<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Frustrasi Internet 3G</title>
	<atom:link href="http://blog.tempointeraktif.com/digital/frustrasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/frustrasi/</link>
	<description>Enak di Blog dan Perlu</description>
	<pubDate>Wed, 16 May 2012 22:39:07 +0000</pubDate>
	
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: enca</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/frustrasi/comment-page-1/#comment-84932</link>
		<dc:creator>enca</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 08:49:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=994#comment-84932</guid>
		<description>iya wa jg gratis euy....
mu lelet / tidak ga masalah
cos GRATIS Tis Tis Tis ......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya wa jg gratis euy&#8230;.<br />
mu lelet / tidak ga masalah<br />
cos GRATIS Tis Tis Tis &#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rahmat</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/frustrasi/comment-page-1/#comment-61180</link>
		<dc:creator>Rahmat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 10:08:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=994#comment-61180</guid>
		<description>Kalo buat aq ngga masalah mau lemot/ knceng yang pnting gratisan ud 2taun download bergiga giga.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo buat aq ngga masalah mau lemot/ knceng yang pnting gratisan ud 2taun download bergiga giga.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ref</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/frustrasi/comment-page-1/#comment-58206</link>
		<dc:creator>ref</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 03:19:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=994#comment-58206</guid>
		<description>oya..buat Metty Ling Ling, siapa pun sponsornya, get a room. 
Jgn maksain aganda pribadi di blog orang...plng gak cari blog yg agak nyambung kek.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>oya..buat Metty Ling Ling, siapa pun sponsornya, get a room.<br />
Jgn maksain aganda pribadi di blog orang&#8230;plng gak cari blog yg agak nyambung kek.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ref</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/frustrasi/comment-page-1/#comment-58204</link>
		<dc:creator>ref</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 03:15:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=994#comment-58204</guid>
		<description>untung saya langsung jual tuh 3g modem. cuma pake 2 hari aja! 
sebagai yg pernah nyobain internet di singapur, jujur aja koneksi/harga internet di indonesia sangat tidak masuk akal. Di SGP modem 3G 3 thn yll udah diperkenalkan dengan koneksi yg lebih cepat drpd yg ditawarkan operator2 disini (aktualnya). Jangan dibandingin broadbandnya...kalah jauh, dengan harga yg jauh lebih murah! Tdnya saya mikir 3g ini bisa jadi revolusi indonesia dlm internet krn infrastukturnya lebih murah, ketimbang hrs investasi di broadband. Banyaknya user gak boleh jadi alasan, harusnya itu justru jd pemicu. Sekarang di jalan mending browsing dari hp aja dah...di rumah pake speedy, meski tidak secepat yg diharapkan tp plng gak gak sampe bikin frustasi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untung saya langsung jual tuh 3g modem. cuma pake 2 hari aja!<br />
sebagai yg pernah nyobain internet di singapur, jujur aja koneksi/harga internet di indonesia sangat tidak masuk akal. Di SGP modem 3G 3 thn yll udah diperkenalkan dengan koneksi yg lebih cepat drpd yg ditawarkan operator2 disini (aktualnya). Jangan dibandingin broadbandnya&#8230;kalah jauh, dengan harga yg jauh lebih murah! Tdnya saya mikir 3g ini bisa jadi revolusi indonesia dlm internet krn infrastukturnya lebih murah, ketimbang hrs investasi di broadband. Banyaknya user gak boleh jadi alasan, harusnya itu justru jd pemicu. Sekarang di jalan mending browsing dari hp aja dah&#8230;di rumah pake speedy, meski tidak secepat yg diharapkan tp plng gak gak sampe bikin frustasi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: chika</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/frustrasi/comment-page-1/#comment-57535</link>
		<dc:creator>chika</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 16:35:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=994#comment-57535</guid>
		<description>Ga nyangka yaa.. frustasi Internet 3G bisa bisa berhubungan dgn kasus bank centuri?, apa karena fasilitas internet 3G di pabriknya jeblok ? oo.. mungkin aja karena internet 3G anjlok n mengakibatkan hubungan kounikasi sama investor gagal? yah itu gara-gara frustasi internet 3G. yang tp saya setuju memang semuanya "OMDO" (ngomong doang).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ga nyangka yaa.. frustasi Internet 3G bisa bisa berhubungan dgn kasus bank centuri?, apa karena fasilitas internet 3G di pabriknya jeblok ? oo.. mungkin aja karena internet 3G anjlok n mengakibatkan hubungan kounikasi sama investor gagal? yah itu gara-gara frustasi internet 3G. yang tp saya setuju memang semuanya &#8220;OMDO&#8221; (ngomong doang).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Metty Ling Ling</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/frustrasi/comment-page-1/#comment-56862</link>
		<dc:creator>Metty Ling Ling</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 03:47:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=994#comment-56862</guid>
		<description>Dia memang benar-benar kebo, landak kali?
Metty Ling Ling

