Feb
21
Frustrasi Internet 3G
Pasar modem 3G itu tiba-tiba “pingsan”. Setidaknya itu terjadi di kantor saya. Orang-orang malas membeli modem 3G. Padahal, sebelumnya di kantorku pasar modem 3G cukup ramai.
Tiba-tiba saja juga seperti ada setumpuk keluhan di meja saya. Ada saja teman yang menumpahkan kekesalan kepada saya. “Sinyal 3G si A kok parah banget? Buka Internet lama sekali. Apakah 3G itu kecepatannya seperti itu?” Yang lain menyela, “Rugi saya beli modem 3G si B, Internetnya lelet.”
Karena banyaknya keluhan, sampai-sampai saya bingung, apakah kantor customer service telah pindah ke meja saya. Atau gaya saya mirip mbak-mbak SPG yang kemayu dari operator ponsel.
Jauh sebelum teman-teman datang dengan berbagai keluhan soal itu, saya sudah angkat tangan lebih dulu. Saya punya modem HSDPA (high speed downlink packet access) Si Kuning yang saya biarkan tersimpan di laci. Koneksi Internetnya sering putus atau malah tak nyambung.
PDA saya juga pernah menjadi modem HSDPA dengan layanan Si Merah. Hasilnya sama: koneksi Internet byar-pet. Padahal dua modem itu, konon, mendukung teknologi Internet dengan kecepatan sampai 3,6 Megabit per detik. Faktanya, kerap kali kecepatannya di bawah 100 kilobit per detik.
Sebelumnya, saya pernah menjajal layanan Si Biru-Hijau dengan modem 3,5G. Modem itu pun akhirnya lebih banyak menganggur karena koneksinya sama saja. Saya akhirnya memilih memakai Wi-Fi di kafe-kafe.
Ketika operator CDMA datang dengan teknologi baru, EVDO Rev A, saya juga menjajalnya. Saat pelanggannya masih sedikit, saya masih menikmati masa-masa “bulan madu” dengan Smart, dengan kecepatan sekitar 600 kilobit per detik dan stabil. Namun belakangan kecepatannya juga menurun hingga di kisaran 100-an kilobit per detik.
Pengalaman itu ternyata bukan hanya saya yang mengalami. Di Twitter atau Facebook, banyak yang menemui masalah serupa. Alhasil, frustrasi. Itulah kesimpulan menjajal modem 3G di Indonesia.
Apa yang dipikiran para operator 3G di Indonesia? Mengapa mereka tak serius menjaga kualitas layanan? Seorang teman yang bekerja di sebuah operator membisiki saya. “Bisnis Internet di ponsel masih belum menguntungkan. Kalah dengan bisnis suara dan pesan pendek,” katanya.
Andai saja koneksi 3G para operator itu kencang seperti yang dijanjikan dan terjaga, mungkin iPhone bakal meledak seperti halnya BlackBerry di negeri ini. Orang memilih BlackBerry, selain karena bentuk dan fungsinya, lantaran koneksi Internetnya yang terjaga–meski tak terlalu kencang. Kerja sama khusus Research in Motion (pemilik teknologi BlackBerry) dan operator memang mengharuskan adanya bandwidth khusus untuk Internet. Itu yang membuat koneksinya terjaga.
Mungkin yang saya rasakan saat ini sama seperti yang dirasakan Google di Amerika. Meski negara maju, Amerika tergolong ketinggalan zaman dalam soal penetrasi Internet ultrakencang. Pengguna Internet pitalebar di Amerika cuma 75 juta orang. Kalah oleh Cina yang mencapai 200 juta orang.
