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dodi</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/jurnalis-warga-vs-jurnalis-profesional/comment-page-1/#comment-21784</link>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 07:32:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=297#comment-21784</guid>
		<description>Banyak kata yang bisa dikatakan dengan seindah mungkin, tetapi apakah makna dari kata yang sudah terucapkan dapat dipertanggung jawabkan?. jangan banyak melihat kanan dan kiri jika kita masih belum berada pada poros tengah dimana suara kita akan lebih nyaring terdengar oleh rezim-rezim penguasa negri ini, yang rakus akan kekuasaan.2009 ANTI ELIT ELIT POLITIK, Rakyat tidak buth Pemilu karena Pemilu bukan jawaban atas penyelesaian kesengsaraan rakyat di tanah pertiwi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak kata yang bisa dikatakan dengan seindah mungkin, tetapi apakah makna dari kata yang sudah terucapkan dapat dipertanggung jawabkan?. jangan banyak melihat kanan dan kiri jika kita masih belum berada pada poros tengah dimana suara kita akan lebih nyaring terdengar oleh rezim-rezim penguasa negri ini, yang rakus akan kekuasaan.2009 ANTI ELIT ELIT POLITIK, Rakyat tidak buth Pemilu karena Pemilu bukan jawaban atas penyelesaian kesengsaraan rakyat di tanah pertiwi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wahyu</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/jurnalis-warga-vs-jurnalis-profesional/comment-page-1/#comment-21656</link>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 08:23:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=297#comment-21656</guid>
		<description>siapa tahu dengan adanya jurnalis warga, akan menumbuhkan budaya baca di masyarakat indonesia yang masih lemah, selain itu jurnalis warga mungkin saja dapat sebagai tempat curah gagasan masyarakat ketika media formal pada umumnya masih mendewakan sosok dan metode analisis para intelektual dalam beragam artikel mereka. sudah saatnya masyarakat yang tidak termasuk dalam kategori intelektual diberikan ruang yang luas untuk lebih mengembangkan daya kreatifitas tanpa ada sekat dan batasan-batasan yang terkesan sebagai pemanis sampul surat kabar semata...sekian</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>siapa tahu dengan adanya jurnalis warga, akan menumbuhkan budaya baca di masyarakat indonesia yang masih lemah, selain itu jurnalis warga mungkin saja dapat sebagai tempat curah gagasan masyarakat ketika media formal pada umumnya masih mendewakan sosok dan metode analisis para intelektual dalam beragam artikel mereka. sudah saatnya masyarakat yang tidak termasuk dalam kategori intelektual diberikan ruang yang luas untuk lebih mengembangkan daya kreatifitas tanpa ada sekat dan batasan-batasan yang terkesan sebagai pemanis sampul surat kabar semata&#8230;sekian</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mukhotib md</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/jurnalis-warga-vs-jurnalis-profesional/comment-page-1/#comment-21592</link>
		<dc:creator>mukhotib md</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 23:59:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=297#comment-21592</guid>
		<description>para jurnalis yang mengambil posisinya sebagai freelance,tidak terikat dengan perusahaan penerbitan sebagai wartawan atau tepatnya karyawan, sesungguhnya sedang menjalankan dirinya sebagai jurnalisme warga. apa yang beda dari laporan-laporan yang mereka tulis?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>para jurnalis yang mengambil posisinya sebagai freelance,tidak terikat dengan perusahaan penerbitan sebagai wartawan atau tepatnya karyawan, sesungguhnya sedang menjalankan dirinya sebagai jurnalisme warga. apa yang beda dari laporan-laporan yang mereka tulis?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