SBY harusnya dan harus sudah selesai. Tetapi persoalannya kenapa Gerindra menjadi banci? Ayoo semua anggota DPR adri fraksi PKS, Golkar, Hanura, jangan ikut banci. Tinggal beberapa langkah lagi. Jangan sampai gagal. Kalau gagal rakyat akan mendemo gedung DPR besar-besaran. 

Lihat, SBY hanya mengulur waktu. Anda senior-senior kami, ingat, selamatkan rakyat yang sebentar lagi akan mengamuk bersama kami. Apa tidak melihat dia lebih jahat dari Suharto, lebih parah dari Suharto. Kalau Suharto membangun, karena dipercaya, SBY mengisap darah rakyat sendiri, membunuhi rakyat, membiarkan mereka kelaparan, melaparkan anak-anak kecil mereja, karena mereka sudah banyak yang di PHK. Kini tidak ada investor pabrik-pabrik yang mau bekerjasama dengan orangtua kami. Mereka tidak mau datang ke negeri sial ini, karena SBY tidak mampu memberantas premanisme oknum-oknum kodim dan polisi yang selalu datang minta atas nama uang keamanan ke pabrik-pabrik kita orang punya. Kini hanay ada investor bursa saham dan obligasi mencari keuntungan instan. 

SBY tidak ada gunanya. Karena dia orang hanya pintar membuat isyu atau mebelokkan isyu supaya 5 tahun ke depan berlalu tanpa membangun untuk rakyat banyak. Lihatlah sampai hari ini di kota-kota besar nak pribumi terkutuk ini tidak ada jaringan monorel, tak ada jaringan KRL apalagi tepat waktu. Tak ada yang tepat waktu, nyaman dan aman di negeri yang dipimpin kebo. Bus-bus kota seperti Mayasari AC sekalipun berjalan seperti bekecolt atau kebo. Kemana Indonesian dibawa SBY? Amitaba. 

Dia kebo? Bukan. Dia tepat kita orang bilang sebagai kancil. SBY pandai berwacana untuk ulur waktu. Andi Arief, juga Deny Indrayana, dibayar uang rakyat, tetapi membela SBY, sebuah rezim yang tidak berbeda dengan Suharto, yang baik, yang dulu dia orang tentang, mealui PRD dia Andi Arief bersama Budiman Sutjatmiko punya. 

Parah lagi, Andi Arief mau saja diminta SBY lobi ke mereka orang-orang DPR supaya membatalkan langkah keadilan terkait bank century. 

Sesungguhnya, Budiono dan Sri Mulyani harus sudah dipecat oleh SBY kalau SBY bukan kebo. Atau rupanya SBY lebih suka dipermakzulkan Licik sekali. SBY lebih jahat dari Suharto. SBY dan menteri-menterinya boros uang rakyat. Uang itu dihambur-hamburkan untuk hal-hal tidak penting. Tak perlu kami orang Tionghoa diberi ucapan selamat hari raya dengan iklan-iklan uang rakyat itu. Lebih baik untuk memebri makan mereka orang rakyat kecil pribumi.