Itu sebabnya Google frustrasi. Mereka pekan ini merilis layanan Internet dengan kecepatan 1 gigabit per detik atau 100 kali kecepatan yang dipakai kebanyakan orang di Amerika. “Kami ingin orang merasakan pengalaman berbeda,” kata petinggi Google. Bayangkan betapa banyak manfaatnya, video dan gambar 3D pasien di daerah-daerah terpencil bisa dikirim ke rumah sakit di kota.
kalo ngomongin masalah kwalitas layanan internet di Indonesia meski dengan embel-embel 3G ato 3,5G tapi dalam kenyataan nya kwalitas yang diterima tatap lelet. Tapi sedikit sharing dariku sebelum kita ambil keputusan untuk langganan layanan internet dari operator tertentu adalah “untuk apa kita terhubung dengan internet dan untuk keperluan apa ? ” karena itu berhubungan lurus dengan harga karena ada harga ada rupa (wujud koneksi). Bagiku yang hanya terhubung ke internet hanya untuk ngeblog dan baca email, layanan dari operator berbasis CDMA sudah lebih dari cukup. Namun jangan ditanya kalo kita perlu kestabilan koneksi dan speed seperti di bisnis media yang memang mengharuskan selalu terupdate berita dengan sangat cepat. Tentunya teknologi yang diatas 3G atao 3,5G yang diperlukan.
Tentu saja, jangankan 3G, yang LAN aja gimana gitu lho?
100kilobytes per detik itu bahkan SANGAT hebat untuk ukuran LAN kantoran.
Saya selalu monitor arus masuk dan keluar data, selama ini koneksi 3G saya mencapai 30kbps saja sudah hebat sekali.
di indonesia, hampir segala2nya gak diseriusin….. terutama pelayanan…
internet di indonesia saya rasa termasuk penipuan…. bayangkan saja Telkomnet instan yg harganya berkisar 10000/jam dengan kecepatan yg aduhai lambatnya…
lalu layanan provider ponsel, semuanya berlomba2 dengan promo2 murah….untuk menambah pengguna? saya rasa hanya terkumpul user2 yg hanya aji mumpung saja…..
saya pemakai XL sudah lama, dan terasa sekali layanannya menurun drastis, mau buka facebook di E71 saya saja…. lamanya amit2…. sayang sekali hampir semua provider terlalu bersaing jumlah user tanpa memperhatikan kualitas pelayanannya…
betul. koneksi inet harus tinggi biar penggunaan inet meningkat. masak ngenet harus sabar seribu sabar.
YLKI, diam saja.
Kenapa yah.?
G pp lah lemot jg. Soalx dr hsl pngamatan aku, org brinternet hny u/ tjuan “miring”.
@ Uul nggak betul. tetap saja 90 persen penggunaan internet itu bermanfaat. Seperti blog ini. Atau mengecek email, mengirimkan proposal.
@Didin setuju nih: Mengapa YLKI hanya ngurusin bidang-bidang konvensional dan tak mau merambah ke bidang baru: seperti telekomunikasi, internet, hp dan lai-lain
Indonesia adalah tempat naungan dari segala orang baik dia pintar atau pembohong. Jadi kalau kita adalah orang yang mau menjadi siapa dan bagaimana hal yang akan kita lakukan. Negara ini adalah amat menjengkelkan dan rasa puas disini adalah seperti mustahil kalau mengenai hajat hidup rakya8 banyak
Mungkin kalau di Jakarta udah lelet banget..
Di Jogja, kecepatannya masih standar2 aja….
Yah lumayan lah..
Wajar lah bro kecepatan makin menurun kalau user yang memakai tambah banyak…seperti jalan tol aja, kita bayar karena mengharap jalan bebas hambatan, tetapi karena mobil semakin banyak jadi kecepatan mobil kita makin berkurang. Smart mungkin tidak selambat sekarang kalau berani mencabut internet unlimitednya. Pengalaman saya, koneksi unlimited biasanya dipakai untuk download file besar, film, mp3. mumpung gratis katanya, padahal mereka gak tau koneksi smart (dan juga semua provider 3G/HSDPA) itu sebenarnya sharing dengan user yang lain…
Dia memang benar-benar kebo, landak kali?
Metty Ling Ling
SBY harusnya dan harus sudah selesai. Tetapi persoalannya kenapa Gerindra menjadi banci? Ayoo semua anggota DPR adri fraksi PKS, Golkar, Hanura, jangan ikut banci. Tinggal beberapa langkah lagi. Jangan sampai gagal. Kalau gagal rakyat akan mendemo gedung DPR besar-besaran.
Lihat, SBY hanya mengulur waktu. Anda senior-senior kami, ingat, selamatkan rakyat yang sebentar lagi akan mengamuk bersama kami. Apa tidak melihat dia lebih jahat dari Suharto, lebih parah dari Suharto. Kalau Suharto membangun, karena dipercaya, SBY mengisap darah rakyat sendiri, membunuhi rakyat, membiarkan mereka kelaparan, melaparkan anak-anak kecil mereja, karena mereka sudah banyak yang di PHK. Kini tidak ada investor pabrik-pabrik yang mau bekerjasama dengan orangtua kami. Mereka tidak mau datang ke negeri sial ini, karena SBY tidak mampu memberantas premanisme oknum-oknum kodim dan polisi yang selalu datang minta atas nama uang keamanan ke pabrik-pabrik kita orang punya. Kini hanay ada investor bursa saham dan obligasi mencari keuntungan instan.
SBY tidak ada gunanya. Karena dia orang hanya pintar membuat isyu atau mebelokkan isyu supaya 5 tahun ke depan berlalu tanpa membangun untuk rakyat banyak. Lihatlah sampai hari ini di kota-kota besar nak pribumi terkutuk ini tidak ada jaringan monorel, tak ada jaringan KRL apalagi tepat waktu. Tak ada yang tepat waktu, nyaman dan aman di negeri yang dipimpin kebo. Bus-bus kota seperti Mayasari AC sekalipun berjalan seperti bekecolt atau kebo. Kemana Indonesian dibawa SBY? Amitaba.
Dia kebo? Bukan. Dia tepat kita orang bilang sebagai kancil. SBY pandai berwacana untuk ulur waktu. Andi Arief, juga Deny Indrayana, dibayar uang rakyat, tetapi membela SBY, sebuah rezim yang tidak berbeda dengan Suharto, yang baik, yang dulu dia orang tentang, mealui PRD dia Andi Arief bersama Budiman Sutjatmiko punya.
Parah lagi, Andi Arief mau saja diminta SBY lobi ke mereka orang-orang DPR supaya membatalkan langkah keadilan terkait bank century.
Sesungguhnya, Budiono dan Sri Mulyani harus sudah dipecat oleh SBY kalau SBY bukan kebo. Atau rupanya SBY lebih suka dipermakzulkan Licik sekali. SBY lebih jahat dari Suharto. SBY dan menteri-menterinya boros uang rakyat. Uang itu dihambur-hamburkan untuk hal-hal tidak penting. Tak perlu kami orang Tionghoa diberi ucapan selamat hari raya dengan iklan-iklan uang rakyat itu. Lebih baik untuk memebri makan mereka orang rakyat kecil pribumi.
Kebo pun rajin pasang iklan bermaksud udang investor pabrik dan infrastruktur mau datang. Tapi mana mau mereka invesor itu datang selama Indonesia diipimpin Kebo?
Keinginan dia SBY orang hanya sebatas wacana, namanya juga kebo. Dia tidak bergerak langsung membangun konkrit seperti Suharto, meskipun dia orang ngutang juga. Bangsa-bangsa lain seperti negara-negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, apalagi Singapura dan Malaysia punya semua prasarana angkutan masal berguna untuk semua termasuk khususnya rakyat kecil. Semuanya tepat waktu, nyaman, aman, sudah puluhan tahun lamanya. Indonesia tidak mulai. Betul kata ito Dea. Vietnam kini membangun luarbiasa. Jalan-jalanya bersih dan bertrotoar lempeng luas, bisa untuk bersepeda anak dan orangtua dan nikmat untuk pejalan kaki, mereka tidak khawatir disenggol mobil. Kemana Indonesia? Kemana? Dengan dipimpin kebo, yang tidak berwawasan?
Saatnya SBY harus dimakzulkan. Kami mahasiswa melihat itu penting. Lengserkan segera! Adili si congkak gendut ini. Masukkan ke penjara.
Juga mereka orang, Budiono dan Sri Mulyani, jelas sudah salah, tinggal dimasukkan ke bui, jadi tak harus melalui proses pengadilan. Pengambilan keputusan nalangi bank century, yang jelas-jelas tidak perform lama itu, sudah salah besar. Sebelum ditemukan uang 6.7 triliun itu kemana, proses pengambilan keputusan itu sudah salah.