Kebo pun rajin pasang iklan bermaksud udang investor pabrik dan infrastruktur mau datang. Tapi mana mau mereka invesor itu datang  selama Indonesia diipimpin Kebo? 

Keinginan dia SBY orang hanya sebatas wacana, namanya juga kebo. Dia tidak bergerak langsung membangun konkrit seperti Suharto, meskipun dia orang ngutang juga. Bangsa-bangsa lain seperti negara-negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, apalagi Singapura dan Malaysia punya semua prasarana angkutan masal berguna untuk semua termasuk khususnya rakyat kecil. Semuanya tepat waktu, nyaman, aman, sudah puluhan tahun lamanya. Indonesia tidak mulai. Betul kata ito Dea. Vietnam kini membangun luarbiasa. Jalan-jalanya bersih dan bertrotoar lempeng luas, bisa untuk bersepeda anak dan orangtua dan nikmat untuk pejalan kaki, mereka tidak khawatir disenggol mobil. Kemana Indonesia? Kemana? Dengan dipimpin kebo, yang tidak berwawasan? 

Saatnya SBY harus dimakzulkan. Kami mahasiswa melihat itu penting. Lengserkan segera! Adili si congkak gendut ini. Masukkan ke penjara. 

Juga mereka orang, Budiono dan Sri Mulyani, jelas sudah salah, tinggal dimasukkan ke bui, jadi tak harus melalui proses pengadilan. Pengambilan keputusan nalangi bank century, yang jelas-jelas tidak perform lama itu, sudah salah besar. Sebelum ditemukan uang 6.7 triliun itu kemana, proses pengambilan keputusan itu sudah salah. 

Mereka orang terbukti sudah melanggar pasal-pasal UU tentang Tindak Pidana Korupsi. Baca baik-bauk UU itu, monyet.

Maka tidak bisa lari dari sana. Orang-orang pendukung berat SBY yang menyusun strategi itu dan dana itu untuk membiayai kampanye pemenangan SBY termasuk BLT dan macam-macam keperluan yang membujuk rakyat, mulai dari RT dan RW. 

Hai abngun! Hai bangun semua kekuatan-kekuatan lawan dan “oposisi” terhadap SBY dan PD. Kalian banci-banci dan kebo juga. Kalian musti mendanai demo masif gabungan mahasiswa-rakyat dan berekmpunya kalian orang hati nurani. Hai kaum intelektual negeri ini, bersatu, bahwa tidak layak SBY dipertahankan lagi.

Menjadi apa negeri ini kalai dipimpin kebo yang hanya membuat nikmat segolongan orang pribumi? Kami orang mahasiswa Tionghoa tidak perlu kebo.

Kebo arti tidak ada wawasan. Kebo tidak akan membangun negeri untuk kepentingan rakyat banyak. 

Kebo itu hanya mengulur waktu, dan berdoa syurkur-syukur bisa selamat, itulah perasaan dia sekarang.  

Kebo itu sedang berenang di sungai kebodohan lawan-lawan partai, seraya menikmati ombak pengelabuhan-pengelabuhan, pembelokan-pembelokan, yang dibuatnya, di saat pers bodoh negeri ini mudah terbelokkan dengan meliput besar-ebsar bencana yang diciptakan orang-orang SBY juga.

Indonesia hanya akan bangkit dan membangun untuk kepentingan rakyat semua, kalau dipimpin bukan kebo tetapi oleh seorang pemimpin, yang benar-benar. Seorang yang bertindakan untuk kepentingan rakyat banyak, bukan untuk kepentingan pribadi lagi. 

Ayooo, kalian orang Golkar, PKS, PDIP serisulah menerjang terjang, jangan takut memakzulkan SBY, kami mahasiswa dan semua rakyat di belakang anda semua. Waktunya membela rakyat semuanya, turunkan kekuatan penekan, gerakkan di lapangan dan internet ! 

Kaca sangat jelas. Mengapa Budiono tanpa ada angin ada hujan bisa sengaja dipilih SBY menjadi wapres, jelas menunjukkan nyata bahwa ada sesuatu yaitu bahwa Budiono khususnya diangap berhasil mencairkan uang 6,7 triliun dari BI untuk pemenangan SBY atas nama bailout bank Century. Karena berhasil maka Budiono diberi posisi wapres. Sederhana sebenarnya. Selamatkan rakyat dari gerakan menghancurkan People Power dengan memakzulkan SBY yang tidak banyak risiko, daripada People Power. Ingat, dulu ketika memakzulkan Gus Dur meskipun berkekuatan ormas masif NU/PKB pun mudah dan tidak berisiko. Memaksa SBY mundur pun sama. Lebih kacau bila terjadi People Power, yang pasti akan terjadi, bila SBY, Budiono dan Sri Mulyani tidak mundur. Itu pasti. Rakyat banyak di kota dan desa sudah tidak bisa makan, banyak yang sudah bunuh diri, pasangan-pasangan muda meninggalkan anak-anak kecil mereka karena mereka tidak bisa bekerja lagi di pabrik-pabrik mereka, mereka di-PHK. Semua karena presiden kebo yang tidak mampu membujuk investor-investor pabrik. Oaala nunggu apalagi? 

Jangan takut kalian orang. Sebetulnya, kita orang tahu, Iskandar Muhaimin bukan panutan kami, dia hanya anak kecil, si brutus, orang yang dibeli orang-orang SBY. Tokoh panutan kawan-kawan kami orang-orang NU hanya Gus Dur. Jangan takut dengan Hatarajasa, si kepala uban total, itu pun pengkhianat massa PAN, dia hanya orang yang menggadaikan diri kepada SBY. Kawan-kawan kami dari Muhamamdiyah hanya mengikuti Amien dan Din Syamsuddin, yang mereka harapkan sadar kembali membela kebenaran dan hati nurani rakyat, untuk kembali membawa Indonesia ke jalan reformasi dan demokrasi sejati, bukan demokrasi bohongan yang tidak menuju pada pemakmuran rakyat banyak, dengan jalan benar sebagaimana jalan UUD 1945 dan Pancasila murni dan konsekuen. Demokrasi tidak selalu baik apalagi kalau dijalankan tokoh-tokoh yang tidak paham kelemahan demokrasi. Demokrasi hanya cocok untuk dan di Amerika. Amerika sendiri dalam menjalankan kebijakan ke bansga-bangsa lain pun berstandar ganda. Kenapa musti masih ditiru. Tirulah China, Rusia, yang berdemokrasi terpimpin, berorientasi ke kemakmuran dan pemakmuran rakyat semua, tanpa kecuali. Walaupun mereka dalam dominasi satu kekuatan partai, partai komunis, tetapi mereka menjadi sangat luarbiasa setelah diam-diam membangun dengan ekonomi kapitalistis terpusatkan. Siapa bilang Korut adalah negara komunis, itu hanya kata suara Barat. Korea Utara adalah sebuah negara yang sangat mementingkan nasioanlistis untuk semua rakyatnya. Angkutan masal KRL mereka sangat bagus, jauh lebih bagus dari Indonesia tentu. Malulah SBY. Kita semua tahu agama di Indonesia hanya dijadikan alat oleh SBY untuk menidurkan rakyat. Agama tentu sangat penting bagi kita tetapi kalau sudah dijadikan alat agar akyat diam dan tidak emnuntut hak-hak kosntitusinya yang selama ini didustai, akan berujung pada People Power. InsyaAllah. 

Bagi kami, Andi Arief, justru yang mengabdi pada rezim yang maling etriak maling. Sudah jelas uang itu untuk BLT dan untuk membiayai pemenangan PD dan SBY, dan itu sebab Budiono diposisikan sebagai wapres. Mudah melihatnya. 