Mereka orang terbukti sudah melanggar pasal-pasal UU tentang Tindak Pidana Korupsi. Baca baik-bauk UU itu, monyet.
Maka tidak bisa lari dari sana. Orang-orang pendukung berat SBY yang menyusun strategi itu dan dana itu untuk membiayai kampanye pemenangan SBY termasuk BLT dan macam-macam keperluan yang membujuk rakyat, mulai dari RT dan RW.
Hai abngun! Hai bangun semua kekuatan-kekuatan lawan dan “oposisi” terhadap SBY dan PD. Kalian banci-banci dan kebo juga. Kalian musti mendanai demo masif gabungan mahasiswa-rakyat dan berekmpunya kalian orang hati nurani. Hai kaum intelektual negeri ini, bersatu, bahwa tidak layak SBY dipertahankan lagi.
Menjadi apa negeri ini kalai dipimpin kebo yang hanya membuat nikmat segolongan orang pribumi? Kami orang mahasiswa Tionghoa tidak perlu kebo.
Kebo arti tidak ada wawasan. Kebo tidak akan membangun negeri untuk kepentingan rakyat banyak.
Kebo itu hanya mengulur waktu, dan berdoa syurkur-syukur bisa selamat, itulah perasaan dia sekarang.
Kebo itu sedang berenang di sungai kebodohan lawan-lawan partai, seraya menikmati ombak pengelabuhan-pengelabuhan, pembelokan-pembelokan, yang dibuatnya, di saat pers bodoh negeri ini mudah terbelokkan dengan meliput besar-ebsar bencana yang diciptakan orang-orang SBY juga.
Indonesia hanya akan bangkit dan membangun untuk kepentingan rakyat semua, kalau dipimpin bukan kebo tetapi oleh seorang pemimpin, yang benar-benar. Seorang yang bertindakan untuk kepentingan rakyat banyak, bukan untuk kepentingan pribadi lagi.
Ayooo, kalian orang Golkar, PKS, PDIP serisulah menerjang terjang, jangan takut memakzulkan SBY, kami mahasiswa dan semua rakyat di belakang anda semua. Waktunya membela rakyat semuanya, turunkan kekuatan penekan, gerakkan di lapangan dan internet !
Kaca sangat jelas. Mengapa Budiono tanpa ada angin ada hujan bisa sengaja dipilih SBY menjadi wapres, jelas menunjukkan nyata bahwa ada sesuatu yaitu bahwa Budiono khususnya diangap berhasil mencairkan uang 6,7 triliun dari BI untuk pemenangan SBY atas nama bailout bank Century. Karena berhasil maka Budiono diberi posisi wapres. Sederhana sebenarnya. Selamatkan rakyat dari gerakan menghancurkan People Power dengan memakzulkan SBY yang tidak banyak risiko, daripada People Power. Ingat, dulu ketika memakzulkan Gus Dur meskipun berkekuatan ormas masif NU/PKB pun mudah dan tidak berisiko. Memaksa SBY mundur pun sama. Lebih kacau bila terjadi People Power, yang pasti akan terjadi, bila SBY, Budiono dan Sri Mulyani tidak mundur. Itu pasti. Rakyat banyak di kota dan desa sudah tidak bisa makan, banyak yang sudah bunuh diri, pasangan-pasangan muda meninggalkan anak-anak kecil mereka karena mereka tidak bisa bekerja lagi di pabrik-pabrik mereka, mereka di-PHK. Semua karena presiden kebo yang tidak mampu membujuk investor-investor pabrik. Oaala nunggu apalagi?