Ini tidak tercermin dalam SBY. Jangan lupa, kalian orang, hanya dengan pemimpin yang jelas. Kami sebenarnya telah sindir dalam perayaan hari raya kami Tionghoa yang dihairi SBY bahwa rakyat, juga kami orang, tidak buta, melihat hal-hal yang tdiak dilekukan si kebo; dia tidak membangun untuk rakyat semua. Tapi lucu ya dia orang malah berpidato bicara kesana-kemari, dan sensi dengan menyindir bahwa yang kalah harus menerima. Waktu itu kami pikir, dia memang benar-benar kebo, landak kali. ****</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dia memang benar-benar kebo, landak kali?<br />
Metty Ling Ling</p>
<p>SBY harusnya dan harus sudah selesai. Tetapi persoalannya kenapa Gerindra menjadi banci? Ayoo semua anggota DPR adri fraksi PKS, Golkar, Hanura, jangan ikut banci. Tinggal beberapa langkah lagi. Jangan sampai gagal. Kalau gagal rakyat akan mendemo gedung DPR besar-besaran. </p>
<p>Lihat, SBY hanya mengulur waktu. Anda senior-senior kami, ingat, selamatkan rakyat yang sebentar lagi akan mengamuk bersama kami. Apa tidak melihat dia lebih jahat dari Suharto, lebih parah dari Suharto. Kalau Suharto membangun, karena dipercaya, SBY mengisap darah rakyat sendiri, membunuhi rakyat, membiarkan mereka kelaparan, melaparkan anak-anak kecil mereja, karena mereka sudah banyak yang di PHK. Kini tidak ada investor pabrik-pabrik yang mau bekerjasama dengan orangtua kami. Mereka tidak mau datang ke negeri sial ini, karena SBY tidak mampu memberantas premanisme oknum-oknum kodim dan polisi yang selalu datang minta atas nama uang keamanan ke pabrik-pabrik kita orang punya. Kini hanay ada investor bursa saham dan obligasi mencari keuntungan instan. </p>
<p>SBY tidak ada gunanya. Karena dia orang hanya pintar membuat isyu atau mebelokkan isyu supaya 5 tahun ke depan berlalu tanpa membangun untuk rakyat banyak. Lihatlah sampai hari ini di kota-kota besar nak pribumi terkutuk ini tidak ada jaringan monorel, tak ada jaringan KRL apalagi tepat waktu. Tak ada yang tepat waktu, nyaman dan aman di negeri yang dipimpin kebo. Bus-bus kota seperti Mayasari AC sekalipun berjalan seperti bekecolt atau kebo. Kemana Indonesian dibawa SBY? Amitaba. </p>
<p>Dia kebo? Bukan. Dia tepat kita orang bilang sebagai kancil. SBY pandai berwacana untuk ulur waktu. Andi Arief, juga Deny Indrayana, dibayar uang rakyat, tetapi membela SBY, sebuah rezim yang tidak berbeda dengan Suharto, yang baik, yang dulu dia orang tentang, mealui PRD dia Andi Arief bersama Budiman Sutjatmiko punya. </p>
<p>Parah lagi, Andi Arief mau saja diminta SBY lobi ke mereka orang-orang DPR supaya membatalkan langkah keadilan terkait bank century. </p>
<p>Sesungguhnya, Budiono dan Sri Mulyani harus sudah dipecat oleh SBY kalau SBY bukan kebo. Atau rupanya SBY lebih suka dipermakzulkan Licik sekali. SBY lebih jahat dari Suharto. SBY dan menteri-menterinya boros uang rakyat. Uang itu dihambur-hamburkan untuk hal-hal tidak penting. Tak perlu kami orang Tionghoa diberi ucapan selamat hari raya dengan iklan-iklan uang rakyat itu. Lebih baik untuk memebri makan mereka orang rakyat kecil pribumi.</p>
<p>Kebo pun rajin pasang iklan bermaksud udang investor pabrik dan infrastruktur mau datang. Tapi mana mau mereka invesor itu datang  selama Indonesia diipimpin Kebo? </p>
<p>Keinginan dia SBY orang hanya sebatas wacana, namanya juga kebo. Dia tidak bergerak langsung membangun konkrit seperti Suharto, meskipun dia orang ngutang juga. Bangsa-bangsa lain seperti negara-negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, apalagi Singapura dan Malaysia punya semua prasarana angkutan masal berguna untuk semua termasuk khususnya rakyat kecil. Semuanya tepat waktu, nyaman, aman, sudah puluhan tahun lamanya. Indonesia tidak mulai. Betul kata ito Dea. Vietnam kini membangun luarbiasa. Jalan-jalanya bersih dan bertrotoar lempeng luas, bisa untuk bersepeda anak dan orangtua dan nikmat untuk pejalan kaki, mereka tidak khawatir disenggol mobil. Kemana Indonesia? Kemana? Dengan dipimpin kebo, yang tidak berwawasan? </p>
<p>Saatnya SBY harus dimakzulkan. Kami mahasiswa melihat itu penting. Lengserkan segera! Adili si congkak gendut ini. Masukkan ke penjara. </p>
<p>Juga mereka orang, Budiono dan Sri Mulyani, jelas sudah salah, tinggal dimasukkan ke bui, jadi tak harus melalui proses pengadilan. Pengambilan keputusan nalangi bank century, yang jelas-jelas tidak perform lama itu, sudah salah besar. Sebelum ditemukan uang 6.7 triliun itu kemana, proses pengambilan keputusan itu sudah salah. </p>
<p>Mereka orang terbukti sudah melanggar pasal-pasal UU tentang Tindak Pidana Korupsi. Baca baik-bauk UU itu, monyet.</p>
<p>Maka tidak bisa lari dari sana. Orang-orang pendukung berat SBY yang menyusun strategi itu dan dana itu untuk membiayai kampanye pemenangan SBY termasuk BLT dan macam-macam keperluan yang membujuk rakyat, mulai dari RT dan RW. </p>
<p>Hai abngun! Hai bangun semua kekuatan-kekuatan lawan dan “oposisi” terhadap SBY dan PD. Kalian banci-banci dan kebo juga. Kalian musti mendanai demo masif gabungan mahasiswa-rakyat dan berekmpunya kalian orang hati nurani. Hai kaum intelektual negeri ini, bersatu, bahwa tidak layak SBY dipertahankan lagi.</p>
<p>Menjadi apa negeri ini kalai dipimpin kebo yang hanya membuat nikmat segolongan orang pribumi? Kami orang mahasiswa Tionghoa tidak perlu kebo.</p>
<p>Kebo arti tidak ada wawasan. Kebo tidak akan membangun negeri untuk kepentingan rakyat banyak. </p>
<p>Kebo itu hanya mengulur waktu, dan berdoa syurkur-syukur bisa selamat, itulah perasaan dia sekarang.  </p>
<p>Kebo itu sedang berenang di sungai kebodohan lawan-lawan partai, seraya menikmati ombak pengelabuhan-pengelabuhan, pembelokan-pembelokan, yang dibuatnya, di saat pers bodoh negeri ini mudah terbelokkan dengan meliput besar-ebsar bencana yang diciptakan orang-orang SBY juga.</p>
<p>Indonesia hanya akan bangkit dan membangun untuk kepentingan rakyat semua, kalau dipimpin bukan kebo tetapi oleh seorang pemimpin, yang benar-benar. Seorang yang bertindakan untuk kepentingan rakyat banyak, bukan untuk kepentingan pribadi lagi. </p>
<p>Ayooo, kalian orang Golkar, PKS, PDIP serisulah menerjang terjang, jangan takut memakzulkan SBY, kami mahasiswa dan semua rakyat di belakang anda semua. Waktunya membela rakyat semuanya, turunkan kekuatan penekan, gerakkan di lapangan dan internet ! </p>
<p>Kaca sangat jelas. Mengapa Budiono tanpa ada angin ada hujan bisa sengaja dipilih SBY menjadi wapres, jelas menunjukkan nyata bahwa ada sesuatu yaitu bahwa Budiono khususnya diangap berhasil mencairkan uang 6,7 triliun dari BI untuk pemenangan SBY atas nama bailout bank Century. Karena berhasil maka Budiono diberi posisi wapres. Sederhana sebenarnya. Selamatkan rakyat dari gerakan menghancurkan People Power dengan memakzulkan SBY yang tidak banyak risiko, daripada People Power. Ingat, dulu ketika memakzulkan Gus Dur meskipun berkekuatan ormas masif NU/PKB pun mudah dan tidak berisiko. Memaksa SBY mundur pun sama. Lebih kacau bila terjadi People Power, yang pasti akan terjadi, bila SBY, Budiono dan Sri Mulyani tidak mundur. Itu pasti. Rakyat banyak di kota dan desa sudah tidak bisa makan, banyak yang sudah bunuh diri, pasangan-pasangan muda meninggalkan anak-anak kecil mereka karena mereka tidak bisa bekerja lagi di pabrik-pabrik mereka, mereka di-PHK. Semua karena presiden kebo yang tidak mampu membujuk investor-investor pabrik. Oaala nunggu apalagi? </p>