Jangan takut kalian orang. Sebetulnya, kita orang tahu, Iskandar Muhaimin bukan panutan kami, dia hanya anak kecil, si brutus, orang yang dibeli orang-orang SBY. Tokoh panutan kawan-kawan kami orang-orang NU hanya Gus Dur. Jangan takut dengan Hatarajasa, si kepala uban total, itu pun pengkhianat massa PAN, dia hanya orang yang menggadaikan diri kepada SBY. Kawan-kawan kami dari Muhamamdiyah hanya mengikuti Amien dan Din Syamsuddin, yang mereka harapkan sadar kembali membela kebenaran dan hati nurani rakyat, untuk kembali membawa Indonesia ke jalan reformasi dan demokrasi sejati, bukan demokrasi bohongan yang tidak menuju pada pemakmuran rakyat banyak, dengan jalan benar sebagaimana jalan UUD 1945 dan Pancasila murni dan konsekuen. Demokrasi tidak selalu baik apalagi kalau dijalankan tokoh-tokoh yang tidak paham kelemahan demokrasi. Demokrasi hanya cocok untuk dan di Amerika. Amerika sendiri dalam menjalankan kebijakan ke bansga-bangsa lain pun berstandar ganda. Kenapa musti masih ditiru. Tirulah China, Rusia, yang berdemokrasi terpimpin, berorientasi ke kemakmuran dan pemakmuran rakyat semua, tanpa kecuali. Walaupun mereka dalam dominasi satu kekuatan partai, partai komunis, tetapi mereka menjadi sangat luarbiasa setelah diam-diam membangun dengan ekonomi kapitalistis terpusatkan. Siapa bilang Korut adalah negara komunis, itu hanya kata suara Barat. Korea Utara adalah sebuah negara yang sangat mementingkan nasioanlistis untuk semua rakyatnya. Angkutan masal KRL mereka sangat bagus, jauh lebih bagus dari Indonesia tentu. Malulah SBY. Kita semua tahu agama di Indonesia hanya dijadikan alat oleh SBY untuk menidurkan rakyat. Agama tentu sangat penting bagi kita tetapi kalau sudah dijadikan alat agar akyat diam dan tidak emnuntut hak-hak kosntitusinya yang selama ini didustai, akan berujung pada People Power. InsyaAllah.
Bagi kami, Andi Arief, justru yang mengabdi pada rezim yang maling etriak maling. Sudah jelas uang itu untuk BLT dan untuk membiayai pemenangan PD dan SBY, dan itu sebab Budiono diposisikan sebagai wapres. Mudah melihatnya.
Ini tidak tercermin dalam SBY. Jangan lupa, kalian orang, hanya dengan pemimpin yang jelas. Kami sebenarnya telah sindir dalam perayaan hari raya kami Tionghoa yang dihairi SBY bahwa rakyat, juga kami orang, tidak buta, melihat hal-hal yang tdiak dilekukan si kebo; dia tidak membangun untuk rakyat semua. Tapi lucu ya dia orang malah berpidato bicara kesana-kemari, dan sensi dengan menyindir bahwa yang kalah harus menerima. Waktu itu kami pikir, dia memang benar-benar kebo, landak kali. ****
Ga nyangka yaa.. frustasi Internet 3G bisa bisa berhubungan dgn kasus bank centuri?, apa karena fasilitas internet 3G di pabriknya jeblok ? oo.. mungkin aja karena internet 3G anjlok n mengakibatkan hubungan kounikasi sama investor gagal? yah itu gara-gara frustasi internet 3G. yang tp saya setuju memang semuanya “OMDO” (ngomong doang).
untung saya langsung jual tuh 3g modem. cuma pake 2 hari aja!
sebagai yg pernah nyobain internet di singapur, jujur aja koneksi/harga internet di indonesia sangat tidak masuk akal. Di SGP modem 3G 3 thn yll udah diperkenalkan dengan koneksi yg lebih cepat drpd yg ditawarkan operator2 disini (aktualnya). Jangan dibandingin broadbandnya…kalah jauh, dengan harga yg jauh lebih murah! Tdnya saya mikir 3g ini bisa jadi revolusi indonesia dlm internet krn infrastukturnya lebih murah, ketimbang hrs investasi di broadband. Banyaknya user gak boleh jadi alasan, harusnya itu justru jd pemicu. Sekarang di jalan mending browsing dari hp aja dah…di rumah pake speedy, meski tidak secepat yg diharapkan tp plng gak gak sampe bikin frustasi.
oya..buat Metty Ling Ling, siapa pun sponsornya, get a room.
Jgn maksain aganda pribadi di blog orang…plng gak cari blog yg agak nyambung kek.
Kalo buat aq ngga masalah mau lemot/ knceng yang pnting gratisan ud 2taun download bergiga giga.
iya wa jg gratis euy….
mu lelet / tidak ga masalah
cos GRATIS Tis Tis Tis ……