<p>Jangan takut kalian orang. Sebetulnya, kita orang tahu, Iskandar Muhaimin bukan panutan kami, dia hanya anak kecil, si brutus, orang yang dibeli orang-orang SBY. Tokoh panutan kawan-kawan kami orang-orang NU hanya Gus Dur. Jangan takut dengan Hatarajasa, si kepala uban total, itu pun pengkhianat massa PAN, dia hanya orang yang menggadaikan diri kepada SBY. Kawan-kawan kami dari Muhamamdiyah hanya mengikuti Amien dan Din Syamsuddin, yang mereka harapkan sadar kembali membela kebenaran dan hati nurani rakyat, untuk kembali membawa Indonesia ke jalan reformasi dan demokrasi sejati, bukan demokrasi bohongan yang tidak menuju pada pemakmuran rakyat banyak, dengan jalan benar sebagaimana jalan UUD 1945 dan Pancasila murni dan konsekuen. Demokrasi tidak selalu baik apalagi kalau dijalankan tokoh-tokoh yang tidak paham kelemahan demokrasi. Demokrasi hanya cocok untuk dan di Amerika. Amerika sendiri dalam menjalankan kebijakan ke bansga-bangsa lain pun berstandar ganda. Kenapa musti masih ditiru. Tirulah China, Rusia, yang berdemokrasi terpimpin, berorientasi ke kemakmuran dan pemakmuran rakyat semua, tanpa kecuali. Walaupun mereka dalam dominasi satu kekuatan partai, partai komunis, tetapi mereka menjadi sangat luarbiasa setelah diam-diam membangun dengan ekonomi kapitalistis terpusatkan. Siapa bilang Korut adalah negara komunis, itu hanya kata suara Barat. Korea Utara adalah sebuah negara yang sangat mementingkan nasioanlistis untuk semua rakyatnya. Angkutan masal KRL mereka sangat bagus, jauh lebih bagus dari Indonesia tentu. Malulah SBY. Kita semua tahu agama di Indonesia hanya dijadikan alat oleh SBY untuk menidurkan rakyat. Agama tentu sangat penting bagi kita tetapi kalau sudah dijadikan alat agar akyat diam dan tidak emnuntut hak-hak kosntitusinya yang selama ini didustai, akan berujung pada People Power. InsyaAllah. </p>
<p>Bagi kami, Andi Arief, justru yang mengabdi pada rezim yang maling etriak maling. Sudah jelas uang itu untuk BLT dan untuk membiayai pemenangan PD dan SBY, dan itu sebab Budiono diposisikan sebagai wapres. Mudah melihatnya. </p>
<p>Ini tidak tercermin dalam SBY. Jangan lupa, kalian orang, hanya dengan pemimpin yang jelas. Kami sebenarnya telah sindir dalam perayaan hari raya kami Tionghoa yang dihairi SBY bahwa rakyat, juga kami orang, tidak buta, melihat hal-hal yang tdiak dilekukan si kebo; dia tidak membangun untuk rakyat semua. Tapi lucu ya dia orang malah berpidato bicara kesana-kemari, dan sensi dengan menyindir bahwa yang kalah harus menerima. Waktu itu kami pikir, dia memang benar-benar kebo, landak kali. ****</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nabil</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/frustrasi/comment-page-1/#comment-56827</link>
		<dc:creator>Nabil</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 12:50:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=994#comment-56827</guid>
		<description>Wajar lah bro kecepatan makin menurun kalau user yang memakai tambah banyak...seperti jalan tol aja, kita bayar karena mengharap jalan bebas hambatan, tetapi karena mobil semakin banyak jadi kecepatan mobil kita makin berkurang. Smart mungkin tidak selambat sekarang kalau berani mencabut internet unlimitednya. Pengalaman saya, koneksi unlimited biasanya dipakai untuk download file besar, film, mp3. mumpung gratis katanya, padahal mereka gak tau koneksi smart (dan juga semua provider 3G/HSDPA) itu sebenarnya sharing dengan user yang lain...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wajar lah bro kecepatan makin menurun kalau user yang memakai tambah banyak&#8230;seperti jalan tol aja, kita bayar karena mengharap jalan bebas hambatan, tetapi karena mobil semakin banyak jadi kecepatan mobil kita makin berkurang. Smart mungkin tidak selambat sekarang kalau berani mencabut internet unlimitednya. Pengalaman saya, koneksi unlimited biasanya dipakai untuk download file besar, film, mp3. mumpung gratis katanya, padahal mereka gak tau koneksi smart (dan juga semua provider 3G/HSDPA) itu sebenarnya sharing dengan user yang lain&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Zulfi Ifani</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/frustrasi/comment-page-1/#comment-56783</link>
		<dc:creator>Zulfi Ifani</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 02:36:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=994#comment-56783</guid>
		<description>Mungkin kalau di Jakarta udah lelet banget..
Di Jogja, kecepatannya masih standar2 aja....
Yah lumayan lah..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin kalau di Jakarta udah lelet banget..<br />
Di Jogja, kecepatannya masih standar2 aja&#8230;.<br />
Yah lumayan lah..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jagat raya</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/frustrasi/comment-page-1/#comment-56424</link>
		<dc:creator>Jagat raya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 12:28:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=994#comment-56424</guid>
		<description>Indonesia adalah tempat naungan dari segala orang baik dia pintar atau pembohong. Jadi kalau kita adalah orang yang mau menjadi siapa dan bagaimana hal yang akan kita lakukan. Negara ini adalah amat menjengkelkan dan rasa puas disini adalah seperti mustahil kalau mengenai hajat hidup rakya8 banyak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia adalah tempat naungan dari segala orang baik dia pintar atau pembohong. Jadi kalau kita adalah orang yang mau menjadi siapa dan bagaimana hal yang akan kita lakukan. Negara ini adalah amat menjengkelkan dan rasa puas disini adalah seperti mustahil kalau mengenai hajat hidup rakya8 banyak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: burhans</title>
		<link>http://blog.tempointeraktif.com/digital/frustrasi/comment-page-1/#comment-55887</link>
		<dc:creator>burhans</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 03:49:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.tempointeraktif.com/?p=994#comment-55887</guid>
		<description>@ Uul nggak betul. tetap saja 90 persen penggunaan internet itu bermanfaat. Seperti blog ini. Atau mengecek email, mengirimkan proposal. 

@Didin setuju nih: Mengapa YLKI hanya ngurusin bidang-bidang konvensional dan tak mau merambah ke bidang baru: seperti telekomunikasi, internet, hp dan lai-lain</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Uul nggak betul. tetap saja 90 persen penggunaan internet itu bermanfaat. Seperti blog ini. Atau mengecek email, mengirimkan proposal. </p>
<p>@Didin setuju nih: Mengapa YLKI hanya ngurusin bidang-bidang konvensional dan tak mau merambah ke bidang baru: seperti telekomunikasi, internet, hp dan lai-lain</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

